Jumlah korban jiwa dari Perang Israel-Hamas Juli & Agustus 2014


Kalikatur Perang Israel Gaza oleh Stephen M. FlatowPerang Israel dengan organisasi Hamas yang mengontrol Jalur Gaza relatif singkat sekitar satu bulan saja (7 Juli sampai 10 Agustus 2014); Gencatan senjata (berlaku sejak 1 Agustus 08:00) yang diprakarsai oleh John Kerry, Seketaris AS, diterima oleh kedua belah pihak. Tetapi 90 menit setelah gencatan bersenjata tersebut berlaku, serangan bom bunuh diri dan beberapa pria bersenjata Hamas memasuki Israel melalui terowongan di Rafah menyerang pasukan Israel – membunuh dua tentara dan menculik lainnya, Hadar Goldin. Pada pukul 10 pagi, Hamas telah sedikitnya meluncurkan 15 roket ke Israel (70 roket sejak berlakunya gencatan senjata) . Israel balas menyerang Rafat dan sekaligus mencari Hadar – tanggal 2, Hadar ditemukan telah tewas.[1]

Delapan puluh roket diluncurkan dari Gaza pada tanggal 7 Juli, hari berikutnya Israel melancarkan balasan serangan udara sedikitnya 50 target di Gaza, dikenal dengan nama Operation Protective Edge. Bulan Juli saja Hamas telah meluncurkan 2,874 buah roket dan beberapa mortir. Korban jiwa dari pihak Israel 6 orang tewas dan 34 luka-luka; dari pihak Gaza 1.122 orang tewas dan 7.800 luka-luka. Sebelum Perang Juli 2014 ini terjadi, terhitung Januari 2014, Hamas telah meluncurkan 181 roket dan 16 mortir ke Israel sejak, jadi total (sampai akhir Juli) adalah 3055 buah roket dan 31 mortir dengan total korban jiwa di pihak Israel adalah enam (6) tewas dan 41 luka-luka.[2] Laporan tertanggal 10 Agustus: menurut PBB ”lebih dari 1.900 orang Palestina yang tewas adalah kebanyakan orang sipil: 1.354 warga sipil termasuk 447 anak-anak,” Sementara hanya 67 orang Israel tewas (umumnya tentara, ketika mereka memasuki dataran Gaza. Lihat ini[3] dan ini.[4] – Pemerintah Hamas sehari sebelum perang telah mengeluarkan perintah bagaimana harus membuat berita untuk dunia luar, “semua orang Hamas HARUS ditulis WARGA SIPIL.”

Laporan PBB ini dibantah oleh pemerintah Israel setelah menganalisa laporan media Arab terkenal Al Jazeerah[5] tentang jumlah dan indentitas korban jiwa di Gaza, dengan kesimpulan kasar sebagai berikut: Sepertiga (1/3) sebagai petempur, sepertiga lagi warga sipil dan sepertiga lagi tidak dapat dikenali. Hal para pejuang Hamas yang berbaju sipil adalah faktor lain susahnya menerima laporan PBB tersebut. Saya pribadi tidak mempercayai laporan PBB khususnya pada hal-hal yang berkaitan dengan ”pelanggaran HAM oleh Israel,” sejak 1993 saya telah mengetahui double standard kebijakan PBB atas Israel, video terbaru ini adalah bukti tambahan: 1. U.N. investigator admits to double standards towards Israel (perhatikan baik-baik penggunaan “I” dan “We” dari Profesor PBB ini, dan juga ekpresi wajahnya) dan 2. WATCH: Israel Attacks Gaza Hospital Used as Hamas HQ  Hamas Kami memimpin mereka (rakyat Palestina) kepada kematian

Analisa yang lebih detil menulis: dari nama mereka ialah 81,9 % adalah laki-laki, sedikitnya 70% dari adalah para pria berusia antara 18 ke 48 tahun (para pria siap tempur) – itu dapat diduga banyak dari mereka ditargetkan oleh Israel dan karena suatu alasan, laporan menulis.[5]
Ditemukan bahwa sejumlah besar nama-nama yang muncul pada daftar korban adalah duplikat – demi untuk mencari simpati media Barat. [6]
Tentara Israel selalu memberikan peringatan kepada orang Gaza (melalui selebaran dari udara, SMS pada telpon mereka dan terakhir mortil berskala ringan) sebelum membom bangunan (yang telah dipakai oleh Hamas untuk peluncuran roket) yang ditargetkan. Lihat:  Palestinian Leader Mudar Zahran: Hamas is killing my people dan Kebenaran tentang serangan udara Israel ke Hamas di Jalur Gaza.

Catatan kaki:

  1. Timeline of the 2014 Israel–Gaza conflict
  2. List of Palestinian rocket attacks on Israel, 2014
  3. Gaza conflict: Egypt seeks new Israel-Hamas ceasefire 
  4. Israel pounds Gaza as mediators try to rescue truce 
  5. Kantor berita Al Jazeerah adalah milik Pemerintah Qatar. Terbukti media Arab (dan juga berbahasa Inggris) yang sangat pro-Islam radikal, nampak pada peristiwa Jalan Arab di Mesir, dan juga khususnya anti-Israel. Media Arab dalam meliput “korban jiwa serangan Israel atas Hamas dan organisasi sejenisnya” selalu memiliku dua muka; dalam bahasa Arab mereka sebagai Pahlawan dan Martir (pesta dan bangga), namun untuk konsumen luar Arab mereka adalah Korban kekejian Israel (sedih dan demo). Dalam kasus ini, orang Israel ‘menampar’ para pro-Hamas dengan senjata mereka sendiri, dengan kata lain bumerang menabrak pemiliknya sendiri.
  6. Gaza Casualty Data Doesn’t Support Massacre Claims
  7. How Many People Died in Gaza?

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Who are the MEN behind the Israel-Gaza conflict?


Permainan Wayang KulitKonflik antara negara Israel dengan Hamas-penguasa Jalur Gaza hampir mencapai satu bulan – terhitung sejak roket-roket Hamas meluncur ke kota-kota Israel (Senin, 7 July).
Media Barat telah menyiarkan berita-berita kerusakan di dalam Gaza dan lebih dari 1300 warga sipil Gaza tewas ke seluruh dunia – namun tidak meliput berita dari pihak Israel, kerugian akibat dari ribuan roket dan missil yang telah diluncurkan ke Israel atau kejadian yang lengkap (sebab-akibat) di Gaza.
Media Barat baru-baru ini melaporkan bahwa Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat (AS) mengeritik Israel dengan keras karena telah menyerang sekolah UNRWA di Gaza (United Nations Relief and Works Agency untuk para Pengungsi Palestina) yang berakibat meninggalnya 20 orang Palestina. UNRWA berkata sejak 20 Juli, sembilan dari pekerjaanya telah terbunuh.
Pemimpin PBB, Ban Ki-Moon menyebut serangan tersebut sebagai “moral outrage” dan “kegilaan ini harus berhenti”
Gedung Putih menyebut serangan Israel tersebut sebagai “tidak dapat diterima” dan “tidak mampu membela diri.”
Tidak perlu ditulis di sini komentar-komentar dari Media Negara-negara Islam, pastilah lebih pedas lagi.

Sebagaimana telah umum diketahui bahwa suara politikus dengan orang lapangan biasanya berbeda jauh; Kolonel Richard Kemp, seorang komando Angkatan Darat Britania Raya di Afganistan, menolak klaim bahwa Israel telah melakukan pelanggaran-pelanggaran perang.
“Tentara-tentara Britania telah bertempur melawan Taliban untuk bertahun-tahun di Afganistan,” Kol. Kemp berkata. ”Mereka menggunakan perisai-perisai manusia. Mereka berusaha untuk memikat kami untuk membunuh populasi warga sipil mereka. Itu adalah cara umum diantara kelompok-kelompok Islam extremist di dunia ini.”
“Orang-orang yang melakukan kejahatan perang adalah Hamas yang meluncurkan roket-roket ke penduduk sipil Israel dan yang juga memakai masyarakat mereka sebagai perisai-perisai manusia.”

Kejadian di Gaza yang tidak diberitakan Media Barat:Pengeluaran uang tahunan Hamas untuk terror melawan Israel
”Sejak awal konflik, kami telah memiliki 200 kasus dokumen tentang roket-roket dan mortir-mortir yang diluncurkan dari dalam Gaza yang menghantam di dalam Gaza,”  Lt. Kol. Peter Lerner pembicara Tentara Pertahanan Israel berkata.
Menurut sebuah jurnal yang dikeluarkan oleh orang Palestina, 160 anak-anak meninggal dalam pembuatan terowongan-terowongan rahasia yang dipakai untuk aksi terror (menyelundupkan senjata-senjata dan tujuan aksi terror di dalam wilayah Israel). Harga satu buah terowongan Hamas tersebut bernilai 3 juta Dollar AS atau bisa membangun 86 rumah / 7 mesjid / 6 sekolah / 19 klinik perawatan. Sejauh ini Tentara Israel telah menemukan 30 terowongan, artinya Hamas sesungguhnya telah bisa – jika mereka berkehendak – menginvestasi 90 juta Dollar AS untuk kesejahteraan bangsanya sendiri.
Seorang ibu asal Gaza bercerita kepada perawatnya Ron Lobel, dokter dari Pusat Perawatan Barzilai, Israel, bahwa ia dan suaminya dipaksa untuk ada di kunci di dalam kamar apartmentnya, dan Hamas lalu meluncurkan roket-roket dari halaman mereka.

pejuang bertopeng Hamas dengan senjata beratnyaThe Middle East Research Institute melaporkan bahwa pada awal konflik, pejabat Hamas (organisasi yang mengontrol Jalur Gaza) mengeluarkan petunjuk-petunjuk bagaimana orang Gaza harus melaporkan berita:
• “Setiap orang yang terbunuh atau martyr harus disebut seorang warga sipil dari Gaza … jangan lupa untuk selalu menambahkan ‘warga sipil yang tidak bersalah’
• mulailah laporan kamu … dengan phrase ‘sebagai response untuk serangan jahat orang Israel’ …
• Jangan menerbitkan wajah-wajah pria bertopeng dengan senjata-senjata berat.’”

Golda Meir, bekas Perdana Menteri Israel pernah menbuat pernyataan sebagai berikut: “Kami dapat mengampuni orang-orang Arab tersebut yang membunuh anak-anak kami. Kami tidak dapat mengampuni mereka yang memaksa kami untuk membunuh anak-anak mereka. Kami akan hanya memiliki damai dengan orang-orang Arab tersebut ketika mereka mengasihi anak-anak mereka lebih dari mereka membenci kami.”

“We can forgive the Arabs for killing our children. We cannot forgive them for forcing us to kill their children. We will only have peace with the Arabs when they love their children more than they hate us.” – Israeli Prime Minister, Golda Meir.

PERTANYAAN: Mengapa Media Barat (yang dikontrol oleh Yahudi, propaganda berkata) – yang berpendidikan tinggi dan pembela demokrasi – hanya menyalahkan Israel secara sepihak dan tidak menegur Hamas penyebab konflik dan korban warga sipilnya sendiri di dalam konflik Israel-Gaza ini? Siapakah sebenarnya orang-orang di balik konflik Israel- Hamas ini?
Mungkin JAWABANNYA ada di bawah laporan ini.

1. Selama konflik berlangsung, roket-roket Hamas ditemukan di dalam sekolah-sekolah PBB, yang disebut UNRWA. Dan roket-roket itu sengaja diluncurkan ke Israel dari gedung UNRWA – untuk menjadikan tempat itu target serangan balik Israel, bahkan memakai Rumah Sakit sebagai kantor Hamas dan peluncuran roket.

2. David Bedein, seorang wartawan senior, telah mempelajari bahwa ada hubungan incest (’pernikahan sesama keluarga-dekat’ untuk arti yang sama dengan kata “tindakan imoral”) antara UNRWA dan Hamas di dalam Jalur Gaza. [Seperti saya pernah tulis bahwa karyawan UNRWA adalah 90 % adalah anggota HAMAS]
David bercerita kepada Chris Mitchell, pemimpin kantor berita Timur Tengah untuk CBN News, “Agen kami telah memperingatkan pemerintah Amerika Serikat, pemerintah Kanada, Uni Eropa – dan mereka adalah pendukung utama dari UNRWA – bahwa ada traning militer dan senjata-senjata di dalam kamp (UNRWA) tersebut, dalam semua kamp-kamp di Gaza. Agen kami diabaikan sekalipun ada fakta-fakta.”
David Bedein penulis buku Jalanterhambat untuk Damai: Bagaimana PBB mengabaikan konflik Arab-Israel, (Roadblock to Peace: How the U.N. Perpetuates the Arab-Israeli Conflict). Buku bagus lainnya tentang PBB untuk dibaca “Tower of Babble, How the United Nations has fueled global chaos; Dore Gold. Penulis adalah pernah bertugas sebagai Duta Besar untuk the PBB.

3. Ron Dermer berkata bahwa pembuat-pembuat hukum pada Capitol Hill (di Washington D.C. bukan yang di Roma)* mulai membuat pertanyaan-pertanyaan, ”Bagaimana mereka (orang PBB) mengijinkan sekolah-sekolah mereka untuk ada digunakan sebagai depot-depot senjata? Ini semua adalah hal-hal yang serius yang dapat mengkorupsi seluruh sistem PBB yang seharusnya untuk ada melindungi warga-warga sipil, yang adalah seharusnya untuk ada menolong orang-orang tidak berdosa – tidak mengijinkan gedung-gedung mereka untuk ada digunakan sebagai infrastruktur militer bagi Hamas.” (garis bawah ditambahkan). “Pada dasarnya itu tidak dapat diterima dan semakin banyak orang yang mengajukan pertanyaan,” Dermer berkata. Ron Dermer adalah Ambasador Israel untuk Amerika Patung Lupercus menyusuiSerikat.

4. Suatu wawancara dengan seorang professor yang bertugas sebagai Investigator dari PBB, dengan muka malu professor kulit putih ini mengakui “double standard PBB atas Israel.

Pepatah dunia berkata, “Semua jalan menuju Roma” dan Firman YAHWEH berkata ”Nubuatan nabi Daniel harus tergenapi terlebih dahulu sebelum kiamat tiba” (Mat 24:15). Semakin banyak orang menduga dan berkesimpulan bahwa Organisasi PBB dan juga ICC hanyalah alat dari Penguasa Roma

*) Capitoline Hill (Latin: Collis Capitolinus; kata “Capitol” berasal) adalah satu dari tujuh bukit di Roma. Di Bukit Capitolinus telah berdiri patung perunggu Lupercus menyusui Romulus dan Remus tahun 296 BC. Lupercalia, hari raya bagi Lupercus, dirayakan pada tanggal 14-15 Febuari, sebelum dirubah menjadi Hari St. Valentine oleh Paus Gelasius.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya  tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Agama Islam semakin menakutkan – khususnya bagi orang Islam sendiri!


Organisasi militan Sunni ISIS berparade di Irak membawa bendera JihadIrak: Islam Sunni ISIS: “Kami telah mengeksekusi 1700 tertara!”
Militan ISIS (the Islamic State of Iraq and the Syria / Pemerintahan Islam Irak dan Syria) yang sejak bulan Mai dikabarkan terpukul mundur dari Homs, Syria, sekarang memasuki Irak utara dan dalam situsnya (berbahasa Arab) mengklaim telah mengeksekusi 1700 tentara Shia Irak.
Laporan PBB mennyatakan: Konflik bersenjata antara Muslim Shia dengan Muslim Sunni di Irak telah menewaskan sedikitnya 1075 jiwa di bulan Juni (2014; periode tanggal 5 sampai 22); dua per tiga dari korban adalah rakyat jelata. Dan ratusan ribu telah mengungsi.
Musim panas tahun lalu sebuah kelompok militan Sunni menyerang rakyat kota Damaskus dengan senjata kimia menewaskan 1400 jiwa, banyak dari korban tersebut adalah anak-anak. USA, Perancis dan Inggris sebelumnya menuduh pemerintah Syria – yang meracuni rakyatnya sendiri.

ISIS telah terkenal kesadisannya di dalam menghukum ‘para pemberontak’ (bukan hanya Shia, tetapi juga sesama Sunni, yang tidak sepaham dengan agenda politik ISIS).Minggu ini ISIS telah menproklamasikan berdirinya kembali Negara Islam Khalifah (idenya mungkin sejenis PBB-nya negara Barat).

Pakistan. Sajjad Ahmed dan Muafia Bibi, pasangan suami-istri dieksekusi oleh keluarga pihak wanita
Mereka baru saja menikah seminggu lamanya, di depan banyak orang – oleh pihak keluarga pengantin wanita keduanya dala keadaan terikat lalu dieksekusi; Alasannya? Sederhana, sebab mantu pria bukanlah pilihan orang tuanya, kata ayah Muafia. Masyarakat berkumpul ketika para pihak pembunuh membawa keduanya ke halaman rumah. Beberapa orang berkata bahwa anak-anak haruslah ada disuruh pergi dahulu, tatapi ayah dari Muafia Bibi menyuruh mereka tinggal tetap dan menyaksikan, dan berkata: ”Mereka haruslah belajar apa yang akan terjadi pada mereka jika mereka menikah dengan seseorang dari pilihan mereka sendiri.” Muafia sudah berumur 17 tahun.
Kelompok-kelompok pembela HAM berkata hampir 900 wanita dibunuh atas nama “kehormatan keluarga” pada tahun 2013, namun angka yang asli dipercayai lebih tinggi. The Telegraph (29 Juni 2014).

Syria: Sembilan pria Muslim dihukum salib oleh kelompok Islam Sunni ISIS
Peristiwa terjadi di desa Al-Bab, dekat perbatasan Turki. Hanya satu yang tetap hidup, namun dalam kondisi kritis. Para Muslim yang tersalib ini adalah para militant Islam Sunni yang melawan President al Assad (Muslim Shia). Militan ISIS adalah satu dari banyak organisasi militant Islam Sunni yang masuk ke Syia untuk menggulingkan Assad. Di pertengahan 2013 telah terjadi perselisihan pendapat di antara kelompok militant Sunni sendiri. Itulah sebabnya secara umum mereka gagal menumbangkan Assad. Di Libia saat ini juga terjadi gencatan senjata diantara militan Sunni sendiri setelah mereka berhasil menggulingkan Kaddafi – karena bantuan NATO . The Telegraph. 29 Juni 2014

Referensi:

Sunni Islamists in Iraq: “We Executed 1700 Soldiers”
Children forced to watch as Pakistani couple who married for love were ‘murdered as an example’
Isis crucifies nine people in Syrian villages. Crucifixions have been meted out by Isis across Syria as punishment to rebels

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog