Paus ke 266 Francis I terpilih, Akhir dari kepausan gereja Roma Katolik?


Kemarin, 13 Maret 2013, para Kardinal gereja Roma Katolik melalui pemungutan suara memilih Kardinal Argentina Jorge M. Bergoglio menjadi Paus gereja Roma Katolik.

Setelah satu hari penuh para Kardinal dari berbagai negara berkumpul di Roma, Vatikan, di hari kedua mereka sepakat memilih calon Paus yang cocok untuk menyelesaikan tugas gereja sekaligus negara Roma Katolik.

Media telah dipenuhi dengan ”Penglihatan St. Malachi tentang calon paus dan perjalanan akhir Vatikan” beberapa bulan terakhir ini.  Paus ke 266 ini memenuhi penglihatan yang bersifat nubuatan tersebut kata Horn, penulis buku Petrus Romanus: The Final Pope is Here!

Hal-hal yang penting dari Paus Francis I:

  • Ia orang Italia dimana gereja Roma Katolik berpusat, besar dan menjadi Kardinal di Argentina.
  • Berasal dari Ordo Jesuit (the Society of Jesus / Serikat Yesus).
  • Gelar nama kepausan Francis I yang Kardinal Jorge M. Bergoglio pilih sendiri berkaitan dengan pendiri ordo Jesuit tersebut.

Kota Roma. Negara Italia berasal dari kerajaan kuno kota Roma, yang disebut ”Kota Tujuh Bukit” atau ”Kota Tujuh Gunung.” St. Malachy, 800 tahun yang lalu mendapat penglihatan bahwa Paus terakhir adalah ”Petrus Romanus/ Petrus Roma,” (yang akan memerintah gereja Roma sebelum Kota Tujuh Bukit dihancurkan) berasal dari Roma. Sejarah dan doktrin gereja Roma Katolik selalu mengaitkan nama rasul Petrus sebagai pendiri gereja tersebut, jadi kata ”Petrus” indentik degan indentitas gereja Roma Katolik itu sendiri. Tentunya klaim ini tidak bisa dibuktikan baik dari isi Alkitab maupun sejarah Gereja; Rasul Petrus adalah rasul hanya bagi bangsa Israel, dan gereja Roma baru berdiri sekitar tiga ratus tahun kemudian setelah kematian rasul Petrus, yang tidak pernah ke Roma.

Ordo Jesuit atau Serikat Yesus. Kelompok aliran Katolik (Ordo) Jesuit didirikan di kota Roma tahun 1540 melalui surat pernyataan kepausan (Papal bull) dari Paul II yang bernama Regiminis Militantis Ecclesiae (Government of the Church Militant), bertujuan sebagai alat untuk Gereja Roma tetap pada kuasanya.[1] Tokoh pendirnya yang terkenal: Ignatius Loyola dan Francis Xavier. Keduanya terkenal dengan pengabdiannya yang besar kepada Paus dan terbukti sangat radikal di dalam memerangi setiap kelompok yang dianggap berbahaya atau berontak kepada kepemimpinan kepausan Roma Katolik. Ordo Jesuit ini adalah tentara Gereja Roma yang lahir khususnya untuk menahan gerakan Reformasi Protestant yang dipimpin oleh Dr. Martin Luther, yang adalah ex-Uskup Roma Katolik Jerman. Dari Ordo Jesuit inilah lahirnya para pemimpin Crusader (tentara perang salib Katolik)[2] dan Inkuisitor (hakim dan penyiksa). Mereka memerangi dan menyiksa siapapun yang tidak sepaham dengan keputusan Gereja Roma; korbanya dari orang Yahudi, semua aliran ‘Kristen Protestant’ dan Muslim bahkah orang Katolik sendiri (raja, pangeran, petugas dan jemaat gereja). Pengikut ordo (‘jemaat’) ini menjadi terkenal sebagai ‘Para Tentara Yeshua’ (the Soldiers of Jesus).  Perlu diingat: Yeshua (Yesus) tidak pernah membawa senjata, dan Ia melarang jemaat-Nya membawa senjata; Orang yang tidak mengerti ajaran Alkitab akan mudah tertipu dan menjadi pembunuh namun menyangka ia telah berbakti bagi Elohim.

Walaupun sumpah dari Jesuit adalah tunduk pada Paus, karena kekuatan politik, doktrin dan sosial (melalui pendidikan formal) ordo Jesuit yang semakin kuat sehingga puncak pemimpinnya memiliki kuasa seperti Paus, sehingga ia disebut “Black Pope / Paus Hitam”. Analogi: Paus Putih mengurus masalah Gereja, sedangkan Paus Hitam mengurus masalah politik internasional (intelligence; seperti FBI dan CIA di Amerika).

Dua kekuatan ini sering kali bentrok di dalam intern Gereja Roma. Pernah terjadi Gereja Roma mengusir para pengikut Jesuit ini dari negara-negara Eropa, termasuk di Spanyol tahun 1767.

Bagaimanapun, karena orang Jesuit sudah terlatih bergerak dengan strategi dan intelligence, ordo Jesuit ini tetap jaya bahkan semakin kuat pengaruhnya. Nyatanya, “Serikat ini kemungkinan telah terlibat lebih banyak di dalam melahirkan doktrin-doktrin keagamaan (Roma Katolik) lebih dari ordo lainnya di dalam lingkungan Gereja Roma Katolik,”Rene menambahkan.

Paus dari ordo Jesuit pertama dalam sejarah gereja Roma Katolik. Sekalipun ordo agama ini adalah yang terbesar di antara ordo lainnya di dalam Gereja Katolik dan juga terbesar di dalam jumlah pastornya, namun belum pernah dalam sejarah ada anggotanya yang pernah menjadi Paus, kecuali yang sekarang ini, yakni Paus Francis I – mengkaitkannya dengan pendiri Jesuit, Francis Xavier.

Bergoglio tercatat dalam daftar hitam Argentina dikenal dengan Dirty War dimana banyak orang terbunuh oleh pemimpin diktator Argentina di tahun 1976-83. Ia dituduh terlibat dalam Dirty War tersebut, menyebabkan banyak jemaat Katolik Argentina yang meninggalkan keanggotaannya.

Menggabungan penglihatan St. Malechy dengan nubuatan Alkitab mengenai akhir dari Kota Besar Roma yang disebut Kota Tujuh Bukit sangatlah menarik.

St. Maleachy menyatakan bahwa ’Petrus Romanus adalah black pope (pemimpin tertinggi Jesuit).’ Dan Alkitab menyatakan bahwa pada Akhir Jaman, AntiKristus akan muncul dan ia akan menyebabkan Aniaya yang sangat mengerikan (the Great Tribulation). Aniaya besar terhadap Jemaat Yeshua (Gereja) terjadi sejak awal lahirnya ordo Jesuit, jutaan mati dibakar hidup-hidup dan penggal kepalanya oleh para Inkuisitor Jesuit.

Jika ordo Jesuit adalah kekuatan terbesar di Gereja Roma Katolik, seperti berita menyatakan dan baru kali ini dalam sejarah menjadi Paus, apakah ini berarti penentuan waktu yang rasul Paulus ketika ia berbicara kepada jemaat di Tesalonika tentang datangnya ‘si pendurhaka’; Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. (2 Tes 2:6)

Waktu akan menunjukkan apakah yang akan dilakukan oleh Paus Francis I, yang menurut St. Malechy sebagai Paus terakhir.

Satu hal yang pasti, Adonai Yeshua Ha Mashiah berkuasa atas segala sesuatu baik di sorga dan di bumi (Mat 28:18), segala sesuatu terjadi seijin Dia. Dan pada waktu-Nya Ia akan menggoncang segala kekuatan asing, sehingga hanya tinggal Kerajaan Sorga yang tetap bertahan selamanya (Ibrani 12:26-29). Maranatha!

Referensi:

[1] The Powerful Society of Jesus  dari buku Beyond Angels and Demons; The Truth Behind the Fiction by Rene Chandelle

[2] Para Crusader sebelum Jesuit berdiri adalah para tentara negara-negara Eropa yang berada di bawah kekuasaan Gereja Roma Katolik.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Satu Tanggapan

  1. Relatif

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: