Israel menangkap kapal bermuatan senjata Iran untuk Gaza


JerusalamPost, Kapal cargo bernama ”Victoria” berangkat dari Turkey, dengan tujuan El-Arish (Alexandria, Mesir), bermuatan senjata berasal dari Iran yang akan diselundupkan ke Hamas, melalui negara Syria, telah ditangkap oleh tentara Angkatan Laut Pertahanan Israel di Laut Mediterania, 200 Mil (hampir 322 Km) dari pantai Israel.

Kapal cargo berbendara Liberia ini mengisi muatannya di Turkey Senin malam waktu Israel, berencana mengeluarkan muatannya di pelabuhan Alexandria, kemudian, diduga, muatan ini diselendupkan ke Gaza melalui darat (mungkin melalui terowongan gelap bawa tanah). Dari penelitian TPI (IDF, Israel Defence Forces) muatan senjata tersebut tidak berasal dari Turkey, tetapi dibongkar di sana dan dimasukkan ke kapal Victoria.

Senjata selundupan yang ditemukan diantaranya 2 roket C-704 dengan jarak jangkau 35 Km buatan China, 200 roket lainnya. Senjata berikut amunisinya yang ditemukan di kapal ini kemungkinan bisa mencapai 50 ton beratnya.  Pemerintah Israel yakin bahwa pemerintah Turkey dan Mesir (yang sedang sibuk dengan kemelut dalan negerinya) tidak mengetahui apa-apa tentang isi dari kapal Victoria ini.

Angkatan Laut Israel telah melakukan operasi yang sama bertahun-tahun mencegah penyelundupan senjata Iran ke Hamas [Palestina] dan Hezbollah [Libanon, dan juga Syria], berita menambahkan.

Di tahun 2009, Angkatan Laut Israel menangkap perahu cargo ”Francop,” yang membawa 500 ton persenjataan dari Iran untuk Hezbollah di Libanon, di dalamnya termasuk  roket-roket Katyusha dan granat. Itu cukup untuk Hezbullah mengadakan perang berminggu-minggu.

Arms Ships Intercepted by Israeli Navy

15 March 2011: The Liberian-flagged Victoria is intercepted 200 miles west of Israel’s coast, sailing from Turkey with a listed destination as Alexandria, Egypt. The vessel is found to be carrying an assortment of weaponry most likely destined for Gaza-based terror groups.[1]

22 January 2011: An Iranian Alvand-class warship and an accompanying Khargclass supply vessel pass through the Suez Canal on their way to naval exercises with Syria.[2]

24 March 2010: The U.S. Air Force conducts air-strikes against an arms-smuggling convoy carrying weapons destined for Gaza near the Egyptian city of Port Sudan. The weapons were to be funneled through Sudan and the Sinai and delivered through tunnels to Gaza recipients.[3]

4 November 2009: The German-owned, Cypriot-operated Francop is intercepted by the Israeli Navy off the coast of Cyprus. Found to be carrying over 300 tons of weapons, it had set out 10-days prior from Bandar Abbas in Iran.[4]

October 2009: The Hansa India, sailing from Iran under a Germany flag, was set to disembark in Egypt. German authorities warned that the vessel did not unload and instead sailed to Malta where it was seized. It was carrying bullets and industrial material for weapons production intended for Syria.[5]

4 January 2002: 50 tons of weapons destined for the Palestinian Authority aboard the Karine-A. The ship was purchased by the Palestinian Authority, loaded with weapons by Iran and Hezbollah, manned by Palestinian Authority personnel, with the aim of transferring the weapons it carried to the Palestinian Naval Police near the Gaza beaches.[6]

6 May 2001: Over $10 million worth of weaponry is discovered aboard the Santorini, with an investigation showing it was destined for Ahmad Jibril’s Popular Front for the Liberation of Palestine-General Command. Departing from Libya, carefully sealed and waterproofed barrels of weapons and ammunition were to be unloaded off the Gaza coast at pre-arranged locations.[7]

Komentar: Iran dan Syria mencoba menggambil kesempatan ditengah-tengah kekacauan “Jalan Arab” di Afrika Utara dan Timur Tengah. Apakah Iran juga penyuplai senjata untuk para pemberontak di Libya? Intellegent Israel rupanya masih tetap luar biasa hebatnya sampai sekarang. Anda pernah tahu peristiwa penyanderaan 11 atletik Israel di Olympiade Munich, Jerman (1972) yang dilakukan oleh militer Palestina, dikenal dengan nama ”Black September?” Dua dari 11 sandera dibunuh sebelum negosiasi selesai, dan sisanya dibunuh dalam peristiwa pembebasan sandera yang dicoba oleh tentara Jerman. Sejak itu Israel mengirim pasukan Mossadnya untuk memburu ”men behind the Black September” Di berbagai negara: Itali, Perancis, Libanon, Norwegia. Antara 1972 sampai 1976 lebih dari selusin Palistina militant terbunuh. “99% dari semua pekerjaan telah diselesaikan dengan sempurna,” pemimpin operasi berkata.
Operasi balas dendam Israel atas Black September Munich di abadikan pada dua film di bawah ini:

Mazmur raja Daud: Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
Pertolonganku ialah dari YAHWEH, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. YAHWEH-lah Penjagamu, YAHWEH-lah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. YAHWEH akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. YAHWEH akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. (Maz 121:1-8).

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: