Pengadilan Mesir melarang semua ativitas Muslim Brotherhood


Hari ini, Senin, 23.9.2013, Pengadilan Kairo untuk Masalah-masalah Mendesak telah menyatakan bahwa Organisasi Muslim Brotherhood adalah gerakan Islam, bukan sebagai organisasi bukan-pemerintah (NGO) ataupun group-group assosiasi. Karenanya segala aktivitas dari kelompok gerakan Islam tersebut dinyatakan terlarang.

Pengadilan juga meminta pemerintah dalam negeri untuk membekukan semua bantuan keuangan dan aset-aset Muslim Brotherhood.

Gerakan Islam yang lahir di Mesir ini telah berusia 85 tahun, telah dinyatakan sebagai organisasi Islam terlarang oleh pemerintah Mesir sejak tahun 1954. Namun atas desakan beberapa pemimpin Barat  kepada President H. Mubarak atas nama demokrasi gerakan agama ini lahir kembali sebagai organisasi politik dan bukan keagamaan, bernama Partai Kebebasan dan Keadilan (PKK) di tahun 2011 dan mendapat dukungan keuangan dari pemerintah Qatar dan Amerika Serikat.

PKK memakai Jalan Arab untuk menggulingkan Mubarak, Juli 2013 Mohammad Morsi, salah satu orang penting PKK menggeser Mubarak. Belum setahun berkuasa, ‘wajah asli gerakan Islamnya’ nyata: Koptik Kristen ditekan, tokoh-tokoh media yang mengkritik Muslim Brotherhood dipenjarai, membubarkan semua petinggi militer yang menjabar di masa Mubarak dan memproklamasikan kota Yerusalem akan menjadi ibukota Mesir – rakyat Mesir menjuliki Morsi sebagai diktator baru; dua juta turun kejalan minta Firaun baru ini untuk turun.

Sejak Morsi diturunkan secara paksa oleh Jenderal Abdul Fattah al-Sisi, Juli 2013, tepat setahun Morsi memerintah, pemerintah telah menangkapi pentolan-pentolan Muslim Brotherhood, dan bahkan menutup ijin siaran Al-Jazeera TV Arab, milik pemerintah Qatar, karena baik pemerintah Qatar dan siaran TV yang terkenal ini jelas-jelasan membela Muslim Brotherhood.

Minggu lalu, dikabarkan bahwa Pemerintah Mesir mengembalikan bantuan dua milyar USD yang diberikan oleh pemerintah Qatar.

Pemerintah USA, Perancis dan Inggris semula menkritik pihak militer Mesir yang penggeseran Mohammad Morsi, namun setelah raja Arab Saudi menyatakan bahwa Muslim Brotherhood adalah gerakan terrorist, dan keamanan Mesir adalah berarti keamanan Saudi, ketika negara Barat tersebut jadi berdiam diri.

Mari kita lihat apa reaksi ketiga negara Barat ini atas berulangnya kembali larangan gerekan Islam Muslim Brotherhood hadir secara resmi di negara Mesir

Bacaan berkait:

 Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: