Mesir: Muhammad Morsi dan belasan pemimpin Muslim Brotherhood lainnya mulai diadili


Organisasi Islam Muslim Brotherhood Game OverTepat satu tahun Mr. Morsi menjadi president Mesir, ia diturunkan dari kursi pemerintahannya oleh militer atas permohonan jutaan rakyat Mesir yang turun kejalan; menyebut Morsi sebagai diktator, kemudian diikuti penangkapan sekitar 200 aktifis organisasi Islam radikalnya dari mana Mr. Morsi berasal, termasuk pemimpin rohani utamanya Mohammad Badie.

Senin pagi kemarin waktu setempat Morsi dan keempat belas anggota senior organisasi Islamnya diadili secara terbuka pertama kalinya sejak ia ditahan pada 3 July lalu.  Mereka diadili sehubungan dengan pembunuhan dan penyiksaan terhadap para demontrant.
Di ruang pengadilan, para tertuduh berteriak-teriak ”illegal, illegal,” yang dibalas oleh hadirin lainnya termasuk beberapa jurnalis wanita dengan teriakan bahwa para tertuduh haruslah diberi hukuman mati.

Jika ex-president Hosni Mubarak diadili oleh alasan kekuasan, Muhammad Morsi, 62 tahun,  diadili oleh karena kebengisan, pengancaman dan kesombongannya. Morsi dan organisasi Muslim Brotherhoodnya menindak keras setiap aksi demo atau kritik media kepada dirinya dan organisasi Islamnya ini; banyak korban jiwa dari para demontranst anti-Morsi, beberapa wanita mendapat pelecehan sexual, wartawan dan editor koran ditangkap dan dipenjarai, dan yang susah dilupakan warga Mesir adalah kejadian di depan Istana kepresidenan di bulan Desember 2012, demo dihadapi dengan tangan besi sedikitnya 10 orang meninggal satu disalib dimuka umum; demo ini lahir setelah keluarnya  keputusan resmi bahwa pemimpin Islam ini diberikan kekuasaan atas militer dan konstitusi. Kesombongan partai Morsi ini telah nampak jelas di saat kampanye calon president, “Ibukota kita tidaklah akan ada Kairo, Mekka atau Medina. Tetapi Yerusalem, Insha Allah. Persatuan Negara-negara Arab akan ada direstorasi di tangan orang itu [Morsi] dan para pendukungnya. Ibukota dari Islam Khalifah akanlah ada Yerusalem insha Allah,” teriak Satwat Hagazy, pemimpin rohani senior organisasi Islam Mesir ini di depan ribuan pengikutnya.

Ketika Hakim meminta terdakwa menyebut namanya sendiri, Morsi berkata, ”Saya Dokter Muhammad Morsi, president republik. Saya adalah president Mesir yang legal. Kalian tidak punya hak untuk menjalankan pengadilan ke dalam masalah-masalah kepresidenan.”

Syndicate para journalist Mesir melalui ahli hukumnya, Sayed Abu-Zeid, telah meminta pengadilan untuk memberikan hukuman kepada Morsi yang semaksimum mungkin sebagai balasan dari kematian rekan mereka  El-Husseini Abu-Deif, 33 tahun, di depan istana kepresidentan bulan Desember itu.

Perkembangan penting lainnya di Mesir adalah bahwa Dewan Konstituante yang baru telah membuang dua kata, yaitu ”sipil” dan ”referensi Al-Azhar”  dari artikel-artikel di konstitusi Mesir.
Kelima puluh anggota Dewan tersebut telah setuju meniadakan kata ”referensi Al-Azhar” yang berurusan dengan hukum Sharia (hukum Islam) dan menambahkan ke konstitusi tersebut kebebasan beragama yang ”setiap orang memiliki hak untuk mempraktekkan ritual-ritual keagamaan mereka sejauh mereka konsisten dengan ketertiban umum.”
Referensi Al-Azhar telah dibuang agar tidak konflik dengan fungsi dari Pengadilan Konstitusi Tertinggi. (sebab itu) Komiti telah menolak setiap interpretasi dari istilah ’prinsip-prinsip Sharia’ yang bertentangan dengan Pengadilan,” Mohamed Ghoneim, seorang dari komisi tersebut menerangkan.

Komentar:
1. Pernyataan Satwat di atas menghina banyak pihak; yaitu: Bangsa Mesir, Arab Saudi, dan suatu pemberontakan kepada Gereja Roma Katolik, ibu dari pendiri Islam, yang bercita-cita menjadikan Yerusalem ibukotanya, dan yang paling akhir, namun paling vital, Satwat telah menyentuh biji mata Elohim Israel, sebab Yerusalem adalah kota suci-NYA! (Ibr 12:22; Wah 3:12).
2. Pemimpin rohani dan politik Muslim Brotherhood ditangkap, dan organisasinya dinyatakan terlarang secara hukum, dan sekarang setiap kata “referensi Al-Azhar” yang berkaitan dengan Hukum Sharia di Konstitusi Mesir dihapus; itu berarti faham Islam Sunni telah dicabut pada akarnya.
Universitas Islam Al-Azhar (Kairo) adalah pusat ajaran Islam Sunni untuk dunia Islam (Baca ISLAM And TERRORISM by Mark A. Gabriel Ph.D; professor sejarah Islam dan bekas dosen di Al-Azhar). Dan Organisasi Muslim Brotherhood indentik dengan Univ Al-Azhar, dan ibu dari berbagai organisasi Islam Sunni radikal (Barat menyebutnya “terrorist”) seperti Al-Qaida, Hamas, Taleban, Al-Shabab, Bako Haram dll. Menarik untuk dilihat apakah superior Islam Sunni akan tumbang seperti Komunis di jaman Ronald Regand. Yang pasti di negara asalnya sendiri ajaran Islam Sunni telah ditolak dengan tegas, dicabut sampai ke akarnya.
3. Seorang misionari Jerman yang lama tinggal di Mesir dan fasih berbahasa Arab berkata kepada saya bahwa “Muslim Mesir lebih percaya Folk Islam daripada Sunni.” Saya pikir hal yang sama juga di Arab Saudi dan Indonesia; bantuan keuangan 12 milyar dollar dari negara-negara Arab kepada tentara Mesir  segera setelah Morsi tumbang membuktikan wajah Islam di Arab Paninsula yang sebenarnya. Sejak beberapa dekade belakangan ini jutaan Muslim murtad setiap tahunnya – termasuk di Indonesia, dan secara terang-terangan.

Berdoalah bagi bangsa Mesir dan Muslim di dunia, agar mereka bukan sekedar pindah agama, tetapi mengalami hubungan intim dengan Pencipta mereka, YAHWEH dan Putera-Nya, Adonai Yeshua Ha Mashiah. Terang Injil telah kembali ke Timur Tengah; bani Ishak (Israel) dan bani Ismail (Muslim) sedang dilawat kebangunan rohani, Anda mengerti apa artinya ini?Kita sudah berada di UJUNG akhir jaman!, dan Adonai Yeshua segera akan datang kembali!! (Kis 2:17-21),Sins NO MORE!!

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Berdoa untuk Mesir agar nubuatan janji berkat YAHWEH tergenapi


Mideast EgyptBentrokkan antara kelompok keamanan Mesir dengan kelompok Muslim Brotherhood (Persaudaraan Muslim, organisasi Muslim Mesir) semakin memanas sejak digulingkannya Jendral Hosni Mubarak Juli tahun lalu. Orang Kristen Mesir selalu menjadi kambing hitam dalam setiap bentrokan antara kedua pihak tersebut.

Awal July 2013, tepat setahun setelah Presiden Muhammad Morsi (berasal dari organisasi Persaudaraan Muslim) menjadi presiden Mesir, jutaan rakyat Mesir turun kejalan meminta Morsi, dijuluki sebagai ”Firaun baru, diktator baru,” untuk turun dari jabatannya.

Melihat perkembangan yang kurang sehat ini, Jenderal Sisi, Menteri Pertahanan Mesir yang baru dilantik, meminta Presiden Morsi untuk menyelesaikan krisis ini dalam 24 jam. Tanggal 4 July Presiden Morsi diturunkan dari jabatannya, bersamaan dengan dia ditahan juga beberapa orang penting tokoh Muslim Persaudaraan. Sekarang pendukung Morsi yang turun kejalan, sepanjang bulan Ramadan.

Tanggal 14 Agustus, pihak keamanan Mesir (Polisi dan Militer) membubarkan aksi protes dari pihak pendukung Morsi. Bentrokan terjadi, dikabarkan lebih dari 500 orang meninggal, korban terbanyak jatuh pada pendukung Morsi.

Orang Kristen Mesir menjadi kambing hitam. Segera setelah bentrokan kedua pihak terjadi (Muslim moderat yang diwakili oleh militer dan polisi pemerintah melawan Muslim fundamental yakni Persaudaraan Muslim), para simpatisan Persaudaraan Muslim menyerang dan membakari bangunan milik orang Kristen (semua denominasi) dan orang Katolik.

Sedikitnya 50 gedung Gereja di berbagai kota di Mesir dirusak dan sebagian dibakar, hampir 20 gedung perkantoran dan sekolah Kristen beserta toko-toko mereka dirusak dan sebagian dijarah isinya. Korban jiwa juga terjadi

Peristiwa-peristiwa pembakaran dan pengerusakan terkadang pembunuhan kelompok Islam fundamental kepada orang Kristen juga terjadi pada masa pemerintahan Mubarak, namun peristiwa 15 Agustus ini sungguh sangat memukul pihak Kristen Mesir, yang telah hadir ratusan tahun sebelum Islam masuk ke Mesir.

Hari Kamis Jenderal Sisi menetapkan Larangan Keluar Malam, namun pentrokan kedua pihak terjadi lagi setelah para pemimpin Persaudaraan Muslim menggerakan para pengikutnya untuk menjadikan hari Jumat itu sebagai Demontrasi Kemarahan (March of Anger). Bentrokan berdarah malam itu terjadi setelah sebuah pos polisi dirusak. Dikabarkan lebih dari 173 jiwa meninggal dunia, termasuk lebih dari 10 orang dari pihak keamanan, korban terbesar terjadi di Kairo.

Pokok-pokok doa syafaat bagi Mesir:

  • Berdoalah untuk Jemaat Kristen di Mesir, agar mereka bisa bertahan menjaga iman mereka tetap teguh dan murni ditengah-tengah badai topan pertikaian pihak Muslim Moderat melawan Muslim fundamental. Kiranya mereka bisa mengikuti teladan Ayub.
  • Berdoalah untuk setia orang Kristen Mesir dimanapun mereka berada, khususnya di Mesir agar mereka bisa menjadi saksi-saksi hidup – menjadi terang dan garam – bagi orang-orang Muslim disekitar mereka.
  • Berdoalah untuk pihak pemerintah dan bangsa Mesir supaya Mesir mengenal YAHWEH.

Mesir adalah negara asal Hagar dan isterinya Ismael. Berdoalah agar apapun yang terjadi di Mesir, semua ini pada akhirnya medatangkan kebaikan bagi bangsa dan negara Mesir (Yer 29:11), sehingga mereka boleh mengenal “Elohim Abraham, Ishak dan Yakub,” yakni YAHWEH Tsebaot (YAHWEH Semesta alam), atau El-Roi (Elohim yang Melihat) ibu Ismael menyebut-Nya.

Kitab Taurat menunjukkan bahwa YAHWEH telah disembah Ismail ketika ia masih tinggal bersama-sama Abraham, ayahnya, sampai ia berumur 14 tahun. Baca Kej 16:7-15 & 21:17-21.  Dan Elohim yang sama telah bernubuat tentang Mesir – secara spesifik – melalui nabi Yesaya (pasal 19), bahwa Ia akan memulihkan Mesir dan memberkati Mesir dengan berkata,

Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, yang diberkati oleh YAHWEH semesta alam dengan berfirman: Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.” (Yesaya 19:25)

Sebelum janji berkat ini terjadi, Mesir haruslah terlebih dahulu meninggalkan berhala-berhala mereka (ayat 3), lalu mengenali dan beribadah kepada YAHWEH, bukan kepada Allahnya Muhammad, seperti tertulis, Dan YAHWEH akan dikenal di Mesir, sehingga orang-orang Mesir akan mengenal YAHWEH pada hari itu, dan akan melayani kurban dan persembahan bakaran, dan bernazar kepada YAHWEH serta membayar nazarnya.” (Yes 19:21; ILT)

Bacaan berkait:

Referensi: 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog