Pendeta Katolik dipecat karena membongkar pelecehan sex rekannya


ex-Pendeta Andre Samson St. Joseph's Oratory KanadaRev. Andre Samson mengatakan upayanya untuk mengangkat isu pelecehan seksual – seorang imam memperkosa jemaat prianya – dengan rekan sekerjanya mengakibatkan dia diasingkan dan akhirnya dipecat dari gereja Katholik terkenal  St. Joseph’s Oratory di Montreal, Kanada.

Samson berkata awal masalah yang ia hadapi di St. Joseph’s Oratory terjadi pada bulan Juni, ketika seorang pria muda yang putus asa bercerita padanya tentang perkosaan yang dilakukan seorang imam dari paroki lainnya terhadap dirinya.

Simson, 59, yang menjabat sebagai pendeta militer selama Perang Teluk Persia dan mengajar ilmu konseling di University of Ottawa, mengatakan selama bertahun-tahun ia telah mendengarkan banyak orang muda dalam krisis, tapi ia belum pernah melihat seorang seperti pemuda ini yang sepertinya mengalami “tekanan psikologis yang parah.”

Dengan pergumulan yang berat, Samson berpikir masalah ini penting untuk ia ceritakan kepada rekan-rekan kerjanya.
”Saya bagikan penderitaanku  dan marahku terhadap imam tersebut yang telah menghancurkan kehidupan pemuda 18 tahun ini,” Samson bercerita.
Tetapi ceritanya dihentikan segera. Ia distop hanya dalam dua atau tiga menit, sementara mendiskusikan hal itu dengan tiga imam lainnya pada saat makan siang di ruang makan kantor.
”Pemimpin komunitas menjadi marah,” Samson berkata, ”ia berkata, ’Jangan bicara tentang ini di sini. Itu tidak boleh. Kita tidak bicara tentang ini di sini!’”

Pada hari yang sama, Claudel Petit-Homme, pemimpin komunitas tersebut, melarang Simson untuk makan siang di ruang makan, dan dianggap keluar dari jabatannya. Lalu beberapa bulan kemudian ia resmi dipecat.

Samson bercerita kebingungan dan kemarahannya kepada reporter the Canadian Press; dimuka umum pemimpin utama Katolik, paus Francis di bulan July, menyatakan akan meningkatkan keterbukaan tentang pelanggaran sex dan menindak tegas para imam yang bersalah, namun di sisi lainnya ia dipecat hanya karena membela seorang korban sekalipun ia telah mengabdi lama di gerejanya.
”Ini tidak mudah sebab sebagai imam-imam kami memberi hidup kami kepada gereja (Roma Katolik),” kata Simson, sementara suaranya pecah dengan emosi, ”dan itu menyedihkan bagaimana kami dapat dihianati oleh gereja ini.”

Pemimpinnya menyangkal bahwa ia dipecat karena masalah pelecehan sex yang ia telah bawa ke meja makan, namun Simson bersikeras bahwa ia disukai oleh umat paroki dan percaya ia dipecat karena  telah mengangkat masalah tabu tersebut.

Samson, yang telah bertugas selama 30 tahun sebagai imam katolik dan sebagai professor di universitas, berkata kepada reporter bahwa ia ingin masalah ini ”go public” mematahkan ’kode tutup mulut,’ ia menguatkan dirnya, ”Saya berkata kepada diri saya sendiri bahwa jika saya tidak berbicara, siapa yang akan berbicara? Tidak ada seorangpun dapat sungguh berbicara karena mereka begitu rawan.”
Dua sumpah ‘aneh’ bagi pekerja Gereja Roma Katolik yang merupakan bagian dari “kode tutup mulut” adalah:

  • “Saya tidak akan pernah menginterpretasikan Kitab-kitab Suci kecuali sesuai dengan persetujuan yang utuh dari para Bapa Yangkudus (Holy Fathers) .” Ini sumpah calon pendeta Katolik
  • “… kita haruslah selalu ada siap untuk menerima prinsip ini: ‘Saya akan percaya bahwa PUTIH yang saya lihat adalah HITAM, jika atasan Gereja [paus, kardinal, uskup dst.] menyatakan itu demikian.” Ignatius de Loyola, pendiri dan jenderal Jesuit. Paus Francis I adalah paus Jesuit pertama.

Para paus memanggil diri mereka sendiri sebagai Holy Fathers bukan saja telah melanggar perintah Yeshua di Matius 23:9, lebih parah lagi itu indentik dengan menghujat otoritas, nama dan perintah utama YAHWEH (Kel 20:1-7; Yes 43:11; Yes 44:6).

Komentar: Saudara Simson akanlah mengerti lebih baik tentang gerejanya (Roma Katolik) seandainya ia telah membaca buku atobiografi ex-Pendeta Katolik Charles Cynique ”50 Years in the Chuch of Rome.”
Seberapa besar apapun dedikasi pelayanan seseorang kepada institusi agamanya, segera ketika terang sorgawi membuka matanya cepat atau lambat ia akan menjadi musuh dari tuanya yang lama.

Bacaan berkait:

Referensi:

Shunned, then fired: a priest’s tale of what happened when he shared story about sex abuse

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: