25 Desember perayaan pagan terpenting ahli arkiology berkata


Kota Roma dimana negara Vatikan berada adalah sebuah kota kuno. Roma dikenal sebagai ”Kota di Atas 7 Bukit”, di depan lapangan St. Petrus berdiri tugu Obelisk  (sejak 1586), tugu yang dRa dewa matahari orang Mesiri datangkan khusus dari Mesir atas perintah penguasa Roma lama sebelumnya.

Obeliks, kita mengenalnya berakar dari kata Yunani: obeliskos, yang bermakna ”Phallus (dewa) Baal” atau “alat kemaluan dewa Baal.” Mesir kuno menyembah matahari (the Sun) sebagai sumber terang, kehidupan dan reproduksi, sebab itu dewa matahari yang dikenal sebagai Ra oleh orang Mesir, atau Baal di Kanaan atau Helios di Yunani; dilambangkan dengan bentuk organ pria, dan bumi (perempuan) dilambangkan dengan lingkaran. Sebab itulah tugu Obelisk berdiri ditengah-tengah lingkaran, seperti contoh terlihat di lapangan St. Petrus di kota Roma. Agama Freemasons, penyembah setan juga memakai lambang Obelisk di dalam ritual agamanya.

Tugu Obelisk dari Mesir ditegagkan di Roma, untuk menerangi kuil dewa Matahari Tidak-terkalahkan (Dies Natalis Solis Invicti / Sol Invictus (bangsa Roma menyebutnya).   Pesta ulang tahun dewa Sol Invictus dirayakan pada tanggal 25 Desember. Perlu diingat sejarah berkata dewa-dewi Roma adalah kopi karakter dari dewa-dewi Yunani yang dirubah namanya. Dan besar kemungkinan Yunani mengadopsi penyembahan berhala dari bangsa-bangsa yang lebih kuno, seperti Mesir dan Kanaan (Israel, Libanon) dan Asur.

Tempat semula dari tugu Obeliks di Roma sebelum dipindahkan oleh paus ketempat yan sekarang berdiri adalah ditengah-tengah lapangan balap Circus Maximus, lapangan melingkar untuk balapan kereta kuda. Lihat gambar kuno di bawah ini.

Richard River, Gambar kuno Circus Maximus Romapresident dari Wyatt Archeological Research dan penulis ”Too Long in the Sun” menemukan bahwa ada hubungan yang kuat antara perayaan ulang tahun bagi para dewa Roma dengan perlombaan balapan kereta kuda, untuk para dewa seperti Hercules,  Jove (Jupiter) dan lain sebagainya balapan hanya sampai 24 putaran lapangan Circus Maximus, tetapi untuk dewa Sol Invictus para pembalap harus memutari 30 kali putaran, dengan kata lain dewa Matahari Sol Invitus adalah dewa terpenting dan tertinggi bagi orang Romawi.

Richard River memberi catatan sejarah bagaimana umat Kristen bersikap terhadap perayaan dewa Matahari (apapun nama disebut):

  • Dua ratus tahun setelah kematian Adonai Yeshua (Tuhan Yesus) orang Kristen Roma tidak pernah menghubungkan dirinya dengan perayaan 25 Desember tersebut.  Karenanya Christmas (Natal) 25 Desember ini dinyatakan. [Jemaat Roma adalah orang Yahudi dan bukan-Yahudi. Lihat Kisah para Rasul 18:1-4]
  • Illegal di Inggris, criminal di New England dari tahun 1649-1658, disalahkan oleh sebab akar penyembahan berhalanya (pagan) oleh banyak denominasi Gereja seperti: Kelompok Puritan, Methodist, Quaker, Amish Presbyterians dan Baptis.  Baru pertama kali dinyatakan legal di tahun 1856 di Massachusetts, USA. [Ibadah hari Saptu/ Sabat masih sangat umum di negara Barat 400 tahun yang lalu, baca Sejarah Hari Sabat]
  • Bukti menunjukkan bahwa 25 Desember bukanlah hari kelahiran Adonai Yeshua Ha Mashiah (Tuhan Yesus Kristus).

Melalui pengaruh politik dan agamanya, Roma Vatikan pelan namun pasti telah memasukkan ritual agama pagannya kedalam Kristianiti.

Sebuah komentar yang menantang para Kristen Injili diberikan oleh Ourfatherscovenant (nama panggilan), saya beri warna coklat.

But Educated Christians wObelisk di depan St. Petrus Roma Vaticanho know the Truth, and who are celebrating Christmas, claim it’s In Honor of Christ to celebrate His B-Day. (It’s not His B-Day) (A Lie – False Event)
They also claim Christ is the Reason For The Season. (The Reason it was Established is Paganism) (A Lie – False Witness)
Most Agree that it’s not Christ’s B-Day, Yet will say “So What.”
What Difference Does It Make ?”

This is the Difference it Makes

1. It is a Sin To Lie under these circumstances (knowing the truth).
2. It is a Sin To Worship God while willfully Committing Sin.
3. It is a Sin To Worship God in a Lie claiming it’s the same as Worshiping Him in Truth.
4. It is a Sin To Cause someone Else to Commit a Sin. (Lose Their Faith because of the Lie)
5. It is a Sin To Put a Stumbling Block in front of your Brother. (Set Him Up To Sin)
6. It is a Sin To Serve Satan by Lying; While Claiming to be Serving God. (Romans 6:16)
7. It is a Sin To Learn the Ways of the Heathen.
8. It is a Sin To Call Evil Good, and Good Evil.
9. It is a Sin To engage in Idolatrous Ritualistic Practices.
10 It is a Sin To Disobey God.
11 It is a Sin To practice Blasphemy.
12 It is a Sin To heed fables and portray them as being Holy.
13 It is a Sin To call the commandments of men Greater than God’s Commandments.

Matthew 15:6-9 – “…Thus have ye made The Commandment of God Of None Effect By Your Tradition.
Ye hypocrites, well did Esaias prophesy of you, saying, This People Draweth Nigh Unto Me with Their Mouth,
And Honoureth Me with Their Lips; But Their Heart is Far From Me.
But IN VAIN They Do Worship Me, Teaching for Doctrines the Commandments of Men.”

Millions of People Die because of This Lie.
This is NOT Loving your God or your Brother; This is breaking God’s Laws – Marring His Character.
If you lack these considerations, your heart is far from God; because He Said Don’t Do These Things.  His Wisdom is Perfect. Why is it “IN VAIN” to Worship God While Invalidating His Laws? The Wages of Sin is Death for the Unrepentant Sinner.

Repent Therefore, While There is Still Time.

  • Ezekiel 14:6  Therefore say unto the house of Israel, Thus saith the Lord GOD; Repent, and Turn yourselves from your Idols; and turn away your faces from All your Abominations.
  • Ezekiel 18:30  Therefore I will Judge you, O house of Israel, Every One According to His Ways, saith the Lord GOD. Repent, and Turn yourselves From All Your Transgressions; So Iniquity Shall Not Be Your Ruin.

From The Lord Jesus Christ To The New Testament Churches:

  • Revelation 2:5 – Remember therefore From Whence Thou Art Fallen, and Repent, and Do the First Works;
    OR ELSE I Will Come Unto Thee Quickly, and will Remove thy candlestick out of his place, Except thou Repent.
  • Revelation 3:3 – Remember therefore How Thou hast Received and Heard, and Hold Fast, and Repent.  If therefore Thou shalt Not watch, I will come on thee As A Thief, And Thou shalt Not Know what hour I Will Come Upon Thee.
  • Revelation 3:19 – As many as I Love, I Rebuke and Chasten: Be Zealous therefore, and Repent.

Catatan Anggur Baru untuk para Kristen Injili (Lahir Baru): tidak diragukan bahwa ibadah perayaan ini merupakan batu sandungan bagi pengikut monoteisme lainnya seperti orang Yahudi dan Islam untuk mereka menerima kebenaran Injil, dan kometar di atas tidaklah diragukan kebenarannya – sangat Alkitabiah, namun kita harus bijaksana memprosesnya agar tidak timbul perpecahan di dalam Jemaat.
Roh Elohim (Roh Kudus) hidup di dalam kita, Dia lah sumber hikmat, pengertian dan pengetahuan kita. Perkara merayakan atau tidak merayakan Natal 25 Desember yang dikaitkan dengan perayaan kelahiran Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) bukanlah perkara yang mudah. Itu lebih mudah meninggalkan perayaan Natal ini jika Anda seorang jemaat, namun jika Anda seorang pendeta, penatua saran saya adalah mintalah tuntunan Roh Kudus. Secara medis, orang yang sudah ketagihan obat terlarang, kopi bahkan rokok untuk level yang dalam, akanlah menderita fisik yang besar jika tiba-tiba berhenti memakainya, sebagian kecil bisa terbebas begitu saja-mujizat Elohim. Tingkat pertama yang pemimpin Jemaat lakukan mungkin adalah pengajaran dan mengingatkan hadirin bahwa “semua ini hanyalah tradisi, pengganti dari perayaan pagan Roma kuno. ”  Langkah berikutnya, rapatkan dengan para penatua “apa yang kita harus perbuat dengan perayaan Natal ini?” Jika semua Jemaat merasa damai untuk meninggalkan perayaan tahunan ini, maka Anda dan Jemaat terbebas secara penuh dari tradisi tersebut dan perpecahan terhindari. Nasehat sekaligus peringatan rasul Paulus ini patut diingat:

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Elohim. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik HaMashiah Yeshua (Kristus Yesus), ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. (Gal 5:19-26)
Kemulian, hormat dan kuasa bagi YAHWEH ditempat yang mahatinggi dan damai sejahtera dan sukacita bagi semua mahluk di bumi!! Maranatha!!

Bacaan berkait:

Natal dan Mamon

Injil: orang majus tidak bertemu bayi Yeshua!
Perayaan Natal dan saya sebagai pengikut Yeshua

Beriman kepada tradisi dan ritual
Ketika Perayaan Natal 25 Desember tanpa Yeshua / Yesus / Isa

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Paus Benedict XVI berdoa kepada Maria sebagai penuntun umat Katolik


Paus memimpin doa di hadapan umat Katolik di  Castel Gandolfo, tidak jauh dari timur laut kota Roma. Dalam doanya Paus memohon semua umat Katolik meminta kepada Maria menjadi bintang penuntun mereka untuk bertemu Putra ilahinya (her Divine Son), media Vatikan melaporkan (15 Agustus 2012). Dan saat yang sama mengakui bahwa ajaran (dokma) Maria tidak meninggal tetapi tubuhnya terangkat ke Sorga baru dibuat di tahun 1950 oleh Paus Pius XII.

Paus Benedict XVI berdoa kepada patung Maria bukanlah hal yang baru, ini satu contoh doanya di Roma tahun 2006, memanggil Maria dengan julukan ”Perawan,”  ”Tidak memiliki dosa,” ”Penuh kasih,” ”All Holy Mother” dan ”Ibu dari semuanya.” Dan Gereja Roma Katolik juga menyebut Maria sebagai  ”Mother of God” dan “Queen of Heaven.” Paus Yohanes II, pendahulu Benedict XVI lebih terang-terangan lagi di dalam beriman kepada Maria.

Sementara sebagian umat Katolik menolak mengakui bahwa mereka menyembah (memuliakan, berdoa dan berharap) kepada Maria, pada saat yang bersamaat para pemimpin Gereja Katolik bukan saja mengajar tetapi juga melakukan penyembahan kepada Maria dan patungnya secara terang-terangan. Diakui atau tidak itu tidak penting bagi orang lain, yang penting ialah teguran Alkitab, bahwa penyembah berhala tidak akan mewarisi Kerajaan Sorga sangatlah jelas.

Penganalisaan doktrin Alkitab:

  • Menurut Alkitab siapakah Penuntun kita kepada Yeshua Ha Mashiah, Roh Kudus atau Maria? Baca Yohanes 14, 16.
  • Tidakkah Alkitab berkata bahwa Maria memiliki juga anak-anak laki dan perempuan? Bagaimana ia masih tetap perawan?
  • Jika Maria tidak pernah berdosa, mengapa ia mempersembahkan korban penebusan dosa?
  • Apakah doktrin yang dibuat oleh Paus Pius XII “Maria tidak mati” telah membawa umat Katolik semakin menjadikan Maria sebagai deiti (dewi)?
  • Jika Maria adalah Elohim (Ratu Sorga, Ibu, bagian dari Trinitas) seperti yang gereja Katolik percayai, mengapa Maria sendiri menyebut dirinya hamba Elohim?
  • Jika titel-titel Maria ini hanyalah buatan gereja Roma Katolik, siapakah sebenarnya “Mother of God” atau “Queen of Heaven” ini?
  • Dapatkah tradisi manusia menyelamatkan orang dari hukuman YAHWEH?

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya http://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.