Sejarah perayaan hari Valentine; lahir dari perayaan pagan Roma kuno Lupercalia


Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. (Pengkotbah 1:9-10)

Artikel yang bersifat peringatan ini hanya ditujukan kepada orang Kristen, pengikut Yeshua Ha Masiah. Terima kasih.

Di abad 21 tanggal hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Pebuari dirayakan oleh orang beragama maupun tidak beragama.  Hari Valentine dikenal secara umum sebagai hari mengungkapkan kasih sayang atau cinta kasih kepada orang yang kita kasihi. Roma Katolik menyebut hari ini sebagai hari peringatan martir St. Valentine, kelompok sekuler menamai tgl 14 Pebuari ini sebagai “hari Cinta-kasih dan Persahabatan.” Catatan sejarah menyatakan tanggal 14 Pebuari adalah pesta perayaan pagan bangsa Roma kuno yang mereka sebut sebagai hari perayaan Lupercalia.

Perayaan tahunan hari Valentine adalah bisnis internasional yang sangat basah. Perusahaan kartu ucapan selamat, gula-gula, coklat dan hadiah serta restoran dan toko bunga panen besar menjelang hari Valentine ini. Di USA saja, sesuai penelitian, tahun 2008 telah menghabiskan 122,98 $ US/orang, dan 2009 diperkirakan 102,50 $ US/ orang atau 14,7 milliar $ US. 17,8 milliar $ US di 2010 dan 18,6 milliar $ US  perkiraan untuk tahun 2011. Ini adalah satu dari sekian hari raya dimana pengikut Mamon berpesta pora.

Sejarah perayaan hari Valentine.
I. Tradisi gereja Roma Katolik. Katolik memiliki beberapa versi sejarah hari Valentine. The Catholic Encyclopedia vol. XV (volume 15) subjudul “St. Valentine” menulis 3 nama Valentine yang meninggal tanggal 14 Febuari. Tiga versi cerita gereja Roma yang berbeda tentang St. Valentine.

  1. Seorang tentara Roma, Valentine, dijaman kaisar Claudius II melanggar peraturan militer,  tentara muda dilarang menikah, singkat cerita Valentine dihukum mati  – pada tanggal 14 Febuari 270 AD. Gereja Roma kemudian menjadikan Valentine sebagai santo (St.) / orang suci.[1]
  2. Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Elohimnya adalah Yeshua Ha Mashiah  (Yesus Kristus) dan menolak menyembah para berhala orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di teralis penjaranya.
  3. Kaisar lalu melarang para tentara muda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

II. Tradisi Roma kuno. Lama sebelum Kristianity dinyatakan sebagai agama resmi kerajaan Romawi[2] oleh kaisar Contantine (313-337 AD), tanggal 14 dan 15 adalah hari besar orang Romawi, perayaan besar ini dikenal dengan nama  Lupercalia. Perayaan ini sangat populer bahkan sampai abad ke lima AD – sedikitnya 150 tahun setelah pernyataan Constantine  tersebut. Pada jaman Contantine lambang salib masuk kedalam Kritianiti, Sabat hari ketujuh (Saptu) dirubah menjadi hari pertama (Minggu).

Shocking Truth About Valentines Day! by FollowerOFTheWay.com

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara penyucian dan kesuburan di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama dipersembahkan untuk dewi mabuk-cinta (queen of feverish love) Juno Februata (dari mana kata bulan Febuari berasal) [3]. Dipercayai juga sebagai perayaan menghormati berhala Lupercus/ Lupercal[4] dan Faunus,[5] juga Romulus dan Remus, yang terakhir menurut dongeng Roma adalah pendiri kota Roma kuno.

Pada hari perayaan tersebut, rakyat berkumpul di sebuah tempat ibadah, di mana wanita-wanita muda menulis nama-nama mereka, menaruhnya di kotak undian. Para pria mengambil nama-nama tersebut. Mereka akan menjadi pasangan selama perayaan tersebut bahkan bisa terus sampai perayaan tahun berikutnya. Itu mungkin sejenis kawin kontrak ala agama Islam saat ini, hanya pria Roma tidak memberi dowry (uang nikah) – sebab mereka suka sama suka (‘kumpul kerbau’). Tanggal 15 Februarinya, para imam (disebut Luperci) melakukan korban sembelihan binatang kambing dan anjing untuk meminta perlindungan dewa Lupercalia / Lupercus (berbentuk srigala). Ibadah pengorbanan ini terjadi di depan Porta Romana, sisi barat dari bukit Palatine, dimana terdapat goa Lupercus. Tradisi Roma mengatakan Lupercus yang menyusui Romulus dan Remus, patung perunggu Lupercus menyusui telah ada di bukit Capitol sejak tahun 296 BC. Roma kuno adalah kota yang dibangun dari tujuh bukit, seperti tertulis di Wahyu 17. Clik pada peta 7 bukit Roma kuno untuk memperbesar.

Kulit dari binatang korban ini kemudian dibuat sebagai pecut-pecut atau tali-tali pemukul untuk ibadah kesuburan kandungan.  Dua pria berpakaian minim akan berlari-lari di jalan kota tua Palatine dengan pecut-pecut di tangan mereka, dan para wanita, – dan ternak juga dibawa ke jalan – akan sengaja berdiri di jalan yang akan dilewati pemuda tersebut untuk mendapat ’sabetan’ (sentuhan berkat), dipercayai bahwa janin mereka akan menjadi subur dengan sentuhan tali kulit tersebut.

Perayaan dan ibadah Lupercalia yang terkenal ini tetap hidup sampai akhir pemerintahan Anastasius I (491-518 AD). Namun di akhir abad kelima, 498 AD, Paus Gelasius memutuskan merubah perayaan Eve of Lupercalia (14 Febuari; satu hari sebelum puncak perayaan Lupercalia) menjadi hari St. Valentine; perayaan kawin kontrak dan kesuburan menjadi perayaan hari orang kudus Roma Katolik. Paus mencoba menghapus ritual pagan ini dengan pemikiran dan nama baru.[6] Bagaimanapun perayaan dan upacara Lupercalia yang dikombinasikan dengan dongeng kepercayaan di Britania dan Perancis bahwa tanggal 14 Febuari ditandai permulaan musim kawin para burung tetap tidak bisa dihapus sebagai hari cinta. Febuari adalah awal musim semi untuk negara-negara Eropa Barat seperti Britania dan Perancis, musim semi adalah awal kehidupan baru tahunan bagi orang Eropa – musim kawin bagi mahluk hidup  dan tumbuhan mulai bertunas dan berbunga.
Sejak tahun 1969, gereja Roma Katolik membuang hari St. Valentine sebagai bagian resmi dari kalender gereja.[7]

Buah pasti sama dengan akarnya (Luk 6:43-45). Apa yang Anda lihat di toko-toko pada hari-hari menjelang perayaan Valentine, apa yang para pemuda dan pemudi lakukan pada hari perayaan tersebut? Apakah itu nampak lebih pada kasih-sayang agape, dan phileo dan atau storge atau hanya sekedar berlandaskan cinta-kasih eros?[8]Patung Cupid di LondonAkar dari Lupercalia adalah tokoh Cupid, digambarkan sebagai kherub Cupid, Cupid anak dari Venus, dewi cinta bangsa Roma. Cupid di jaman Romawi kuno adalah inkarnasi dari dewa orang Yunani yang bernama Eros, dewa napsu birahi. Eros adalah putra dari dewa birahi/ lust Aprodite. Nama berbeda tetapi karakter sama, sebab banyak dewa dan dewi Roma diambil dari tradisi Yunani. Keduanya  dipuja sebagai dewa kesuburan. Ucapan “Be My Valentine?,” Ken Sweiger menjelaskan,  “Valentine” berasal dari kata Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus. Maka disadari atau tidak, ia berkata, jika kita meminta orang/ pacar kita menjadi “to be my Valentine,” hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Elohim, karena meminta orang menjadi Tuannya (her Lord), Elohimnya.”  “Yang Maha Kuasa” adalah gelar dari Elohim pencipta alam semesta, dengan kata lain ”be my Valentine” ialah pemujaan kepada berhala. Cupid berarti desire/ napsu, laki tampan bersayap dengan panah, Nimrod laki tampan yang juga ahli berburu, ibunya (Samiramis) menjadikan Nimrod sebagai suaminya.

Fakta ialah hari St. Valentine tidak dikenal umum di Britania bahkan sampai abad ke 17. dan kartu ucapan Valentine tidak ada sebelum akhir abad ke 18. Esther A. Howland adalah orang pertama di Amerika yang menjual kartu Valentine, yaitu pada tahun 1840.

Kampus ibadah RomaKatolik dipakai untuk merayakan hari Valentin bagi para homosex. Pesta dansa hari Valentine untuk para aktivist homosex dikenal sebagai ”Dignity Detroit” terjadi di Marygorve College, Detroit USA, memakai ruang yang sama di mana ibadah missa Katolik berlangsung setiap Minggu. Organisasi Katolik AFA (pembela pernikahan hetrosex) keberatan atas kejadian tersebut, namun pemimpin kampus membela diri bahwa itu adalah hak kampus. Sumber berita ditutup dengan kalimat: ”Dignity Detroit adalah sebuah kelompok activist homosex yang terdiri dari orang-orang Katolik yang menentang pengajaran gereja Katolik bahwa tingkah laku homosex adalah salah.”

Komentar:
Gereja Roma Katolik – Alkitab menyebutnya sebagai Rahasia Babel Besar (Wahyu 17) – sebab memang membingungkan dunia,  ia telah membunuh pengikut Yeshua (500 juta Yahudi dan bukan Yahudi) dan menyebut para pemimpin Kristen tersebut: “Santo” (Orang Kudus) – martir dari gereja Roma Katolik – seperti St. Petrus, di media menyuarakan anti homosex, namun membangkitkan gerakan homosex dan bahkan mempraktekkannya. Berbaju Kristus namun praktek anti-Kristus. Sungguh mistery! Ya, bagi yang tidak mau membaca Alkitab.

Hari Persahabatan atau Valentine Day adalah sama dengan hari Natal (Christmas) dan hari raya Ester (pemalsuan dari hari Paskah). Sangatlah menarik untuk dipikirkan mengapa orang dunia dan bahkan orang yang mengaku Kristen lebih suka mempraktekkan ciptaan gereja Roma Katolik daripada perintah Alkitab, ternyata Alkitab telah menubuatkan 2000 tahun sebelumnya, baca Wahyu 13:3. Inilah sebabnya membaca dan mempelajari Alkitab sangatlah penting.

Patutkah orang yang percaya Yeshua Ha Mashiah dan ajaran-Nya merayakan hari Valentine tersebut? Jawaban yang Alkitabiah dapat di baca pada Ulangan 12:29-31 dan 1 Petrus 2:9-12. Ayat-ayat ini akan membawa Anda mengerti apa artinya umat Elohim dan Gereja Elohim dan bagaimana seharusnya umat atau Gereja Elohim harus hidup.

Orang Kristen tidaklah perlu menyalahi para usahawan bisnis yang berkaitan dengan hari-hari perayaan. Orang Kristen haruslah intropeksi diri sendiri, pilihan hidup kudus dan ketaatan kepada Pemimpin Gereja ada di tangan Anda. Kita tidak dapat menggarami atau menerangi orang lain, jika kehidupan kita sendiri tidak asin atau terang. Kiranya berkat dari tempat yang mahatinggi berlimpah atas hidup Anda.

Bacaan berkait:

EndNote:
[1] Beda gereja Roma dengan Kristianiti: Roma memberi gelar ’orang suci’ setelah orang meninggal, kecuali paus. Paus ketika masih hidup digelari ’Holy Father.’Kristianiti menyatakan setiap pengikut ajaran Yeshua Ha Mashiah adalah orang suci dan panggilan ’Holy Father’ hanya untuk YAHWEH, Elohim pencipta alam semesta.
[2] Perlu diingat sebelum Kristianiti menjadi agama resmi Romawi, orang-orang Kristen sangat tertekan di bawah kerjaan Romawi, yang percaya banyak dewa dan dewi, bahkan beberapa kaisar menganggap diri mereka sendiri adalah keturunan dewa, yang patut juga disembah oleh rakyatnya, dan aniaya segera berlanjut setelah institusi kepausan Roma berdiri, dan mencapai puncaknya saat Alkitab latin diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan Jerman, dikenal sebagai Revormasi Gereja. Diperkirakan 500 juta orang Kristen Injili terbunuh.
[3] Juno pada Romawi kuno dikenal sebagai Ratu Sorga (Queen of Heaven). Di abad terakhir ini gereja Roma Katolik membuat doktrin bunda Maria sebagai Ratu Sorga.
[4] Lupercus adalah dewa kuno orang Roma berbentuk srigala, lengenda berkata Lupercuslah yang menghidupkan dua bayi manusia yang bernama Romulus dan Remus.
[5] Faunus/Pan: dewa alam bangsa Roma: dalam mythologi bangsa Roma, dewa alam, perkebunan dan kesuburan. Dia adalah cucu laki-laki dari dewa Saturn
[6] Ini juga terjadi pada perayaan Natal dan Easter, tanggal mereka sama hanya nama berubah. Bedakan dengan prinsip pembaharuan di dalam Kerajaan Sorga, baca: Yehezkiel 36:25-28 dan Matius 9:16-17.
[7] Gereja Roma Katolik menciptakan banyak hal kemudian setelah mereka populer  di masyarakat dunia, maka ia melepaskannya secara resmi – namun tetap berhubungan secara sembunyi. Hal ini telah terjadi dengan organisasi Knight Templar, Freemason misalnya. Bedakan dengan prinsip adopsti Kerajaan Sorga, bangsa Israel dan non-Israel; YAHWEH setia dan siap merestorasi umat pilihannya bahkan Dia mengutus Putra Tunggal-Nya untuk mati bagi mereka dan bahkan seluruh manusia. Baca Bilangan 23:19 dan 2 Tim 2:13.
[8] Bahasa Yunani untuk kasih dibagi menjadi 4, Agape – kasih tanpa syarat (Yoh 3:16); Storge – ikatan kasih antar keluarga; Phileo – kasih persahabatan; dan yang tidak dianjurkan, Eros, darimana kata erotic berasal – cinta karena napsu birahi, memuaskan kehendak sexnya diri sendiri. Artikel yang bagus: Four Kinds of Love dari Truth or Tradition.com

Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

3 Tanggapan

  1. gak penting tgl berapa hari kasih sayang itu ditetapkan, jika setiap hari adalah sama maka tidak akan ada makna di hari2 tertentu,,,udah gk usah didebatkan maslh tgl,,,lihat diri Anda lakukan yg terbaik buat org lain,,

    • Salam sejahtera Marlyn. Penekanannya bukanlah pada “tanggal berapa,” tetapi “apakah alkitabiah umat Kristen mencampurkan perayaan pagan berkemaskas kasih dengan kekudusan.”
      Bicara tentang tindakan mengasihi, Adonai Yeshua pada kotbah-Nya yang terkenal di atas Bukit Dia menggambarkan para pengikut-Nya sebagai “garam” dan “terang dunia” – yang diperlukan SETIAP HARI. Di kotbah ini Yeshua meminta kita untuk mewujudkannya setiap saat “supaya orang dunia (yang belum mengenal kasih Bapa-Nya) melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa-Nya yang di Sorga.”
      Yeshua mengharapkan kita memancarkan kasih pada sesama bukanlah dengan kasih yang orang dunia praktekkan tetapi dengan kasih yang Dia telah ajarkan dan contohkan: kasih fihlia dan kasih agape.
      God bless.

  2. Saya setuju terhadap artikel ini, karena orang telah salah mengartikan hari valentine sebagai hari kasih sayang. padahal sejarah di baliknya adalah betul adanya. St. Valentine itu aslinya tidak ada sama sekali, hanya cerita kahyal.
    dan Tentang kumpul kebo itu juga benar adanya karena pada saat perayaan dewa orang roma (penyembah berhala atau semcamnya). Juga tidak seharusnya merayakan valentine di tanggal 14 Februari. Menurut saya 14 Februari adalah hari dimana penyembahan berhala orang Romawi. maybe kalau merayakan kasih sayang lebih baik di setiap hari, tidak harus di tanggal 14 Februari. Intinya hari Valentine itu tidak ada.

    Saran :
    Lebih baik merayakan kasih sayang di setiap hari . :)

    Thank :
    Untuk Artikelnya saya sangat berterima kasih karena saya dapat menemukan artikel semcam ini (Karena saya mendapatkan sebelumnya dari orang-orang yang mengetahui kalau hari valentine itu tidak ada. lalu saya cari akhirnya ketemu tentang artikel ini. Terima Kasih) :)

    GBU.

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: