25 Desember perayaan pagan terpenting ahli arkiology berkata


Kota Roma dimana negara Vatikan berada adalah sebuah kota kuno. Roma dikenal sebagai ”Kota di Atas 7 Bukit”, di depan lapangan St. Petrus berdiri tugu Obelisk  (sejak 1586), tugu yang dRa dewa matahari orang Mesiri datangkan khusus dari Mesir atas perintah penguasa Roma lama sebelumnya.

Obeliks, kita mengenalnya berakar dari kata Yunani: obeliskos, yang bermakna ”Phallus (dewa) Baal” atau “alat kemaluan dewa Baal.” Mesir kuno menyembah matahari (the Sun) sebagai sumber terang, kehidupan dan reproduksi, sebab itu dewa matahari yang dikenal sebagai Ra oleh orang Mesir, atau Baal di Kanaan atau Helios di Yunani; dilambangkan dengan bentuk organ pria, dan bumi (perempuan) dilambangkan dengan lingkaran. Sebab itulah tugu Obelisk berdiri ditengah-tengah lingkaran, seperti contoh terlihat di lapangan St. Petrus di kota Roma. Agama Freemasons, penyembah setan juga memakai lambang Obelisk di dalam ritual agamanya.

Tugu Obelisk dari Mesir ditegagkan di Roma, untuk menerangi kuil dewa Matahari Tidak-terkalahkan (Dies Natalis Solis Invicti / Sol Invictus (bangsa Roma menyebutnya).   Pesta ulang tahun dewa Sol Invictus dirayakan pada tanggal 25 Desember. Perlu diingat sejarah berkata dewa-dewi Roma adalah kopi karakter dari dewa-dewi Yunani yang dirubah namanya. Dan besar kemungkinan Yunani mengadopsi penyembahan berhala dari bangsa-bangsa yang lebih kuno, seperti Mesir dan Kanaan (Israel, Libanon) dan Asur.

Tempat semula dari tugu Obeliks di Roma sebelum dipindahkan oleh paus ketempat yan sekarang berdiri adalah ditengah-tengah lapangan balap Circus Maximus, lapangan melingkar untuk balapan kereta kuda. Lihat gambar kuno di bawah ini.

Richard River, Gambar kuno Circus Maximus Romapresident dari Wyatt Archeological Research dan penulis ”Too Long in the Sun” menemukan bahwa ada hubungan yang kuat antara perayaan ulang tahun bagi para dewa Roma dengan perlombaan balapan kereta kuda, untuk para dewa seperti Hercules,  Jove (Jupiter) dan lain sebagainya balapan hanya sampai 24 putaran lapangan Circus Maximus, tetapi untuk dewa Sol Invictus para pembalap harus memutari 30 kali putaran, dengan kata lain dewa Matahari Sol Invitus adalah dewa terpenting dan tertinggi bagi orang Romawi.

Richard River memberi catatan sejarah bagaimana umat Kristen bersikap terhadap perayaan dewa Matahari (apapun nama disebut):

  • Dua ratus tahun setelah kematian Adonai Yeshua (Tuhan Yesus) orang Kristen Roma tidak pernah menghubungkan dirinya dengan perayaan 25 Desember tersebut.  Karenanya Christmas (Natal) 25 Desember ini dinyatakan. [Jemaat Roma adalah orang Yahudi dan bukan-Yahudi. Lihat Kisah para Rasul 18:1-4]
  • Illegal di Inggris, criminal di New England dari tahun 1649-1658, disalahkan oleh sebab akar penyembahan berhalanya (pagan) oleh banyak denominasi Gereja seperti: Kelompok Puritan, Methodist, Quaker, Amish Presbyterians dan Baptis.  Baru pertama kali dinyatakan legal di tahun 1856 di Massachusetts, USA. [Ibadah hari Saptu/ Sabat masih sangat umum di negara Barat 400 tahun yang lalu, baca Sejarah Hari Sabat]
  • Bukti menunjukkan bahwa 25 Desember bukanlah hari kelahiran Adonai Yeshua Ha Mashiah (Tuhan Yesus Kristus).

Melalui pengaruh politik dan agamanya, Roma Vatikan pelan namun pasti telah memasukkan ritual agama pagannya kedalam Kristianiti.

Sebuah komentar yang menantang para Kristen Injili diberikan oleh Ourfatherscovenant (nama panggilan), saya beri warna coklat.

But Educated Christians wObelisk di depan St. Petrus Roma Vaticanho know the Truth, and who are celebrating Christmas, claim it’s In Honor of Christ to celebrate His B-Day. (It’s not His B-Day) (A Lie – False Event)
They also claim Christ is the Reason For The Season. (The Reason it was Established is Paganism) (A Lie – False Witness)
Most Agree that it’s not Christ’s B-Day, Yet will say “So What.”
What Difference Does It Make ?”

This is the Difference it Makes

1. It is a Sin To Lie under these circumstances (knowing the truth).
2. It is a Sin To Worship God while willfully Committing Sin.
3. It is a Sin To Worship God in a Lie claiming it’s the same as Worshiping Him in Truth.
4. It is a Sin To Cause someone Else to Commit a Sin. (Lose Their Faith because of the Lie)
5. It is a Sin To Put a Stumbling Block in front of your Brother. (Set Him Up To Sin)
6. It is a Sin To Serve Satan by Lying; While Claiming to be Serving God. (Romans 6:16)
7. It is a Sin To Learn the Ways of the Heathen.
8. It is a Sin To Call Evil Good, and Good Evil.
9. It is a Sin To engage in Idolatrous Ritualistic Practices.
10 It is a Sin To Disobey God.
11 It is a Sin To practice Blasphemy.
12 It is a Sin To heed fables and portray them as being Holy.
13 It is a Sin To call the commandments of men Greater than God’s Commandments.

Matthew 15:6-9 – “…Thus have ye made The Commandment of God Of None Effect By Your Tradition.
Ye hypocrites, well did Esaias prophesy of you, saying, This People Draweth Nigh Unto Me with Their Mouth,
And Honoureth Me with Their Lips; But Their Heart is Far From Me.
But IN VAIN They Do Worship Me, Teaching for Doctrines the Commandments of Men.”

Millions of People Die because of This Lie.
This is NOT Loving your God or your Brother; This is breaking God’s Laws – Marring His Character.
If you lack these considerations, your heart is far from God; because He Said Don’t Do These Things.  His Wisdom is Perfect. Why is it “IN VAIN” to Worship God While Invalidating His Laws? The Wages of Sin is Death for the Unrepentant Sinner.

Repent Therefore, While There is Still Time.

  • Ezekiel 14:6  Therefore say unto the house of Israel, Thus saith the Lord GOD; Repent, and Turn yourselves from your Idols; and turn away your faces from All your Abominations.
  • Ezekiel 18:30  Therefore I will Judge you, O house of Israel, Every One According to His Ways, saith the Lord GOD. Repent, and Turn yourselves From All Your Transgressions; So Iniquity Shall Not Be Your Ruin.

From The Lord Jesus Christ To The New Testament Churches:

  • Revelation 2:5 – Remember therefore From Whence Thou Art Fallen, and Repent, and Do the First Works;
    OR ELSE I Will Come Unto Thee Quickly, and will Remove thy candlestick out of his place, Except thou Repent.
  • Revelation 3:3 – Remember therefore How Thou hast Received and Heard, and Hold Fast, and Repent.  If therefore Thou shalt Not watch, I will come on thee As A Thief, And Thou shalt Not Know what hour I Will Come Upon Thee.
  • Revelation 3:19 – As many as I Love, I Rebuke and Chasten: Be Zealous therefore, and Repent.

Catatan Anggur Baru untuk para Kristen Injili (Lahir Baru): tidak diragukan bahwa ibadah perayaan ini merupakan batu sandungan bagi pengikut monoteisme lainnya seperti orang Yahudi dan Islam untuk mereka menerima kebenaran Injil, dan kometar di atas tidaklah diragukan kebenarannya – sangat Alkitabiah, namun kita harus bijaksana memprosesnya agar tidak timbul perpecahan di dalam Jemaat.
Roh Elohim (Roh Kudus) hidup di dalam kita, Dia lah sumber hikmat, pengertian dan pengetahuan kita. Perkara merayakan atau tidak merayakan Natal 25 Desember yang dikaitkan dengan perayaan kelahiran Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) bukanlah perkara yang mudah. Itu lebih mudah meninggalkan perayaan Natal ini jika Anda seorang jemaat, namun jika Anda seorang pendeta, penatua saran saya adalah mintalah tuntunan Roh Kudus. Secara medis, orang yang sudah ketagihan obat terlarang, kopi bahkan rokok untuk level yang dalam, akanlah menderita fisik yang besar jika tiba-tiba berhenti memakainya, sebagian kecil bisa terbebas begitu saja-mujizat Elohim. Tingkat pertama yang pemimpin Jemaat lakukan mungkin adalah pengajaran dan mengingatkan hadirin bahwa “semua ini hanyalah tradisi, pengganti dari perayaan pagan Roma kuno. ”  Langkah berikutnya, rapatkan dengan para penatua “apa yang kita harus perbuat dengan perayaan Natal ini?” Jika semua Jemaat merasa damai untuk meninggalkan perayaan tahunan ini, maka Anda dan Jemaat terbebas secara penuh dari tradisi tersebut dan perpecahan terhindari. Nasehat sekaligus peringatan rasul Paulus ini patut diingat:

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Elohim. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik HaMashiah Yeshua (Kristus Yesus), ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. (Gal 5:19-26)
Kemulian, hormat dan kuasa bagi YAHWEH ditempat yang mahatinggi dan damai sejahtera dan sukacita bagi semua mahluk di bumi!! Maranatha!!

Bacaan berkait:

Natal dan Mamon

Injil: orang majus tidak bertemu bayi Yeshua!
Perayaan Natal dan saya sebagai pengikut Yeshua

Beriman kepada tradisi dan ritual
Ketika Perayaan Natal 25 Desember tanpa Yeshua / Yesus / Isa

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Ketika perayaan Natal 25 Desember tanpa Yeshua / Yesus / Isa


Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman YAHWEH. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yes 55:8-9)

Karikatur: Boycott Christmas!

Tokoh dan dekorasi pada perayaan Natal 25 Desember pada tahun-tahun belakangan ini nampak semakin kontras perbedaannya: mayoritas umat beragama Kristen memperingati hari kelahiran Yeshua Ha Mashiah/ Yesus Kristus dengan latar belakang cerita-cerita Injil, namun masyarakat non-Kristen merayakan 25 Desember dengan tokoh utamanya Santa Claus (Sinterklaas) dan aktivitas pembagian hadiah-hadiah dan dekorasi pohon natal di rumah dan di jalan-jalan. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi?

Pesan Injil semakin tersingkir di hari Natal.
Di USA, dua puluh tahun belakangan ini, segala sesuatu yang berbau dan nampak sebagai Kristianiti, semakin dilarang untuk hadir di tempat-tempat umum, sekolah pemerintah dan kantor-kantor pemerintah.
Kartu-kartu Natal bergambar bayi Yeshua / Yesus di palungan, gembala-gembala di padang dan gambar-gambar yang berhubungan dengan pesan kelahiran Yeshua semakin susah untuk ditemukan di toko-toko pada 10 tahun belakangan ini, kartu-kartu Natal yang dijual umumnya memiliki pesan sekuler: Seasion’s Greetings, Happy Holidays   atau Merry Christmas dengan latar belakang gambar snowman, pohon natal atau dekorasi natal berwarna merah hijaum pemandangan penuh dengan salju dan sejenisnya. Buka Google.com dan tekan ”Images” pada menu barnya, masukkan kata ”christmas cards.” Anda akan temukan jutaan gambar persis apa yang saya maksud. Pesan Injil di hari Natal jelas semakin tersingkir.

Apakah ini tanda Kekristenan telah terkalahkan oleh agama-agama non-Kristen dan filosofi dunia?  Jawaban yang benar ada di Alkitab! – Kabar dukacita dan kabar sukacita, keduanya telah dinubuatkan oleh Alkitab!!

Lihat nubuatan ini. Seorang malaikat YAHWEH membawa pesan kepada Daniel tentang akhir jaman/ zaman. Daniel adalah seorang Israel yang mengasihi YAHWEH dan tidak berkompromi dengan penyembahan berhala, ia telah dimasukkan kedalam rumah singa-singa lapar dan dapur api oleh sebab kasihnya kepada Elohimnya, pesan Elohim melalui malaikat itu berbunyi: Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” (Daniel 12:4). Pada akhir zaman, SEKARANG ini, pengetahuan manusia telah bertambah dibanding pada jaman Daniel. Pasal 11 nubuatan tentang sejarah panjang politik internasional yang telah tergenapi hampir seluruhnya, ini adalah bukti keakuratan firman YAHWEH. Pengetahuan apa yang dijanjikan malaikat YAHWEH ini akan bertambah? Secara konteknya, baca dari Daniel pasal 9-12, ini adalah pengetahuan tentang apa yang akan terjadi terjadi – berita dukacita dan sukacita – pada umat YAHWEH, yakni bangsa Israel (Yahudi) dan orang-orang Kristen non-Yahudi (Israel rohani). Di sini kita akan melihat ”pegetahuan akan bertambah” tersebut pada kontek Perayaan Natal 25 Desember.

I. Ketika perayaan Natal tanpa dikaitkan dengan Yehsua/ Yesus adalah kabar dukacita.
Perayaan Natal tanpa Yeshua / Yesus telah tertulis di Alkitab, dan ini akan membawa duka cita kepada dua kelompok:

1. Semua orang-orang Kristen yang mengimani tradisi Natal 25 Desember.

Gambar hanya sebagai illustrasi

Nubuatan Alkitab pada kitab Wahyu berkata: Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. (Wah 17:16). Untuk para pembaca yang tidak mengerti isi Alkitab, saya jelaskan secara singkat. Binatang yang ditunggangi oleh wanita perlacur ini adalah sebuah pemerintahan negara, Uni Eropa / European Union (Kerajaan Romawi modern, a.8). Gereja Roma Katolik yang berpusat di Roma, Vatikan adalah wanita pelacurnya, yang namanya dikenal dengan ”Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.” (Wah 17:5).

Sejarah Gereja mencatat bahwa Pemimpin gereja Roma Katolik dengan memakai (menunggangi) kuasa Kerajaan Romawi kuno memerintahkan semua negara-negara jajahan Roma untuk harus merayakan perayaan kelahiran Yeshua / Yesus pada hari besar penyembahan berhala yang telah terkenal pada tanggal 25 Desember.
Sekarang, ya di jaman ini, YAHWEH  menggenapi janji-Nya pada Daniel 12:4 di atas: Pengetahuan manusia akan bertama, ”Sebab Elohim telah menerangi hati mereka [para pemimpin EU; tanduk-tanduk (17.16)] untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Elohim telah digenapi (until the words of God shell be completed). (Wah 17:17). Melalui perbuatan pelacuran (penyembahan agama palsu dan politik kotornya) gereja Roma ini berhasil menguasai raja-raja di bumi (Wah 17:18) – Natal, Merry Christmas menjadi perayaan internasional, apapun yang berlabel ”made in Roma Catholic” akan menjadi perayaan internasional: Easter, Valentin day contohnya. Tradisi-tradisi Kristen ”Made in Roma Catholic” akan berakhir menurut nubuatan di atas. Orang-orang Kristen tradisi akan menangis, inilah kabar duka cita untuk mereka.

2. Semua para bangsawan dan usahawan yang bergerak di dalam bisnis politik dan barang-barang perayaan Natal dan perayaan “Made in Roma Catholic” lainnya.
Nubuatan Alkitab berkata: Dan raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya. Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka, (Wah 18:9, 11). Ayat 13 menerangkan dari mana asalnya bisnis perbudakan di negara-negara Barat. Namun bisnis perbudakan yang dilakukan oleh pemimpin negara-negara Islam tidak kalah sadisnya. Patung dan dekorasi Natal yang berhubungan dengan tradisi Kristen tidak akan laku lagi. Bisnis barang-barang Natal dan yang berhubungan dengan tradisi gereja Roma Katolik akan bankrut. Nubuatan duka cita ini menambahkan: Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: “Celaka, celaka, kota besar [Roma/Vatikan; pusat agama dan pusat negara Roma Katolik], yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa. (Wah 18:19).

II. Ketika perayaan Natal 25 Desember tanpa Yehsua/ Yesus adalah kabar sukacita.
Jika pembaca artikel ini adalah orang yang anti Kekristenan, anti ajaran Yeshua Ha Mashiah, dan Anda berpikir “Horre! Nah akhirnya kita menyaksikan kehancuran kepercayaan Kristen!” Maka Anda SALAH BESAR SAMA SEKALI!! Anda tidak mengerti RANCANGAN-RANCANGAN dan JALAN-JALAN YAHWEH, Elohim Abraham, Ishak dan Israel!!
Di atas kita telah melihat bahwa YAHWEH berjanji menambahkan pengetahuan untuk orang yang hidup di akhir jaman ini. Pengetahuan umat Elohim, pengikut ajaran Yeshua Ha Mashiah pada masa sekarangpun bertambah, bahkan lebih baik dari orang-orang yang tidak percaya Bapa Sorgawi dan Yeshua, Orang yang Ia telah pilih dan urapi (Amsal 1:7; 2:1-6), sebab hikmat yang sempurna berasal dari Elohim dan untuk orang yang mentaati firman-Nya!

Ayat-ayat Alkitab menunjukkan bahwa perayaan Natal 25 Desember tanpa dikaitkan dengan kelahiran Yeshua/ Yesus adalah kabar sukacita  bagi banyak pihak:

1. Kabar baik bagi Elohim YAHWEH.
Ketika perayaan Natal 25 Desember tanpa dikaitkan dengan Yeshua dan unsur-unsur Kekristenan adalah tanda bahwa waktu pembersihan bagi bait-Nya akhirnya tiba. Masa penantian panjang yang menyakitkan hati-Nya; nama-Nya dihina, kekudusan diri-Nya dilecehkan, umat-Nya dibohongi dan disesatkan, akhirnya mencapai titik penghabisan. Penghakiman Elohim selalu dimulai dari umat-Nya (orang-orang yang telah dipilih-Nya dan termasuk orang-orang yang mengaku percaya kepada-Nya), Baca Yeh 43:4-7; Wahyu 11:1-2. Yeshua pada suatu hari ketika waktu untuk menyatakan diri-Nya sebagai raja telah genap (Mat 21:1-11), sebagaimana nubuatan nabi Yesaya (62:11) dan nabi Zakharia (9:9); Anda tahu apa yang pertama kali Yeshua lakukan? Dia masuk ke Bait Elohim dan membersihkan isi Bait tersebut dari bisnis-bisnis keagamaan! (Mat 21:12; Mark 11:15; Luk 19:45 dan Yoh 2:24).

Janji-Nya untuk mengguncangkan segala sesuatu (yang nampaknya kebenaran, penguasa dan deiti) sampai benar-benar tinggal yang asli akhirnya mendekati waktunya! Hagai 2:6, Ibrani 12:27-29. Dapatkah Anda membayangkan, jika Elohim tidak segan-segan menghakimi umat-Nya (Israel jasmani dan rohani; Yahudi dan Kristen) yang berkompromi dengan dosa, apalagi dengan orang-orang yang anti kepada diri-Nya dan perintah-perintah-Nya, hukumannya akan sungguh mengerikan.

2. Kabar baik bagi orang-orang Kristen yang mengikuti ajaran Yeshua Ha Mashiah.
a. Kabar baik bagi orang Israel / Kristen lahir baru (Orang Yahudi dan non-Yahudi yang mengikuti ajaran Yeshua Ha Mashiah). 

Hallelujah! Hallujah! Hallelujah!

Mereka sekarang memiliki pengetahuan yang jelas bahwa sesungguhnya Perayaan Natal 25 Desember adalah berasal dari perayaan kelahiran dewa Sol Invictus (Invincible Sun), orang Romawi kuno telah melakukan perayaan ini sebelum Kekristenan asli dijadikan agama resmi di semua wilayah kaisar Constantin, suatu ibadah Romawi kuno yang diambil dari agama bangsa Iran kuno, yalda Mithra (kelahiran dewa Mithra/ Sun/ Matahari) yang jatuh pada 21 Desember dalam kalender Iran. Richard Rives web master dari Too Long in the Sun menerangkan hal ini dengan baik sekali pada video clipnya Yes, a god was born on Dec. 25, but not Jesus,

Ketika perayaan Natal tanpa dihubungkan dengan Yeshua, itu adalah kabar sukacita, mengapa? Sebab umat Kristen akan terbebas dari ibadah campuran; kekuatan perzinahan dan percabulan rohani terputus dari umat Elohim! Anda (umat Kristen) bisa mengucapkan ”Selamat hari Natal” atau ”Merry Christmas” kepada orang-orang yang merayakannya  dengan hati yang bebas dari rasa bersalah, sama bebasanya seperti memberi ucapan ”Selamat Idul Fitri” kepada orang Islam.

Lebih penting lagi, ketika perayaan natal 25 Desember ini berhenti dikaitkan dengan Yeshua, maka orang-orang Kristen lahir baru dapat memberitakan kabar suka cita yang sesungguhnya kepada semua orang Yahudi dan Kristen di manapun dan kapanpun mereka inginkan yakni kabar suka cita yang telah disampaikan malaikat YAHWEH kepada gembala-gembala: Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa [Israel]: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mashiah, YAHWEH, di kota Daud. (Luk 2:10-11)

Berita suka cita Injil, ”Juruselamat”, ”Jalan, Kebenaran dan Kehidupan”, ”Terang Dunia”, ”Anak Domba Elohim,” yaitu Yeshua Ha Mashiah telah datang di bumi! Melalui korban darah-Nya sendiri di kayu salib, dosa-dosa umat-Nya telah ditebus – bagi mereka yang mau menerima pengampunan dosanya. Berita Injil ini adalah berita suka cita setiap hari yang orang Kristen lahir baru harus alami sendiri dan harus beritakan.  Laporan Penginjilan ”mengapa orang Yahudi susah untuk menerima Yeshua (seorang Yahudi asli lahir di Betlehem, Israel. Betlehem adalah bahasa Ibrani beyth: rumah; lechem; roti; – Rumah Roti) sebagai Juruselamat mereka, alasan dasarnya ialah orang Yahudi berpikir bahwa Kekristenan adalah agama Roma Katolik dan Roma Katolik adalah bekas penjajah mereka dan penuh dengan penyembahan berhala.
Ketika 25 Desember tidak lagi dikaitkan dengan berita kelahiran Yeshua, berita Injil, ini sungguh berita suka cita – jutaan Yahudi akan mudah percaya bahwa Yeshua adalah Meshiah yang telah tertulis di kitab-kitab mereka – Kitab Perjanjian Lama.

b. Kabar baik bagi orang Roma Katolik. Sekarangpun banyak jemaat Roma Katolik yang telah sadar, pengetahuan mereka telah bertambah. Telah banyak pemimpin jemaat meninggalkan gereja Roma Katolik – seperti: Charles Chiniquy, Alberto Rivera, dan sebagian lagi telah mengajukan permintaan kepada Internasional Criminal Court (ICC) di Den Haag untuk menyeret Paus Benedictus kepengadilan sehubungan dengan sex abuse para pemimpin Roma Katolik di banyak negara. Gerakan besar-besaran menentang pemimpin Katolik dari orang-orang-dalam gereja Katolik seperti saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Jemaat Roma Katolik sedang revival rohaninya! Negara-negara Amerika Latin, semakin penuh dengan orang-orang Kristen lahi baru!! Tidak sedikit dari mereka – yang tidak mengerti Alkitab – pindah ke Islam.

3. Kabar baik bagi orang-orang kudus dan malaikat-malaikat di Sorga.
Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang  banyak di sorga, katanya: “Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Elohim kita, sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu.” Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Elohim yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: “Amin, Haleluya.” Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: “Pujilah Elohim kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!” (Wah 19:1-2, 4-5).

Jelas tertulis bahwa penyingkiran unsur-unsur Kekristenan dari tradisi-tradisi agama Roma Katolik – bagi orang yang mengerti firman Elohim – adalah berita sukacita yang sangat besar, itu adalah kemenangan yang hampir mencapai garis finish!!  Itulah sebabnya Elohim memperingati jemaat Roma Katolik dan Kristen lahir baru : Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. (Wah 18:4)

4. Kabar baik bagi semua manusia di bumi.
Saya yakin dan percaya bahwa jika perayaan Natal 25 Desember tidak lagi dikaitkan dengan kelahiran Yeshua/ Yesus, maka nyanyian para malaikat di Batlehem saat Yeshua lahir akan memiliki kuasa dan pengaruh yang lebih besar atas semua manusia di bumi, termasuk orang-orang Arab, Asia (India, Pakistan dsb.), mereka yang tinggal di ”Jendela 10-40!” Nyanyian tersebut berbunyi: “Kemuliaan bagi Elohim di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (good will toward men; KJV) (Luk 2:14). 

Berita Suka Cita (Injil) ini adalah kehendak bebas, keinginan yang baik dan anugerah Elohim kepada manusia di bumi, mereka yang memiliki kehausan akan kebenaran. ”Manusia yang berkenan kepadanya” bukanlah berarti ”men of good will;” yang berpusat dari dirinya sendiri, Alkitab berkata dengan jelas ”tidak ada seorangpun yang baik.” Perlu dimengerti bahwa tidak ada seorangpun yang memiliki sebuah kehendak yang baik sebelum Elohim bekerja di dalam pribadi tersebut untuk ia berkehendak dan melakukan kehendak-NYA (Elohim). Inilah kabar baik bagi semua orang Islam bahwa Kristianiti yang berpusat dari ajaran Alkitab sama sekali tidak berkompromi dengan penyembahan berhala, paganism.

Berita dunia saat ini berisi: Negara Israel siap diserang oleh banyak negara, Kekristenan diserang dari berbagai pihak, mengapa? Ini kabar dukacita atau sukacita bagi para pengikut Yeshua? Keduanya benar. Namun sesungguhnya ini tanda dari “masa bersalin Jemaat YAHWEH segera akan tiba.”  Kedatangan Yeshua menyambut Jemaat-Nya sudah sangat dekat! INI ADALAH KABAR SUKACITA, aniaya sejak jaman Ishak (Kej 15:13) sampai saat ini akan segera berakhir! Perlu bukti? Perhatikan dua ayat ini:

  1. “Haleluya [artinya: Terpujilah YAH]! Karena YAHWEH, Elohim kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. (Wah 19:6). Perhatikan bahwa ayat-ayat di bawah ini adalah sambungan dari ayat-ayat pada subparagraf “Ketika perayaan Natal tanpa Yehsua/ Yesus adalah kabar dukacita.” Itu adalah tanda bagi umat-Nya bahwa YAHWEH bangkit, dan pemerintahan Kerajaan-Nya di bumi sedang terlaksana!
  2. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. … Lalu ia [malaikat] berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Elohim.” (Wah 19:7-9). Setelah Ia membersihkan umat-Nya dari unsur-unsur penyembahan berhala, maka hari penderitaan umat Kristen di bumi segera akan berakhir. Jemaat-Nya siap memasuki pesta yang besar!

Inilah daftar pesan rasul Paulus untuk semua orang Kristen lahir baru:
Kamu telah menerima Mashiah Yeshua, YAHWEH kita. Karena itu [:]
hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia,
hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu,
dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun [tradisi manusia] dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Mashiah [Injil Mashiah / Injil Kristus].
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Elohiman (Kol 2:6-9).

Paulus melukiskan duka cita yang mendahului suka cita ini sebagai wanita yang sedang sakit hamil tua, namun setelah bersalin, wanita ini akan sangat bersukacita, baca kitab Roma 8:22-39.

Marilah kita merayakan peringatan Kelahiran Juruselamat, Yeshuah Ha Mashiah  sesuai pesan INJIL Kerajaan Sorga, bersih dari unsur-unsur penyembahan berhala! Marannatha!! Kiranya berkat Sorgawi turun ke atas Anda semua.

For to us a child is born, to us a son is given: and the government shall be upon his shoulder: and his name shall be called Wonderful, Counselor, The mighty God, The everlasting Father, The Prince of Peace. Of the increase of his government and peace there shall be no end, upon the throne of David, and upon his kingdom, to order it, and to establish it with judgment and with justice from henceforth even for ever. The zeal of the LORD of hosts will perform this. (Isa/ Yes 9:6-7; Webster)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Alasan mengapa menguduskan hari Sabat menjadi hari Minggu


[I]a berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Daniel 7:25b)

Mengapa hari Sabat dirubah dan sejak kapan perubahan itu disahkan?

Hari istirahat YAHWEH adalah hari ketujuh, IA menamai hari itu sebagai hari Sabat. [B]erhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. … Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kej 2:2-3), hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu … (Kel 20:10).

Tidak perlu dipertanyakan bahwa hari Sabat- dikenal juga sebagai hari YAHWEH atau hari ketujuh – adalah hari Saptu, orang Israel (baik pengikut Musa maupun Yahshua Ha Massiah (Messianic Jews) dan Gereja Protestan Advent Hari Ketujuh tetap melakukan ibadahnya pada hari Sabtu.

Untuk yang tidak tahu sejarah Gereja, khususnya dalam hal perintah mengingat menguduskan hari Sabat (perintah ketiga dari 10 perintah Elohim), mari kita baca dahulu komentar beberapa pemimpin rohaniwan tentang hari Sabat, agar Anda mengerti lebih baik alasan perubahan hari Sabat (Saptu) menjadi hari Minggu.

Apa kata mereka tentang hari Sabat:

James Cardinal Gibbons, Pemimpin Bishop Katolik Baltimore setuju bahwa perpindahan ke hari Minggu tidak didasari Alkitab, tetap pekerjaan Gereja Katolik sendiri. dalam bukunya, “Kamu boleh baca Alkitab dari Kejadian ke kitab Wahyu, dan kamu tidak akan menemukan sebuah kalimat memerintahkan pengudusan hari Minggu. Ayat-ayat memerintahkan ibadah agama hari Saptu, hari dimana kita tidak pernah menguduskannya.” (“The Faith of Our Fathers, tahun 1876”)

Richard Bauckham, professor Perjanjian Baru pada University of St. Andrews, Scotlandia ,”Hari ketujuh adalah hari Saptu. Tidak ada hari lainnya dipanggil hari Sabat di dalam Perjanjian Lama dan Baru.”

Jan Marcussen, seorang pendeta Advent Hari Ketujuh dari Thompsonville, Illinois pada tahun 2001 menawarkan 1 juta USD kepada siapa yang bisa membuktikan dengan jelas secara Alkitabiah bahwa hari pertama adalah hari Sabat. “Memelihara hari Minggu sebagai hari Sabat adalah tipuan terbesar yang Dunia pernah melihat,” ia berkata. Bukunya tentang masalah Sabat ke menjadi Minggu bisa dibaca on-line: National Sunday Law

John Pinkston, presiden dan pendiri the Congregation of God Seventh Day dalam komentarnya tentang perkataan Yohanes di pulau Patmos ,”Pada hari Yahweh aku dikuasai oleh Roh… (Wah 1:10) Itu tidak berbicara apapun tentang hari Minggu. Itu berbicara tentang “hari Yahweh yang dimaksud dalam Perjanjian Lama. Baca Mark 2:28; Yes 58:13)

Ini beberapa alasan mengapa menguduskan hari Sabat (hari ketujuh) menjadi hari Minggu (hari pertama):

Dr. Samuele Bacchiocchi seorang pensiunan professor theology pada Andrews University di Michigan, Gelar dokternya di dalam Sejarah Gereja didapat dari Roma. Ia memberikan dua factor alasan:

  1. Anti Judaism telah menyebabkan ditinggalkannya hari Sabat
  2. Penyembahan kafir dewa matahari (SUN god) telah mempengaruhi pengadopsian hari Minggu. Penggambilan 25 Desember untuk perayaan Natal adalah mungkin contoh yang paling explicit dari pengaruh penyembahan matahari pada kalender liturgy Kristen. It adalah sebuah fakta yang diketahui bahwa pesta kafir the Dies Natalis Solis Invicti – kelahiran dari Matahari Yangtakterkalahkan (the Invincible Sun) telah dirayakan pada tanggal itu.

dies Solis / Sun day / —— / Sunday

dies Lunae / Moon day / —— / Monday

dies Martis / Mars’s day / Tiw’s day / Tuesday

dies Mercuri / Mercury’s day / Woden’s day / Wednesday

dies Jovis / Jupiter’s day / Thor’s day / Thursday

dies Veneris / Venus’s day / Frigg’s day / Friday

dies Saturni / Saturn’s day / Saturday

Table traces the seven days of the week from their pagan Latin origin through the names of Norse gods to their current names in English

Tahun 312, Ketika Kaisar Roma Constantine menjadi ‘Kristen’, pada tanggal 7 Maret 321 dia menetapkan bahwa hari Minggu adalah hari istirahat, toko-toko harus tutup kecuali petani dipedesaan. Dia menyembah semua dewa-dewa – khususnya Appolo dewa matahari. Dia memilki nama Pontifex Maximus yang adalah titel dari imam besar kafir

Paus Sylvester I (314-337): ”Jika setiap hari Minggu adalah untuk dirayakan secara gembira oleh para Kristen mengenang kebangkitan (-Nya), karenanya setiap hari Sabat mengenang penguburan (-Nya) adalah bagi kotoran-manusia (kebencian yang dalam atau kutukan) orang-orang Yahudi.”

Tahun 363, pada Sidang Laodikia, Gereja Roma – Gereja Roma Katolik sekarang – menyatakan, ”Orang-orang Kristen harus tidak judaize dengan beristirahat pada hari Sabat, tetapi harus kerja pada hari itu, sebagai ganti hormati Hari Yahweh [hari Minggu],… Tetapi jika seseorang ditemukan ada sebagai Judaizers, mereka akan ada dikeluarkan dari Kristus.”

Tahun 380, Penguasa Theodosius membuat Kristen Katolik pemelihara hari Minggu menjadi agama resmi di daerah kekuasaannya,

9 Febuari 1893. Kansas City Catholic menulis: Gereja Katolik oleh otoritasnya sendiri yang tidak ada salah telah menciptakan hari Minggu sebuah hari libur untuk mengambil tempat hari Sabat dari hukum yang lama.”

Tahun 1998, Paus Yohanes II pada suratnya Dies Domini kepada para bishop dan umat Katolik: Hari Minggu dipanggil hari kebangkitan Massiah.

Alkitab mencatat: tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur… . Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Yahweh Yahshua. .. tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, (Luk 24:1-6). Dengan kata lain, pada hari Minggu dini hari saat mereka tiba, kuburan sudah kosong.

Catatan dari saya: Banyak ahli Alkitab percaya bahwa Yahshua meninggal hari Rabu – dimana perayaan Sabat tahunan / Paskah / Passover terjadi (Mat 26:16) – dan Saptu malam bangkit (terkubur 3 hari dan 3 malam; sesuai Yunus 1:17; Mat 12:40), bukan hari Minggu pagi. Perhitungan Sabat Yahudi ialah dari Jumat malam (matahari terbenam) sampai Saptu matahari terbenam lagi.

Jan Marcussen dalam bukunya tentang perubahan yang dibuat oleh Gereja Roma ini sebagai, ”Hari Minggu adalah tanda / materai dari otoritas pemerintahan Gereja Roma Katolik. [Menguduskan hari] Minggu adalah materai binatang!” Namun ia bersikeras dia tidak menyerang iman orang lain, tetapi sebagai gantinya mencoba memimpin orang-orang ke Alkitab, Yahshua, dan akhirnya surga.

Catatan dari saya:

1. Tidak diragukan bahwa Yahshua Ha Mashiah (termasuk Yohanes Pembaptis) menegur keras orang-orang Farisi dan Saduki ketika Ia ada di bumi, itu dikarenakan mereka lebih menuruti ajaran Talmut dan filsafat Yunani lebih dari ajaran hukum Taurat (Mat 3:7-10; 15:3-9; 16:6). Namun membenci perintah YAHWEH (mengganti hari Sabat-Nya menjadi Sun-day bagi hormat kepada dewa Matahari) oleh karena kedegilan orang Farisi dan orang Saduki adalah masalah yang lain. Manusia tidak seharusnya membenci YAHWEH pencipta mereka dan perintah-Nya oleh karena kesalahan umat-Nya Israel. Yahshua sendiri berpesan kepada parapengikut-Nya, ”[B]erbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (Mat 11:2-6; Mark 7:18-23).

2. Mempelajari penglihatan Daniel di atas, baca dari 7:19-25, terjadi pada tahun pertama pemerintahan raja Belsyazar (anak Nebukadnezar), sekitar pertengahan abad 6 dan 5 DC, terlihat bahwa “binatang” ini memang telah dinubuatkan (sedikitnya 800 tahun sebelumnya) bahwa, Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Dan 7:25).Berdasarkan nubuatan Daniel ini kita tahu bahwa penyebab Gereja Roma Katolik merubah waktu dan hukum menguduskan hari Sabat menjadi hari Minggu BUKANLAH sekedar anti Judaism (kepercayaan orang Farisi), namun lebih lagi membenci semua umat-NYA dan yang paling utama ialah berontak menentang YAHWEH.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog