25 Desember perayaan pagan terpenting ahli arkiology berkata


Kota Roma dimana negara Vatikan berada adalah sebuah kota kuno. Roma dikenal sebagai ”Kota di Atas 7 Bukit”, di depan lapangan St. Petrus berdiri tugu Obelisk  (sejak 1586), tugu yang dRa dewa matahari orang Mesiri datangkan khusus dari Mesir atas perintah penguasa Roma lama sebelumnya.

Obeliks, kita mengenalnya berakar dari kata Yunani: obeliskos, yang bermakna ”Phallus (dewa) Baal” atau “alat kemaluan dewa Baal.” Mesir kuno menyembah matahari (the Sun) sebagai sumber terang, kehidupan dan reproduksi, sebab itu dewa matahari yang dikenal sebagai Ra oleh orang Mesir, atau Baal di Kanaan atau Helios di Yunani; dilambangkan dengan bentuk organ pria, dan bumi (perempuan) dilambangkan dengan lingkaran. Sebab itulah tugu Obelisk berdiri ditengah-tengah lingkaran, seperti contoh terlihat di lapangan St. Petrus di kota Roma. Agama Freemasons, penyembah setan juga memakai lambang Obelisk di dalam ritual agamanya.

Tugu Obelisk dari Mesir ditegagkan di Roma, untuk menerangi kuil dewa Matahari Tidak-terkalahkan (Dies Natalis Solis Invicti / Sol Invictus (bangsa Roma menyebutnya).   Pesta ulang tahun dewa Sol Invictus dirayakan pada tanggal 25 Desember. Perlu diingat sejarah berkata dewa-dewi Roma adalah kopi karakter dari dewa-dewi Yunani yang dirubah namanya. Dan besar kemungkinan Yunani mengadopsi penyembahan berhala dari bangsa-bangsa yang lebih kuno, seperti Mesir dan Kanaan (Israel, Libanon) dan Asur.

Tempat semula dari tugu Obeliks di Roma sebelum dipindahkan oleh paus ketempat yan sekarang berdiri adalah ditengah-tengah lapangan balap Circus Maximus, lapangan melingkar untuk balapan kereta kuda. Lihat gambar kuno di bawah ini.

Richard River, Gambar kuno Circus Maximus Romapresident dari Wyatt Archeological Research dan penulis ”Too Long in the Sun” menemukan bahwa ada hubungan yang kuat antara perayaan ulang tahun bagi para dewa Roma dengan perlombaan balapan kereta kuda, untuk para dewa seperti Hercules,  Jove (Jupiter) dan lain sebagainya balapan hanya sampai 24 putaran lapangan Circus Maximus, tetapi untuk dewa Sol Invictus para pembalap harus memutari 30 kali putaran, dengan kata lain dewa Matahari Sol Invitus adalah dewa terpenting dan tertinggi bagi orang Romawi.

Richard River memberi catatan sejarah bagaimana umat Kristen bersikap terhadap perayaan dewa Matahari (apapun nama disebut):

  • Dua ratus tahun setelah kematian Adonai Yeshua (Tuhan Yesus) orang Kristen Roma tidak pernah menghubungkan dirinya dengan perayaan 25 Desember tersebut.  Karenanya Christmas (Natal) 25 Desember ini dinyatakan. [Jemaat Roma adalah orang Yahudi dan bukan-Yahudi. Lihat Kisah para Rasul 18:1-4]
  • Illegal di Inggris, criminal di New England dari tahun 1649-1658, disalahkan oleh sebab akar penyembahan berhalanya (pagan) oleh banyak denominasi Gereja seperti: Kelompok Puritan, Methodist, Quaker, Amish Presbyterians dan Baptis.  Baru pertama kali dinyatakan legal di tahun 1856 di Massachusetts, USA. [Ibadah hari Saptu/ Sabat masih sangat umum di negara Barat 400 tahun yang lalu, baca Sejarah Hari Sabat]
  • Bukti menunjukkan bahwa 25 Desember bukanlah hari kelahiran Adonai Yeshua Ha Mashiah (Tuhan Yesus Kristus).

Melalui pengaruh politik dan agamanya, Roma Vatikan pelan namun pasti telah memasukkan ritual agama pagannya kedalam Kristianiti.

Sebuah komentar yang menantang para Kristen Injili diberikan oleh Ourfatherscovenant (nama panggilan), saya beri warna coklat.

But Educated Christians wObelisk di depan St. Petrus Roma Vaticanho know the Truth, and who are celebrating Christmas, claim it’s In Honor of Christ to celebrate His B-Day. (It’s not His B-Day) (A Lie – False Event)
They also claim Christ is the Reason For The Season. (The Reason it was Established is Paganism) (A Lie – False Witness)
Most Agree that it’s not Christ’s B-Day, Yet will say “So What.”
What Difference Does It Make ?”

This is the Difference it Makes

1. It is a Sin To Lie under these circumstances (knowing the truth).
2. It is a Sin To Worship God while willfully Committing Sin.
3. It is a Sin To Worship God in a Lie claiming it’s the same as Worshiping Him in Truth.
4. It is a Sin To Cause someone Else to Commit a Sin. (Lose Their Faith because of the Lie)
5. It is a Sin To Put a Stumbling Block in front of your Brother. (Set Him Up To Sin)
6. It is a Sin To Serve Satan by Lying; While Claiming to be Serving God. (Romans 6:16)
7. It is a Sin To Learn the Ways of the Heathen.
8. It is a Sin To Call Evil Good, and Good Evil.
9. It is a Sin To engage in Idolatrous Ritualistic Practices.
10 It is a Sin To Disobey God.
11 It is a Sin To practice Blasphemy.
12 It is a Sin To heed fables and portray them as being Holy.
13 It is a Sin To call the commandments of men Greater than God’s Commandments.

Matthew 15:6-9 – “…Thus have ye made The Commandment of God Of None Effect By Your Tradition.
Ye hypocrites, well did Esaias prophesy of you, saying, This People Draweth Nigh Unto Me with Their Mouth,
And Honoureth Me with Their Lips; But Their Heart is Far From Me.
But IN VAIN They Do Worship Me, Teaching for Doctrines the Commandments of Men.”

Millions of People Die because of This Lie.
This is NOT Loving your God or your Brother; This is breaking God’s Laws – Marring His Character.
If you lack these considerations, your heart is far from God; because He Said Don’t Do These Things.  His Wisdom is Perfect. Why is it “IN VAIN” to Worship God While Invalidating His Laws? The Wages of Sin is Death for the Unrepentant Sinner.

Repent Therefore, While There is Still Time.

  • Ezekiel 14:6  Therefore say unto the house of Israel, Thus saith the Lord GOD; Repent, and Turn yourselves from your Idols; and turn away your faces from All your Abominations.
  • Ezekiel 18:30  Therefore I will Judge you, O house of Israel, Every One According to His Ways, saith the Lord GOD. Repent, and Turn yourselves From All Your Transgressions; So Iniquity Shall Not Be Your Ruin.

From The Lord Jesus Christ To The New Testament Churches:

  • Revelation 2:5 – Remember therefore From Whence Thou Art Fallen, and Repent, and Do the First Works;
    OR ELSE I Will Come Unto Thee Quickly, and will Remove thy candlestick out of his place, Except thou Repent.
  • Revelation 3:3 – Remember therefore How Thou hast Received and Heard, and Hold Fast, and Repent.  If therefore Thou shalt Not watch, I will come on thee As A Thief, And Thou shalt Not Know what hour I Will Come Upon Thee.
  • Revelation 3:19 – As many as I Love, I Rebuke and Chasten: Be Zealous therefore, and Repent.

Catatan Anggur Baru untuk para Kristen Injili (Lahir Baru): tidak diragukan bahwa ibadah perayaan ini merupakan batu sandungan bagi pengikut monoteisme lainnya seperti orang Yahudi dan Islam untuk mereka menerima kebenaran Injil, dan kometar di atas tidaklah diragukan kebenarannya – sangat Alkitabiah, namun kita harus bijaksana memprosesnya agar tidak timbul perpecahan di dalam Jemaat.
Roh Elohim (Roh Kudus) hidup di dalam kita, Dia lah sumber hikmat, pengertian dan pengetahuan kita. Perkara merayakan atau tidak merayakan Natal 25 Desember yang dikaitkan dengan perayaan kelahiran Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) bukanlah perkara yang mudah. Itu lebih mudah meninggalkan perayaan Natal ini jika Anda seorang jemaat, namun jika Anda seorang pendeta, penatua saran saya adalah mintalah tuntunan Roh Kudus. Secara medis, orang yang sudah ketagihan obat terlarang, kopi bahkan rokok untuk level yang dalam, akanlah menderita fisik yang besar jika tiba-tiba berhenti memakainya, sebagian kecil bisa terbebas begitu saja-mujizat Elohim. Tingkat pertama yang pemimpin Jemaat lakukan mungkin adalah pengajaran dan mengingatkan hadirin bahwa “semua ini hanyalah tradisi, pengganti dari perayaan pagan Roma kuno. ”  Langkah berikutnya, rapatkan dengan para penatua “apa yang kita harus perbuat dengan perayaan Natal ini?” Jika semua Jemaat merasa damai untuk meninggalkan perayaan tahunan ini, maka Anda dan Jemaat terbebas secara penuh dari tradisi tersebut dan perpecahan terhindari. Nasehat sekaligus peringatan rasul Paulus ini patut diingat:

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Elohim. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik HaMashiah Yeshua (Kristus Yesus), ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. (Gal 5:19-26)
Kemulian, hormat dan kuasa bagi YAHWEH ditempat yang mahatinggi dan damai sejahtera dan sukacita bagi semua mahluk di bumi!! Maranatha!!

Bacaan berkait:

Natal dan Mamon

Injil: orang majus tidak bertemu bayi Yeshua!
Perayaan Natal dan saya sebagai pengikut Yeshua

Beriman kepada tradisi dan ritual
Ketika Perayaan Natal 25 Desember tanpa Yeshua / Yesus / Isa

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Ketika perayaan Natal 25 Desember tanpa Yeshua / Yesus / Isa


Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman YAHWEH. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yes 55:8-9)

Karikatur: Boycott Christmas!

Tokoh dan dekorasi pada perayaan Natal 25 Desember pada tahun-tahun belakangan ini nampak semakin kontras perbedaannya: mayoritas umat beragama Kristen memperingati hari kelahiran Yeshua Ha Mashiah/ Yesus Kristus dengan latar belakang cerita-cerita Injil, namun masyarakat non-Kristen merayakan 25 Desember dengan tokoh utamanya Santa Claus (Sinterklaas) dan aktivitas pembagian hadiah-hadiah dan dekorasi pohon natal di rumah dan di jalan-jalan. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi?

Pesan Injil semakin tersingkir di hari Natal.
Di USA, dua puluh tahun belakangan ini, segala sesuatu yang berbau dan nampak sebagai Kristianiti, semakin dilarang untuk hadir di tempat-tempat umum, sekolah pemerintah dan kantor-kantor pemerintah.
Kartu-kartu Natal bergambar bayi Yeshua / Yesus di palungan, gembala-gembala di padang dan gambar-gambar yang berhubungan dengan pesan kelahiran Yeshua semakin susah untuk ditemukan di toko-toko pada 10 tahun belakangan ini, kartu-kartu Natal yang dijual umumnya memiliki pesan sekuler: Seasion’s Greetings, Happy Holidays   atau Merry Christmas dengan latar belakang gambar snowman, pohon natal atau dekorasi natal berwarna merah hijaum pemandangan penuh dengan salju dan sejenisnya. Buka Google.com dan tekan ”Images” pada menu barnya, masukkan kata ”christmas cards.” Anda akan temukan jutaan gambar persis apa yang saya maksud. Pesan Injil di hari Natal jelas semakin tersingkir.

Apakah ini tanda Kekristenan telah terkalahkan oleh agama-agama non-Kristen dan filosofi dunia?  Jawaban yang benar ada di Alkitab! – Kabar dukacita dan kabar sukacita, keduanya telah dinubuatkan oleh Alkitab!!

Lihat nubuatan ini. Seorang malaikat YAHWEH membawa pesan kepada Daniel tentang akhir jaman/ zaman. Daniel adalah seorang Israel yang mengasihi YAHWEH dan tidak berkompromi dengan penyembahan berhala, ia telah dimasukkan kedalam rumah singa-singa lapar dan dapur api oleh sebab kasihnya kepada Elohimnya, pesan Elohim melalui malaikat itu berbunyi: Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” (Daniel 12:4). Pada akhir zaman, SEKARANG ini, pengetahuan manusia telah bertambah dibanding pada jaman Daniel. Pasal 11 nubuatan tentang sejarah panjang politik internasional yang telah tergenapi hampir seluruhnya, ini adalah bukti keakuratan firman YAHWEH. Pengetahuan apa yang dijanjikan malaikat YAHWEH ini akan bertambah? Secara konteknya, baca dari Daniel pasal 9-12, ini adalah pengetahuan tentang apa yang akan terjadi terjadi – berita dukacita dan sukacita – pada umat YAHWEH, yakni bangsa Israel (Yahudi) dan orang-orang Kristen non-Yahudi (Israel rohani). Di sini kita akan melihat ”pegetahuan akan bertambah” tersebut pada kontek Perayaan Natal 25 Desember.

I. Ketika perayaan Natal tanpa dikaitkan dengan Yehsua/ Yesus adalah kabar dukacita.
Perayaan Natal tanpa Yeshua / Yesus telah tertulis di Alkitab, dan ini akan membawa duka cita kepada dua kelompok:

1. Semua orang-orang Kristen yang mengimani tradisi Natal 25 Desember.

Gambar hanya sebagai illustrasi

Nubuatan Alkitab pada kitab Wahyu berkata: Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. (Wah 17:16). Untuk para pembaca yang tidak mengerti isi Alkitab, saya jelaskan secara singkat. Binatang yang ditunggangi oleh wanita perlacur ini adalah sebuah pemerintahan negara, Uni Eropa / European Union (Kerajaan Romawi modern, a.8). Gereja Roma Katolik yang berpusat di Roma, Vatikan adalah wanita pelacurnya, yang namanya dikenal dengan ”Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.” (Wah 17:5).

Sejarah Gereja mencatat bahwa Pemimpin gereja Roma Katolik dengan memakai (menunggangi) kuasa Kerajaan Romawi kuno memerintahkan semua negara-negara jajahan Roma untuk harus merayakan perayaan kelahiran Yeshua / Yesus pada hari besar penyembahan berhala yang telah terkenal pada tanggal 25 Desember.
Sekarang, ya di jaman ini, YAHWEH  menggenapi janji-Nya pada Daniel 12:4 di atas: Pengetahuan manusia akan bertama, ”Sebab Elohim telah menerangi hati mereka [para pemimpin EU; tanduk-tanduk (17.16)] untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Elohim telah digenapi (until the words of God shell be completed). (Wah 17:17). Melalui perbuatan pelacuran (penyembahan agama palsu dan politik kotornya) gereja Roma ini berhasil menguasai raja-raja di bumi (Wah 17:18) – Natal, Merry Christmas menjadi perayaan internasional, apapun yang berlabel ”made in Roma Catholic” akan menjadi perayaan internasional: Easter, Valentin day contohnya. Tradisi-tradisi Kristen ”Made in Roma Catholic” akan berakhir menurut nubuatan di atas. Orang-orang Kristen tradisi akan menangis, inilah kabar duka cita untuk mereka.

2. Semua para bangsawan dan usahawan yang bergerak di dalam bisnis politik dan barang-barang perayaan Natal dan perayaan “Made in Roma Catholic” lainnya.
Nubuatan Alkitab berkata: Dan raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya. Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka, (Wah 18:9, 11). Ayat 13 menerangkan dari mana asalnya bisnis perbudakan di negara-negara Barat. Namun bisnis perbudakan yang dilakukan oleh pemimpin negara-negara Islam tidak kalah sadisnya. Patung dan dekorasi Natal yang berhubungan dengan tradisi Kristen tidak akan laku lagi. Bisnis barang-barang Natal dan yang berhubungan dengan tradisi gereja Roma Katolik akan bankrut. Nubuatan duka cita ini menambahkan: Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: “Celaka, celaka, kota besar [Roma/Vatikan; pusat agama dan pusat negara Roma Katolik], yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa. (Wah 18:19).

II. Ketika perayaan Natal 25 Desember tanpa Yehsua/ Yesus adalah kabar sukacita.
Jika pembaca artikel ini adalah orang yang anti Kekristenan, anti ajaran Yeshua Ha Mashiah, dan Anda berpikir “Horre! Nah akhirnya kita menyaksikan kehancuran kepercayaan Kristen!” Maka Anda SALAH BESAR SAMA SEKALI!! Anda tidak mengerti RANCANGAN-RANCANGAN dan JALAN-JALAN YAHWEH, Elohim Abraham, Ishak dan Israel!!
Di atas kita telah melihat bahwa YAHWEH berjanji menambahkan pengetahuan untuk orang yang hidup di akhir jaman ini. Pengetahuan umat Elohim, pengikut ajaran Yeshua Ha Mashiah pada masa sekarangpun bertambah, bahkan lebih baik dari orang-orang yang tidak percaya Bapa Sorgawi dan Yeshua, Orang yang Ia telah pilih dan urapi (Amsal 1:7; 2:1-6), sebab hikmat yang sempurna berasal dari Elohim dan untuk orang yang mentaati firman-Nya!

Ayat-ayat Alkitab menunjukkan bahwa perayaan Natal 25 Desember tanpa dikaitkan dengan kelahiran Yeshua/ Yesus adalah kabar sukacita  bagi banyak pihak:

1. Kabar baik bagi Elohim YAHWEH.
Ketika perayaan Natal 25 Desember tanpa dikaitkan dengan Yeshua dan unsur-unsur Kekristenan adalah tanda bahwa waktu pembersihan bagi bait-Nya akhirnya tiba. Masa penantian panjang yang menyakitkan hati-Nya; nama-Nya dihina, kekudusan diri-Nya dilecehkan, umat-Nya dibohongi dan disesatkan, akhirnya mencapai titik penghabisan. Penghakiman Elohim selalu dimulai dari umat-Nya (orang-orang yang telah dipilih-Nya dan termasuk orang-orang yang mengaku percaya kepada-Nya), Baca Yeh 43:4-7; Wahyu 11:1-2. Yeshua pada suatu hari ketika waktu untuk menyatakan diri-Nya sebagai raja telah genap (Mat 21:1-11), sebagaimana nubuatan nabi Yesaya (62:11) dan nabi Zakharia (9:9); Anda tahu apa yang pertama kali Yeshua lakukan? Dia masuk ke Bait Elohim dan membersihkan isi Bait tersebut dari bisnis-bisnis keagamaan! (Mat 21:12; Mark 11:15; Luk 19:45 dan Yoh 2:24).

Janji-Nya untuk mengguncangkan segala sesuatu (yang nampaknya kebenaran, penguasa dan deiti) sampai benar-benar tinggal yang asli akhirnya mendekati waktunya! Hagai 2:6, Ibrani 12:27-29. Dapatkah Anda membayangkan, jika Elohim tidak segan-segan menghakimi umat-Nya (Israel jasmani dan rohani; Yahudi dan Kristen) yang berkompromi dengan dosa, apalagi dengan orang-orang yang anti kepada diri-Nya dan perintah-perintah-Nya, hukumannya akan sungguh mengerikan.

2. Kabar baik bagi orang-orang Kristen yang mengikuti ajaran Yeshua Ha Mashiah.
a. Kabar baik bagi orang Israel / Kristen lahir baru (Orang Yahudi dan non-Yahudi yang mengikuti ajaran Yeshua Ha Mashiah). 

Hallelujah! Hallujah! Hallelujah!

Mereka sekarang memiliki pengetahuan yang jelas bahwa sesungguhnya Perayaan Natal 25 Desember adalah berasal dari perayaan kelahiran dewa Sol Invictus (Invincible Sun), orang Romawi kuno telah melakukan perayaan ini sebelum Kekristenan asli dijadikan agama resmi di semua wilayah kaisar Constantin, suatu ibadah Romawi kuno yang diambil dari agama bangsa Iran kuno, yalda Mithra (kelahiran dewa Mithra/ Sun/ Matahari) yang jatuh pada 21 Desember dalam kalender Iran. Richard Rives web master dari Too Long in the Sun menerangkan hal ini dengan baik sekali pada video clipnya Yes, a god was born on Dec. 25, but not Jesus,

Ketika perayaan Natal tanpa dihubungkan dengan Yeshua, itu adalah kabar sukacita, mengapa? Sebab umat Kristen akan terbebas dari ibadah campuran; kekuatan perzinahan dan percabulan rohani terputus dari umat Elohim! Anda (umat Kristen) bisa mengucapkan ”Selamat hari Natal” atau ”Merry Christmas” kepada orang-orang yang merayakannya  dengan hati yang bebas dari rasa bersalah, sama bebasanya seperti memberi ucapan ”Selamat Idul Fitri” kepada orang Islam.

Lebih penting lagi, ketika perayaan natal 25 Desember ini berhenti dikaitkan dengan Yeshua, maka orang-orang Kristen lahir baru dapat memberitakan kabar suka cita yang sesungguhnya kepada semua orang Yahudi dan Kristen di manapun dan kapanpun mereka inginkan yakni kabar suka cita yang telah disampaikan malaikat YAHWEH kepada gembala-gembala: Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa [Israel]: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mashiah, YAHWEH, di kota Daud. (Luk 2:10-11)

Berita suka cita Injil, ”Juruselamat”, ”Jalan, Kebenaran dan Kehidupan”, ”Terang Dunia”, ”Anak Domba Elohim,” yaitu Yeshua Ha Mashiah telah datang di bumi! Melalui korban darah-Nya sendiri di kayu salib, dosa-dosa umat-Nya telah ditebus – bagi mereka yang mau menerima pengampunan dosanya. Berita Injil ini adalah berita suka cita setiap hari yang orang Kristen lahir baru harus alami sendiri dan harus beritakan.  Laporan Penginjilan ”mengapa orang Yahudi susah untuk menerima Yeshua (seorang Yahudi asli lahir di Betlehem, Israel. Betlehem adalah bahasa Ibrani beyth: rumah; lechem; roti; – Rumah Roti) sebagai Juruselamat mereka, alasan dasarnya ialah orang Yahudi berpikir bahwa Kekristenan adalah agama Roma Katolik dan Roma Katolik adalah bekas penjajah mereka dan penuh dengan penyembahan berhala.
Ketika 25 Desember tidak lagi dikaitkan dengan berita kelahiran Yeshua, berita Injil, ini sungguh berita suka cita – jutaan Yahudi akan mudah percaya bahwa Yeshua adalah Meshiah yang telah tertulis di kitab-kitab mereka – Kitab Perjanjian Lama.

b. Kabar baik bagi orang Roma Katolik. Sekarangpun banyak jemaat Roma Katolik yang telah sadar, pengetahuan mereka telah bertambah. Telah banyak pemimpin jemaat meninggalkan gereja Roma Katolik – seperti: Charles Chiniquy, Alberto Rivera, dan sebagian lagi telah mengajukan permintaan kepada Internasional Criminal Court (ICC) di Den Haag untuk menyeret Paus Benedictus kepengadilan sehubungan dengan sex abuse para pemimpin Roma Katolik di banyak negara. Gerakan besar-besaran menentang pemimpin Katolik dari orang-orang-dalam gereja Katolik seperti saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Jemaat Roma Katolik sedang revival rohaninya! Negara-negara Amerika Latin, semakin penuh dengan orang-orang Kristen lahi baru!! Tidak sedikit dari mereka – yang tidak mengerti Alkitab – pindah ke Islam.

3. Kabar baik bagi orang-orang kudus dan malaikat-malaikat di Sorga.
Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang  banyak di sorga, katanya: “Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Elohim kita, sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu.” Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Elohim yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: “Amin, Haleluya.” Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: “Pujilah Elohim kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!” (Wah 19:1-2, 4-5).

Jelas tertulis bahwa penyingkiran unsur-unsur Kekristenan dari tradisi-tradisi agama Roma Katolik – bagi orang yang mengerti firman Elohim – adalah berita sukacita yang sangat besar, itu adalah kemenangan yang hampir mencapai garis finish!!  Itulah sebabnya Elohim memperingati jemaat Roma Katolik dan Kristen lahir baru : Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. (Wah 18:4)

4. Kabar baik bagi semua manusia di bumi.
Saya yakin dan percaya bahwa jika perayaan Natal 25 Desember tidak lagi dikaitkan dengan kelahiran Yeshua/ Yesus, maka nyanyian para malaikat di Batlehem saat Yeshua lahir akan memiliki kuasa dan pengaruh yang lebih besar atas semua manusia di bumi, termasuk orang-orang Arab, Asia (India, Pakistan dsb.), mereka yang tinggal di ”Jendela 10-40!” Nyanyian tersebut berbunyi: “Kemuliaan bagi Elohim di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (good will toward men; KJV) (Luk 2:14). 

Berita Suka Cita (Injil) ini adalah kehendak bebas, keinginan yang baik dan anugerah Elohim kepada manusia di bumi, mereka yang memiliki kehausan akan kebenaran. ”Manusia yang berkenan kepadanya” bukanlah berarti ”men of good will;” yang berpusat dari dirinya sendiri, Alkitab berkata dengan jelas ”tidak ada seorangpun yang baik.” Perlu dimengerti bahwa tidak ada seorangpun yang memiliki sebuah kehendak yang baik sebelum Elohim bekerja di dalam pribadi tersebut untuk ia berkehendak dan melakukan kehendak-NYA (Elohim). Inilah kabar baik bagi semua orang Islam bahwa Kristianiti yang berpusat dari ajaran Alkitab sama sekali tidak berkompromi dengan penyembahan berhala, paganism.

Berita dunia saat ini berisi: Negara Israel siap diserang oleh banyak negara, Kekristenan diserang dari berbagai pihak, mengapa? Ini kabar dukacita atau sukacita bagi para pengikut Yeshua? Keduanya benar. Namun sesungguhnya ini tanda dari “masa bersalin Jemaat YAHWEH segera akan tiba.”  Kedatangan Yeshua menyambut Jemaat-Nya sudah sangat dekat! INI ADALAH KABAR SUKACITA, aniaya sejak jaman Ishak (Kej 15:13) sampai saat ini akan segera berakhir! Perlu bukti? Perhatikan dua ayat ini:

  1. “Haleluya [artinya: Terpujilah YAH]! Karena YAHWEH, Elohim kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. (Wah 19:6). Perhatikan bahwa ayat-ayat di bawah ini adalah sambungan dari ayat-ayat pada subparagraf “Ketika perayaan Natal tanpa Yehsua/ Yesus adalah kabar dukacita.” Itu adalah tanda bagi umat-Nya bahwa YAHWEH bangkit, dan pemerintahan Kerajaan-Nya di bumi sedang terlaksana!
  2. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. … Lalu ia [malaikat] berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Elohim.” (Wah 19:7-9). Setelah Ia membersihkan umat-Nya dari unsur-unsur penyembahan berhala, maka hari penderitaan umat Kristen di bumi segera akan berakhir. Jemaat-Nya siap memasuki pesta yang besar!

Inilah daftar pesan rasul Paulus untuk semua orang Kristen lahir baru:
Kamu telah menerima Mashiah Yeshua, YAHWEH kita. Karena itu [:]
hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia,
hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu,
dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun [tradisi manusia] dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Mashiah [Injil Mashiah / Injil Kristus].
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Elohiman (Kol 2:6-9).

Paulus melukiskan duka cita yang mendahului suka cita ini sebagai wanita yang sedang sakit hamil tua, namun setelah bersalin, wanita ini akan sangat bersukacita, baca kitab Roma 8:22-39.

Marilah kita merayakan peringatan Kelahiran Juruselamat, Yeshuah Ha Mashiah  sesuai pesan INJIL Kerajaan Sorga, bersih dari unsur-unsur penyembahan berhala! Marannatha!! Kiranya berkat Sorgawi turun ke atas Anda semua.

For to us a child is born, to us a son is given: and the government shall be upon his shoulder: and his name shall be called Wonderful, Counselor, The mighty God, The everlasting Father, The Prince of Peace. Of the increase of his government and peace there shall be no end, upon the throne of David, and upon his kingdom, to order it, and to establish it with judgment and with justice from henceforth even for ever. The zeal of the LORD of hosts will perform this. (Isa/ Yes 9:6-7; Webster)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Alasan mengapa menguduskan hari Sabat menjadi hari Minggu


[I]a berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Daniel 7:25b)

Mengapa hari Sabat dirubah dan sejak kapan perubahan itu disahkan?

Hari istirahat YAHWEH adalah hari ketujuh, IA menamai hari itu sebagai hari Sabat. [B]erhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. … Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kej 2:2-3), hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH, Elohimmu … (Kel 20:10).

Tidak perlu dipertanyakan bahwa hari Sabat- dikenal juga sebagai hari YAHWEH atau hari ketujuh – adalah hari Saptu, orang Israel (baik pengikut Musa maupun Yahshua Ha Massiah (Messianic Jews) dan Gereja Protestan Advent Hari Ketujuh tetap melakukan ibadahnya pada hari Sabtu.

Untuk yang tidak tahu sejarah Gereja, khususnya dalam hal perintah mengingat menguduskan hari Sabat (perintah ketiga dari 10 perintah Elohim), mari kita baca dahulu komentar beberapa pemimpin rohaniwan tentang hari Sabat, agar Anda mengerti lebih baik alasan perubahan hari Sabat (Saptu) menjadi hari Minggu.

Apa kata mereka tentang hari Sabat:

James Cardinal Gibbons, Pemimpin Bishop Katolik Baltimore setuju bahwa perpindahan ke hari Minggu tidak didasari Alkitab, tetap pekerjaan Gereja Katolik sendiri. dalam bukunya, “Kamu boleh baca Alkitab dari Kejadian ke kitab Wahyu, dan kamu tidak akan menemukan sebuah kalimat memerintahkan pengudusan hari Minggu. Ayat-ayat memerintahkan ibadah agama hari Saptu, hari dimana kita tidak pernah menguduskannya.” (“The Faith of Our Fathers, tahun 1876”)

Richard Bauckham, professor Perjanjian Baru pada University of St. Andrews, Scotlandia ,”Hari ketujuh adalah hari Saptu. Tidak ada hari lainnya dipanggil hari Sabat di dalam Perjanjian Lama dan Baru.”

Jan Marcussen, seorang pendeta Advent Hari Ketujuh dari Thompsonville, Illinois pada tahun 2001 menawarkan 1 juta USD kepada siapa yang bisa membuktikan dengan jelas secara Alkitabiah bahwa hari pertama adalah hari Sabat. “Memelihara hari Minggu sebagai hari Sabat adalah tipuan terbesar yang Dunia pernah melihat,” ia berkata. Bukunya tentang masalah Sabat ke menjadi Minggu bisa dibaca on-line: National Sunday Law

John Pinkston, presiden dan pendiri the Congregation of God Seventh Day dalam komentarnya tentang perkataan Yohanes di pulau Patmos ,”Pada hari Yahweh aku dikuasai oleh Roh… (Wah 1:10) Itu tidak berbicara apapun tentang hari Minggu. Itu berbicara tentang “hari Yahweh yang dimaksud dalam Perjanjian Lama. Baca Mark 2:28; Yes 58:13)

Ini beberapa alasan mengapa menguduskan hari Sabat (hari ketujuh) menjadi hari Minggu (hari pertama):

Dr. Samuele Bacchiocchi seorang pensiunan professor theology pada Andrews University di Michigan, Gelar dokternya di dalam Sejarah Gereja didapat dari Roma. Ia memberikan dua factor alasan:

  1. Anti Judaism telah menyebabkan ditinggalkannya hari Sabat
  2. Penyembahan kafir dewa matahari (SUN god) telah mempengaruhi pengadopsian hari Minggu. Penggambilan 25 Desember untuk perayaan Natal adalah mungkin contoh yang paling explicit dari pengaruh penyembahan matahari pada kalender liturgy Kristen. It adalah sebuah fakta yang diketahui bahwa pesta kafir the Dies Natalis Solis Invicti – kelahiran dari Matahari Yangtakterkalahkan (the Invincible Sun) telah dirayakan pada tanggal itu.

dies Solis / Sun day / —— / Sunday

dies Lunae / Moon day / —— / Monday

dies Martis / Mars’s day / Tiw’s day / Tuesday

dies Mercuri / Mercury’s day / Woden’s day / Wednesday

dies Jovis / Jupiter’s day / Thor’s day / Thursday

dies Veneris / Venus’s day / Frigg’s day / Friday

dies Saturni / Saturn’s day / Saturday

Table traces the seven days of the week from their pagan Latin origin through the names of Norse gods to their current names in English

Tahun 312, Ketika Kaisar Roma Constantine menjadi ‘Kristen’, pada tanggal 7 Maret 321 dia menetapkan bahwa hari Minggu adalah hari istirahat, toko-toko harus tutup kecuali petani dipedesaan. Dia menyembah semua dewa-dewa – khususnya Appolo dewa matahari. Dia memilki nama Pontifex Maximus yang adalah titel dari imam besar kafir

Paus Sylvester I (314-337): ”Jika setiap hari Minggu adalah untuk dirayakan secara gembira oleh para Kristen mengenang kebangkitan (-Nya), karenanya setiap hari Sabat mengenang penguburan (-Nya) adalah bagi kotoran-manusia (kebencian yang dalam atau kutukan) orang-orang Yahudi.”

Tahun 363, pada Sidang Laodikia, Gereja Roma – Gereja Roma Katolik sekarang – menyatakan, ”Orang-orang Kristen harus tidak judaize dengan beristirahat pada hari Sabat, tetapi harus kerja pada hari itu, sebagai ganti hormati Hari Yahweh [hari Minggu],… Tetapi jika seseorang ditemukan ada sebagai Judaizers, mereka akan ada dikeluarkan dari Kristus.”

Tahun 380, Penguasa Theodosius membuat Kristen Katolik pemelihara hari Minggu menjadi agama resmi di daerah kekuasaannya,

9 Febuari 1893. Kansas City Catholic menulis: Gereja Katolik oleh otoritasnya sendiri yang tidak ada salah telah menciptakan hari Minggu sebuah hari libur untuk mengambil tempat hari Sabat dari hukum yang lama.”

Tahun 1998, Paus Yohanes II pada suratnya Dies Domini kepada para bishop dan umat Katolik: Hari Minggu dipanggil hari kebangkitan Massiah.

Alkitab mencatat: tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur… . Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Yahweh Yahshua. .. tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, (Luk 24:1-6). Dengan kata lain, pada hari Minggu dini hari saat mereka tiba, kuburan sudah kosong.

Catatan dari saya: Banyak ahli Alkitab percaya bahwa Yahshua meninggal hari Rabu – dimana perayaan Sabat tahunan / Paskah / Passover terjadi (Mat 26:16) – dan Saptu malam bangkit (terkubur 3 hari dan 3 malam; sesuai Yunus 1:17; Mat 12:40), bukan hari Minggu pagi. Perhitungan Sabat Yahudi ialah dari Jumat malam (matahari terbenam) sampai Saptu matahari terbenam lagi.

Jan Marcussen dalam bukunya tentang perubahan yang dibuat oleh Gereja Roma ini sebagai, ”Hari Minggu adalah tanda / materai dari otoritas pemerintahan Gereja Roma Katolik. [Menguduskan hari] Minggu adalah materai binatang!” Namun ia bersikeras dia tidak menyerang iman orang lain, tetapi sebagai gantinya mencoba memimpin orang-orang ke Alkitab, Yahshua, dan akhirnya surga.

Catatan dari saya:

1. Tidak diragukan bahwa Yahshua Ha Mashiah (termasuk Yohanes Pembaptis) menegur keras orang-orang Farisi dan Saduki ketika Ia ada di bumi, itu dikarenakan mereka lebih menuruti ajaran Talmut dan filsafat Yunani lebih dari ajaran hukum Taurat (Mat 3:7-10; 15:3-9; 16:6). Namun membenci perintah YAHWEH (mengganti hari Sabat-Nya menjadi Sun-day bagi hormat kepada dewa Matahari) oleh karena kedegilan orang Farisi dan orang Saduki adalah masalah yang lain. Manusia tidak seharusnya membenci YAHWEH pencipta mereka dan perintah-Nya oleh karena kesalahan umat-Nya Israel. Yahshua sendiri berpesan kepada parapengikut-Nya, ”[B]erbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (Mat 11:2-6; Mark 7:18-23).

2. Mempelajari penglihatan Daniel di atas, baca dari 7:19-25, terjadi pada tahun pertama pemerintahan raja Belsyazar (anak Nebukadnezar), sekitar pertengahan abad 6 dan 5 DC, terlihat bahwa “binatang” ini memang telah dinubuatkan (sedikitnya 800 tahun sebelumnya) bahwa, Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. (Dan 7:25).Berdasarkan nubuatan Daniel ini kita tahu bahwa penyebab Gereja Roma Katolik merubah waktu dan hukum menguduskan hari Sabat menjadi hari Minggu BUKANLAH sekedar anti Judaism (kepercayaan orang Farisi), namun lebih lagi membenci semua umat-NYA dan yang paling utama ialah berontak menentang YAHWEH.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Penyembahan Kepada Salib; edited 1/1/2012


Ia melakukan apa yang benar di mata YAHWEH, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya. Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan. 2 Raja-raja 18:3-4

Artikel ini membahas penyimpangan umat Elohim kepada Perintah pertama dan kedua juga ketiga dari 10 perintah. Artikel ”penyembahan kepada salib” membahas tiga hal:

1. Tindakan yang dilakukan oleh umat YAHWEH atas pengaruh faktor luar (berasal dari kepercayaan pagan/kafir) yaitu ”simbol Tamus” dan
2. Faktor dalam (diciptakan oleh umat-Nya sendiri) yaitu ”salib Nehustan” dan
3. ”Salib Yahshua,” perubahan arti dari salib – dari lambang kutukan menjadi objek penyembahan.

Pada bagian terakhir artikel dibahas bagaimana jalan keluar dari kebiasaan yang tidak Alkitabiah tersebut.

Peringatan: Artikel ini ditulis untuk memurnikan umat Kristen dari cacat dan noda, jika ada orang yang memakai artikel ini secara sengaja untuk menyesatkan orang Kristen (terutama) dan orang lain (secara umum), yakni menyebabkan mereka menjadi semakin jauh dari percaya YAHWEH dan Putra-Nya, Yashua Ha Mashiah, yakni iman Kristiani, maka penyesat tersebut bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Dalam setiap sejarah Israel selalu didapati orang-orang yang berontak kepada YAHWEH, Elohim mereka dan orang-orang yang setia (remnant) kepada-Nya. Sedihnya, pada umumnya yang memberontak adalah kelompok mayoritas (dipimpin oleh raja atau penguasa atau imam) dan sisanya yang setia hanyalah sebagian kecil.

YAHWEH, Pencipta langit dan bumi, telah memberi sepuluh hukum kepada Musa – hukum yang tertulis dalam dua lempengan batu melalui jari-Nya sendiri (Kel 31:18). IA dengan tegas melarang umat-Nya (pada perintah pertama dan kedua) untuk tidak menyembah elohim lain selain DIA sendiri, melarang mereka membuat patung apa pun dan melarang mereka untuk memberi hormat (bow down), menyembah, apalagi beribadah kepada benda-benda tersebut (Kel 20:3-6). Dan ini diingatkan kembali oleh Firman Elohim yang telah menjelma menjadi manusia, Yahshua Ha Mashiah (Yoh 1:1-2,14) bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa (YAHWEH) dalam roh dan kebenaran… Elohim itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (4:23-24)

Latar belakang sejarah: Raja Hizkia /Hizqiyah (arti namannya: Dikuatkan YAHWEH) memerintah sekitar 729 – 696 BC. Saat ia menjadi raja Kerajaan Yehuda (Israel Selatan), kerajaannya ada dalam kekuasaan Kerajaan Asyur (sekarang Irak utara). Penduduk Israel Utara sudah dalam pembuangan, dan diisi oleh orang-orang dari Babel dan negeri-negeri lainnya (17:6,23-24), dan Syria/Aram di bawah kuasa Asyur (16:9). Ahas, bapanya Hizkia, telah mengambil pola penyembahan berhala Kerajaan Asyur (16:10-18). Penyembahan kepada deiti-deiti asing di kedua kerajaan ini sudah begitu dalam dan komplek (bermula dari kejatuhan Salomo lalu ditambah dengan dosa Yerobeam), itulah sebabnya YAHWEH marah; mereka dibuang dari Tanah Perjanjian (Israel / Kanaan), dan dikuasai oleh musuh (17:7-19). Namun ketika raja Hizkia memerintah ia mengadakan suatu reformasi rohani yang besar-besaran, membawa umat YAHWEH kembali kepada-Nya. Asyur (Kurdistan) dan Babilonia (di selatan Kurdistan) adalah dua kerajaan yang saling menguasai satu dengan lainnya dan terkadang bersatu, keduanya terdapat di Irak.

Pembahasan artikel. Pemakain tanda salib sebagai objek penyembahan sudah dikenal jauh sebelum kematian Yahshua di kayu salib, itu sudah ada sejak jaman kerajaan Babilonia dan kemudian dipakai oleh kerajaan Yunani lalu ketika kerajaan Romawi menggantikan posisi Yunani sebagai penguasa besar dunia, pemimpin-pemimpin Romawi mentranfer semua kepercayaan Yunani tersebut kedalam agama kerajaannya. Berikut ini adalah beberapa contohnya:

I. Simbul Tamus/Tammuz (“Salib Babilonia”)
Tradisi Babilonia kuno berkata, Nimrod mati kemudian disembah sebagai dewa matahari, istrinya ratu Semiramis mengandung (dari hubungan gelap) dan melahirkan anak laki yang diberi nama Tamus, suatu inkarnasi dari Nimrod, ibunya berkata. Tamus kemudian terbunuh oleh babi liar. Setelah Semiramis menangisi-nya selama 40 hari, Tamus bangkit kembali. Dari sinilah lahirnya suatu agama ‘kebangkitan palsu’ yang berputar-putar sekitar ”penyembahan seorang ibu dan putranya.” Semiramis disembah sebagai dewi bulan dipanggil sebagai Asytoret dikenal juga sebagai Ratu Surga/the Queen of Heaven dan Tamus sebagai dewa putra Matahari (the son of the Sun-god)/dewa kesuburan.

Untuk diingat, pada tradisi kuno raja/pengeran/penguasa mereka disembah juga sebagai dewa dan dewi, tidak sedikit dari mereka yang bahkan menyatakan sebagai dewa dan dewi.

Pada masa pembuangan Israel di Babilon masih ada orang-orang Israel yang menyembah Asytoret (Ishtar; namanya di Babilon) (Yer 7:18; 44:17-19) dan di Yerusalem menangisi dewa Tamus (Yez 8:14). Mungkin Anda bertanya apa hubungannya semua di atas ini dengan penyembahan kepada salib? Jawaban sederhananya ialah jika kita berada di hutan rimba, kompas adalah alat untuk mengetahui di mana posisi kita berada. Perjalanan ”kepercayaan Kristen” sudah berjalan ribuan tahun untuk itu kita perlu kompas untuk tetap mengetahui di mana posisi kita di mata Elohim. Kitab-kitab Perjanjian Lama adalah kompas yang penting untuk selalu dijadikan referensi.

Kitab Yeremia 7:18; 44:17-19 mencatat para penyembah kepada dewi bulan Asytoret/Ashtaroth membuat adonan/kue-kue yang serupa dengan gambar dewi tersebut untuk dipersembahkan kepada ratu surga. Kue-kue manis (”roti manis” orang Indonesia menyebutnya) ini berbentuk bulat (perwakilan dari symbol bulan) dengan tanda salib/silang diatasnya, di jaman modern ini dikenal sebagai “hot cross buns”, itu adalah kue dengan simbul Tamus, berasal dari Babylonia seperti gambar nomor 5. Juga dipakai pada wafer (roti) Perjamuan Suci gereja Roma Katolik dan sejenisnya.

Alexander Hislop menyatakan bahwa, mistik “Tau” – bentuk asli yang sebenarnya dari huruf “T” (inisial dari nama Tamus) ialah berbentuk “salib” [seperti huruf ”t” kecil tanpa lengkungan; gambar 1] di dalam suku Kaldian/ Kasdim kuno (Asur/Assyria) dan Mesir kuno, bisa terlihat pada koin-koinnya. Orang-orang Yunani mempersembahkan kue-kue suci kepada Astarte … yang mereka sebut bous (banteng), dengan symbol banteng pada kue tersebut, dan dari akkusatif boun’diduga kata bun’(roti manis bulat) ini diambil (Encyc. Brit. 4:796). Bentuk silang/cross pada roti manis bulat adalah huruf ”T” – inisial dari Sun-god Tammuz. Tepatnya, satu dari symbol-symbol Mithra “adalah sebuah silang/cross yang dibentuk oleh garis pergeseran matahari yang nampak di bumi dan garis ekuator pada waktu siang dan malam sama lama” was a cross formed by the ecliptic and celestial equator at the equinox (Timaeus, ”Plato’s Dialogue”). Dan, Tanda silang/cross dengan lingkaran melingkarnya adalah symbol kuno dari deiti matahari Babilonia (Goldsmith’s Ancient Pagan symbols). Mesir purba mempunyai bentuk salib Ankh/Crux Ansata (dalam bahasa Latin: “pegangan salib”) sebagai “symbol kehidupan” (gambar 4), apabila “pegangan” diambil yang tersisa adalah huruf “T”. Penyembahan kepada benda-benda cakrawala (matahari, bulan dan bintang) sudah berakar jauh sebelum Abraham dipanggil keluar dari penyembahan berhala.

II. Berhala-berhala salib ciptaan umat-Nya sendiri
Alkitab mencatat bahwa ada dari sebagian umat-Nya pun menyembah berhala yang bentuknya seperti salib. Di Perjanjian Lama terdapat pada 2 Raja-raja 18:3-4, di Perjanjian Baru tidak tercatat.

1. Salib dengan ular tembaganya dikenal sebagai Nehustan.
Tidak diketahui bagaimana dan sejak kapan tiang ‘salib’ Nehustan buatan Musa ini mulai dijadikan objek penyembahan, tercatat bahwa penyembahan kepada Nehustan ini masih terjadi pada waktu Hizkia/Hizqiyah menjadi raja Yehuda (2 Raj 18:1-4), lihat kembali ke “Latar Belakang Sejarah” di atas. Saya menduga ada dua penyebab utama mengapa itu disembah.

a. Pengaruh budaya luar, yaitu penyembahan kepada Tamus yang memiliki bentuk simbol ”T”. Sejak kematian Yosua/Yehoshua (Hak 2:7,10) – nama ini tepat sama artinya dengan Yahshua/Yeshua atau Yesus (dalam bahasa Indonesia) – yang artinya “Yahweh menyelamatkan,” orang Israel mulai meninggalkan YAHWEH dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret (Hak 2:13). Asytoret dan Baal adalah juga sosok dari Semiramis dan Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan YAHWEH” (Kej 10:9-12). Sekali lagi, bahwa pemimpin sangat umum disembah di jaman purba. Baal artinya Tuan/ Master/ Lord. Pemerintahan Israel dibawah hakim-hakim dimulai sekitar abad 13 BC, artinya penyembahan kepada deiti-deiti asing pada ayat 13 ini telah terjadi sedikitnya 600 tahun sebelum Hezkia menjadi raja.

b. Cerita nenek moyang mereka tentang ‘salib’ Nehustan itu sendiri, yang terdapat dalam kitab Bilangan 21:4-9. Sinkat ceritanya demikian: Diperjalanan menuju Tanah Perjanjian orang Israel berkata-kata melawan Elohim dan Musa, sehingga YAHWEH mengirim ular-ular kepada mereka, banyak dari mereka yang mati karena terpagut ular-ular tersebut (4-6). Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan YAHWEH dan engkau; berdoalah kepada YAHWEH, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang [cross; salib]; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup (7-9).

Dari cerita di atas kita simpulkan bahwa ”dosa menghasilkan maut (dari pagutan ular berbisa) dan maut menbuahkan kematian, obatnya penangkal satu-satunya hanyalah melihat pada ular tembaga ditiang salib tersebut.” Mujizat penyembuhan melalui ”melihat ’salib’ ular tembaga” ini tercatat hanya sekali di Alkitab, namun beberapa dari umat-Nya menjadikan mujizat ’salib’ itu sebagai berhala, memberi persembahan kepada ’salib’ tersebut. Besar kemungkinan penyembahan ini adalah gabungan pengaruh dari keduanya.

2. Salib Mashiah/ Messias/Kristus . Yahshua berkata kepada Nikodemus, salah satu pengajar Kitab Suci Israel demikian,Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:14-15).Ini merupakan kata nubuatan tentang diri-Nya sendiri, bagaimana caranya Ia akan mati (Yoh 12:32-33) tergantung di salib persis seperti kira-kira 1500 tahun kebelakang ketika Musa meletakan ular tembaga di tiang ’salib’ (Bil 21:7-9). Yahshua disalib dan mati  adalah kemenangan Setan yang bersifat sementara – 3 hari saja, tapi itu kemudian berubah menjadi kekalahan Setan yang kekal! Mengapa? 1. Yahshua bankit kembali! 2. Sengat maut yaitu dosa atas setiap orang yang percaya kepada Yahshua telah dipatahkan-Nya! 1 Kor 15:56; 1 Tim 1:10. Kematian-Nya adalah barter bagi setiap pribadi manusia yang harus mati karena dosa-dosa manusia.

Adakah ayat Alkitab di Perjanjian Baru (dan juga di Perjanjian Lama) yang mengajari umat YAHWEH menyembah kayu salib? Tidak satupun, baik implisit maupun ekplisit!. Mengapa?

  1. Menyembah karyanya atau meninggikan karya-Nya lebih dari diri-Nya sendiri adalah kekejian, itulah larangan dari Perintah pertama dan kedua dari 10 perintah YAHWEH (Kel 20:3-6).
  2. Salib adalah lambang kutukan (Gal 3:13) dan bukan berkat.

Seperti tertulis di atas, bahwa setiap generasi pasti ada orang-orang yang berontak kepada-Nya. Di jaman modern inipun kita bisa temukan itu, saya akan buktikan, namun sekarang bagaimana salib Messias/Kristus ini berubah dari sekedar ”tempat” Dia tersalib menjadi “objek penyembahan?” Setidaknya ada dua penyebab utama; sebelum Kekristenan masuk Europa dan setelah setelah Kekristenan menjadi agama resmi kerajaan Romawi.

a. Sebelum Kekristenan masuk Europa. Alkitab dan sejarah dunia mencatat bahwa kerajaan Babilonia merupakan kerajaan terbesar pertama di dalam sejarah manusia (Kej 10:8); Mesir (Yer 44:30), Israel (2 Rj 24) pernah dikuasainya. Kerajaan gabungan Medi dan Parsi menggantikannya, kemudian Parsi ditaklukan oleh kerajaan Yunani yang mencapai puncak kejayaannya di bawah Alexsander Agung. Yunani diganti oleh kerajaan Romawi, dan mencapai puncak kejayaannya dibawah Yulius Kaisar pada abad pertama DC. Asimilasi budaya dan kepercayaan tidak bisa dihindari, sebagai contoh deiti Indo-Iran yang bernama Mithra/Mithras diadopsi oleh Yunani dan kemudian menjadi deiti para petinggi Romawi dan tentaranya sedang ordinary Romawi mengadopsi kepercayaan Yahudi, Kristen, Isis, Osiris dll. (Nick Constable, Historical Atlas of Ancient Rome; p.148). Bacchus, dewa anggur Romawi adalah anak laki dari deiti-deiti Yupiter dan Semele yang juga indentik dengan Dionysus dewa anggur orang Yunani yang adalah anak laki dari Zeus dan Semele. Pemakaian bentuk salib/cross bisa dilihat pada ikat kepala deiti Bacchus ini, dan bendera Yunani.

Yunani dan Romawi sendiri masing-masing memiliki banyak dewa dan dewi sebelum Kekristenan tersebar ke Europa. ”Siapa mempegaruhi siapa” dan ”siapa mengkopi ’kepercayaan siapa” tidak bisa ditelusuri dengan mudah. Benar-benar suatu campuran koktil yang rumit, bukan!? Jika dilihat akar sumbernya, semua kembali kepada Nimrod, Semiramis dan Tamus, darimana sejarah pemerintahan manusia dimulai.

Fakta adalah Abraham dan Sarah juga berasal dari Babilonia, dipisahkan/dikuduskan oleh YAHWEH dari keluarga dan lingkungannya untuk rencana pemulihan hubungan umat manusia dengan Pencipta-nya (Kej 12) yang telah rusak di taman Eden (Kej 3:16-24).

b. Setelah Kekristenan menjadi agama resmi Romawi. Orang-orang Kristen (artinya pengikut Mashiah Yahshua; Kis 11:26) yang semula dianiaya oleh orang-orang Romawi (dan juga oleh para pengikut aliran Yudaisme), sejak Kaisar Constantine menjadikan Kekristenan menjadi agama resmi diseluruh wilayah kekuasaannya mereka mendapat kebebasan untuk beribadah. Orang Kristen mula-mula – diartikan sebagai sebelum abad ketiga, sebelum Kekristenan dijadikan agama resmi oleh kaisar Constantine – tidak mempergunakan gambar atau benda salib di pintu-pintu rumah dan tempat-tempat ibadah mereka. Roma Katolik mengakui di dalam New Catholic Encyclopedia, ”Perwakilan dari kematian penebusan Kristus [Mashiah] di Golgota tidak nampak di dalam bentuk-bentuk seni pada abad-abad Kristen mula-mula. Orang-orang Kristen mula-mula, dipengaruhi oleh larangan pembuatan gambar-gambar, bahkan tidak ingin membuat gambar Penderitaan penyaliban Tuhan [Yahweh]” (vol. IV,h. 486; 1967). (Penekanan dari saya.)

Cerita tradisi berkata bahwah Maxentius telah memproklamirkan dirinya sendiri sebagai Agustus di Roma tahun 307, sementara para tentara telah memproklamirkan (Flavius Valerius) Constantine di York, Inggris sebagai Agustus. Sebelum pertempuran terjadi di Roma utara untuk perebutan kursi kekaisaran, diperjalanan dari Perancis menuju Roma Constantine mengklaim telah melihat tanda ”salib/cross” dilangit dengan sebuah kalimat di atasnya, “Hoc signo victor eris,” ”di dalam tanda ini engkau akan menjadi penguasa.”

(Dewa) Wafer perjamuan suci berubah menjadi (dewa) Matahari Telah menjadi perdebatan sengit tanda ”salib/cross” yang bagaimana yang kaisar lihat. Lactantius penasehat Constantine anak dari Crispus memberi kesaksian bahwa itu adalah huruf ”X” yang kemudian menjadi simbol dari Kristus. Di Catacombe Roma, pada sebuah monumen orang Kristen ”Sinphonia dan putra-putranya,” ada sebuah referensi yang jelas kepada cerita dari penglihatan; referensi itu juga menunjukan ”X”, dan bukan cross/salib yang dianggap sebagai ”tanda di langit.” Kata-kata pada kepala tanda itu adalah: In Hoc Vinces [In this thou shalt overcome] X.” artinya “Dalam “X” ini engkau akan menang” – bukan salib tapi hanyalah ”victorious sign/banner.” Lambang ”X” sebagai simbol Kristus [X’mas; orang terkadang menulis untuk Christmas] ini dapat dilihat juga pada symbol yang umum terlihat pada gereja-gereja Protestan, huruf “P” berdiri ditengah-tengah huruf “X” membentuk kata CHR = Christ/Kristus; huruf Yunani ”P” sama dengan huruf R kita. Entah tanda ini datang dari hikmat manusia atau Surgawi, dengan menganggap bahwa Constantine murni didalam Kekristenannya, maka ini bisa dihubungkan dengan Pemazmur, Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji [banners] demi nama Elohim kita; kiranya YAHWEH memenuhi segala permintaanmu” (Maz 20:6). Kepercayaan Kristen dijadikan agama resmi di seluruh wilayah kekuasaan dan pengaruh kerajaan Romawi dibawah kaisar Constantine itu terjadi pada permulaan abad ketiga

Kata “cross/salib” di Perjanjian Baru muncul 28 kali, dan di dalam semua kasus itu diterjemahkan dari kata Yunani ”stauros” artinya tongkat tegak. The International Standard Bible Encyclopedia vol. 1. h. 825, mendifinisikan “stauros” itu sebagai kayu vertical yang tertanam di tanah dengan kuat. Umumnya dipakai sebagai 1. pagar dengan menempatkan mereka secara parallel 2. alat penyiksaan bagi pelanggar hukum yang berat (atau jika ia sudah mati tubuhnya digantung sebagai tanda penghinaan).

Gambar di kanan ini adalah kalung salib dengan tanda T (Tamus) yang digemari oleh orang Katolik.

Kesalahan orang Israel di atas terulang oleh umat Kristen di abad modern ini, beberapa contoh kepercayaan bahwa benda dan gambar salib disembah karena dianggap punya kuasa:

  • Pada film-film horror; drakula terkalahkan oleh tusukan kayu berbentuk salib atau sinar dari salib tersebut.
  • Dipakai untuk mengusir roh-roh jahat dari orang yang kerasukan, seperti yang dilakukan oleh pemimpin Katolik.
  • Pada perlombaan-perlombaan, banyak atlit di berbagai bidang olah raga dan pembalap memakai kalung salib dan menciumnya pada menit-menit terahir sebelum perlombaan dimulai dan kembali memciumnya setelah mereka berhasil.
  • Membuat tanda salib pada badannya sebelum melakukan sesuatu atau ketika terkejut
  • Ditaruh di atas palang pintu rumah sebagai penolak kuasa jahat/roh jahat
  • Tongkat berbentuk salib
  • Simbol apotik/farmasi; pedang (yang berbentuk salib) dengan ular diatasnya atau gelas anggur yang dibelit oleh ular.

Banyak orang Kristen di Negara maju ketika sakit, pertama yang mereka ingat dan cari adalah obat (wujud hikmat Yahweh melalui manusia) dan bukan Yahshua Ha Mashiah  (sumber kesembuhan itu berasal) yang melalui kematian-Nya di kayu salib telah mengangkat segala kelemahan dan sakit-penyakit mereka (Yes 53:5).

Banyak orang Kristen salah mengartikan perkataan rasul Paulus dalam 1 Korintus 2:2, For I determined not to know any thing among you, save Jesus Christ, and him crucified. (KJV) dalam bahasa Indonesianya, Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yahshua Messias, yaitu Dia yang disalibkan.

Paulus sama sekali tidak mengajar umat Yahshua untuk menghormati dan memuliakan salib-Nya, tetapi tentang Dia yang mati tersalib. Pesannya adalah bahwa orang percaya haruslah tunduk sebagaimana Messias telah menundukan diri-Nya sendiri sampai ke salib. Paulus tidak bergembira di dalam penyaliban Messias. Ia hanya ingin tahu dari jemaat di Korintus tentang iman mereka (5) kepada Yahshua Messias (yang adalah Tuan dan Raja mereka) dan tentang hikmat serta pengertian mereka akan Yahshua yang disalibkan (7-8). Sekali lagi, fokusnya kepercayaan Kristen bukanlah Kayu Salib, tapi SIAPA yang tersalib, itulah tepat sama dengan perintah YAHWEH kepada Musa sehubungan dengan pendirian tiang bagi Nehustan (ular tembaga) tersebut,

Maka berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup. (Bil 21:8-9).

Bandingkan dengan perkataan Yahshua sendiri, ”Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:14-15). Sekali lagi terbukti bahwa fokus pandangan Kekristenan bukanlah kayu salib tapi SIAPA yang tersalib: Yahshua Ha Mashiah!!

Alkitab walaupun ditulis oleh banyak orang dan dalam rentang waktu ribuan tahun, isi dan ajarannya sangat akurat dan tidak ada kontradiksi di dalamnya!Roti perjamuan berbentuk salib

Benda-benda dengan symbol Tamus, “the son of the Sun-god,” (bulat melingkar dengan tanda silang/cross) ini juga terdapat pada gereja dan ritual Kristen yang memiliki hubungan erat dengan tradisi Roma Katolik, misalnya:

  • Wafer perjamuan kudus/hosti berbentuk bundar/melingkar dengan tanda salib/cross .
  • Jendela-jendela gereja dan granit tembok gereja yang bundar dengan salib/cross ditengahnya banyak didapat bangunan-bangunan gereja di Europa dan Amerika.

Salib, menurut Alkitab adalah lambang kutukan.

  • “Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kau gantung dia pada sebuah tiang (hang him on tree), maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan YAHWEH, Elohimmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.” (Ul 21:22-23)
  • Ayat inilah yang dikutip rasul Paulus pada Galatia 3:13. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Ini adalah bukti bahwa Yeshua telah mati tersalib, dan juga bukti bahwa penyembahan kepada salib adalah ajaran sesat; tipuan Iblis: 6 menjadi 9, benda mati menjadi Elohim –> kutuk menjadi berkat, kegelapan menjadi terang, pahit menjadi manis (Yes 5:20 – “Celakalah mereka!!).

Kesimpulan, penyembahan kepada benda berbentuk salib telah lama dilakukan oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Alkitab dan juga dilakukan oleh sebagian besar orang Israel dan Kristen pada abad modern ini. Penyembahan kepada salib tidak pernah diajarkan oleh nabi-nabi dan rasul-rasul Yahweh.

Permasalahan. Masalah ini adalah suatu hal yang sangat besar dan sangat komplek, kususnya untuk gerej-gereja di negara-negara barat, haruskah kita berlaku seperti Hezkia, menghancurkan semua bentuk fisik benda-benda dan bangunan gereja yang kita miliki yang ada hubungan dengan penyembahan berhala ini? Haruskah kita meninggalkan gereja oleh karena bangunan itu memilki lambang Tamus? Di sini kita perlu hikmat dan kebijaksanaan serta pengetahuan dari YAHWEH melalui Roh-Nya yang kudus.

Meninjau:

  1. Bapa Surgawi adalah Roh (Kej 1:2; Yoh 4:24), bukan benda; musuh kita bukanlah benda (darah dan daging) tapi roh-roh (Ef 6:12), dan perintah Yahshua kepada kita ialah menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, bukan dalam hal-hal yang bersifat fisik (Yoh 4:23);
  2. Setan sejak semula selalu membuat pemalsuan, ia adalah ahlinya segala pemalsuan (Yoh 8:44);
  3. roh yang diberikan Elohim kepada kita bukanlah roh ketakutan, melainkan roh yang membankitkan kekuatan , kasih dan ketertiban (2 Tim 1:7);
  4. kita diperingatkan untuk harus keluar dari penyembahan berhala sebab tidak ada hubungan/kesatuan/perjanjian antara Messias dengan baal-baal (1 Kor 10:7; 2 Kor 6:14-18) serta
  5. harus diingat selalu bahwa penyembah berhala tidak akan masuk kerajaan Surga (Ef 5:5; Wah 21:8; 22:15). Jadi karena alasan-alasan ini maka hal-hal yang perlu kita kerjakan adalah:

Penerapan:

  • Roh dan jiwa setiap kitalah yang pertama-tama harus dibersihkan dari segala ajaran-ajaran yang tidak Alkitabiah; mengakui dosa dan melepaskan jiwa kita dari belenggu setan (Roma 12:2)
  • Jadilah berani untuk meninggalkan aktifitas ibadah yang tidak Alkitabiah, musnahkan benda-benda dan gambar-gambar yang berhubungan dengan penyembahan berhala (Roma 12:1).
  • Dekatkanlah lebih lagi hidup kita dengan Roh Kudus-Nya sehingga kita bisa menyembah Bapa dengan benar, dilepaskan dari liturgi-liturgi buatan manusia (Yoh 4:23) dan roh-roh mediator dunia ini yang sesungguhnya bukan Roh Messias (Ibr 9:14-15; 1 Tim 2:5).
  • Janganlah ”melihat setan disetiap sudut kamar atau benda” alias takut dan panik, jangan juga menjadi sumber kekacauan, lakukan semuanya dengan kasih dan ketertiban dengan disertai keberanian yang dari Roh Kudus (2 Tim 1:7).
  • Lihatlah ”salib Mashiah/Messias/Kristus” sebagai alat pengingat bahwa ”Ia sungguh mengasihi anda, rela mati untuk manusia yang berdosa” (Rom 5:8; Yoh 3:16).
  • Lihatlah ”salib Mashiah/Messias/Kristus” sebagai alat pengingat akan perintah-Nya bahwa ”anda harus memikul salib anda setiap hari dan mengikut Dia” (Luk 9:23).
  • Berpeganglah kepada iman di dalam Yahshua Ha Mashiah, bahwa Kekristenan tidak ada kesatuan/hubungan dengan penyembahan salib seperti dituduhkan oleh orang-orang Muslim dan penganut agama lainnya.

Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah … Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. (1 Pet 1:13:17)

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog