Sejarah perayaan hari Valentine; lahir dari perayaan pagan Roma kuno Lupercalia


Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. (Pengkotbah 1:9-10)

Artikel yang bersifat peringatan ini hanya ditujukan kepada orang Kristen, pengikut Yeshua Ha Masiah. Terima kasih.

Di abad 21 tanggal hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Pebuari dirayakan oleh orang beragama maupun tidak beragama.  Hari Valentine dikenal secara umum sebagai hari mengungkapkan kasih sayang atau cinta kasih kepada orang yang kita kasihi. Roma Katolik menyebut hari ini sebagai hari peringatan martir St. Valentine, kelompok sekuler menamai tgl 14 Pebuari ini sebagai “hari Cinta-kasih dan Persahabatan.” Catatan sejarah menyatakan tanggal 14 Pebuari adalah pesta perayaan pagan bangsa Roma kuno yang mereka sebut sebagai hari perayaan Lupercalia.

Perayaan tahunan hari Valentine adalah bisnis internasional yang sangat basah. Perusahaan kartu ucapan selamat, gula-gula, coklat dan hadiah serta restoran dan toko bunga panen besar menjelang hari Valentine ini. Di USA saja, sesuai penelitian, tahun 2008 telah menghabiskan 122,98 $ US/orang, dan 2009 diperkirakan 102,50 $ US/ orang atau 14,7 milliar $ US. 17,8 milliar $ US di 2010 dan 18,6 milliar $ US  perkiraan untuk tahun 2011. Ini adalah satu dari sekian hari raya dimana pengikut Mamon berpesta pora.

Sejarah perayaan hari Valentine.
I. Tradisi gereja Roma Katolik. Katolik memiliki beberapa versi sejarah hari Valentine. The Catholic Encyclopedia vol. XV (volume 15) subjudul “St. Valentine” menulis 3 nama Valentine yang meninggal tanggal 14 Febuari. Tiga versi cerita gereja Roma yang berbeda tentang St. Valentine.

  1. Seorang tentara Roma, Valentine, dijaman kaisar Claudius II melanggar peraturan militer,  tentara muda dilarang menikah, singkat cerita Valentine dihukum mati  – pada tanggal 14 Febuari 270 AD. Gereja Roma kemudian menjadikan Valentine sebagai santo (St.) / orang suci.[1]
  2. Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Elohimnya adalah Yeshua Ha Mashiah  (Yesus Kristus) dan menolak menyembah para berhala orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di teralis penjaranya.
  3. Kaisar lalu melarang para tentara muda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

II. Tradisi Roma kuno. Lama sebelum Kristianity dinyatakan sebagai agama resmi kerajaan Romawi[2] oleh kaisar Contantine (313-337 AD), tanggal 14 dan 15 adalah hari besar orang Romawi, perayaan besar ini dikenal dengan nama  Lupercalia. Perayaan ini sangat populer bahkan sampai abad ke lima AD – sedikitnya 150 tahun setelah pernyataan Constantine  tersebut. Pada jaman Contantine lambang salib masuk kedalam Kritianiti, Sabat hari ketujuh (Saptu) dirubah menjadi hari pertama (Minggu).

Shocking Truth About Valentines Day! by FollowerOFTheWay.com

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara penyucian dan kesuburan di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama dipersembahkan untuk dewi mabuk-cinta (queen of feverish love) Juno Februata (dari mana kata bulan Febuari berasal) [3]. Dipercayai juga sebagai perayaan menghormati berhala Lupercus/ Lupercal[4] dan Faunus,[5] juga Romulus dan Remus, yang terakhir menurut dongeng Roma adalah pendiri kota Roma kuno.

Pada hari perayaan tersebut, rakyat berkumpul di sebuah tempat ibadah, di mana wanita-wanita muda menulis nama-nama mereka, menaruhnya di kotak undian. Para pria mengambil nama-nama tersebut. Mereka akan menjadi pasangan selama perayaan tersebut bahkan bisa terus sampai perayaan tahun berikutnya. Itu mungkin sejenis kawin kontrak ala agama Islam saat ini, hanya pria Roma tidak memberi dowry (uang nikah) – sebab mereka suka sama suka (‘kumpul kerbau’). Tanggal 15 Februarinya, para imam (disebut Luperci) melakukan korban sembelihan binatang kambing dan anjing untuk meminta perlindungan dewa Lupercalia / Lupercus (berbentuk srigala). Ibadah pengorbanan ini terjadi di depan Porta Romana, sisi barat dari bukit Palatine, dimana terdapat goa Lupercus. Tradisi Roma mengatakan Lupercus yang menyusui Romulus dan Remus, patung perunggu Lupercus menyusui telah ada di bukit Capitol sejak tahun 296 BC. Roma kuno adalah kota yang dibangun dari tujuh bukit, seperti tertulis di Wahyu 17. Clik pada peta 7 bukit Roma kuno untuk memperbesar.

Kulit dari binatang korban ini kemudian dibuat sebagai pecut-pecut atau tali-tali pemukul untuk ibadah kesuburan kandungan.  Dua pria berpakaian minim akan berlari-lari di jalan kota tua Palatine dengan pecut-pecut di tangan mereka, dan para wanita, – dan ternak juga dibawa ke jalan – akan sengaja berdiri di jalan yang akan dilewati pemuda tersebut untuk mendapat ’sabetan’ (sentuhan berkat), dipercayai bahwa janin mereka akan menjadi subur dengan sentuhan tali kulit tersebut.

Perayaan dan ibadah Lupercalia yang terkenal ini tetap hidup sampai akhir pemerintahan Anastasius I (491-518 AD). Namun di akhir abad kelima, 498 AD, Paus Gelasius memutuskan merubah perayaan Eve of Lupercalia (14 Febuari; satu hari sebelum puncak perayaan Lupercalia) menjadi hari St. Valentine; perayaan kawin kontrak dan kesuburan menjadi perayaan hari orang kudus Roma Katolik. Paus mencoba menghapus ritual pagan ini dengan pemikiran dan nama baru.[6] Bagaimanapun perayaan dan upacara Lupercalia yang dikombinasikan dengan dongeng kepercayaan di Britania dan Perancis bahwa tanggal 14 Febuari ditandai permulaan musim kawin para burung tetap tidak bisa dihapus sebagai hari cinta. Febuari adalah awal musim semi untuk negara-negara Eropa Barat seperti Britania dan Perancis, musim semi adalah awal kehidupan baru tahunan bagi orang Eropa – musim kawin bagi mahluk hidup  dan tumbuhan mulai bertunas dan berbunga.
Sejak tahun 1969, gereja Roma Katolik membuang hari St. Valentine sebagai bagian resmi dari kalender gereja.[7]

Buah pasti sama dengan akarnya (Luk 6:43-45). Apa yang Anda lihat di toko-toko pada hari-hari menjelang perayaan Valentine, apa yang para pemuda dan pemudi lakukan pada hari perayaan tersebut? Apakah itu nampak lebih pada kasih-sayang agape, dan phileo dan atau storge atau hanya sekedar berlandaskan cinta-kasih eros?[8]Patung Cupid di LondonAkar dari Lupercalia adalah tokoh Cupid, digambarkan sebagai kherub Cupid, Cupid anak dari Venus, dewi cinta bangsa Roma. Cupid di jaman Romawi kuno adalah inkarnasi dari dewa orang Yunani yang bernama Eros, dewa napsu birahi. Eros adalah putra dari dewa birahi/ lust Aprodite. Nama berbeda tetapi karakter sama, sebab banyak dewa dan dewi Roma diambil dari tradisi Yunani. Keduanya  dipuja sebagai dewa kesuburan. Ucapan “Be My Valentine?,” Ken Sweiger menjelaskan,  “Valentine” berasal dari kata Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus. Maka disadari atau tidak, ia berkata, jika kita meminta orang/ pacar kita menjadi “to be my Valentine,” hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Elohim, karena meminta orang menjadi Tuannya (her Lord), Elohimnya.”  “Yang Maha Kuasa” adalah gelar dari Elohim pencipta alam semesta, dengan kata lain ”be my Valentine” ialah pemujaan kepada berhala. Cupid berarti desire/ napsu, laki tampan bersayap dengan panah, Nimrod laki tampan yang juga ahli berburu, ibunya (Samiramis) menjadikan Nimrod sebagai suaminya.

Fakta ialah hari St. Valentine tidak dikenal umum di Britania bahkan sampai abad ke 17. dan kartu ucapan Valentine tidak ada sebelum akhir abad ke 18. Esther A. Howland adalah orang pertama di Amerika yang menjual kartu Valentine, yaitu pada tahun 1840.

Kampus ibadah RomaKatolik dipakai untuk merayakan hari Valentin bagi para homosex. Pesta dansa hari Valentine untuk para aktivist homosex dikenal sebagai ”Dignity Detroit” terjadi di Marygorve College, Detroit USA, memakai ruang yang sama di mana ibadah missa Katolik berlangsung setiap Minggu. Organisasi Katolik AFA (pembela pernikahan hetrosex) keberatan atas kejadian tersebut, namun pemimpin kampus membela diri bahwa itu adalah hak kampus. Sumber berita ditutup dengan kalimat: ”Dignity Detroit adalah sebuah kelompok activist homosex yang terdiri dari orang-orang Katolik yang menentang pengajaran gereja Katolik bahwa tingkah laku homosex adalah salah.”

Komentar:
Gereja Roma Katolik – Alkitab menyebutnya sebagai Rahasia Babel Besar (Wahyu 17) – sebab memang membingungkan dunia,  ia telah membunuh pengikut Yeshua (500 juta Yahudi dan bukan Yahudi) dan menyebut para pemimpin Kristen tersebut: “Santo” (Orang Kudus) – martir dari gereja Roma Katolik – seperti St. Petrus, di media menyuarakan anti homosex, namun membangkitkan gerakan homosex dan bahkan mempraktekkannya. Berbaju Kristus namun praktek anti-Kristus. Sungguh mistery! Ya, bagi yang tidak mau membaca Alkitab.

Hari Persahabatan atau Valentine Day adalah sama dengan hari Natal (Christmas) dan hari raya Ester (pemalsuan dari hari Paskah). Sangatlah menarik untuk dipikirkan mengapa orang dunia dan bahkan orang yang mengaku Kristen lebih suka mempraktekkan ciptaan gereja Roma Katolik daripada perintah Alkitab, ternyata Alkitab telah menubuatkan 2000 tahun sebelumnya, baca Wahyu 13:3. Inilah sebabnya membaca dan mempelajari Alkitab sangatlah penting.

Patutkah orang yang percaya Yeshua Ha Mashiah dan ajaran-Nya merayakan hari Valentine tersebut? Jawaban yang Alkitabiah dapat di baca pada Ulangan 12:29-31 dan 1 Petrus 2:9-12. Ayat-ayat ini akan membawa Anda mengerti apa artinya umat Elohim dan Gereja Elohim dan bagaimana seharusnya umat atau Gereja Elohim harus hidup.

Orang Kristen tidaklah perlu menyalahi para usahawan bisnis yang berkaitan dengan hari-hari perayaan. Orang Kristen haruslah intropeksi diri sendiri, pilihan hidup kudus dan ketaatan kepada Pemimpin Gereja ada di tangan Anda. Kita tidak dapat menggarami atau menerangi orang lain, jika kehidupan kita sendiri tidak asin atau terang. Kiranya berkat dari tempat yang mahatinggi berlimpah atas hidup Anda.

Bacaan berkait:

EndNote:
[1] Beda gereja Roma dengan Kristianiti: Roma memberi gelar ’orang suci’ setelah orang meninggal, kecuali paus. Paus ketika masih hidup digelari ’Holy Father.’Kristianiti menyatakan setiap pengikut ajaran Yeshua Ha Mashiah adalah orang suci dan panggilan ’Holy Father’ hanya untuk YAHWEH, Elohim pencipta alam semesta.
[2] Perlu diingat sebelum Kristianiti menjadi agama resmi Romawi, orang-orang Kristen sangat tertekan di bawah kerjaan Romawi, yang percaya banyak dewa dan dewi, bahkan beberapa kaisar menganggap diri mereka sendiri adalah keturunan dewa, yang patut juga disembah oleh rakyatnya, dan aniaya segera berlanjut setelah institusi kepausan Roma berdiri, dan mencapai puncaknya saat Alkitab latin diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan Jerman, dikenal sebagai Revormasi Gereja. Diperkirakan 500 juta orang Kristen Injili terbunuh.
[3] Juno pada Romawi kuno dikenal sebagai Ratu Sorga (Queen of Heaven). Di abad terakhir ini gereja Roma Katolik membuat doktrin bunda Maria sebagai Ratu Sorga.
[4] Lupercus adalah dewa kuno orang Roma berbentuk srigala, lengenda berkata Lupercuslah yang menghidupkan dua bayi manusia yang bernama Romulus dan Remus.
[5] Faunus/Pan: dewa alam bangsa Roma: dalam mythologi bangsa Roma, dewa alam, perkebunan dan kesuburan. Dia adalah cucu laki-laki dari dewa Saturn
[6] Ini juga terjadi pada perayaan Natal dan Easter, tanggal mereka sama hanya nama berubah. Bedakan dengan prinsip pembaharuan di dalam Kerajaan Sorga, baca: Yehezkiel 36:25-28 dan Matius 9:16-17.
[7] Gereja Roma Katolik menciptakan banyak hal kemudian setelah mereka populer  di masyarakat dunia, maka ia melepaskannya secara resmi – namun tetap berhubungan secara sembunyi. Hal ini telah terjadi dengan organisasi Knight Templar, Freemason misalnya. Bedakan dengan prinsip adopsti Kerajaan Sorga, bangsa Israel dan non-Israel; YAHWEH setia dan siap merestorasi umat pilihannya bahkan Dia mengutus Putra Tunggal-Nya untuk mati bagi mereka dan bahkan seluruh manusia. Baca Bilangan 23:19 dan 2 Tim 2:13.
[8] Bahasa Yunani untuk kasih dibagi menjadi 4, Agape – kasih tanpa syarat (Yoh 3:16); Storge – ikatan kasih antar keluarga; Phileo – kasih persahabatan; dan yang tidak dianjurkan, Eros, darimana kata erotic berasal – cinta karena napsu birahi, memuaskan kehendak sexnya diri sendiri. Artikel yang bagus: Four Kinds of Love dari Truth or Tradition.com

Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Injil: orang majus tidak bertemu bayi Yeshua!


Banyak orang Kristen di seluruh dunia telah sadar bahwa 25 Desember bukanlah tanggal kelahiran Yeshua Ha Mashiah, tetapi hari perayaan penyembahan berhala Roma kuno untuk dewa Sol Invectus (Matahari) yang bersumber dari dewa orang Persia yakni dewa Mithra (dewa Terang). Gereja Roma Katolik menempelkan tanggal perayaan pagan ini pada upacaya ”Kristen” untuk meng-‘kristen’-kan penduduk dunia (pada semua negara jajahannya).

Bagaimana dengan tiga orang majus dari Timur yang datang ke Betlehem? Apakah orang majus ini menyembah dan mempersembahkan hadiah kepada Yeshua saat Ia masih bayi (seperti ilustrasi gambar disamping ini?) atau ketika Ia sudah mulai bisa berjalan seperti ilustrasi gambar di bawah?

Injil Matius dan Lukas mencatat bahwa peristiwa kelahirang Yeshua di Betlehem dengan datangnya beberapa orang majus adalah dua cerita yang sama sekali terpisah baik tempat maupun waktu.

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mahsiah,  Yahweh, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi (brephos: bayi baru lahir, Yunani) dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan (manger dari  phatne, Yunani) ” (Luk 2:11-12) Ini adalah berita dari malaikat YAHWEH kepada beberapa gembala yang sedang menjaga ternak di padang. Kota Daud dimana Yeshua lahir ialah Betlehem (artinya Rumah Roti; dan Yeshua berkata Dia adalah Roti Hidup yang turun dari Sorga. Yoh 6), sebuah kota kecil di wilayah Yudea. Yusuf (ayah angkat-Nya di bumi) dan Maria keduanya berasal dari keturunan Yehuda, dari mana kata Yudea (wilayah) berasal. Garis keturunan Yeshua dan kota Betlehem dimana Ia lahir merupakan satu-kesatuan penggenapan nubutan para nabi YAHWEH. Lihat Lukas 2:4; Matius 1. Sekarang kita lihat dimana orang-orang majus bertemu Yeshua, itu ada di Injil Matius, kita melihat kesana sekarang.

Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (Mat 2:11)

Orang-orang majus ini bertemu Yeshua yang mereka cari ternyata sudah tinggal di sebuah rumah tinggal (house dari oikea, Yunani), dan Yeshua sudah bukan bayi lagi saat itu, sebab Alkitab menulis mereka melihat Anak kecil / young child (paidion, bahasa Yunaninya) (KJV, ASV). Itulah sebabnya mengapa raja Herodes yang merasa takut akan datangnya raja yang lain memerintahkan untuk membunuh semua anak-anak di Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah (Mat 2:16). Fakta ialah kata “Anak kecil (young child)” tertulis delapan kali di Injil Matius (Mat 2:8-21). Jadi orang-orang majus ini menyembah Yeshua saat Ia sudah agak besar dan sudah tinggal di sebuah rumah.

Dari sini pengikut Yeshua haruslah hati-hati di dalam membuat suatu karya seni Kristen (lukisan, cerita Sekolah Minggu, film dsb), agar tidak timbul suatu tradisi dan kebiasaan yang tidak sesuai dengan sejarah. The Passion of Christ, adalah contoh kesalahan ekstrim yang tepat. Film ‘Kristiani’ ini  ceritanya bukan dari Injil, tapi mimpi dari suster Katolik, Mel Gibson, seorang Roma Katolik Orthodox, mencoba menampilkan film ini untuk menyudutkan orang-orang Yahudi sebagai “pembunuh Juruselamat Dunia”, untung bahwa orang-orang Yahudi protes dan minta itu diedit ulang. Juruselamat Dunia (tepatnya) menyerahkan nyawa-Nya oleh karena Bapa-Nya mengasihi penduduk Dunia (Yoh 3:16), Ia ingin menebus dosa kita semua. Jika hanya melihat sejarah (tanpa makna rohani) maka Romalah yang harus disalahkan, sebab pemimpin Romalah yang sengaja menyiksa dan menyalibakan Yeshua DEMI untuk menyenangkan sekelompok kecil pemimpin sekte agama Yahudi (Farisi dan Saduki). Injil dan Kisah Rasul JELAS menulis bahwa mayoritas orang-orang Yahudi senang dengan pengajaran YESHUA HA MASHIAH! Motif pembunuhan Yeshua juga terjadi pada motif pembunuhan rasul Yakobus (saudara Yohanes) dan penangkapan rasul Petrus (Kis 12:1-4). Inilah alasannya mengapa jemaat Katolik tidak dianjurkan membaca Alkitab, supaya mereka hanya hidup dan beriman pada tradisi Roma Katolik saja dan berpikir bahwa Roma adalah pahlawan Kristianiti, yang sesungguhnya adalah lawan. Banyak penginjil USA mengagungkan dan memakai film ini untuk penginjilan, sesungguhnya mereka tanpa sadar menyebarkan doktrin Katolik dan menyebarkan kutuk – membenci keturunan Abraham sama juga menyentuh mata Elohim.

Joe Kovacs, penulis buku Shocked by the Bible, menyatakan bahwa “Saatnya kembali ke fakta-fakta Alkitab dan menyingkirkan dongeng-dongeng yang nonsense selama-lamanya.” Tentang hari raya Easter yang dikaitkan dengan perayaan Paskah (Passover), Joe menyatakan bahwa kata Easter tidak ada di dalam terjemahan Alkitab berbahasa Inggris, tidak akan menemukan apapun tentang telur-telur Paskah (Easter), yang Anda akan temukan adalah peringatan Elohim kepada umat-Nya untuk tidak berurusan dengan dewi-dewi kesuburan penyembahan berhala, yang namanya synonim dengan “Easter.”

Ingat bahwa Yeshua bukanlah bayi yang duduk dipangkuan Maria selamanya, bukan juga seorang pemuda yang lemah, terkulai di kayu salib (Katolik) selamanya. Ia adalah Kebangkitan dan Kehidupan, Ia adalah Hakim dari segala hakim dan Raja di atas segala raja. Haleluyah!!

Bacaan berkait:

Referensi:

Babe in a manger’ is not a ‘young child in a house’

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.

Beriman Kepada Tradisi dan Ritual


[O]rang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya dan menempatkan di hadapan mereka batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan… (Yez 14:3)

Inilah permulaan dari suatu kebohongan besar si Iblis kepada manusia: menjadikan sesuatu-yang-umum-dilakukan berahir menjadi sebuah agama atau kepercayaan; berawal dari sesuatu-yang-sering-dilakukan oleh orang tertentu, pada generasi berikutnya itu menjadi sesuatu-yang-dikenal-secara umum, dan itu berkembang menjadi sesuatu-yang-bisa-diterima, dan pada ahirnya menjadi suatu-yang-formal yaitu: tradisi dan ritual. Tradisi pada dunia umum/sekuler dan ritual pada dunia keagamaan. Tradisi dan ritual pada prinsipnya adalah sama, hanya beda dunia/tempat pemakaiannya, keduanya menjadi kebiasaan berpikir dan bertindak menjadi sesuatu yang suci dan harus dihormati, kata singkatnya menjadi formal.

Seorang Formalitas adalah orang yang TIDAK INGIN MERUBAH cara ia melakukan sesuatu atau berpikir tentang sesuatu hanya karena alasan: ”Itu sudah dilakukan selalu dengan cara demikian!”

Orang Formalitas adalah orang yang hidup dengan pikiran dan kebiasaan nenek moyang di masa lampau. Ada baik mengingat masa lalu untuk menjadi pelajaran di masa sekarang, namun kebiasaan dan hikmat nenek moyang yang dijadikan suatu kepercayaan dan agama adalah masalah lain.

Bicara secara duniawi , bumi dimana kita hidup adalah terus berubah, banyak metode masa lalu tidak lagi bekerja pada jaman sekarang. Pengetahuan manusia semakin bertambah, terima kasih kepada Thomas A. Edison untuk bola lampunya, sekarang dengan semakin susahnya sumber energy, bola lampu mulai diganti dengan lampu gas/ tabung.

Faham Formalitas – tradisi dan juga ritual termasuk di dalamnya – menolak hak Elohim merubah cara pikir dan cara bertindak yang sudah ada, beberapa contoh diantaranya:

  • Orang-orang Farisi adalah penganut faham Formalitas, mereka dengan keras kepala melakukan kebiasaan-kebiasaan pemikiran yang salah tentang hukum dan perintah Elohim. Perintah dan hukum-Nya yang sederhana dan mulia menjadi sangat komplek dan hina oleh karena orang-orang Formalitas ini. Sehingga tampa mereka sadari mereka telah melanggar peritah pertama dari Hukum Taurat, Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku.” (Kel 20:3), mereka menjadikan tradisi dan ritual mereka menjadi elohim dengan kata lain buah pikiran dan theori mereka sendiri telah berubah menjadi elohim mereka. Injil Yohanes 8:40-47 tegas membuktikan itu.
  • Siddhartha Gautama (566-486 BC) seorang pangeran dari Lumbini, India (sekarang bagian dari Nepal Selatan) yang mendapat sesuatu penerangan (bodhi) – yang menjadikan dia sebagai seorang buddha – bagaimana mengatasi penderitaan hidup rakyatnya yang miskin pada jamannya. (1). Dan sekarang, 26 abad kemudian, patung Gautama (dikenal sebagai Buddha, dari mana agama Buddha berasal) dapat ditemukan di banyak negara dan disembah sebagai dewa, pengikutnya berdoa dan memberi persembahan kepada patungnya.
  • Ritual Hindu adalah suatu faham Formalitas yang jelas sekali. Berasal dari India dan dipercayai sudah ada jauh lebih lama dari agama Buddha. Siapa pendiri dan kapan dimulai tidaklah ada yang tahu.Tradisi Hindu tidak memiliki figur penemunya dan tidak dapat ditanggali tahun dan abad aslinya.Secara umum dipercayai bahwa awal-awalnya berasal di dalam budaya asli India kuno dan dari orang-orang Indo-Europa, yang muncul di India sekitar empat ribu tahun yang lalu (2). Tidaklah heran bila Anda pergi ke pulau Bali dan bertanya kepada orang Hindu, apa arti dari gambar dan ritual yang mereka lakukan, mereka tidak tahu, semakin mereka selidiki ritual mereka semakin pusing mereka, sebab ritual dan tradisi tidak mempunyai fondasi yang pasti, hanya berdasar pada, ”Itu sudah dilakukan selalu dengan cara demikian!”
  • Tradisi (sunna) Islam lahir melalui Muhammad ibn Abdallah (570-632 AD). Alquran dan ratusan Hadis (kumpulan kehidupan Muhammad), seorang berkata ada sedikinya 900 hadis adalah satu kesatuan ajaran Muhammad yang mana masih dalam perselisihan pendapat diantara pengikut Muhammad, satu sama lain masih saling menganggap sesat. Alquran yang diklem oleh Muhammad sebagai tulisan Allah sendiri, namun terbukti bersumber dari banyak kepercayaan seperti Zoroastrian, Judaism, Kekristenan, dan tentunya tradisi Arab sendiri dikenal sebagai pra-islam (sebelum Islam lahir) . Komposisi Alquran dari sisi tempat penulisannya dibagi menjadi dua; Mecca texts dan Medina texts, yang mana keduanya terdapat hal-hal yang berlawanan. Dari campuran tradisi dan kepercayaan serta dua jenis text pengajaran plus dengan ratusan hadis ini tidaklah mengherankan bila sesama pengikut Muslim sendiri terjadi pertentangan (misalnya antar golongan: Sunni v.s. Shiah dan antar pengikut: radikal v.s. nominal)
  • Roma Katolik yang berdiri pada abad ke tiga setelah Masehipun terdapat banyak hal-hal yang tradisi dan ritual yang tidak terdapat di dalam Alkitab. Kebiasaan pemerintah Roma adalah dari setiap negara yang dikalahkannya mereka membawa pulang setiap dewa dan dewi asing untuk ditambahkan sebagai pujaan mereka. Orang Katolik yang mengikuti ajaran Roma Katolik jika ia membaca Alkitab maka ia akan mendapatkan bahwa banyak ritual yang dilakukannya bukan saja tidak ada di Alkitab tetapi lebih lagi sangat berlawanan dengan Alkitab; contoh seperti rosareo, natal 25 Desember, gambar Yahshua (Yesus) yang berambut panjang, hari Sabat dirubah jadi hari Minggu dan lain-lain.

Jebakan-jebakan Iblis yang sering membuat manusia jatuh kedalam iman yang salah:

  • Benda-benda yang berharga dan disayangi menjadi benda yang disembah
  • Benda-benda yang dibuat untuk membantu penyembahan menjadi objek sembahan
  • Tafsiran imam-imam dan nabi berubah menjadi ayat-ayat kitab suci
  • Kayu salib tempat Ia menggantikan posisi kita menjadi kayu ajaib – pahlawan penyelamat
  • Kunjungan ketempat tertentu untuk mengenang menjadi kunjungan keagamaan
  • Kuburan guru agama berubah menjadi tempat pencarian jawaban doa dan berkat
  • Ayat-ayat firman Elohim berubah menjadi ayat-ayat keramat dan jampi
  • Perjamuan suci untuk mengingat pengorbanan dan perjanjian baru Yahshua kepada pengikut-Nya berubah menjadi roti dan anggur mistik oleh orang-orang tertentu
  • Perintah untuk tidak lupa berdoa berubah menjadi doa ritual yang diulang-ulang
  • Ajaran guru-guru Alkitab berubah menjadi dokma dan ”isme” dari denominasi gereja
  • Orang yang dipakai dan diberkati Elohim diperlakukan sebagai Elohim itu sendiri

Itu tepat seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus dalam Roma 1:23,

  • Mereka menggantikan kemuliaan Elohim yang tidak fana dengan
  • gambaran yang mirip dengan manusia yang fana,
  • burung-burung,
  • binatang-binatang yang berkaki empat atau
  • binatang-binatang yang menjalar.

Karena itu Elohim menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Elohim dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. (Rom 1:24-25)

Elohim sering kali berkata ”Demi Aku yang hidup” sumpah-Nya ini mengandung dua arti. 1. Ia yang paling tinggi, sebab itu Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri. 2. Ia menyatakan kepada pendengar-Nya bahwa Ia adalah Elohim yang hidup, bukan benda mati!!

Elohim yang hidup telah menetapkan aturan dan hukum, bagaimana beribadah, bagaimana berdoa dsb. tidak menutup kemungkinan tradisi dan ritual ibadah dihasilkan dari aturan dan hukum yang Ia telah tetapkan. Itu satu hal. Hal yang sedang kita bahas adalah menjadikan aturan dan hukum-Nya sebagai Elohim (menjadikan ciptaan menjadi Pencipta). Itu adalah sesuatu yang tidak bisa dibenarkan oleh Dia si Pembuat hukum. Elohim selalu mengajar kepada umat-Nya bahwa “taat kepada-Nya lebih baik dari pada melakukan pekerjaan-Nya:

Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Elohim! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat (Pengkotbah 4:17)

Raja Saul melakukan sendiri suatu persembahan korban kepada YAHWEH:

Kata Samuel kepada Saul: Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah YAHWEH,Elohim, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya YAHWEH mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. YAHWEH telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan YAHWEH telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan YAHWEH kepadamu.” (1Sam 13:13-14)

Raja Saul membawa pulang binatang jarahan hasil perangnya untuk dipersembahkan kepada YAHWEH:

Tetapi jawab Samuel: “Apakah YAHWEH itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara YAHWEH? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman YAHWEH, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.” (1Sam 15:22-23)

Anda lihat sendiri, bahwa tradisi dan ritual kita tidaklah berguna bagi Dia, yang Ia minta dari kita adalah ketaatan dan kepercayaan kita kepada-Nya.

Ini bisa terlihat sewaktu orang Israel berada di gurun pasir menuju Tanah Perjanjian. Dikatakan di Alkitab, “YAHWEH berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan…, dan pada waktu malam dalam tiang api (Kel 13:21) Bila tiang awan atau tiang api ini tidak bergerak, mereka memasang tenda untuk istirahat, namun jika tiang ini beranjak merekapun membongkar tenda dan beranjak mengikuti tiang tersebut tanpa menunda-nunda!

Mengapa harus demikian? Demikianlah harus dilakukan bila mereka ingin tetap hidup! Padang pasir siang hari bisa mencapai 50-70 derajat Celcius dan dimalam hari menjadi sangat dingin. Selain tiang (yang berubah-ubah ini, siang menjadi tiang awan- sebagai payung- dan malam menjadi tiang api – sebagai penghangat dan penerang) berfungsi sebagai pelindung mereka dari cuaca, tiang ini juga merupakan penuntun jalan. Mereka harus siap sedia mengikuti gerak tiang ini, mereka tidak bisa mengikuti tradisi dan ritual mereka sendiri!

Karena setiap orang, baik dari kaum Israel maupun dari orang-orang asing yang tinggal di tengah-tengah Israel, yang menyimpang dari pada-Ku dan menjunjung berhala-berhalanya dalam hatinya dan menempatkan di hadapannya batu sandungan, yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, lalu datang menemui nabi untuk meminta petunjuk dari pada-Ku baginya–Aku, YAHWEH sendiri akan menjawab dia. Aku sendiri akan menentang orang itu dan Aku akan membuat dia menjadi lambang dan kiasan dan melenyapkannya dari tengah-tengah umat-Ku. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH. (Eze 14:7-8)

Ayat-ayat dalam Yehezkiel ini menjelaskan bahwa setiap orang (orang Israel maupun orang asing) yang mengaku diri mereka sebagai umat YAHWEH (”ada di tengah-tengah Israel”), mereka tidak bisa datang kepada YAHWEH sementara tetap memiliki berhala-berhala buatan mereka sendiri (baik itu bentuk pahatan, lukisan maupun gambaran imajinasi dan isme-isme dipikirannya)! DIA akan melenyapkan orang yang demikian, sebab itu melanggar Hukum kesatu dan kedua dari 10 Perintah-Nya:

Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, YAHWEH, Elohimmu, adalah El yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. Jangan menyebut nama YAHWEH, Elohimmu, dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. (Kel 20:3-7).

Referensi:

  1. Gen. Editor: Michael D. Coogan; WORLD RELIGIONS, The Illustrated Guide
  2. Idem

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog