Paus Benedict XVI berdoa kepada Maria sebagai penuntun umat Katolik


Paus memimpin doa di hadapan umat Katolik di  Castel Gandolfo, tidak jauh dari timur laut kota Roma. Dalam doanya Paus memohon semua umat Katolik meminta kepada Maria menjadi bintang penuntun mereka untuk bertemu Putra ilahinya (her Divine Son), media Vatikan melaporkan (15 Agustus 2012). Dan saat yang sama mengakui bahwa ajaran (dokma) Maria tidak meninggal tetapi tubuhnya terangkat ke Sorga baru dibuat di tahun 1950 oleh Paus Pius XII.

Paus Benedict XVI berdoa kepada patung Maria bukanlah hal yang baru, ini satu contoh doanya di Roma tahun 2006, memanggil Maria dengan julukan ”Perawan,”  ”Tidak memiliki dosa,” ”Penuh kasih,” ”All Holy Mother” dan ”Ibu dari semuanya.” Dan Gereja Roma Katolik juga menyebut Maria sebagai  ”Mother of God” dan “Queen of Heaven.” Paus Yohanes II, pendahulu Benedict XVI lebih terang-terangan lagi di dalam beriman kepada Maria.

Sementara sebagian umat Katolik menolak mengakui bahwa mereka menyembah (memuliakan, berdoa dan berharap) kepada Maria, pada saat yang bersamaat para pemimpin Gereja Katolik bukan saja mengajar tetapi juga melakukan penyembahan kepada Maria dan patungnya secara terang-terangan. Diakui atau tidak itu tidak penting bagi orang lain, yang penting ialah teguran Alkitab, bahwa penyembah berhala tidak akan mewarisi Kerajaan Sorga sangatlah jelas.

Penganalisaan doktrin Alkitab:

  • Menurut Alkitab siapakah Penuntun kita kepada Yeshua Ha Mashiah, Roh Kudus atau Maria? Baca Yohanes 14, 16.
  • Tidakkah Alkitab berkata bahwa Maria memiliki juga anak-anak laki dan perempuan? Bagaimana ia masih tetap perawan?
  • Jika Maria tidak pernah berdosa, mengapa ia mempersembahkan korban penebusan dosa?
  • Apakah doktrin yang dibuat oleh Paus Pius XII “Maria tidak mati” telah membawa umat Katolik semakin menjadikan Maria sebagai deiti (dewi)?
  • Jika Maria adalah Elohim (Ratu Sorga, Ibu, bagian dari Trinitas) seperti yang gereja Katolik percayai, mengapa Maria sendiri menyebut dirinya hamba Elohim?
  • Jika titel-titel Maria ini hanyalah buatan gereja Roma Katolik, siapakah sebenarnya “Mother of God” atau “Queen of Heaven” ini?
  • Dapatkah tradisi manusia menyelamatkan orang dari hukuman YAHWEH?

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Benarkah Rasul Petrus pendiri Gereja Roma Katolik? Daftar analytic pertanyaan


Tetapi … Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi. Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu [pengajaran] dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. (Kis 17:10-11)

Begitulah seharunya sikap orang Kristen yang Injili dan pencinta kebenaran, mereka selalu menguji setiap doktrin dan pengajaran yang mereka terima dengan cara menyelidiki Kitab Suci, Alkitab, apakah doktrin dan pengajaran yang mereka dengar itu benar dan sesuai dengan firman YAHWEH atau tidak.

Doa saya ialah semoga artikel ini dapat membawa kita memiliki hati yang  rendah dan jujur seperti hati nabi Yohanes Pembaptis, dalam ketenarannya ia tetap menyadari posisinya, hanyalah hamba dari Adonai Yeshua Ha Mashiah, dan berani berkata di hadapan para pengikutnya, “Seharusnyalah Dia (Adonai Yeshua) bertambah-tambah dan aku semakin berkurang” (ILT). Lihat Yoh 3:22-36.

Pemimpin Gereja Roma Katolik (GRK) atau umum dikenal sebagai Gereja Katolik (GK) mengklaim bahwa gerejanya dibangun oleh Simon putra dari Yonah, yang dipanggil oleh Yeshua sebagai Kefas atau Petrus (St. Petrus), Sejarah GRK juga mencatat Uskup (Bishop) dan Paus pertama Gereja Roma Katolik adalah Petrus. Lihat List of the Popes di bawah. Paus di tahun 1968 bahkan menyatakan bahwa benar kuburan dan tulang Petrus telah ditemukan di Roma.

Daftar analisa di bawah ini dibuat untuk Anda memeriksa benar atau tidaknya klaim-klaim Gereja Roma Katolik di atas; Apakah klaim tersebut benar Alkitabiah dan didukung oleh sejarah universal dan arkiology atau hanyalah klaim  tradisi sebuah aliran gereja semata.

A. Benarkah rasul (St.) Petrus pendiri Gereja Roma Katolik? Jawablah pertanyaan beritukut:
1.    Apakah arti dari nama Petrus (Petros; Yunani) pada Matius 16:18?
2.    Kepada bangsa apakah Petrus telah diutus, Yahudi atau bukan-Yahudi?
3.    Di kota dan negara apa Petrus pernah melayani?
4.    Apakah ajaran rasul Petrus mengikuti ajaran Yeshua (Yesus) atau tradisi manusia? Dapatkah Anda melihat perbedaan di antara keduanya?
5.    Apakah Petrus membenarkan orang lain menyembah (berlutut, memuja, mencium kaki) dirinya?
6.    Kapankah rasul Petrus meninggal dunia?
7.    Kebangsaan apakah yang memenjarakan dan membunuh rasul Petrus?
8.    Saat Petrus masih hidup, apakah Kerajaan Romawi mendukung ajaran Yeshua atau menentangnya?
9.    Ketika pengikut Yeshua dan para rasul bentrok dengan pengikut Farisi dan Saduki, ke pihak manakah Kerajaan Romawi berdiri?
10.  Apakah yang Titus dan laskarnya telah lakukan setelah ia berhasil menguasai kota Yerusalem?
11.  Tahun berapakah Titus menghancurkan bait Elohim di Yerusalem?
12.  Kapankah kaisar Contantine Agung menjadikan Kristianiti menjadi agama resmi Kerajaan Romawi?
13.  Benarkah aniaya Roma terhadap orang Kristen (Yahudi dan Yunani) masih berlangsung sebelum  Kristianiti dijadikan agama reminya?
14.  Benarkah bahwa kaisar Contantine menjadi pemimpin rohani utama dari ’Gereja Kristen’ yang ia telah jadikan sebagai agama resmi yang berpusat di Roma tersebut?
15.  Benarkah atas persetujuan Constantine Sabat (Saptu; hari ketujuh) diganti menjadi hari Minggu (hari pertama), dan bagi orang yang mempraktekkan hari Sabat dikenakan hukuman berat oleh pemerintah Romawi?
16.  Benarkah juga bahwa Gereja Roma, yang dibangun oleh Constantine tersebut) mengganti penanggalan hari Paskah (Pesach; Pascha; Passover) dengan penanggalan dan nama berhala Ester?
17.  Apakah hari-hari raya Alkitab (seperti: Pondok Daun, Paskah) dirayakan oleh Gereja Roma Katolik?
18.  Apakah ritual dan hari-hari raya yang dibuat oleh Gereja Roma Katolik (Jumat Agung, Natal, Ester, Valentine dsb.) ada dasar Alkitabnya?
19.  Apakah patung-patung dan salib disembah pada jaman rasul Petrus?
20.  Ajaran para rasulkan doktrin GRK ini: bunda Maria tidak ada dosa turunan, tetap perawan, tidak bisa meninggal, sebagai ratu Sorga, dan satu dari Tritunggal (God Mother)?

Beberapa contoh referensi situs yang bagus untuk menjawab pertanyaan di atas:

Setelah Anda menyelidiki 20 pertanyaan di atas, pikirkanlah sendiri, ”apakah benar rasul Petrus pendiri Gereja (Roma) Katolik?” Sekarang kita melangkah ke bagian yang kedua, menganalisa ”dimanakah kuburan rasul Petrus?

B. Benarkah kuburan rasul (St.) Petrus ada di bawah gedung Basilika St. Petrus  
di kota Roma? Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
1.     Bukankah ajaran Yeshua dan orang Yahudi dibenci oleh Pemerintah Roma (Kis 18:1-2)? Jadi bagaimana mungkin mengubur tokoh Yahudi di negara Roma?

2.    Kaisar (Claudius) Nero (54-68 AD) terkenal anti-Yahudi, jadi bangaimana mungkin membuat kuburan bagi Petrus di wilayah penting kota pemerintahannya, bahkan membuat monumen kemenangan (Trophoea) bagi Petrus?

3.    Jika monumen kemenangan itu dibuat sebagai tanda ”Kaisar Nero telah mengalahkan tokoh Kristen Yahudi,” mengapa harus Petrus? Mengapa bukan Yakobus (saudara Yeshua) yang adalah kepala Jemaat di Yerusalem, atau Paulus yang adalah pendiri gereja-gereja Kristen di Yunani dan Romawi?

4.    Mengapa pada penggalian pertama (1941) pada kuburan yang dianggap Gereja Roma Katolik sebagai makam Petrus tidak ditemukan tulang-tulang Petrus, [Katolisita.org bilang:] ‘tetapi hanya di dapat tulang wanita tua, dua pria usia baya dan tulang-tulang hewan?’ Besar kemungkinan kuburan itu adalah kuburan Nero dan Ibunya (yang ia bunuh, Nero juga membunuh isterinya). Koran Telegraph menulis tulang-tulang ini ditemukan pada penggalian kedua.

5.    Mengapa baru pada penggalian kedua (1950); dipimpin oleh 5 arkilogiest Vatikan, Monsignor Ludwig Kaas sebagai pimpinan utamanya), dilokasi yang sama, dikabarkan bahwa adanya tembok berplester merah berbahasa Latin ”Petrus roga Christus Iesus pro sanctis hominibus Chrestianis ad corpus tuum sepultis. (“Peter, pray Christ Jesus for the holy Christian men buried near your body”)? Prof. Margherita Guarducci penemunya. Tidak masalah kita lanjutkan analisa kita.

Pada tahun yang sama, 1950, Antonio Ferrua (1900-2002) menemukan potongan plaster tembok merah bertulisan Yunani ”Petros eni” (Petrus ada di sini) di dalam kotak repository tulang yang berukuran safe-deposit, namun tidak didapati tulang-tulang. Melalui tulisan ini Paus Pius XII (1939-58) perlu mengumumkan secara resmi (di pesan Natal 1950) bahwa ”Ya. Kubur Sang pemimpin para Rasul telah ditemukan,” dikutip oleh Paus Paulus VI.

1953, seorang pekerja penyimpanan tulang gereja menemukan setumpukan tulang di Vatikan, yang kemudian diindentifikasikan oleh arkiologist Vatikan sebagai tulang-tulang Petrus. Sekali lagi tidak ada saksi ahli Arkiology di luar gereja Roma. Kembali kita bertanya,

6.    Mengapa penemuan tulang yang diklaim Gereja Katolik sebagai tulang Petrus ini baru terjadi setelah kematian Monsignor Kaas (pemimpin utama penggalian)?

7.    Jika tulang-tulang ini dipindahkan dari repository tulang atas perintah Mosignor Kaas, seperti cerita gereja Katolik tersebut; bukankah repository tersebut sewaktu ditemukan oleh Antonio Ferrua tidak ada tulangnya? Atau,  Mr. Kaas menemukan repository lainnya? Bagaimana pun bukankah lima orang ini team inti, mengapa penemuan dan pemindahan ’tulang Petrus’ tidak diketahui oleh 4 orang lainnya? Ini sungguh mystery. Kita lanjut kepada analisa berikutnya.

Juni 26 1968, Paus Paulus VI (1963-78) memberi pengumuman resmi bahwa tulang-tulang Petrus telah ditemukan. Satu hari kemudian, dengan upacara khusus tulang-tulang tersebut segera disimpan ke repository.

8.    Mengapa pada pengumuman Paulus VI bersejarah tersebut, ia perlu mengutip pernyataan Paus Pius XII di atas: Pertanyaan kedua yang bergantung pada yang pertama adalah tentang relikwi Rasul Petrus: apakah relikwi/ tulang- tulangnya ditemukan?” Paus Pius XII tidak dapat memberikan jawaban yang pasti dalam hal ini.” (dikutip dari Katolista.org). (Garis bawah ditambahkan)

9.    Jika Antonio Ferrua sendiri, sebagai seketaris resmi komisi untuk arkiology barang-barang suci Gereja Roma Katolik tidak yakin bahwa tulang tersebut adalah tulang Petrus, mengapa Paus yang tidak mengerti arkiology begitu sangat yakin? Ketidak yakinan Antonio Ferrua diceritakannya pada surat kabar Katolik L’Avvenire berbahasa Italia.

10.  Mengapa Ferrua membaca Petros eni (Petrus ada di sini) sementara yang lain membaca tulisan yang sama sebagai Petros endei (Petrus tidak di sini)? Pertayaan yang lebih penting mungkin ini:

11.  Mengapa Paus Paulus VI baru mengumumkan penemuan tersebut di tahun 1968, bukankah relik tersebut ditemukan di Vatikan tahun 1953, 15 tahun sebelumnya?

12.  Mengapa relik yang diklaim sebagai ”relik Petrus” tersebut cepat-cepat disembunyikan, atau mengapa tidak mengundang ahli arkiologist international untuk membuktikannya, atau sedikitnya melihatnya, seperti yang umum dilakukan dalam dunia arkilogy?

13.  Mengapa Paus Yohanes XXII (1958-63) pemegang kekuasaan Vatikan sebelum Paus Paulus VI berdiam diri tentang tulang Petrus?

Pertanyaan-pertanyaan pada bagian B ini telah dijawab dengan baik oleh Mr. F. Paul Peterson dalam bukunya: Recenly Discovered In Jerusalem (ringkasan bahasa Indonesianya,  “Kuburan Rasul Petrus telah ditemukan!” Penyelidikan lapanganya bersumber dari buku berbahasa Italia yang ditulis oleh dua imam Roma Katolik ordo Franciscan “Gli Scavi del Dominus Flevit”  terbitan 1958, Yerusalem.

Pada buku ini kita akan menemukan:

  • Kapan kotak penyimpanan tulang  (ossuary/ repository) Petrus berbahasa Aram ditemukan di Yerusalem.
  • Apa respond Paus Pius XXII setelah ia diberitahukan secara pribadi oleh Mr. Bagatti bahwa tulang
  • Penyebab re-klaim kepanikan Paus Paulus VI di atas?

Publikasi buku Mr. Peterson ke dunia internasional (bahasa Inggris); cetakan pertama tahun 1960, jika ini adalah benar sumber kepanikan Paus Pius XXII mengenai klaim kuburan dan tulang rasul Petrus, maka ini berarti pukulan kedua atas Gereja Roma Katolik setelah Alkitab Latin diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh John Wycliffe di tahun 1380. Baca kisah perterjemahan John Wycliffe ini di Sejarah Singkat Alkitab dan isinya.

Sebab pendurhakaan  atau rebellion (pemberontakan) adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan (keras tengkuk) adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman YAHWEH, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.” (1 Samuel 15:23,)

Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel   [ganti dengan Katolik] demikianlah firman Adonai YAHWEH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu (pemberontakkanmu), supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. (Yehezkiel 18:30)

Referensi: 

Bacaan berkait:

 Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kesaksian pertobatan Dr. Michael Brown: Tradisi atau Kebenaran?


Artikel ini diterjemahkan dari buku They Though For Themselves. Tradition or Truth? adalah satu dari 10 artikel kesaksian bagaimana orang-orang Yahudi dari latar belakang agama Yahudi Orthodok (Rabbinic Judaism) berbalik menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah.

Catatan dari Anggur baru (penterjemah): Ini adalah suatu artikel yang sangat menantang bagi setiap orang yang benar-benar haus akan kebenaran yang sejati, yang sedang mencari keselamatan yang hakiki. Artikel ini sungguh menelanjangi dan sekaligus meng-KO (knock out) tipu daya Iblis atas manusia melalui tradisi nenek moyang. Lihatlah Tradisi pada artikel ini dalam ruang lingkup yang luas – seluruh dunia keagamaan (Yudaisme, Kristianiti, Roma Katolik, Islam, New Age dan seterusnya) dan worldview dunia sekuler (atheisme, komunisme, liberalisme, materialisme, Teori Evolusi dst.).
Dr. Michael L. Brown adalah professor untuk bahasa-bahasa kuno. Ia telah memperlajari 15 rumpun bahasa kuno, tiga diantaranya ialah Ibrani, Yunani dan Latin, untuk membuktikan bahwa Alkitab adalah Firman YAHWEH yang tidak berubah dan Kebenaran sorgawi tidak di dapat dari tradisi-tradisi manusia.
Beliau telah menulis banyak buku, seperti: The Real Kosher Jesus, A Queer Thing Happened To America, Answering Jewish Objections To Jesus, Our Hands Are Stained With Blood, A Time For Holy Fire, Israel’s Divene Healer dan sebagainya. Ia jupa pendiri dari pelayanan Kristen radio Line of Fire  .
Setiap teori, setiap keimanan dan setiap apapun yang kita yakini sebagai suatu kebenaran  haruslah diuji, jika hasilnya tidaklah sama seperti yang telah kita yakini – tidak lulus uji, maka keyakinan tersebut hanyalah sebuah kebenaran yang semu, dengan kata lain, itu hanyalah tradisi manusia semata.
Gaya penulisan – Huruf miring tanda tanda kurung berasal dari artikel aslinya. Huruf coklat dan huruf dalam kurung siku dan penebalan kata ditambahkan (kecuali dikatakan), adalah penambahan dari penterjemah, termasuk garis bawah.
Selamat membaca, kiranya dapat menjadi berkat bagi Anda. Salam saya, Anggur Baru.

Kamu bahkan tidak tahu bahasa Ibrani! Bagaimana kamu dapat menceritakan pada saya apa yang Alkitab katakan?”
”Itu benar, Rabbi. Saya tidak tahu bahasa Ibrani – tetapi saya akan belajar. Pada saat ini, saya dapat memakai kamus pada bagian belakang Konkordansi Strong.” [Strong adalah salah satu dari beberapa Konkordansi Alkitab yang terkenal].
Saat ini. Jika kamu tidak tahu bahasa Ibrani, itu tidak berarti sesuatu.”

Saya tidak akan melupakan kata-kata tersebut yang telah diucapkan kepadaku di tahun 1972. Saya adalah seorang seorang percaya yang baru di dalan Yeshua, hanya berumur 17 tahun. Kehidupanku sudah berubah secara dramatis – benar dramatis. Hanya satu bulan sebelumnya, saya menyuntik heroin, menggunakan dosis besar LSD dan speed,  dan hidup di dalam kehampaan total dan kegelisahan. Nama panggilan saya, “Drug Bear,” sangat diterima, dan saya berdosa, sombong, dan benar-benar rusak. Semua ini telah terjadi meskipun dari jenis, Long Island, system pertumbuhan Yahudi Konservatif dari pernikahan orang tua yang sangat bahagia. Bukti, ayahku saat itu adalah seorang ahli hukum yang sangat dihormati bekerja sebagai the Senior Law Assistant untuk hakim-hakim the New York State Supreme Court. [Penekanan ditambahkan]

Kecanduan obat-obatan saya bukanlah karena masalah batin atau pencarian pencarian yang bersifat rohani. Saya telah memakai obat-obatan sebab mereka membuat saya merasa enak! Kamu lihat, saya cukup bertalenta, rock drummer remaja, dan seluruh Woodstock [sebuah festival music di USA], terkendali, get high, mentalitas lakukan-urusan-mu-sendiri berlaku pada saya. Saya ingin menjadi seperti para rocker ternama! Segera, kehidupan menjadi satu pesta besar.

Kejutan hidup saya.
Tetapi Elohim memiliki rencara-rencana yang lain. Dua teman terbaik saya (pemain bass dan pemain gitar dalam group band kami) dibesarkan dalam keluarga “Kristen” hanya nama saja [Kristen KTP].  Mereka tidak lebih dekat kepada Yeshua dibanding saya. Namun merek bersahabat dengan dua gadis yang bapa mereka adalah berdedikasi,  Kristen ”lahir-baru,” dan paman mereka menggembalai sebuah jemaat kecil di Queens, New York. Gadis-gadis ini pergi kegereja untuk menyenangkan ayah mereka, teman-teman saya pergi ke gereja membagi waktu dengan gadis-gadis tesebut, dan lalu saya pergi ke gereja untuk menarik mereka keluar. Saya tidak suka perubahan yang saya mulai lihat di dalam mereka!

Apa yang terjadi? Saya mendapat kejutan kehidupan saya. Di dalam gereja kecil itu, saya bertemu dengan Elohim (Allah) yang saya tidak cari, dan saya menemukan kebenaran tentang Yeshua, Juruselamat dan Mashiah yang saya tidak percaya sebelumnya. Saya ditranformasi! Kasih Elohim menghancurkan pertahanan saya, dan menjawab para pendoa tersembunyi  yang setia yang tidak banyak, saya berpaling dari kehidupan kotor yang saya pernah arahkan.

Ayahku sungguh kagum melihat perubahan tersebut. Dia hanya ada satu masalah: ”Kita adalah orang-orang Yahudi! Sekarang kamu bebas dari obat-obatan, kamu perlu bertemu rabbi dan kembali ketradisi-tradisi kita.” Dan jadi, saya mulai berbicara dengan pemuda berpendidikan rabbi yang baru saja menjadi pemimpin rohani dari synagoge di mana saya menjadi  bar mitzvahed.*

Saya harus belajar bahasa Ibrani
Saya telah tahu melampaui segala keraguan bahwa pengalaman saya adalah nyata, tetapi bagaimana saya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dia (rabbi)? Apa yang dapat saya katakan ketika ia bercerita pada saya bawa terjemahan Inggris yang saya pakai adalah salah, dan bahwa, terus menerus, para penulis Perjanjian Baru salah mengartikan tulisan-tulisan Perjanjian Lama. Dia dapat membaca text aslinya. Saya tidak dapat!

Dia juga membawa saya bertemu dengan para rabbi Ultra-Orthodok Lubavitcher di Brooklyn yang khusus berurusan dengan remaja-remaja Yahudi “tersesat ” seperti saya. Pada sisi saya, saya berbahagia memiliki kesempatan membagikan imanku dengan orang-orang yang jujur tersebut. Setelah semua itu, saya membaca Alkitab siang dan malam, menghafal ratusan ayat-ayat, berdoa berjam-jam, bahkan meyakinkan seorang Saksi Yehovah Yahudi yang agamanya tidak alkitabiah. Tetapi rabbi-rabbi ini di Brooklnyn memiliki jawaban-jawaban yang saya belum pernah dengar sebelumnya. Dan semua dari mereka sudah dapat membaca dan mengerti sejak masa kanak-kanak mereka. Saya ingat bagaimana mengeja huruf-huruf! Tambahan, mereka nampak begitu Yahudi, dengan janggut-janggut hitam panjang. Iman mereka nampak ada begitu kuno dan asli. Bagaimana dengan saya?

Jadi karena itu saya mulai belajar Ibrani di kampus. Jika iman saya di dasari  pada kebenaran, itu dapat berdiri jujur pada ujian akademi. Jika Yeshua adalah sungguh Mashiah Yahudi, tidak ada yang saya takuti. Pertanyaan-pertanyaan yang serius layak (mendapat) jawaban-jawaban serius, dan saya berkuputusan mengikuti kebenaran kemanapun itu memimpin, tidak terlepas dari konsekuensi-konsekuensinya.

Sedikit demi sedikit, saya menjadi yakin bahwa saya harus mengejar sarjana Alkitab dan pelajaran-pelajaran yang bersifat Yahudi. Satu tahun di kampus saya hanya mengambil kursus-khursus bahasa, enam tepatnya: Bahasa Ibrani, Arab, Yunani, Latin, Jerman dan Yiddish [bahasa orang Yahudi yang tinggal di Eropa di abad 13 -17 AD]. Bicara tentang pengosongan otak! Saya ingin membaca text-text relevant tersebut untuk diri saya sendiri, di dalam bahasa-bahasa aslinya, tanpa pertolongan seorangpun.

Tetapi college tidak cukup. Untuk mencapai target-target saya, sekolah strata diperlukan. Disana saya dapat belajar bahasa-bahasa kuno lainnya yang berkaitan ke Kitab Suci Ibrani, seperti Akkadian (itu adalah, orang Babylon dan Assyria), Ugartik (dari kota besar utara Kanaan), Aram, Syriac, Phonisia, Punic, Moab – daftar berlanjut. Saat saya menulis dissertasi doktoral ku, saya telah belajar sekitar 15 bahasa, beberapa sangat dalam, lainnya hanya umum. Saya menerima Ph.D saya dari New York University in Near Eastern Languages (Bahasa-bahasa Timur Dekat).

[Apakah sesungguhnya “Tradisi”?; Proses Tradisi menjadi Agama; Bahayanya Agama yang berfondasikan Tradisi]
Fondasi-fondasi yang salah.
Hampir semua kursus-kursus ku diajar oleh para professor Yahudi, sementara itu, saya memiliki kesempatan melakukan beberapa pelajaran  private dengan beberapa rabbi. Apa yang terjadi dengan iman saya? Itu tepatnya menjadi semakin lebih kuat. Sebagaimana saya belajar lebih, saya menjadi semakin yakin bahwa Yeshua adalah Mashiah yang dinantikan, seorang yang hidup, menebus dosa melalui kematian, bangkit kembali, dan kembali, [semua ini ] adalah bayang-bayang di dalam kitab-kitab Ibrani (Perjanjian Lama). Saya memiliki jawaban-jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan serius!

Saya juga telah menemukan sesuatu yang tidak saya harapkan: Itu bukanlah iman Perjanjian Baru yang dibangun pada fondasi-fondasi yang salah; fondasi-fondasi faham Yahudi rabbinik (rabbinic Judaism) adalah yang salah! Itu adalah faham Yahudi rabbinik, bukan iman Perjanjian Baru, yang keluar dari Alkitab Ibrani.

Faham Yahudi Rabbinik bahkan tidak mengklaim untuk ada sebagai interpretasi literal kitab-kitab suci. Sebaliknya, para rabbi berkata bahwa iman mereka adalah (is; present tense) kelanjutan dari sebuah rantai tradisi ke masa (nabi) Musa dan nabi-nabi. Ini adalah suatu titik yang penting. Seperti yang kita akan lihat kemudian, rantai yang tidak pernah putus tidaklah pernah ada.

Saya sering mendengar rabbi-rabbi dan para anti-missionari berkata  – sepertinya dalam nada meremehkan – bahwa tampa Kristus tidak akan ada Kristianiti (atau, tanpa  Meshiah tidaklah akan ada Messianic  Judaism), dimana Judaism dapat ada tanpa seorang Mashiah, figur seperti demikian adalah di dalam pemikiran Yahudi. Judaisme, itu diklaim, adalah agama dari Torah [dari mana kata Taurat dalam bahasa Indonesia berasal].

Tentu, saya setuju bahwa tidaklah akan ada Kristianiti tanpa seorang Kristus, hanya sebagaimana saya setuju tidaklah akan ada keselamatan tanpa seorang Juruselamat dan tidak ada pembebasan tanpa seorang Pembebas. Ini menunjukkan tidak ada masalah sama sekali. Iman kita didasarkan pada pribadi itu dan pekerjaan Ha Mashiah.

Tetapi pertanyaan yang sesungguhnya ialah: Pada fondasi apa tradisi Yudaisme di dasarkan? Judaisme sebagaimana kita tahu itu hari ini adalah bukan agama Torah sebanyak itu adalah agama tradisi kerabbian. Tanpa tradisi, tidaklah akan ada budaya Judaism, tanpa rabbi, tidaklah akan ada Judaism kerabbian. Ini adalah sangat penting! Karena banyak dari masyarakat kita , tradisi  manusia adalah lebih penting dari pada kebenaran Alkitab.

Lebih dari 20 tahun yang lalu, seorang rabbi Orthodok bercerita kepada saya bahwa saya membaca Kitab-kitab Suci melalui kacamata yang diwarnai-bunga rose (rose-colored glasses; ”fantasi”). Dalam kata lain, saya pastilah selalu salah mengerti Firman (YAHWEH) terlepas dari bagaimanapun jujurnya saya mencoba untuk ada. Saya dahulu tidak melihat dengan jelas. Pandangan saya dahulu terganggu.

Itu (masa lalu tersebut) sungguh sebuah tuduhan, dan saya tidak mengambil hal itu secara ringan. Saya lalu mempelajari Firman dari segala sudut , bertanya kepada diri saya sendiri entah interpretasi-interpretasi lainnya adalah benar, menantang jawaban-jawaban standard Kristen dengan apa yang saya telah terbiasa. Sekarang, hampir seperempat abad kemudian (yaitu 25 tahun kemudian), saya dapat dengan jujur berkata bahwa itu adalah agama orang-orang Yahudi – diluar kejujuran dan ibadah mereka – yang membaca Alkitab dengan kacamata berwarna. Mereka akan ada sebagai orang pertama yang akan berkata kepada kalian bahwa Alkitab berkata hanya apa para orang bijak ceritakan kepada mereka itu bilang.

[Klaim dari Yudaisme Rabbinik:] Siapakah mereka yang berbeda dengan guru-guru besar Yahudi pada masa yang lalu? Siapkah mereka yang tidak setuju dengan para komentator abad pertengahan yang terkenal? Bagaimana dapat mereka kemungkinan memutuskan tradisi-tradisi yang mereka pelajari dari bapa-bapa mereka? Setelah semuanya, apa yang dapat saya ketahui? Bapa saya telah belajar dari bapanya yang telah belajar dari bapanya, yang telah belajar dari bapanya, dan seterusnya, semua jalan kembali kepada Musa. Apakah kamu berkata kepada saya mereka telah membuat-buat? Apakah kamu berkata kepada saya mereka telah ditipu? Bagaimana kamu berani menpertanyakan tradisi-tradisi kami yang suci!”
Sehingga dongeng dari rantai tradisi yang tidak terputus menuju balik ke Musa telah menghindari banyak orang Yahudi dari membaca Alkitab dari diri mereka sendiri. Ini adalah masalah hati.

Permainan telephone.
Faham Yahudi rabbinik (Rabbinic Judaism) percaya Elohim telah memberikan Musa sebuah Hukum Tertulis (ditemukan dalam Torah,  lima kitab Musa). Tetapi, kita diceritakan, kebanyakan dari perintah di Torah itu adalah ditaruh dalam kata yang singkat, pernyataan-pernyataan yang umum, sesuatu seperti kepala paragraf di dalam sebuah buku. Mereka perlu interpretasi. Mereka perlu ada dikembangkan dan diterangkan. Jadi, menurut keyakinan tradisi, Elohim juga telah memberi Musa sebuah Hukum Tidak tertulis yang telah meninterpretasikan Hukum Tertulis. Musa kemudian meneruskan ini kepada Yoshua, yang  meneruskan itu kepada 70 tua-tua yang memimpin dalam generasinya, yang meneruskan itu kepada nabi-nabi dari generasi-generasi berikutnya.

Dan begitulah telah terjadi, tetapi tanpa sedikit tambahan. Ini disebabakan para rabbi mengajar bahwa Hukum Tidak Tertulis (Oral Law) telah terus bertumbuh,  karena dalam setiap generasi,  tradisi-tradisi baru telah berkembang dan situasi-situasi baru masuk yang meminta penerapan-penerapan baru dari Hukum tersebut. [Inilah bentuk tradisi yang sesungguhnya, ia selalu beradaptasi dengan kondisi yang baru, berbeda dengan Kebenaran YAHWEH yang selalu tetap/ unchangeable]

Di dalam dua abad setelah masa Yeshua, Hukum Lisan (Hukum Tidak Tertulis) begitu banyak dan rumit sehingga harus ditulis agar tidak dilupakan (begitulah, dasar-dasar Hukum Tidak Tertulis sekarang ditulis). Ini menjadi Mishnah, yang berkembang menjadi apa yang sekarang dikenal sebagai Talmud selama berabad-abad mendatang. Setelah itu, menurut kepercayaan para rabbi, mereka yang mempelajari Talmud terus mengembangkan dan mewariskan Hukum Lisan untuk setiap generasi berikutnya. Setiap orang Yahudi agamawi percaya dengan segenap hatinya bahwa tidak mungkin untuk memahami Kitab Suci atau mengikuti Hukum Elohim tanpa tradisi-tradisi lisan.

Dan apa yang terjadi ketika seorang Yahudi yang taat dihampiri oleh orang Yahudi beriman di dalam Yeshua? Orang percaya ini dianggap sebagai pendatang baru yang bodoh, dan penafsirannya benar-benar dicemooh: “Kami memiliki tradisi tak terputus sampai kepada Musa! Beraninya kamu berbeda dengan kami! Beraninya Anda mencoba untuk mengajar kami.! “Ya, tradisi membawa cukup banyak beban!. Dan itu dapat mencegah orang berpikir untuk diri mereka sendiri. (Saya temuka itu lucu, untuk sedikitnya, ketika orang Yahudi Ortodoks mengatakan bahwa saya telah dicuci otak!)

Sekarang Anda dapat lebih memahami mengapa orang Yahudi begitu banyak dengan siapa orang percaya mencoba untuk dialog langsung akan berkata: “Saya harus bertanya rabbi saya. Dia akan menceritakan apa sebenarnya arti dari ayat tersebut. Dia akan mencarinya di buku-bukunya.”

Anda lihat, orang Yahudi rabbinik percaya bahwa semakin Anda pergi mundur ke masa lalu, semakin dekat Anda sampai ke wahyu yang asli pada Gunung Sinia (seperti jenis permainan telephon 35-100 tahun masa). Dan tradisi Talmud mengajarkan bahwa, sejak jaman Musa, kita telah ada pada penurunan rohani yang stabil. Ini adalah segala yang lebih beralasan bahwa kita harus bergantung  pada pandangan dari generasi-generasi yang lebih awal! Mereka yang telah lebih dekat kepada mereka yang telah menerima wahyu yang asli tersebut, maka mereka telah pada pesawat rohani yang lebih tinggi. Mereka dapat berkata kepada kita apa Kitab Suci maksudkan. Bicara tentang membaca Alkitab melalui kacamata berwarna!

Adakah tradisi-tradisi tersebut benar?
“Tetapi,” seorang mungkin bertanya, “bagaimana dapat kamu begitu yakin bahwa tradisi-tradisi ini tidak benar? Mengapa kamu berkata mereka tidak menyediakan interpretasi-interpretasi yang benar?”
Jawabanya adalah sederhana:
1. Mereka mengambil untuk diri mereka sendiri autoritas yang Kitab Suci tidak pernah berikan kepada mereka. [Baca: Pengganti Kristus / Vicar of Christ]
2. Mereka menaruh suara alasan duniawi pada pesawat yang lebih tinggi daripada perkataan nubuatan dari sorga.
3. Mereka mengkontradiksi arti yang gamblang dari Kitab Suci.
4. Pada waktu-waktu mereka bahkan mengkontradiksi suara Elohim.
5. Tidak ada bukti alkitabiah bagi rantai tradisi yang tidak putus dan banyak bukti menentang itu.

Sebelum saya berikan beberapa contoh, saya ingin Anda mengerti bahwa ini bukanlah masalah menemukan kontradiksi-kontradiksi minor dan kesusahan-kesusahan interpretasi. Tidak. Masalah-masalah disini berurusan dengan kedalaman hati dan jiwa dari faham tradisi Yahudi, sebuah agama yang berdiri dan jatuh pada tradisi-tradisinya.

Pertanyaan yang sungguh jujur untuk orang Yahudi harus tanyakan adalah: Bagaimana jika Alkitab berkata suatu hal dan tradisi-tradisi saya berkata lainnya? Akankah saya mengikuti Elohim atau akankah saya mengikuti manusia?

Itu bukanlah pertanyaan entah para pemimpin Yahudi orang-orang jahat dan para penipu. Kebanyakan dari mereka adalah (were; past tense) sungguh-sungguh kepada iman mereka. Mereka telah mencari pimpinan hidup baik dan menyenangkan Adonai (the Lord). Tetapi adakah (were) mereka benar? Apakah (did, past tense) tradisi-tradisi mereka sungguh asli datang hadir dari Elohim atau dari manusia? Mari lihat hati-hati. Tidak ada contoh-contoh berikut diambil keluar dari kontek bagaimanapun. Mereka jelas dan langsung kesasaran.

Pertama, mari lihat apa tradisi Yudaisme katakan tentang dirinya sendiri.
Menurut sarjana Ortodoks kontemporer H. Chaim Schimmel, orang-orang Yahudi tidak mengikuti kata literal dari Alkitab, juga mereka tidak pernah melakukannya. Mereka telah dibentuk dan diperintah  oleh interpretasi verbal dari kata-kata tertulis …. “[1]
Seperti yang diungkapkan oleh Rabbi ID Chajes, pemimpin terkemuka abad kesembilan belas, Talmud menunjukkan bahwa kata “yang ditransmisikan secara lisan” oleh Elohim adalah “lebih berharga” daripada yang dikirimkan secara tertulis. Chajes bahkan lebih jauh untuk mengatakan bahwa: “Kesetiaan pada pemimpin mengatakan tradisi rabinik adalah mengikat semua orang Israel …. Dan barangsiapa tidak memberikan kepatuhan terhadap Hukum tidak tertulis [Hukum Lisan] dan tradisi rabinik tidak memiliki hak untuk berbagi warisan Israel …. “[2]

Bagaimana klaim seperti itu dibuat? Para rabi menegaskan bahwa itu adalah Alkitab itu sendiri yang memberi mereka wewenang eksklusif untuk menafsirkan Torah dan mengembangkan hukum-hukum baru. Mereka mencari dukungan untuk ini dalam Ulangan 17:8-12, mungkin teks paling penting dalam Alkitab bagi Yudaisme rabinik. Ayat itu berkata begini:
“Apabila sesuatu perkara terlalu sukar bagimu untuk diputuskan, misalnya bunuh-membunuh, tuntut-menuntut, atau luka-melukai–perkara pendakwaan di dalam tempatmu–maka haruslah engkau pergi menghadap ke tempat yang akan dipilih YAHWEH, Elohimmu; haruslah engkau pergi kepada imam-imam orang Lewi dan kepada hakim yang ada pada waktu itu, dan meminta putusan. Mereka akan memberitahukan kepadamu keputusan hakim. Dan engkau harus berbuat menurut keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu dari tempat yang akan dipilih YAHWEH; engkau harus melakukan dengan setia segala yang ditunjukkan mereka kepadamu. Menurut petunjuk yang diberikan mereka kepadamu (According to the sentence of the law which they shall teach thee; KJV) dan menurut keputusan yang dikatakan mereka kepadamu haruslah engkau berbuat; janganlah engkau menyimpang ke kanan atau ke kiri dari keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu. Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan YAHWEH, Elohimmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel. (Ulangan 17:8-12). [the law, sesuai dengan artikel aslinya, artikel asli tidak di ambil dari KJV].

Apa yang Musa jelas katakan adalah bahwa dalam setiap generasi para imam Lewi dan “hakim” saat ini di Yerusalem akan berfungsi sebagai semacam Mahkamah Agung, pengadilan banding terakhir, orang-orang seperti yang ada saat ini di banyak negara di seluruh dunia, termasuk Israel dan Amerika Serikat. Pengadilan ini akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan perselisihan mengenai berbagai masalah hukum seperti pembunuhan, hukum sipil, dan serangan. Itu saja!
Ayat tersebut tidak memberikan wewenang apapun kepada generasi berikutnya dari rabi-rabi di seluruh dunia (dimana itu bahkan menyebut rabbi?), juga tidak memberikan kewenangan kepada siapapun untuk mengatakan kepada semua orang Yahudi kapan berdoa, apa yang harus di doakan, bagaimana menyembelih ternak mereka, apa untuk percaya tentang Mahsiah, kapan mengunjungi orang sakit, dapat atau tidak seseorang menulis pada hari Sabat, dan seterusnya dan seterusnya dan seterusnya. Singkatnya tidak ada! Namun, dari ayat singkat ini para orang bijak tersebut telah diturunkan begitu banyak kekuasaan.

Adapun ayat 11, yang mengatakan, “Menurut kalimat hukum (the sentence of the law) yang mereka akan ajar kepadamu dan menurut keputusan yang mereka berikan kepada engkau. janganlah engkau menyimpang ke kanan atau ke kiri,” ini tepatnya ditafsirkan oleh Nachmanides komentator abad ketigabelas berarti: ”Bahkan jika itu nampak kepada Anda sebagai jika mereka [para rabbi; pada konteknya] merubah (are + vb+ing, present continous tense) ’kanan’ menjadi ’kiri’ … itu adalah kewajiban Anda untuk berpikir apa yang mereka bilang adalah ‘benar’ adalah ‘benar.’” Mengapa? Karena Roh Elohim ada pada mereka, dan Adonai akan menjaga mereka dari kesalahan dan dari kesandung.[3]  Ini sungguh sebuah klaim! Jika para orang bijak tersebut berkata kepada Anda bahwa kiri adalah kanan, Anda harus mengikuti para pemimpin agama tersebut.

Mari ambil ini selangkah kedepan. Bagaimana jika 1000 nabi berkaliber Elia dan Elisa berkata kepada Anda bahwa Torah berarti satu hal, tetapi 1001 orang bijak berkata itu berarti sesuatu yang lain?
Siapakah yang Anda ikuti? Maimonides, cendekiawan Yahudi paling berpengaruh abad pertengahan, adalah tegas: “Putusan akhir adalah sesuai dengan 1.001 orang bijak.”[4] Ya, Talmud bahkan mengajarkan jika Elia sendiri berbeda dengan tradisi rabinik atau kebiasaan yang berlaku dari masyarakat – bukan Hukum Alkitabiah tetapi hanya tradisiatau kebiasaan yang mengenai Hukum itu-maka dia tidak harus diikuti.[5]
“Tapi,” Anda mungkin berkata, “mungkin ada sesuatu untuk itu. Bukankah seharusnya kita mengikuti arti yang sederhana dan jelas dari Alkitab bahkan jika beberapa nabi mengklaim bahwa Elohim mengatakan kepadanya lain hal? “Tentu saja kita harus. Tapi bukan itu yang Maimonides telah katakan. Dia benar-benar berpendapat bahwa jika seseorang seperti Elia menyukai arti yang sederhana dan jelas dari Kitab Suci sebagai ganti dari tradisi rabinik, tradisi tersebut  itulah yang harus diikuti.

Jadi, seorang yang terbukti nabi sekalipun,  didukung oleh kuasa Elohim dan mengikuti makna literal dari Alkitab, memiliki bobot berat yang kurang dari tradisi rabinik. Dan para orang bijak tersebut, oleh mayoritas bahkan satu, lebih berbobot daripada orang-orang seperti Elia dan Elisa dalam hal menafsirkan Hukum. Apakah hal-hal menjadi lebih jelas sekarang?

Lebih Berat – Rabi atau Elohim?
Tapi itu tidak berhenti di situ: Sebuah keputusan hukum yang dibuat oleh mayoritas orang bijak membawa bobot lebih daripada suara  Elohim! Menurut salah satu cerita paling terkenal dalam Talmud (Baba Mesia 59b), ada perselisihan antara Rabi Eliezer Agung dan para orang bijak tentang apakah jenis oven tertentu dibersihkan secara ritual atau tidak. Dia menjawab setiap argumen mereka, tetapi mereka menolak untuk menerima keputusannya. Rabi Eliezer kemudian meminta serangkaian mujizat untuk memverifikasi keputusannya: “Jika Hukum sesuai dengan saya, maka biarkan pohon carob tercabut; biarlah aliran air berhenti mengalir; biar dinding rumah belajar runtuh.” Hebatnya, Talmud mengajarkan bahwa setiap mujizat terjadi, namun tetap para rabbi lainnya menolak untuk menerima.
Akhirnya, Rabbi Eliezer meminta Elohim sendiri untuk memverifikasi posisinya. Segera, terdengarlah suara dari sorga berkata: “Mengapa engkau menyulitkan Rabi Eliezer? Putusan hukum selalu sesuai dengan dia.” Kepada apa Rabbi Yosua mengklaim, “Itu bukan di sorga!” Dengan kata lain, karena Torah diberikan di Gunung Sinai (dan karenanya itu tidak lagi “di sorga “), keputusan-keputusan hukum harus dibuat semata-mata atas dasar penalaran manusia dan deduksi logis. Periode. Seperti yang diungkapkan oleh Rabi Aryeh Leib pemimpin yang sah: “Biarkan kebenaran muncul dari bumi. Kebenaran ada sebagai para orang bijak putuskan dengan pikiran manusia.”[6]

Jadi jika Elohim berbicara-seperti yang Ia telah lakukan di sini- para orang bijak dapat (dan harus!) menolak Dia kalau mereka tidak setuju dengan interpretasi-Nya. Apa dasar untuk sebuah posisi yang luar biasa itu? Talmud mengutip tiga kata terakhir dari Keluaran 23:2 dan menafsirkan mereka berarti [demikian], “Ikuti mayoritas.” Teks mengatakan yang sebaliknya! Bacalah seluruh ayat. Artinya itu adalah jelas, “Jangan mengikuti mayoritas.” Bahkan J.H. Hertz, bekas kepala rabbi Inggris, menulis: “Rabi mengabaikan arti harfiah dari tiga kata-kata Ibrani terakhir, dan membawa mereka untuk menyiratkan bahwa, kecuali bila itu adalah ‘untuk berbuat jahat,’ satu harus mengikuti mayoritas. “[7] Dan itu adalah dukungan mereka untuk meniadakan dan mengabaikan suara Elohim! Sebuah ayat yang mengatakan “Jangan mengikuti mayoritas” telah diiris dan ditafsirkan kembali sehingga dapat berarti, “Ikuti mayoritas,” dan, atas dasar ini, Elohim sendiri telah ditolak. Itu hampir mencabut napas Anda. [Kel 23:2 – Engkau jangan jadi pengikut orang banyak dalam hal kejahatan, juga jangan masuk dalam perselisihan yang menyesatkan, mengikuti orang banyak yang tersesat; Kitab Suci ILT]

Dapatkah Rabbi Mengubah Torat?
Hebatnya, teks Talmud melanjutkan dengan mengatakan bahwa Elia kemudian memberitahu salah satu rabi bahwa Elohim tertawa tentang kejadian mengatakan, “Putra-putraku mengalahkan Aku!” Bicara tentang “aturan mayoritas”! Tidak hanya itu benar bahwa 1.000 nabi yang mengikuti makna literal dari Alkitab tidak ada kesempatan berdiri melawan 1.001 orang bijak, tapi Elohim sendiri tidak memiliki kesempatan melawan bahkan dua orang bijak harus mereka mohon untuk berbeda dengan-Nya! Apakah Anda telah tahu bahwa kekuatan tradisi dan otoritas manusia melangkah terlalu jauh?

Ini tidak berarti bahwa para rabbi arogan atau tidak sopan. Mereka sederhananya percaya bahwa itu adalah (was; past tente) tugas mereka yang diberikan-Elohim untuk menafsirkan dan membuat Hukum-hukum, dan, lewat proses waktu, mereka telah menjadi percaya bahwa tradisi mereka suci. Mereka bahkan mengaku memiliki hak untuk mengubah Hukum alkitabiah jika perlu. Apa dukungan kitab suci mereka untuk ini? Mazmur 119:126: “Sudah saatnya bagi Engkau untuk bertindak, ya YAHWEH, hukum Mu sedang dirusak.”[terjemahan literal dari sumber aslinya] Anda mungkin berkata, “Saya tidak mengerti. Bagaimana ayat ini sudah dihubungkan dengan mengubah Hukum? “Tidak ada? Tapi itu benar-benar ditafsirkan ulang (tepatnya, disalahartikan secara total) berarti: ”Kadang-kadang untuk bertindak  bagi Adonai, itu perlu merusak Hukum-hukum-Nya.” Saya tidak mencandai Anda.[8]

Apakah mengherankan, bahwa pada waktu Talmud meng-kriditkan [menghargai] para orang bijak tersebut dengan “mencabut Kitab Suci” dengan interpretasi mereka?[9] Ini adalah sesuatu yang perlu diingat pada waktu berikutnya ketika seorang mencoba berkata kepada Anda  bahwa Yeshua dan Paulus pergi berkeliling melanggar dan mengubah hukum-hukum [YAHWEH]. [Pencabutan dan perubahan perkataan Allah (cerita ini dikenal dengan “satanic verses / ayat-ayat setan”) juga telah dilakukan oleh Muhammad].
Dan di mana para rabbi mengklaim bahwa Alkitab itu sendiri membuat referensi ke Hukum Lisan? Salah satu teks kunci adalah Keluaran 34:27: Berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel.”Apa kena mengena ayat ini dengan Hukum Lisan? Tidak ada sama sekali. Jadi bagaimana para pembuat Talmud menemukan referensi di sini untuk Hukum tidak tertulis? Pertama, mereka gagal untuk mengutip awal dari ayat tersebut (“Tuliskan kata-kata ini”). Kemudian, mereka melihat bahwa frase Ibrani yang diterjemahkan “sesuai dengan” (al pi) sangat dekat dengan ungkapan Ibrani untuk “lisan” ( al peh). Jadi, ayat itu dipahami seolah-olah berkata: “Tuliskan kata-kata ini, untuk kesaksian atas kata-kata ini, saya telah membuat perjanjian dengan engkau dan dengan Israel” Tapi bukan itu yang bahasa Ibraninya katakan, karena setiap terjemahan Alkitab bahasa Ibrani yang tersedia akan memberitahu Anda secara langsung. Sebuah permainan kata adalah satu hal; arti sebenarnya adalah sesuatu yang lain.

Dan bagaimana Rashi, yang terbesar dari semua komentator Alkitab Yahudi, menangani arti jelas dari ayat ini bahwa perjanjian tersebut didasarkan pada Firman yang tertulis? Dia menafsirkan “Tuliskan kata-kata ini” berarti hanya kata-kata ini, menjelaskan bahwa itu tidak diijinkan menulis kata-kata Hukum Lisan.”[10] Jadi Elohim berkata, “Tulis!”  namun tradisi berkata, “Jangan tuliskan itu seluruhnya!” Elohim membuat perjanjian-Nya dengan Israel berdasarkan apa yang disampaikan secara tertulis; Talmud mengatakan bahwa esensi sebenarnya dari perjanjian itu berdasarkan apa yang disampaikan secara lisan. Dan itu tidaklah aneh bahwa teks Alkitab dengan jelas menekankan Hukum Tertulis ini dimanfaatkan oleh Talmud untuk menunjuk ke Hukum Lisan – di dasari dari sebuah permainan kata-kata saja?  Sebuah contoh mencengkeram ranting-ranting padi!

Tidak hadirnya sama sekali penyebutan Hukum Lisan dalam Alkitab Ibrani nyata langsung ke referensi yang sering  kepada kaitan alamiah dari Hukum Tertulis yang ditemukan sepanjang Kitab Suci. Bacalah ayat-ayat Ulangan 31:24-26: Ketika Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan (from beginning to end) [dan perhatikan: tidak ada sebagian dari Hukum yang Musa gagal tuliskan; dia telah menulis semuanya, dari awal sampai penghabisan], maka Musa (gave this command to the Levites) memerintahkan kepada orang-orang Lewi pengangkut tabut perjanjian YAHWEH, demikian:”Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian YAHWEH, Elohimmu, supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau. Catatan: Kata-kata di dalam kedua kurung siku di sini berasal dari teks aslinya. Catatan: tanda kurung patah di sini berasal dari artikel aslinya.

Ada banyak ayat lain yang mengatakan hal yang sama, seperti Keluaran 24:78, Ulangan 17:14-20; 28:58-59; 30:9-10; Yosua 1:8; 23:06; 1 Raja-raja 2:13; 2 Raja-raja 22 : 13; 23:3,21; 1 Tawarikh 16:3940; 2 Tawarikh 30:5; 31:3; 35:26-27; Ezra 3:24; 6:18; Nehemia 10:28-29; 13:1; dan Daniel 9:13. Saya mendorong Anda untuk mencari ayat-ayat ini dan membaca dengan cermat. Dimana ada penyebutan sebuah Hukum Lisan?[11]

Dan, jika ada semacam rantai otoritatif penafsiran, mengapa ada perbedaan pendapat begitu banyak tentang hukum di hampir setiap halaman Talmud? Orang nyaris dapat mengatakan bahwa Talmud terdiri dari perbedaan pendapat dan diskusi tentang penafsiran dan penerapan Hukum. Dan mengapa komentar-komentar para rabbi besar berbeda dengan arti beratus-ratus ayat Alkitab? Dimana rantai otoritatif dari tradisi?

Tidak, Elohim tidak memberikan Hukum Lisan kepada Musa di Gunung Sinai. Penyebutan  pertama-tama dari konsep seperti tradisi mengikat, tradisi lisan ada lebih dari 1400 tahun setelah Musa. Terlebih lagi, banyak kelompok-kelompok Yahudi yang ada pada zaman Yeshua, seperti orang-orang Saduki dan Eseni, tidak memiliki keyakinan dalam tradisi tersebut. Itu adalah doktrin yang berbeda dari orang Farisi. Mengapa? Karena mereka adalah orang-orang yang menemukan gagasan tentang sebuah rantai tak terputus yang mengikat, tradisi lisan, dimulai sesaat sebelum Yesus datang ke dunia. Dan, ketika mereka meneruskan tradisi unik mereka pada para penerus mereka, generasi baru mulai berkata: “Kami tidak menemukan ajaran-ajaran ini, kami mewarisi mereka. Mereka telah diteruskan kepada kita dari nenek moyang kita. Mereka mundur bertahun-tahun …. jalan balik… sejauh mundur kami dapat mengingat … semua balik kembali kepada Musa.” Tidak begitu!

Biarkan kebenaran diceritakan. Tidak ada Hukum rahasia yang diberikan kepada Musa dari mulut ke mulut atau diteruskan oleh dia secara lisan kepada para nabi alkitabiah dan pemimpin. Sebenarnya, nenek moyang kita terkadang lupa Hukum Tertulis (baca 2 Raja-raja 22 untuk contoh klasik ini). Sebuah Hukum Lisan tidak akan ada kesempatan berdiri. Dan tidak ada satu contoh dalam Alkitab di mana orang pernah dihukum, ditegur, atau bertanggung jawab untuk melanggar suatu yang dipanggil tradisi yang mengikat. Itu karena tidak ada tradisi seperti untuk istirahat. Hanyalah pelanggaran-pelanggaran dari Firman yang tertulis telah dianggap berdosa.

Kebenaran
Sekarang saatnya untuk mendengarkan Firman tersebut. Torah mengatakan bahwa di mana pun kita orang Yahudi, bahkan tersebar di seluruh dunia, “Dan baru di sana engkau mencari YAHWEH, Elohimmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu (Ulangan 4:29). Nabi Yeremia memberi pesan yang sama: “apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, (Yeremiah 29:13). Dan Kitab Amsal mengatakan: Percayalah kepada YAHWEH dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:5-6)
Elohim tidak akan mengecewakan Anda-jika Anda mencari dengan tulus kebenaran-Nya. Mengapa tidak merendahkan diri dan meminta bantuan-Nya? Ada tempat untuk alasan dan diskusi rasional, dan ada tempat untuk mencari Elohim juga. Mereka berjalan beriringan! Tetapi Adonai menentang mereka yang bijaksana menurut mata mereka sendiri. Pelajarilah Firman dan carilah Elohim. Anda tidak akan dikecewakan.

Ketika Musa dan para nabi tidak tahu bagaimana menafsirkan atau menerapkan Torat, mereka berdoa dan meminta Elohim untuk menjawab. Dan Elohim menunjukkan kepada mereka apa yang harus dilakukan![12] Mengapa tidak mengikuti langkah mereka? Mengapa ada [berlaga] lebih pintar dari Musa dan para nabi dan mencoba semuanya untuk diri sendiri?

Studi, ya, dengan segala cara. Tapi minta Elohim membuka mata Anda ketika Anda melakukan! (Itu persis bagaimana Pemazmur berdoa dalam Mazmur 119:18) Mintalah Elohim untuk memimpin Anda ke dalam kebenaran.

Ini tidak berarti bahwa para rabi berarti jahat. Mereka benar-benar percaya pada apa yang mereka lakukan, dan sering  ada keindahan dan kebijaksanaan dalam kata-kata mereka. Mereka benar berkomitmen untuk tradisi-tradisi mereka, dan melalui tradisi-tradisi ini, mereka berusaha untuk mengikat orang Israel bersama-sama. Tapi, sementara tradisi mungkin telah mengikat kita bersama-sama, mereka miliki, yang lebih penting, mengikat kita.

Anda bisa dibebaskan hari ini.

“Untuk orang Yahudi yang percaya pada Dia, Yeshua berkata, “Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh 8:31-32)

Komentar oleh Sid Roth
Aku tidak pernah mendengar banyak percakapan tentang Ha Mashiah ketika saya masih kecil. Pada Seder Paskah kami, kami akan membuka pintu bagi Elia untuk mengumumkan Ha Mashiah. Tetapi orang dewasa telah memandang  kejadian ini sebagai sebuah dongeng, hampir seperti versi Yahudi  tentang Santa Claus. Saat aku semakin tua, saya menyadari itu hanya “berpura-pura,” tapi aku ikut-ikutan denan sandiwara ini demi anak-anak muda dan “tradisi.”

Setiap Paskah kita membaca Mazmur 118:22: “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Sekarang saya bahwa batu penjuru yang kita, para tukang bangunan (orang-orang Yahudi) telah tolak adalah Ha Mashiah. Tidaklah mengherankan Elisa tidak pernah datang ke seder Paskah kita. Meshiah telah datang untuk mati pada Hari Paskah. Yesaya 53:7 berkata Dia adalah (was; past tente) ”seperti domba (Paskah) yang dibawa kepembantaian.”

[Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (Yesaya 53:7)]

Nama “Paskah” berasal dari Keluaran 12:13: Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada (pass over) kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu (Kel 12:13). [Jadi Paskah artinya “melewati”]

Tetapi kenapa darah adalah penting? Imamat 17:11 mengatakan: “Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” Dengan kata lain, pengorbanan darah adalah satu-satunya pengganti yang dapat diterima untuk menebus dosa. Selama Paskah yang pertama [Hari terakhir orang Israel di Mesir], darah itu harus dipakai (dipoleskan) pada ambang pintu. Kemudian, di bawah Perjanjian Musa, binatang harus dikorbankan di Bait Elohim di atas mezbah (Imamat 1:11).

Inilah sebabnya mengapa kita baca dalam Talmud, Yoma 5a, tidaklah ada Yom Kippur tanpa darah. Sejak Bait Elohim dihancurkan pada tahun 70  AD, belum pernah ada korban-korban Bait bagi pengampunan dosa.

Bahkan, 40 tahun sebelum Bait itu dihancurkan, para rabi kuno telah mengenali tanda-tanda supranatural yang menakutkan bahwa Elohim tidak lagi menerima korban-korban binatang yang dipersembahkan (Yoma 39a, b). Itu adalah tahun Yeshua meninggal bagi dosa-dosa kita.
Bahkan nabi Yahudi Daniel mengatakan Mahsiah kita akan datang dan mati, bukan untuk dosa-dosa sendiri, tetapi untuk dosa-dosa kita sebelum Bait tersebut dihancurkan (Daniel 9:26).
Benar Yudaisme [dan semua faham keimanan dan world view] membutuhkan darah penebusan Yeshua!

Karena kita memiliki Bait Elohim saat ini, entah dosa-dosa kita tidak dapat ditebus, atau Elohim telah mengirimkan Mashiah-Nya.
Tentang siapakah doa Yom Kippur dari buku doa tradisional Yahudi berbica?
Urapan kebenaran kita telah keluar dari kita: ketakutan telah menguasai kita, dan kita tidak memiliki seorang juga utuk membenarkan kita.

Kami diurapi benar telah berangkat dari kami: horor telah disita kami, dan kami tidak memilikinya untuk membenarkan kita. Dia telah menanggung kuk kejahatan kita dan pelanggaran kita, dan terluka karena pelanggaran kita. Dia telah menanggung dosa-dosa kita pada bahu-Nya, supaya Dia dapat menemukan pengampunan yang disebabkan oleh kejahatan kita. Kita akan disembuhkan oleh luka-Nya, pada waktu itu Yang Abadi akan membuat Dia sebagai makhluk baru (Form of Prayers for Day of Atonement – Indonesia: Bentuk Doa untuk Hari Pendamaian, rev. ed., New York:.. Rosenbaum dan Werbelowsky, 1890, pp 287-88) .

oooOooo

*) Arti literal: “seorang kepada siapa hukum-hukum berlaku,” merefer kepada seorang laki-laki Yahudi yang telah mencapai usia 13, dimana ia mulai dituntut untuk  terlibat dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat baik moral maupun keagamaan. Perubahan status ini dirayakan melalui ibadah keagamaan Yahudi. Bet mitzvahed sebutan untuk wanita. Ibadah ini tidak terdapat di Alkitab, tetapi sebuah ibadah tradisi Yahudi yang berkembang di Abad-abad Pertengahan (Middle Ages). http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Bar_Mitzvah

Catatan kaki dari artikel aslinya:
[1] H. Chaim Schimmel, The Oral Law: A Study of the Rabbinic Contribution to Torah She-Be-Al-Peh (rev. ed., Jerusalem/New York: Feldheim, 1987, italics added).
[2] Z. H. Chajes, The Student’s Guide Through the Talmud, translated and edited by Jacob Schacter (New York: Feldheim, 1960), 4.
[3] See Nachmanides to Deuteronomy 17:11 and also the Babylonian Talmud, Baba Batra 12a.
[4] See Maimonides’ introduction to his commentary on the Mishnah.
[5] See again Maimonides’ introduction to his commentary on the Mishnah, and also the Babylonian Talmud, Yebamot 102a
[6] See the introduction to his Ketzot HaHoshen on Hoshen Mishpat in Shulhan Arukh.
[7] Dr. J. H. Hertz, The Pentateuch and Haftorahs (London: Soncino, 1975), 316. The only real issue is whether to translate the Hebrew word rabbîm in this verse with “many” or “mighty.” (The Talmudic passage in Baba Mesia 59b, of course, understood the word to mean “many”—in other words, the majority.) Either way, the meaning is impossible to dispute: Don’t follow the rabbîm!
[8] See the Babylonian Talmud, Berakot 54a.
[9] See, for example, the Jerusalem Talmud, Kiddushin 1:2, 59d; the Babylonian Talmud, Sotah 16a, with Rashi’s comments to the words ‘oqeret and halakah.
[10] . See also Gittin 60a in the Babylonian Talmud
[11] . It is possible that a rabbinic Jew might point to Nehemiah 8:8, the only verse which mentions that the Levites made the Law clear as it was being read. This means either that they translated it into a more understandable language (probably Aramaic for the exiles), or else they explained its meaning. This, of course, was the role of the priests and Levites: to educate the people in the Torah (see Leviticus 10:1011). But, once again, to make some connection between this verse and an alleged unbroken chain of binding tradition is to build a mountain out of a non-existent mole hill.
[12] . See, for example, Leviticus 24:1023; Numbers 9:114; 15:3236; 27:15; Zechariah 7.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Ketika perayaan Natal 25 Desember tanpa Yeshua / Yesus / Isa


Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman YAHWEH. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yes 55:8-9)

Karikatur: Boycott Christmas!

Tokoh dan dekorasi pada perayaan Natal 25 Desember pada tahun-tahun belakangan ini nampak semakin kontras perbedaannya: mayoritas umat beragama Kristen memperingati hari kelahiran Yeshua Ha Mashiah/ Yesus Kristus dengan latar belakang cerita-cerita Injil, namun masyarakat non-Kristen merayakan 25 Desember dengan tokoh utamanya Santa Claus (Sinterklaas) dan aktivitas pembagian hadiah-hadiah dan dekorasi pohon natal di rumah dan di jalan-jalan. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi?

Pesan Injil semakin tersingkir di hari Natal.
Di USA, dua puluh tahun belakangan ini, segala sesuatu yang berbau dan nampak sebagai Kristianiti, semakin dilarang untuk hadir di tempat-tempat umum, sekolah pemerintah dan kantor-kantor pemerintah.
Kartu-kartu Natal bergambar bayi Yeshua / Yesus di palungan, gembala-gembala di padang dan gambar-gambar yang berhubungan dengan pesan kelahiran Yeshua semakin susah untuk ditemukan di toko-toko pada 10 tahun belakangan ini, kartu-kartu Natal yang dijual umumnya memiliki pesan sekuler: Seasion’s Greetings, Happy Holidays   atau Merry Christmas dengan latar belakang gambar snowman, pohon natal atau dekorasi natal berwarna merah hijaum pemandangan penuh dengan salju dan sejenisnya. Buka Google.com dan tekan ”Images” pada menu barnya, masukkan kata ”christmas cards.” Anda akan temukan jutaan gambar persis apa yang saya maksud. Pesan Injil di hari Natal jelas semakin tersingkir.

Apakah ini tanda Kekristenan telah terkalahkan oleh agama-agama non-Kristen dan filosofi dunia?  Jawaban yang benar ada di Alkitab! – Kabar dukacita dan kabar sukacita, keduanya telah dinubuatkan oleh Alkitab!!

Lihat nubuatan ini. Seorang malaikat YAHWEH membawa pesan kepada Daniel tentang akhir jaman/ zaman. Daniel adalah seorang Israel yang mengasihi YAHWEH dan tidak berkompromi dengan penyembahan berhala, ia telah dimasukkan kedalam rumah singa-singa lapar dan dapur api oleh sebab kasihnya kepada Elohimnya, pesan Elohim melalui malaikat itu berbunyi: Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” (Daniel 12:4). Pada akhir zaman, SEKARANG ini, pengetahuan manusia telah bertambah dibanding pada jaman Daniel. Pasal 11 nubuatan tentang sejarah panjang politik internasional yang telah tergenapi hampir seluruhnya, ini adalah bukti keakuratan firman YAHWEH. Pengetahuan apa yang dijanjikan malaikat YAHWEH ini akan bertambah? Secara konteknya, baca dari Daniel pasal 9-12, ini adalah pengetahuan tentang apa yang akan terjadi terjadi – berita dukacita dan sukacita – pada umat YAHWEH, yakni bangsa Israel (Yahudi) dan orang-orang Kristen non-Yahudi (Israel rohani). Di sini kita akan melihat ”pegetahuan akan bertambah” tersebut pada kontek Perayaan Natal 25 Desember.

I. Ketika perayaan Natal tanpa dikaitkan dengan Yehsua/ Yesus adalah kabar dukacita.
Perayaan Natal tanpa Yeshua / Yesus telah tertulis di Alkitab, dan ini akan membawa duka cita kepada dua kelompok:

1. Semua orang-orang Kristen yang mengimani tradisi Natal 25 Desember.

Gambar hanya sebagai illustrasi

Nubuatan Alkitab pada kitab Wahyu berkata: Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. (Wah 17:16). Untuk para pembaca yang tidak mengerti isi Alkitab, saya jelaskan secara singkat. Binatang yang ditunggangi oleh wanita perlacur ini adalah sebuah pemerintahan negara, Uni Eropa / European Union (Kerajaan Romawi modern, a.8). Gereja Roma Katolik yang berpusat di Roma, Vatikan adalah wanita pelacurnya, yang namanya dikenal dengan ”Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.” (Wah 17:5).

Sejarah Gereja mencatat bahwa Pemimpin gereja Roma Katolik dengan memakai (menunggangi) kuasa Kerajaan Romawi kuno memerintahkan semua negara-negara jajahan Roma untuk harus merayakan perayaan kelahiran Yeshua / Yesus pada hari besar penyembahan berhala yang telah terkenal pada tanggal 25 Desember.
Sekarang, ya di jaman ini, YAHWEH  menggenapi janji-Nya pada Daniel 12:4 di atas: Pengetahuan manusia akan bertama, ”Sebab Elohim telah menerangi hati mereka [para pemimpin EU; tanduk-tanduk (17.16)] untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Elohim telah digenapi (until the words of God shell be completed). (Wah 17:17). Melalui perbuatan pelacuran (penyembahan agama palsu dan politik kotornya) gereja Roma ini berhasil menguasai raja-raja di bumi (Wah 17:18) – Natal, Merry Christmas menjadi perayaan internasional, apapun yang berlabel ”made in Roma Catholic” akan menjadi perayaan internasional: Easter, Valentin day contohnya. Tradisi-tradisi Kristen ”Made in Roma Catholic” akan berakhir menurut nubuatan di atas. Orang-orang Kristen tradisi akan menangis, inilah kabar duka cita untuk mereka.

2. Semua para bangsawan dan usahawan yang bergerak di dalam bisnis politik dan barang-barang perayaan Natal dan perayaan “Made in Roma Catholic” lainnya.
Nubuatan Alkitab berkata: Dan raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya. Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka, (Wah 18:9, 11). Ayat 13 menerangkan dari mana asalnya bisnis perbudakan di negara-negara Barat. Namun bisnis perbudakan yang dilakukan oleh pemimpin negara-negara Islam tidak kalah sadisnya. Patung dan dekorasi Natal yang berhubungan dengan tradisi Kristen tidak akan laku lagi. Bisnis barang-barang Natal dan yang berhubungan dengan tradisi gereja Roma Katolik akan bankrut. Nubuatan duka cita ini menambahkan: Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: “Celaka, celaka, kota besar [Roma/Vatikan; pusat agama dan pusat negara Roma Katolik], yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa. (Wah 18:19).

II. Ketika perayaan Natal 25 Desember tanpa Yehsua/ Yesus adalah kabar sukacita.
Jika pembaca artikel ini adalah orang yang anti Kekristenan, anti ajaran Yeshua Ha Mashiah, dan Anda berpikir “Horre! Nah akhirnya kita menyaksikan kehancuran kepercayaan Kristen!” Maka Anda SALAH BESAR SAMA SEKALI!! Anda tidak mengerti RANCANGAN-RANCANGAN dan JALAN-JALAN YAHWEH, Elohim Abraham, Ishak dan Israel!!
Di atas kita telah melihat bahwa YAHWEH berjanji menambahkan pengetahuan untuk orang yang hidup di akhir jaman ini. Pengetahuan umat Elohim, pengikut ajaran Yeshua Ha Mashiah pada masa sekarangpun bertambah, bahkan lebih baik dari orang-orang yang tidak percaya Bapa Sorgawi dan Yeshua, Orang yang Ia telah pilih dan urapi (Amsal 1:7; 2:1-6), sebab hikmat yang sempurna berasal dari Elohim dan untuk orang yang mentaati firman-Nya!

Ayat-ayat Alkitab menunjukkan bahwa perayaan Natal 25 Desember tanpa dikaitkan dengan kelahiran Yeshua/ Yesus adalah kabar sukacita  bagi banyak pihak:

1. Kabar baik bagi Elohim YAHWEH.
Ketika perayaan Natal 25 Desember tanpa dikaitkan dengan Yeshua dan unsur-unsur Kekristenan adalah tanda bahwa waktu pembersihan bagi bait-Nya akhirnya tiba. Masa penantian panjang yang menyakitkan hati-Nya; nama-Nya dihina, kekudusan diri-Nya dilecehkan, umat-Nya dibohongi dan disesatkan, akhirnya mencapai titik penghabisan. Penghakiman Elohim selalu dimulai dari umat-Nya (orang-orang yang telah dipilih-Nya dan termasuk orang-orang yang mengaku percaya kepada-Nya), Baca Yeh 43:4-7; Wahyu 11:1-2. Yeshua pada suatu hari ketika waktu untuk menyatakan diri-Nya sebagai raja telah genap (Mat 21:1-11), sebagaimana nubuatan nabi Yesaya (62:11) dan nabi Zakharia (9:9); Anda tahu apa yang pertama kali Yeshua lakukan? Dia masuk ke Bait Elohim dan membersihkan isi Bait tersebut dari bisnis-bisnis keagamaan! (Mat 21:12; Mark 11:15; Luk 19:45 dan Yoh 2:24).

Janji-Nya untuk mengguncangkan segala sesuatu (yang nampaknya kebenaran, penguasa dan deiti) sampai benar-benar tinggal yang asli akhirnya mendekati waktunya! Hagai 2:6, Ibrani 12:27-29. Dapatkah Anda membayangkan, jika Elohim tidak segan-segan menghakimi umat-Nya (Israel jasmani dan rohani; Yahudi dan Kristen) yang berkompromi dengan dosa, apalagi dengan orang-orang yang anti kepada diri-Nya dan perintah-perintah-Nya, hukumannya akan sungguh mengerikan.

2. Kabar baik bagi orang-orang Kristen yang mengikuti ajaran Yeshua Ha Mashiah.
a. Kabar baik bagi orang Israel / Kristen lahir baru (Orang Yahudi dan non-Yahudi yang mengikuti ajaran Yeshua Ha Mashiah). 

Hallelujah! Hallujah! Hallelujah!

Mereka sekarang memiliki pengetahuan yang jelas bahwa sesungguhnya Perayaan Natal 25 Desember adalah berasal dari perayaan kelahiran dewa Sol Invictus (Invincible Sun), orang Romawi kuno telah melakukan perayaan ini sebelum Kekristenan asli dijadikan agama resmi di semua wilayah kaisar Constantin, suatu ibadah Romawi kuno yang diambil dari agama bangsa Iran kuno, yalda Mithra (kelahiran dewa Mithra/ Sun/ Matahari) yang jatuh pada 21 Desember dalam kalender Iran. Richard Rives web master dari Too Long in the Sun menerangkan hal ini dengan baik sekali pada video clipnya Yes, a god was born on Dec. 25, but not Jesus,

Ketika perayaan Natal tanpa dihubungkan dengan Yeshua, itu adalah kabar sukacita, mengapa? Sebab umat Kristen akan terbebas dari ibadah campuran; kekuatan perzinahan dan percabulan rohani terputus dari umat Elohim! Anda (umat Kristen) bisa mengucapkan ”Selamat hari Natal” atau ”Merry Christmas” kepada orang-orang yang merayakannya  dengan hati yang bebas dari rasa bersalah, sama bebasanya seperti memberi ucapan ”Selamat Idul Fitri” kepada orang Islam.

Lebih penting lagi, ketika perayaan natal 25 Desember ini berhenti dikaitkan dengan Yeshua, maka orang-orang Kristen lahir baru dapat memberitakan kabar suka cita yang sesungguhnya kepada semua orang Yahudi dan Kristen di manapun dan kapanpun mereka inginkan yakni kabar suka cita yang telah disampaikan malaikat YAHWEH kepada gembala-gembala: Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa [Israel]: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mashiah, YAHWEH, di kota Daud. (Luk 2:10-11)

Berita suka cita Injil, ”Juruselamat”, ”Jalan, Kebenaran dan Kehidupan”, ”Terang Dunia”, ”Anak Domba Elohim,” yaitu Yeshua Ha Mashiah telah datang di bumi! Melalui korban darah-Nya sendiri di kayu salib, dosa-dosa umat-Nya telah ditebus – bagi mereka yang mau menerima pengampunan dosanya. Berita Injil ini adalah berita suka cita setiap hari yang orang Kristen lahir baru harus alami sendiri dan harus beritakan.  Laporan Penginjilan ”mengapa orang Yahudi susah untuk menerima Yeshua (seorang Yahudi asli lahir di Betlehem, Israel. Betlehem adalah bahasa Ibrani beyth: rumah; lechem; roti; – Rumah Roti) sebagai Juruselamat mereka, alasan dasarnya ialah orang Yahudi berpikir bahwa Kekristenan adalah agama Roma Katolik dan Roma Katolik adalah bekas penjajah mereka dan penuh dengan penyembahan berhala.
Ketika 25 Desember tidak lagi dikaitkan dengan berita kelahiran Yeshua, berita Injil, ini sungguh berita suka cita – jutaan Yahudi akan mudah percaya bahwa Yeshua adalah Meshiah yang telah tertulis di kitab-kitab mereka – Kitab Perjanjian Lama.

b. Kabar baik bagi orang Roma Katolik. Sekarangpun banyak jemaat Roma Katolik yang telah sadar, pengetahuan mereka telah bertambah. Telah banyak pemimpin jemaat meninggalkan gereja Roma Katolik – seperti: Charles Chiniquy, Alberto Rivera, dan sebagian lagi telah mengajukan permintaan kepada Internasional Criminal Court (ICC) di Den Haag untuk menyeret Paus Benedictus kepengadilan sehubungan dengan sex abuse para pemimpin Roma Katolik di banyak negara. Gerakan besar-besaran menentang pemimpin Katolik dari orang-orang-dalam gereja Katolik seperti saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Jemaat Roma Katolik sedang revival rohaninya! Negara-negara Amerika Latin, semakin penuh dengan orang-orang Kristen lahi baru!! Tidak sedikit dari mereka – yang tidak mengerti Alkitab – pindah ke Islam.

3. Kabar baik bagi orang-orang kudus dan malaikat-malaikat di Sorga.
Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang  banyak di sorga, katanya: “Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Elohim kita, sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu.” Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Elohim yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: “Amin, Haleluya.” Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: “Pujilah Elohim kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!” (Wah 19:1-2, 4-5).

Jelas tertulis bahwa penyingkiran unsur-unsur Kekristenan dari tradisi-tradisi agama Roma Katolik – bagi orang yang mengerti firman Elohim – adalah berita sukacita yang sangat besar, itu adalah kemenangan yang hampir mencapai garis finish!!  Itulah sebabnya Elohim memperingati jemaat Roma Katolik dan Kristen lahir baru : Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. (Wah 18:4)

4. Kabar baik bagi semua manusia di bumi.
Saya yakin dan percaya bahwa jika perayaan Natal 25 Desember tidak lagi dikaitkan dengan kelahiran Yeshua/ Yesus, maka nyanyian para malaikat di Batlehem saat Yeshua lahir akan memiliki kuasa dan pengaruh yang lebih besar atas semua manusia di bumi, termasuk orang-orang Arab, Asia (India, Pakistan dsb.), mereka yang tinggal di ”Jendela 10-40!” Nyanyian tersebut berbunyi: “Kemuliaan bagi Elohim di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (good will toward men; KJV) (Luk 2:14). 

Berita Suka Cita (Injil) ini adalah kehendak bebas, keinginan yang baik dan anugerah Elohim kepada manusia di bumi, mereka yang memiliki kehausan akan kebenaran. ”Manusia yang berkenan kepadanya” bukanlah berarti ”men of good will;” yang berpusat dari dirinya sendiri, Alkitab berkata dengan jelas ”tidak ada seorangpun yang baik.” Perlu dimengerti bahwa tidak ada seorangpun yang memiliki sebuah kehendak yang baik sebelum Elohim bekerja di dalam pribadi tersebut untuk ia berkehendak dan melakukan kehendak-NYA (Elohim). Inilah kabar baik bagi semua orang Islam bahwa Kristianiti yang berpusat dari ajaran Alkitab sama sekali tidak berkompromi dengan penyembahan berhala, paganism.

Berita dunia saat ini berisi: Negara Israel siap diserang oleh banyak negara, Kekristenan diserang dari berbagai pihak, mengapa? Ini kabar dukacita atau sukacita bagi para pengikut Yeshua? Keduanya benar. Namun sesungguhnya ini tanda dari “masa bersalin Jemaat YAHWEH segera akan tiba.”  Kedatangan Yeshua menyambut Jemaat-Nya sudah sangat dekat! INI ADALAH KABAR SUKACITA, aniaya sejak jaman Ishak (Kej 15:13) sampai saat ini akan segera berakhir! Perlu bukti? Perhatikan dua ayat ini:

  1. “Haleluya [artinya: Terpujilah YAH]! Karena YAHWEH, Elohim kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. (Wah 19:6). Perhatikan bahwa ayat-ayat di bawah ini adalah sambungan dari ayat-ayat pada subparagraf “Ketika perayaan Natal tanpa Yehsua/ Yesus adalah kabar dukacita.” Itu adalah tanda bagi umat-Nya bahwa YAHWEH bangkit, dan pemerintahan Kerajaan-Nya di bumi sedang terlaksana!
  2. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. … Lalu ia [malaikat] berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Elohim.” (Wah 19:7-9). Setelah Ia membersihkan umat-Nya dari unsur-unsur penyembahan berhala, maka hari penderitaan umat Kristen di bumi segera akan berakhir. Jemaat-Nya siap memasuki pesta yang besar!

Inilah daftar pesan rasul Paulus untuk semua orang Kristen lahir baru:
Kamu telah menerima Mashiah Yeshua, YAHWEH kita. Karena itu [:]
hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia,
hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu,
dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun [tradisi manusia] dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Mashiah [Injil Mashiah / Injil Kristus].
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Elohiman (Kol 2:6-9).

Paulus melukiskan duka cita yang mendahului suka cita ini sebagai wanita yang sedang sakit hamil tua, namun setelah bersalin, wanita ini akan sangat bersukacita, baca kitab Roma 8:22-39.

Marilah kita merayakan peringatan Kelahiran Juruselamat, Yeshuah Ha Mashiah  sesuai pesan INJIL Kerajaan Sorga, bersih dari unsur-unsur penyembahan berhala! Marannatha!! Kiranya berkat Sorgawi turun ke atas Anda semua.

For to us a child is born, to us a son is given: and the government shall be upon his shoulder: and his name shall be called Wonderful, Counselor, The mighty God, The everlasting Father, The Prince of Peace. Of the increase of his government and peace there shall be no end, upon the throne of David, and upon his kingdom, to order it, and to establish it with judgment and with justice from henceforth even for ever. The zeal of the LORD of hosts will perform this. (Isa/ Yes 9:6-7; Webster)

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog