Perjamuan Kudus: Roti dan air anggur menjadi tubuh dan darah Yahshua?


Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.” (Yoh 10:5)

Pada setiap upacara Perjamuan Kudus / The Lord’s Supper / Eukharisti jemaat biasanya dibacakan ayat-ayat pada 1Korintus 11:23-25, inti isinya: Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” … “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” atau langsung dari Matius 26:26-28 atau Markus 14:22-24 atau Lukas 22:17-20.

Apakah roti dan air anggur secara fisik berubah menjadi tubuh dan darah Adonai Yahshua atau sekedar simbolik belaka? Apapun denominasi Gereja Anda, itu tidak terlalu penting untuk Adonai Yahshuah, namun memiliki doktrin Perjamuan suci yang sesuai Alkitab sangatlah penting, sebab hal ini satu dari beberapa fondasi Kristianiti yang menentukan layak tidaknya orang Kristen masuk Sorga.

Sejarah doktrin Perjamuan Suci bahwa roti dan air anggur berubah secara fisik menjadi tubuh dan darah Yahshua Ha Mashiah. Doktrin ini pertama kali dikeluarkan pada Sidang Lateran IV the Council of Trent oleh Gereja Roma Katolik di tahun 1215 dan diteguhkan pada (1545-1563).  Pada doktrin ini Perjamuan malam terakhir Adonai Yahshua dengan murid-murid-Nya dikenal sebagai the Lord’s Supper dinyatakan sebagai sebuah korban perdamaian untuk dosa. Doktrin perjamuan suci ini (eucharist) mengandung dua hal penting:

  • Transubstantiation (roti/ wafer dan air anggur/ win (minuman anggur beralkohol) dipercayai secara fisik berubah menjadi daging dan darah Yahshua), dan
  • Sacrifice (korban sembelihan untuk penghapus dosa).

Dengan kata lain, para pemimpin gereja penganut doktrin perjamuan suci transubstantiation menyatakan bahwa setiap kali para pendeta mengadakan upacara Perjamuan suci (Eucharistic mass) mereka mempersembahkan Yahshua sebagai korban sembelihan kepada Elohim untuk penebusan dosa-dosa jemaat mereka. Pendeta disini nampak berfungsi sebagai imam pada Perjanjian Lama. Ini sebabnya Perjamuan Kudus sangat penting bagi penganut doktrin di atas, Paus Yohanes II menyatakannya sebagai berikut: “… penyembahan Eucharist adalah pusat dan tujuan dari semua kehidupan sakrament.” Seorang menyimpulkannya demikian : “Mass (ibadah Roma Katolik) adalah pusat doktrin Katolik dan Eucarist (the Wafer-God) adalah pusat dari Mass!”

Dengan menyebut kata: HOC EST ENIM CORPUS MEUM (Latin; ”Inilah tubuh-Ku” ) dan HIC EST ENIM CALIX SANGUINIS MEI (Latin; ”karena ini adalah cawan darah-Ku”) para pendeta ini berkuasa merubah wafer/ roti (disebut host/ hosti) dan win /air anggur menjelma menjadi tubuh dan darah Yahshua Ha Mashiah. Artinya: Yahshua/ Yeshua / Yesus disembelih sebagai korban penebus dosa secara berulang-ulang setiap kali diadakan Perjamuan Suci / Eucharistic Mass.

Keyakinan perubahan fisik tersebut nampak pada surat resmi The Council of Trent yang dikeluarkan oleh Gereja Roma Katolik, dimateraikan dengan sebelas kata kutukan bagi mereka yang tidak mempercayainya.

Sekarang kita lihat doktrin Perjamauan suci apa yang dipercayai oleh para bapa Gereja mula-mula dan abad-abad pertama Gereja Katolik (diawali pada abad ketiga AD, ketika Kristianiti menjadi agama negara Kerajaan Romawi).

  • Justin Martyr percaya itu sebagai ibadah rohani dengan korban pujian dan ucapan syukur untuk memperingati kematian Yashua seperti pada Maleakhi 1:11.
  • Irenaeus juga merefer pada kitab Maleakhi, bahwa korban yang benar adalah doa-doa para orang percaya yang keluar dari hati yang murni.
  • Tertullian yakin bahwa korban-korban persembahan yang benar kepada Elohim bukanlah benda-benda yang fana atau fisik, tetapi hati-hati yang hancur kepada Elohim.
  • Clement dari Alexandria memakai kata gifts (hadiah persembahan), namun artikel yang sama ini diterjemahkan oleh Gereja Katolik sebagai sacrifeces (korban-korban).
  • Eusebius secara jelas menyatakan bahwa kegenapan nubuatan nabi Maleakhi (pada 1:11) korban yang tahir dan tidak berdarah adalah ditemukan di dalam doa-doa dan ucapan syukur orang-orang Kristen.

Baca: Ibrani 13:15-16; Roma 12:1-2.

Sekarang kita melihat ayat-ayat Alkitab sehubungan dengan kata korban dan darah pada kontek Perjamuan suci.

1. Perjamuan suci terakhir Yahshua. (Luk 22:1-22). Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” (Luk 22:19; 1Kor 11:24)

Melalui perkataan ini, Yahshua mengingatkan murid-murid-Nya akan hari Paskah (Passover) yang pertama yaitu di hari terakhir sebelum mereka meninggalkan tanah Mesir (Keluaran 12): Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi YAHWEH turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. (Kel 12:14).

Kita tahu bahwa Yashua adalah anak domba korban penebus dosa yang sesungguhnya. Ia disalibkan dan mati pada hari Paskah. Seperti telah tertulis: ”Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Ha Mashiah. (1Kor 5:7). Penekanan pada kedua perayaan ini ialah ”suatu peringatan untuk mengingat kembali” dan bukan ”pengulangan peristiwa.” Peristiwa penting ini ialah ”Sekali untuk selama-lamanya!”, seperti tertulis:

  • … setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa (after he had offered one sacrifice for sins; GLT), Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Elohim,  … Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. (Ibr 10:2,12,14)
  • Sebab juga Mashiah telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Elohim; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, (1Pet 3:18)
  • Karena kita tahu, bahwa Mashiah, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. (Rom 6:9)

GLT: George Lamsa Translation’s Bible

Yohanes 6:22-71; Maka kata Yahshua kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. (Yoh 6:53). Apakah di sini Yahshua berbicara dalam bentuk perumpamaan atau sesungguhnya /literal? Pada ayat 63 Ia memberi jawaban untuk pertanyaan ini, Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup (spirit and life). (Yoh 6:63)

Jika Yohanes 6:53 ini bermakna literal maka ayat 56 konsekuensinya ialah keberadaan Yahshua di dalam kehidupan orang Kristen Katolik hanya setiap hari Minggu dan 6 hari lainnya tanpa Yahshua. Dan sebulan sekali untuk denominasi Kristen lainnya. Ya, banyak orang Kristen hidup suci hanya pada hari ibadah saja, dan enam harinya dalam lumpur dosa, namun kehadiran Yahshua yang diwakili oleh Roh Kudus di dalam orang percaya selalu konstant setiap hari bahkan setiap detik! Ia tidak keluar dan masuk!!

Kesalah pahaman ini menyebabkan hilangnya keselamatan mereka, seperti nampak pada ayat 66, mereka menolak Yahshua: ”Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” Apa reaksi Yahshua atas murtad besar-besaran ini?  Ini reaksi-Nya: ”Maka kata Yahshua kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu mau pergi juga?” (Yoh 6:67).

2. Makan daging dan minum darah manusia. Mengertikah Anda mengapa banyak murid-murid-Nya meninggalkan Dia pada Yohanes 6 di atas? Yohanes memberi alasannya: Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yahshua yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” (Yoh 6:60). Pernyataan “makan daging dan minum darah-Nya” sungguh tidak dapat diterima, tidak sesuai ajaran para nabi-nabi, itu yang dimaksud penulis Injil ini.

Di Perjanjian Lama orang Israel hanya boleh makan daging binatang yang bersih saja (Imam 11 dan Ulangan 14). Manusia memakan manusia suatu kekejian di mata YAHWEH (10 Perintah-Nya: Jangan membunuh). Memakan daging bersih dengan darahnya atau meminum darah sangat dilarang di Perjanjian Lama:

  • Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan. (Kej 9:4)
  • Tetapi jagalah baik-baik, supaya jangan engkau memakan darahnya, sebab darah ialah nyawa, maka janganlah engkau memakan nyawa bersama-sama dengan daging. Janganlah engkau memakannya; engkau harus mencurahkannya ke bumi seperti air. Janganlah engkau memakannya, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, apabila engkau melakukan apa yang benar di mata YAHWEH. (Ul 12:23-25)
  • Setiap orang dari bangsa Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang makan darah apapun juga Aku sendiri akan menentang dia dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. (Im 17:10)

Peraturan tidak boleh makan darah ini tetap berlaku pada jaman rasul-rasul dan dibacakan setiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat (Kis 15:21). Dari ayat-ayat ini nampak sekali mengapa perkataan ”makan daging dan minum darah-Ku” itu sungguh merupakan ”perkataan ini keras” (Yoh 6:60).

Anda mungkin berargumentasi, bahwa peraturan itu hanya untuk orang Yahudi, dan bukan untuk orang Kristen non-Yahudi. Saya beritahu Anda, bahwa ayat-ayat Alkitab tidak ada kontradiksi satu dengan lainnya, JIKA ada, itu dikarenakan interpretasi yang keluar kontek!

Silahkan kembali kepada kitab Kisah ParaRasul 15. Lukas menulis pasal ini sehubungan protest beberapa orang Yahudi Israel kepada Kristen di luar tanah Israel (Yahudi dan non-Yahudi). Lalu Paulus dan Barnabas mengkhususkan diri bertemu dengan para rasul di Yerusalem, terjadilah sidang besar yang dihadiri oleh para rasul dan para penatua jemaat. Apa keputusan Roh kudus melalui mereka? Sunat dan peraturan tambahan Musa tidak diwajibkan kepada Kristen non-Yahudi, tetapi empat hal diperintahkan kepada jemaat untuk dijauhkan (Kis 15:20,29):

  • Makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, – perzinahan rohani
  • Makanan yang mengandung darah,
  • Makanan dari binatang yang mati tercekik (darahnya tetap di dalamnya),
  • Percabulan – perzinahan tubuh.

Jadi seluruh Alkitab mengajar bahwa meminun darah adalah terlarang untuk para umat YAHWEH. Dan jika minum darah binatang dilarang oleh YAHWEH lebih pasti lagi darah manusia sangat terlarang. Yahshua Ha Mashiah yang adalah Tritunggal dari YAHWEH sendiri, menegaskan perkataan-Nya di dalam Yohanes 6 ini:  daging sama sekali tidak berguna (Yoh 6:63)

3. Apa komentar para bekas pendeta Gereja Roma Katolik tentang doktrin Transubstantiation pada Perjamuan suci ini?

Referensi:

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

About these ads

Tulis komentar Anda di sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: