Inggris: Ditemukan tulang dari 97 bayi pada ex-bangunan Roma


Para arkhiologi meneliti kuburan masal dari 97 bayi di sebuah villa orang Roma dekat lembah Thames, Buckinghamshire, Inggris.

Dari ukurang tulang-tulang tersebut, bayi-bayi ini mati pada usia 40 minggu atau 10 bulan. Para peneliti ini berkata bahwa bisa jadi semua bayi itu dibunuh dengan sengaja, sebagai bayi-bayi yang tidak  diinginkan.

Dr Eyers, pekerja dari Chiltern Archaelogy, menduga itu tempat peninggalan tersebut sebagai tempat pelacuran orang Roma, dengan alasan ia berkata bahwa pembunuhan terhadap bayi  hal yang umum dalam kebiasaan orang Roma. Ia menambahkan, catatan-catatan arkiologi bayi-bayi tidak dianggap manusia ”penuh” sebelum mencapai usia dua tahun.

Dari catatan penemuan awal, 1921, menulis bahwa tulang bayi-bayi ini ditemukan tersembunyi di bawah  tembok-tembok atau terkubur di bawah halaman-halaman yang berdekatan satu sama lainnya.

Para peneliti berencana untuk mengadakan test DNA pada tulang-tulang tersebut untuk mengetahui jenis kelamin dan hubungan keluarga mereka.

Tidak dilaporkan berapa tua usia dari tulang-tulang tersebut, namun sejarah menunjukan bahwa Inggris merupakan bagian dari jajahan Roma di masa lampau.

Referensi:

Iklan

BBC DEBAT: Gereja Katolik adalah sebuah kekuatan untuk kebaikan di Dunia?


Gereja Roma KatolikDebat ini (19 Oktober 2009) dimotori oleh Intelligence Squared mengambil tempat di Methodist Central Hall Westminster. Debat ini dipancarkan di BBC World News secara global pada tanggal 7 dan 8 November. Debat yang seru dan menarik antusias para hadirin! video debatnya dapat dilihat di bawah.

Moderator: Reporter BBC World News
Dua pembicara mendukung Katolik; Archibishop Roma Katolik dari Nigeria dan satunya lagi ialah Rt Hon Ann Widdecombe MP, seorang MP Konserfatif Inggris yang menjadi Katolik
Dua pembicara menentang Katolik: Pengarang buku bestselling “God is not Great” dan satunya lagi seorang seniman dan pengarang buku.
Penonton; berjumlah sekitar 2165 orang.
Metode debat: Moderator mengadakan pemungutan suara dari Penonton sebelum para pembicara memberi presentasi. Keempat pembicara masing-masing memberi presentasi, dan dilanjutkan dengan dengan tanja-jawab. Selesai ruang tanya-jawab, kemudian diadakan voting kembali.

Dua pokok debat pada forum ini ialah

  1. Setuju atau tidak setuju bahwa “Gereja Katolik adalah sebuah pendorong untuk kebaikan di dalam masalah-masalah sosial
  2. Setuju atau tidak setuju bahwa”Gereja Katolik adalah sebuah pendorong untuk kebaikan di dalam masalah-masalah politik
  3. Setuju atau tidak setuju bahwa “Gereja Katolik adalah sebuah pendorong untuk kebaikan di dalam masalah-masalah keagamaan

Data kesimpulan perkataan keempat pembicara dapat dibaca dan di download pada Intelegencesquared.com di bawah artikel ini.

Gereja Katolik adalah sebuah pendorong untuk kebaikan di dalam masalah-masalah sosial

Pembicara Katolik (Setuju) berkata:

  • Kita dapat berterima kasih kepada Gereja Katolik untuk budaya Europa, pengetahuan dan teknologi
  • Gereja Katolik memsuplai makanan rohani populer
  • Ajaran Roma Katolik melepaskan absolut-absolut moral
  • Pelayanan belas kasihan Katolik melakukan pekerjaan-pekerjaan baik kepada mereka yang sangat membutuhkan
  • Gereja Katolik tidak lagi menyalahi perbuatan homosex
  • Gereja mengharmoniskan persamaan hak wanita dengan pria
  • Gereja Katolik tidak dapat disalahkan oleh karena dosa-dosa anggotanya
  • Kontrasepsi menyebabkan surat jalan, surat jalan menyebabkan Aids

Lawan Pembicara Katolik (Tidak setuju) berkata: (cat.: tidak diterjemahkan semuanya)

Ajaran Gereja Katolik menentang sex  menyebabkan jutaan jiwa meninggal dunia. Sekalipun 5,8 juta orang terjangkit HIV positiv pertahun dan 2,5 juta mati karena Aids, 28% anak-anak Afrika kehilangan satu atau kedua orang tuannya karena Aids. Tetapi Roma Katolik tetap bersikeras menolak kebijaksanaan internasional menggunakan kondom untuk pencegahan penyakit dan kehamilan yang tidak diinginkan (pembatasan kelahiran).

Ajaran Katolik tentang sex memaksa orang-orang menjadi manusia-manusia munafik. Penghakiman Gereja Katolik pada perbuatan homosex, perceraian … menyebabkan orang-orang Katolik menjadi para munafik bermuka dua. Di Itali dimana kira-kira 85% mengaku Katolik, studi terakhir telah menunjukan 70% melakukan sex sebelum menikah.

Gereja Katolik merendahkan para wanita. Dengan melarang kontrasepsi dan aborsi secara hukum (gereja), Gereja Katolik menolak para wanita memakai hak mereka untuk mengendalikan tubuh mereka sendiri. Di Afrika, rumah sakit – rumah sakit Misi Katolik dilarang untuk menawarkan pelayanan-pelayanan pengendalian kelahiran kepada ibu-ibu miskin, meninggal mereka membawa anak-anak kedalam dunia untuk mati kelaparan. Bahkan lebih buruk lagi melarang kontrasepsi kepada wanita-wanita yang terinfeksi HIV.  Paus Yohanes Paulus melarang pendeta-pendeta perempuan.

Gereja Katolik telah bersifat munafik tentang pendeta-pendeta paedophile. Penyalah gunaan sex kepada anak-anak oleh para pendeta Katolik bukanlah hal yang rahasia lagi, namun para Bishop yang mengetahui hal ini tidak melaporkanya ke polisi. Suatu komisi penyelidik hal ini mendapatkan bahwa pemerintah Irlandia terlibat tutup mulut dalam hal ini. Survey tahun 2003 di Inggris menemukan satu dari 10 pendeta Katolik dan Wales merasa bahwa paedophilia seharusnya tidak menghalangi para pendeta (paedophilia) dari aktif dipelayanan.

Gereja Katolik adalah sebuah pendorong untuk kebaikan di dalam masalah-masalah politik.

Pembicara Katolik (Setuju) berkata:

  • Gereja Katolik telah mengambil sebuah tindakan moral melawan diktatorship
  • Gereja Katolik paling menonjol di dalam menahan para Nazi
  • Gereja Katolik adalah seorang pahlawan dari yang tertekan
  • Gereja Katolik adalah sebuah pendorong untuk perdamaian dunia dan reconsiliasi

Lawan Pembicara Katolik (Tidak setuju) berkata: (cat.: tidak diterjemahkan semuanya)

The Crusades telah meletakan fondasi-fondasi untuk hubungan-hubungan buruk hari ini dengan dunia Islam.

Gereja Katolik telah mengesahkan tirani. Dalam abad pertengahan Europa, inkuisisi diluncurkan oleh penguasa-penguasa sekuler untuk menghukum  mati ”para heretic / sesat” untuk tujuan –tujuan politik Roma Katolik. Jean A. Llorente, seketaris  untuk Spanyol Inkuisisi (1790-92), mengakui: ”Tindakan yang sangat buruk dari Kantor Kudus [Holy See/ Roma Katolik] telah melemahkan kekuatan dan mengurangi populasi Spanyol dalam bidang seni, science, industri, commerce dan immigrasi keluar negeri.

Kolonialisasi Europa was (adalah) stampel-karet oleh Gereja Katolik. Paus Alexander VI secara formal membagi penemuan dunia baru Asia, Afrika dan Amerika antara negara Spanyol dan Portugal mengatas namakan pemberitaan Injil.

Gereja Katolik menghalalkan fascism (ideologi pemaksaan). Sebelum menjadi Paus, Paus Pius XII telah bernegosiasi dengan Hitler (Nazi German) tahun 1933 untuk melegitimisasi regim Hitler. Pada akhir 1942, Paus Pius telah mempelajari detail dari Holokos dari sedikitnya 12 negaa, namun ia menolak membuat protest kepada Nazi secara formal. Gerakan Fascist Belgia Rexism lahir dari gerakan Katolik konservatif.

Gereja Katolik tetap mendukung regim-regim keras salap-kanan. Paus (1846-78) memaksa orang-orang Yahudi Roma masuk ghetto, dan membaptis anak-anak mereka dengan paksa.  Paus Pius XII anti Semit.

Gereja Katolik adalah sebuah pendorong untuk kebaikan di dalam masalah-masalah keagamaan.

Pembicara Katolik (Setuju) berkata:

  • Kekuatannya adalah bersifat fundamental di dalam doktrin dikombinasikan dengan faham realitas duniawi.
  • Vatican II telah membuat Gereja Katolik nampak keluar dan inclusive
  • Kekuatan Gereja Katolik adalah didasari pada prinsip moral yang timeless.
  • Gereja Katolik adalah sehat dan hidup

Lawan Pembicara Katolik (Tidak setuju) berkata: (cat.: tidak diterjemahkan semuanya):

Orang-orang Protestant adalah benar tentang Korupsi Gereja Katolik. Kekayaan dan korupsi Gereja Roma Katolik dan kegagalannya untuk mereformasi dirinya sendiri telah memimpin secara langsung kepada Reformasi yang memecah dan melemahkan dunia Kristen. Yang terbaru, Penyembunyian yang memalukan dari perbuatan-perbuatan pendeta-pendeta paedophilenya dan sebuah seri skandal keterlibatan keuangan Vatical (money laundering).

Gereja Katolik menolak kebebasan intelektual. Theolog Swiss, Hans Kung dihapus title sebagai seorang guru Katolik resmi setelah menolak doktrin kesempurnaan kepausan.

Roma Katolik mengklaim sebagai satu-satunya gereja yang benar mencegah kesatuan agama. Paus Yohanes Paulus II memiliki motif yang jahat dibalik promosi okumenikal; Hans Kung telah meneliti bahwa ”Itu adalah mungkin sekali menendang saudara-saudara okumenikal kita pada gigi-gigi mereka. [Gerekana Okumene yang diprakai oleh Gereja Roma Katolik ini, telah diketahui oleh banyak pemimpin Protestant sebagai jebakan untuk orang-orang Protestant kembali kepada kekuasaan Gereja Katolik].

Di Barat, Gereja Katolik sedang menuju kematian pada kaki-kakinya. Dari tahun 1960-90, 100,000 (seratus ribu) pendeta Katolik (20 ribu dari USA) dan 200,000 (dua ratus ribu) suster Katolik  murtad atau meninggalkan agama Katoliknya. Populasi Perancis dari 96% Katolik (1965) saat ini 62% (nominal). Diseluruh dunia telah jatuh dari 50% (1970) menjadi 42% (2000).

Sebuah agama yang tidak mampu berkompromi adalah hancur karena tidak sesuai. Konsep bahwa Paus tidak pernah salah (infallible) adalah sebuah konsep yang menghancurkan konsep infallible itu sendiri kata Benrnhard Hasler seorang Sejarawan Katolik.

Dihadapi dengan fakta sehari-hari dan sejarah yang dipaparkan oleh kedua pembicara yang kelihatannya seculer ini, Archbishop Roma Katolik John Onaiyekan ini tidak bisa menjawab balik secara doktrin. Stephen Fry dan Christopher Hitchens sungguh telah mempersona para hadirin, ini bisa dilihat dari hasil voting debat tersebut.

  • Voting sebelum debat:   Pro Katolik 31.9%; Anti Katolik: 51.8%; Absent: 16,3%
  • Voting setelah debat:      Pro Katolik 12.4%; Anti Katolik: 86.0%; Absent:  1,6%

Video rekaman debat dapat dilihat di sini:

Video The Intelegence Squared Debate, C. Hitchens & S. Fry vs Roman Catholics. 1 , 2 , 3 , 4 , 5

Kita sedang memasuki masa waktu Kitab Wahyu 17:16-17! YAHWEH sendiri yang menerangi pikiran orang-orang yang tidak mengenal kepada-Nya untuk menjatuhkan Ibu dari wanita-wanita pelacur dalam Wahyu 17 ini.

Yahshua Ha Mashiah akan datang kembali ke dunia lagi! Sudahkah Anda siap untuk hadir di Pengadilan Akhir Jaman-Nya?

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Hubungan Rasul Petrus Dengan Roma Katolik


Orang Katolik pasti pernah mendengar nama Santo Petrus (Saint/Santo Peter) yang adalah rasul Simon Petrus, satu dari dua belas murid Yahshua Ha Massiah. Pembaca, pada satu sisi akan menemukan beberapa bukti sejarah betapa dalamnya Gereja Roma Katolik (GRK) menghubungkan dirinya kepada pribadi Rasul Petrus. Dan sisi lainya akan menemukan catatan Alkitab dan pengakuan Rasul Paulus tentang dirinya sendiri berkaitan dengan Roma Katolik.

Kepercayaan Roma Katolik sebagaimana kita tahu itu adalah hasil dari dua puluh abad sejarah. Untuk mengerti itu, kita harus mencoba megerti sejarah ini. Tidak hanya adalah bahwa itu hasil dari sejarah , tetapi itu melibatkan suatu perbedan sikap terhadapa sejarah. (1). Menurut pengakuan resmi tradisi Roma Katolik rasul Petrus tinggal di Roma sebagai bishop pertamanya dan mati di sana sebagai seorang martir di tahun AD 67. Tahun 1960 di Vatikan (dimana Gereja Roma Katolik berpusat) Paus menyatakan bahwa mereka telah menemukan lempengan batu dengan tulisan ”Petrus dikubur di sini” dalam bahasa Yunani.

Catatan sejarah tentang Gereja Roma Katolik menghubungkan dirinya dengan rasul Petrus. 1. Paus Leo Agung I (440-461 AD) dalam kotbah perayaan kenaikan kepausannya mengutip Matius 16:18-19 – Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”  Ia merefer acara ini sebagai hormat kepada Rasul Petrus dengan mengatakan, ”di dalam pribadiku yang sederhana, ia [Petrus] boleh ada dikenal dan dihormati (2)

Gambar di kanan adalah Basillica of Santo Peter dengan tugu batu Obelisk (symbol dari Dewa Matahari Ra atau Re) didepannya.

2. Paus Stephen III. Nama rasul Petrus juga dipakai pada 754 AD ketika Paus Stephen II di dalam ancaman raja Lombard, Aistulf, kerajaan dari Itali utara. Pepin, anak dari Charles Martel bangkit membantu Paus, setelah dipanggil melalui sebuah surat (mohon bantuan) di dalam nama Petrus, Saya, Rasul Petrus, telah didudukan oleh kuasa Messias, putra dari Elohim yang hidup, menjadi terang bagi seluruh dunia ….Kepada Gereja Roma Elohim kerasulan ini, yang dipecayakan kepadaku, upah pengharapan masa depanmu menyertai. …, membela pemerintah Roma ini dari tangan-tangan musuhnya … Beri bantuan kepada umatku Roma sekarang, sehingga aku boleh dapat menolong kamu dihari kemudian pada hari penghakiman …, tetapi jika kamu berlambat-lambat bantuanmu, ketahuilah bahwa kamu dibuang dari kehidupan kekal (3)

3. Paus Nicholas Agung (858-867 AD). Dalam suratnya kepada Photius dan Penguasa Michael III, surat ini ditulis sehubungan dengan masalah pengeseran jabatan kepemimpinan rohani Ignatius kepada Photius oleh penguasa daerah Konstantinopel (Yunani) dimana Nicholas berpihak kepada Ignatius, ”Tidak ada keputusan harus diberi pada masalah baru yang muncul tanpa sepengetahuan Roman See dan Roman Pontiff.”Setelah dia (Petrus), dan vicar-vicar-nya (pengganti-pengganti-nya) … oleh perkataan-perkataan Messias, dimulai pada PetrusYang Diberkati, dihubungkan kepada Gereja (Roma Katolik), tidak dapat dikurangi atau dirubah; sebab usaha-usaha manusia tidak dapat memindahkan fondasi yang mana Elohim telah letakan…(4)

Keributan antara keimaman yang berkeduduan di Yunani, ”Easten Empire” dengan keimaman di Roma ”Westen Empire” sesungguhnya sudah terjadi di tahun 726, dimana Emperor Leo III (di Constantinople) mengeluarkan surat keputusan melawan ”penghormatan kepada icons (benda dan gambar), gereja-gereja Yunani (Ortodok) dan gereja-gereja Latin (Katolik) mulanya bersatu sebelum pemisahan penuh di tahun 1054 (5)

4. Pada Canon Vatican Council II (1965) (Canon kata Yunani untuk kata peraturan dan ukuran) yang mengatur hubungan antara Pontiff (kata formal untuk Paus) dengan para bishopnya (pastors): Badan dari para bishops tidak memiliki otoritas kecuali itu tetap tinggal terus menerus pada kepalanya, Pontiff Roma, penerus Petrus … , (Pontiff) sebagai vicar (penerus) Kristus (Messias) dan pastor dari seluruh Gereja (Roma Katolik), Pontiff Roma memiliki kuasa penuh, supreme, dan universal diatas Gereja. Dan dia dapat selalu melakukan kuasa ini dengan bebas. (6)

Pengakuan rasul Petrus sendiri, catatan Alkitab dan catatan sejarah lainnya tentang hubungan Rasul Petrus dengan Gereja Roma Katolik
1. Referensi dari Alkitab. Perjanjian Baru tidak berkata apa-apa tentang keberadaan Petrus di Roma apalagi sebagai bishop pertama untuk Roma, dan memberikan bukti-bukti secarah tidak langsung hal-hal yang berlawanan dari pernyataan resmi Gereja Roma Katolik di atas. Dua belas pasal pertama dari kitab Kisah Para Rasul tidak memberikan pernyataan bahwa Petrus pernah ada di Roma dan dikubur di Roma, dan buku ini ditutup dengan perjalanan rasul Paulus ke Roma, tidak tentang Petrus. Catatan pelayanan Paulus kepada orang-orang di Roma (antara AD 57 atau 58) dan selama ia dipenjara di Roma (tahun permulaan AD 60) ia menulis empat surat, tidak satupun dari surat-surat tersebut menyinggung nama Petrus. Paul bertemu Petrus di Antiokia (timur-laut Turky dekat Syria) lihat Gal 2:11-14

Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa Eusebius sebagai sejarahwan gereja untuk raja Konstantine menyatakan bahwa Petrus tidak pernah di Roma, namun tulisan sejarah gereja (dalam bahasa Yunani) ini diterjemahkan oleh Yerome ke Latin, ia menambahkan suatu cerita fantastik kependudukan Petrus di Roma; menurut F. Paul Peterson dalam bukunya Peter’s Tomb, Recently Discovered In Jerusalem.

2. Alkitab tentang pribadi Simon Petrus. Ayat Alkitab yang menjadi acuan utama Pontiff Vatikan bahwa Simon Petrus adalah pendiri Gereja Roma Katolik ialah Matius 16:18-19. Ayat ini dalam bahasa Inggris dan Indonesia (tertulis di atas) tidaklah jelas. Namun dalam bahasa Yunaninya – ingat bahwa terjemahan Yunani lebih tua dari terjemahan Latin, setelah Latin keluarlah bahasa German (Martin Luther) dan kemudian diikuti oleh bahasa Inggris – ayat 18 ini tertulis: Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (πέτρος, Petros) dan di atas batu karang (πέτρα, petra ) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Kamus Strong G4074 Petros: a (piece of) rock – sebuah (bagian/potongan dari); G4074 petra:a (mass of) rock – sebuah (bongkah besar) batu karang.

Bila kita memperhatikan dengan teliti bagian terakhir dari Matius 16:18 ini kita akan mendapat gambaran yang lebih jelas makna kedua jenis ”batu karang” tersebut. Itu tertulis di atas batu karang (πέτρα, petra ) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Adakah manusia di bumi ini (termasukke sebelas rasul Yahshua dan juga rasul Paulus) yang bisa menahan kuasa alam maut? Tentu tidak ada!,kecuali Putra Elohim, yaitu Adonai Yahshua Ha Massiah/ Messias itu sendiri yang telah bangkit dari maut (Yoh 2:19) dan yang memiliki segala kuasa di sorga dan di bumi (Mat 28:18)

YAHWEH berkata tentang manusia, ”Aku ini YAHWEH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemulian -Ku kepada yang lain (Yes 42:8) dan Yahshua Ha Massiah juga mempunyai pemikiran yang sama (jelas karena YAHWEH dan Yahshua adalah satu lihat Yoh 1:1) rasul Yohanes mencatatnya demikian , ”banyak orang percaya dalam nama-Nya, … Tetapi Yahshua sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia. (Yoh 2:23-25)

Yahshua tahu siapa murid yang dikasihinya, Simon Petrus ini; Ia tahu bahwa Simon Petrus akan menyangkal Dia sampai tiga kali hanya dalam beberapa jam saja (Yoh 13:38; keempat Injil mencatat ini!) sebab Petrus orang takut akan aniaya, Anda mungkin ingat baru saja ia dianugerahkan gelar Petrus dan diberi kuasa untuk mengikat dan melepas (Mat 16:19) Ia dihardik oleh Yahshua dengan perkataan yang sangat keras ”Enyalah Iblis, engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Elohim, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (23) dan Ia melanjutkan dengan kata-kata peringatan ”menyangkal diri dan memikul salib dan mengikut Dia (24-27). Puji kepada YAHWEH bahwa Simon Petrus bertobat dan dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus sehingga ia menjadi seorang rasul yang luar biasa dan tidak takut mati mengajar dan berkotbah dalam nama Yashua Ha Massiah.

Hidup dan pelayanan orang Kristen tanpa tinggal di dalam Yahshua Ha Massiah tidak akan menghasilkan apa-apa (Yoh 15), jabatan dan klaim-klaim tidak ada artinya tanpa ketaatan dan dengar-dengaran akan Firman-Nya (Kis 19:13-16).

3. Rasul Simon Petrus tentang dirinya sendiri. Kontak langsung pertamanya dengan Yahshua di danau Genesaret (atau Galilia atau Tiberias), mendapatkan banyak sekali ikan dari tempat yang diperintahkan Yahshua, iapun tersungkur didepan Yahshua dan berkata: Master, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” (Luk 5:8)
Yoh 6:68 ; Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Master (Tuhan; dalam ITB), kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; ketika ia ditanya “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (67) – seperti banyak orang meninggalkan Dia (66). Petrus tahu siapa Yahshua dan mengikuti perkataan-Nya.
Petrus tidak mencuri kemulian YAHWEH di dalam pelayanannya, ia menegur mereka yang kagum kepada buah pelayanannya (Kis 3:1-12)
Kematian tubuhnya sudah diberitahukan oleh Yahshua (2 Petrus 13-14).

Dari pengakuan Petrus sendiri di atas, muncul pertanyaan ”Dapatkan Jemaat (Gereja) yang alam maut tidak bisa menguasainya dibangun oleh manusia yang fana?” Tentu tidak! Setiap orang Kristen yang lahir baru hanyalah ”batu-batu yang hidup” (Jemaat) dari ”bait Elohim” dimana pilar-pilar dari bait ini adalah rasul-rasul dan nabi-nabi, kedua terahir ini adalah hanya alat-alat pembuat”bait Elohim” tersebut. Fondasi dari ”baik Elohim” adalah Yahshua Ha Massiah itu sendiri – Alkitab menyebut-Nya ”Batu Penjuru” (Yes 28:16; Mazmur 118:22) diteguhkan oleh Yahshua sendiri (Mat 21:42) dan oleh rasul-rasul-Nya; Paulus: Ha Massiah Yahshua sebagai batu penjuru (Efe 2:20), dan Petrus sendiri, ia memakai kata petra dan bukan petros (panggilan untuk diri-nya ) ketika bicara soal batu penjuru Gereja (Kis 4:11, 1 Petrus 2:6-8).

4. Doktrin Kekristenan-nya. Selalu meninggikan Yahshua dan nama-Nya, terlihat jelas pada kotbahnya di hari Pentakosta yang pertama (Kis 2), ia mengkotbahkan bahwa Yahshua adalah YAHWEH dan Ha Massiah (Yang Diurapi dan Juru Selamat) ( 34-36), menekankan pentingnya pertobatan dan dibaptis (dicelupkan) (38) bagi para pendengar berita Injil.

Dihadapan imam-imam besar Yahudi, ia menjawab terus terang bahwa dengan kuasa nama Yahshua Ha Massiah, menjawab pertanya para imam dipersidangan (Kis 4:6-10)

Dan pada persidangan itu juga ia membuat suatu pernyataan yang tetap terkenal sampai hari diantara kalangan ”orang Kristen lahir-baru” yaitu, ”Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kis 4:12).

Persembahan uang untuk ”gereja” tidaklah penting tapi hati yang tulus (Kis 5:1-10),  ia tidak membiarkan Roh Kudus dihina oleh persembahan yang tidak jujur. Ia bukanlah jenis pendeta/pastor yang akan tutup mulut jika disogok uang atau barang.

Ia mengajari Kornelius, orang Roma (untuk tidak menyembah manusia. Lukas penulis kitab Para Rasul ini mencatat reaksi Petrus atas penyembahan yang ia terima dari Cornelius, Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya :”Bangunlah , aku hanya manusia saja. Petrus sadar bahwa ia hanyalah hamba YAHWEH (Kis 10:25-26) dan hanya YAHWEH saja yang patut disembah. Kata “tetapi” menjelaskan suatu kondisi yang kontras dan mendesak, kemungkinan besar bahwa Petrus bersegera memegang tubuh Kornelius dan mengangkatnya untuk ia berdiri. Ini pelayanan pertama Petrus kepada orang non-Yahudi (Gentile).

“Inside St. Peter’s Basilica candidates
for priesthood from 22 countr
ies lie prostrate
in humility before the hi
gh altar as they take
their vows during an o
rdination Mass celebrated
by Pope John Pa
ul II.” -National Geographic
pages 720-722 foldout. (7)

Dari doktrin Petrus ini adakah Gereja Roma Katolik (yang mengaku sebagai penerus kerasulan Petrus) mengikuti teladan ajaran Petrus?

Petrus pernah tinggal di Roma dan jadi Paus pertama?
Tidak ada bukti sejarah dari Gereja Timur (Yunani) dan ayat Alkitab yang bisa meneguhkan klaim Vatikan ini. Catatan: Rasul Paulus sebagai rasul untuk non-Ibrani yang hidup pada abad pertama masehi kunjungan pelayanannya pertama sampai ketiga adalah daerah-daerah Yunani (Turky barat dipanggil sebagai Asia Kecil adalah bagian dari Yunani pada abad pertama).

1. Klaim Dionysius dari Korintus.  Pelayanan Petrus kerumah perwira Romawi, Kornelius, itu terjadi di Israel. Kaisarea (Kis 10:1) terletak di utara Yope (Tel-Aviv /Jaffa, pantai barat Israel); bukan di Roma atau Negara Itali. Pernyataan yang jelas bahwa Petrus pernah berada di Roma adalah surat Dionysius, pemimpin gereja di Korintus (168-177 AD) kepada orang-orang di Roma, ” … kamu diikat bersama oleh Petrus dan Paulus pada fondasi-fondasi orang-orang Roma dan orang-orang Korintus, karena keduanya telah mengajar bersama di Korintus kami dan pendiri-pendiri kami, dan juga bersama telah mengajar di Italy pada tempat yang sama dan adalah martir pada waktu yang sama”, quotasion ini diberikan oleh Eusebius, seorang sejarah gereja pada masa Konstantine, raja Romawi, pada abad keempat (8).

N.V.Olson menanggapi tulisan ini sebagai berikut: ”Sebuah kesalah yang bersikap sejarah sudahlah jelas: mengatakan bahwa Peter dan Paulus bersama pendiri gereja di Korintus. Hal ini tentu mustahil jika kita memperhatikan surat Paulus kepada jemaat di Korintus; 1 Kor 1:11-13, 3:6 (tentang golongan Paulus atau Apolos) dan 4:15 (klaim Paulus sebagai bapa rohani atas mereka). Jika Dionysius salah dalam satu hal, dia telah dapat juga salah dalam lainnya. Bagaimanapun, sejak saat ini (waktu pada surat tersebut diatas) ke depan acuan-acuan kepada ”Petrus ada di Roma” menjadi umum (9).

Satu-satunya ayat yang sering diperdebabkan pernahnya ”Petrus di Roma” adalah 1 Pet 5:13: Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. Babilon adalah kota tua di Irak dan juga gambaran Gereja Roma Katolik/ Vatikan (sebagai sebuah negara/kekuatan politik) di Roma sebagaimana Wahyu 17 dan 18 memanggilnya. Berikut ini beberapa komentar beberapa ahli Alkitab tentang kata ”Babilon” pada tulisan Petrus ini.

  • John Gill: The Vulgate Latin, Syriac, and Arabic versions, supply the word “church”, as we do. Some, by “Babylon”, understand Rome, which is so called, in a figurative sense, in the book of the Revelations: this is an ancient opinion; … but that Peter was at Rome, when he wrote this epistle, cannot be proved,… It is best therefore to understand it literally, of Babylon in Assyria,
  • JFB (Jamieson, Fausset and Brown): How unlikely that in a friendly salutation the enigmatical title of Rome given in prophecy (John, Rev_17:5), should be used! Babylon was the center from which the Asiatic dispersion whom Peter addresses was derived. Philo [The Embassy to Gaius, 36] and Josephus [Antiquities, 15.2.2; 23.12] inform us that Babylon contained a great many Jews in the apostolic age (whereas those at Rome were comparatively few, about eight thousand [Josephus, Antiquities, 17.11]); so it would naturally be visited by the apostle of the circumcision.
  • Barnes: the Arabic, Syriac, and Vulgate, as well as the English versions, supply the word “church.” This interpretation seems to be confirmed by the word rendered “elected together with.”
  • Adam Clarke: I am quite of opinion that the apostle does not mean Babylon in Egypt, nor Jerusalem, nor Rome as figurative Babylon, but the ancient celebrated Babylon in Assyria, which was, as Dr. Benson observes, the metropolis of the eastern dispersion of the Jews;

Dari pernyataan JFB ini, bahwa tidaklah menutup kemungkinan Petrus berkunjung ke Roma (Gereja Mestery Babilon Besar, Wahyu 17:5), namun bahwa ia pernah menjadi penduduk dan hidup sebagai Paus dan mati di Roma tidak ada bukti yang otentik.

Ada penulis berpendapat bahwa Simon yang menjadi pendiri gereja Roma Katolik adalah Simon Magus, ahli sihir terkenal dari Samaria dan menjadi percaya (Kis 8:9-24).

Bacaan berkait:

  1. Is Peter the rock on which the Church is bulit?
  2. J.A. Wylie, Dogmas of the Papacy; vi: Apostolicity, or Peter’s Pirmacy
  3. Kuburan Petrus telah ditemukan

Referensi:

  • Jaroslav Pelikan, The Riddle of Roman Cathocism, p.10.
  • Philip Schaff and Henry Wace, Leo the Great and Gregory the Great p. 291
  • Horace K. Mann, The Lives of the Popes in the Early Middle Ages p.309
  • H. K. Mann, p.59
  • V. N. Olson, Papal Supremacy and American Demoracy. p.36, 40
  • W. M. Abbott, The Document of Vatican II. p.43
  • 7. www.remnantofgod.org, Rome demands, worship the Pope!
  • 8. Kirsopp Lake, Eusebius, the Ecclesiastical History. p.183
  • 9. V.N. Olson, p.4
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog