Berita Singkat Negara Islam Khalifah (NIK)


“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” – Yeshua Ha Mashiah (Injil Yohanes 10:10)

Negara Islam (NIK) berkata mengeksekusi 100 tentara asingnya sendiri yang telah ingin keluar (TimesofIsrael.com; 20/12/2014)
Kelompok ekstrimist Negara Islam telah mengeksekusi 100 dari pejuang asingnya sendiri yang telah mencoba keluar dari pos-pos utama mereka di kota Raqqa Syria, koran The Financial Times berkata hari Saptu. Baca lebih lanjut …

NIK mengeluarkan selebaran perbudakan sex, membenarkan perkosaan anak (RT.com; 11/12/2014)
Kelompok militan Negara Islam telah mengeluarkan sebuah petunjuk penangkapan, penghukuman dan pemerkosaan paa wanita bukan-Muslim. Itu menguraikan bagaimana untuk memakai mereka sebagai budak-budak sex mereka dan juga membenarkan pemerkosaan anak. Baca lebih lanjut …

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Iran: The Stoning of Soraya- Film


The Stoning of Soraya M. Film The Stoning of Soraya – فيلم رجم ثريا
The Stoning of Soraya M. (English text only)
Film drama keagamaan yang didasari dari kisah nyata Soraya Manutchehri, ibu dari 4 anak, ia dihukum rajam (dilempari batu sampai mati) pada 15 Agustus 1986 pada usia 35 tahun atas tuduhan palsu telah berzinah yang dibuat oleh Ghorban-Ali, suaminya. Tuduhan itu dibuat agar ia bebas dari isterinya dan dapat menikahi gadis berusia 14 tahun. Film ini diambil dari buku La Femme Lapidée.  Buku dan film ini dilarang terbit di Iran.

Synopsis film: Di suatu desa Kuhpayeh pedalaman Iran, melalui kerusakan mobil, Freidoune, seorang wartawan Perancis, dihampiri oleh Zahra, seorang wanita ingin menceritakan kisah malang yang menimpa keponakkan perempuannya, Soraya yang meninggal melalui hukuman lempar batu sesuai hukum Islam di Iran.  Buku La Femme Lapidee Freidoune Sahebjam
Ketika Soraya dan Zahra menolak usul cerai tersebut. Ali dan Mullah (tokoh agama) memakai posisi mereka membuat dua saksi dusta dan menyebarkan gossip ke masyarakat bahwa Soraya telah bermain serong supaya dapat menaruh Soraya ke  dalam ”tuduhan perzinahan” yang di Negara Islam Republik Iran berarti wanita itu akan dihukum mati melalui lemparan batu.
Wartawan harus melarikan diri dari Mullah dan para pengikutnya demi hidupnya untuk menceritakan kisah tersebut ke seluruh dunia. Informasi tentang film Soraya.

Direkur film: Cyrus Nowrasteh (Iran warganegara AS)
Soraya M. (Mozhan Marno)
Zahra (Shohreh Aghdashloo)
Freidoune Sahebjam (Jim Caviezel)
Lokasi pembuatan: Yordania

Freidoune Sahebjam (1933-2008) adalah putra dari seorang duta besar Iran, wartawan dan juga korespondent perang. Ia tinggal di Perancis.
Nowrasteh bercerita di kantor Pusat Hak Asasi Manusia Amnesty International di London bahwa sSoraya dan lubang untuk perajamanedikitnya 190 orang sudah di eksekusi di tahun ini. Sakineh M. Ashtiani dan 13 orang Iran lainnya ada pada baris kematian – yang tetap menghadapi suatu hukuman barbarian. (Oktober 2010)

Film/ dokumentasi sejenis (hak asasi wanita):

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Jumlah korban jiwa dari Perang Israel-Hamas Juli & Agustus 2014


Kalikatur Perang Israel Gaza oleh Stephen M. FlatowPerang Israel dengan organisasi Hamas yang mengontrol Jalur Gaza relatif singkat sekitar satu bulan saja (7 Juli sampai 10 Agustus 2014); Gencatan senjata (berlaku sejak 1 Agustus 08:00) yang diprakarsai oleh John Kerry, Seketaris AS, diterima oleh kedua belah pihak. Tetapi 90 menit setelah gencatan bersenjata tersebut berlaku, serangan bom bunuh diri dan beberapa pria bersenjata Hamas memasuki Israel melalui terowongan di Rafah menyerang pasukan Israel – membunuh dua tentara dan menculik lainnya, Hadar Goldin. Pada pukul 10 pagi, Hamas telah sedikitnya meluncurkan 15 roket ke Israel (70 roket sejak berlakunya gencatan senjata) . Israel balas menyerang Rafat dan sekaligus mencari Hadar – tanggal 2, Hadar ditemukan telah tewas.[1]

Delapan puluh roket diluncurkan dari Gaza pada tanggal 7 Juli, hari berikutnya Israel melancarkan balasan serangan udara sedikitnya 50 target di Gaza, dikenal dengan nama Operation Protective Edge. Bulan Juli saja Hamas telah meluncurkan 2,874 buah roket dan beberapa mortir. Korban jiwa dari pihak Israel 6 orang tewas dan 34 luka-luka; dari pihak Gaza 1.122 orang tewas dan 7.800 luka-luka. Sebelum Perang Juli 2014 ini terjadi, terhitung Januari 2014, Hamas telah meluncurkan 181 roket dan 16 mortir ke Israel sejak, jadi total (sampai akhir Juli) adalah 3055 buah roket dan 31 mortir dengan total korban jiwa di pihak Israel adalah enam (6) tewas dan 41 luka-luka.[2] Laporan tertanggal 10 Agustus: menurut PBB ”lebih dari 1.900 orang Palestina yang tewas adalah kebanyakan orang sipil: 1.354 warga sipil termasuk 447 anak-anak,” Sementara hanya 67 orang Israel tewas (umumnya tentara, ketika mereka memasuki dataran Gaza. Lihat ini[3] dan ini.[4] – Pemerintah Hamas sehari sebelum perang telah mengeluarkan perintah bagaimana harus membuat berita untuk dunia luar, “semua orang Hamas HARUS ditulis WARGA SIPIL.”

Laporan PBB ini dibantah oleh pemerintah Israel setelah menganalisa laporan media Arab terkenal Al Jazeerah[5] tentang jumlah dan indentitas korban jiwa di Gaza, dengan kesimpulan kasar sebagai berikut: Sepertiga (1/3) sebagai petempur, sepertiga lagi warga sipil dan sepertiga lagi tidak dapat dikenali. Hal para pejuang Hamas yang berbaju sipil adalah faktor lain susahnya menerima laporan PBB tersebut. Saya pribadi tidak mempercayai laporan PBB khususnya pada hal-hal yang berkaitan dengan ”pelanggaran HAM oleh Israel,” sejak 1993 saya telah mengetahui double standard kebijakan PBB atas Israel, video terbaru ini adalah bukti tambahan: 1. U.N. investigator admits to double standards towards Israel (perhatikan baik-baik penggunaan “I” dan “We” dari Profesor PBB ini, dan juga ekpresi wajahnya) dan 2. WATCH: Israel Attacks Gaza Hospital Used as Hamas HQ  Hamas Kami memimpin mereka (rakyat Palestina) kepada kematian

Analisa yang lebih detil menulis: dari nama mereka ialah 81,9 % adalah laki-laki, sedikitnya 70% dari adalah para pria berusia antara 18 ke 48 tahun (para pria siap tempur) – itu dapat diduga banyak dari mereka ditargetkan oleh Israel dan karena suatu alasan, laporan menulis.[5]
Ditemukan bahwa sejumlah besar nama-nama yang muncul pada daftar korban adalah duplikat – demi untuk mencari simpati media Barat. [6]
Tentara Israel selalu memberikan peringatan kepada orang Gaza (melalui selebaran dari udara, SMS pada telpon mereka dan terakhir mortil berskala ringan) sebelum membom bangunan (yang telah dipakai oleh Hamas untuk peluncuran roket) yang ditargetkan. Lihat:  Palestinian Leader Mudar Zahran: Hamas is killing my people dan Kebenaran tentang serangan udara Israel ke Hamas di Jalur Gaza.

Catatan kaki:

  1. Timeline of the 2014 Israel–Gaza conflict
  2. List of Palestinian rocket attacks on Israel, 2014
  3. Gaza conflict: Egypt seeks new Israel-Hamas ceasefire 
  4. Israel pounds Gaza as mediators try to rescue truce 
  5. Kantor berita Al Jazeerah adalah milik Pemerintah Qatar. Terbukti media Arab (dan juga berbahasa Inggris) yang sangat pro-Islam radikal, nampak pada peristiwa Jalan Arab di Mesir, dan juga khususnya anti-Israel. Media Arab dalam meliput “korban jiwa serangan Israel atas Hamas dan organisasi sejenisnya” selalu memiliku dua muka; dalam bahasa Arab mereka sebagai Pahlawan dan Martir (pesta dan bangga), namun untuk konsumen luar Arab mereka adalah Korban kekejian Israel (sedih dan demo). Dalam kasus ini, orang Israel ‘menampar’ para pro-Hamas dengan senjata mereka sendiri, dengan kata lain bumerang menabrak pemiliknya sendiri.
  6. Gaza Casualty Data Doesn’t Support Massacre Claims
  7. How Many People Died in Gaza?

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Negara Islam Kalifat: “Dunia sedang melihat hanya ke Gaza!”


Militan Sunni Negara Islam di Irak dan Syria (ISIS)Konflik Israel melawan Hamas di Jalur Gaza telah berlangsung satu bulan. Hamas mengklaim 1.834 orang Palestina, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil; di sisi Israel, 64 tentara Israel tewas dan beberapa warga sipilnya tewas, sekalipun Hamas dan organisasi Islam lainnya di Gaza telah meluncurkan roket dan missil lebih dari 3.300 buah ke bumi Israel.
Ya, mata dunia saat ini sedang terfokus hanya kepada Gaza; tepat seperti berita yang ditulis Negara Islam Irak dan Syria yang lebih besar (ISIS) atau sekarang dikenal sebagai Negara Islam Kalifat (NIK).
Apa yang sesungguhnya sedang berlangsung di Timur Tengah tentang Gerakkan Negara Islam Kalifat (ISIS) – yang tidak diperhatikan media internasional, Anda mungkin bertanya? Berikut ini laporan singkatnya:

Di Irak: empat desa Turkmen Shiah di Irak utara dekat kota Kirkuk telah dibantai secara sadis oleh para militan Negara Islam Kalifat (NIK/ ISIS). Seorang saksi mata, Hassan Ali, petani (52 tahun) bercerita kepada the Associated Press (AP), “Mereka memukul kami dengan mortir-mortir dan mortir-mortir, dan para keluarga melarikan diri, dan mereka terus memukuli kami. Itu sungguh sectarian.” Yang berhasil selamat sekarang tinggal di Kirkuk, dimana tentara keamanan Kurdi Irak berkuasa.
PBB melaporkan 1.075 orang tewas di bulan Juni ketika militan Sunni NIK ini merebut desa-desa dan kota-kota saat mereka bergerak menuju Baghdad (dari Syria).
Minggu lalu (28/7-3/8/2014) hanya dalam satu hari para militan Sunni NIK telah membunuh tidak lebih sedikit dari 1500 orang di Irak (mendekati jumlah yang sama jumlah orang Palestina yang tewas selama satu bulan perang Israel dengan Hamas di Gaza).
Pemimpin Kalifat (Negara) Islam Abu Bakr al-Baghdadi dengan jam Rolexnya dikotbah JumatRita Izsak, seorang Reporter Khusus PBB untuk masalah minoritas mengakui bahwa di Irak “agama-agama minoritas ada ditargetkan dan para pengikutnya dikenakan penculikan, pembunuhan atau harta milik mereka direbut oleh para kelompok extrimist tersebut.”
Sedikitnya 100.000 orang Kristen Irak dipaksa untuk melarikan diri (hanya dengan pakaian yang melekat) dari semakin melebarnya ekpansi Negara Islam, kata Louis Sako, pemimpin Gereja Roma Katolik Kaldian. ”Ini adalah sebuah kehancuran humanitarian. Gereja-gereja diduduki, salib-salib dihancurkan dan membakar 1.500 manuskrip,” ia menambahkan.
Laporang PBB hari kamis menyatakan ribuan orang Yazidis terjebak oleh militan NIK di gunung Sinjar. Yazidis adalah bagian dari monoritas Kurdi Irak yang memeluk agama kuno Persia dikenal sebagai ajaran Zoroastrianisme.
Ron Prosor, Duta Besar Israel untuk PBB khuatir akan kondisi para minoritas di Irak dan meminta perhatian dunia untuk membela mereka; ”Itu mungkin ada terlalu banyak untuk meminta Anda untuk berdiri di pihak kami di dalam pertempuran ini antara peradaban dan barbarisme, tetapi setidaknya memiliki kesopanan untuk menelan kemarahan selektif Anda sementara Israel menghadapi perang melawan kelompok-kelompok ekstrimis yang mencari untuk membasmi nilai-nilai yang kita semua sangat sayangi,” Ron berkata.

Media Kristen Israel menulis: Gerakkan Sunni Radikal ISIS, sekarang mudahnya dikenal sebagai Negara Islam, telah berbahagia untuk adanya perang Gaza sebagai selubung penjajahan penuhnya atas Irak utara. ”Kita dapat melakukan apapun sekarang dunia sedang melihat hanya ke Gaza!,” seorang pejabat Negara Islam Kalifat berkata pada laporannya baru-baru ini. Militan Negara Islam Kalifah membantai tentara Irak yang telah tertangkap
Syria: Konflik antara tentara Syria dengan para militan ISIS masih berlangsung. Laporan Kamis (7 Agustus) 27 tentara telah terbunuh baru-baru ini dan 11 orang ISIS tewas. Tiga militan ISIS melakukan serangan melalui meledakan diri mereka sendiri di pintu gerbang tentara Syria.
Lebih dari 170.000 orang tewas sejak perang Syria ini dimulai (Maret 2011).

Libanon: Para militan Sunni yang berperang untuk menjatuhkan president Assad, sekarang ingin menguasai Libanon. Raja Arab Saudi, Abdullah telah memberikan 1 Milliar Dollar Amerika untuk mempersenjatai negara Libanon melawan para militan tersebut. Sebelumnya Raja Abdullah telah memberikan 3 Milliar Dollar US ke Libanon untuk tujuan serupa.
Gerakkan militan Sunni di Syria telah menyebabkan satu juta pengungsi orang Syria di Libanon; belum termasuk di Turki dan Yordania.
Raja Abdullah menyebut para militan Sunni tersebut belakangan ini sebagai ”para terrorist.” Pada awal ’perang Syria,’ Raja Saudi ini malah mempersenjatai ”para terrorist” ini. Namun ketika Muhammad Morsi (dari organisasi Islam radikal Muslim Brotherhood) menjadi president Mesir, raja ini sadar bahwa langkah berikut adalah giliran dia ditumbangkan oleh para militan Sunni tersebut.

Sejarah kembali membuktikan kebenarannya bahwa Pendirian Negara Islam Kalifat hanyalah pertumpahan darah bukan hanya bagi Non-Muslim tetapi juga bagi sesama Muslim entah dia Islam Shiah maupun Islam Sunni – dan ‘damai’ baru terjadi ketika semua orang tunduk kepada diktatorship Kalifat tersebut. Apakah ada kelompok atau orang Muslim Indonesia yang mendukung berdirinya Negara Islam Kalifat?

Bacaam berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Hamas memaksa penduduk Gaza tinggal di rumah sebagai perisai manusia


Hamas memaksa orang-orang Gaza tinggal di rumah sebagai perisai manusiaPerang Israel-Hamas telah memasuki hari ke 10 (dihitung setelah Israel membalas menyerang), dan dihari keempat sudah lebih 2000 roket dan missil telah diluncurkan Hamas ke Israel dan Israel telah menyerang lebih dari 500 target.
Situs IsraelToday pada laporannya (11 July 2014) menulis bahwa pemimpin Hamas telah memerintahkan para penduduk Gaza untuk mengabaikan peringatan-peringatan Israel datangnya serangan udara dan tetap tinggal di rumah-rumah mereka sebagai perisai-perisai manusia.
Perang antara Israel dengan organisasi Hamas, yang mengontrol wilayah Jalur Gaza, muncul kembali pada hari Selasa, setelah puluhan roket diluncurkan oleh Hamas pada hari Senin ke kota-kota perbatasan rumah warga sipil Israel.
Israel secara konsisten dan terus menerus memperingatkan orang-orang Gaza sebelum serangan tiba untuk meninggalkan tempat-tempat yang dipakai oleh Hamas sebagai peluncuran roket, tempat beroperasi, penyimpanan senjata dan juga rumah-rumah tinggal para pemimpin Hamas.
Perintah yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri Hamas ini datang dalam bentuk jangan ”bekerja sama” dengan Israel melalui menggambil perhatian peringatan Israel untuk keluar dari sasaran target serangan udara . Dengan kata lain, bagi mereka yang melarikan diri dari tempat target sasaran serangan akan dilabekan sebagai para penghianat dan karenanya akan menghadapi hukuman lebih buruk dari serangan Israel.
Hamas telah bertahun-tahun memakai taktik kotor di atas di dalam berperang melawan Israel, secara sengaja melepaskan roket-roket dari tempat-tempat penduduk sipil berada, seperti sekolah dan rumah-rumah penduduk dengan harapan jika Israel membalas serangan di tempat yang sama maka warga sipillah yang akan terbunuh – dengan tujuan memakai serangan Israel tersebut sebagai bumerang bagi Israel sendiri – sehingga media internasional bisa menuduh Israel.

Seperti kita tahu kebohongan tidak bisa bertahan lama, video ini jelas merekam kejahatan Hamas memaksa anak-anak Palestina sebagai perisai manusia mereka: When Hamas Puts Civilians in the Line of Fire.
Lucy  Aharish dari i24news bersama jurnalis Arab Maysoon Al-Qasmi Namun tahun-tahun belakangan ini Israel memiliki satelit yang semakin baik, sehingga bisa melihat kondisi target dengan baik, dan bisa menunggu atau menunda serangan jika target terdapat wanita atau anak-anak.

Lucy Aharish, wartawati Arab dari i24news, mengadakan video komunikasi dengan dua rekan jurnalis Arabnya, Alla tinggal di Gaza dan satunya lagi Maysoon Al-Qasmi tinggal di Hebron, Israel.
Lucy mempertanyakan Alla yang menuding Israel dalam jatuhnya korban warga sipil di Gaza, ”Anda tahu itu bahwa Hamas sedang bermain sebuah PR game pada pengorbanan orang-orang yang hidup di Gaza … Dimana Anda, dimana orang-orang, dimana para jurnalis [yang perlu untuk] mengatakan kepada Hamas dan ke Islamic Jihad untuk berhenti?” dan menambahkan, ”Kalian tidak melakukan apa-apa melawan orang-orang yang melukai kalian di dalam Jalur Gaza.”
Dan kepaa Maysoon yang melabelkan Israel ”menghukum warga sipil,” Lucy balik bertanya: ”Apakah kamu dapatkan itu normal bahwa para terrorist bersembunyi dibawah rumah-rumah warga sipil dan melalui itu melukai orang-orang yang mereka mencoba untuk melindungi … Kita adalah orang-orang cerdas, kita tahu bahwa missil-missil ini ada di halaman belakang warga sipil dan orang-orang yang tidak bersalah … saya tidak mengerti mengapa orang menaruh missil di rumah keluarga Palestina dengan anak-anak dan wanita … terangkan itu, ini sesuatu yang tidak saya mengerti, ” Lucy bertanya dengan nada panas.
Ibrahim Khraishi Ambasador Palesitna untuk Dewan HAM PBBSumber yang sama melaporkan (14 July 2014) bahwa Pemerintah Palestian di West Bank yang mencoba menarik pemerintah Israel ke meja Organisasi Pengadilan Kriminal Internasional (the International Criminal Court/ ICC), yang berkantor di Den Haag, Belanda mengakui bahwa Hamas terlibat di dalam kriminal-kriminal perang, ”Missil-missil yang sekarang ada diluncurkan melawan Israel, tiap dan setiap missil tergolong kriminal melawan kemanusian, entah itu mencapai target atau tidak, sebab itu diarahkan pada sasaran-sasaran warga sipil,” Ibrahim Khraishi, Ambasador Palesitna untuk Dewan HAM PBB berkata pada TV Pemerintah Palestina.
Mr. Khraishi juga berkata, ”Banyak masyarakat kami di Gaza muncul di TV dan berkata bahwa orang-orang Israel telah memperingatkan mereka untuk meninggalkan rumah-rumah mereka sebelum menyerang. Dalam kasus sedemikian, jika seorang terbunuh, hukum menghitung itu sebagai kesalahan bukan tujuan membunuh sebab [orang-orang Isreal; ini dari sumber aslinya] mengikuti prosedur-prosedur yang legal.”
Pada pesannya yang sama pemimpin Palestiana WB ini melabelkan Israel telah melakukan tindak kriminal sehubungan dengan tanah penghuni dan pos-pos pemeriksaan.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Laporan PBB: Kebijakan Vatikan mengijinkan para pendetanya memperkosa anak-anak


Laporan PBB pada pelecehan sex anak Vatikan di Genova 2014Komisi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tertanggal 5 Febuari 2014 mengeritik secara keras kebijakan-kebijakan negara Vatikan sebagai otoritas tertinggi Gereja Roma Katolik sedunia, khususnya dalam masalah pelecehan sex anak-anak yang dilakukan oleh para pendeta Katolik di berbagai negara.
Laporan ini menyebutkan bahwa anak-anak yang telah menjadi korban pelecehan sex (skandal pedophile) tersebut telah mencapai puluhan ribu anak-anak di seluruh dunia – (ratusan ribu korban menurut president SNAP), namum sampai saat ini belum ada pendisiplinan atau hukuman nyata Vatikan terhadap para pelaku kejahatan tersebut, satu-satunya langkah yang telah dibuat Vatikan hanyalah memindahkan tempat pelayanan mereka, ”mereka telah dipindahkan dari sebuah paroki (komunitas gereja lokal) ke paroki ketika hal-hal (scandals) diketemukan, dan ini tetap menempatkan anak-anak di banyak negara dalam resiko tinggi pelecehan sex,” pemimpin Komisi PBB berkata.
Komisi PBB menyatakan dalam kritiknya tersebut bahwa ”Vatikan / Penguasa Gereja Roma Katolik secara konsisten telah menempatkan pelestarian reputasi gereja dan perlindungan terhadap para pelaku (pelecehan sex) di atas kepentingan terbaik anak-anak.”
Tahun-tahun pertama skandal pelecehan ini terkuak dipermukaan, ketika para korban yang telah berusia dewasa, 40-50 tahun membuka suara mereka di media sekelur, sebab para korban tidak melihat adanya niat atasan untuk mengakui, apalagi untuk memberi ganti rugi, sebaliknya mengancam setiap orang dalamnya yang berani buka mulut di luar dunia Gereja Katolik. Mempelari kasus-kasus sejenis yang terkuak di negara-negara Eropa, seperti di Irlandia, Belgia, Belanda, Jerman dan non-Eropa – tidaklah heran jika Komisi PBB pada laporan tahun 2014 ini menyimpulkan bahwa “Vatikan mengijinkan para pendeta mereka untuk mPaus Freancis I bertemu dengan para uskupemperkosa anak-anak.” Anak-anak yang seharusnya dilindungi baik dari sisi moral maupun hukum, tetapi sebaliknya malah dirusak oleh para pemimpin mereka; nampak seperti pepatah ”pagar memakan tananam.”
Oleh karenanya Komisi PBB ini menuntut Vatikan ”untuk segera mencabut” semua petugas gereja yang telah diketahui atau di duga sebagai peleceh-peleceh anak kecil.
Laporan ini disambut gembira oleh para pembela hak-hak anak, misalnya SNAP: ”Laporan ini memberi harapan untuk ratusan ribu korban-korban yang telah sangat terluka dan masih menderita di seluruh dunia karena pelecehan sex dari rohaniwan tersebut,” Barbara Blaine, president dari SNAP Amerika Serikat. SNAP singkatan dari Survivors Network of those Abused by Priests.

Pada saat yang sama, Komisi PBB juga mengeritik kebijakan Vatikan lainnya:
• Pelarangan pemakaian alat-alat pencegah kehamilan; contoh: kondom
• Pelarangan praktek aborsi [1]
• Pernyataan resmi Gereja Roma Katolik menentang hal-hal yang berkaitan dengan homoxualiti, yakni melawan praktek lesbian, gay, bisexual dan transgendered (waria) dan menolak hak pasangan homo ini mengadopsi anak-anak [2]

Vatikan membalas kritik PBB pada pendeta pedophile dan aborsi
Uskup Agung Silvano Tomasi, kepala delegasi dari Vatikan untuk pertemuan PBB di Genova, pada kesempatan lain menyerang balik kriktik Komisi PBB atas Vatikan.
Ia berargument bahwa Arab Saudi, Syria, Uganda dan Thailand – adalah para anggota komisi PBB – yang telah menuduh Vatikan ”secara sistimatis” mengadopsi kebijakan-kebijakan yang mengijinkan para pendeta untuk memperkosa dan menjamah dengan kasar anak-anak juga telah melakukan kejahatan-kejahatan; pemerintah Uganda memakai anak-anak 10 tahun untuk bertempur, Thailand yang menlayakkan penjual sex anak-anak. Syria  yang membunuh rakyatnya sendiri dengan gas racun . [Telah terbukti bahwa yang meracuni rakyat Syria ternyata adalah para tentara pemberontak dukungan Barat dan Arab; suatu taktik perang agama yang keji dan tidak bermoral dari militan Sunni telah terbongkar di Syria, juga di Irak dan di Indonesia].
Lebih lanjut Vatikan dalam pernyataan resminya, termuat pada buletin resmi Vatikan berbahasa Itali dan Inggris itu, menyatakan bahwa point-point pada laporan PBB tersebut adalah ”usaha untuk mencampuri pengajaran Gereja Katolik.”
Pada paragraf terakhir tertulis, ”The Holy See (artinya Tahta Suci, nama lain dari Vatikan/ Gereja Roma Katolik) menegaskan kembali komitmentnya untuk membela dan melindungi hak-hak anak, sesuai dengan prinsip-prinsip yang dipromosikan oleh Konvensi Hak-hak Anak dan sesuai nilai-nilai moral dan keagamaan yang ditawarkan oleh doktrin Katolik.” (Garis bawah ditambahkan).

Koin 2 Euro Uni Eropa bergambar Wanita mengendarai binatangKalimat terakhir dari pernyataan resmi Vatikan (yang di garis bawahi) menunjukkan bahwa Uni Eropa (sebagai pusat ‘kerajaan’ Barat yang membawahi NATO, ICC, PBB, Club of Rome) bukanlah yang mengendalikan Vatikan atau Gereja Roma Katolik, tetapi sebaliknya. Fakta ialah ide lahirnya Uni Eropa dimotori oleh Gereja Roma Katolik. Sehingga genaplah apa yang dinubuatkan Adonai Yeshua kepada rasul Yohanes di pulau Patmos 2000 tahun yang lalu; baca Wahyu pasal 13, 17. Dan kritik dan tuntutan Komisi PBB 2014 ini nampaknya suatu proses untuk menggenapi ayat 16 dan 17 dari Wahyu pasal 17 dan pasal 18 tersebut.

Catatan dari editor:
1. Dalam beberapa dekade yang lalu, memang benar Vatikan ’berseru di atas-atas rumah’ melalui para pemimpinnya di seluruh dunia bahwa aborsi adalah dosa. Namun ’di dalam dapur-dapurnya sendiri’ praktek aborsi adalah umum. Dan sekarang telah diketahui umum bahwa justru praktek aborsi terbesar di banyak negara di dunia saat ini terjadi di klinik-klinik dan rumah sakit yang dikelola oleh Gereja Roma Katolik. Contoh kasus: Meksiko, salah satu negara Katolik terbesar di Amerika Selatan.
2. Memang benar bahwa Gereja Roma Katolik / Vatikan secara resmi telah membuat pernyataan-pernyataan praktek homosexualiti, namun dalam prakteknya, sangat banyak pemimpin Katolik yang mempraktekkan perbuatan homosex – baik itu pedophile (hubungan badan antara pria dewasa dengan anak laki-laki / boys) dan juga sesama orang dewasa. Majalah Itali pernah membongkar prakek homosex yang dilakukan oleh para pendeta Katolik.
Semua skandal sex di dalam Vatikan disebabkan aturan hukum agamanya yang melarang semua pemimpinnya (dari mulai pendeta sampai menjadi paus) memiliki isteri.
Sederhananya: “Sebuah pohon dikenali dari buahnya,” Yeshua berkata.

Artikel ini ditulis agar supaya setiap orang tahu bahwa Alkitab adalah benar-benar Firman Elohim yang Suci, ditulis oleh para penulisnya di bawah inspirasi Roh Kudus; terlepas dari entah ada orang mau terima atau tidak kebenaran tersebut, Alkitab akan selalu membuktikan kebenarannya, seperti ada tertulis: Janji YAHWEH adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. (Mazmur 12:7) dan lagi:  “sebab itu beginilah firman Elohim YAHWEH “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! (Yesaya 28:16). “Batu yang teruji” ini adalah Adonai Yeshua Ha Mashiah, sebagaimana rasul Petrus berkata di 1 Pet 2:4-6 dalam kaitannya dengan Matius 16:18 – batu fondasi dari Jemaat / Gereja YAHWEH,  yang siapa pintu alam maut (hell) sekalipun tidaklah akan mampu mengalahkan Jemaat tersebut! Percayalah kepada Alkitab dan bukan kepada doktrin-doktrin dan klaim-klaim buatan manusia!

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

USA: Sedikitnya 55 juta jiwa terbunuh sejak Aborsi dilegalkan


Peta Negara Bagian Amerika SerikatTanggal 22 Januari 1973 adalah bagian dari sejarah penting bangsa Amerika Serikat; perjuangan antara hak pribadi (ego) melawan hati nurani (conscience). Pada hari bersejarah ini Mahkamah Agung USA mengeluarkan undang-undang yang melegalkan tindakan aborsi. keputusan nasional ini dibuat atas dua kasus ibu hamil yang dikenal dengan nama ”Roe v. Wade” (di Dallas, Texas) dan ”Doe v. Bolton” (di Atlanta, Georgia).”

Negara Amerika Serikat (USA), yang dibangun oleh orang-orang Eropa Kristen yang melarikan diri raja-raja yang dikendalikan oleh paus, memandang tindakan aborsi pada awalnya  secara umum dianggap sebagai kejahatan. Tahun 1821, Connecticut adalah negara bagian AS pertama mengeluarkan hukum aborsi sebagai tindak kriminal.

Jane Roe (nama aslinya Norma McCorvey) adalah wanita belum menikah yang hamil karena diperkosa, sedangkan Mary Doe (nama aslinya Sandra Cano) adalah ibu usia 22 tahun dari 3 (tiga) anak yang sedang hamil 9 minggu. Kedua masalah ini dibawa oleh para hukum untuk melawan Hukum anti-Aborsi Amerika Serikat.

Sandra Cano baru-baru ini bercerita kepada theBlaze.com tentang dirinya yang sebenarnya mengenai kasus Doe v. Bolton pengadilan yang sekarang telah merubah pola hidup kaum wanita Amerika abad 21. Selama interview melalui telpon, Mrs. Cano menerangkan kesedihan yang dia rasakan selama bertahun-tahun sehubungan dengan keterlibatannya di  dan kaitan kepada perjuangan legal kasus tersebut.

”Saya memiliki suatu kehidupan yang sukar – sangat susah,” Cano mengakui, ia berkunjung ke kantor Legal Aid di Atlanta awal tahun 1970 untuk mencari pertolongan mendapatkan ijin cerai dari suaminya yang sering keluar masuk penjara dan sekaligus berjuang untuk mendapatkan dua anaknya kembali dari tangan pemerintah sekalipun saya tidak memiliki bantuan keuangan.
Seorang ahli hukum bernama Margie Pitts-Hames, berjanji menolong Cano, namun dengan suatu harga – yang saat itu Mrs. Cano tidak tahu sama sekali.

Singkat cerita Hames dan rekan-rekannya memanipulasi kondisi Cano untuk melenyapkan hukum pemerintah AS saat itu yakni ”Perbuatan Aborsi adalah Kriminal” untuk melegalkan tindakan aborsi tanpa kondisi – dipengadilan mereka menyerang Arthur Key Bolton (1922 – 1997), yang menjabat sebagai Jaksa Agung Georgia saat itu (periode 65-81), bekas veteran Perang Dunia II, seorang yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

”Mereka tahu saya saat itu hamil, tetapi saya tidak pernah berkata bahwa saya ingin menghentikannya (mengaborsinya),” Cano berkata, dan melanjutkan: ”Pikiran demikian tidak ada di pikiran saya.”

Sadar bahwa Mrs. Cano tidak mau menggugurkan kandungannya, maka para ahli hukum ini memakai kasus ”kesusahan” dirinya dengan nama palsu, ”Mary Doe,” dengan alasan klain mereka tidak ingin indentitas aslinya diketahui umum. Hal serupa juga terjadi dengan Norma McCorvey.

Kedua kasus lokal ini diambil alih oleh pengadilan pusat di tahun 1973 yang terdiri dari 9 (sembilan) hakim. Tujuh memberi suara Yes untuk aborsi, dua (Byron White dan William Rehnquist) menolak.

Jadi Mary Doe akhirnya ’menang’ dipengadilan, dan atas ’nasehat’ mereka Cano akhirnya memberi bayinya diaborsi.

Ops, keajaiban besar tiba-tiba terjadi; kasus lokal di Georgia, dan Texas (kasus ”Roe v. Wade”) ini pada tahun yang sama telah merubah seluruh Amerika Serikat 180 derajat dari perbuatan aborsi sebagai tindakan kriminal menjadi hak ber-aborsi bagi setiap wanita – tanpa batas alasan!!

Sadar dirinya telah dimanipulasi, ”Di tahun 1974 saya pergi ke Georgia Right to Life mencari seseorang untuk menolong saya.” Tahun 1980, ia memberanikan dirinya untuk “go public” siapa sebenarnya Mary Doe tersebut, seorang Jaksa Agung bersedia membuka kasus lamanya, namun Margie Pitt-Hames melarang dirinya.
Mrs. Cano mencoba berkali-kali untuk membatalkan kasus 1973nya namun ditolak, negara Amerika telah berubah secara tiba-tiba oleh kedua kasus wanita tersebut.

Seperti McCorvey, Cano berkataKarikatur 55 juta bayi diaborsi di Amerika Serikat sejak 1973 awal-awal tahunnya setelah kasus tersebut adalah susah dan tidak stabil dan cerita sesungguhnya tentang dirinya belumlah benar-benar diceritakan media, “Saya telah membawa beban bahwa namaku telah melegalkan aborsi.. saya tidak dapat hidup dengan kenyataan bahwa saya telah mencurahkan darah seorang bayi,” Cano berkata dengan sedih kepada TheBlaze. Cano sekarang mengklaim bahwa “Elohim telah membebaskan dia dari kedua beban tersebut.

Pitt-Hames mati di dalam kecelakaan mobil di tahun 1994.

McCorvey dipengadilan juga diijinkan untuk melakukan aborsi , namun para ‘pembela’ hukum tidak puas ijin tersebut hanya berlaku untuk masalah “hamil karena diperkosa.”
Pada peringatan ke 41 Mahkamah Agung AS melegalkan aborsi, tingkat kehamilan remaja diluar nikah semakin melambung tinggi.

“55 (lima puluh lima juta). Itu adalah hampir 20% (persen) dari pupulasi (Amerika Serikat) saat ini. Berbicara tentang pembunuhan besar-besaran (genocide),” Dennis Byrne menulis. Alasan dilakukan aborsi kerena kesehatan dan keselamatan si ibu hanyalah 4%, atau kurang dari 0,5% tindak aborsi dikarenakan perkosaan dan incest, ”Namun jutaan dan jutaan lebih adalah karena masalah kepuasan atau sederhananya sebuah pilihan dari gaya hidup …10% dari seluruh aborsi, lebih dari 5 juta orang Amerika telah memberikan hidup mereka untuk kepuasan atau pilihan gaya hidup dari seorang lainnya,” Byrne memaparkan.

Komentar: Mrs. Cano adalah satu contoh dari jutaan jemaat Roma Katolik yang berhati murni, namun penuh kemalangan. Ia tidak tahu rencana-rencana rahasia para pemimpin tingkat atas ’Gerejanya.’ Mereka berbicara di media ”menolak Aborsi” dan ”anti-Homosexual” tetapi dibalik layar melakukan kebalikannya. Saat ini 9 dari Hakim Pusat di AS adalah mayoritas (5 hakim) orang Katolik, dan saat yang bersamaan puluhan ex-pendeta Gereja Roma Katolik buka mulut tentang kejahatan para pemimpin pusat mereka.
Yeshua Ha Mashiah di kitab Wahyu menyebut gereja tersebut sebagai ”Mistery Babylon the Great” (Wah 17, 18)
Hukum dibuat untuk manusia, adalah benar sekali. Namun melegalkan tindakan yang imoral (membunuh dalam hal ini) demi “1% kasus terkecualian” akan menghancurkan seluruh hukum moral. Setiap tindakan hukum yang melegalkan menentang satu dari 10 Perintah YAHWEH, konsekuensinya adalah kehancuran negara itu sendiri, sejarah telah membuktikannya berkali-kali.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog