Pasukan Negara Islam Khalifah terpukul berat di Syria, Irak dan Nigeria


Peta wilayah pendudukan militer Syria, Kurdi, Irak dan Khalifah Islam Para pejuang Kurdi telah mengusir keluar para jihadist NIK dari kota Kobani (Ain al-Arab) di Syria berita hari Senin awal Pebuari ini (2/2/2015). Para jihadist NIK (Eropa menyebutnya IS / ISIS, dan Amerika: ISIL – membedakannya dengan Negara Islam Shia Iran) semula telah berhasil menguasai 60% dari kota bangsa Kurdi-Syria yang strategis ini. Kota Kobani terletak hanya beberapa kilometer dari perbatasan negara Turki, dan sekaligus tidak jauh dari komplek militer Turki. Turki, sekalipun anggota NATO, adalah satu dari dua negara Islam yang terang-terangan mendukung gerakkan Islam Khalifah. Lainnya adalah Qatar.
Para jihadist NIK yang diperlengkapi dengan senjata perang modern (buatan Barat) dan dibantu dengan pejuang-pejuang dari berbagai bangsa 4 bulan lalu dengan mudah menguasai kota Kobani. Sebagian besar penduduknya (wanita, anak-anak dan orang tua) melarikan diri ke perbatasan. Hanya meninggalkan para pemuda yang bersenjata bedil.
Atas desakan pemerintah Perancis dan para anggota NATO, ”bangsa Kurdi sedikitnya berhak untuk membela diri,” Turki yang semula bersih-keras tidak ingin menolong ”musuhnya” yang sedang dalam kehanPejuang Kurdi merebut kembali kota Kobani dari tangan Jihadist Negara Islamcuran tersebut akhirnya dipaksa membuka pintu perbatasannya bagi pejuang Kurdi (yang tinggal di Kurdistan-Turki) untuk membela rekan sebangsanya yang sedang terperangkap. AS hanya membantu pejuang Kurdi dengan serangan-serangan udara. Sekarang 100% Kobani direbut kembali dari para jihadist NIK. Jurubicara AS, Jen Psaki menyatakan bahwa kelompok NIK ”telah mengerahkan banyak sumber-sumber ke dalam (perang di) Kobani. Namun dengan jelas mereka tidak berhasil, dan kita sedang mendorong mereka mundur.” Pejuang Kurdi di Kobani dipimpin oleh Unit-unit Perlindungan Masyarakat Kurdi (UPMK/ KPPU). NIK telah kehilangan lebih dari 1000 jihadistnya di Kobani selama perang 4 bulan tersebut.
Sementara itu, di Irak Utara (Kurdistan Irak), para pejuang Kurdi lainnya telah berhasil merebut kembali kota-kota yang diambil oleh NIK Minggu ini dikabarkan mereka berhasil merebut wilayah strategis yang dipakai oleh NIK sebagai jalur suplai antara Mosul (pusat militer NIK di Irak) dengan Syria.
Yang menarik dari pejuang Kurdi ini ialah para wanitanya turut berperang, sedikitnya 500 wanita!

Pada Senin yang sama NIK terpukul di Irak Selatan.Tentara Irak yang telah berhasil membebaskan Diyala dan semua wilayah berpenduduk di profinsi timur Irak dari tangan pejuang NIK. Pemerintah berkata perang di Selatan ini telah menewaskan 58 dan 248 luka-luka dari pihak pemerintah, dan lebih dari 50 jihadist NIK tewas.
Di Selatan, tentara Shia dibantu dengan pejuang-pejuang dari Arab Sunni setempat (tribesmen) telah mengikuti jejak suku Kurdi untuk menghadapi NIK dengan kekuatan militer.

Sekilas balik konflik kebangkitan Negara Islam dengan Pemerintah Lokal. pejuang wanita Kurdi siap melawan jihadist Negara Islam
Sejak bangkitnya gerakkan Negara Islam Kalifah yang dimotori oleh al-Bagdadi, Juni tahun lalu, banyak orang-orang Muslim di Syria dan Irak bergabung dalam cita-cita lahirnya kembali negara Kalifah. Tentara dan polisi bergabung, sehingga hanya dalam beberapa bulan saja wilayah kekuasan NIK menjadi hampir sebesar wilayah negara Syria; tanpa adanya perlawanan besar. Ya, pemerintah Shia Syria memerangi NIK dan para kelompok militan Sunni lainnya. Kehilangan beberapa kota. Sementara di Irak post-post militer direbut pejuang NIK dengan mudah.
Permainan perang berubah drastis ketika NIK mulai memasuk wilayah Kurdistan (Irak Utara) yang adalah tanah air bangsa Kurdi. Jatuhnya kota Mosul suku Kurdi, telah membuat pejuang Kurdi (pria dan wanita) mengangkat senjata.

Di Kurdistan, keahlian perang para jihadist mulai diuji. Di Kurdistan keimanan mereka diuji. Di Kurdistan pula moral buruk para jihadist NIK membuka mata bangsa-bangsa tidak hanya di Irak dan Syria, tapi juga di Timur Tengah dan bahkan Dunia; para jihadist NIK tidak malu-malu meminta para keluarga Sunni di Mosul menyerahkan gadis-gadis, menahan para gadis dan wanita bukan-Sunni untuk jadi budak sex dan memperjualkan mereka sebagai pelacur, sementara membantai laki-lakinya dan mengubur hidup-hidup anak-anak.
Kesadisan NIK sesungguhnya telah nampak di Syria, namun Dunia tutup mata. Sebab President Ashad memiliki catatan hitam: kepanjangan tangan dari Pemerintah Islam Iran, jalur suplai senjata gelap Iran dan Rusia bagi organisasi terroris Shia Hesbollah di Yordania. Dan juga berfungsi sebagai komplek militer Rusia di Timur Tengah.

Boko Haram dengan tawanan gadis-gadisnya yang di Islamkan secara paksaDimanakah Allah? Mampukah Dia membela umat-Nya yang telah membela Dia mati-matian?
Dunia Islam maupun di luar Islam, bahkan dunia sekuler tahu bahwa perang yang dibawa oleh jihadist Negara Islam ini adalah perang agama – membangkitkan kembali lahirnya suatu negara Islam yang berazaskan khalifah (pengganti nabi Muhammad).
Suku Kurdi VS NIK. Pejuang Kurdi dengan senjata apa adanya dan terdiri dari tentara wanita, ternyata tidak bisa dikalahkan oleh para jihadist yang 100 % adalah laki-laki dan bersenjata berat dan didukung oleh pejuang dari berbagai negara, bahkan sebaliknya pejuang Kurdi lambat tapi pasti merebut kembali kota-kota mereka. Dalam hal kota Kobani, 4 bulan sejak mereka mengangkat senjata, mereka bisa memukul mundur jihadist NIK yang telah merebut 60% kota tersebut.
Pemerintah Syria VS organisasi-organisasi jihadist Sunni. Dan jika kita melihat perjalanan tiga tahun perang antara Pemerintah Shia Syria dengan beberapa kelompok organisasi jihadist Sunni, – yang dibantu oleh Barat secara politik dan perlengkapan militer Barat melalui raja-raja Arab belum juga bisa menumbangkan Assad. Bahkan Assad baru-baru ini terpilih kembali menjadi president.
Boko Haram VS Chad di Afrika. Dua tahun lebih para jihadist Boko Haram memporak porandakan dan menterror banyak kota di Nigeria, khususnya wilayah utara. Sedikitnya 13.000 orang telah terbunuh dan lebih dari satu juta penduduk dipaksa meninggalkan rumah dan harta mereka menyeberang ke negara-negara tetangga terdekat. President Nigeria, Goodluck Jonathan adalah seorang Kristen yang pemurah: ia memaafkan aksi brutal Boko Haram. Mr. Jonathan tidak bisa membedakan antara tugas pemerintahan dengan tugas keagamaan. Dan mulai tahun 2015 aksi serangan mereka merambat masuk ke negara-negara tetangga Nigeria.
Tanggal 17 Januari 2015, pemerintah Chad mengirim sepasukan tentara untuk menolong tetangganya Cameroon dari gangguan Boko Haram. Sejak itu telah dua kali Boko Haram menyerang tentara Chad. Hasilnya adalah 3 tewas dan 12 luka-luka di pihak Chad, namun 123 pejuang Boko Haram tewas.
Selasa , tanggal 3 Febuari, pemerintah Chad mengerahkan angkatan bersenjatanya untuk menghadapi Boko Haram.
Mereka memasuki sarang (kompek militer) Boko Haram di Gamboru dekat perbatasan Chad.  Mereka mendapat ijin dari pemerintah Nigeria untuk masuk). Pada hari itu juga tentara Chad menutup mulut besar besar Boko Haram, mereka menewaskan lebih dari 200 jihadist Boko Haram, sementara hanya 9 tentara Chad tewas dan 21 luka-luka.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Iran: The Stoning of Soraya- Film


The Stoning of Soraya M. Film The Stoning of Soraya – فيلم رجم ثريا
The Stoning of Soraya M. (English text only)
Film drama keagamaan yang didasari dari kisah nyata Soraya Manutchehri, ibu dari 4 anak, ia dihukum rajam (dilempari batu sampai mati) pada 15 Agustus 1986 pada usia 35 tahun atas tuduhan palsu telah berzinah yang dibuat oleh Ghorban-Ali, suaminya. Tuduhan itu dibuat agar ia bebas dari isterinya dan dapat menikahi gadis berusia 14 tahun. Film ini diambil dari buku La Femme Lapidée.  Buku dan film ini dilarang terbit di Iran.

Synopsis film: Di suatu desa Kuhpayeh pedalaman Iran, melalui kerusakan mobil, Freidoune, seorang wartawan Perancis, dihampiri oleh Zahra, seorang wanita ingin menceritakan kisah malang yang menimpa keponakkan perempuannya, Soraya yang meninggal melalui hukuman lempar batu sesuai hukum Islam di Iran.  Buku La Femme Lapidee Freidoune Sahebjam
Ketika Soraya dan Zahra menolak usul cerai tersebut. Ali dan Mullah (tokoh agama) memakai posisi mereka membuat dua saksi dusta dan menyebarkan gossip ke masyarakat bahwa Soraya telah bermain serong supaya dapat menaruh Soraya ke  dalam ”tuduhan perzinahan” yang di Negara Islam Republik Iran berarti wanita itu akan dihukum mati melalui lemparan batu.
Wartawan harus melarikan diri dari Mullah dan para pengikutnya demi hidupnya untuk menceritakan kisah tersebut ke seluruh dunia. Informasi tentang film Soraya.

Direkur film: Cyrus Nowrasteh (Iran warganegara AS)
Soraya M. (Mozhan Marno)
Zahra (Shohreh Aghdashloo)
Freidoune Sahebjam (Jim Caviezel)
Lokasi pembuatan: Yordania

Freidoune Sahebjam (1933-2008) adalah putra dari seorang duta besar Iran, wartawan dan juga korespondent perang. Ia tinggal di Perancis.
Nowrasteh bercerita di kantor Pusat Hak Asasi Manusia Amnesty International di London bahwa sSoraya dan lubang untuk perajamanedikitnya 190 orang sudah di eksekusi di tahun ini. Sakineh M. Ashtiani dan 13 orang Iran lainnya ada pada baris kematian – yang tetap menghadapi suatu hukuman barbarian. (Oktober 2010)

Film/ dokumentasi sejenis (hak asasi wanita):

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Negara Islam Kalifat: “Dunia sedang melihat hanya ke Gaza!”


Militan Sunni Negara Islam di Irak dan Syria (ISIS)Konflik Israel melawan Hamas di Jalur Gaza telah berlangsung satu bulan. Hamas mengklaim 1.834 orang Palestina, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil; di sisi Israel, 64 tentara Israel tewas dan beberapa warga sipilnya tewas, sekalipun Hamas dan organisasi Islam lainnya di Gaza telah meluncurkan roket dan missil lebih dari 3.300 buah ke bumi Israel.
Ya, mata dunia saat ini sedang terfokus hanya kepada Gaza; tepat seperti berita yang ditulis Negara Islam Irak dan Syria yang lebih besar (ISIS) atau sekarang dikenal sebagai Negara Islam Kalifat (NIK).
Apa yang sesungguhnya sedang berlangsung di Timur Tengah tentang Gerakkan Negara Islam Kalifat (ISIS) – yang tidak diperhatikan media internasional, Anda mungkin bertanya? Berikut ini laporan singkatnya:

Di Irak: empat desa Turkmen Shiah di Irak utara dekat kota Kirkuk telah dibantai secara sadis oleh para militan Negara Islam Kalifat (NIK/ ISIS). Seorang saksi mata, Hassan Ali, petani (52 tahun) bercerita kepada the Associated Press (AP), “Mereka memukul kami dengan mortir-mortir dan mortir-mortir, dan para keluarga melarikan diri, dan mereka terus memukuli kami. Itu sungguh sectarian.” Yang berhasil selamat sekarang tinggal di Kirkuk, dimana tentara keamanan Kurdi Irak berkuasa.
PBB melaporkan 1.075 orang tewas di bulan Juni ketika militan Sunni NIK ini merebut desa-desa dan kota-kota saat mereka bergerak menuju Baghdad (dari Syria).
Minggu lalu (28/7-3/8/2014) hanya dalam satu hari para militan Sunni NIK telah membunuh tidak lebih sedikit dari 1500 orang di Irak (mendekati jumlah yang sama jumlah orang Palestina yang tewas selama satu bulan perang Israel dengan Hamas di Gaza).
Pemimpin Kalifat (Negara) Islam Abu Bakr al-Baghdadi dengan jam Rolexnya dikotbah JumatRita Izsak, seorang Reporter Khusus PBB untuk masalah minoritas mengakui bahwa di Irak “agama-agama minoritas ada ditargetkan dan para pengikutnya dikenakan penculikan, pembunuhan atau harta milik mereka direbut oleh para kelompok extrimist tersebut.”
Sedikitnya 100.000 orang Kristen Irak dipaksa untuk melarikan diri (hanya dengan pakaian yang melekat) dari semakin melebarnya ekpansi Negara Islam, kata Louis Sako, pemimpin Gereja Roma Katolik Kaldian. ”Ini adalah sebuah kehancuran humanitarian. Gereja-gereja diduduki, salib-salib dihancurkan dan membakar 1.500 manuskrip,” ia menambahkan.
Laporang PBB hari kamis menyatakan ribuan orang Yazidis terjebak oleh militan NIK di gunung Sinjar. Yazidis adalah bagian dari monoritas Kurdi Irak yang memeluk agama kuno Persia dikenal sebagai ajaran Zoroastrianisme.
Ron Prosor, Duta Besar Israel untuk PBB khuatir akan kondisi para minoritas di Irak dan meminta perhatian dunia untuk membela mereka; ”Itu mungkin ada terlalu banyak untuk meminta Anda untuk berdiri di pihak kami di dalam pertempuran ini antara peradaban dan barbarisme, tetapi setidaknya memiliki kesopanan untuk menelan kemarahan selektif Anda sementara Israel menghadapi perang melawan kelompok-kelompok ekstrimis yang mencari untuk membasmi nilai-nilai yang kita semua sangat sayangi,” Ron berkata.

Media Kristen Israel menulis: Gerakkan Sunni Radikal ISIS, sekarang mudahnya dikenal sebagai Negara Islam, telah berbahagia untuk adanya perang Gaza sebagai selubung penjajahan penuhnya atas Irak utara. ”Kita dapat melakukan apapun sekarang dunia sedang melihat hanya ke Gaza!,” seorang pejabat Negara Islam Kalifat berkata pada laporannya baru-baru ini. Militan Negara Islam Kalifah membantai tentara Irak yang telah tertangkap
Syria: Konflik antara tentara Syria dengan para militan ISIS masih berlangsung. Laporan Kamis (7 Agustus) 27 tentara telah terbunuh baru-baru ini dan 11 orang ISIS tewas. Tiga militan ISIS melakukan serangan melalui meledakan diri mereka sendiri di pintu gerbang tentara Syria.
Lebih dari 170.000 orang tewas sejak perang Syria ini dimulai (Maret 2011).

Libanon: Para militan Sunni yang berperang untuk menjatuhkan president Assad, sekarang ingin menguasai Libanon. Raja Arab Saudi, Abdullah telah memberikan 1 Milliar Dollar Amerika untuk mempersenjatai negara Libanon melawan para militan tersebut. Sebelumnya Raja Abdullah telah memberikan 3 Milliar Dollar US ke Libanon untuk tujuan serupa.
Gerakkan militan Sunni di Syria telah menyebabkan satu juta pengungsi orang Syria di Libanon; belum termasuk di Turki dan Yordania.
Raja Abdullah menyebut para militan Sunni tersebut belakangan ini sebagai ”para terrorist.” Pada awal ’perang Syria,’ Raja Saudi ini malah mempersenjatai ”para terrorist” ini. Namun ketika Muhammad Morsi (dari organisasi Islam radikal Muslim Brotherhood) menjadi president Mesir, raja ini sadar bahwa langkah berikut adalah giliran dia ditumbangkan oleh para militan Sunni tersebut.

Sejarah kembali membuktikan kebenarannya bahwa Pendirian Negara Islam Kalifat hanyalah pertumpahan darah bukan hanya bagi Non-Muslim tetapi juga bagi sesama Muslim entah dia Islam Shiah maupun Islam Sunni – dan ‘damai’ baru terjadi ketika semua orang tunduk kepada diktatorship Kalifat tersebut. Apakah ada kelompok atau orang Muslim Indonesia yang mendukung berdirinya Negara Islam Kalifat?

Bacaam berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

R.R.Cina: 37 tewas 13 luka-luka dalam serangan terror di Xinjiang


Serangan Islam terrorist di XinjiangSekumpulan pemuda bersenjata pisau dan kampak menyerang kantor polisi dan kantor-kantor pemerintah di desa Elixku pada Senin dini hari (28 Juli), lalu bergerak ke dekat desa Huang menyerang warga sipil dan menghacurkan 31 dan membakar 6 kendaraan-kendaraan sementara mereka melewatinya, menyebabkan 37 warga sipil tewas dan 13 luka parah, pemerintah setempat melaporkan.
Penelitian menyatakan bahwa serangan tersebut “terorganisasi” dan “terencana” oleh para terrorist dari dalam dan luar negara Cina. [Barat Cina berbatasan dengan Kirgistan dan Tajikistan]
Otak dari penyerangan berdarah tersebut dikenali sebagai Nuramat Sawut dari Desa Elixku, ia memiliki hubungan dengan organisasi terrorist Gerakan Islam Turkestan Timur (East Turkestan Islamic Movement , disingkat ETIM).

Aksi terror ini dibalas oleh pemerintah Cina dengan menembak mati 59 pelaku dan menahan 215 lainnya. Polisi menahan pisau-pisau panjang dan kampak-kampak serta banner-banner terrorist yang menyerukan ”jihad” / ”perang suci.”

Di tempat yang sama 30 Desember 2013 sembilan terrorist bersenjata pisau menyerang sebuah kantor polisi dan mereka melemparkan bahan-bahan peledak dan membakari mobil-moblil polisi. Polisi menembak mati delapan dari mereka.
Pada tanggal 22 Mei 2013, serangan terrorist terjadi di sebuah pasar di Urumgi, ibukota dari Xinjiang, 31 tewas dan 94 luka-luka.
Laporan 1 Maret 2013, lebih dari 10 pemuda berbaju hitam bersenjata pisau menyerang warga sipil di stasiun kereta Kunming di provinsi Yunnan. Menyebabkan 28 tewas dan 113 luka-luka, termasuk 5 terrorist yang ditembak mati petugas keamanan.

Surat kabar elektronic Australia mengutip koran Cina menyatakan bahwa baru-baru ini Pemerintah RRC menawarkan 300 juta Yuan (sekitar 49 juta Dollar Australia) bagi para penduduk yang menolong membongkar aksi ”terrorisme” di Xinjiang.
Komentar: Dari subkatagori China Fights Terrorism and Violent Attacks”  nampak bahwa pemerintah Cina menghindari kata “Islam”, namun jelas semua serangan terror umumnya terjadi di wilayah Uygur (Xinjiang BaraShache distrik Kashgar, Xinjiang Cinat) yang mayoritas adalah orang Muslim Uygur – dipercayai sebagai ”suku Turki yang paling tua” – (lebih dari 43%) dan dilakukan oleh Muslim Uygur. Aksi Pemerintah (Komunis) RCC menekan kelompok agama bukanlah hal baru: itu terjadi juga pada orang Budha Tibet, Kristen Cina dan orang Falun Gong Cina. Aniaya terhadap orang Kristen di Cina bahkan tercatat sejak tahun 845 AD, dan semakin berat pada masa pemerintahan Komunis dikenal sebagai ”the Iron Curtain atau Bamboo Curtain.” Buku China’s Christian Martyrs by Paul Hattaway, mendokumentasikan hal itu baik sekali. Paul adalah penulis biografi dari pendeta China “Brother Yun” berjudul The Heavenly Man yang dianiaya dan karena mujizat ia bisa bebas dari penjara Cina dan kaki pulih dari rantai besi yang ketat, ia hidup di Jerman saat ini
Perbedaan disini adalah ketiga kepercayaan yang disebut belakangan tidak melawan pemerintah komunis dengan kekerasan seperti Muslim Uygur lakukan. Hasilnya pun berbeda: Orang Muslim Uyghur Cina hanyalah sekitar 10 juta (dengan asumsi 100% dari suku Uyghur adalah pemeluk Islam). Sedangkan orang Kristen telah bertumbuh menjadi lebih dari 100 juta. Koran sekuler Inggris, the Telegraph memprediksi bahwa “RRC dapat menjadi ‘Negara Kristen terbesar di dunia’ sekitar 160 juta di tahun 2025 atau 247 juta di tahun 2030 melampau jumlah orang Katolik di Mexico dan Brazil.” Dari sumber Kristen; orang Kristen di Cina telah lebih dari 200 juta, Partai Komunis Cina melaporkan sekitar 18 juta Kristen di tahun 2004 (yang terdaptar di pemerintah; disebut Three Self Churches.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Hamas memaksa penduduk Gaza tinggal di rumah sebagai perisai manusia


Hamas memaksa orang-orang Gaza tinggal di rumah sebagai perisai manusiaPerang Israel-Hamas telah memasuki hari ke 10 (dihitung setelah Israel membalas menyerang), dan dihari keempat sudah lebih 2000 roket dan missil telah diluncurkan Hamas ke Israel dan Israel telah menyerang lebih dari 500 target.
Situs IsraelToday pada laporannya (11 July 2014) menulis bahwa pemimpin Hamas telah memerintahkan para penduduk Gaza untuk mengabaikan peringatan-peringatan Israel datangnya serangan udara dan tetap tinggal di rumah-rumah mereka sebagai perisai-perisai manusia.
Perang antara Israel dengan organisasi Hamas, yang mengontrol wilayah Jalur Gaza, muncul kembali pada hari Selasa, setelah puluhan roket diluncurkan oleh Hamas pada hari Senin ke kota-kota perbatasan rumah warga sipil Israel.
Israel secara konsisten dan terus menerus memperingatkan orang-orang Gaza sebelum serangan tiba untuk meninggalkan tempat-tempat yang dipakai oleh Hamas sebagai peluncuran roket, tempat beroperasi, penyimpanan senjata dan juga rumah-rumah tinggal para pemimpin Hamas.
Perintah yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri Hamas ini datang dalam bentuk jangan ”bekerja sama” dengan Israel melalui menggambil perhatian peringatan Israel untuk keluar dari sasaran target serangan udara . Dengan kata lain, bagi mereka yang melarikan diri dari tempat target sasaran serangan akan dilabekan sebagai para penghianat dan karenanya akan menghadapi hukuman lebih buruk dari serangan Israel.
Hamas telah bertahun-tahun memakai taktik kotor di atas di dalam berperang melawan Israel, secara sengaja melepaskan roket-roket dari tempat-tempat penduduk sipil berada, seperti sekolah dan rumah-rumah penduduk dengan harapan jika Israel membalas serangan di tempat yang sama maka warga sipillah yang akan terbunuh – dengan tujuan memakai serangan Israel tersebut sebagai bumerang bagi Israel sendiri – sehingga media internasional bisa menuduh Israel.

Seperti kita tahu kebohongan tidak bisa bertahan lama, video ini jelas merekam kejahatan Hamas memaksa anak-anak Palestina sebagai perisai manusia mereka: When Hamas Puts Civilians in the Line of Fire.
Lucy  Aharish dari i24news bersama jurnalis Arab Maysoon Al-Qasmi Namun tahun-tahun belakangan ini Israel memiliki satelit yang semakin baik, sehingga bisa melihat kondisi target dengan baik, dan bisa menunggu atau menunda serangan jika target terdapat wanita atau anak-anak.

Lucy Aharish, wartawati Arab dari i24news, mengadakan video komunikasi dengan dua rekan jurnalis Arabnya, Alla tinggal di Gaza dan satunya lagi Maysoon Al-Qasmi tinggal di Hebron, Israel.
Lucy mempertanyakan Alla yang menuding Israel dalam jatuhnya korban warga sipil di Gaza, ”Anda tahu itu bahwa Hamas sedang bermain sebuah PR game pada pengorbanan orang-orang yang hidup di Gaza … Dimana Anda, dimana orang-orang, dimana para jurnalis [yang perlu untuk] mengatakan kepada Hamas dan ke Islamic Jihad untuk berhenti?” dan menambahkan, ”Kalian tidak melakukan apa-apa melawan orang-orang yang melukai kalian di dalam Jalur Gaza.”
Dan kepaa Maysoon yang melabelkan Israel ”menghukum warga sipil,” Lucy balik bertanya: ”Apakah kamu dapatkan itu normal bahwa para terrorist bersembunyi dibawah rumah-rumah warga sipil dan melalui itu melukai orang-orang yang mereka mencoba untuk melindungi … Kita adalah orang-orang cerdas, kita tahu bahwa missil-missil ini ada di halaman belakang warga sipil dan orang-orang yang tidak bersalah … saya tidak mengerti mengapa orang menaruh missil di rumah keluarga Palestina dengan anak-anak dan wanita … terangkan itu, ini sesuatu yang tidak saya mengerti, ” Lucy bertanya dengan nada panas.
Ibrahim Khraishi Ambasador Palesitna untuk Dewan HAM PBBSumber yang sama melaporkan (14 July 2014) bahwa Pemerintah Palestian di West Bank yang mencoba menarik pemerintah Israel ke meja Organisasi Pengadilan Kriminal Internasional (the International Criminal Court/ ICC), yang berkantor di Den Haag, Belanda mengakui bahwa Hamas terlibat di dalam kriminal-kriminal perang, ”Missil-missil yang sekarang ada diluncurkan melawan Israel, tiap dan setiap missil tergolong kriminal melawan kemanusian, entah itu mencapai target atau tidak, sebab itu diarahkan pada sasaran-sasaran warga sipil,” Ibrahim Khraishi, Ambasador Palesitna untuk Dewan HAM PBB berkata pada TV Pemerintah Palestina.
Mr. Khraishi juga berkata, ”Banyak masyarakat kami di Gaza muncul di TV dan berkata bahwa orang-orang Israel telah memperingatkan mereka untuk meninggalkan rumah-rumah mereka sebelum menyerang. Dalam kasus sedemikian, jika seorang terbunuh, hukum menghitung itu sebagai kesalahan bukan tujuan membunuh sebab [orang-orang Isreal; ini dari sumber aslinya] mengikuti prosedur-prosedur yang legal.”
Pada pesannya yang sama pemimpin Palestiana WB ini melabelkan Israel telah melakukan tindak kriminal sehubungan dengan tanah penghuni dan pos-pos pemeriksaan.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Konflik bersenjata negara Israel dengan militan Hamas mulai lagi


Roket import Hamas lawan Iron Dome IsraelSaling serang terjadi lagi antara tentara Israel dengan militan Hamas. Hamas meluncurkan roket-roket missil importnya dari Gaza ke Israel dan Israel membalas dengan serangan udaranya. Ini berarti mengakhiri Gencatan senjata Israel-Hamas yang diprakasai oleh Mesir di tahun 2012.
Konflik kali ini meletus setelah tiga remaja pria Yahudi, diculik lalu dibunuh – dan Hamas memuji para pelakunya, bahkan mengancam Israel: ”akan membuka gerbang-gerbang Neraka” jika Israel mengusir para pemimpin Hamas dari West Bank ke Gaza. Satu dari tiga korban penculikan tersebut adalah warga negara Amerika Serikat.
Seminggu setelah ketiga mayat ditemukan, pemerintah Israel memerintahkan menangkapi para pelaku pembunuhan tersebut. Seorang remaja Palestina ditembak mati saat penggerebekan karena ia melempari granat ke para petugas. Sekelompok remaja Yahudi balas menculik dan membunuh remaja Palestina. Pemerintah Israel telah menahan semua enam tersangka yang terlibat dalam pembunuhan remaja Palestina tersebut, dan para Rabbi juga mengutuki aksi main hakim sendiri, berkata ”Bagaimana dapat seorang yang percaya Torah membunuh seorang yang tidak bersalah?” – namun orang-orang Palestina tidak puas dan turun kejalan.

Tentara Pertahanan Israel (TPI; Israel Defend Force /IDF) mengatakan Hamas telah meluncurkan sedikitnya 225 roket missil terhitung sejak Senin malam (7 Juli). Roket-roket tersebut diarahkan ke berbagai kota di selatan Israel, dan kota penting seperti Yerusalem, Tel Aviv dan Haiva. Dua komplek militer Israel juga terkena serangan. Beberapa roket berhasil di hancurkan di udara dengan teknologi militer Israel yang disebut Iron Dome. Tiga roket telah jatuh ke kota Yerusalem, kota yang dianggap suci bagi empat agama monotheisme (Yahudi, Kristianiti, Katolik dan Islam). Itu bukanlah serangan roket pertama Hamas ke kota suci Yerusalem, tahun lalu itu juga terjadi.

Tentara Israel sedang beroperasi”Kita tidak akan mengijinkan peluncuran roket melawan kota-kota dan desa-desa kita, dan karenanya saya memerintahkan sejumlah besar operasi-operasi TPI /IDF) melawan para terrorist Hamas dan kelompok-kelompok lainnya di Jalur Gaza,” Perdana Menteri Israel meresponi serangan Hamas tersebut.
Senin malamnya, Israel membalas serangan Hamas dengan 160 serangan pada kantong-kantong pertahanan Hamas dan terowongan untuk (penyelundupan) bawah tanah di dekat Rafah, media Israel berkata. Media Palestina melaporkan Hafez Hamed, pemimpin komando Jihad Hamas dan lima lainnya telah tewas dalam serangan balasan Israel tersebut. Media Hamas memuat foto-foto anak-anak yang terluka atas serangan Israel tersebut – namun BBC menyatakan kebanyakan dari foto-foto tersebut tidak benar: ”beberapa foto kejadian sekarang di Gaza, sebagian foto lama bahkan mundur ke tahun 2009 dan sebagian lainnya dari konflik di Syria dan Iraq.”
PM Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pernyataannya di hari Selasa berkata, ”Hamas memilih bentokan dan akan membayar harga yang mahal untuk itu. Lebih lanjut PM berkata ”para terrorist Hamas sengaja bersembunyi dibalik rakyat Palestina, dan karena itu (mereka) bertanggung jawab atas luka-luka kecelakaan.”

Sering kali Hamas memakai pemimpin negara-negara Arab untuk berbicara di forum internasional menekan Israel untuk melakukan gencatan senjata ketika Israel balas menyerang atau Hamas sudah hampir kalah. Namun belakangan ini pihak Arab Saudi dan Mesir tidak memperdulikan permohonan Hamas, bahkan kedua negara ini telah secara resmi melabelkan pemerintahan Hamas di Gaza sebagai pemerintahan terrorist. Mesir tahun lalu setelah memenjarakan Muhammad Morsi, president Mesir yang berasal dari Islam the Muslim Brotherhood (ibu dari para organisasi jihad) tentara Mesir langsung dikerahkan ke wilayah Sinai untuk menghancurkan terowongan-terowongan bawah tanah Hamas dan membinasakan para aktivisnya.
Simpati terhadap Hamas telah lama hilang dari hati banyak orang Arab Palestina. Bahkan di bulan pada konflik yang baru ini dua Arab Palestina Muslim secara terang-terangan mendukung Israel dan mencela pemimpin Palestina. Ali Shaban, seorang Arab Muslim yang tinggal di Israel menulis surat kepada PM Israel, ”jika negara Israel ingin damai, haruslah mencabut kekuatan para kelompok terror yang sedang mengontrol populasi orang Palestina…” militant Hamas
Di Facebooknya Ali menulis: ”Mengapa Anda (Netanyahu) menunggu? … Kuasai Gaza. Kuasai West Bank. Tumbangkan Hamas dan Fatah. Tegakkan dan dukung kemempinan baru untuk rakyat Palestina, seorang pemimpin yang mencari damai dan sebuah kehidupan yang lebih baik untuk kita semua.” Pada interview di Channel 10 ia ditanya tentang pernyataannya yang tidak umum tersebut – membela Israel.
Ali menjawab bahwa selama ia dalam tugas ketentaraan di TPI /IDF di berbagai tempat di wilayah sengketa ia “telah bertemu dengan banyak sekali orang Palestina yang mendukung damai dan muak dengan situasi. Tetapi, mereka takut untuk berbicara sebab setiap orang yang bersuara berlawanan (dengan pemerintah Palestina yang sekarang baik di Gaza WB) akan segera dilabelkan penghianat … dan aka nada dieksekusi secara umum.”
Muslim lainnya yang secara terang-terangan pro-Israel adalah Mohammad Zoabi. Pada pesannya di YouTube dengan bendera Israelnya ia melabelkan para penculik tiga remaja Israel sebagai terrorist, dan mengkritik dengan pedas seorang Palestina anggota Parlement Israel sebagai anti-Zionist sebab Haneen Zoabi (bibi dari Mohammad) menolak menyebut para penculik tersebut sebagai terrorist, pemuda ini menganjurkan untuk bibinya keluar dari Israel pergi kesalah satu 22 negara Arab dan “Sebagai wanita, menurut tradisi Arab, ia hanya di dalam rumah, hanya untuk merawat suaminya. Tetapi karena Israel adalah negara yang sangat modern dan demokrasi, mereka telah memberikan dia hak untuk keluar (dari rumah) dan mengungkapkan pendapat sebagai seorang wanita.”

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Libanon: Saudi memberi 3 milyar dollar untuk memerangi Islam Shiah Hezbollah


President Libanon M Sleiman dan Pangeran Saudi Salman bin Abdul Aziz al-SaudPresident Libanon, Michel Sleiman, hari Minggu (29/12/2013) berkata bahwa Arab Saudi akan memberi 3 (tiga) millyar dollar Amerika untuk membeli senjata dari Perancis untuk menolong mendukung dan menguatkan tentara Libanon, France24 melaporkan.

Bantuan ini datang segera setelah ex-PM Libanon Muslim Sunni, Mohamed Chatah, terbunuh oleh ledakan bom mobil dua hari sebelumnya (Jumat) di pusat kota Beirut; 6 tewas dan belasan luka-luka dalam assasinasi yang diduga dilakukan oleh militant Islam Shia Hezbollah.

Sejak meletusnya perang sipil di Syria, president Assad (Muslim Shia) melawan para pemberontak Sunni  (al-Qaida termasuk), konflik senjata antara Hezbollah (kepanjangan tangan pemerintah Assad di Libanon) dengan kelompok radikal Sunni semakin memanas di Libanon.

Demontrasi di Syria, awalnya dikenal sebagai Jalan Arab, yang terjadi hampir tiga tahun lalu, telah berubah menjadi perang antar Islam, Shia melawan Sunni di Timur Tengah, 19 November kemarin, dua bom bunuh diri menyerang Kedutaan Iran di Beirut, menewaskan 25 orang.  Al-Qaida mengakui sebagai pihak pelaku dalam serangan tersebut.

Bacaan berkait:

Referensi:

 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog