Who are the MEN behind the Israel-Gaza conflict?


Permainan Wayang KulitKonflik antara negara Israel dengan Hamas-penguasa Jalur Gaza hampir mencapai satu bulan – terhitung sejak roket-roket Hamas meluncur ke kota-kota Israel (Senin, 7 July).
Media Barat telah menyiarkan berita-berita kerusakan di dalam Gaza dan lebih dari 1300 warga sipil Gaza tewas ke seluruh dunia – namun tidak meliput berita dari pihak Israel, kerugian akibat dari ribuan roket dan missil yang telah diluncurkan ke Israel atau kejadian yang lengkap (sebab-akibat) di Gaza.
Media Barat baru-baru ini melaporkan bahwa Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat (AS) mengeritik Israel dengan keras karena telah menyerang sekolah UNRWA di Gaza (United Nations Relief and Works Agency untuk para Pengungsi Palestina) yang berakibat meninggalnya 20 orang Palestina. UNRWA berkata sejak 20 Juli, sembilan dari pekerjaanya telah terbunuh.
Pemimpin PBB, Ban Ki-Moon menyebut serangan tersebut sebagai “moral outrage” dan “kegilaan ini harus berhenti”
Gedung Putih menyebut serangan Israel tersebut sebagai “tidak dapat diterima” dan “tidak mampu membela diri.”
Tidak perlu ditulis di sini komentar-komentar dari Media Negara-negara Islam, pastilah lebih pedas lagi.

Sebagaimana telah umum diketahui bahwa suara politikus dengan orang lapangan biasanya berbeda jauh; Kolonel Richard Kemp, seorang komando Angkatan Darat Britania Raya di Afganistan, menolak klaim bahwa Israel telah melakukan pelanggaran-pelanggaran perang.
“Tentara-tentara Britania telah bertempur melawan Taliban untuk bertahun-tahun di Afganistan,” Kol. Kemp berkata. ”Mereka menggunakan perisai-perisai manusia. Mereka berusaha untuk memikat kami untuk membunuh populasi warga sipil mereka. Itu adalah cara umum diantara kelompok-kelompok Islam extremist di dunia ini.”
“Orang-orang yang melakukan kejahatan perang adalah Hamas yang meluncurkan roket-roket ke penduduk sipil Israel dan yang juga memakai masyarakat mereka sebagai perisai-perisai manusia.”

Kejadian di Gaza yang tidak diberitakan Media Barat:Pengeluaran uang tahunan Hamas untuk terror melawan Israel
”Sejak awal konflik, kami telah memiliki 200 kasus dokumen tentang roket-roket dan mortir-mortir yang diluncurkan dari dalam Gaza yang menghantam di dalam Gaza,”  Lt. Kol. Peter Lerner pembicara Tentara Pertahanan Israel berkata.
Menurut sebuah jurnal yang dikeluarkan oleh orang Palestina, 160 anak-anak meninggal dalam pembuatan terowongan-terowongan rahasia yang dipakai untuk aksi terror (menyelundupkan senjata-senjata dan tujuan aksi terror di dalam wilayah Israel). Harga satu buah terowongan Hamas tersebut bernilai 3 juta Dollar AS atau bisa membangun 86 rumah / 7 mesjid / 6 sekolah / 19 klinik perawatan. Sejauh ini Tentara Israel telah menemukan 30 terowongan, artinya Hamas sesungguhnya telah bisa – jika mereka berkehendak – menginvestasi 90 juta Dollar AS untuk kesejahteraan bangsanya sendiri.
Seorang ibu asal Gaza bercerita kepada perawatnya Ron Lobel, dokter dari Pusat Perawatan Barzilai, Israel, bahwa ia dan suaminya dipaksa untuk ada di kunci di dalam kamar apartmentnya, dan Hamas lalu meluncurkan roket-roket dari halaman mereka.

pejuang bertopeng Hamas dengan senjata beratnyaThe Middle East Research Institute melaporkan bahwa pada awal konflik, pejabat Hamas (organisasi yang mengontrol Jalur Gaza) mengeluarkan petunjuk-petunjuk bagaimana orang Gaza harus melaporkan berita:
• “Setiap orang yang terbunuh atau martyr harus disebut seorang warga sipil dari Gaza … jangan lupa untuk selalu menambahkan ‘warga sipil yang tidak bersalah’
• mulailah laporan kamu … dengan phrase ‘sebagai response untuk serangan jahat orang Israel’ …
• Jangan menerbitkan wajah-wajah pria bertopeng dengan senjata-senjata berat.’”

Golda Meir, bekas Perdana Menteri Israel pernah menbuat pernyataan sebagai berikut: “Kami dapat mengampuni orang-orang Arab tersebut yang membunuh anak-anak kami. Kami tidak dapat mengampuni mereka yang memaksa kami untuk membunuh anak-anak mereka. Kami akan hanya memiliki damai dengan orang-orang Arab tersebut ketika mereka mengasihi anak-anak mereka lebih dari mereka membenci kami.”

“We can forgive the Arabs for killing our children. We cannot forgive them for forcing us to kill their children. We will only have peace with the Arabs when they love their children more than they hate us.” – Israeli Prime Minister, Golda Meir.

PERTANYAAN: Mengapa Media Barat (yang dikontrol oleh Yahudi, propaganda berkata) – yang berpendidikan tinggi dan pembela demokrasi – hanya menyalahkan Israel secara sepihak dan tidak menegur Hamas penyebab konflik dan korban warga sipilnya sendiri di dalam konflik Israel-Gaza ini? Siapakah sebenarnya orang-orang di balik konflik Israel- Hamas ini?
Mungkin JAWABANNYA ada di bawah laporan ini.

1. Selama konflik berlangsung, roket-roket Hamas ditemukan di dalam sekolah-sekolah PBB, yang disebut UNRWA. Dan roket-roket itu sengaja diluncurkan ke Israel dari gedung UNRWA – untuk menjadikan tempat itu target serangan balik Israel, bahkan memakai Rumah Sakit sebagai kantor Hamas dan peluncuran roket.

2. David Bedein, seorang wartawan senior, telah mempelajari bahwa ada hubungan incest (’pernikahan sesama keluarga-dekat’ untuk arti yang sama dengan kata “tindakan imoral”) antara UNRWA dan Hamas di dalam Jalur Gaza. [Seperti saya pernah tulis bahwa karyawan UNRWA adalah 90 % adalah anggota HAMAS]
David bercerita kepada Chris Mitchell, pemimpin kantor berita Timur Tengah untuk CBN News, “Agen kami telah memperingatkan pemerintah Amerika Serikat, pemerintah Kanada, Uni Eropa – dan mereka adalah pendukung utama dari UNRWA – bahwa ada traning militer dan senjata-senjata di dalam kamp (UNRWA) tersebut, dalam semua kamp-kamp di Gaza. Agen kami diabaikan sekalipun ada fakta-fakta.”
David Bedein penulis buku Jalanterhambat untuk Damai: Bagaimana PBB mengabaikan konflik Arab-Israel, (Roadblock to Peace: How the U.N. Perpetuates the Arab-Israeli Conflict). Buku bagus lainnya tentang PBB untuk dibaca “Tower of Babble, How the United Nations has fueled global chaos; Dore Gold. Penulis adalah pernah bertugas sebagai Duta Besar untuk the PBB.

3. Ron Dermer berkata bahwa pembuat-pembuat hukum pada Capitol Hill (di Washington D.C. bukan yang di Roma)* mulai membuat pertanyaan-pertanyaan, ”Bagaimana mereka (orang PBB) mengijinkan sekolah-sekolah mereka untuk ada digunakan sebagai depot-depot senjata? Ini semua adalah hal-hal yang serius yang dapat mengkorupsi seluruh sistem PBB yang seharusnya untuk ada melindungi warga-warga sipil, yang adalah seharusnya untuk ada menolong orang-orang tidak berdosa – tidak mengijinkan gedung-gedung mereka untuk ada digunakan sebagai infrastruktur militer bagi Hamas.” (garis bawah ditambahkan). “Pada dasarnya itu tidak dapat diterima dan semakin banyak orang yang mengajukan pertanyaan,” Dermer berkata. Ron Dermer adalah Ambasador Israel untuk Amerika Patung Lupercus menyusuiSerikat.

4. Suatu wawancara dengan seorang professor yang bertugas sebagai Investigator dari PBB, dengan muka malu professor kulit putih ini mengakui “double standard PBB atas Israel.

Pepatah dunia berkata, “Semua jalan menuju Roma” dan Firman YAHWEH berkata ”Nubuatan nabi Daniel harus tergenapi terlebih dahulu sebelum kiamat tiba” (Mat 24:15). Semakin banyak orang menduga dan berkesimpulan bahwa Organisasi PBB dan juga ICC hanyalah alat dari Penguasa Roma

*) Capitoline Hill (Latin: Collis Capitolinus; kata “Capitol” berasal) adalah satu dari tujuh bukit di Roma. Di Bukit Capitolinus telah berdiri patung perunggu Lupercus menyusui Romulus dan Remus tahun 296 BC. Lupercalia, hari raya bagi Lupercus, dirayakan pada tanggal 14-15 Febuari, sebelum dirubah menjadi Hari St. Valentine oleh Paus Gelasius.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya  tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Iklan

Hamas memaksa penduduk Gaza tinggal di rumah sebagai perisai manusia


Hamas memaksa orang-orang Gaza tinggal di rumah sebagai perisai manusiaPerang Israel-Hamas telah memasuki hari ke 10 (dihitung setelah Israel membalas menyerang), dan dihari keempat sudah lebih 2000 roket dan missil telah diluncurkan Hamas ke Israel dan Israel telah menyerang lebih dari 500 target.
Situs IsraelToday pada laporannya (11 July 2014) menulis bahwa pemimpin Hamas telah memerintahkan para penduduk Gaza untuk mengabaikan peringatan-peringatan Israel datangnya serangan udara dan tetap tinggal di rumah-rumah mereka sebagai perisai-perisai manusia.
Perang antara Israel dengan organisasi Hamas, yang mengontrol wilayah Jalur Gaza, muncul kembali pada hari Selasa, setelah puluhan roket diluncurkan oleh Hamas pada hari Senin ke kota-kota perbatasan rumah warga sipil Israel.
Israel secara konsisten dan terus menerus memperingatkan orang-orang Gaza sebelum serangan tiba untuk meninggalkan tempat-tempat yang dipakai oleh Hamas sebagai peluncuran roket, tempat beroperasi, penyimpanan senjata dan juga rumah-rumah tinggal para pemimpin Hamas.
Perintah yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri Hamas ini datang dalam bentuk jangan ”bekerja sama” dengan Israel melalui menggambil perhatian peringatan Israel untuk keluar dari sasaran target serangan udara . Dengan kata lain, bagi mereka yang melarikan diri dari tempat target sasaran serangan akan dilabekan sebagai para penghianat dan karenanya akan menghadapi hukuman lebih buruk dari serangan Israel.
Hamas telah bertahun-tahun memakai taktik kotor di atas di dalam berperang melawan Israel, secara sengaja melepaskan roket-roket dari tempat-tempat penduduk sipil berada, seperti sekolah dan rumah-rumah penduduk dengan harapan jika Israel membalas serangan di tempat yang sama maka warga sipillah yang akan terbunuh – dengan tujuan memakai serangan Israel tersebut sebagai bumerang bagi Israel sendiri – sehingga media internasional bisa menuduh Israel.

Seperti kita tahu kebohongan tidak bisa bertahan lama, video ini jelas merekam kejahatan Hamas memaksa anak-anak Palestina sebagai perisai manusia mereka: When Hamas Puts Civilians in the Line of Fire.
Lucy  Aharish dari i24news bersama jurnalis Arab Maysoon Al-Qasmi Namun tahun-tahun belakangan ini Israel memiliki satelit yang semakin baik, sehingga bisa melihat kondisi target dengan baik, dan bisa menunggu atau menunda serangan jika target terdapat wanita atau anak-anak.

Lucy Aharish, wartawati Arab dari i24news, mengadakan video komunikasi dengan dua rekan jurnalis Arabnya, Alla tinggal di Gaza dan satunya lagi Maysoon Al-Qasmi tinggal di Hebron, Israel.
Lucy mempertanyakan Alla yang menuding Israel dalam jatuhnya korban warga sipil di Gaza, ”Anda tahu itu bahwa Hamas sedang bermain sebuah PR game pada pengorbanan orang-orang yang hidup di Gaza … Dimana Anda, dimana orang-orang, dimana para jurnalis [yang perlu untuk] mengatakan kepada Hamas dan ke Islamic Jihad untuk berhenti?” dan menambahkan, ”Kalian tidak melakukan apa-apa melawan orang-orang yang melukai kalian di dalam Jalur Gaza.”
Dan kepaa Maysoon yang melabelkan Israel ”menghukum warga sipil,” Lucy balik bertanya: ”Apakah kamu dapatkan itu normal bahwa para terrorist bersembunyi dibawah rumah-rumah warga sipil dan melalui itu melukai orang-orang yang mereka mencoba untuk melindungi … Kita adalah orang-orang cerdas, kita tahu bahwa missil-missil ini ada di halaman belakang warga sipil dan orang-orang yang tidak bersalah … saya tidak mengerti mengapa orang menaruh missil di rumah keluarga Palestina dengan anak-anak dan wanita … terangkan itu, ini sesuatu yang tidak saya mengerti, ” Lucy bertanya dengan nada panas.
Ibrahim Khraishi Ambasador Palesitna untuk Dewan HAM PBBSumber yang sama melaporkan (14 July 2014) bahwa Pemerintah Palestian di West Bank yang mencoba menarik pemerintah Israel ke meja Organisasi Pengadilan Kriminal Internasional (the International Criminal Court/ ICC), yang berkantor di Den Haag, Belanda mengakui bahwa Hamas terlibat di dalam kriminal-kriminal perang, ”Missil-missil yang sekarang ada diluncurkan melawan Israel, tiap dan setiap missil tergolong kriminal melawan kemanusian, entah itu mencapai target atau tidak, sebab itu diarahkan pada sasaran-sasaran warga sipil,” Ibrahim Khraishi, Ambasador Palesitna untuk Dewan HAM PBB berkata pada TV Pemerintah Palestina.
Mr. Khraishi juga berkata, ”Banyak masyarakat kami di Gaza muncul di TV dan berkata bahwa orang-orang Israel telah memperingatkan mereka untuk meninggalkan rumah-rumah mereka sebelum menyerang. Dalam kasus sedemikian, jika seorang terbunuh, hukum menghitung itu sebagai kesalahan bukan tujuan membunuh sebab [orang-orang Isreal; ini dari sumber aslinya] mengikuti prosedur-prosedur yang legal.”
Pada pesannya yang sama pemimpin Palestiana WB ini melabelkan Israel telah melakukan tindak kriminal sehubungan dengan tanah penghuni dan pos-pos pemeriksaan.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog