Hubungan German-AS semakin menjauh dengan diusirnya top intelijen resmi Amerika di Berlin


Gedung Kedutaan Besar AS dengan Parlement German; foto by AFP”Seorang top Perwakilan dari layanan intelijen (CIA) AS di Kedutaan Besar Amerika Serikat telah diminta untuk meninggalkan Jerman,” jurubicara pemerintah Jerman berkata.
Perintah untuk meninggalkan Jerman yang tidak umum ini terjadi setelah badan keamanan German membongkar dua kasus dugaan mata-mata Amerika dalam satu minggu.
Seminggu sebelumnya (4 Juli 2014) seorang pemuda Amerika yang bekerja di intelijen German ditangkap setelah diduga meyerahkan data rahasia Jerman yang ia download ke USB stick ke pemimpin mata-mata Amerikanya dengan imbalan uang 25.000 £ sekitar 31.500 €. Pemuda yang sama ini juga diduga telah mengumpulkan data bukti parlement Jerman atas monitor AS kepada para pemimpin Jerman yang dibongkar oleh Edward Snowden. Edward adalah bekas karyawan NSA AS (the National Security Agency) yang sekarang bersuaka politik di Russia. Buka mulutnya Edward telah membuat banyak pemimpin EU marah ke AS.
PM Jerman Angela Merkel kamis kemarin menyatakan memata-matai para sekutu adalah ”membuang-buang energi.” Kita memiliki banyak masalah, seharusnya kita fokus pada hal-hal penting,” katanya, ia juga pemimpin dari Partai Persatuan Kristen Demokrat Jerman.

Okotber 2013, Mr. Markel telah menelpon President Obama -meminta keterangan ”why”– setelah terbongkarnya penyadapaan telpon sel PM Jerman oleh AS tersebut.
Bulan May 2014, ketika Mrs. Markel mengunjungi Mr. Obama di Gedung Putih, Mr. Obama telah meyakinkan sekutu politiknya ini untuk menghentikan kegiatan tersebut. Laporan berkata, saat kunjungan itu telpon Mrs. Markel masih disadap.
Mr. Obama telah mengetahui penyadapan telponnya sejak 2010, euronews.com menulis.
Setelah berbulan-bulan, pertanyaan-pertanyaan tentang aktivitas intelijent AS di German tetap tidak menghasilkan jawaban, dan ditambahnya dua kasus mata-mata yang baru saja terbongkar maka pengusiran pemimpin CIA di Berlin diberlakukan, laporan berkata.
Dokumen AS yang baru saja dikeluarkan – di bawah tekanan the Freedom of Information Law– telah menunjukkan bahwa FBI (the Fedral Bureau of Investigation) memata-matai Nelson Mandela, tokoh Anti-Apartheid, baik sebelum maupun setelah Mr. Mandela keluar dari penjara, juga gerakan anti-Apartheid di AS. Menurut dokumen tersebut, FBI telah menganggap gerakana anti-apartheid di AS sebagai diinpirasikan-Komunis dan berbahaya bagi keamanan dalam negeri.

Pertanyaan:

  • Mengapa pemerintah AS memata-matai pemerintah Jerman, yang adalah salah satu negara kunci di Uni Eropa?
  • Siapakah sesungguhnya yang menguasai negara AS, President B. H. Obama atau pemerintah Vatikan?
  • Benarkah Vatikan dan AS memiliki hubungan erat seperti dinubuatkan kitab Wahyu pasal 13?

 

Bacaan barkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: