Sejarah Negara Islam Khalifah kuno dan modern


“Jikalau bukan YAHWEH yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan YAHWEH yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” (Mazmur 127:1-2) – Raja Salomo

Abad ke 7, Jaman MuhammaLambang Bulan Sabit di atap Mesjidd. Menurut tradisi Islam, Muhammad adalah nabi yang dijanjikan YAHWEH, melalui nabi Musa. Muhammad (63 tahun), nabi Islam dari Tanah Arab, meninggal secara mendadak pada 8 Juni 632 AD atau 11 AH (Setelah Hijra; ke Medina) – tradisi Islam berkata kematiannya akibat dari diracuni orang. Segera, pada hari kematiannya tersebut, terjadi keributan diantara pengikutnya ”siapa yang harus ditunjuk sebagai Khalifah, menggantikan kepemimpinan Muhammad – orang Medina atau suku Quraysh?” Khalifah (Caliph; bahasa Inggris) berarti Pengganti nabi Muhammad.[1]
Para Muslim di kota Medina, mengklaim hak mereka, “Kita telah menaungi kumpulan orang-orang asing ini (para Muslim dari luar Medina), mereka berteriak. ”Itu melalui pedang-pedang hebat kita mereka telah mampu menanam iman (ajaran Islam) tersebut. Penguasa Medina akanlah datang dari antara kita sendiri,” seru mereka. Datanglah Abu Bakr, ayah Aisha (mertua Muhammad) menenangkan mereka, “Setiap kata yang kalian para laki-laki Medina telah utarakan dengan pujian kalian sendiri adalah benar, tetapi dalam penghargaan kelahiran dan pengaruh (suku Quraysh adalah lebih superior, dan tidak seorangpun tetapi pada mereka Arabia[2] akan bisa taat.” Muhammad berasal dari suku Quraysh
”Jadi adakanlah satu pemimpin dari antara kalian dan satu dari antara kami,” mereka berteriak. Usul mereka ditolak Abu Bakr.
Pada akhirnya semua setuju untuk menobatkan Abu Bakr, temah dekat Muhammad sekaligus mertuanya, sebagai Khalifah I (Pertama), yang menandai awalnya ”4 khalifah.”
Pengumpulan ayat-ayat Kuran (Compilation I) terjadi pada pemerintahan Bakr.
634 AD, menjelang ajalnya, Abu Bakr (62 tahun) menobatkan Umar ibn al-Khattab, ayah dari Hafsa (mertua Muhammad ) sebagai Khalifah II. Pada masa Umar, Muslim merebut Syria dari tangan Byzantine, dan merebut Irak dari tangan Persia. Umar adalah salah satu pemimpin militer Muhammad.
UmaPenjajahan Islam abad ke tujuh sampai enam belas (7-16)r meninggal karena serangan senjata tajam dari budak Kristen-Persianya (644 AD). Dipilihnya Uthman ibn Affan (70 tahun), mantu Muhammad, dan orang yang kaya raya, menimbulkan kepahitan di pihak pro-Ali (mantu Muhammad) dan pihak lainnya. Sebagaimana ketidak setujuan semakin bertambah atas isi Kuran, Uthman membuat sebuah komisi untuk melakukan penyempurnaan Kuran (Compilation II). Dan Uthman memerintahkan semua versi Kuran (Masahif) lainnya diluar Kuran yang dibuatnya haruslah dibakar – berakitbat keretakkan umat Islam semakin besar. Muslim Shia memiliki pengajaran tentang Kuran berbeda dengan Muslim Sunni.
Ditambah dengan sikap Uthman yang tidak stabil di dalam mengambil keputusan, egois dan nepotisme, Khalifah III ini ditangkap dan disiksa oleh orang-orang Muslim yang tidak setuju dengan jabatannya. Ali ibn Abi Talib (sepupu Muhammad) berkata: ”Mereka memperlakukan Kalip lebih buruk dari pada mereka lakukan kepada tawanan di medan perang. Bahkan para infidel tidak melarang air bagi seorang musuh yang haus.”
656 AD / 35 AH, Khalifah III ini (12 tahun memerintah) meninggal secara tragis oleh grombolan Muslim bersenjata tajam. Jabatan Khalifah IV jatuh ke Ali, sepupu sekaligus mantu Muhammad dari putrinya Fatimah). Perang besar pertama antara Muslim lahir, kelompok Ali, keluarga Muhammad melawan kelompok ’pengikut’ Muhammad. Pada tahun kelima pemerintahan Khalifah IV ini, 881 AD, Ali di assassinasi oleh rival Islamnya, dan kekuatan politik pindah dari Medina ke Damaskus.

Sejak terbunuhnya Ali, Islam mulai terbagi-bagi dan selalu ada tumpah darah di antara mereka sendiri. Doktrin Sunni berkata Ali adalah pemegang yang sah jabatan keempat Khalifah, namun Shia percaya Ali hanyalah Khalifah yang benar – ketiga sebelum Ali hanyalah mantu, namun Ali adalah sepupu Muhammad, sekaligus mantu. Kematian Ali berakibat pusat Negara Islam Khalifah keluar dari Medina, Peta Negara Islam Khalifah abad 19Arab Saudi ke Damaskus, Syria (661- 750 AD), ke Baghdad, Irak (750-1258 AD); 1258-1261 AD kosong dan dilanjutkan ke Kairo, Mesir (1261-1517); dan mencapai masa emasnya di jaman Ottoman Turki, dimana negara-negara Eropa (umumnya Roma Katolik) ditaklukkan oleh para militer Ottoman Khalifah desa-desa dan gedung-gedung gereja dibakar, pria dewasa dibunuh, para wanita diperkosa dan jadi budak termasuk anak-anak (1512-1909). Baca: The Massacres of the Khalifah by Walter Short.
Penyebaran Negara Islam Khalifah memakai “Tiga phase Jihad”[3]

  1. Phase Lemah. Ketika Muslim minoritas tinggal di negara asing. Muslim akan memakai ayat-ayat yang Muhammad dapat di Mekka, sebelum pindah ke Medina; seperti “Tidak ada paksaan di dalam agama” (Surah 2:256)
  2. Phase Persiapan. Muslim mulai memiliki sedikit pengaruh.  “Lawanlah mereka siapkan kekuatanmu …, pukul dengan terror ke dalam (jiwa-jiwa) musuh Allah (Su 8:59-60)
  3. Phase Jihad. Muslim minoritas di dalam kekuatan, pengaruh dan kuasa. Maka Muslim akan mulai aktif memerangi semua yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. ”Lawanlah dan bunuhlah para Kafir dimanapun kalian temui …” (Su 9:5)

Terhadap orang Yahudi dan Kristen, keduanya disebut sebagai ”Orang-orang Kitab Suci (the People of the Book – merefer kepada mereka yang percaya dan berpegang kepada Kitab Torah, Mazmur dan Injil), Muhammad menetapkan 4 hal 1. Pindah ke Islam, atau 2. Bayar pajak, dan 3. Tinggalkan tempat dan 4. Mati dibunuh.

Imam Abu Funun membangun kembali Khalifat Muhammad hanya dengan senjataNegara Islam Khalifah Abad 21. Maret 2011, Jalan Arab terjadi di negara Syria, yang segera berubah menjadi anti-pemerintahan Islam Shia. Berbagai organisasi militan Islam Sunni bersama-sama memerangi President al-Assad. Salah satu organisasi anti-Shia ini adalah organisasi Negara Islam Irak dan Syria (NIIS atau the Islamic State of Iraq and the Syria / Levant (ISIS or ISIL) dipimpin oleh Abu Bakr al Baghdadi, seorang doktor dalam bidang agama Islam. Gambar di kiri adalah Imam Iyad Abu Funun pada kotbah Jumatnya di sebuah Mesjid di Gaza: “Weapons Are Our Only Means to Establish the Caliphate” Sep 14, 2014. English’s text done by MEMRI-TV.
Akhir Juni 2014, Abu Bakr al Baghdadi, telah menyatakan dirinya sebagai Emir al-Mu’minin (Pemimpin Orang Beriman dan menggelarkan dirinya sebagai Khalifah Ibrahim. Dengan gelar ini Baghdadi telah menyatakan diri sebagai pemimpin dunia Islam, tidak hanya Irak dan Syria tetapi semua orang Islam se dunia dan kerajaannya bernama Negara Islam atau Negara Islam Khalifah. Melalui Jurubicaranya, al Baghdadi mengeluarkan pernyataan yang ia alamatkan kepada semua pemimpin Islam, “Legalitas semua emirat, kelompok-kelompok, negara-negara dan para organisasi menjadi kosong oleh expansi otoritas Khalifah dan tibanya para pasukannya pada wilayah-wilayah mereka.”
Hanya dalam dua setengah bulan Khalifat Ibrahim dan para pengikutnya telah merebut banyak kota di Syria dan Irak melalui senjata yang mereka dapat dari Amerika Serikat secara langsung (dari bantuan keuangan raja-raja Arab saat perang di Syria) dan tidak langsung (rampasan perang dari Irak misalnya) dan lebih lagi persenjataan buatan Rusia dan negara Eropa seperti Perancis.
Setiap kota yang mereka rebut, mereka memberi 3 pilihan: 1. pindah ke Islam Sunni dan tunduk kepada Baghdadi, 2. Meninggalkan kota dan semua harta mereka, atau 3. Dibunuh / dikubur hidup-hidup. Pengikut Zoroasirian (agama Persi kuno), dilabelkan NIK sebagai “penyembah berhala” dan pengikut Shia umumnya  langsung dibunuh atau dikubur hidup-hidup. Pengikut NIIS yang tepejuang Negara Islam Khalifah berparadelah merubah dirinya menjadi Negara Islam Khalifah ini tidak segan-segan menghabisi nyawa orang-orang Islam Sunni yang tidak sepaham dengan ideologi mereka. Kesadisan dan haus darah mereka begitu tinggi (lihat fotonya di Google.com dengan kata “terrorist isis” atau www.barenakedislam.com). Sehingga kelahiran NIK ini telah mendapat perlawanan dari komunitas Internasional, bukan hanya dari kalangan Kristen, Katolik dan Sekuler saja, tapi juga dari pemimpin Shia dan Sunni, seperti raja Abdullah dari Arab Saudi.
Beberapa negara Muslim, termasuk Indonesia dan Malaysia belum pernah tunduk kepada otoritas seorang Khalifah, kecuali profinsi Aceh. Negara-negara tersebut memiliki pemimpin lokal sendiri, disebut Sultan. Kebanyakan negara-negara Arab modern juga menolak sistem Negara Islam Khalifah ini, mereka memiliki raja, dan pengeran serta sultan-sultan sebagai pemimpin negara.

Bacaan berkait:

Referensi:

Catatan Kaki:

1. Khalifah memiliki otoritas tertinggi di dalam kenegaraan (politik) maupun masalah Islam (agama); tepat sama dengan otoritas seorang Paus di dalam negara Vatikan dan agama Roma Katolik sedunia. Namun bagaimanapun itu hanyalah konsep pada Islam Sunni. Islam Shia sebagai lawannya berpegang pada konsep Imamat
2. Arabia pada abad 7 adalah Dataran Arab dimana negara-negara modern Yemen, Oman, Persatuan Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait dan Yordan berlokasi. Mark A. Gabriel, Ph.D. Islam and Terrorism. What the Quran really teaches about Christianity, violence and the goals of the Islamic Jihad; Arabian Culture; bab 8, hal.65.
3. Mark A. Gabriel, Ph.D. Islam and Terrorism. The Three Stages of Jihad, Bab 11.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

3 Tanggapan

  1. SIAPA PUN DIA YANG NGAKUNYA PENGIKUT Muhamad saw AKAN DIPANDANG JAHAT OLEH SIAPA PUN MANUSIA DIMUKA BUMI INI SETELAH MELIHAT KEBIADABAN ISLAM, ISLAM IBARAT PENYAKIT MEMATIKAN SEHINGGA ORANG YANG SEHAT HARUS MENGHINDARI PASIEN YANG TERINFEKSI

  2. sampai aku mati pun, aku tidak pernah menganggap islam sebagai agama melainkan sebuah ideologi kolot dan [diedit moderator]. taqqia adalh strategi untuk menutupi kebohongan dan menghindari kebusukan, kebohongan,kebiadaban sang nabi [di edit moderator] muhamad saw

  3. dalam hadits-hadits, sunnah dan sirah rasul sendiri dikatakan bahwa kalifah pemimpin negara muslim amir al mukminin adalah harus berasal dari keturunan muhammad dari suku quraish dan bernama sama dengan nabi allah muhammad bin abdullah. itulah sebabnya ada sebagian ulama di arab saudi tidak mendukung isis yang dipimpin oleh abubakar al baghdaddi karena dia bukan orang arab tulen dan namanya juga bukan muhammad bin abdullah. mereka melawan isis bukan karena merasa kasihan atau demi kemanusiaan kepada non muslim yang dicap dituduh kafir tapi semata-mata mengikuti alquran hadits, sunnah dan sirah rasul yang memberi keuntungan politis menempatkan orang arab diatas semua bermacam-macam ras manusia di bumi ini. bacalah alquran, hadits, sunnah dan sirah rasul maka kalian akan tahu sendiri apakah betul alquran adalah wahyu TUHAN SEJATI yang asli atau quran hanyalah wahyu dari ilah lokal sesembahan penduduk negeri mekkah yang bernama allah dan kenapa gerombolan rampok jihadis isis sampai tega melakukan perbuatan2 biadab tersebut. mereka hanya mengikuti perintah allah swt berhala sesembahan mereka untuk memerangi semua kaum kafir (tidak menyembah allah swt dan mengakui muhammad sebagai nabi/rasul mereka) sampai mereka di seluruh muka bumi mau menyembah allah swt mengakui muhammad adalah rasul nabi mereka, membayar zakat dan mengikuti hukum hukum syariah islam atau mereka harus membayar jizyah pajak takluk yang besarnya mencekik leher antara 60% sampai 90% sedangkan mereka (non muslim yang dituduh kafir tersebut) dalam keadaan yang tunduk dan dihinakan demi menjaga nyawa mereka dan keluarga mereka dari pedang islam. Jadi hati-hatilah dengan takiyah kaum muslim bahwa islam adalah agama damai rahmatan lil al’amin membawa rahmat bagi alam semesta. slogan itu khusus buat muslim saja tidak berlaku bagi non muslim yang dicap kafir karena mereka harus diperangi sampai mereka mau tunduk kepada agama allah.
    islam jelas jelas membagi manusia dalam 2 kotak yang satu darul islam (keluarga besar muslim) dan darul harb/rumah tangga perang (non muslim yang harus diperangi lewat teror dan takiyah sampai mereka mau tunduk mengakui allah swt sebagai sesembahan mereka dan mengakui muhammad sebagai nabi rasul mereka yang diutus allah swt). YAHHOSHUA HAMMASIACH MEMBERKATI dan MENGASIHI anda semua tanpa melihat asal usul, ras dan keyakinan anda sekalian

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: