Film peringatan untuk USA: The Third Jihad


Film the Third Jihad“Ini bukanlah sebuah film tentang Islam. Itu adalah tentang ancaman Islam radikal. Film “The Third Jihad” ini memperkenalkan konsep “budaya  jihad” – sebuah metode jihad yang menggunakan hukum-hukum dan hak-hak sebuah perserikatan untuk merendahkan kebebasan-kebebasan yang ditawarkannya  dan untuk menguasai system sosialnya”, kata narator film ini.

Film ini memfokuskan penemuan FBI di tahun 2003 tentang sebuah document 14 halaman yang dipercayai sebagai “Grand Jihad Manifesto” yang diperintahkan oleh Muslim Brotherhood di Amerika Utara.

Narator film ini, Dr. Zuhidi Jasser, adalah pendiri dan president The American Islamic Forum for Democracy (AIFD), ia seorang Muslim USA yang taat. Dalam wawancaranya Dr. Jasser berkata, “Saya pikir satu-satunya cara untuk mengalahkan pergerakan ini (menjadikan USA menjadi negara Islam) adalah orang-orang Muslim dari dalam [USA] untuk berkata Ini bukan Islam. Ini adalah theocracy.” [Theocracy adalah pemerintahan yang berazaskan Ketuhanan].

The Third Jihad dikeluarkan oleh The Clarion Fund, suatu organisasi sosial. Tahun 2006 organisasi yang sama ini telah meluncurkan suatu film dokumentasi bernama “Obsesseion: Radical Islam’s War Against the West.”

Film ini didasari pada sejarah jihad Islam.

  1. Jihad pertama terjadi antara 622-750 AD (dari Arabia ke Irak, Iran, Asia Tengah, India , Syria, Mesir, Afrika Utara, Spanyol, Portugis dan Itali).
  2. Jihad kedua terjadi antara 1071 ke 1683 AD ketika orang-orang Turki menjajah wilayah Balkan dan sepanjang jalan ke Vienna.
  3. Dan sekarang, film ini menduga jihad ketiga adalah konflik sekarang ini dengan Islam radikal dengan Amerika Serikat dan Europa Barat.

Komentar Anggur Baru: Alasan para Muslim konserfatif yang sering dikenal dengan nama ”radical Islamists / orang-orang  Islam radikal” ingin menghancurkan negara USA adalah karena moral orang USA yang sudah rusak. Ayatolah Komeini menyebut negara USA sebagai Setan Besar. Tidak diragukan bahwa Amerika Serikat dan banyak negara Barat lainnya telah jatuh dalam sekali kedalam kehidupan dosa; para penguasa negaranya telah memberi kebebasan individu yang terlalu bebas (diantaranya: hubungan sex sebelum nikah yang membuahkan hak beraborsi, hubungan dan pernikan sex-sejenis, kebebasan berbicara yang pada ujungnya ialah gossip, penghinaan, dan fitnah dan lain sebagainya), sehingga kebebasan yang mereka telah terima bukan saja membahayakan jiwa dan fisik mereka saja (sebagai pelakunya, mereka  menderita depresi dan penyesalan yang dalam, AIDS dan berbagai penyakit kelamin), tetapi juga memberi effek yang negatif terhadap masyarakat dan lebih luas lagi merusak kestabilan dan kesejahteraan negara di mana para perlaku itu hidup dan  berada.

Alkitab juga sudah memperingatkan setiap manusia untuk tidak terlibat di dalam hal-hal yang tidak bermoral, sebab Elohim pencipta manusia tahu bahwa perbuatan imoral hanyalah membuahkan kesusahan belaka bagi si pelakunya pada khususnya dan bagi lingukungannya di mana ia hidup.

TETAPI perlu diingat bahwa Alkitab tidak membenarkan cara-cara kekerasan untuk menghentikan para pelaku imoraliti. Bahkan sejak 2000 tahun yang lalu ketika Yahshua Ha Mashiah (Yesus Kristus / Isa Al-Massih) dihadapkan oleh sebuah perkara perzinahan, dimana orang-orang Farisi (kelompok agama orang Yahudi yang paling konsefatif) membawa kepada-Nya seorang wanita yang tertangkap basah melakukan perjinahan. Hukum legal saat itu ialah ”seorang yang terbukti melakukan perzinah upahnya ialah kematian melalui rajaman batu dari masyarakat.”

Tahukan Anda bagaimana Yahshua menghakimi wanita yang berzinah ini? Jawabannya ada pada Injil Yohanes 8, tertulis: ”Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh 8:7). APA YANG TERJADI SELANJUTNYA? Alkitab mencatat bahwa semua orang yang ingin menghukum wanita perzinah ini pergi dan hanya tinggal Yahshua dan wanita pelaku dosa. Pesan-Nya kepada wanita ini ialah: ”Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (ayat 11)

Mengapa kita hendak menghakimi orang lain? Sesungguhnya setiap kita adalah juga orang berdosa, semakin kita tua semakin dosa kita bertambah banyak, perhatikan ayat 9 ini: Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

Yahshua memberikan jalan keluar dari kegelapan hidup setiap manusia, bukan dengan kekerasan atau ketakutan, tetapi dengan memberi diri-Nya sendiri mati untuk dosa-dosa kita. Perang dan pembunuhan atas sesama tidak perlu terjadi bila setiap orang menerima nasehat Yahshua di bawah ini:

Maka Yahshua berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh 8:12)

Bacaan Berkait:

Keruntuhan Negara Amerika Serikat

Referensi:

Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: