India: 4000 rumah dirusak di Orissa


Aniaya menimpa orang-orang Kristen di Orissa, India Timur. Setelah 21 hari serangan atas orang-orang Kristen di profinsi Orissa, sedikitnya 300 desa jadi abu dan 4000 rumah mereka dibakar yang menyebabkan 50 000 orang Kristen harus berlindung di hutan dan 13 000 di kamp pengungsian.Laporan lapangan tanggal 2 September mengatakan, sedikitnya 2 400 bangunan, termasuk rumah doa dan sekolah sudah dirusak atau dibakar. (1)

Aksi kekerasan ini berawal dari bangkitnya sorang pemimpin keagamaan Hindu garis keras Swarni Laxmanananda Saraswati di wilayah Kandhamal. Ia mengkotbahkan suatu ajaran yang anti Kekristenan; Amerika dan Europa ingin megambil tanah India melalui Kekristenan, merusak kuil Hindu dan membunuh sapi-sapi. Kematiannya tanggal 24 Agustus ini memicu kericuhan, Polisi menyalahi pemberontak Mao (Kelompok Mao ini telah merebut kursi pemeritahan Nepal belum lama ini) atas kematian guru ini, namun organisasi Vishwa Hindu Parishad yang menganut aliran Hindu garis keras menyalahi orang Kristen setempat atas kematian gurunya. Berawal membakar panti asuhan Kristen yang kemudian merembet kepada perusakan gereja-gerja, toko-toko dan rumah-rumah orang Kristen. Statistik korban dan lokasi bisa lihat di sini (2)

TV sekuler Perancis France24 (19 September 208) melaporkan 32 orang Kristen terbunuh, sebagian dari mereka mati karena dibakar hidup-hidup. Seorang istri pendeta bersaksi tentang aniaya atas suaminya: Pendeta ini dikampak oleh orang-orang radikal ini setelah ia menolak untuk pindah ke agama Hindu, “Saya tidak akan pernah melakukan itu”, istrinya mengulangi pernyataan suaminya. Pengampakan ini diikuti kemudian dengan penusukan pada bagian dada suaminya dan lalu dibakar. Semua itu dilakukan mereka dihadapan istri pendeta yang telah dua puluh tahun menggembalakan umat Elohim. Lihat video laporan lapangan.

Doa, dana dan daya tentunya sangat dibutuhkan untuk saudara dan saudari kita di Orissa ini. Sampai hari ini dikabarkan bahwa penyerangan masih bisa terjadi setiap saat.

Ini bukanlah peperangan atau konfik antar agama, seperti umumnya media sekuler memberitakan (terkecualian berita France 24 di atas), pada dasarnya masalah ini hanyalah politik sama seperti peristiwa di Maluku atau Poso. Media sekuler Amerika, ambil contoh: The Washington Post seperti biasanya tutup mulut untuk mengabarkan berita seperti ini, namun paling gesit di dalam pemberitaan yang sumbang tentang Kekristenan.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: