Mengapa orang Kristen tidak mengikuti ajaran nabi Muhammad? Updated 3/2/2015


Ajarilah aku, maka aku akan diam; dan tunjukkan kepadaku dalam hal apa aku tersesat. Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur! Tetapi apakah maksud celaan dari pihakmu itu? (Ayub 6:24-25)

Seorang murid nabi Muhammad menulis: Baik awak rujuk dahulu sejarah bagaimana paderi2 telah menyeleweng agama yang anda anuti sekarang ini.

Artikel ini adalah sebuah jawaban dari celaan di atas.

Banyak orang Muslim bertanya kepada orang Kristen petanyaan seperti judul di atas. Semakin orang Muslim menekuni ajaran Islam, pertanyaan ”mengapa orang-orang Kristen tidak mau mengikuti ajaran nabi Muhammad SAW?” semakin mengganggu pikiran mereka.Tidak sedikit orang Muslim yang yakin bahwa ajaran Kristen adalah ajaran sesat, sebab meraka yakin bahwa Alkitab telah dirubah isinya, ini yang menyebabkan orang-orang Kristen di negara-negara Islam teraniaya setiap saat, anehnya (untuk orang Muslim) orang Kristen tetap tidak mau melepaskan imannya dan berpindah ke Islam. Fenomena ’aneh’ ini menambah besar pertanyaan tersebut  di dalam pikiran para pengikut ajaran nabi Muhammad, yakni faham Islam. Dan pertanyaan yang telah besar ini akan menjadi semakin bertambah besar ketika orang-orang Muslim mendapatkan seorang Kristen (murid Yahshua ) tidak mau melepaskan iman Kristianinya dan menjadi pengikut ajaran nabi Muhammad sekalipun dengan ancaman mati, sebaliknyanya, jutaan besar orang Muslim (banyak diantaranya adalah para imam dan guru Alkuran) berpindah menjadi Kristen setiap tahunnya. ”Mengapa,…ya, mengapa orang Kristen tidak mau  mengikuti ajaran nabi Muhammad??” Demikian banyak orang Muslim bertanya-tanya di dalam pikiran mereka.

Bagi pembaca yang bukan seorang Muslim sejati, terlebih lagi tidak mengerti ajaran Islam,  dapat saja berpikir dan berkata: ”Mengapa orang Muslim harus pusing dan memikirkan orang-orang Kristen yang tidak mau mengikuti ajaran nabi Muhammad?” Bukankah masing-masing sudah punya kepercayaannya sendiri?”
Pemikiran seperti ini tentunya dapat dimengerti dan diterima oleh orang-orang yang bukan pengatut faham Islam, tetapi tidak dapat diterima oleh para Muslim fundamentalist.   Mengapa itu tidak diterima, ini beberapa alasan dasarnya:

Dalam paham Islam, orang-orang Muslim telah diajar dan percaya bahwa (baca Alkuran on line):

  • Nabi Muhammad SAW (570-632 AD) adalah nabi terakhir dan harus didengarkan, konsekuensinya ialah ajaran Muhammad saja yang paling sempurna dan karenanya patut diikuti (sura/ s. 61:6). Sebaliknya ia menyatakan bahwa ajaran Alkitab adalah agama yang salah (s. 98:1) namun memakai Alkitab sebagai kitab nubuatan untuk mengklaim kedatangannya (s. 26:196).
  • ALLAH, deiti yang disembah nabi Muhammad adalah  Elohe (kata Ibrani untuk God dalam bentuk singular) Pencipta alam semesta dan penguasa segala sesuatu, tidak ada Ilah (bahasa Arab untuk God/ Elohim) kecuali ALLAH (Sura 3:191; 6:61-62; 5:73).
  • Alkuran yang diturunkan ALLAH kepada nabi Muhammad melalui malaikat – yang mengaku sebagai – Gabriel adalah tanpa kesalahan sebab ALLAH sendiri yang menjagainya. Dan merupakan pewahyuan terakhir (sura 10:64; 6:34; 10:37 dan 46:11; 5:15), perintah mengikuti Alkitab berubah menjadi mengikuti Alkuran, atau jika tidak mau maka pengikut ajaran Alkitab ini harus bayar pajak kepada pengikut ALLAH (s. 98:1).
  • Kota Mekka adalah tempat ibadah pertama dan Kaaba dibangun oleh Abraham dan Ismael (Sura 3:96). Penemuan geologi terbaru ternyata Mekka yang tertulis di Kuran adalah Petra (Yordania), dan Mekka baru terdaftar dalam sejarah 122 tahun setelah Islam lahir.

Melalui empat contoh ajaran utama di atas, pembaca yang ‘bukan-Muslim sejati’ diharapkan telah dapat mengerti lebih baik alasan pemikiran para Muslim fundamentalist mempertanyakan  pertanyaan: “mengapa orang Kristen tidak mengikuti ajaran Muhammad.”

Artikel ini mencoba menolong orang-orang Muslim menemukan jawaban dari pertanyaan di atas. Ada banyak alasan”mengapa orang Kristen tidak mengikuti ajaran Muhammad”, untuk singkatnya saya daftarkan 4 alasan, dan pembaca Kristen, termasuk bukan-orang Kristen tentunya “Welcome untuk menambahinya atau mengkomentarinya!”

Alasan-alasan orang Kristen tidak mengikuti ajaran nabi Muhammad dilihat dari kebenaran Alkitab, firman Elohim.
1. Muhammad tidak mengetahui nama Elohim Pencipta langit dan bumi yang sebenarnya.

  • For thou art our Father, though Abraham knew us not and Israel did not acknowledege us; thou, O LORD (YAHWEH), art our Father, and our Saviour; thy name is from everlasting (Isa 63:16; Lamsa Bible).Baca on line: http://www.lamsabible.com/
  • For You are our Father, though Aḇraham does not know us, and Yisra’ĕl does not recognise us. You, O יהוה (YHWH) , are our Father, our Redeemer – Your Name is from of old. (Isa 63:16; The Scriptures Bible)

Ini di atas adalah perkataan bangsa Israel (pada akhir abad ke 6 BC) setelah Abraham dan Israel (Yakob) meninggal dunia.

Orang Kristen (baik Yahudi maupun bukan Yahudi) mengenal Pencipta alam semesta dan segala isinya dengan nama YAHWEH (diterjemahkan dalam Alkitab bahasa Indonesia sebagai TUHAN / Tuhan); seperti ada tertulis: Mazmur Daud. YAHWEH-lah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. (Maz 24:1-2).

Elohim (kata Ibrani untuk God bentuk tunggal yang juga mengandung pengertian jamak) berfirman di Alkitab, baik Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB), memperkenalkan diri-Nya sendiri dengan nama YAHWEH, nama-Nya tidak berubah.

Bandingkan dengan Sura 3:191; 6:61-62; 5:73

Kata ”nama-Ku” terdapat 124 kali di dalam Alkitab Indonesia Terjemahan Baru (ITB); 94 kali di PL dan 30 kali di PB (perkataan Yahweh Yahshua dan termasuk satu kutipan ayat dari PL)
Dan Elohim sangat serius dengan nama-Nya, sehingga Ia berkata ”Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman YAWHWEH semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk … ” (Mal 2:2)

Untuk di ingat, nubuatan nabi Yesaya pada pasal  52 tentang lahirnya kembali bangsa Israel sebagai sebuah negara adalah suatu penggenapan janji YAHWEH kepada Israel sebagai TANDA untuk semua bangsa (10) dan khususnya untuk bangsa Israel sendiri AGAR semua mahluk TAHU siapa NAMA-Nya (6). Elohim Israel ini jugalah yang telah menyatakan diri-Nya kepada bangsa-bangsa di dunia (yang dikenal sebagai orang-orang Kristen bukan-Israel) untuk tujuan penyelamatan dari hukuman dosa (Yes 65:1; Roma 5:8; Yoh 1:9-14).

Kata ”ALLAH” dipakai secara internasional dalam dunia sekuler sebagai God (kata jabatan) merefer dari Alkitab berbahasa Arab, Indonesia dan Melayu: Allah. Gereja Roma Katolik di Malaysia naik banding di pengadilan tinggi Malaysia dengan alasan bahwa kata ”ALLAH/ Allah sudah dipakai sebelum agama Islam lahir. Tidak bisa disangkal bahwa memang a. kata “ALLAH” tersebut telah ada sebelum nabi Muhammad lahir dan b. Kekristenan telah dikenal di Arab Paninsula. Sejak abad pertama AD murid-murid Yahshua telah menyebar ke negara-negara tetangga; Markus ke Mesir, Thomas ke India. Syria dan Yordan adalah negara-negara tempat pelarian pengikut-pengikut Yahshua abad pertama ketika kelompok agama Yahudi Farisi menganiaya mereka. Abad kedua dan ketiga, daerah-daerah pantai Mediterania termasuk barat Arab Saudi berada di bawah kekuasaan Roma.

2. Nabi Muhammad tidak tahu karakter Elohim yang tertulis di Alkitab
Sebab Aku ini Raja yang besar, firman YAHWEH semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.”  (Mal 1:14)

  • Di tanah Kanaan; Filistin, Moab, Edom (Kel 15_12-16)
  • Raja Babilonia: Elahh (bahasa bangsa Kasdim untuk Elohe/ God) yang mengatasi segala elahh (god) dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia” (Dan 2:47; baca juga Dan 3.28-29)
  • Raja Medi-Parsi: “… sebab Dialah Elahh yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.”  (Dan 6:27)
  • Dan di seluruh bumi; nubuatan akhir jaman (Wah 6:12-17)

Karakter-Nya yang maha pengasih dan maha penyayang tidak pernah bertentangan dengan karakter-Nya yang maha kudus, contoh:

  • Ia tidak bisa membela atau membenarkan umat-Nya yang  melanggar hukum dan perintah-Nya, hanya karena pelanggar tersebut adalah umat pilihan-Nya. Dosa adalah dosa – tidak ada dosa putih atau hitam di dalam Alkitab – dan upah dosa adalah kematian. Kematian Yahshua di kayu salib adalah pertemuan sempurna dari kedua karakter tersebut. Sebaliknya Alkuran mengajar tindakan menipu dan kejahatan lainnya bahkan membunuh ’orang kafir’ (panggilan dari para Muslim untuk setiap orang yang berfaham bukan Islam) bisa dibenarkan jika itu dilakukan untuk keuntungan ALLAH.
  • Karena dua kombinasi karakter tersebut Ia memberikan Putra-Nya, Yahshua Ha Mashiah, untuk menjadi korban penebusan dosa-dosa manusia di kayu salib.

3. Nabi Muhammad tidak tahu bahwa hukum, perintah dan janji YAWHEH itu kekal.
Jaminan kesetian Dia atas firman-Nya sendiri:

  • Elohim bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bil 23:19)
  • Yahshua:Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Mat 5:17-18)
  • Yahshua: ”Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.  (Mar 13:31; Mat 24:35 )

Beberapa contoh ketidak mengertian dan ketidak tahuan Muhammad akan sifat YAHWEH di atas:

  • Muhammad menetapkan hari Jumat sebagai hari suci, sementara ia sendiri mengutuki orang Yahudi dan Kristen yang tidak setiap pada Hukum Sabat (s. 4:47). Ia tidak sadar bahwa Hukum Sabat ini berlaku bagi siapa saja yang mengaku dirinya beribadah kepada YAHWEH, Pencipta langit dan bumi. Hari Sabat-Nya ini berawal dari kekekalan sampai pada kekekalan, berlaku selamanya (Kej 3:1-3; Yes 66:22-23). Di sini kita bisa bertanya: “Siapakah sebenarnya Allah-Nya Muhammad?” Yeshua berkata: “Pohon dikenal dari buahnya!”
  • Muhammad salah mengerti Trinitas Kristianiti (Bapa, Putra dan Roh Kudus). Ia berpikir bahwa Maria adalah satu dari Trinitas Elohim. Ia tidak  bisa membedakan antara ajaran Roma Katolik dan Kristianiti yang Injili. Ia memanggil orang Kristen sebagai ”orang tidak percaya” (5:73), namun seluruh Alkitab menulis dengan jelas keharmonisan di antara ketiga Pribadi tersebut. Kata Elohim (God) adalah kata tunggal (dari kata Ibrani: ehat) yang dapat bermakna jamak (Kej 1:26; Yes 63:10-14 Mat 3:16-17; Yoh 1:1; 14:9-11,16-17)
  • Muhammad  memerintahkan kepada pengikutnya untuk membenci orang Israel dan Kristen pada khususnya (s. 5:51; 59:17; 8:39) dan semua kepercayaan lain dan tidak beragama pada umumnya (3:118; 8: 59-60; 9:123). Fakta ialah Elohim mengasihi setiap orang, bahkan Ia tidak ingin orang jahat sekalipun masuk Neraka, Ia ingin mereka juga diselamatkan dari kesesatan mereka. Firman YAHWEH yang tidak berubah telah mengajar umat-Nya: ”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22:39; Mark 12:31) pada awal abad pertama AD. Tepatnya itu sudah tertulis sejak 1450 BC melalui jari-jari-Nya sendiri pada dua loh batu (Sepuluh Perintah). Roma 13:9; Gal 5:14. Lebih dari itu Dia telah menetapkan untuk umat-Nya (Israel pada saat itu) suatu peraturan – yang sekarang menjadi asas hukum Hak Asasi Manusia -, yaitu : ”Jangan menindas orang asing, kasihilah dia seperti dirimu sendiri” (Kel 22:31; 23:9,12; Imam 19:34). Inilah sebabnya mengapa orang-orang Muslim yang tinggal di negara-negara yang hukumnya berdasarkan ajaran Kristen dan di negara Israel dapat hidup aman bahkan mendapat perlindungan hukum dan sosial. Perkataan Muhammad dalam surah 5:82 (orang tidak percaya disini  adalah orang Kristen, lihat s. 5:73a) adalah tidak benar, di sini ia mengajar kebencian dan kebohongan. Dalam Tabari 8:121, kebenciannya pada orang asing  jelas sekali, tertulis bahwa kepercayaan  di luar agama Islam terlarang di Dataran Arab,  khususnya  kepercayaan Yahudi. Janganlah heran jika ajaran Islam tidak disukai oleh penduduk dunia, sebab itu suatu pelanggaran HAM Internasional.
  • Israel telah dipilih YAHWEH sebagai umat-Nya, dan Ia berjanji untuk ada di pihak Israel (Yes 41:10-17), dan Ia tidak malu untuk memperkenal diri-Nya sendiri sebagai ”Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Israel (nama Yakob yang baru” bahkan pada bumi yang baru (langit dan bumi yang sekarang ada akan hancur) akan terdapat sebuah kota Yerusalem yang baru pada tembok-temboknya akan tertulis nama kedua belas suku Israel. (Wah 21:12).

4. Nabi Muhammad tidak diberikan pengertian oleh Elohim untuk mengerti isi Alkitab.
Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai“; (Yes  29:11)

Orang Muslim sering kali menuduh bahwa Alkitab sudah dirubah dan dikorupsi,  mengapa? Sebab ada cerita-cerita untuk tokoh yang sama di Alkitab tidak sama ceritanya dengan di Alkuran. Namun malangnya logika atau argumentasi orang Muslim ini tidak didukung dengan catatan-catatan sejarah dan bukti-bukti arkiologi sebelum abad keenam Setelah Masehi; Islam lahir awal abad keenam.

Mengapa mengikuti ajaran Yahshua, dan bukan ajaran Muhammad? Banyak alasannya, beberapa diantaranya ialah:

  • Orang Kristen mengikuti ajaran Yahshua sebab Alkitab menulis bahwa Ia manusia yang sempurna (tidak pernah berdosa), Putra Elohim (Mat 16-17; 26:63-65), Penyelamat manusia dari dosa-dosanya (Yes 53, Roma 5:8), Hakim di akhir jaman (Yoh 3:18-19), dan Raja Yang Kekal (Yes 9:5; Yer 10:10; Dan 7:14). Sebaliknya Muhammad hanya manusia biasa (s. 18:110) dan seorang nabi bagi ALLAH (dalam arti “Allahnya Muhamad”), bukan nabi bagi Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Israel, yakni YAHWEH (s. 48:8-9).
  • Kehidupan Yahshua sudah dinubuatkan dalam kitab-kitab nabi dan Mazmur (Luk 24:44), bahkan termasuk: penderitaan, siksaan, dan bagaimana Ia akan mati.  Sebaliknya Muhammad tidak dikenal sama sekali di Alkitab. Titel nabinya tidak menolong dia mengenal pribadi Yahshua yang dinubuatkan oleh banyak nabi-nabi Alkitab (s. 9:30; 5:17; 4:157)
  • Muhammad berkata: Abraham was not a Jew nor yet a Christian; but he was a true Muslim, surrendered to Allah (which is Islam), and he joined not gods with Allah.”  (sura 3:67). Tapi YAHWEH telah berfirman 1000 tahun sebelum Muhammad lahir: “Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham (the seed of Abraham My friend; KJV), yang Kukasihi; engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: “Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau”; (Yes 41:8-9)
  • Muhammad berkata bahwa Abraham dan Ismail (anak dari Hagar) membangun Kabah bersama (s. 2:127). Alkitab dengan terperinci menulis sejak Abraham (Abram nama sebelumnya) dipilih YAHWEH sampai matinya ia tidak pernah ke Saudi Arabia, terlebih lagi ke Mekkah. Ia membangun banyak mesbah dan tidak satupun bait, itupun semua berada di tanah Kanaan (Kej 12-25).
  • Yahshua tidak pernah berkata atau menjanjikan bahwa Alkitab akan disempurnakan setelah Ia naik ke sorga, apalagi memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengikuti ajaran Alkuran (seperti yang diklaim oleh nabi Muhammad sebagai kitab terakhir atau revisi dari Alkitab seperti tertulis pada sura-sura Alkuran di atas). Kitab Wahyu adalah penutup dari firman Elohim yang tertulis dan telah dimateraikan oleh sumpah-Nya sendiri, terbaca: Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Elohim akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. (Wah  22:18) dan  di tutup dengan kalimat: Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Yahweh Yahshua! Kasih karunia Yahweh Yahshua menyertai kamu sekalian! Amin. (20-21). Tidak ada penambahan dan juga tidak ada pengurangan, Yahshua Ha Mashiah berkata demikian. Bandingkan dengan: sura 10:64; 6:34; 10:37 dan 46:11; 5:15).

Perhatian: Yang menolak ajaran Alkitab akanlah menerima hukuman neraka yang mengerikan, Anda bisa bayangkan betapa lebih mengerikan lagi hukuman bagi mereka yang menyesatkan banyak orang dengan cara menambah dan mengurangi Firman-Nya, Yeshua berkata: “Terlebih baik orang sedemikian tidak usah lahir!” 

Klaim bahwa Alkuran diturunkan melalui malaikat Gabriel kepada nabi Muhammad semakin diragukan oleh banyak ahli  sejarah. Para peneliti Alkuran menggolongkan Alkuran (dalam bentuk kitab, seperti sekarang ini) sebagai produk setelah abad ke tujuh: Ayat-ayat Alkuran tidak dinyatakan kepada seorang manusia, tetapi penyempurnaan  dari redaksi-redaksi yang kemudian dan terbitan yang diformulakan oleh sebuah kelompok orang, lebih dari beberapa tahun. Alkuran yang kita baca saat ini bukanlah yang pernah ada pada pertengahan abad ketujuh, tetapi sebuah produksi dari abad delapan dan sembilan. Itu bukan dilahirkan di Mekka atau Medina, tetapi di Baghdad,” demikian kesimpulan mereka.

Seorang martir Yahshua dihadapkan dengan ancaman mati karena iman Kristennya ditanya: ”Mengapa kamu tidak menyangkal Yahshuamu dan tetap hidup?” Ia menjawab dengan lembut: “Sepanjang hidup saya Yahshua tidak pernah mengecewakan saya satu kalipun juga, bagaimana mungkin saya mengecewakan dan menolak Dia!?”

Masih ragu tentang kebenaran Alkitab dan ke-elohiman Yahshua Ha Mashiah? Tanyakan langsung kepada-Nya! Dia akan menjawab Anda, sebab Ia hidup dan berkuasa.

Kata Yahshua kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah elohim? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut elohim–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Elohim! Karena Aku telah berkata: Aku Putra Elohim? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yoh 10:34-38)

Dan Yahshua menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah … apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.  (Luk 7:22). Ia mengingatkan Yohanes Pembaptis tentang janji YAHWEH melalui nabi Musa, bahwa DIA akan membangkitkan seorang nabi seperti Musa, nabi yang penuh dengan kuasa dan tanda-tanda ajaib (Ulangan 18:15-19).

Ada waktunya bahwa setiap dusta dan tuduhan akan berakhir dan dibawa ke meja pengadilan Yahshua Ha Mashiah. Pengampunan masih tersedia bagi mereka yang bertobat dan kembali pada jalan-jalan-Nya. Penyesalan setelah kematian membawa duka yang kekal.

Siapa mengatakan kebenaran, menyatakan apa yang adil, tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya. Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. (Amsal 12:17-19)

Referensi:

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Yohanes Pembaptis, nabi yang unik untuk berita yang khusus


Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa Yohanes Pembaptis imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?” Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan YAHWEH! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”  (Yoh 1:19-23)

Yohanes Pembaptis adalah nabi yang unik, kelahirannya unik,  juga unik didalam pangilan pelayanannya, unik didalam cara hidupnya, dan unik didalam pemberitaan pesannya. Ia lebih dari sekedar seorang yang membaptiskan banyak orang di sungai Yordan, ia meminta pengakuan dosa secara terbuka dimuka umum dan meminta buah-buah pertobatan mereka.

Kelahirannya. Ia adalah putra dari sebuah generasi  keluarga imam, orang tuannya bernama Zakharia dan Elisabet (Luk 1:15). Malaikat YAHWEH, Gabriel,  berbicara langsung kepada Zakharia ketika ia sedang melayani pelayanan mezbah bahwa kelahiran putranya ini akan membawa banyak orang bersukacita, namanya pun diberitahukan oleh malaikat, haruslah engkau menamai dia Yohanes (Yehohanan atau Yohanan; Ibrani, mengandung arti ”Anugerah / Belas kasihan  YEHOVAH – kata modern dari YAHWEH) (Luk 1:13). Yohanes telah dipenuhi Roh Kudus bahkan, mulai dari rahim ibunya, dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras, malaikat ini berkata. (Luk 1:15).

Peristiwa unik lain dari kelahirannya ini ialah bahwa sejak malaikat YAHWEH ini berbicara kepada ayahnya, Zakharia, ayahnya ini langsung tidak bisa bicara lagi ketika pertemuan yang luar biasa ini. (Luk 1:19-23). Ketika hari pemberian nama tiba, sanak keluarga dan para tetangga yang datang ingin memberikan namanya Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”  (Luk 1:60)

Lalu mereka bertanya kepada bapanya,  Zakharia yang  tetap  bisu ini. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya* Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Elohim. (Luk 1:63-64)

*) Sebab ini adalah nama yang baru pada marga kedua pasangan ini, orang Israel biasanya memberi nama anaknya sesuai dengan apa yang ada pada marga mereka, untuk menghindari kebingungan di dalam daftar keturunan mereka … Alasan lainnya … penghormatan untuk para orang tua dan para nenek moyang (Albert Barnes’ Note on the Bible ).

Hidupnya dan panggilan pelayanannya. Nabi unik untuk pelayanan yang unik, itulah Yohanes Pembaptis. Rasul Markus memulai kitab Injilnya dengan kalimat: Inilah permulaan Injil tentang Yahshua Ha Mashiah, Anak Elohim. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk YAHWEH, luruskanlah jalan bagi-Nya”, (Mar 1:1-3) juga Mat 11:10, Yes 40:3-4

Nabi Yesaya menubuatkan kedatangan Yohanes Pembaptis sebelum runtuhnya kerajaan Yehuda, dan nabi Maleakhi bernubuat  hal yang sama setelah orang Israel kembali dari Persia (Mal 3:1).

Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. (Mat 3:4; Mark 1:6). Malaikat pemberi kabar Gabriel berpesan kepada Zakharia tujuan dari panggilan YAHWEH untuk putranya Yohanes:

  • Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu (Luk 1:14);
  • ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada YAHWEH, Elohim mereka (16),
  • dan ia akan berjalan mendahului YAHWEH dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi YAHWEH suatu umat yang layak bagi-Nya.” (17)

Pemberitaan kotbahnya. Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Elohim akan mengampuni dosamu.” (Mar 1:4).
Ladang penginjilannya ialah padang gurun dan bukan di dalam rumah-rumah ibadah (Luk 7:24). Sebagaimana namanya ”Yohanes atau Yehohanan / Yohanan” adalah suatu nama yang unik dan baru dikalangan keluarga imam Zakharia, maka pemberitaannya pun  baru juga. Inilah titik tolak perubahan sebuah pengajaran ”penghapusan dosa.” Ribuan tahun lamanya berita pengampunan dosa diajarkan oleh Musa dan para nabi setelah Musa bahwa orang yang berdosa harus membawa kepada imam seekor lembu jantan /domba jantan / kambing jantan atau dua burung tekukur (yang terakhir bagi yang miskin) (Im 4; 16:15.16; Bil 6:10-11), dan imam akan menyembelih binatang tersebut, dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.  (Imm 16:15)

Yohanes Pembaptis mengkotbahkan dan mengajar bahwa untuk orang diampuni dosanya, tidak perlu lagi membawa binatang untuk dikorbankan, tetapi melalui pertobatan dan baptisan (penyelaman kedalam air)! Mungkin Anda bertanya: dengan otoritas apa Yohanes merubah aturan “penghapusan dosa” ini?” Jawabannya ialah bukan melalui otoritas dirinya sendiri, sebab ia (dirinya sendiri tahu juga) hanyalah seorang utusan YAHWEH. Pengutusnya sendirilah, Elohim, yang merubah aturan tersebut! Peraturan penghapusan dosa ini berubah sebab “Domba Jantan” yang sesungguhnya telah hadir  di Bumi, nama-Nya ialah Yahshua Ha Mashiah. Ingat bahwa Yohanes lebih tua hanya beberapa bulan dari Yahshua. Inilah yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis ketika ia melihat Yahshua: Lihatlah Anak domba Elohim, yang menghapus dosa dunia.” (Yoh 1:29).

Dan penulis kitab Ibrani menulis: Tetapi Ha Mashiah telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, –artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, — dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. (Ibr 9:11-12)
Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggara yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. (15)
Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Ha Mashiah hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.  (27-28).
Perhatikan anak kalimat terakhir, jelas bahwa anugerah keselamatan melalui darah Yahshua tersedia bagi semua manusia (bangsa dan bahasa), tetapi keselamatan keselamatan tersebut HANYA dimiliki oleh mereka yang menantikan Dia. Menantikan berarti: percaya dan menjaga kepercayaan itu sampai ia meninggal atau Yahshua datang kembali.

Sungguh berita di atas adalah suatu berita sukacita yang luar biasa dan baru bagi bangsa Israel dan seluruh penduduk Bumi saat itu, bahwa YAHWEH memberikan anugerah dan belas kasihan-Nya kepada mahluk ciptaan-Nya, itu sesuai dengan nama utusan tersebut ”Yohanes” yang artinya Anugerah YAHWEH atau Belas kasihan YAHWEH. Para ahli Alkitab menyebut jaman dimana kita hidup sekarang ini adalah “Jaman Anugerah.”

Yohanes menuntut pertobatan yang sungguh dari setiap orang yang ingin dibaptis, bukan sekedar aturan keagamaan. Kepercayaan Yahudi  saat itu terbagi di dalam beberapa kelompok dan mereka saling menyonbongkan sektenya sendiri. Dua sekte terbesar diantaranya ialah Farisi (’Kristen’ tradisi) dan Saduki (’Kristen’ liberal) Mat 3:7, para pengikut kedua sekte ini ditegurnya dengan  keras. Raja Herodes pun yang merebut istri orang lain ditegurnnya, yang mengakibatkan ia dipenjara dan kemudian hari dipenggal kepalanya.

Keunikan Yohanes lainnya ialah dia seorang nabi penglihat / Seer-prophet, ia mampu melihat alam roh (Yoh 1:32-33) dan masa yang akan datang: Kerajaan Sorga dan murka yang akan datang (Mat 3:7)

Yahshua meneguhkan panggilan dan pelayanan Yohanes Pembaptis

  • Ia adalah lebih dari pada nabi (Mat 11:9). Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis. (Mat 11:11a); Luk 7:27, terkecualian bagi mereka yang telah berada di dalam Kerajaan  Sorga (11b).
  • Yahshua menyatakan sesungguhnya gelombang kebangunan rohani yang besar pertama  telah terjadi sejak saat pelayanan Yohanes Pembaptis, bukan pada Hari Pentakosta di Yerusalem. Ia berkata, sejak Yohanes mengkotbahkan Injil Kerajaan Elohim (atau Kerajaan Sorga, istilah Matius) setiap orang berebut masuk kedalamnya (Luk 16:16; KJV dan Lamsa Bible), tepat seperti apa yang Matius tulis: Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. (Mat 3:5-6).
  • Dan Yahshua membukakan arti nubuatan nabi Maleakhi (Mal 4:5-6), bahwa Yohanes inilah roh Elia tersebut (Mat 11:14; 17:10-13)

Dari semua pernyataan Yahshua Ha Mashiah sendiri di atas, jelas terlihat bahwa pernyataan para guru agama Islam: “nabi Muhammad adalah nabi yang paling besar dan penyempurna ajaran Taurat dan Injil” adalah tidak benar sama sekali. Sebab nabi Muhammad sendiri menyatakan bahwa Yahshua Ha Mashiah (Isa Al Masih, bahasa Arab) adalah pribadi yang sungguh bersih dari semua kesalahan dan dosa.

Dan perhatikan ini, sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan: Keempat penulis Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes anak Zebedius), meneguhkan kebesaran pelayanan nabi Yohanes Pembaptis: ia memiliki roh dan kuasa nabi Elia, seorang nabi YAHWEH yang telah membawa seluruh bangsa Israel bertobat dari penyembahan berhala Baal hanya dalam satu hari saja. Elia mampu membuktikan siapakah Elohim yang benar, melalui doanya yang membuat api turun dari langit, sehingga seluruh bangsa Israel dengan suara bulat dan keras berteriak sambil sujud bertelut: “YAHWEH, Dialah Elohim! YAHWEH, Dialah Elohim!” (1Rj 18:19-40)

Namun apa yang Yohanes Pembaptis katakan ketika Yahshua Ha Mashiah turun ke sungai Yordan untuk minta dibaptis olehnya?
Yohanes tiba-tiba disadarkan oleh sosok pribadi yang lebih mulia dan suci dari pada dirinya sendiri. Standard kebenaran hidupnya yang tinggi tersebut (lahir dari keturunan imam, kelahirannya dinubuatkan sekitar  700 tahun sebelumnya, penuh Roh Kudus sejak dikandungan ibunya, tidak pernah menyentuh minuman keras, tidak menikah, terpanggil sebagai nabi pembuka jalan bagi Ha Mashiah) belumlah ada artinya dengan pribadi yang berdiri di depannya. Ia meneliti kedalaman hati Yahshua – ingat ia adalah nabi pelihat / seer-prophet – dan menemukan bahwa ia tidak melihat sedikitpun adanya dosa, kebohongan dan napsu keinginan daging lainnya, inilah yang menyebabkan ia berkata: Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”  (Mat 3:14) Setelah Yahshua dibaptis

Sebelum Yohanes Pembaptis bertemu Yahshua Ha Mashiah, ia telah tahu bahwa pribadi untuk siapa ia mempersiapkan jalan adalah lebih mulia dari pada dirinya, sehingga ia memberi pernyataan terbuka seperti ini: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”  (Mar 1:7-8). Yoh 1:33

Dan sekarang – di sungai Yordan tersebut – ketika ia berhadapan muka secara langsung dengan Yahshua, ia melihat sendiri siapakah sesungguhnya Yahshua, Yang Kudus dari Sorga.  Yohanes melihat hal lain lagi tentang Yahshua:  “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya (Yoh 1:32)*

Itulah sebabnya Yohanes bisa berkata seperti di bawah ini:

  • Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.  (Yoh 3:29b-30).Sebab Yohanes Pembaptis tahu bahwa ia datang dari bumi,  – dan hanyalah utusan Bapa Sorgawi untuk mempersiapkan jalan bagi Putra-Nya, Yahshua, yang datang dari Sorga (31).
  • Pewahyuan nabi Yohanes Pembaptis  tentang Yahshua Ha Mashiah tidak  berhenti di sini, ia  melanjutkan bercerita apa yang ia telah lihat yakni: hubungan Bapa Sorgawi dengan Yahshua, dan hubungan tersebut dengan hidup kekal di Sorga dan lawan katanya (murka Elohim): Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Elohim adalah benar. Sebab siapa yang diutus Elohim, Dialah yang menyampaikan firman Elohim, karena Elohim mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Elohim tetap ada di atasnya.” (Yoh 3:33-36)

Sudahkan Anda bertemu  secara pribadi dengan Yahshua Ha Mashiah? Ialah sesungguhnya Pria Berjubah Putih yang telah menampakan diri-Nya kepada jutaan orang-orang di Afrika, di Timur Tengah dan di Asia melalui mimpi-mimpi dan berbagai penglihatan alam roh.

Dialah sesungguhnya Jalan Lurus yang milyaran orang cari-cari, Ia sendiri berkata tentang diri-Nya Kata Yahshua kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)

Bila Anda ingin menjadi pengikut Yahshua, bacalah artikel ini: “Apa yang orang harus perbuat untuk masuk Sorga?” Yahshua berkata,  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yoh 5:24)

Datanglah kepada-Nya hari ini dan berilah dirimu diselamatkan!

*) Pada Injil Matius “Ia melihat Roh Elohim…” Ia huruf besar pada Alkitab  LAI artinya pribadi tersebut menunjuk kepada “Yeshua,” tetapi di dalam semua terjemahan Inggris tertulis “he.” Besar kemungkinan bahwa baik Yohanes Pembaptis dan Yahshua melihat turunnya Roh Kudus tersebut, sebab Yoh 1:33 merupakan peneguhan dari YAHWEH untuk Yohanes akan datangnya seorang yang akan membaptis manusia dengan Roh Kudus. Lihat Mat 3:16-17 dan Mark 1:10 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Film “The Messiah”, versi Islam


Sebuah film tentang Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus / Isa Almasih / Hazrat Isa Alaihe Salam yang tidak pernah tersalib. Film The Messiah ini asli buatan negara Islam Iran; disutradarai oleh seorang pendidik agama Islam, Pro. Dr. Nader Talebzadeh, dan pemeran utamanya Ahmed Solaimanniaya. Film ini telah memenangkan penghargaan sebagai film terbaik untuk membangkitkan dialog antar umat beragama dari The Rome’s Religion Today Film, yang berpusat di Roma.

Film ini dibuat sebagai serangan balik film Fitnah yang dibuat oleh seorang politikus Nederland Geert Wilders. Film Fitnah buatan Geert Wilders adalah murni politik dalam negeri Nederland, tidak ada sangkut pautnya dengan kepercayaan Kristiani.

Motif dari pembuatan film The Messiah buatan Iran ini jelas membuktikan kesalahan cara berpikir orang Muslim pada umumnya yaitu “semua orang kulit putih adalah Kristiani atau penganut ajaran Kristen.”

Sumber pemikiran yang berasaskan agama bahwa “Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus / Isa Almasih tidak mati tersalib, tetapi Yudas yang tersalib” tidak diragukan lagi adalah bersumber dari Kuran dan Injil Gnostik Barnabas (satu dari sekian Injil yang tidak diakui oleh bapa-bapa Gereja Reformasi sampai sekarang, telah ada injil-injil gnostik di abad kedua, hadir setelah Gereja mula-mula bangkit dan berkembang).

Dr. Emir Caner, anak dari seorang pemimpin agama Islam terkenal dari Turki, yang sekarang menjadi dekan dari sekolah Alkitab mengkomentari film The Messiah ini sebagai berikut: “Pergilah melihat film itu dan tanyakan beberapa pertanyaan pada film ini:”

  • Kapan penyaliban Yahshua digantikan oleh orang lain menurut Alkuran?
  • Kenapa ibu dan para murid Yahshua tidak mengenali bahwa orang yang mereka ikuti itu telah ditukar sebelum berada di atas kayu salib?
  • Apa tujuan Elohim (Allah bagi orang Muslim) membutakan semua kerumunan termasuk murid-murid Yahshua dan Maria, ibu-Nya, sehingga mereka tetap berpikir bahwa Yahshua lah yang sedang disalibkan?

Katanya lebih lanjut, ”Mungkin orang-orang Muslim dan Kristen akan mengenali bahwa Kuran hanya menawarkan kemungkinan yang tipis kedalam satu dari peristiwa-peristiwa yang sangat banyak sekali dicatat di sejarah sementara Alkitab telah memberikan bukti yang rapi dan hati-hati secara detail kejadian saat itu kedalam sejarah.”

Pembuat film ini mempunyai pemikiran tentang Yahshua / Isa sama sebagai mana umumnya para Muslim berpikir katanya, Dia bukanlah putra Elohim dan tidak pernah ada sebagai putra Elohim. Dia adalah seorang nabi dan tidak disalib, orang lain yang disalib sebagai gantinya.” Ini sesuai ajaran Muhammad pada surah 4:157-158. Perlu diketahui bahwa Kuran tidak berkata bahwa Yudas yang disalib. Ini interpretasi orang Muslim sendiri.

Aliran Islam yang pertama kali mengembangkan ajaran ‘Injil’ Barnabas: “Yudas tersalib menggantikan Yahshua” adalah Hazrat Ahmad, pendiri Islam Ahmadiya. Dan Hazrat mengajar bahwa Allah telah menunjuk dirinya sebagai “Almasih” (Ha Mashiah). Ajaran Ahmadiyah yang murahan ini ternyata menyebar ke aliran Islam lainnya seperti Shia dan bahkan Sunni.

Susah untuk dimengerti, mengapa orang Islam begitu mudah menerima suatu sumber ajaran yang tidak memiliki dasar histori dan kebenarannya. Injil Barnabas adalah buku buatan abad ke 16, yang berasal dari bahasa Itali dan kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Spanyol. Yahshua berkata lebih dari 3 kali bahwa Yudas adalah penghianat sebelum Yudas menjual gurunya sendiri, bagaimana mungkin orang Islam bisa percaya begitu mudah bahwa “penghianat adalah seorang pahlawan.” Dengan menyebarkan ajaran “Yudas tersalib menggantikan Yahshua,” sesungguhnya orang Islam ini menyebabkan kerusakan kepada agamanya sendiri.

Film ini sudah diputar di Iran dan segera akan tersedia pada internet menurut CNN. Untuk film Fitnah CNN tidak berani memuat film Fitnah ini pada situsnya.

Jelas film ini bagian dari kerja Iblis melalui nabi-nabi dan guru-guru palsunya (Wahyu 16:13) untuk menipu Dunia. Musuh orang Kristen bukanlah darah dan daging tapi Iblis dan malaikat-malaikat yang berontak mengikuti Iblis. Roh-roh Jahat ini menipu penduduk di Dunia untuk berpihak kepadanya, banyak orang Muslim telah berhasil ditipunya, seperti profesor Iran ini.
Di bawah ini tulisan seorang bekas anggota Front Pembebasan Islam (FPI). Dari pengalamannya selama tiga tahun di Afganistan berbicara dengan tokok-tokoh Islam di sana, ia menemukan beberapa alasan mengapa orang Muslim membenci orang Kristen: (garis bawah dan penebalan dari saya)

Timbulnya roh iri hati,

  • Tidak satupun ayat Al-Qur`an yang membicarakan bahwa umat Islam ini dijamin keselamatannya. Tidak ada satupun.
  • Dan tidak ada satupun mengatakan bahwa bangsa Arab ini adalah umat pilihan yang diberkati oleh Tuhan. Ini nggak ada.
  • Mereka iri, mereka bertanya, untuk apa aku percaya kepada Al-Qur`an, kalau Al-Qur`an ternyata membicarakan agama orang lain?, Membicarakan umatnya orang lain? Membicarakan junjungan orang lain?

Sesuatu hal yang nggak masuk akal.

  • Muhammad ditulis di Al-Qur`an itu cuma dua persen, Yesus ditulis di Al-Qur`an tujuh puluh lima persen. Sesuatu yang aneh. Harusnya itu Yesus ditulis dua persen, Muhammad ditulis tujuh puluh lima persen. Ini keterbalikannya. Sehingga banyak orang Islam mulai berpikir, kenapa kok bisa begini?
  • Dia terus cari, mereka kepingin tahu, diberkatilah Allah Abraham, Allah Yakub, Allah Iskak, dan harus ditambah Allah Ismael. (apakah benar demikian?) Al-Qur`an tidak pernah menemukan dan menulis satu ayat pun tentang diberkatilah Allah Ismael. Selalu dikatakan diberkatilah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Di manakah Ismael? Mereka protes. Mereka protes kenapa Tuhan ini nggak adil? Sangat-sangat tidak adil, di mana letak Ismael?

Kalau kita mau kembalikan kepada Alkitab, Al-Qur`an ini merespon dengan kejujurannya. Kenapa?
Karena Ismael menurut Alkitab memang tidak pernah ada berkat. Yah, berkat yang dicurahkan Tuhan kepada Ismael dikarenakan satu hal, yaitu permintaan dari bapaknya. Kalau bapaknya tidak minta berkat kepada Tuhan untuk dicurahkan kepada Ismael, maka Tuhan nggak akan memberkati Ismael. Jadi Tuhan memberkati menganugerahkan kepada Ismael karena permohonan Ibrahim…. Sehingga Al-Qur`an tidak pernah menulis.

Mereka mulai bingung, kenapa? Dari kecemburuan inilah akhirnya mereka membuat satu hal yang sangat paten.
Al-Qur`an tidak boleh dibahasakan, Al-Qur`an harus dibahasakan sesuai dengan bahasa aslinya. Apa yang terjadi di Indonesia? Terjadilah sebuah tatanan bahasa “iqrok” , “tata cara membaca Al-Qur`an”.
Membaca thok, itu sudah ibadah, membaca thok itu sudah dapat pahala…”

Film terkait: watch on-line

Bacaan terkait:

Referensi:

Muslim “Messiah” Movie at film Festival

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog