Manfaat dari DOA atau SEMBAYANG


Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Mashiah akan bercahaya atas kamu.” Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak YAHWEH. (Efesus 5:14-17)

DR. Charles Stanley mendaftarkan 15 manfaat dari melakukan DOA atau SEMBAYANG. Pada seri kotbah Life Principal sessi ke 27 yang berjudul PRAYER: Our Time-Saver, DR. Charles Stanley menjelakan betapa sangat pentingnya WAKTU, dari pengalaman panjang kehidupannya sendiri ia menyimpulkan: Yang terpenting di dalam kehidupan saya – yang menjadikan saya produktif – adalah bukan apa yang saya lakukan, tetapi ada berdiam diri mendengarkan Dia dan membaca Firman-Nya terlebih dahulu.
Yeshua sedang berdoaAdonai Yeshua Ha Mashiah, adalah contoh orang yang sangat efektif di dalam menggunakan waktu-Nya. Pelayanan-Nya yang singkat di bumi – hanya tiga tahun enam bulan (3 ½ tahun) – namun telah menghasilkan dampak positif yang begitu besar bagi seluruh Dunia. Kitab-kitab Injil mencatat bahwa Yeshua banyak sekali berdoa dari awal pelayanan-Nya sampai tugas-Nya yang terakhir – yakni mengorbankan diri-Nya tersalib di bukit Golgota – Ia melakukan doa;

  • saat masih berdiri di sungai Yordan selesai dibaptis, Ia berdoa (Luk 3:21);
  • sebelum memilih dan menetapkan 12 murid-Nya, Ia berdoa terlebih dahulu (Luk 6:12-13);
  • sebelum dan selesai pelayanan, Ia berdoa (Luk 9:28);
  • menghadapi tugas akhirnya yakni sebagai Anak Domba Paskah Elohim (memberi nyawa-Nya sendiri sebagai darah penebusan bagi dosa seisi dunia), Ia berdoa (Mat 26:36; Mark 14:32).

Doa adalah kunci keberhasilan Yeshua di dalam menjalankan tugas-tugas-Nya sebagai Hamba Elohim Yang Diurapi YAHWEH atau Meshiah, dan bukti nyata hubungan-Nya yang erat dan indah dengan YAHWEH Tsebaot, Bapa-Nya. Itulah sebabnya murid-murid-Nya tertarik untuk belajar prinsip berdoa yang benar dari Guru mereka tersebut (Luk 11:1-4 dan Mat 6:5-13). Yeshua sendiri, dengan perumpamaan-perumpamaan yang radikal, menegaskan kepada murid-murid-Nya agar mereka tidak jemu-jemunya berdoa (Luk 11:5-10 dan Luk 18:1-8).

Inilah daftar 15 manfaat dari Doa atau Sembayang tersebut:
1. Memberi kita petunjuk moment yang jelas, membuang kebingungan. Belajarlah dari raja Yosafat ketika ia menghadapi musuh yang besar; 2 Taw 20.3. (Gives us clear, timely direction, eliminating confusion.)
2. Mencegas kita dari membuat keputusan-keputusan yang salah. Belajar dari rasul Paulus diarahkan Roh Kudus ke Filipi, Makedonia sebelum menginjil ke Asia. (Kis 16:6-15). Jemaat Filipi dikemudian hari menjadi salah satu penopang pelayanan Paulus (Fil 1:1,7-8). (Prevents us from making wrong decisions.)
3. Membuang kekuatiran dan kecemasan (Eliminates worry and anxiety). Lihat Filipi 4:6-7
4. Menghasilkan rasa ketenangan dan kedamaian (Produces a sense of calmness and peacefulness).
5. Mengundang Elohim ke dalam aktivitas kita. Ini akan membuat kita lebih produktiv. Lihat Amsal 3:5-6 (Invites God into our activity).
6. Memberikan kita keyakinan (Gives us confidence).
7. Menghilangkan resah (Eliminates fretting)
8. Mempertajam kepekaan kita di dalam membedakan sesuatu (Sharpens our discernment)
9. Memberikan kita titik-pandang Elohim (Gives us God’s viewpoint)
10. Membawakan kita kekuatan (Bring us energy)
11. Mencegah kita dari ada terganggu (Prevents us from getting distracted)
12. Mengingatkan kita tentang perlunya untuk bertindak (Remind us of the necessity to act)
13. Mencegah ketidak-puasaan (Prevent discouragement)
14. Membuka pintu-pintu kesempatan (Opens doors of opportunity). Lihat Kol 4:1-6
15. Memampukan kita untuk membedakan antara kesibukan dan keberhasilan (Enables us to discern between busyness and fruitfulness).

”Setiap menit pada kehidupan kita membawa kita semakin mendekati kepada kematian, semakin mendekati kita kepada kekekalan (ada bersama Adonai Yeshua selamanya atau terpisah dari Dia selamanya),” DR. Charles Stanley

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

7 KESALAHAN UMUM MUSLIM TENTANG ALKITAB DAN AJARAN KRISTIANITI


”Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Adonai (Tuhan)! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Mashiah (Kristus), menjadi malu karena fitnahan mereka itu.” Rasul Petrus (1 Pet 3:15-16)

Daftar kesalahaPalu Hakimn yang akan dibahas:
Kesalahan 1: Alkitab, Injil telah dikorupsi atau dipalsukan
Kesalahan 2: Kristen menyembah tiga Deity (Ilah)
Kesalahan 3: Muhammad lebih tinggi dari pada Yeshua
Kesalahan 4: Muhammad dinubuatkan di Alkitab
Kesalahan 5: Muhammad mendapat pewahyuan terakhir
Kesalahan 6: Kekristenan adalah ajaran rasul Paulus semata
Kesalahan 7: Kristianiti sama dengan agama Gereja Roma Katolik

KESALAHAN PERTAMA MUSLIM: ALKITAB, INJIL[1] TELAH DIKORUPSI ATAU DIPALSUKAN
Sebab firman YAHWEH itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. … rencana YAHWEH tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun. (Maz 33:4, 11)

A. Perubahan kata-kata.
Seorang Muslim menulis: “Taurat, Zabur dan Injil asli telah hilang, dan Bible kalian yang sekarang adalah kitab yang telah dikorup, dipalsu oleh manusia. Itu sebabnya Quran diturunkan kemudian oleh Allah secara langsung demi menegakkan kebenaran yang asli.”[2]

Adakah bukti atau referensi authentik dari tuduhan Muslim di atas?
Meneliti isi Kuran. Hal pertama yang perlu diingat oleh para pakar Islam ialah bahwa Alkitab tidak menganut  ”sistim tambal-sulam firman” (naskh / abrogation) sebagaimana telah terjadi di Kuran,[3] Salman Rushdie (Muslim India) menyebutnya The Satanic Verses.[4]  YAHWEH, pengilham Alkitab menggaransi firman-Nya: Elohim (Allah) bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bil 23:19)

Menganggap Kuran sebagai referensi authentik,[5] seorang yang mengerti isi Kuran dalam bahasa aslinya, bahasa Arab, menyatakan tidak ada dimanapun di dalam Kuran yang menyatakan Alkitab secara tektual telah dikorupsi. Sebaliknya Muhammad bersaksi bahwa Elohim (Allah) membenarkan Alkitab (al-Maidah 5:44, 46-47) dan menjaga firman-Nya (Sura 6:34).
Demi untuk mengislamkan orang Barat, mereka harus menampilkan Injil sebagai Injil palsu, untuk inilah terjemahan Kuran dalam bahasa Inggris[6] . Ia memberi contoh: Kuran telah diubah kata-katanya:

1. Al-Ahqaf ayat 30 (Su 46:30) dari terjemahan Abdullah Yusuf Ali (YA).  Kata ”kedua tanganya” menjadi ”sebelum itu.”
Bahasa Arab: kaloo ya kawmana inna sami’ina kitaban unzila ba’d Musa,
(they said O our people, we have heard a book revealed after Moses )
(mereka mengatakan Wahai orang-orang kami, kami telah mendengar kitab diturunkan setelah Musa)
Musadekan Lima Bayna Yadayehe
(confirming what is between his hands )
(meneguhkan apa yang ada diantara kedua tangannya)
Yahdee ela al-hak wa-ela tareekin mustakeem
(it guides to the truth and to a straight path)
(yang membawa kepada kebenaran dan jalan lurus)

Terjemahan Kuran Inggris Yusuf Ali menulis:
“They said, “O our people, We have heard a Book[7] revealed after Moses, confirming what came before it; it guides (men) to the Truth and to a Straight Path.”
(… kami telah mendengar kitab yang diturunkan setelah Musa, meneguhkan apa yang datang sebelum itu; …”)

Perubahan kalimat ini jelas bahwa Yusuf Ali telah merubah beriman kepada ”kitab” (Mazmur, Perjanjian Baru yang datang setelah nabi Musa) yang ada di antara tangan Muhammad (saat itu) sebagai benar dan dapat dipakai sebagai penuntun kebenaran, menjadikan bagian dari Alkitab ini tidak dikenal dimasa lalu sebelum Kuran.

Kalimat ”diantara kedua tangannya / between his hands” terdapat  di dalam seluruh  Kuran bahasa Arab. Dan kalimat “ setelah itu / before it” tertulis di kelimat terjemahan Kuran Inggris yang umum beredar.[8]

2. Al-Imran ayatPendulum 3 (Sura 3:3)
Bahasa Arab: nazzala alayka alkitabu bel-hakkee musaddekan lima bayna yadayehe
(He sent to you the book in truth confirming what is between his hands)
(Dia telah mengirim kepada mu Kitab tersebut di dalam kebenaran meneguhkan apa yang ada di antara tanganya)
wa-anzala al-tawratah wal-enjeel
(and He sent the Torah and Gospel)
(dan Dia telah mengirim Taurat dan Injil)

Terjemahan Kuran Inggris Yusuf Ali menjadi: It is he who sent down to thee in truth, the Book, confirming what went before it; and he sent down the Law (Of Moses) and the Gospel (Of Jesus).

Perhatikan dua kalimat di dalam kurung “of Moses” dan “of Jesus” yang saya tebalkan.
Terjemahan Kuran Inggris ini menjadikan Taurat YAHWEH (TUHAN) berubah menjadi Taurat Musa. Penambahan ”Of Jesus” pada kata Gospel di Kuran ini dapat memimpin kepada pengertian yang salah; ini membuat pembacanya, khususnya orang Islam, akan berpikir  Alkitab Perjanjian Baru hanya terdapat Injil (Gospel) menurut Matius, Markus, Lukas dan Yohanes – tidak lengkap, dan mereka akan bertanya dimana the Gospel of Jesus (Injil Yeshua)?
Perjanjian Baru jelas menulis bahwa Injil atau Kabar Baik kepada manusia melalui Yeshua Ha Mashiah, dengan kata lain Injil adalah cerita TENTANG Yeshua, dan BUKAN ditulis oleh Yeshua.

Tuduhan palsu ”Alkitab telah dipalsukan” adalah hasil dari jalan singkat para pakar Islam menghadapi dilemma di dalam Kuran itu sendiri. Dalam In the Family of Abraham, Anne Cooper menggambarkan dilemma Islam dengan sangat baik sekali, ia menulis:
“Alasan utama para pengkritik dari kalangan Muslim men-cap bahwa Alkitab telah dikorupsikan teks-nya adalah kerana mereka betul-betul tidak mempunyai pilihan lain lagi. Karena Al-Qur’an disatu pihak membenarkan Alkitab, tetapi ternyata isi keduanya saling tidak cocok, sehingga tidaklah mungkin keduanya turun dari Elohim yang sama. Dan karena Qur’an dianggap wahyu terakhir dari Elohim, maka cara yang paling gampang untuk menghindari kesulitan-kesulitan ini adalah meletakkan tuduhan bahwa isi Alkitab telah dikorupsikan oleh sipemalsu.”

3. Surah 40:30; NQ. Satu dari banyak dilemma yang bersifat ilmu keagamaan di dalam Kuran adalah banyaknya terdapat penambahan kata (hadir di dalam kurung).[9] Tambahan kalimat ini bertujuan untuk menuntun setiap pembacanya menerima pemikiran dan keyakinan dari penterjemahnya. Sura 40:30 yang sama dengan di atas pada terjemahan the Noble Qur’an (NQ) tertulis: They said: “O our people! Verily! We have heard a Book (this Qur’ân) sent down after Mûsa (Moses), confirming what came before it, it guides to the truth and to a Straight Path (i.e. Islâm)

Perhatikah huruf yang saya tebalkan. Beberapa surah yang meneguhkan Alkitab (the Book) sebagai firman YAHWEH:

  • “Oh Yahya (John the Baptist) take hold of the Book with might, and We gave him wisdom as a child.” (Mary:12).
  • “and Mary believed in the words of her Lord and His books.” (Al-Tahrim[66]:12).

Jika kata “Book” (Kitab) pada ayat ini adalah benar Kuran (bukan Alkitab, dalam kontek diluar kitab Taurat), dan Kuran adalah penuntun kepada kebenaran dan kepada Jalan Yang Lurus jakni Islam – menurut NQ, maka pertanyaan ini perlu dijawab dan direnungkan oleh para Muslim:

  1. Siapakah yang dimaksud Kuran dengan “the people of the Book” (terjemahan lain untuk “the Book” adalah the Scripture; NQ) / ‘Ahl al-Kitab” pada Surah 3:64; 29:46? Jelas itu adalah orang Kristen (Yahudi dan Kristen)!, dan bukan “pengikut Kuran.”
  2. Jika benar Kuran adalah penuntun kebenaran dan kepada Jalan Yang Lurus, mengapa setiap kali orang Muslim berdoa masih selalu meminta kepada Allahnya Muhammad untuk menunjukkan ”Jalan Yang Lurus?”
  3. Beranikah Anda mempertaruhkan nasip kehidupan kekal Anda pada terjemahan Kuran yang ’diinpirasikan’ oleh hikmat manusia belaka tersebut?

Membenarkan orang fasik dan mempersalahkan orang benar, kedua-duanya adalah kekejian bagi YAHWEH. (Amsal 17:15)

B. Penambahan Kalimat.
Seorang Muslim menulis: ”Penambahan 12 ayat terakhir pada Injil Markus. G [tidak] percaya? mari saya tunjukkan di 2 manuskrip paling tua, yaitu Codex Siniaticus dan Codex Vaticanus.[10]

Kesalahan dari Muslim ini fatal. Pada satu sisi ia tidak mengerti sejarah manuskrip Kristen, dan sisi lainnya ia tidak mengetahui praktek kehidupan sehari-hari umat Kristen.
1. Sejarah manuskrip Kristen. Codex Sinaiticus (bukan Siniaticus, seperti ditulis di atas) dan Vaticanus bukanlah codex manuscrip tertua, Itu hanyalah hasil produk permulaan abad ke empat; lihat Footnote no. 12. Keduanya disebut juga the Alexandrian Text (diambil dari nama wilayah asalnya, di Mesir) atau dikenal juga sebagai Minority Text. Disebut Minority Text oleh sebab hanya sekitar 5% (lima persen) dari isinya sama dengan Textus Receptus (TR) atau Majority Text.[11] Perbandingan isi dari kedua codex itu sendiri (Vaticanus dan Sinaiticus) banyak sekali terdapat ketidak sesuaian satu dengan lainnya[12]. Gereja Timur sebelum akhir abad 19 (1880an) tidak memakai kedua codex Alexandrian Text tersebut sebab Induk dari kedua kodek ini berasal dari Clement dan Origen penganut Gnosis (hikmat tersembunyi, dari sini lahirnya kata “gnostic”).

Dari codex Vaticanus inilah Westcott dan Hort, pendiri beberapa perkumpulan mistik, mendasari pembuatan kitab mereka “The New Greek Text and the Revision of the New Testament”[13]

12 ayat terakhir dari Injil Markus pasal terakhir justru membuktikan – satu dari puluhan bukti[14]  – tidak lengkapnya kedua codex tersebut. Isi dari 12 ayat tersebut – “beritakanlah Injil ke segala mahluk,” “tanda-tanda orang percaya” dan Yeshua naik ke sorga” sebagai contoh – ada terdapat di di kitab Injil dan Kisah Para Rasul dan kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya.

Dr. Herman C. Hoskier seorang peneliti Vaticanus menyatakan: “Thesis saya … bahwa B dan Aleph dan kitab-kitab pendahulu mereka, dengan Origen yang telah merevisi text Antioch [yang dipakai oleh KJV], adalah revisi-revisi Mesir antara 200-400 AD dan ditinggalkan antara (tahun) 500 dan 1881, hanyalah bangkit kembali di saat kita sekarang ini.” Which Bible; pp134-143

Lalu beberapa orang naik saksi melawan Dia dengan tuduhan palsu ini… Dalam hal inipun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu dengan yang lain. (Mark 14:59)

2. Praktek Kristen. Isi dari 12 ayat Markus ini tetap dilakukan dan dipraktekkan oleh Kristen Injili sampai hari ini – lebih penting dari itu adalah semua tanda-tanda yang tertulis di Markus tersebut tergenapi dan masih berlangsung sampai hari ini: setan-setan terusir di dalam nama Yeshua, orang-orang sakit disembuhkan ketika ditumpangi tangan oleh orang percaya.
Saya anjurkan Anda membaca artikel2 ini:

Saksi yang setia tidak berbohong, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan, adalah saksi dusta. (Amsal 14:5)

5 Pertanyaan bagi Muslim sehubungan dengan tuduhan Alkitab telah dipalsukan: Pengukur kerataan permukaan

  • Adakah surah di Kuran yang mengatakan Alkitab telah dipalsukan?
  • Kapan itu dipalsukan, sesudah atau sebelum lahirnya Islam?
  • Apa yang telah dipalsukan dari Alkitab?
  • Jika benar telah dipalsukan, yang asli itu seperti apa?
  • Siapa yang memalsukan?

Jika Anda sebagai orang Muslim tidak bisa menemukan jawaban atas lima pertanyaan di atas, sekarang tanyakan hal yang sama terhadap kitab suci Anda, Kuran – terbukti jauh lebih mudah menjawab pertanyaan  sejenis pada ’kitab terakhir’ secara theologis dan historis!!

Setiap ajaran yang mengklaim menghormati dan berasal dari Yeshua (Yesus/ Isa), tapi buahnya tidak sesuai dengan kepribadian Yeshua, maka itu adalah ajaran palsu atau Yesus yang palsu, sebab Yesus yang benar adalah Firman Elohim itu sendiri, seperti tertulis di Alkitab: Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. … nama-Nya ialah: “Firman Elohim. (Wah 19:11-13)

Artikel yang berkaitan:

KESALAHAN KEDUA MUSLIM: KRISTEN MENYEMBAH TIGA DEITY (ILAH)
Jawab Yeshua: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, YAHWEH Elohim kita, YAHWEH itu esa. (The Lord our God is one Lord (KJV 1611) (Mark 12:29)

Seorang Muslim menulis: ”Apakah Allah telah salah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa Bunda Maria adalah salah satu Tuhan yg di sembah oleh Nasrani pada waktu itu?”[15] Ia merefer kepada Kuran Al-Maidah 116 (Meja / Surah 5:116) – “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” [penebalan ditambahkan]

Melalui ayat Kuran ini, umat Islam berpikir bahwa doktrin Trinitas orang Kristen adalah Elohim (Allah), Putra (Yeshua/Yesus/Isa) dan bunda Maria (ibu Yeshua) – ini kesalahan fatal pengertian Muhammad tentang Alkitab dan Kristianiti. Mungkin Anda bertanya Mengapa orang Kristen tidak mengikuti ajaran Muhammad?

Kesalahan besar pemikiran Muhammad pada doktrin trinitas Kristianiti ini meliputi tiga hal:

  1. Muhammad tidak mengetahui beda ajaran Alkitab (yang dianut oleh orang Kristen) dengan ajaran Gereja Roma Katolik (yang dianut oleh orang Katolik).
  2. Mengkontradiksikan isi Kuran itu sendiri, bahwa Isa (Yeshua/ Yesus) jelas tidak pernah berbuat kesalahan bahkan sebelum dilahirkan. Baca Sura 19:19 dan Hadis Sahih Bukhari, Arabic-English, Dar al-Fikr, Jilid 4, Hadis No. 506.
  3. Hal ini meneguhkan perkataan bekas Pendeta Jesuit, Dr. Alberto Rivera, bahwa Kardinal Roma Katolik, Father Bea (guru seminarinya) menyatakan bahwa agama Islam dilahirkan oleh Gereja Roma Katolik.

Umat Kristiani tidak pernah mengakui Maria sebagai bagian dari Trinitas, tetapi Roh Kudus (Roh Elohim itu sendiri). Lihat ayat-ayat Perjanjanjian Lama dan di Injil; Yesaya 9:5-6; 61:1-3 Digenapi oleh Yeshua: Lukas 4:18-19, lihat juga Matius 3:16; Yohanes 1:32-34; Trinitas Elohim dapat dilihat juga di Injil: Markus 1:9:11; Matius 17:1-10, Yohanes 1:1-4, 14. Kata ”Elohim” (God/ Allah dalam Alkitab Indonesia) adalah kata dalam Alkitab Ibrani yang menunjukkan satu namun berarti jamak.

Penulis Muslim di atas, dalam uraiannya (linknya ada di bawah) jelas merujuk kepada doktrin Gereja Roma Katolik – namun ia, jatuh pada kesalah yang sama seperti nabinya, menganggap bahwa Gereja Roma Katolik adalah sama dengan Gereja Kristen pada umumnya. Lihat Kesalahan Ketujuh Muslim.

Al-Maidah 116 (Surah 5:116) adalah bukti pemberontakan nabi Muhammad kepada pengajarnya, Gereja Roma Katolik. Di jaman Muhammad, seluruh wilayah Laut Mediterrean dan sebagian barat Arab Saudi (dimana Mekkah dan Medinah berada) adalah dalam wilayah kekuasan Roma.

Tiga pribadi Elohim dalam YAHWEH yang tunggal dapat dilihat pada kehidupan dan perbuatan Yeshua Ha Mashiah: Bapa Sorgawi bicara kepada Yeshua dan Roh YAHWEH menyertai Yeshua; itulah sebabnya ialah satu-satunya pribadi yang dapat mengampuni dosa manusia dan membangkitkan orang mati serta memberi orang kehidupan kekal, Yeshua sendiri orang pertama yang bangkit dari kematian dengan tubuh kekekalan. Yeshua adalah Hakim dihari Kiamat bagi semua manusia, dan Raja yang kekal.

Artikel yang berkaitan:

Timbangan berat massaKESALAHAN KETIGA MUSLIM: MUHAMMAD LEBIH TINGGI DARI PADA YESHUA
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Elohim yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan YAHWEH semesta alam akan melakukan hal ini. (Yes 9:5-6)

Umat Islam dalam prakteknya mengikuti teladan Muhammad lebih dari pada teladan Yeshua, dikarenakan asumsi ini: ”Muhammad nabi terakhir” seperti tertulis pada Injil Barnabas: Jesus confessed, and said the truth: “I am not the Messiah.” They said: “Are you Elijah or Jeremiah, or any of the ancient prophets?” Jesus answered: “No.” Then said they: “Who are you? … Then Jesus said: “I am a voice that cries through all Judea, and cries: “Prepare you the way for the messenger of the Lord,” even as it is written in Esaias;.” (bab 42)  dan pada bab 82 tertulis: The woman said: “O Lord, perhaps you are the Messiah.” Jesus answered: “I am indeed sent to the House of Israel as a prophet of salvation; but after me shall come the Messiah, sent of God to all the world; for whom God has made the world.

Umat Islam Sunni menentang keras ajaran Islam Ahmadiyah dan melabelkannya sebagai Islam sesat, namun dalam praktek sehari-hari umat Islam Sunni mengimani ajaran Ahmadiyah: “Muhammad lebih tinggi dari pada Yeshua (Isa).” Injil Barnabas – darimana fondasi ajaran Ahmadiyah berasal – adalah Injil palsu buatan abad pertengahan 14-16 (enam belas).[16] Injil ini menempatkan Muhammad bahkan sebagai Ha Mashiah/ Messiah / al-Masih dan Yeshua hanyalah sebagai nabi pembuka jalan bagi kedatangan Muhammad.

Menempatkan Muhammad lebih tinggi derajatnya dari Yeshua Ha Mashiah bukan saja salah secara doktrinal keimanan monotheism tapi juga secara historical fakta; Alkitab[17] dan Kuran[18] telah menulisnya, pengalaman para saksi hidup menunjukkannya.[19]

Artikel yang berkaitan:

Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa. (Amsal 19:9)

KESALAHAN KEEMPAT MUSLIM: MUHAMMAD DINUBUATKAN DI ALKITAB
Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. (Luk 6:44)

Klaim palsu ini mencapai puncaknya dibawah pengajaran Ahmed Hoosen Deedat[20] (1918-2005), Muslim India hidup di Afrika Selatan. Ditahun 1975  ia  pada pengajarannya yang berjudul ”What the Bible Says About Muhammad” dan kemudian “Muhammad the Natural Successor to Christ” mencoba membuktikan bahwa Yeshua menubuatkan kedatangan Muhammad berdasarkan Injil Yohanes 14:16”Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,” Ia beranggapan Penolong di ayat ini adalah Muhammad, yang jelas itu adalah tafsiran yang keluar kontek dan tidak mungkin sebagai pribadi Muhammad yang telah mati dan tidak bangkit lagi sampai saat ini.

Adakah pengajar Kuran yang lebih baik dari Ahmed H. Deedat yang dapat membuktikan klaim Surah di bawah ini?
Those who follow the Messenger, the Prophet who can neither read nor write (i.e.Muhammad SAW) whom they find written with them in the Taurât (Torah) (Deut, xviii, 15) and the Injeel (Gospel) (John xiv, 16), – he commands them for Al-Ma’rûf (i.e. Islâmic Monotheism and all that Islâm has ordained); and forbids them from Al-Munkar (i.e. disbelief, polytheism of all kinds, and all that Islâm has forbidden); he allows them as lawful At-Taiyibât [(i.e. all good and lawful) as regards things, deeds, beliefs, persons, foods, etc.], and prohibits them as unlawful Al-Khabâ’ith (i.e. all evil and unlawful as regards things, deeds, beliefs, persons, foods, etc.), he releases them from their heavy burdens (of Allâh’s Covenant), and from the fetters (bindings) that were upon them. So those who believe in him (Muhammad SAW), honour him, help him, and follow the light (the Qur’ân) which has been sent down with him, it is they who will be successful. (Surah 7:157; The Noble Qur’an) [21] [Garis bawah dan penebalan ditambahkan]

Artikel yang bagus membuktikan kesalahan klaim Surah di atas

Bagaimana mungkin satu ayat Kuran dapat membuat orang beriman pada klaim di atas dan bisa menghapus puluhan nubuatan dari para nabi di Alkitab tentang kedatangan Yeshua Ha Mashiah? – itu hanya mungkin jika orang tersebut tidak membuka pikiran dan menutup hati nuraninya untuk kebenaran dan fakta!

Pembuat Injil Barnabas dan Ahmed H. Deedat haruslah mempertanggungkan milyaran jiwa manusia yang tersesat dihari pengadilan akhir atas apa yang mereka telah tulis dan ajar.

Yeshua Ha Mashiah: “Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.”(Mat 12:33)

Artikel yang berkaitan:

Jangan menjadi saksi terhadap sesamamu tanpa sebab, dan menipu dengan bibirmu. (Amsal 24:28)

KESALAHAN KELIMA MUSLIM: MUHAMMAD MENDAPAT PEWAHYUAN TERAKHIR
Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan YAHWEH? –apabila seorang nabi berkaAlat pengukur ketebalan dan diameterta demi nama YAHWEH dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan YAHWEH ;…” (Ulangan 18:20-22)

Seorang Muslim menulis: Tapi pernahkah anda berpikir secara rasional/logika mengapa Allah menurunkan wahyu tidak sekali namun beberapa kali dan dalam masa yg berbeda dan nabi yg berbeda pula…..????
wahyu pertama : Zabur kpd nabi DAUD as
Wahyu kedua : Taurat kpd nabi MUSA as
Wahyu ketiga : Injil kpd nabi ISA as
Wahyu terakhir : Alquran kpd nabi MUHAMMAD saw
Mengapa demikian ????????? Saya ingin jawaban anda sbg soerang nasrani……22]

Sebelum kita membahas kesalahan klaim Muslim ini, baiknya kita bertanya pertanyaan berikut ini:

Setiap orang yang pernah membaca Alkitab dan mengerti isinya dan kemudian membandingkannya dengan ajaran Muhammad yang tertulis di Kuran dan sekarang mendengar klaim Muslim bahwa Muhammad adalah penerima wahyu Elohim terakhir, maka pertanyaan-pertanyaan sejenis di bawah ini akan muncul pada benaknya:

  1. Mungkinkah semua wahyu yang tertulis di Alkitab (66 kitab, termasuk Torah/ Taurat, Mazmur dan Injil)[23]  yang dipercayai kepada para nabi dan diterima oleh umat-Nya selama lebih dari 2000 tahun (sejak Musa), tiba-tiba dibatalkan isinya (dikorupsi dalam istilah islam) dan diganti dengan pengajaran Kuran (600 AD, lahirnya Islam)?
  2. Bagaimana mungkin Kuran yang tidak memiliki nubuatan, bisa dijadikan sebagai Firman Elohim yang terakhir menggantikan Alkitab yang berisi lebih dari 800 nubuatan dan lebih dari 75% nubuatannya telah tergenapi?
  3. Bukankah seluruh Alkitab menulis bahwa Elohim Tsebaot (semesta alam) adalah Elohim yang tidak pernah berubah (Bil 23:19; Ayub 23:13) dan firman-Nya kekal (Mark 13:31, Luk 16:16-17), mengapa tiba-tiba saja di jaman Muhammad semua Firman-Nya jadi terkorupsi?
  4. Bagaimana mungkin semua ajaran moral Alkitab – hormati orang tuamu, jangan membunuh, jangan mencuri, berdusta, jangan menginginkan kepunyaan tetanggamu (10 Perintah), dan dilarang menceraikan isteri, jika pria tersebut menikah kembali maka pria tersebut telah berzinah (Luk 16:17-18), tiba-tiba saja semuanya itu menjadi legal oleh karena wahyu yg Muhammad terima?
  5. O, ya, hampir terlupa, bukankah Alkitab juga telah menyatakan ”dilarang menambahkan atau mengurangi apa yang telah difirmankan-Nya” (Ul 4:1-2; Wahyu 22:18-19)? Kenapa tiba-tiba ketika Muhammad ditinggal mati oleh isteri pertamanya bisa hadir sebuah kitab suci – ’untuk memperbaiki yang lama,’ Muslim berargument – yang pengajaran tentang kawin-cerai dan jumlah isteri pria boleh miliki sama sekali berbeda dengan yang sebelumnya?
  6. Jika benar Muhammad adalah nabi penerus, adakah orang Muslim bisa menjelaskan mengapa semua nabi di Alkitab adalah orang Yahudi (Israel), harus diganti dengan Muhammad orang Ismail yang anti Yahudi? Dan Yerusalem diganti menjadi Mekkah?
  7. Jika Muhammad adalah nabi Elohim penerima wahyu terakhir, atau pelurus yang sebelumnya, mengapa tanda-tanda kenabian dari Elohim Yang Hidup tidak ada pada dirinya dan pelayanannya, sementara semua nabi sebelumnya ada?
  8. Jika Muhammad benar-benar penerus dari nabi-nabi di Alkitab, mengapa ajarannya membenci bangsa dan negara Israel serta orang Kristen yang adalah bertolak belakang sama sekali dengan ajaran para nabi dan rasul sebelum Muhammad?

Inti sari dari delapan pertanyaan di atas dapat dirangkum di dalam satu ayat Mazmur ini:  Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya YAHWEH. (Maz 9:11). Inilah sebabnya mengapa orang Kristen tidak mengikuti ajaran nabi Muhammad.

Artikel yang berkaitan:

KESALAHAN KEENAM MUSLIM: KEKRISTENAN ADALAH AJARAN RASUL PAULUS SEMATA
Biarlah bibir dusta menjadi kelu, yang mencaci maki orang benar dengan kecongkakan dan penghinaan! (Maz 31:19)

Muslim lainya menulis: ”KRISTEN AGAMA PAULUS.” Kristen adalah istilah yang tidak dikenal pada masa Yesus. Ia baru dikenal ketika Paulus dari Tarsus si agen Yahudi itu gagal diterima oleh para murid Yesus. Lalu dia mendirikan suatu ajaran yang bernama Kristen. Setelah ditolak oleh Synagoge para murid Yesus, Paulus mendirikan Gereja. Di situ Paulus mengajak manusia untuk mengkultuskan Yesus Kristus.[24]

Muslim yang seperti di Keluaran 20 ayat 16atas, adalah Muslim yang belum pernah meneliti isi Alkitab dengan jujur – para imam dan guru Islam yang telah menguji isi Alkitab dengan serius dan jujur telah mengakui kebenaran Alkitab dan telah menjadi Kristen.[25]

Kesalahan pemikiran Muslim diatas meliputi dua hal besar: 1. Ia tidak mengerti apa itu Kristianiti yang berdasarkan Alkitab dan 2. Ia tidak mengerti siapakah rasul Paulus.

A. Kristianiti yang berdasarkan Alkitab. Kristianiti bukanlah lahir dari ajaran rasul Paulus atau pun hasil dari sidang Nicea[26] abad keempat. Kristen atau Kristianiti adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan ajaran dan kehidupan Yeshua Ha Mashiah (Christos atau Kristus). Ke-TUHANAN Yeshua[27] dan ajaran-Nya telah diterima dan diajar oleh ke dua belas rasul-Nya sebelum Paulus menjadi rasul. Sebutan ”orang Kristen” pertama kali di Antiokhia adalah indentik dengan ”orang Nasrani” (Nazaret; tempat Yeshua dibesarkan dan awal mula pelayanan) yang bermakna ”Pengikut ajaran Yeshua Ha Mashiah – the Christ – Kristus.” Lihat contohnya pada: Mat 2:23; 21:11; Luk 18:37; Yoh 19:19.

Ajaran sunat daging tidak membawa kepada keselamatan kekal, tetapi sunat hati, telah ada di Perjanjian Lama[28] dan Perjanjian Baru (diluar ajaran rasul Paulus),[29] dan Paulus meneruskan ajaran yang sama.[30]

Orang beriman kepada Yeshua yang bukan-Yahudi boleh makan binatang yang terlarang di Perjanjian Lama, adalah keputusan sidang para rasul (termasuk Petrus, Yakobus dan Paulus) di Yerusalem dan diteguhkan oleh Roh Kudus. Baca: makanan Halal dan haram menurut Firman Elohim.

Dokter Lukas, penulis Injil Lukas dan Kitab Para Rasul mencatat dengan baik siapakah Saulus orang Tarsus yang kemudian menjadi rasul dan dipanggil dengan nama Paulus.

The first to state his case seems right until another comes and cross-examines him. (Proverbs 18:17)

B. Saulus / Paulus dari Tarsus menurut Perjanjian Baru. Saulus dari Tarsus (Paulus, nama barunya) justu adalah seorang ahli Taurat yang pertama-tama secara serius ingin melenyapkan ajaran Kristianiti di Yehuda, Samaria bahkan sampai wilayah Syria – memenjarakan dan membunuhi para pengikut Yeshua ha Mashiah.

Pertemuan supernaturalnya dengan Yeshua di dekat kota Damaskus, merubah hidupnya sama sekali – segala sesuatu yang ia banggakan sebelumnya, sekarang ia samakan semua itu dengan sampah jika dibanding dengan harta yang ia baru temukan, yakni ”kemulian Ha Mashiah” (Filipi 3:4-11).

Tidak ada seorang rasulpun yang lebih radikal dari rasul Paulus di dalam membela kemurnian ajaran Yeshua Ha Mashiah;[31] ia mempertaruhkan seluruh hidupnya demi Tuan dan Rajanya, Yeshua Ha Mashiah. Tidak ada rasul yang begitu teraniaya sepanjang hidupnya oleh karena nama Yeshua; dimusuhi oleh sekte Yahudi dan dituduh berkali-kali oleh tuduhan palsu di Eropa oleh para pencinta uang – praktek dukun (Kis 16.16-24) dan bisnis pembuat berhala (Kis 19:24-34).

Komitmen Paulus kepada Yeshua Ha Mashiah dan ajaran-Nya telah membawa dia kepada suatu keputusan – yang tidak satu orang Yahudi pengikut Kristus berani lakukan saat itu – untuk pergi memberitakan Injil di pusat pemerintahan Kerajaan Romawi, yakni Kota Tujuh Gunung alias Roma dimana Gereja Roma Katolik berkuasa dan memerintah saat ini.

Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma. Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil (For I am not ashamed of the Gopel of Christ; KJV), karena Injil adalah kekuatan Elohim yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Elohim, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Rom 1:15-17)

Pada jamannya, bangsa Romawi telah lama menekan negara dan bangsa Israel, dan menyalipkan setiap mereka yang menolak kekuasaan penjajahan tersebut. Dan penguasa Roma, Kaisar Tiberius Claudius[32] telah membuat keputusan untuk semua orang Yahudi meninggalkan Roma (Kis 18:1-4).

Oleh sebab semua ini hanya rasul Paulus yang berani membuat pernyataan berikut, kepada Jemaat di Korintus: Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Mashiah, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Mashiah Yeshua telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku! (1Kor 4:15-16) dan hal yang sama juga kepada Jemaat di Filipi (Fil 3:17-21).

Artikel yang berkaitan:

KESALAHAN KETUJUH MUSLIM: KRISTIANITI SAMA DENGAN AGAMA GEREJA ROMA KATOLIK
Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!” (Yes 48:11)

Muslim menulis: ”Bukti kristen membuat patung bahkan disembah yaitu, tanda salib, patung Yesus, patung Yosef, patung Malaikat, patung Bunda Maria, pohon Natal, dan patung-patung yang lainnya. Hal lainnya pada perayaan PASKAH ada upacara penciuman patung Yesus yang di SALIB, itulah bukti penyembahan mereka terhadap berhala-berhala. Dan tentunya Nabi Isa ‘alaihissalam yang mereka klaim sebagai Tuhan Yesus, tak mungkin mengajarkan untuk menyembah selain Allah.[33] (huruf tebal dari sumber aslinya).

Sama sekali berlawanan arah Ada lebih dari 20 perbedaan dasar doktrin dan dogma Kristianiti dengan faham Katolik (Catholicism) –dengan kata lain: orang Kristen bukalah orang Katolik dan sebaliknya, orang Katolik bukanlah orang Kristen. Bukan saja kedua kitab sucinya berbeda isinya, lebih lagi kepala Gereja dari keduanya juga berbeda. Di bawah ini daftar singkat perbedaan antara faham Kristianiti dan  Katolik:

  • Kepala Jemaat (Gereja) Kristen adalah Yeshua (Yesus atau Isa jika anda suka), dan Katolik dikepalai oleh Paus (Pope) dan para Kardinal sebagai perwakilan paus di ditiap negara. Jemaat Kristen tidak mengenali dan tidak tunduk dibawah kepemimpinan Gereja Roma Katolik.
  • Alkitab adalah satu-satunya sumber doktrin dan nilai moral Jemaat Kristen, sedangkan Katolik sumber doktrin dan dokmanya pertama-tama adalah tradisi dan ajaran para Paus dan kemudian interpretasi para Paus tentang Alkitab. Tidak jarang interpretasi para Paus tentang ayat Alkitabpun berbeda dan bahkan bertolak belakang di antara mereka sendiri.[34]
  • Orang Kristen percaya bahwa keselamatan kekal adalah anugerah Elohim, melalui iman kepada Yeshua yang telah mati tersalib. Itu bukan dari hasil perbuatan baik manusia.[35] Sebaliknya orang Katolik diajar bahwa keselamatan kekal bersumber dari perayaan ibadah mingguan (perjamuan suci, pengakuan dosa kepada pendeta, purgatori dll.)
  • Tempat ibadah Kristen tidak ada patung, jika ada, itu hanya ada di gereja Protestant, dan hanyalah sebagai dekorasi. Sebaliknya, adalah umum bahwa patung-patung hadir di gereja Katolik, ditempat tertentu mereka diarak-arak pada hari raya tertentu dan diberi penghormatan.
  • Maria, ibu Yeshua. Jemaat Kristen sama sekali tidak berkomunikasi (berdoa) dengan Maria tidak juga menggelari dia sebagai Perawan Suci (keperawanan Maria hanyalah saat ia mengandung Yeshua, setelah itu ia memiliki banyak anak dari hubungannya dengan Yusuf, suaminya). Sebaliknya Paus, pemimpin Gereja Katolik menempatkan Maria sebagai ibu dari Adonai (Tuhan) dan memperlakukan Maria sebagai Ratu Sorga tepat seperti Kuran mencatatnya (Surah 5:116, lihat Kesalahan Kedua Muslim)

Jika Anda seorang Muslim yang mencintai kebenaran dan hormat kepada Pencipta alam semesta, maka sebutlah orang Katolik sebagai orang Katolik dan orang Kristen sebagai orang Kristen, diluar itu Anda secara tidak langsung telah menyebarkan gossip dan penipuan. Terima kasih.

Artikel yang berkaitan:

Dua situs Kristen yang bagus untuk mengerti perbedaan antara ajaran Kristianiti dengan Roma Katolik:

Setiap orang berhak menyebarkan kepercayaanya (ber-dakwah) kepada siapapun, namun celakalah mereka yang menyebarkan tuduhan palsu dan memutar balikkan kebenaran demi tujuan dakwahnya tersebut. Ingatlah, tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran! (Wah 21:27 & 22:15; 1 Yoh 2:21-23). Sebab itu melalui artikel ini saya memohon untuk umat Islam meninggalkan perbuatan dusta dan ceroboh (berita tanpa fakta yang benar) di dalam pemberitaan hal-hal yang bersangkutan dengan Alkitab dan Kristianiti. Berdakwahlah dengan sikap penuh dengan integritas dan hati yang murni.
Salam damai dan sejahtera. Anggur Baru.

FOOTNOTE:
[1] Empat kitab pertama dari Perjanjian Baru; Umat Islam mengartikannya sebagai Perjanjian Baru.
[2] Bincang-Bincang Soal Isu: Alkitabmu Palsu Free speech doesn't mean careless talk
[3] Abrogation (Naskh) by Wikiislam.net
[4] The Satanic Verses
[5] Kita perlu mengerti sejarah Kuran sebelum memakainya sebagai referensi. Baca: When was the Quran holy book first recorded? Atau buku The Qur’an Dilemma oleh ex-Muslims, Al Fadi (Saudi) dan dll
[6]  The 5 parallel Qur’an English translations
[7]  Kata ”a Book” yakni “Kitab” di tangan Muhammad ini pastilah bukan kitab Kuran, sebab Kuran di jaman Muhammad belumlah terbentuk menjadi sebuah kitab. Kuran sebagai sebuah kitab terbentuk dua ratus tahun setelah kematian Muhammad yakni pada jaman kalifat ketiga, The Qur’an Dilemma menyatakan. 4 Kuran Inggris menulis “a Book,” kecuali the Nobel Qur’an, “(this Qur’an).” Perhatikan tanda (dalam kurung). The 5 Quran in pdf.
[8] Lima terjemahan Kuran Inggris yang umum dipakai: Ahmed Ali (AA), The Noble Qur’an (NQ), Pickthal (PK), Shakir (Shakir) dan Yusuf Ali (YU).
[9] Pada Alkitab King James Version penambahan kata (hadir dalam huruf miring) ditambahkan untuk memperjelas tata bahasa dan tensis. Contoh:  The Spirit of the Lord God is vpon me, because the Lord hath anointed me, to preach good tidings vnto the meeke, hee hath sent me to binde vp the broken hearted, to proclaime libertie to the captiues, and the opening of the prison to them that are bound: (Isaiah 61:1, KJV 1611).

Yeshua: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37)

[10] Dikutip dari Kristolog.com.  MT atau TR adalah manuscrip yang diterima secara umum oleh Gereja Kristen mula-mula dari berbagai negara (Yunani, Constantinople, Asia Minor, Syria, Italy selantan, Alexsandria) dan juga oleh para Reformasi Kristen). Sebab itu Pickering menyatakan: Sebuah pembacaan yang ditemukan hanya di dalam are yang terbatas (merefer kepada codex Alexsandria Aleph dan B) tidaklah dapat ada original … jika jika pembacaan ditanggalkan dalam abad keempat, kita memiliki verdik sejarah menentang itu. The Indentity of the New Testament Text, pp.144-120,149-150,237
[11] The Mayority Text disebut dengan berbagai nama: Syrian Text, the Byzantine Text, the K (Kappa) atau Common Text. Jenis Text ini tersedia saat ini di dalam bahasa Inggris dikenal dengan Authorized Version atau di USA dipanggil the King James Version, telah diterjemahkan lebih dari 300 bahasa. G.A. Riplinger; Prof; New Age Bible Versions. Cp. 34: The Majority Text
[12] 8000 (delapan ribu) perubahan di B (Vaticanus) dan 9000 (sembilan ribu) di Alep (Sinaiticus) adalah tidak sama. Bersama mereka membuang 4000 kata, menambahkan 2000, mengganti 3500, dan memodify 2000. Idem. Cp.1: The 1% Manuscrips: Alep & B. Dipercayai bahwa keduanya dibuat oleh tangan-tangan yang sama, namun mengapa bisa berbeda? Sebab yang satu (Alep) disimpan di British Library di London dan satunya lagi (B/ Vaticanus) disimpan di Vatican. Tidak seorangpun ahli Alkitab pernah diperlihatkan Codex Vaticanus aslinya, hanya fotocopy; a mistery. Anda bisa lihat Codex Sinaiticus on line.
[13] Dean Buron menerangkan untuk para pembaca Inggrisnya korupsi karakter dari manuskrip-manuskrip utama yang dipakai Westcott dan Hort, tidaklah untuk merevis the Textus Receptus, tetapi menciptakan sebuah secara keseluruhan new Greek Text (huruf miring dari sumber aslinya). Biblereadi.org, Westcott and Hort.  Dari kitab Westcott dan Hort inilah lahir versi Alkitab Katolik Douay Bible, Saksi Jehova, RSV, NIV dan Inggris modern lainnya. Baca: G.A. Riplinger; Prof; New Age Bible Versions.
[14] Codex B (Vaticanus) tidak ada kitab Wahyu, Filipi, Titus, kedua kitab Timotius, sebagian besar kitab Samuel, Raja-raja, Mazmur dan Kejadian. Sebagai gantinya menambahkan kitab-kitab Apokripa. Codex Alep (Sinaiticua) tidak terdapat kitab Keluaran, Yoshua, Kitab Samuel dan Raja-raja, Hosea., Amos, MiKa, Yehezkiel, Daniel dan Hakim-hakim. Banyak kalimat hilang di banyak tempat di Perjanjian Baru. Sebagai gantinya ada kitab-kitab Apokripa.

YESUS berkata kepadanya [Maria], “Ada apa dengan-Ku dan engkau, hai wanita? Saat-Ku belum tiba!” (Yohanes 2:4; ILT)
[15] Menjawab Fitnah “Trinitas menurut Al-Qur’an adalah Allah, Yesus, & Maria  
[16] Terbit pertama kali dalam bahasa Itali dan ayat-ayatnya terambil dari Alkitab Latin Vulgate. Baca; Origins and Sources of the Gospel of Barnabas by John Gilchrist. 
Penyelidan saya tentang hadirnya Injil Barnabas ini, adalah suatu rekayasa Gereja Roma Katolik untuk menahan gerakan kelompok Reformasi Kristen Waldensian (awal abad 13) yang mencapai puncak konfliknya dibawah pimpinan Dr. Martin Luther (abad 16). Waldensian Trail of Faith; What is the Price of Faith
[17] Baca di category: Yeshua Ha Mashiah, Alfa dan Omega
[18] Kuran menyebut Isa (Yeshua) sebagai Mesias (Mashiah, Yang Diurapi) sebanyak 7 kali. Dan . Bacaan bagus : Yesus dalam Quran
[19] Kesaksian para ex-Muslim di More Then Dreams; Truth, Love, and Newness of Life; Why Muslims become Christians;
Bertemu Yeshua ; Dr. Ergun Caner penulis bestseller book Islam Unveiled ; Prof. Mark A. Gabriel
[20] Saya pernah mengundang kerumah saya seorang misionari muslim asal Mauritania (Afrika Utara) untuk membicarakan klaim ini. Ia membawa fotocopy ajaran-ajaran Ahmad Deedat. Melalui Alkitab terbuka saya buktikan bahwa semua ayat-ayat Alkitab yang di pakai oleh Deedat pada klaim tersebut adalah salah besar – dipakai diluar kontek Alkitab.
[21] http://www.thenoblequran.com
[22] Seorang Muslim meminta jawaban orang Nasrani secara rasional. Anda bisa jawab?
[23] Alkitab memiliki 1189 bab dan lebih dari 31.200 ayat. Kitab Mazmur memiliki 150 bab, masih jauh lebih banyak dari seluruh isi Kuran yang hanya memiliki 144 bab atau surah.
Yeshua: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” (Yohanes 5:24)
[24] Dikutip dari Kristus agama Paulus  di Peperonity.com [25] TUHAN MEMBERITAHU SAYA SECARA PERIBADI – KESAKSIAN BEKAS IMAM HAMRAN AMBRIE; Tokoh-tokoh Islam yang meninggalkan Islam dan menjadi Kristen: Daftar Muslim yang Meninggalkan Islam
[26] Sidang Nicea adalah upaya Kerajaan Romawi menjadikan Kristianiti menjadi agama resmi di seluruh jajahan Romawi. Sejarah Gereja mencatat bahwa justru sejak saat itu Kristianiti secara doktrin semakin hilang keaslinya walaupun secara politik semakin berkembang; berubahnya hari Sabat di hari Saptu (ketujuh) menjadi hari Minggu (pertama) kemudian diikuti pelarangan beribadah di hari Sabtu bagi umat Kristen adalah satu dari banyak contoh bagaimana Roma semakin meninggalkan ajaran Alkitab dan bukan sebaliknya – seperti para Muslim mengerti Kristianiti.
[27] Malaikat Gabriel kepada Maria tentang Yeshua: Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Elohim Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Elohim (Allah).”  (Luk 1:35). Menggenapi nubuatan nabi Yesaya (9:5-6 & 61:1-3).  Bacaan yang dianjurkan: The Person of Christ; How is Jesus fully God and fully man, yet one person? Ch. 14; Wayne Grudem, Bible Doctrine; Essential teaching of the Christian faith. Inter-Varsity Press.
[28] Ulangan 10:14-19;  Imamat 26:40-42, Yeremia 4:4 dan 9:25-26.
[29] Stefanus penuh dengan Roh Kudus menekankan pentingnya sunat hati, lihat  Kis 7:51
[30] Rasul Paulus menerangkan fungsi sunat daging dan sunat hati, lihat Roma 2:25-29.
[31] Kepada Jemaat di Yunani ia berkata ”Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Mashia (Kristus).” (1Kor 11:1), ayat berikutnya “bagaimana melakukan Perjamuan Suci” (23-34) ia menyatakan “Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Adonai, yaitu bahwa Adonai Yeshua, …”
[32] Claudius Caesar
[33] Dikutip dari arrahmah.com:  Larangan membuat dan menyembah patung dalam Al Kitab
[34] Pastor Charles Chiniquy; Fifty Years in the Church of Rome, Ch 16: The Priests of Rome and the Holy Fathers; or, how I Swore to give up the Word of God to follow the Word of Men
[35] Lihat Kej 15:6; Maz 32:1-7; Ef 2:8-9; Titus 3:4-7. Bacaan yang dianjurkan: Dr. Derek Prince; Foundational Truth for Christian Living. Ch. 13: Faith And Works. Pub. Charisma House
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

180 Turn movie; From Nazi Holocaust to American Holocaust


Film pendek “180 Turn” telah ditonton lebih dari tiga juta dan delapan ratus tujuh puluh ribu kali (3.871.608) – pada 4 Maret 2013. Suatu film dialog tanya-jawab antara masyarakat Amerika dengan penginjil Roy Comfort tentang motivasi Adolf Hitler membunuh jutaan orang Yahudi diparalelkan dengan motivasi masyarakat umum Amerika membunuh jutaan bayi yang belum lahir, dikenal sebagai aborsi. 180 Course Ray Comfort & Kirk Cameron

Film ini dibuat berdasarkan buku Hitler, God, & the Bible; Jim Schneider mewawancai Ray Comfort tentang buku ini dapat didengar di sini.

Penginjil Ray Comfort dalam film ini membuktikan siapakah sebenaranya Adolf Hitler; mengapa Adolf begitu benci kepada bangsa Israel. Berlawanan dengan berita yang keluar dari media sekuler tentang siapa Adolf Hilter dan motivasinya tersebut. Ray Comfort menunjukkan bukti bahwa Adolf sama sekali bukan orang Kristen, tetapi sebaliknya pribadi yang anti-Kristianiti. Ray memberi bukti,

  • Adolf Hitler anti-Sepuluh Perintah Elohim:

“Sejarah akan mengenali gerakan kita [NAZI] sebagai pertarungan besar untuk kebebasan manusia, kebebasan dari kutukan Gunung Sinai [di mana Sepuluh Perintah diberikan YAHWEH kepada nabi Musa]…
[Elohim adalah] seorang tyrant (diktator yang jahat) yang memerintahkan orang melakukan hal-hal yang tepatnya orang tidak suka melakukannya.”Adolf Hitler

“History will recognize our movement as the great battle for humanity’s liberation, a liberation from the curse of Mount Sinai ….
[God is] a tyrant who orders one to do the very things one doesn’t like.” – Adolf Hitler. The Ten Commandments: Ten Short Novels of Hitler’s war Against the Moral Code, ed. Armin L. Robinson (New York Simon and Schuster, 1943), xiii

  • Adolf Hitler anti-Israel, keturunan Abraham:

“Orang-orang Yahudi tidaklah diragukan sebuah suku bangsa, tetapi bukan manusia. Mereka bukanlah manusia. Mereka tidaklah dapat ada sebagai manusia dalam hal ada sebagai gambar Elohim…” – Adolf Hitler.

 “The Jews are undoubtedly a race, but not human. They cannot be human in the sence of being an imange of God…” – Adolf Hilter; May 1923 Speech, Munich, Germany.

Buku Hitler, God, & the Bible oleh Ray Comfort  Aborsi di Amerika Serikat. Dari begitu banyak orang-orang Amerika yang di wawancarai oleh Ray di film ini merubah pikiran mereka tentang tindakan aborsi setelah Ray membandingkan motif Adolf Hitler melakukan holokos terhadap jutaan Yahudi dengan Holokos bayi dalam kandungan orang Amerika.

Ray memberikan data betapa besarnya jumlah aborsi di Amerika Serikat, “Bayi-bayi yang masih dalam kandungan telah dibunuh dalam Holokos Amerika dalam 37 tahun pertama sejak Roe v. Wade sebanyak 53.310.843 (lebih dari lima puluh tiga juta jiwa)… dengan perkiraan 1.212.400 dari tahun 2009-2010.

Unborn babies killed in the American Holocaust in the first 37 year after Roe v. Wade: 53,310,843 . Base on numbers reported by the Guttmacher Intitute 1973-2008, with estimates of 1,212,400 for 2009-2010.

John Piper, pengajar Alkitab yang paling teratas di Amerika saat ini menyatakan bahwa aborsi adalah pengorbanan anak-anak kepada roh-roh jahat. John Piper – Abortion: Children Sacrificed to Demons.

John Piiper dengan tegas menentang kebijaksanaan president Obama yang mengatakan bahwa “Aborsi adalah melindungi kesehatan para wanita dan kebebasan reproduksi”;

Ia menyatakan pada kotbahnya: No, Mr. President: John Piper’s Response to President Obama on Abortion
“Tidak, Mr. President. Anda tidak melindungi para wanita; Anda memerintahkan kerusakan 500.000 (lima ratus ribu) para remaja wanita setiap tahun.
Anda tidak melindungi kebebasan reproduksi; Anda  memerintahkan kerusakan kebebasan dari 1000.000 (satu juta) bayi (little human beings) setiap tahun…” – John Piper

Ray Comfort mengundang Anda untuk terlibat aktif di dalam memerangi Aborsi ini, kunjungi situnya bagaimana Anda bisa terlibat:  Heartchanger.com about how to defend the unborn.

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.  – Yahweh Yeshua Ha Mashiah.  Injil Yohanes 10:9-10

Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.
Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Adonai YAHWEH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? – YAHWEH, Elohim Abraham, Ishak dan Israel;  (Ezekiel 18:21-23)

Komentar: Jika Anda perhatikan film 180 derajat putar haluan di atas baik-baik, nampak pesan Ray Comfort keras dan tidak berkompromi dengan dosa, namun semua itu dialaskan oleh kasihnya yang  begitu besar – agar mereka dapat dilepaskan dari tipu daya Iblis, sehingga mereka bisa melihat dosa adalah dosa. Dengan satu tujuan, mereka bertobat (berputar arah hidup 180 derajat) dan diselamatkan.
Saya pun memiliki hati yang sama dengan Ray Comfort, kebencian kepada umat Abraham (Israel) dan pembunuhan kepada bayi-bayi yang tidak berdosa – yang masih di dalam kandungan ibu; keduanya haruslah dihentikan. Kebencian dan pembunuhan adalah sama; keduanya adalah dosa.* Pintu Neraka terbuka lebar untuk para pelaku dosa, adalah pasti; namun yang lebih pasti lagi adalah Pintu Sorga terbuka lebar-lebar bagi mereka yang bertobat dengan segenap hati dan menerima anugerah keselamatan yang Yeshua Ha Mashiah telah sediakan, melalui darah-Nya yang tercurah di kayu salib di Bukit Golgota!! Semoga berkat sorgawi turut ke atas kehidupan Anda hari ini juga.
*) Baca:  Injil Matius 5:21-26 & 6:11-15 dan Injil Markus 11:25-26.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Makanan Tahir/ Halal (diperbolehkan) dan Najis/ Haram (dilarang) menurut Firman Elohim (Allah)


Bahwasanya Aku, YAHWEH, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. (Malachi 3:6)

Beberapa tahun lalu seorang bertanya tentang sikap saya terhadap masalah makanan haram (najis atau jijik), dan belakangan ini Eropa sedang meributkan penyembelihan daging cara agama, kata ”makanan haram” dari mesin google terdapat lebih dari 3 juta links (6 July 2012), terbukti ini suatu perkara yang penting bagi orang Indonesia. Oleh sebab itu ada baiknya saya menulis artikel yang membahas makanan tahir dan najis tersebut.

Latar belakang pemikiran. Nilai-nilai moral berubah sesuai dengan perubahan budaya dan tradisi, standard ukuran pun memiliki perbedaan untuk sebuah masalah yang sama tergantung dimana bangsa itu tinggal.

Oleh sebab itu, jika kita melihat suatu permasalahan dengan kaca-mata budaya dan tradisi lokal, tidaklah perlu heran bahwa artikel yang membahas suatu makanan adalah halal (diperbolehkan untuk dimakan) dan lainnya halal (dilarang untuk dimakan) memiliki standard yang berbeda-beda. Mempermasalahkan suatu makanan halal dan haram tidaklah berbeda dengan mempermasalahkan apakah perbuatan homosex dihalalkan atau diharamkan, atau hidup polygami halal atau haram. Hal ini juga sama persis dengan masalah jihad.

Jika kita melihat ketiga hal ini dengan kaca-mata budaya, maka masalah halal dan haram hanyalah masalah budaya lokal, tergantung di negara mana kita tinggal.  Babi haram di negara Israel dan dunia Islam, itu halal di negara Barat dan masyarakat Cina di Asia; homosex halal (diperbolohkan, dan bahkan telah disahkan secara hukum untuk negara-negara tertentu) di Barat, namun haram di negara Islam; Hidup poligami halal di negara Islam, namun itu haram di negara Barat. Berjihad, seperti bom bunuh diri, menterror orang yang tidak setuju dengan Islam dengan senjata adalah halal dalam ajaran Islam, namun itu haram di Barat dan di negara-negara Asia pada umumnya.
50 derajat Celsius normal bagi orang Timur Tengah, namun itu dapat mematikan orang Scandinavia, sebaliknya suhu 5 derajat Celsius adalah hangat bagi orang Scandinavia, namun itu ekstrim dingin bagi orang Timur Tengah.

Standard suatu kebangsaan memiliki nilai yang berbeda dengan standard kebangsaan lainnya. Namun dimanapun kita tinggal, dokter memiliki standard yang sama mengenai suhu badan normal manusia, yaitu berkisar antara 36 derajat Celsius. Lewat dari dua derajat kita dinyatakan demam, kurang dari dua derajat dinyatakan flu atau kurang sehat. Elohim telah menciptakan manusia dengan temperatur tubuh yang sama. Firman-Nya berkata, ”bahwasanya Aku, YAHWEH tidak berubah.” Jika kita ingin memiliki standard moral yang baku maka kita harus memakai standard YAHWEH, Elohim yang telah menciptakan kita. Apakah kata Firman-Nya tentang makanan haram dan halal, Alkitablah acuaan yang akurat. Standard agama dan budaya hanya berlaku untuk kebangsaan, namun bila Anda dan saya ingin hidup kudus sesuai standard Kerajaan Sorga, maka kita harus memakai standard firman YAHWEH, Alkitab.

I. Penetapan Elohim atas makanan tahir (halal) dan najis (haram)
A. Sebelum jaman Adonai Yeshua Ha Mashiah. Penetapan suatu makanan adalah halal dan haram sama sekali tidak dimulai oleh nabi Muhammad (570-632 AD; 52 tahun), perkara ini bahkan telah ditetapkan sebelum nabi Musa (1571-1451 BC; 120 tahun). Penetapan tertua yang dicatat Alkitab tentang masalah ini datang kepada nabi Nuh (2948-1998 BC; 950 tahun), bapa dari segala bangsa yang hidup setelah seluruh manusia dimusnahkan YAHWEH dengan air bah, tertulis,

Lalu berfirmanlah YAHWEH kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kau ambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.” Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan YAHWEH kepadanya. (Kej 7:1-5). Perintah ini datang ketika nabi Nuh berumur 600 tahun (Kej 7:6).

Menarik untuk diingat, bahwa Habel, generasi pertama Adam dan Hawa, mempersembahkan korban bakaran kepada YAHWEH binatang gembalaan halalnya, domba, bukan babi guling (Kej 4:4) .

Penjelasan dari binatang yang halal (boleh dimakan) dan haram (dilarang dimakan) bagi umat-Nya, dalam hal ini bangsa Israel, terdapat pada kitab Imamat 11:1-47 dan Ulangan 14:1-20. Bangkai juga termasuk dalam daftar makanan najis/ haram.

Perintah tentang daging apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan diapit dengan kalimat: “sebab engkaulah umat yang kudus bagi YAHWEH, Ellohimmu.” atau diakhiri dengan kalimat ”Sebab Akulah YAHWEH, Elohimmu.”

Bangsa Israel sampai hari ini tetap melakukan perintah YAHWEH yang ditetapkan melalui nabi Musa, termasuk tidak memasak daging dalam air susu induknya (Ul 14:21); ekstrimnya mereka baru akan minum susu beberapa jam setelah makan daging.

Perhatikan baik-baik, daftar larangan makan daging najis/ haram tidak hanya daging babi, seperti yang diributkan oleh umat Islam, di dalamnya termasuk unta, tikus, anjing; binatang air tertentu (umumnya tidak bersisik), segala binatang merayap (ular, belut dan burung tertentu (umumnya pemakan bangkai, termasuk kelelawar). Daging Anjing, kucing dan kalelawar dapat menyebabkan penyakit rabies, E.Coli, Salmonella, hook worm dsb. Dr. Charlemange Calo berkata bukan saja daging anjing susah dicerna tubuh, lebih dari itu memasak tidak akan menlenyapkan virus yang ada di dalam daging anjing bagaimanapun lamanyanya itu dimasak.

Pertanyaan yang memerlukan jawaban orang beriman:

  • Bukankah larangan Elohim tentang makanan najis atau haram melibatkan binatang darat, udara dan laut tertentu, mengapa kita hanya meributkan ”tidak boleh makan babi” saja?
  • Jika larangan memakan daging tertentu di atas hanya untuk alasan kesehatan (fisik) atau sebagai ‘hukum kesehatan’ semata, mengapa Elohim (yang adalah ROH) memateraikan larangan-Nya tersebut dengan NAMA-Nya yang kudus? Lihat Im 11:44-45; Ul 14:1-2 dan 21.

B. Ajaran Adonai Yeshua Ha Mashiah (3 BC-31 AD) dan para rasul-Nya.
1. Mematahkan argument semua makanan tahir (halal).
Orang Kristen bukan-Israel, berkata bahwa larangan memakan makanan najis tersebut telah dicabut oleh Adonai Yeshua dan para rasul-Nya. Ayat yang umum dikutip untuk membela argumentasi ini adalah:

  • Perkataan Adonai Yeshua: Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. (Mark 7:18-19). Lihat juga Mat 15:11.
  • Perkataan Elohim kepada rasul Petrus dalam penglihatan roh: Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Elohim, tidak boleh engkau nyatakan haram.” (Kis 10:15)
  • Perkataan rasul Paulus: Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Mashiah. (Kol 2:16-17);  Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. (1 Kor 6:12)

Dari ayat-ayat di atas, kita perlu dulu berpikir dan bertanya, seperti:

  • Apakah yang murid-murid Yeshua telah makan, sehingga orang-orang Farisi dan beberapa ahli Taurat komplain kepada Yeshua?
  • Apakah penglihatan rasul Petrus tersebut benar tentang makanan jasmani atau tentang orang bukan-Yahudi?
  • Benarkah rasul Paulus berkata bahwa orang Kristen bebas untuk makan dan minum yang mereka suka? Atau, benarkah ia berkata bahwa hukum dan perintah para nabi  (tentang makanan, minuman, menghormati hari Sabat) tidak berlaku lagi, sebab semuanya yang dahulu haram telah dihalalkan oleh Adonai Yeshua?

Melalui pembacaan dan penyelidikan Alkitab yang baik, ternyata ketiga ayat di atas tidak dapat dipakai sebagai argumentasi yang kuat bahwa ”larangan memakan makanan najis/ haram bagi umat Elohim telah dicabut Adonai.” Dengan kata lain ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa pengikut Adonai Yeshua (orang Kristen) boleh makan apa saja, sebab semuanya itu masuk ke jamban! Tidak sama-sekali!! Jika argument semua boleh dimakan sebab Alkitab berkata demikian adalah benar, maka Alkitab, khususnya Alkitab Perjanjian Baru akan penuh dengan kontradiksi!!! Marilah kita teliti ayat-ayat Alktiab tersebut.

a. Markus 7:18-19. Ketahuilah, 1. murid-murid Yeshua tidak memakan apa yang dilarang dalam kitab Musa! Mereka dikomplain oleh para rohaniwan Israel oleh sebab tidak mencuci tangan sebelum makan!! (Mar 7:1-4).  2. Adonai Yeshua menolak keras komplain para rohaniwan Israel yang berdasarkan tradisi nenek moyang, dan bukan berdasarkan Taurat (ay. 6-13). 3. Kalimat Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal (Mark 7:19). Jelas semua makanan tidak mengotori hati (jiwa) kita. Namun apa yang disebut ”semua makanan” tidaklah selalu baik untuk tubuh; seperti makanan yang mengandung formalin, minuman beralkohol, MSG, nikotin dan morfin dapat merusak bahkan membunuh kita. Racun dan binatang penyebar virus bukanlah makanan bagi umat Elohim, anugerah dan perlindungan Elohim tidak bisa dipakai untuk mencobai YAHWEH (Mark 16:18; Mat 4:7). Kesimpulan Markus ini haruslah kita pakai sesuai kontek, yakni makan sebelum cuci tangan tidak menajiskan orang beriman, tetapi yang keluar dari orang – semua hal yang jahat – yang menajiskan (ay. 20-22). 4. Tidak ada satu ayat pun yang menulis Yeshua pernah makan “segala sesuatu yang dinajiskan oleh Taurat sebab semuanya berakhir di jamban.” Sebaliknya banyak ayat yang menyatakan bahwa Yeshua sempurna di dalam melakukan seluruh perintah YAHWEH, Bapa-Nya. Bahkan jauh lebih sempurna dari para penganut ajaran Farisi dan semua guru-guru mereka.

Racun dan binatang penyebar virus bukanlah makanan bagi umat Elohim, anugerah dan perlindungan Elohim tidak bisa dipakai untuk mencobai YAHWEH (Mark 16:18; Mat 4:7)

b.  Kisah para Rasul 10:15. Siapakah rasul Petrus sangatlah jelas di dalam kitab Kisah para Rasul, dan juga kitabnya sendiri. 1. Cerita pada pasal 10 ini, adalah makna rohani, bukan makanan fisik, seperti tertulis, ”Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu.” (ay.17) dan setiba di rumah Kornelius, ‘orang najis / haram,’ tersebut Petrus berkata, ”Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Elohim tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. (ay.34-35). Lihat juga Kis 15:7-92. Setelah peristiwa ini, Petrus tetap tidak memakan makanan yang dilarang oleh Taurat, bahkan ia masih sembunyi-sembunyi bergaul dengan orang Kristen bukan-Yahudi. (Gal 2:11-13).

Jika argument semua boleh dimakan sebab Alkitab berkata demikian adalah benar, maka Alkitab, khususnya Alkitab Perjanjian Baru akan penuh dengan kontradiksi!!!

c. Kol 2:16-17  dan 1 Kor 6:12. Perkataan singkat rasul Paulus pada jemaat di Kolose ini sering dipakai secara salah oleh guru-guru Kristen bukan-Yahudi, untuk menghapuskan seluruh perintah di Perjanjian Lama. Di sini Paulus sedang bicara tentang aturan-aturan makan dan minum berdasarkan tradisi Yahudi, yang Yeshua telah tegur. Ia sedang berbicara segala peraturan tata ibadah yang berhubungan dengan korban binatang sebagai penebus dosa yang tidak perlu lagi diikuti sebab Yeshua telah menyelesaikan dan menghapus itu melalui korban dari darah-Nya sendiri.

Paulus juga tidak menghapus perintah Sabat, dan meniadakan hari-hari Raya yang diperintahkan YAHWEH melalui para nabi-Nya. Pada Jemaat di Korintus ia sedang berbicara tentang perzinahan rohani (penyembahan berhala, pencuri, pemabuk dsb.) dan jasmani (pelacuran, percabulan) (ay.9-13).

Terlihat bahwa ketiga ayat di atas tidak dapat dipakai untuk membenarkan – atau menyulap – makanan najis/ haram menjadi tahir/ halal.

2. Hukum makanan tahir (halal) dan najis (haram) bagi Kristen bukan-Israel
Hasil sidang Para Rasul dan tua-tua Gereja di Yerusalem: Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.” (Kis 15:28-29)

Hal-hal yang berhubungan dengan Sidang di Yerusalem:

  • Tujuan sidang ini menyelesaikan masalah harus-tidaknya orang Kristen bukan Yahudi di sunat (Kis 1-2).
  • Sidang ini terjadi jauh setelah peristiwa pertemuan Petrus dengan Kornelius (ay.6-7)
  • Untuk pembaca Muslim, Sidang ini terjadi setelah Yeshua (Isa al-Masih) terangkat ke Sorga, setelah rasul-rasul dipenuhi Roh Kudus, dan Paulus telah menjadi rasul untuk orang-orang bukan-Yahudi di Yunani. Sidang terjadi setelah petobat-petobat baru di Antiokhiah (Syria) disebut Kristen (Kis 11:26), 14 tahun setelah kunjungan Paulus ke Yerusalem sejak ia mengunjungi Kefas (Petrus) (Gal 1:18; 2:1-3).

Apa yang kita dapat dari hasil persidangan para rasul dan tua-tua Gereja di Yerusalem ini?
Orang-orang Kristen bukan-Yahudi mendapat beberapa keringanan di dalam menunaikan iman percaya mereka sebagai pengikut Adonai Yeshua Ha Mashiah, keringanan-keringan tersebut adalah:

  • Tidak perlu disunat secara lahiriah seperti orang Yahudi yang harus mengikuti perintah Musa. (ay.28)
  • Boleh memakan binatang apapun (termasuk babi, udang, keong, kodok, ular dsb.)
  • Ada makanan tertentu yang tetap harus dijauhi atau dianggap najis (haram) bagi orang Kristen bukan-Israel.

Ingat bahwa hal ini bukan berarti perintah YAHWEH telah dirubah, Yeshua tidak merubahnya, Ia berkata ”Kitab Suci tidak dapat dibatalkan” (Mat 5:17-48; Yoh 10:35), juga para rasul, termasuk rasul Paulus dan ribuan orang Kristen-Yahudi hidup sesuai Kitab Suci (saat itu tentunya Perjanjian Lama)! (Kis 21:19-24). Keputusan Sidang ini hanyalah sebuah keringanan atau anugerah dari Roh Kudus melalui para Rasul-Nya kepada orang percaya bukan-Yahudi (Kis 21:25). Sebab itu dikatakan ”Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik,” tidak dikatakan ”kamu berbuat benar” atau “sempurna.” Artinya, ”cukuplah kamu melakukan keputusan Roh Kudus dan kami tersebut, namun sangatlah baik jika kamu menuruti seluruh perintah Elohim yang tertulis di kitab Taurat, seperti kami lakukan.”  Keringanan mempraktekkan perintah Taurat bagi orang bukan-Yahudi bukanlah berarti Perintah Taurat dan para nabi telah dirubah, itu hanyalah menunjukkan  suatu bukti, dari banyak bukti lainnya, bahwa YAHWEH, Elohim Semesta Alam adalah Elohim yang hidup dan berkuasa atas seisi dunia.

Makanan dan perbuatan apa yang tetap harus dijauhi dan dipelihara oleh orang Percaya bukan-Yahudi:

  • Tidak memakan makanan yang TELAH dipersembahkan kepada berhala. Jika ALLAH Islam adalah dewa Bulan, ini berarti binatang yang disembelih oleh imam agama Islam dalam NAMA-allahnya tidak boleh dimakan oleh orang Kristen (1 Kor 10:27-28).
  • Tidak meminum atau memakan darah
  • Tidak memakan daging dari binatang yang mati tercekik, dibunuh dengan darah tetap didalamnya,
  • Menjauhkan diri dari percabulan
  • Memelihara hukum Sabat. Kalimat ”di tiap-tiap kota, sampai sekarang hukum  itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat,” (Kis 13:15) menyatakan bahwa Gereja Mula-mula, dimana para Rasul hidup, hari Sabat mingguan bukan saja dipelihara, tetapi mereka juga beribadah setiap hari Sabat tersebut di tiap kota Sampai hari ini Kristen-Yahudi tetap beribadah hari Sabtu; bukan hari Jumat atau hari Minggu.

Bila kita melihat seluruh ajaran Perjanjian Baru, tentu daftar di atas ini belumlah mendaftarkan semua hal yang harus orang beriman jalani, daftar di atas hanya menyangkut soal sunat daging dan makanan. Perintah utama apa yang belum disebut pada daftar ini? Anda benar! Hukum Kasih. Jawab Yeshua:

“Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, YAHWEH Elohim kita, YAHWEH itu esa.
Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Mark 12:29-31). Ini adalah penjabaran dari 10 (Sepuluh) Perintah YAHWEH.

Hukum korban dihapuskan, namun hukum ibadah (vertikal) dan moral (horizontal) diperjelas, diawali dari “tertulis di loh batu” sekarang “tertulis di dalam hati.”

Pertanyaan yang memerlukan jawaban orang beriman:

  • Akankah kita mendasarkan iman, pengharapan dan kasih kita di atas fondasi tradisi nenek moyang atau di atas fondasi ajaran Yeshua dan para nabi serta rasul-Nya?
  • Apakah masalah makanan dan minuman jasmani lebih penting daripada masalah hati dan pikiran kita, sehingga kita lebih fokus menghakimi orang lain daripada mengawasi mata, telinga, jiwa dan hati kita sendiri?
  • Apakah kita lebih hebat dari Elohim, sehingga kita berani mengurangi, menambahi atau mengganti FIRMAN-Nya, yang Ia sendiri tidak pernah menggantinya?

Keringanan mempraktekkan perintah Taurat bagi orang bukan-Yahudi bukanlah berarti Perintah Taurat dan para nabi telah dirubah, itu hanyalah menunjukkan  suatu bukti, dari banyak bukti lainnya, bahwa YAHWEH, Elohim Semesta Alam adalah Elohim yang hidup dan berkuasa atas seisi dunia.

II. Jadi sekarang apakah yang orang Kristen bukan-Yahudi harus perbuat dalam hal makanan najis (haram) yang di larang oleh YAHWEH melalui para nabi dan rasul-Nya? Alkitab menulis beberapa hal tentang ini.

Meninjau. Kita telah lihat di atas bahwa hukum Taurat tidak dirubah, dan larangan memakan berbagai daging binatang najis/ jijik dimateraikan oleh NAMA-Nya dengan pesan, Sebab Akulah YAHWEH, Elohimmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi. Sebab Akulah YAHWEH yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir (lambang perbudakan dosa) , supaya menjadi Elohimmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus. (Im 11:44-45). Dan lagi, sebab engkaulah umat yang kudus bagi YAHWEH, Elohimmu (Ul 14:21). 

Saya, secara pribadi, yakin bahwa perintah YAHWEH ini bukan saja sekedar ’hukum kesehatan’ untuk mencegah umat-Nya terkena berbagai penyakit akibat binatang najis tersebut (tidak memamah biak, pemakan bangkai, pemakan debu) dan minum darah (ahli biologi sekarang tahu, meneguhkan apa yang nabi Musa tulis, bahwa dalam darah ada kehidupan, artinya memang kita hidup karena darah tersebut, tetapi itu juga berarti dalam darah hidup banyak bakteri, dan terdapat racun kimia. Tubuh kita adalah bait Elohim, kita harus pelihara, tetapi perintah ini lebih dari sekedar merawat “bait-Elohim.” Itu adalah perintah untuk menjadi serupa dengan DIA dan Putra-Nya, hidup di dalam gaya hidup Kerajaan Elohim, Kerajaan Sorga. YAHWEH ingin umat-Nya tampil beda dibanding dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal diri-Nya. Lihat Matius 5:45-48.  Juga nampak jelas dari firman-Nya yang diberi garis bawah pada kitab Imamat di bawah ini:

Tetapi kepadamu Aku telah berfirman: … Akulah YAHWEH, Elohimmu, yang memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain. Kamu harus membedakan binatang yang tidak haram dari yang haram, dan burung-burung yang haram dari yang tidak haram, supaya kamu jangan membuat dirimu jijik oleh binatang berkaki empat dan burung-burung dan oleh segala yang merayap di muka bumi, yang telah Kupisahkan supaya kamu haramkan. Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, YAHWEH, kudus dan . (Im 20:24-26).
Ayat ini mengingatkan kita pada perkataan Yeshua,
Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (Mat 5:13-14). Perhatikan juga hal GARAM pada Markus 9:43-50 tentang hidup benar,  dan Lukas 14:25-35 tentang harga yang harus dibayar sebagai pengikut Yeshua.

Keingian Yesus kepada pengikut-Nya untuk mereka tampil beda dan menjadi faktor perubah lingkungan jelas sekali pada perkataan-Nya tersebut. Jika tidak ada perbedaan “gaya hidup” antara orang beriman dengan belum beriman, maka “keberadaan orang beriman” tersebut menjadi tidak ada gunanya, selain dibuang dan diinjak orang.

Rasul Petrus berkata kepada orang beriman dalam Yeshua, bahwa mereka adalah kaum imamat dari Kerajaan Sorga, “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1 Pet 2:9)

Oleh karena Sidang para Rasul dan Tua-tua Jemaat di Yerusalem yang sedang kita bicarakan ini dibuat akibat dari keteguhan rasul Paulus (dan juga Barnabas rekannya), maka adalah adil dan bijaksana jika kita melihat tulisan rasul Paulus sendiri bagaimana Jemaat bukan-Yahudi harus hidup sehubungan dengan masalah makanan ini.

C.V. singkat Rasul Paulus. Ia seorang Farisi tulen (tidak munafik) dan dari faham garis keras (Kis 22:4-5; 23:6; 26: 4-5 dan Fil 3:4-6). Bukan saja sebagai pengikut, ia adalah ahli Taurat, murid dari Gamaliel, guru Taurat terkemuka saat itu (Kis 22:3). Setelah menjadi pengikut Yeshua, ia menentang dengan keras ajaran ”hidup di BAWAH perintah Taurat,” (Gal 2:19; Roma 6:14) dan menolak ajaran ”sunat lahiriah sebagai syarat keselamatan,” (Kis 15:1-2; Kol 2:11). Ia penyebab diadakan Sidang di atas (Kis 15:4-6). Pauluslah yang mengajar berharap akan masa Pengangkatan (Repture) sebelum masa Kesulitan (Tribulation) (1 Tes 4:13-18). Ia mengklaim ajarannya bukanlah dari dirinya sendiri, tetapi perintah dan ilhaman dari Yeshua Ha Mashiah (Gal 1:11-12, 15-16; 1 Kor 1:17; 7:10;) dan dari hamba-hamba-Nya yang lain (Kis 26:6-7).

Nasehat rasul Paulus, rasul dan soko guru bagi Jemaat Kristen mula-mula bukan-Yahudi
1. Kebebasan orang beriman tidak boleh membuat orang lain jatuh kedalam dosa

Bacalah 1 Korintus pasal 8 seluruhnya. Ia berkata pengetahuan rohani kita haruslah disertai kasih kepada Elohim  untuk mencapai standard kita dikenal oleh Elohim (ay.1-3). Sesungguhnya makan makanan bekas persembahan berhala sekalipun, Paulus berkata, tidak apa-apa – tidak menajiskan tubuh orang beriman yang memakannya, bagaimanapun Paulus mengingatkan, ”apa untungnya itu bagi orang lain yang melihatnya, yakni bagi orang Kristen yang masih terikat dengan berhala)”? Paulus sebagai rasul bagi orang bukan-Yahudi, dan hidup di Yunani, tentunya ia terbiasa melihat kuil-kuil berhala, seperti di Efesus, Athena lebih lanjut menyatakan,apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku. (ay.13). Paulus menyadari, jika kebebasannya – bukan hanya soal makanan dan minuman saja, tetapi juga perbuatan lainnya (1 Kor 10:31) – membuat orang jatuh dalam dosa, maka pada hakekatnya ia (sebagai pengikut Ha Mashiah) berdosa terhadapat Ha Mashiah (ay.12).

Kebebasan yang dari YAHWEH haruslah tidak menghasilkan dosa, jika hasilnya adalah dosa, maka itu adalah kebebasan palsu. Hubungan bahkan pernikahan homosek bebas di Barat, Polygami bebas di dunia Islam, namun keduanya itu menyebabkan syak dalam hati orang lain (beriman maupun atheis)  dan dapat menyebabkan oran lain tersandung ke dalam dosa, maka keduanya adalah praktek dari kebebasan palsu, pelakunya berdosa terhadap Ha Mashiah.

Paulus (dan juga para rasul dan tua-tua) yakin bahwa memakan makanan yang telah di persembahan kepada berhala adalah penjalinan hubungan rohani antara orang yang memakannya dengan roh-roh jahat yang bersangkutan, Paulus tidak mau hal ini terjadi. (1 Kor 10:20-21).

2. Berhati-hatilah dengan kebebasan dan anugerah yang Elohim telah berikan
Bacalah 1 Korintus pasal 10 seluruhnya.

  • Waspada terhadap kebebasan yang membawa kepada penyembahan berhala
  • Belajarlah dari umat Israel, Paulus berkata, sekalipun mereka Umat Pilihan, namun karena menjadi penyembah berhala, pencabul dan kejahatan lainnya, mereka tewas dan tidak dapat masuk ke Tanah Perjanjian. Penyembahan berhala ini adalah “makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria” (ay.7). Ia mengutip Kejadian 32:5-8, dimana YAHWEH menewaskan mereka, sekitar 3000 orang saat mereka berpesta pora memuaskan napsu kedagingan dan menyembah berhala dengan ”memakai NAMA-Nya.” (ay.5, 8).
  • Pakailah kebebasan kita untuk membangun Jemaat dan menyenangkan Elohim.

Bagi Kristen bukan-Yahudi, Jemaat Korintus adalah orang Yunani, ”Segala sesuatu diperbolehkan,” itu benar, Ia merefer kepada hasil keputusan Sidang para Rasul dan tua-tua Yerusalem di atas, namun ada hal perlu diperhatikan:

  • Bagi pelaku yang ingin memakannya, bertanyalah: apakah itu berguna dan membangun tubuh Ha Mashiah (Kristus)? Apakah hal itu menguntungkan saudara seiman kita?
  • Mungkin ada orang yang berkata: Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain? Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?” (ay. 29-30)

Paulus memberi beberapa alasan: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, (1) lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Elohim. (2) Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Elohim. Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, (3) supaya mereka beroleh selamat. (ay. 31-33)

3. Surat Paulus kepada kedua pihak Jemaat (Yahudi dan bukan-Yahudi) yang ada di Roma; Roma pasal 14.
a. Kepada orang Yahudi, termasuk bukan-Yahudi, yang  makan sesuai aturan Torah atau Taurat:

  • janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Elohim telah menerima orang itu (ay. 3)
  • Lakukanlah aturan makan Torah tersebut dengan disertai ucapan syukur kepada Elohim dan demi untuk YAHWEH (ay. 6)

b. Kepada Kristen bukan-Yahudi, termasuk Yahudi, yang makan sesuai aturan Hasil Keputusan sidang Para Rasul dan Tua-tua di Yerusalam (Kis 15:28-29):

  • Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan (ay. 3)
  • Makanlah itu (semua daging apapun, kecuali yang dilarang) demi untuk YAHWEH (ay. 6)
  • tidak ada sesuatupun yang najis … Namun jika saudaramu dibuat sedih oleh karena makanan, maka kamu tidak lagi hidup di dalam kasih. Janganlah melalui makananmu engkau membinasakan orang itu, yang ganti dia Kristus (Ha Mashiah) telah mati. (ay. 14-15; ILT).
  • Janganlah menghancurkan pekerjaan Elohim sehubungan dengan makanan. Sesungguhnya, segala sesuatu itu (merefer kepada semua daging, kecuali diluar yang diperintahkan Roh Kudus dan para Rasul di atas) tahir, tetapi jahatlah bagi seseorang yang makan hingga menjadi sandungan. Adalah baik (Baiklah engkau; ITB) untuk tidak makan daging, atau minum anggur (wine), atau apa pun yang olehnya saudaramu tersandung atau terjerumus atau menajadi lemah (iman percayanya kepada YAHWEH) (ay. 21; ILT)

Nasehat Paulus di sini, sederhananya adalah:
“Anda makan atau tidak makan daging tertentu (kecuali yang tetap dilarang di Kis 15:28-29), lakukanlah semuanya untuk YAHWEH, sebab kita semua adalah milik YAHWEH” (ay. 8).
Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!  atau terjemahan dari bahasa Aram Peshitta-nya: Karena itu marilah kita tidak lagi menghakimi seorang terhadap yang lain; tetapi sebaliknya ada berpandagangan ini: bahwa engkau hendaknya tidak pernah menaruh sandungan pada perjalanan saudaramu. (… that you should never place a stumbling-block in the way of your brother); GLT) (Romans 14:13)

4. Paulus memberi teladan kepada kita sebagai pengikut Ha Mashiah
Pasal 9 yang diapit oleh pasal-pasal tentang kebebasan makan ini, Paulus menyatakan siapa dirinya  dan sikap hidupnya tentang “kebebasan hidup,” termasuk makanan, kepada Jemaat yang ia nasehati ini:

Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yeshua, YAHWEH kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam YAHWEH? (ay.1). Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. (ay. 15).

Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

  • Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi.
  • Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
  • Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Elohim, karena aku hidup di bawah hukum Mashiah, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. (ay. 19-21)

 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. … Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (ay. 25-27)

Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Mashiah. (1 Kor 11:1)

Kesimpulan:

  • Perintah Taurat tidak pernah dihapus oleh Elohim, termasuk soal makanan tahir (halal) dan najis (haram). Yang dihapus hanyalah praktek-praktek ibadah yang berhubungan dengan pengorbanan binatang sebagai penghapus dosa.
  • Sejak Sidang para Rasul dan tua-tua Jemaat di Yerusalem, orang Kristen bukan-Yahudi mendapat keringan di dalam soal makanan, mereka diperbolehkan memakan daging apapun kecuali yang tertulis pada hasil Sidang tersebut. Dimana juga sunat jasmaniah atau lahiriah tidak diwajibakan lagi dilakukan untuk menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah.
  • Keputusan ini bukanlah dibuat atas perintah Paulus semata, melainkan keputusan Roh Kudus dan para hamba-Nya yang sudah dipenuhi oleh Roh Kudus. Sidang ini terjadi sedikitnya 17 tahun  setelah hari Pentakosta (lihat Galatia 1:15 sampai 2:9).
  • Kebebasan dan keringan ’boleh memakan daging apapun’ bagi orang Kristen bukan-Yahudi adalah kebebasan yang bertanggung jawab, baik bagi diri sendiri terlebih bagi orang lain yang melihat kehidupan orang beriman, dan itu harus disertai sikap hati untuk mengasihi Elohim.
  • Kebebasan dan keringan kita dalam hal apapun – bukan saja soal makanan dan minuman – haruslah tidak membawa syak bagi orang lain, terlebih lagi tidak boleh menyebabkan orang lain terjatuh kedalam dosa.
  • Ikutilah teladan rasul Paulus, yang siap menyangkal hak dan kebebasan dirinya sendiri demi kemulian Elohim dan supaya orang-orang lain diselamatkan.

Saya tutup artikel ini dengan ucapan nasehat dari rasul Paulus dan Adonai Yeshua Ha Mashiah
Rasul Paulus kepada Kristen bukan-Yahudi: Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. YAHWEH sudah dekat! Damai sejahtera Elohim, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Yeshua Ha Mashiah. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:5.7 dan 8)

Adonai Yeshua Ha Mashiah kepada kelompok orang yang kaku pada aturan agama, ketika Ia dikeritik ”mengapa Ia bergaul dengan orang berdosa, najis (haram), mengutip perkataan nabi Hosea (Hos 6:6), Ia berkata: Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Mat 9:13)

Kiranya Elohim yang Mahakudus dan Mahapengasih memberkati kita semua. Anggur Baru

Bacaan yang lebih penting daripada mempermasalahkan makanan jasmani:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kesaksian pertobatan Dr. Michael Brown: Tradisi atau Kebenaran?


Artikel ini diterjemahkan dari buku They Though For Themselves. Tradition or Truth? adalah satu dari 10 artikel kesaksian bagaimana orang-orang Yahudi dari latar belakang agama Yahudi Orthodok (Rabbinic Judaism) berbalik menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah.

Catatan dari Anggur baru (penterjemah): Ini adalah suatu artikel yang sangat menantang bagi setiap orang yang benar-benar haus akan kebenaran yang sejati, yang sedang mencari keselamatan yang hakiki. Artikel ini sungguh menelanjangi dan sekaligus meng-KO (knock out) tipu daya Iblis atas manusia melalui tradisi nenek moyang. Lihatlah Tradisi pada artikel ini dalam ruang lingkup yang luas – seluruh dunia keagamaan (Yudaisme, Kristianiti, Roma Katolik, Islam, New Age dan seterusnya) dan worldview dunia sekuler (atheisme, komunisme, liberalisme, materialisme, Teori Evolusi dst.).
Dr. Michael L. Brown adalah professor untuk bahasa-bahasa kuno. Ia telah memperlajari 15 rumpun bahasa kuno, tiga diantaranya ialah Ibrani, Yunani dan Latin, untuk membuktikan bahwa Alkitab adalah Firman YAHWEH yang tidak berubah dan Kebenaran sorgawi tidak di dapat dari tradisi-tradisi manusia.
Beliau telah menulis banyak buku, seperti: The Real Kosher Jesus, A Queer Thing Happened To America, Answering Jewish Objections To Jesus, Our Hands Are Stained With Blood, A Time For Holy Fire, Israel’s Divene Healer dan sebagainya. Ia jupa pendiri dari pelayanan Kristen radio Line of Fire  .
Setiap teori, setiap keimanan dan setiap apapun yang kita yakini sebagai suatu kebenaran  haruslah diuji, jika hasilnya tidaklah sama seperti yang telah kita yakini – tidak lulus uji, maka keyakinan tersebut hanyalah sebuah kebenaran yang semu, dengan kata lain, itu hanyalah tradisi manusia semata.
Gaya penulisan – Huruf miring tanda tanda kurung berasal dari artikel aslinya. Huruf coklat dan huruf dalam kurung siku dan penebalan kata ditambahkan (kecuali dikatakan), adalah penambahan dari penterjemah, termasuk garis bawah.
Selamat membaca, kiranya dapat menjadi berkat bagi Anda. Salam saya, Anggur Baru.

Kamu bahkan tidak tahu bahasa Ibrani! Bagaimana kamu dapat menceritakan pada saya apa yang Alkitab katakan?”
”Itu benar, Rabbi. Saya tidak tahu bahasa Ibrani – tetapi saya akan belajar. Pada saat ini, saya dapat memakai kamus pada bagian belakang Konkordansi Strong.” [Strong adalah salah satu dari beberapa Konkordansi Alkitab yang terkenal].
Saat ini. Jika kamu tidak tahu bahasa Ibrani, itu tidak berarti sesuatu.”

Saya tidak akan melupakan kata-kata tersebut yang telah diucapkan kepadaku di tahun 1972. Saya adalah seorang seorang percaya yang baru di dalan Yeshua, hanya berumur 17 tahun. Kehidupanku sudah berubah secara dramatis – benar dramatis. Hanya satu bulan sebelumnya, saya menyuntik heroin, menggunakan dosis besar LSD dan speed,  dan hidup di dalam kehampaan total dan kegelisahan. Nama panggilan saya, “Drug Bear,” sangat diterima, dan saya berdosa, sombong, dan benar-benar rusak. Semua ini telah terjadi meskipun dari jenis, Long Island, system pertumbuhan Yahudi Konservatif dari pernikahan orang tua yang sangat bahagia. Bukti, ayahku saat itu adalah seorang ahli hukum yang sangat dihormati bekerja sebagai the Senior Law Assistant untuk hakim-hakim the New York State Supreme Court. [Penekanan ditambahkan]

Kecanduan obat-obatan saya bukanlah karena masalah batin atau pencarian pencarian yang bersifat rohani. Saya telah memakai obat-obatan sebab mereka membuat saya merasa enak! Kamu lihat, saya cukup bertalenta, rock drummer remaja, dan seluruh Woodstock [sebuah festival music di USA], terkendali, get high, mentalitas lakukan-urusan-mu-sendiri berlaku pada saya. Saya ingin menjadi seperti para rocker ternama! Segera, kehidupan menjadi satu pesta besar.

Kejutan hidup saya.
Tetapi Elohim memiliki rencara-rencana yang lain. Dua teman terbaik saya (pemain bass dan pemain gitar dalam group band kami) dibesarkan dalam keluarga “Kristen” hanya nama saja [Kristen KTP].  Mereka tidak lebih dekat kepada Yeshua dibanding saya. Namun merek bersahabat dengan dua gadis yang bapa mereka adalah berdedikasi,  Kristen ”lahir-baru,” dan paman mereka menggembalai sebuah jemaat kecil di Queens, New York. Gadis-gadis ini pergi kegereja untuk menyenangkan ayah mereka, teman-teman saya pergi ke gereja membagi waktu dengan gadis-gadis tesebut, dan lalu saya pergi ke gereja untuk menarik mereka keluar. Saya tidak suka perubahan yang saya mulai lihat di dalam mereka!

Apa yang terjadi? Saya mendapat kejutan kehidupan saya. Di dalam gereja kecil itu, saya bertemu dengan Elohim (Allah) yang saya tidak cari, dan saya menemukan kebenaran tentang Yeshua, Juruselamat dan Mashiah yang saya tidak percaya sebelumnya. Saya ditranformasi! Kasih Elohim menghancurkan pertahanan saya, dan menjawab para pendoa tersembunyi  yang setia yang tidak banyak, saya berpaling dari kehidupan kotor yang saya pernah arahkan.

Ayahku sungguh kagum melihat perubahan tersebut. Dia hanya ada satu masalah: ”Kita adalah orang-orang Yahudi! Sekarang kamu bebas dari obat-obatan, kamu perlu bertemu rabbi dan kembali ketradisi-tradisi kita.” Dan jadi, saya mulai berbicara dengan pemuda berpendidikan rabbi yang baru saja menjadi pemimpin rohani dari synagoge di mana saya menjadi  bar mitzvahed.*

Saya harus belajar bahasa Ibrani
Saya telah tahu melampaui segala keraguan bahwa pengalaman saya adalah nyata, tetapi bagaimana saya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dia (rabbi)? Apa yang dapat saya katakan ketika ia bercerita pada saya bawa terjemahan Inggris yang saya pakai adalah salah, dan bahwa, terus menerus, para penulis Perjanjian Baru salah mengartikan tulisan-tulisan Perjanjian Lama. Dia dapat membaca text aslinya. Saya tidak dapat!

Dia juga membawa saya bertemu dengan para rabbi Ultra-Orthodok Lubavitcher di Brooklyn yang khusus berurusan dengan remaja-remaja Yahudi “tersesat ” seperti saya. Pada sisi saya, saya berbahagia memiliki kesempatan membagikan imanku dengan orang-orang yang jujur tersebut. Setelah semua itu, saya membaca Alkitab siang dan malam, menghafal ratusan ayat-ayat, berdoa berjam-jam, bahkan meyakinkan seorang Saksi Yehovah Yahudi yang agamanya tidak alkitabiah. Tetapi rabbi-rabbi ini di Brooklnyn memiliki jawaban-jawaban yang saya belum pernah dengar sebelumnya. Dan semua dari mereka sudah dapat membaca dan mengerti sejak masa kanak-kanak mereka. Saya ingat bagaimana mengeja huruf-huruf! Tambahan, mereka nampak begitu Yahudi, dengan janggut-janggut hitam panjang. Iman mereka nampak ada begitu kuno dan asli. Bagaimana dengan saya?

Jadi karena itu saya mulai belajar Ibrani di kampus. Jika iman saya di dasari  pada kebenaran, itu dapat berdiri jujur pada ujian akademi. Jika Yeshua adalah sungguh Mashiah Yahudi, tidak ada yang saya takuti. Pertanyaan-pertanyaan yang serius layak (mendapat) jawaban-jawaban serius, dan saya berkuputusan mengikuti kebenaran kemanapun itu memimpin, tidak terlepas dari konsekuensi-konsekuensinya.

Sedikit demi sedikit, saya menjadi yakin bahwa saya harus mengejar sarjana Alkitab dan pelajaran-pelajaran yang bersifat Yahudi. Satu tahun di kampus saya hanya mengambil kursus-khursus bahasa, enam tepatnya: Bahasa Ibrani, Arab, Yunani, Latin, Jerman dan Yiddish [bahasa orang Yahudi yang tinggal di Eropa di abad 13 -17 AD]. Bicara tentang pengosongan otak! Saya ingin membaca text-text relevant tersebut untuk diri saya sendiri, di dalam bahasa-bahasa aslinya, tanpa pertolongan seorangpun.

Tetapi college tidak cukup. Untuk mencapai target-target saya, sekolah strata diperlukan. Disana saya dapat belajar bahasa-bahasa kuno lainnya yang berkaitan ke Kitab Suci Ibrani, seperti Akkadian (itu adalah, orang Babylon dan Assyria), Ugartik (dari kota besar utara Kanaan), Aram, Syriac, Phonisia, Punic, Moab – daftar berlanjut. Saat saya menulis dissertasi doktoral ku, saya telah belajar sekitar 15 bahasa, beberapa sangat dalam, lainnya hanya umum. Saya menerima Ph.D saya dari New York University in Near Eastern Languages (Bahasa-bahasa Timur Dekat).

[Apakah sesungguhnya “Tradisi”?; Proses Tradisi menjadi Agama; Bahayanya Agama yang berfondasikan Tradisi]
Fondasi-fondasi yang salah.
Hampir semua kursus-kursus ku diajar oleh para professor Yahudi, sementara itu, saya memiliki kesempatan melakukan beberapa pelajaran  private dengan beberapa rabbi. Apa yang terjadi dengan iman saya? Itu tepatnya menjadi semakin lebih kuat. Sebagaimana saya belajar lebih, saya menjadi semakin yakin bahwa Yeshua adalah Mashiah yang dinantikan, seorang yang hidup, menebus dosa melalui kematian, bangkit kembali, dan kembali, [semua ini ] adalah bayang-bayang di dalam kitab-kitab Ibrani (Perjanjian Lama). Saya memiliki jawaban-jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan serius!

Saya juga telah menemukan sesuatu yang tidak saya harapkan: Itu bukanlah iman Perjanjian Baru yang dibangun pada fondasi-fondasi yang salah; fondasi-fondasi faham Yahudi rabbinik (rabbinic Judaism) adalah yang salah! Itu adalah faham Yahudi rabbinik, bukan iman Perjanjian Baru, yang keluar dari Alkitab Ibrani.

Faham Yahudi Rabbinik bahkan tidak mengklaim untuk ada sebagai interpretasi literal kitab-kitab suci. Sebaliknya, para rabbi berkata bahwa iman mereka adalah (is; present tense) kelanjutan dari sebuah rantai tradisi ke masa (nabi) Musa dan nabi-nabi. Ini adalah suatu titik yang penting. Seperti yang kita akan lihat kemudian, rantai yang tidak pernah putus tidaklah pernah ada.

Saya sering mendengar rabbi-rabbi dan para anti-missionari berkata  – sepertinya dalam nada meremehkan – bahwa tampa Kristus tidak akan ada Kristianiti (atau, tanpa  Meshiah tidaklah akan ada Messianic  Judaism), dimana Judaism dapat ada tanpa seorang Mashiah, figur seperti demikian adalah di dalam pemikiran Yahudi. Judaisme, itu diklaim, adalah agama dari Torah [dari mana kata Taurat dalam bahasa Indonesia berasal].

Tentu, saya setuju bahwa tidaklah akan ada Kristianiti tanpa seorang Kristus, hanya sebagaimana saya setuju tidaklah akan ada keselamatan tanpa seorang Juruselamat dan tidak ada pembebasan tanpa seorang Pembebas. Ini menunjukkan tidak ada masalah sama sekali. Iman kita didasarkan pada pribadi itu dan pekerjaan Ha Mashiah.

Tetapi pertanyaan yang sesungguhnya ialah: Pada fondasi apa tradisi Yudaisme di dasarkan? Judaisme sebagaimana kita tahu itu hari ini adalah bukan agama Torah sebanyak itu adalah agama tradisi kerabbian. Tanpa tradisi, tidaklah akan ada budaya Judaism, tanpa rabbi, tidaklah akan ada Judaism kerabbian. Ini adalah sangat penting! Karena banyak dari masyarakat kita , tradisi  manusia adalah lebih penting dari pada kebenaran Alkitab.

Lebih dari 20 tahun yang lalu, seorang rabbi Orthodok bercerita kepada saya bahwa saya membaca Kitab-kitab Suci melalui kacamata yang diwarnai-bunga rose (rose-colored glasses; ”fantasi”). Dalam kata lain, saya pastilah selalu salah mengerti Firman (YAHWEH) terlepas dari bagaimanapun jujurnya saya mencoba untuk ada. Saya dahulu tidak melihat dengan jelas. Pandangan saya dahulu terganggu.

Itu (masa lalu tersebut) sungguh sebuah tuduhan, dan saya tidak mengambil hal itu secara ringan. Saya lalu mempelajari Firman dari segala sudut , bertanya kepada diri saya sendiri entah interpretasi-interpretasi lainnya adalah benar, menantang jawaban-jawaban standard Kristen dengan apa yang saya telah terbiasa. Sekarang, hampir seperempat abad kemudian (yaitu 25 tahun kemudian), saya dapat dengan jujur berkata bahwa itu adalah agama orang-orang Yahudi – diluar kejujuran dan ibadah mereka – yang membaca Alkitab dengan kacamata berwarna. Mereka akan ada sebagai orang pertama yang akan berkata kepada kalian bahwa Alkitab berkata hanya apa para orang bijak ceritakan kepada mereka itu bilang.

[Klaim dari Yudaisme Rabbinik:] Siapakah mereka yang berbeda dengan guru-guru besar Yahudi pada masa yang lalu? Siapkah mereka yang tidak setuju dengan para komentator abad pertengahan yang terkenal? Bagaimana dapat mereka kemungkinan memutuskan tradisi-tradisi yang mereka pelajari dari bapa-bapa mereka? Setelah semuanya, apa yang dapat saya ketahui? Bapa saya telah belajar dari bapanya yang telah belajar dari bapanya, yang telah belajar dari bapanya, dan seterusnya, semua jalan kembali kepada Musa. Apakah kamu berkata kepada saya mereka telah membuat-buat? Apakah kamu berkata kepada saya mereka telah ditipu? Bagaimana kamu berani menpertanyakan tradisi-tradisi kami yang suci!”
Sehingga dongeng dari rantai tradisi yang tidak terputus menuju balik ke Musa telah menghindari banyak orang Yahudi dari membaca Alkitab dari diri mereka sendiri. Ini adalah masalah hati.

Permainan telephone.
Faham Yahudi rabbinik (Rabbinic Judaism) percaya Elohim telah memberikan Musa sebuah Hukum Tertulis (ditemukan dalam Torah,  lima kitab Musa). Tetapi, kita diceritakan, kebanyakan dari perintah di Torah itu adalah ditaruh dalam kata yang singkat, pernyataan-pernyataan yang umum, sesuatu seperti kepala paragraf di dalam sebuah buku. Mereka perlu interpretasi. Mereka perlu ada dikembangkan dan diterangkan. Jadi, menurut keyakinan tradisi, Elohim juga telah memberi Musa sebuah Hukum Tidak tertulis yang telah meninterpretasikan Hukum Tertulis. Musa kemudian meneruskan ini kepada Yoshua, yang  meneruskan itu kepada 70 tua-tua yang memimpin dalam generasinya, yang meneruskan itu kepada nabi-nabi dari generasi-generasi berikutnya.

Dan begitulah telah terjadi, tetapi tanpa sedikit tambahan. Ini disebabakan para rabbi mengajar bahwa Hukum Tidak Tertulis (Oral Law) telah terus bertumbuh,  karena dalam setiap generasi,  tradisi-tradisi baru telah berkembang dan situasi-situasi baru masuk yang meminta penerapan-penerapan baru dari Hukum tersebut. [Inilah bentuk tradisi yang sesungguhnya, ia selalu beradaptasi dengan kondisi yang baru, berbeda dengan Kebenaran YAHWEH yang selalu tetap/ unchangeable]

Di dalam dua abad setelah masa Yeshua, Hukum Lisan (Hukum Tidak Tertulis) begitu banyak dan rumit sehingga harus ditulis agar tidak dilupakan (begitulah, dasar-dasar Hukum Tidak Tertulis sekarang ditulis). Ini menjadi Mishnah, yang berkembang menjadi apa yang sekarang dikenal sebagai Talmud selama berabad-abad mendatang. Setelah itu, menurut kepercayaan para rabbi, mereka yang mempelajari Talmud terus mengembangkan dan mewariskan Hukum Lisan untuk setiap generasi berikutnya. Setiap orang Yahudi agamawi percaya dengan segenap hatinya bahwa tidak mungkin untuk memahami Kitab Suci atau mengikuti Hukum Elohim tanpa tradisi-tradisi lisan.

Dan apa yang terjadi ketika seorang Yahudi yang taat dihampiri oleh orang Yahudi beriman di dalam Yeshua? Orang percaya ini dianggap sebagai pendatang baru yang bodoh, dan penafsirannya benar-benar dicemooh: “Kami memiliki tradisi tak terputus sampai kepada Musa! Beraninya kamu berbeda dengan kami! Beraninya Anda mencoba untuk mengajar kami.! “Ya, tradisi membawa cukup banyak beban!. Dan itu dapat mencegah orang berpikir untuk diri mereka sendiri. (Saya temuka itu lucu, untuk sedikitnya, ketika orang Yahudi Ortodoks mengatakan bahwa saya telah dicuci otak!)

Sekarang Anda dapat lebih memahami mengapa orang Yahudi begitu banyak dengan siapa orang percaya mencoba untuk dialog langsung akan berkata: “Saya harus bertanya rabbi saya. Dia akan menceritakan apa sebenarnya arti dari ayat tersebut. Dia akan mencarinya di buku-bukunya.”

Anda lihat, orang Yahudi rabbinik percaya bahwa semakin Anda pergi mundur ke masa lalu, semakin dekat Anda sampai ke wahyu yang asli pada Gunung Sinia (seperti jenis permainan telephon 35-100 tahun masa). Dan tradisi Talmud mengajarkan bahwa, sejak jaman Musa, kita telah ada pada penurunan rohani yang stabil. Ini adalah segala yang lebih beralasan bahwa kita harus bergantung  pada pandangan dari generasi-generasi yang lebih awal! Mereka yang telah lebih dekat kepada mereka yang telah menerima wahyu yang asli tersebut, maka mereka telah pada pesawat rohani yang lebih tinggi. Mereka dapat berkata kepada kita apa Kitab Suci maksudkan. Bicara tentang membaca Alkitab melalui kacamata berwarna!

Adakah tradisi-tradisi tersebut benar?
“Tetapi,” seorang mungkin bertanya, “bagaimana dapat kamu begitu yakin bahwa tradisi-tradisi ini tidak benar? Mengapa kamu berkata mereka tidak menyediakan interpretasi-interpretasi yang benar?”
Jawabanya adalah sederhana:
1. Mereka mengambil untuk diri mereka sendiri autoritas yang Kitab Suci tidak pernah berikan kepada mereka. [Baca: Pengganti Kristus / Vicar of Christ]
2. Mereka menaruh suara alasan duniawi pada pesawat yang lebih tinggi daripada perkataan nubuatan dari sorga.
3. Mereka mengkontradiksi arti yang gamblang dari Kitab Suci.
4. Pada waktu-waktu mereka bahkan mengkontradiksi suara Elohim.
5. Tidak ada bukti alkitabiah bagi rantai tradisi yang tidak putus dan banyak bukti menentang itu.

Sebelum saya berikan beberapa contoh, saya ingin Anda mengerti bahwa ini bukanlah masalah menemukan kontradiksi-kontradiksi minor dan kesusahan-kesusahan interpretasi. Tidak. Masalah-masalah disini berurusan dengan kedalaman hati dan jiwa dari faham tradisi Yahudi, sebuah agama yang berdiri dan jatuh pada tradisi-tradisinya.

Pertanyaan yang sungguh jujur untuk orang Yahudi harus tanyakan adalah: Bagaimana jika Alkitab berkata suatu hal dan tradisi-tradisi saya berkata lainnya? Akankah saya mengikuti Elohim atau akankah saya mengikuti manusia?

Itu bukanlah pertanyaan entah para pemimpin Yahudi orang-orang jahat dan para penipu. Kebanyakan dari mereka adalah (were; past tense) sungguh-sungguh kepada iman mereka. Mereka telah mencari pimpinan hidup baik dan menyenangkan Adonai (the Lord). Tetapi adakah (were) mereka benar? Apakah (did, past tense) tradisi-tradisi mereka sungguh asli datang hadir dari Elohim atau dari manusia? Mari lihat hati-hati. Tidak ada contoh-contoh berikut diambil keluar dari kontek bagaimanapun. Mereka jelas dan langsung kesasaran.

Pertama, mari lihat apa tradisi Yudaisme katakan tentang dirinya sendiri.
Menurut sarjana Ortodoks kontemporer H. Chaim Schimmel, orang-orang Yahudi tidak mengikuti kata literal dari Alkitab, juga mereka tidak pernah melakukannya. Mereka telah dibentuk dan diperintah  oleh interpretasi verbal dari kata-kata tertulis …. “[1]
Seperti yang diungkapkan oleh Rabbi ID Chajes, pemimpin terkemuka abad kesembilan belas, Talmud menunjukkan bahwa kata “yang ditransmisikan secara lisan” oleh Elohim adalah “lebih berharga” daripada yang dikirimkan secara tertulis. Chajes bahkan lebih jauh untuk mengatakan bahwa: “Kesetiaan pada pemimpin mengatakan tradisi rabinik adalah mengikat semua orang Israel …. Dan barangsiapa tidak memberikan kepatuhan terhadap Hukum tidak tertulis [Hukum Lisan] dan tradisi rabinik tidak memiliki hak untuk berbagi warisan Israel …. “[2]

Bagaimana klaim seperti itu dibuat? Para rabi menegaskan bahwa itu adalah Alkitab itu sendiri yang memberi mereka wewenang eksklusif untuk menafsirkan Torah dan mengembangkan hukum-hukum baru. Mereka mencari dukungan untuk ini dalam Ulangan 17:8-12, mungkin teks paling penting dalam Alkitab bagi Yudaisme rabinik. Ayat itu berkata begini:
“Apabila sesuatu perkara terlalu sukar bagimu untuk diputuskan, misalnya bunuh-membunuh, tuntut-menuntut, atau luka-melukai–perkara pendakwaan di dalam tempatmu–maka haruslah engkau pergi menghadap ke tempat yang akan dipilih YAHWEH, Elohimmu; haruslah engkau pergi kepada imam-imam orang Lewi dan kepada hakim yang ada pada waktu itu, dan meminta putusan. Mereka akan memberitahukan kepadamu keputusan hakim. Dan engkau harus berbuat menurut keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu dari tempat yang akan dipilih YAHWEH; engkau harus melakukan dengan setia segala yang ditunjukkan mereka kepadamu. Menurut petunjuk yang diberikan mereka kepadamu (According to the sentence of the law which they shall teach thee; KJV) dan menurut keputusan yang dikatakan mereka kepadamu haruslah engkau berbuat; janganlah engkau menyimpang ke kanan atau ke kiri dari keputusan yang diberitahukan mereka kepadamu. Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan YAHWEH, Elohimmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel. (Ulangan 17:8-12). [the law, sesuai dengan artikel aslinya, artikel asli tidak di ambil dari KJV].

Apa yang Musa jelas katakan adalah bahwa dalam setiap generasi para imam Lewi dan “hakim” saat ini di Yerusalem akan berfungsi sebagai semacam Mahkamah Agung, pengadilan banding terakhir, orang-orang seperti yang ada saat ini di banyak negara di seluruh dunia, termasuk Israel dan Amerika Serikat. Pengadilan ini akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan perselisihan mengenai berbagai masalah hukum seperti pembunuhan, hukum sipil, dan serangan. Itu saja!
Ayat tersebut tidak memberikan wewenang apapun kepada generasi berikutnya dari rabi-rabi di seluruh dunia (dimana itu bahkan menyebut rabbi?), juga tidak memberikan kewenangan kepada siapapun untuk mengatakan kepada semua orang Yahudi kapan berdoa, apa yang harus di doakan, bagaimana menyembelih ternak mereka, apa untuk percaya tentang Mahsiah, kapan mengunjungi orang sakit, dapat atau tidak seseorang menulis pada hari Sabat, dan seterusnya dan seterusnya dan seterusnya. Singkatnya tidak ada! Namun, dari ayat singkat ini para orang bijak tersebut telah diturunkan begitu banyak kekuasaan.

Adapun ayat 11, yang mengatakan, “Menurut kalimat hukum (the sentence of the law) yang mereka akan ajar kepadamu dan menurut keputusan yang mereka berikan kepada engkau. janganlah engkau menyimpang ke kanan atau ke kiri,” ini tepatnya ditafsirkan oleh Nachmanides komentator abad ketigabelas berarti: ”Bahkan jika itu nampak kepada Anda sebagai jika mereka [para rabbi; pada konteknya] merubah (are + vb+ing, present continous tense) ’kanan’ menjadi ’kiri’ … itu adalah kewajiban Anda untuk berpikir apa yang mereka bilang adalah ‘benar’ adalah ‘benar.’” Mengapa? Karena Roh Elohim ada pada mereka, dan Adonai akan menjaga mereka dari kesalahan dan dari kesandung.[3]  Ini sungguh sebuah klaim! Jika para orang bijak tersebut berkata kepada Anda bahwa kiri adalah kanan, Anda harus mengikuti para pemimpin agama tersebut.

Mari ambil ini selangkah kedepan. Bagaimana jika 1000 nabi berkaliber Elia dan Elisa berkata kepada Anda bahwa Torah berarti satu hal, tetapi 1001 orang bijak berkata itu berarti sesuatu yang lain?
Siapakah yang Anda ikuti? Maimonides, cendekiawan Yahudi paling berpengaruh abad pertengahan, adalah tegas: “Putusan akhir adalah sesuai dengan 1.001 orang bijak.”[4] Ya, Talmud bahkan mengajarkan jika Elia sendiri berbeda dengan tradisi rabinik atau kebiasaan yang berlaku dari masyarakat – bukan Hukum Alkitabiah tetapi hanya tradisiatau kebiasaan yang mengenai Hukum itu-maka dia tidak harus diikuti.[5]
“Tapi,” Anda mungkin berkata, “mungkin ada sesuatu untuk itu. Bukankah seharusnya kita mengikuti arti yang sederhana dan jelas dari Alkitab bahkan jika beberapa nabi mengklaim bahwa Elohim mengatakan kepadanya lain hal? “Tentu saja kita harus. Tapi bukan itu yang Maimonides telah katakan. Dia benar-benar berpendapat bahwa jika seseorang seperti Elia menyukai arti yang sederhana dan jelas dari Kitab Suci sebagai ganti dari tradisi rabinik, tradisi tersebut  itulah yang harus diikuti.

Jadi, seorang yang terbukti nabi sekalipun,  didukung oleh kuasa Elohim dan mengikuti makna literal dari Alkitab, memiliki bobot berat yang kurang dari tradisi rabinik. Dan para orang bijak tersebut, oleh mayoritas bahkan satu, lebih berbobot daripada orang-orang seperti Elia dan Elisa dalam hal menafsirkan Hukum. Apakah hal-hal menjadi lebih jelas sekarang?

Lebih Berat – Rabi atau Elohim?
Tapi itu tidak berhenti di situ: Sebuah keputusan hukum yang dibuat oleh mayoritas orang bijak membawa bobot lebih daripada suara  Elohim! Menurut salah satu cerita paling terkenal dalam Talmud (Baba Mesia 59b), ada perselisihan antara Rabi Eliezer Agung dan para orang bijak tentang apakah jenis oven tertentu dibersihkan secara ritual atau tidak. Dia menjawab setiap argumen mereka, tetapi mereka menolak untuk menerima keputusannya. Rabi Eliezer kemudian meminta serangkaian mujizat untuk memverifikasi keputusannya: “Jika Hukum sesuai dengan saya, maka biarkan pohon carob tercabut; biarlah aliran air berhenti mengalir; biar dinding rumah belajar runtuh.” Hebatnya, Talmud mengajarkan bahwa setiap mujizat terjadi, namun tetap para rabbi lainnya menolak untuk menerima.
Akhirnya, Rabbi Eliezer meminta Elohim sendiri untuk memverifikasi posisinya. Segera, terdengarlah suara dari sorga berkata: “Mengapa engkau menyulitkan Rabi Eliezer? Putusan hukum selalu sesuai dengan dia.” Kepada apa Rabbi Yosua mengklaim, “Itu bukan di sorga!” Dengan kata lain, karena Torah diberikan di Gunung Sinai (dan karenanya itu tidak lagi “di sorga “), keputusan-keputusan hukum harus dibuat semata-mata atas dasar penalaran manusia dan deduksi logis. Periode. Seperti yang diungkapkan oleh Rabi Aryeh Leib pemimpin yang sah: “Biarkan kebenaran muncul dari bumi. Kebenaran ada sebagai para orang bijak putuskan dengan pikiran manusia.”[6]

Jadi jika Elohim berbicara-seperti yang Ia telah lakukan di sini- para orang bijak dapat (dan harus!) menolak Dia kalau mereka tidak setuju dengan interpretasi-Nya. Apa dasar untuk sebuah posisi yang luar biasa itu? Talmud mengutip tiga kata terakhir dari Keluaran 23:2 dan menafsirkan mereka berarti [demikian], “Ikuti mayoritas.” Teks mengatakan yang sebaliknya! Bacalah seluruh ayat. Artinya itu adalah jelas, “Jangan mengikuti mayoritas.” Bahkan J.H. Hertz, bekas kepala rabbi Inggris, menulis: “Rabi mengabaikan arti harfiah dari tiga kata-kata Ibrani terakhir, dan membawa mereka untuk menyiratkan bahwa, kecuali bila itu adalah ‘untuk berbuat jahat,’ satu harus mengikuti mayoritas. “[7] Dan itu adalah dukungan mereka untuk meniadakan dan mengabaikan suara Elohim! Sebuah ayat yang mengatakan “Jangan mengikuti mayoritas” telah diiris dan ditafsirkan kembali sehingga dapat berarti, “Ikuti mayoritas,” dan, atas dasar ini, Elohim sendiri telah ditolak. Itu hampir mencabut napas Anda. [Kel 23:2 – Engkau jangan jadi pengikut orang banyak dalam hal kejahatan, juga jangan masuk dalam perselisihan yang menyesatkan, mengikuti orang banyak yang tersesat; Kitab Suci ILT]

Dapatkah Rabbi Mengubah Torat?
Hebatnya, teks Talmud melanjutkan dengan mengatakan bahwa Elia kemudian memberitahu salah satu rabi bahwa Elohim tertawa tentang kejadian mengatakan, “Putra-putraku mengalahkan Aku!” Bicara tentang “aturan mayoritas”! Tidak hanya itu benar bahwa 1.000 nabi yang mengikuti makna literal dari Alkitab tidak ada kesempatan berdiri melawan 1.001 orang bijak, tapi Elohim sendiri tidak memiliki kesempatan melawan bahkan dua orang bijak harus mereka mohon untuk berbeda dengan-Nya! Apakah Anda telah tahu bahwa kekuatan tradisi dan otoritas manusia melangkah terlalu jauh?

Ini tidak berarti bahwa para rabbi arogan atau tidak sopan. Mereka sederhananya percaya bahwa itu adalah (was; past tente) tugas mereka yang diberikan-Elohim untuk menafsirkan dan membuat Hukum-hukum, dan, lewat proses waktu, mereka telah menjadi percaya bahwa tradisi mereka suci. Mereka bahkan mengaku memiliki hak untuk mengubah Hukum alkitabiah jika perlu. Apa dukungan kitab suci mereka untuk ini? Mazmur 119:126: “Sudah saatnya bagi Engkau untuk bertindak, ya YAHWEH, hukum Mu sedang dirusak.”[terjemahan literal dari sumber aslinya] Anda mungkin berkata, “Saya tidak mengerti. Bagaimana ayat ini sudah dihubungkan dengan mengubah Hukum? “Tidak ada? Tapi itu benar-benar ditafsirkan ulang (tepatnya, disalahartikan secara total) berarti: ”Kadang-kadang untuk bertindak  bagi Adonai, itu perlu merusak Hukum-hukum-Nya.” Saya tidak mencandai Anda.[8]

Apakah mengherankan, bahwa pada waktu Talmud meng-kriditkan [menghargai] para orang bijak tersebut dengan “mencabut Kitab Suci” dengan interpretasi mereka?[9] Ini adalah sesuatu yang perlu diingat pada waktu berikutnya ketika seorang mencoba berkata kepada Anda  bahwa Yeshua dan Paulus pergi berkeliling melanggar dan mengubah hukum-hukum [YAHWEH]. [Pencabutan dan perubahan perkataan Allah (cerita ini dikenal dengan “satanic verses / ayat-ayat setan”) juga telah dilakukan oleh Muhammad].
Dan di mana para rabbi mengklaim bahwa Alkitab itu sendiri membuat referensi ke Hukum Lisan? Salah satu teks kunci adalah Keluaran 34:27: Berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: “Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel.”Apa kena mengena ayat ini dengan Hukum Lisan? Tidak ada sama sekali. Jadi bagaimana para pembuat Talmud menemukan referensi di sini untuk Hukum tidak tertulis? Pertama, mereka gagal untuk mengutip awal dari ayat tersebut (“Tuliskan kata-kata ini”). Kemudian, mereka melihat bahwa frase Ibrani yang diterjemahkan “sesuai dengan” (al pi) sangat dekat dengan ungkapan Ibrani untuk “lisan” ( al peh). Jadi, ayat itu dipahami seolah-olah berkata: “Tuliskan kata-kata ini, untuk kesaksian atas kata-kata ini, saya telah membuat perjanjian dengan engkau dan dengan Israel” Tapi bukan itu yang bahasa Ibraninya katakan, karena setiap terjemahan Alkitab bahasa Ibrani yang tersedia akan memberitahu Anda secara langsung. Sebuah permainan kata adalah satu hal; arti sebenarnya adalah sesuatu yang lain.

Dan bagaimana Rashi, yang terbesar dari semua komentator Alkitab Yahudi, menangani arti jelas dari ayat ini bahwa perjanjian tersebut didasarkan pada Firman yang tertulis? Dia menafsirkan “Tuliskan kata-kata ini” berarti hanya kata-kata ini, menjelaskan bahwa itu tidak diijinkan menulis kata-kata Hukum Lisan.”[10] Jadi Elohim berkata, “Tulis!”  namun tradisi berkata, “Jangan tuliskan itu seluruhnya!” Elohim membuat perjanjian-Nya dengan Israel berdasarkan apa yang disampaikan secara tertulis; Talmud mengatakan bahwa esensi sebenarnya dari perjanjian itu berdasarkan apa yang disampaikan secara lisan. Dan itu tidaklah aneh bahwa teks Alkitab dengan jelas menekankan Hukum Tertulis ini dimanfaatkan oleh Talmud untuk menunjuk ke Hukum Lisan – di dasari dari sebuah permainan kata-kata saja?  Sebuah contoh mencengkeram ranting-ranting padi!

Tidak hadirnya sama sekali penyebutan Hukum Lisan dalam Alkitab Ibrani nyata langsung ke referensi yang sering  kepada kaitan alamiah dari Hukum Tertulis yang ditemukan sepanjang Kitab Suci. Bacalah ayat-ayat Ulangan 31:24-26: Ketika Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan (from beginning to end) [dan perhatikan: tidak ada sebagian dari Hukum yang Musa gagal tuliskan; dia telah menulis semuanya, dari awal sampai penghabisan], maka Musa (gave this command to the Levites) memerintahkan kepada orang-orang Lewi pengangkut tabut perjanjian YAHWEH, demikian:”Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian YAHWEH, Elohimmu, supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau. Catatan: Kata-kata di dalam kedua kurung siku di sini berasal dari teks aslinya. Catatan: tanda kurung patah di sini berasal dari artikel aslinya.

Ada banyak ayat lain yang mengatakan hal yang sama, seperti Keluaran 24:78, Ulangan 17:14-20; 28:58-59; 30:9-10; Yosua 1:8; 23:06; 1 Raja-raja 2:13; 2 Raja-raja 22 : 13; 23:3,21; 1 Tawarikh 16:3940; 2 Tawarikh 30:5; 31:3; 35:26-27; Ezra 3:24; 6:18; Nehemia 10:28-29; 13:1; dan Daniel 9:13. Saya mendorong Anda untuk mencari ayat-ayat ini dan membaca dengan cermat. Dimana ada penyebutan sebuah Hukum Lisan?[11]

Dan, jika ada semacam rantai otoritatif penafsiran, mengapa ada perbedaan pendapat begitu banyak tentang hukum di hampir setiap halaman Talmud? Orang nyaris dapat mengatakan bahwa Talmud terdiri dari perbedaan pendapat dan diskusi tentang penafsiran dan penerapan Hukum. Dan mengapa komentar-komentar para rabbi besar berbeda dengan arti beratus-ratus ayat Alkitab? Dimana rantai otoritatif dari tradisi?

Tidak, Elohim tidak memberikan Hukum Lisan kepada Musa di Gunung Sinai. Penyebutan  pertama-tama dari konsep seperti tradisi mengikat, tradisi lisan ada lebih dari 1400 tahun setelah Musa. Terlebih lagi, banyak kelompok-kelompok Yahudi yang ada pada zaman Yeshua, seperti orang-orang Saduki dan Eseni, tidak memiliki keyakinan dalam tradisi tersebut. Itu adalah doktrin yang berbeda dari orang Farisi. Mengapa? Karena mereka adalah orang-orang yang menemukan gagasan tentang sebuah rantai tak terputus yang mengikat, tradisi lisan, dimulai sesaat sebelum Yesus datang ke dunia. Dan, ketika mereka meneruskan tradisi unik mereka pada para penerus mereka, generasi baru mulai berkata: “Kami tidak menemukan ajaran-ajaran ini, kami mewarisi mereka. Mereka telah diteruskan kepada kita dari nenek moyang kita. Mereka mundur bertahun-tahun …. jalan balik… sejauh mundur kami dapat mengingat … semua balik kembali kepada Musa.” Tidak begitu!

Biarkan kebenaran diceritakan. Tidak ada Hukum rahasia yang diberikan kepada Musa dari mulut ke mulut atau diteruskan oleh dia secara lisan kepada para nabi alkitabiah dan pemimpin. Sebenarnya, nenek moyang kita terkadang lupa Hukum Tertulis (baca 2 Raja-raja 22 untuk contoh klasik ini). Sebuah Hukum Lisan tidak akan ada kesempatan berdiri. Dan tidak ada satu contoh dalam Alkitab di mana orang pernah dihukum, ditegur, atau bertanggung jawab untuk melanggar suatu yang dipanggil tradisi yang mengikat. Itu karena tidak ada tradisi seperti untuk istirahat. Hanyalah pelanggaran-pelanggaran dari Firman yang tertulis telah dianggap berdosa.

Kebenaran
Sekarang saatnya untuk mendengarkan Firman tersebut. Torah mengatakan bahwa di mana pun kita orang Yahudi, bahkan tersebar di seluruh dunia, “Dan baru di sana engkau mencari YAHWEH, Elohimmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu (Ulangan 4:29). Nabi Yeremia memberi pesan yang sama: “apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, (Yeremiah 29:13). Dan Kitab Amsal mengatakan: Percayalah kepada YAHWEH dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:5-6)
Elohim tidak akan mengecewakan Anda-jika Anda mencari dengan tulus kebenaran-Nya. Mengapa tidak merendahkan diri dan meminta bantuan-Nya? Ada tempat untuk alasan dan diskusi rasional, dan ada tempat untuk mencari Elohim juga. Mereka berjalan beriringan! Tetapi Adonai menentang mereka yang bijaksana menurut mata mereka sendiri. Pelajarilah Firman dan carilah Elohim. Anda tidak akan dikecewakan.

Ketika Musa dan para nabi tidak tahu bagaimana menafsirkan atau menerapkan Torat, mereka berdoa dan meminta Elohim untuk menjawab. Dan Elohim menunjukkan kepada mereka apa yang harus dilakukan![12] Mengapa tidak mengikuti langkah mereka? Mengapa ada [berlaga] lebih pintar dari Musa dan para nabi dan mencoba semuanya untuk diri sendiri?

Studi, ya, dengan segala cara. Tapi minta Elohim membuka mata Anda ketika Anda melakukan! (Itu persis bagaimana Pemazmur berdoa dalam Mazmur 119:18) Mintalah Elohim untuk memimpin Anda ke dalam kebenaran.

Ini tidak berarti bahwa para rabi berarti jahat. Mereka benar-benar percaya pada apa yang mereka lakukan, dan sering  ada keindahan dan kebijaksanaan dalam kata-kata mereka. Mereka benar berkomitmen untuk tradisi-tradisi mereka, dan melalui tradisi-tradisi ini, mereka berusaha untuk mengikat orang Israel bersama-sama. Tapi, sementara tradisi mungkin telah mengikat kita bersama-sama, mereka miliki, yang lebih penting, mengikat kita.

Anda bisa dibebaskan hari ini.

“Untuk orang Yahudi yang percaya pada Dia, Yeshua berkata, “Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh 8:31-32)

Komentar oleh Sid Roth
Aku tidak pernah mendengar banyak percakapan tentang Ha Mashiah ketika saya masih kecil. Pada Seder Paskah kami, kami akan membuka pintu bagi Elia untuk mengumumkan Ha Mashiah. Tetapi orang dewasa telah memandang  kejadian ini sebagai sebuah dongeng, hampir seperti versi Yahudi  tentang Santa Claus. Saat aku semakin tua, saya menyadari itu hanya “berpura-pura,” tapi aku ikut-ikutan denan sandiwara ini demi anak-anak muda dan “tradisi.”

Setiap Paskah kita membaca Mazmur 118:22: “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Sekarang saya bahwa batu penjuru yang kita, para tukang bangunan (orang-orang Yahudi) telah tolak adalah Ha Mashiah. Tidaklah mengherankan Elisa tidak pernah datang ke seder Paskah kita. Meshiah telah datang untuk mati pada Hari Paskah. Yesaya 53:7 berkata Dia adalah (was; past tente) ”seperti domba (Paskah) yang dibawa kepembantaian.”

[Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (Yesaya 53:7)]

Nama “Paskah” berasal dari Keluaran 12:13: Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada (pass over) kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu (Kel 12:13). [Jadi Paskah artinya “melewati”]

Tetapi kenapa darah adalah penting? Imamat 17:11 mengatakan: “Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” Dengan kata lain, pengorbanan darah adalah satu-satunya pengganti yang dapat diterima untuk menebus dosa. Selama Paskah yang pertama [Hari terakhir orang Israel di Mesir], darah itu harus dipakai (dipoleskan) pada ambang pintu. Kemudian, di bawah Perjanjian Musa, binatang harus dikorbankan di Bait Elohim di atas mezbah (Imamat 1:11).

Inilah sebabnya mengapa kita baca dalam Talmud, Yoma 5a, tidaklah ada Yom Kippur tanpa darah. Sejak Bait Elohim dihancurkan pada tahun 70  AD, belum pernah ada korban-korban Bait bagi pengampunan dosa.

Bahkan, 40 tahun sebelum Bait itu dihancurkan, para rabi kuno telah mengenali tanda-tanda supranatural yang menakutkan bahwa Elohim tidak lagi menerima korban-korban binatang yang dipersembahkan (Yoma 39a, b). Itu adalah tahun Yeshua meninggal bagi dosa-dosa kita.
Bahkan nabi Yahudi Daniel mengatakan Mahsiah kita akan datang dan mati, bukan untuk dosa-dosa sendiri, tetapi untuk dosa-dosa kita sebelum Bait tersebut dihancurkan (Daniel 9:26).
Benar Yudaisme [dan semua faham keimanan dan world view] membutuhkan darah penebusan Yeshua!

Karena kita memiliki Bait Elohim saat ini, entah dosa-dosa kita tidak dapat ditebus, atau Elohim telah mengirimkan Mashiah-Nya.
Tentang siapakah doa Yom Kippur dari buku doa tradisional Yahudi berbica?
Urapan kebenaran kita telah keluar dari kita: ketakutan telah menguasai kita, dan kita tidak memiliki seorang juga utuk membenarkan kita.

Kami diurapi benar telah berangkat dari kami: horor telah disita kami, dan kami tidak memilikinya untuk membenarkan kita. Dia telah menanggung kuk kejahatan kita dan pelanggaran kita, dan terluka karena pelanggaran kita. Dia telah menanggung dosa-dosa kita pada bahu-Nya, supaya Dia dapat menemukan pengampunan yang disebabkan oleh kejahatan kita. Kita akan disembuhkan oleh luka-Nya, pada waktu itu Yang Abadi akan membuat Dia sebagai makhluk baru (Form of Prayers for Day of Atonement – Indonesia: Bentuk Doa untuk Hari Pendamaian, rev. ed., New York:.. Rosenbaum dan Werbelowsky, 1890, pp 287-88) .

oooOooo

*) Arti literal: “seorang kepada siapa hukum-hukum berlaku,” merefer kepada seorang laki-laki Yahudi yang telah mencapai usia 13, dimana ia mulai dituntut untuk  terlibat dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat baik moral maupun keagamaan. Perubahan status ini dirayakan melalui ibadah keagamaan Yahudi. Bet mitzvahed sebutan untuk wanita. Ibadah ini tidak terdapat di Alkitab, tetapi sebuah ibadah tradisi Yahudi yang berkembang di Abad-abad Pertengahan (Middle Ages). http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Bar_Mitzvah

Catatan kaki dari artikel aslinya:
[1] H. Chaim Schimmel, The Oral Law: A Study of the Rabbinic Contribution to Torah She-Be-Al-Peh (rev. ed., Jerusalem/New York: Feldheim, 1987, italics added).
[2] Z. H. Chajes, The Student’s Guide Through the Talmud, translated and edited by Jacob Schacter (New York: Feldheim, 1960), 4.
[3] See Nachmanides to Deuteronomy 17:11 and also the Babylonian Talmud, Baba Batra 12a.
[4] See Maimonides’ introduction to his commentary on the Mishnah.
[5] See again Maimonides’ introduction to his commentary on the Mishnah, and also the Babylonian Talmud, Yebamot 102a
[6] See the introduction to his Ketzot HaHoshen on Hoshen Mishpat in Shulhan Arukh.
[7] Dr. J. H. Hertz, The Pentateuch and Haftorahs (London: Soncino, 1975), 316. The only real issue is whether to translate the Hebrew word rabbîm in this verse with “many” or “mighty.” (The Talmudic passage in Baba Mesia 59b, of course, understood the word to mean “many”—in other words, the majority.) Either way, the meaning is impossible to dispute: Don’t follow the rabbîm!
[8] See the Babylonian Talmud, Berakot 54a.
[9] See, for example, the Jerusalem Talmud, Kiddushin 1:2, 59d; the Babylonian Talmud, Sotah 16a, with Rashi’s comments to the words ‘oqeret and halakah.
[10] . See also Gittin 60a in the Babylonian Talmud
[11] . It is possible that a rabbinic Jew might point to Nehemiah 8:8, the only verse which mentions that the Levites made the Law clear as it was being read. This means either that they translated it into a more understandable language (probably Aramaic for the exiles), or else they explained its meaning. This, of course, was the role of the priests and Levites: to educate the people in the Torah (see Leviticus 10:1011). But, once again, to make some connection between this verse and an alleged unbroken chain of binding tradition is to build a mountain out of a non-existent mole hill.
[12] . See, for example, Leviticus 24:1023; Numbers 9:114; 15:3236; 27:15; Zechariah 7.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Gereja Roma Katolik telah berubah semakin Injili?


Paus Benedict XVI adalah Kardinal Joseph Ratzinger yang terpilih sebagai paus untuk Gereja Roma Katolik pada 19 April 2005. Ordo Benidictine adalah sebuah ordo dari aliran Roma Katolik  yang terkenal “ortodok” dalam arti fanatik atau fundamental terhadap doktrin Roma Katolik.

Paus Benedict XVI melarang pemakaian kondom (alat kontrasepsi, mengontrol kelahiran), seperti juga yang dianut secara keras oleh para pemimpin Islam sedunia) bahkan terhadap para suami atau pria yang menderita AIDS / HIV di Afrika. Pendapatnya ini telah membuat dunia modern marah dan mengatakan sebagai pikiran yang kolot.

Pada awal April 2012, Paus Benedict yang sama membuat pernyataan resmi yang keras kepada sejumlah pendeta Roma Katolik di Austria dan negara-negara lainnya yang memohon terjadinya reformasi di dalam Vatikan (pusat gereja Roma Katolik yang dipimpin oleh Paus).

Reformasi yang diharapkan terjadi oleh para pendeta Roma Katolik ini adalah mengijinkan para wanita untuk menjabat posisi pendeta atau pastor, dan mengijinkan pendeta Katolik untuk boleh menikah. Laporan berkata, lebih dari 400 pendeta Austria telah menandatangi petisi reformasi tersebut, diikuti juga oleh rekan-rekan mereka dari USA, Eropa (khususnya dari Belgia, Irlandia dan Slovakia). Hal ini disadari oleh ex-pendeta Roma, Richard Bennett, bahwa pelarangan menikah bagi para pendeta Roma Katolik adalah penyebab sex skandal dan  phedofile dikalangan mereka.

Paus (Joseph Ratzinger) meresponi mereka sebagai ”ketidak taatan” di dalam gereja Roma, mereka harus bertobat kepada ”radicalism of obedience” (ketaatan yang bersifat mutlak), dan menuduh mereka sebagai dikendalikan oleh ”own preferences and ideas” (pilihan-pilihan yang disukai oleh dan ide-ide diri sendiri). Paus menguatirkan reformasi ini akan memecah gereja Roma.

Pendeta Austria, Helmut Schüller, tokoh dibalik gerakkan  Preacheres’ Initiative (suatu reformasi para pendeta Gereja Roma Katolik), ia menyebut Vatikan sebagai sebuah ”absolut monarki”, berkata bahwa penolakan gereja untuk berubah dapatlah memimpin kepada perpecahan bagaimanapun juga.

Praktek penjualan kertas indulgensi (pengampunan dosa melalui bayar uang) hidup kembali.

Dr.  Martin Luhter, bapa reformasi gereja Eropa abad 16, adalah bekas-uskup gereja Roma Katolik yang menentang penjualan-penjualan kertas indulgensi (lihat pada film di menit 30:00 sampai 40:00), yang di jamannya sangat populer dimana gereja Roma mengajar bahwa setelah orang-orang berdosa mengaku dosanya, dan meninggikan bunda Maria, mereka akan tetap menghadapi hukuman siksaan setelah kematian, tempat ini disebut Purgatory, sebelum mereka dapat masuk sorga. Siksaan di Purgatory ini dapat dipersingkat jika keluarga mereka yang masih hidup membeli kertas-kertas indulgensi tersebut – sehingga pada jaman itu lahirlah suatu istilah ”kotak berbunyi (suara koin-koin jatuh), dosamu diampuni.” Dr. Martin Luther setelah membaca Alkitab, menentang banyak doktrin Roma Katolik, salah satunya ialah ajaran ”keselamatan melalui perbuatan baik,” ia menemukan bahwa ”keselamatan adalah melalui iman” (Roma 1:16-17; Ef 2:8-9).

Paus Yohanes Paulus II, pendahulu Joseph Ratzinger, menghidupkan kembali praktek indulgensi di tahun 2000 melalui para uskupnya. Namun praktek ini mencapai hit-nya di tangan Paus Benedict XVI.

Komentar:
Rasul Petrus mempunyai isteri, rasul Paulus menganjurkan untuk orang beriman menikah daripada mereka hangus karena tidak dapat menahan hawa napsu-sex (1 Kor 7:5-9). Menolak ajaran Alkitab, berakibat skandal sex pada para pendeta Roma meroket dan menjadi penyebab kebangkrutan banyak gereja Roma di Barat, jalan keluar yang diambil Vatikan adalah menceburkan diri kelumpur dosa yang lebih dalam; membohongi dan merampoki uang jemaat bahwa gereja Roma dapat menggampuni dosa melalui praktek indulgensi.

Apakah gereja Roma Katolik semakin injili di abad 21 ini? Di abad 16, sebagai balasan ’terima kasih’ kepada para Reformasi Gereja, Vatikan menghadiahkan ”Injil Barnabas,” Injil gnostik yang mengatakan bahwa Muhammad adalah Ha Mashiah (Mesias/ Al Masih) yg sekarang di anut oleh aliran Ahmadiah. Di abad 21 ini, Vatikan, melalui banyak pemimpin Barat, menghadiahkan dunia Kristen dengan ”Jalan Arab / Arab Spring” – meradikalkan group-group Islam di Timut Tengah dan ”Sex-skandal Gereja” di negara-negara Barat.

Kenyataanya ialah, Gereja Roma Katolik menju kearah semakin ortodok, kefaham sebelum jaman reformasi Gereja yang dicetuskan oleh Dr. Martin Luther. Puji syukur kepada Elohim, telah banyak orang Roma Katolik yang menyadari ke arah mana Vatikan sedang menuju.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

USA: Pengajar Ilmu-Penciptaan naik banding setelah 5 tahun dipenjara


Kent Hovind

Kent Hovind, yang dikenal dengan panggilan ”Dr. Dino” adalah pengajar ilmu pengetahuan-penciptaan (creation-science) / (lawan dari ilmu Teory Evolusi buatan Darwin) dan pendiri Taman Dinosaur Adventure Land dan pendiri Creation Science Evangelism, setelah lima tahun dipenjara, misinya tetap sama: memenangkan orang-orang untuk beriman di dalam Yeshua Ha Mashiah dan keluar dari penjara.

Dr. Dino melalui emailnya yang ia kirim dari penjara kepada surat kabar WND, menyatakan bahwa ia telah menyaksikan beberapa rekan penjaranya menjadi beriman kepada Kristianiti, sementara ia tetap naik banding atas hukuman 10 tahun penjaranya.

Tuduhan. Dr. Dino ini dipenjarakan  (19 Januari 2007) atas tuduhan tidak membayar pajak dan mengisi laporan keuangan sesuai hukum permerintah. Tetapi Kent Hovind, Dr. Dino, menyatakan “Saya tidak pernah ada sebagai anti-pajak atau seorang pemerotest pajak,” katanya kepada WND. “Saya selalu berkata bahwa setiap orang haruslah mentaati hukum, termasuk pemerintah. Saya selalu membayar setiap pajak yang saya miliki.”

Penasehat hukum Hovind yang baru,  Paul J. Hansen berkata “Kami dapat membuktikan dia (Kent Hovind) tidaklah harus mengisi (laporan keuangan).” Taman Dino berdiri atas nama yayasan non-laba, dan ia tidak pernah mangambil atau menaruh sejumlah uang tertentu melebihi batas peraturan yang ditetapkan pemerintah.

Hansen berkata: “Mereka tidak dapat menahan seseorang kecuali seseorang  (penuduh) telah menulis nama mereka di daftar.” Ia menambahkan, bahwa IRS* umumya tidak mengambil sumpah atau pernyataan legal pada surat resmi penangkapan, sebab IRS tidak ingin seorang penuduh tertentu  untuk dipanggil ke pengadilan sebagai saksi.

Alasan mengapa IRS tidak menulis nama sipenuduh, ahli hukum menjelaskan, “Mereka tidak ingin kamu  memanggil si penuduh ke meja pengadilan, sebab kamu pastilah merobek-robek mereka pada sidang kesaksian.” “Mereka ingin kamu mencoba untuk menemukan semua saksi-saksimu.” Baca di bawah: Pengadilan tanpa kehadiran penuduh.

Putranya, Eric Hovind, sekarang meneruskan pelayanan Creation Science Evangelism. Eric kepada WND menyatakan bahwa “Fakta adalah pelayanan terus berjalan dan sangat maju saat ini yang adalah suatu kesaksian kepada kebaikan Elohim. Elohim telah mengijinkan kami tidak hanya pulih tetapi meluas dan bertumbuh.”

IRS singkatan dari Internal Revenue Service. Sebuah department milik pribadi bertugas atas nama negara USA yang bertanggung jawab untuk pengumpulan pajak dan penerapan hukum pajak. IRS di USA telah terkenal jahat, Lihat video: The I.R.S. is EVIL!

Lihat video presentasi Dr. Kent Hovind: Age of the Earth – Creationist Dr Kent Hovind – Dr. Dino

Komentar:  Analisa saya mengatakan bahwa alasan terbesar Dr. Dino dipenjarakan bermotif doktrin agama dan ketamakan. Kasusnya hampir sama dengan Charles Chiniquy, mantan pastor Roma Katolik Amerika. Pastor Chiniquy dan Dr. Hovind keduanya percaya kebenaran Alkitab dan menentang ajaran gereja Roma Katolik; Pastor Chiniquy menolak doktrin perawan Maria tanpa-dosa dan doktrin Transubstantiation. Dr. Hovind menolak Teori Evolusi yang diyakini oleh Paus dan diajar di bangku sekolah milik Katolik.
Transubstantiation adalah doktrin roti/ wafer dan air anggur/ win (minuman anggur ber-alkohol) secara fisik berubah menjadi daging dan darah Yahshua/ Yeshua/ Yesus).

Oleh sebab alasan ini  Pastor Charles Chiniquy diserahkan ketangan pemimpinya (uskupnya) yang tamak; menginginkan rumah milik pastor. Ketika pastor ini menolak, ia dituduh dan ditahan dan diadili. Mr. Abraham Lincoln (sebelum jadi president) menjadi ahli hukum pastor ini. Dr. Hovind diserahkan ke tangan IRS – ‘Zakheus’ tukang pajak Kerajaan Roma modern. Lukas 19:1-10 bercerita bagaimana Zakheus bertobat.

Kondisi Amerika sekarang ini jauh berbeda dengan 200 tahun yang lalu, jaman Abraham Lincoln, sekarang negara protestan Amerika sudah dimiliki oleh Vatikan-Roma Katolik, jadi mudah saja menjebloskan Dr. Hovind ke penjara 10 tahun .  Seorang ex-Katolik pada situsnya berkata bahwa 6 dari 9 hakim agung USA, di jaman Mr. Obama, adalah orang Roma Katolik. President W. Bush menjemput Paus di lapangan terbang, ini membuat kejutan besar rakyak Amerika yang belum tahu bahwa landlord USA sudah pindah tangan. President USA hanyalah “ambassador dan bendahara” dari Paus. Bacalah kitab Wahyu pasal 13, Elohim sudah memberita tahu umat-Nya hampir 2000 tahun yang lalu.

Untuk setiap mereka yang terpenjara oleh karena memberitakan nama dan ajaran Yeshua, inilah kotbah penghiburan dari Raja dan Tuan Anda:

”Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” (Mat 5:10-12)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog