FIFA: Palestina mencoba megeluarkan Israel dari Olympiade Sepak bola di Brasilia


Orang Palestina bermain sepak bola di West BankKejuaran Olympiade Sepok bola tahun 2016 di Brasilia semakin dekat, dan Pemerintah Palestina melalui Asosiasi Sepak Bola Palestina (Palestinian Football Association; ASP/ PFA) semakin gencar melobi ke FIFA untuk melarang team sepak bola Israel bermain di Brasilia.
Jibril Rajoub, pemimpin ASP / PFA ini beralasan bahwa: para pemainnya susah bergerak antara wilayah Teluk Gaza dengan West Bank karena peraturan perbatasan yang dikeluarkan oleh pemerintah Israel.
Rotem Kemer, pemimpin Asosiasi Sepak bola Israel (ASI), mengkomentari alasan Jibril tersebut sebagai masalah baru, ”ASP sudah melakukan itu lebih dari dua tahun,” dan ”kebebasan keluar masuk Israel bagi para pemain Palestina sudah banyak kemajuan,” tambahan, ”Tidak ada kebijakan FIFA dan UEFA untuk mencampuri politik dan olah raga. Kami melakuan yang terbaik demi menolong assosiasi Palestina. Kami beusaha membuat hal-hal lebih mudah untuk mereka.”

Bacaan berkait:

Stephen M. Flatow, mempertanyakan motif dari Pemerintah Palestina di atas, ia mendaftarkan kenyataan bahwa kejuaran-kejuaran sepak bola di lingkungan orang Palestina sangat erat kaitannya dengan terroisme atau aksi jihad terhadap negara dan bangsa Israel, ia memberi sedikit contoh.
Stephen menulis: ”Satu kali mengunjungi situs Palestinian Media Watch menyediakan cukup bukti pemanipulasian sepak bola Penguasa Palestina (Palestinian Authority/ PA) untuk mempromosikan terror. Berikut ini hanyalah sedikit contoh dari wilayah yang dikontrol Penguasa Palestina dalam beberapa tahun ini”:

  • Di kota Qaffin, sebuah team sepak bola dinamai ”Martyr Ziyad Da’as.” Pemuda ini adalah penolong dari otak pembantaian Hadera bat Mitzvah tahun 2002 yang menewaskan 6 jiwa, termasuk pemimpin band Afrika-Amerika, Aharon Ellis.
  • Suatu pertandingan sepak bola di kota Tzurif diawali dengan hening sejenak menghormati Khalil al-Wasir, lebih dikenal sebagai Abu Jihad, seorang pemimpin terrorist. Ia menolong perencanaan penyerangan pantai Tel Aviv 1978, dimana Gail Rubin, keponakan perempuan dari senator AS, dan 37 penumpang bus lainnya mati terbantai.
  • Klub Hila al-Quds melakukan sebuah turnament menamainya Dalal Mugrahbi, pemimpin penyerangan 1978. “Kejuaran (Sepak bola) Dalal Mugrahbi” berlangsung 12 tahun.
  • Pusat remaja Al-Amari membuat turnamen sepak bolanya dengan nama “Turnamen Martir Wafa Idris Terhormat.” Wafa Idris adalah perempuan Palestina pertama pelaku bom bunuh diri. Bermain sepak bola di depan Mesjid Al-Aqsa Israel

Katanya sedikit, tetapi masih ada tiga lagi, 2-3 contoh sudah meneguhkan, dan 7 contoh bukti yang tidak bisa disangkal.

  • Di kota Bethlehem, kantor utama Pelayanan Keamanan Pemerintah Palestina menamai turnamen sepak bolanya ”Turnamen Sepak bola Martir Abdallah Daoud.” “Ironisnya,” Stefen berkata, “Daoud adalah satu dari para terrorist yang merebut Gereja Nativity di Bethlehem di tahun 2002, merusak gedung tersebut dan memakainya sebagai perisai untuk menghindari penangkapan dari (badan keamanan) Israel.
  • 18 team dari wilayahTulkarm terlibat dalam sebuah “Turnamen Sepak bola Para Martir dan Para Narapidana” pada Sekolah Tinggi Irtah. Semua team tersebut dinamai dengan nama-nama para “martir” Palestina.
  • Di kota Fara’a, ada sebuah lapangan sepak bola dinamai Salah Khalaf, atau Aby Iyad, pemimpin dari gang “September Hitam” yang menculik dan membunuh para anggota Olympiade Israel di Munich Jerman tahun 1972. Dan dibalas segera oleh Israel dengan Operasi Wrath of God.

Stephen mengkritik alasan yang dibuat pemimpin ASP, ia berargumen bahwa ijin keluar masuk wilayah Israel dari Gaza ke West Bank, atau sebaliknya, bagi team sepak bola Palestina jelas diperlukan, “tentu saja, batas-batas untuk masuk adalah karena orang-orang Palestina menyalah gunakan jalan masuk itu untuk melakukan terrorisme di Israel. Tetapi tidak seorang pun menyatakannya.”
“Seperti semua badan-badan olah raga internasional, assosiasi sepak bola FIFA mencari untuk mempromosikan para panutan olah ragawan yang baik dan pantas bagi anak-anak. Karenanya, apakah seorang pembom bunuh diri sebuah panutan olah ragawan yang baik dan pantas bagi anak-anak? Dan mengapa mereka yang memuliakan para pembunuh – termasuk para pembunuh para atlit Amerika dan Israel – ada diijinkan tetap tinggal di FIFA?” Stephen berkata.
Stephen M. Flatow, seorang Pengacara di New Jersey, Amerika Serikat. Ia adalah ayah dari Alisa Flatow, yang terbunuh dalam sebuah serangan terrorist Palestina di tahun 1955.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Tulis komentar Anda di sini - dengan etika dan integrity. Thanks!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: