70% Orang Yahudi Amerika memberi suara untuk Obama! Ini alasannya!!


Sebuah media Israel melaporkan bahwa 70% populasi orang Yahudi memberikan suara untuk Mr. Obama. President Baraq Obama dan partainya (Demokrat) selama 4 tahun sebelumnya terang-terangan pro-Palestina dan menjanjikan sebuah negara merdeka di Israel; kebijakan ”dua-negara dalam satu wilayah.”

Banyak pendukung partai Republik (Mr. Romney berasal) telah terkejut dengan penolakan para pemimpin Orthodox Yahudi memberi dukungan mereka kepada pro-Israel Mitt Romney, David Bedein berkata. David adalah pendiri dari the Israel Resource News Agency and  Director of the Center for Near East Policy Research. “Mereka yang telah berpikir bahwa para Orthodox Yahudi mendukung Romney dan para sekuler Yahudi mendukung Obama adalah salah. Ini sederhananya tidak benar,” David berkata. David memberi contoh, “Di New Jersey, mereka (Yahudi pendukung Romney) telah mendirikan organisasi ‘Rabbis for Romney,’ dan mereka telah mencari semua sektor dari para Yahudi Orthodox, dan ada sejuta Yahudi seperti itu, tetapi para rabbi mereka menolak untuk bergabung. ” Obama menang di New Jersey.

Rabbi Ben Rosenberg, pendiri “Rabbis for Romney” telah menghubungi beberapa organisasi Yahudi, dan salah satunya ialah Council of Rabbis in U.S., mereka semua menolak – mereka berkata mereka ingin melindungi hubungan tali mereka kepada pemerintah yang ada.” Rabbi Ben menyesali penolakan para pemimpin Yahudi dan rabbi tersebut, ia berkata: “Jika para rabbi dan pemimpin telah melakukan sesuatu, jika mereka telah menekankan betapa bahayanya Obama untuk Israel, itu pastilah telah merubah semua hal dan Romney pastilah akan telah ditempatkan di Gedung Putih.”

David percaya para Yahudi Ortodox, berbaju sembayang, sembayang tiga kali sehari, mempelajari Talmud, memiliki family dekat di Israel, namun telah memberi suara bagi Obama adalah kontradiksi dengan perbuatan mereka – sebab, David berkata, “Dia adalah President yang telah melakukan hal-hal yang buruk, anti-Semit dan mendukung Islam.”

Mereka berkesimpulan: 70% Yahudi Amerika yang memberi suara untuk Obama menunjukkan sebuah jurang kuburan antara Israel dan masyarakat Yahudi di luar negeri.

Alasan 70%  Yahudi Ortodox memberi suara untuk Obama. Seorang Yahudi bernama Richard (pendukung Romney) memberi penjelasan bahwa mereka lebih takut kepada para fundamentalist Kristen kulit putih daripada para fundamentalist Islam. Richard mengutip beberapa catatan sejarah, 1.  Kristen kulit putihlah (Gereja Barat) yang mempropagandakan ”para Yahudi telah membunuh Yesus/ Yeshua.” 2. Peristiwa holokos di Eropa. Mereka berpikir, Richard berargument, 3. jika Obama menang maka mereka bebas beribadah dan tidak dipaksa menerima Yesus.

Komentar: Pemikiran simpang-siur ini adalah bukti keberhasilan Bapa Penipu dan para agentnya yang menyebarkan berita yang salah sejak jaman Yeshua (Yesus) hadir di Israel. Bila orang Kristen (khususnya Gereja Barat dan Arab) tidak dapat mengenali akar dari ”Anti-Yahudi/ Anti-Semit” pastilah orang dunia lebih bingung lagi. Dunia bahkan Gereja-gereja telah lama dibingungkan oleh Media Anti-Kristianiti, sehingga tidak dapat menbedakan antara Anti-Yahudi dengan Anti-Kristus.” Untuk hal-hal ini lah web blog Senjata Rohani terlahir; menerangi Gereja dan Dunia dengan terang Alkitab dan pimpinan Roh Kudus sekaligus menelanjangi perbuatan Iblis. 3 jenis pekerjaan para penyesat:

1. Anti-Yahudi dapat dilihat dari catatan Injil dan kisah para Rasul, serta sejarah Gereja Roma Katolik. Peristiwa besar seperti: pengusiran bangsa Yahudi di Yerusalem dan penghancuran Bait Elohom II oleh Titus,  bunuh diri massal di benteng Masada, hasil Sidang Nicea, Holokos Nazi  semua ini terjadi oleh Kerajaan Romawi yang beragama ’Gereja’ Roma Katolik.  Dilahirkanya agama Islam melalui nabi Muhammad oleh Roma Katolik salah satu tujuannya ialah Anti-Yahudi. Bukti bertumpuk untuk hal-hal ini.

2. Anti-Kristus / anti-HaMashiah juga tercatat di Injil dan sejarah Gereja Roma Katolik dan Protestant (Pdf). Pembunuhan – disertai aniaya yang berkelanjutan –  atas para Rasul dan pengikut Yeshua Ha Mashiah, Alkitab menunjuk kepada Yahudi Orthodox (Farisi termasuk Saduki) bekerja sama dengan pemerintah Romawi; kedua group ini juga bekerja sama menyebarkan gossip bahwa “Yeshua tidak bangkit dari kubur, murid-murid Yeshua telah mencuri jenasah Yeshua.”

3. Pencampuran anti-Kristus dengan anti-Yahudi.  Gereja Roma Katolik berhasil menaburkan benih Anti-Kristus kedalam Gereja Injili Barat melalui penyebaran kebencian atas bangsa dan negara Israel. Sekarang ini banyak pemimpin Gereja non-Katolik tanpa disadari mereka sesungguhnya memiliki sikap Anti-Kristus melalui kebencian mereka atas apapun yang berhubungan dengan “Yahudi” dan “Israel.”  Orang Kristen yang memakai kata “Yeshua/Yahshua,” “YAHWEH,” dan menerapkan Perintah keempat: “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat” segera dicap oleh banyak Gereja non-Yahudi sebagai “orang-orang Yahudi” – yang telah dicap oleh dunia sebagai orang yang rasis dan apartheid. Sehingga lahirlah pengajaran-pengajaran yang tidak Alkitabiah di dalam Gereja:

  • Replacement theology; Elohim telah memilih Gereja (orang Kristen bukan Yahudi) sebagai ”umat Israel” menggantikan bangsa Israel; Perjanjian Lama tidak berlaku lagi, Yeshua telah memberi Perjanjian Baru; Israel yang sesungguhnya adalah Gereja (Barat). – tetapi Alkitab berkata: perjanjian Elohim YAHWEH dengan Israel adalah kekal
  • Orang Yahudi harus meninggalkan ’kostum’ Perjanjian Lama dan hidup seperti orang Kristen non-Yahudi  jika ingin diselamatkan – (Paskah jadi Easter,  Sabat jadi SUNday, daging najis jadi halal, lambang Menorah jadi crucifition/ Yeshua tersalib,  10 Perintah YAHWEH menjadi ’sin now, confess later’). – Tetapi Paulus berkata “seluruh Israel akan diselamatkan” oleh pengakuan mereka kepada Yeshua saja, bukan melalui doktrin Gereja Barat.
  • Mengajari dunia dan bangsa Yahudi bahwa orang Kristenlah di balik ratusan juta kematian orang Yahudi, hal sejenis juga diajar kepada orang Islam sedunia. – Fakta adalah orang Kristen Injili telah dibunuh lebih dari 500 juta oleh orang Katolik oleh karena iman mereka kepada Alkitab.
  • Keselamatan hanya melalui iman. TITIK – tetapi Alkitab berkata “Iman tanpa perbuatan adalah mati!”
  • hidup kudus tidak penting sebab Elohim maha pemurah – tetapi Alkitab berkata “tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Elohim.”
  • “Passover hanyalah untuk orang Yahudi, orang Kristen hanya merayakan Easter,” seorang pendeta aliran Pentakosta berkata; sekalipun di Alkitab Perjanjian Baru bahasa Inggris tidak terdapat kata Easter – satu buahpun!!!

Pengajaran palsu di atas inilah yang menyebabkan membuat mengapa orang Yahudi – dan juga orang Arab – menjadi  menolak  Kristianiti dan mengambil bagian dari gerakan Anti-Kristus; dengan kata lain Bapa Penipu melalui nabi palsunya telah berhasil menipu seluruh dunia.

Syukurlah kepada YAHWEH, sekarang telah banyak orang Yahudi dan Arab bisa membedakan antara Kristianiti yang bersumber dari Alkitab dengan dokma yang bersumber dari Gereja Roma Katolik (yang nampak luarnya seperti Kristianiti tetapi ternyata palsu (arti ”anti” dari bahasa  Yunani) semata.

Di abad 21 ini semakin banyak pemimpin Kristen Arab dan Kristen Yahudi mengerti hal ini dan mereka bersatu, baca: Sons of Abraham Worshipping GOD Together oleh Tom Hess. Kumpulan kesaksian mereka yang berdasarkan Yesaya 19:23-25 nubuatan tentang bangsa Mesir, Asur (Assyria) dan Israel menyembah YAHWEH bersama-sama.

Alkitab jelas menulis dan mengajar Kristianti yang sesungguhnya:

  • Yeshua (Yesus) sendiri orang Yahudi (baca Injil Matius 1)
  • Pemimpin dan jemaat dari Gereja mula-mula adalah orang-orang Yahudi .
  • Kata ”Gereja” di Alkitab bukanlah perkumpulan orang non-Yahudi pada awalnya, tetapi para Yahudi pengikut Yeshua. Paulus menulis bahwa Kristen non-Yahudi adalah ”cabang liar yang dicangkokkan.”
  • Rasul Paulus juga mengikuti teladan rasul lainnya: pertama-tama Injil untuk orang Yahudi, lalu kemudian orang non-Yahudi (gentile/ kafir).

Singkat kata: 1. sisi koin pertama, para pemimpin Yahudi dan rabbi mereka mengerti benar bahaya dari Gereja Roma Katolik (“White Power Christian,” istilah Richard) bagi diri mereka jika Romney menang. Gereja Mormon adalah putri dari Gereja Roma Katolik.
2. sisi koin kedua, pemimpin Yahudi dan para rabbinya nampak mengulangi perbuatan pemimpin Farisi dan Saduki; memilih kepentingan masalah agama mereka sendiri daripada kepentingan negara dan bangsa Israel mereka lebih suka diperbudak penjajah (yang membenci Israel) dan mengorbankan bangsa mereka daripada kehilangan posisi jabatan mereka. Bagaimanapun Obama dan Islam di Amerika ada di dalam kendali Vatikan.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Seharusnyakah Orang Kristen ‘respek’ agama-agama lainnya?


Pertanyaan ini dilontarkan oleh Dr. Albert Mohler Jr, President Southern Baptist Theological Seminary, Kentucky, berkaitaan dengan peryataan Paus Benediktus XVI tentang agama Islam baru-baru ini. Dunia yang kita tahu sekarang adalah ditandai oleh kemajemukan agama dan pertentangan-pertentangan sudut pandang. Bagaimana seharusnya orang-orang Kristen berespond ketika ditanya tentang ini? Seharusnyakah orang-orang Kristen “respek” agama-agama lainnya?

Berita utama di seluruh dunia mengumumkan minggu ini bahwa Paus Benediktus XVI, sementara berkunjung ke Yordania (Mai 2009), telah bicara tentang “respek”-nya Paus kepada Islam. Tahun 2006 di Universitas Regensburg, Jerman, Paus di depan para hadirin mengutip perkataan Emperor Manuel II, satu dari beberapa penguasa kerajaan Byzantine, yang berkata: “Tunjukan kepada ku apa yang [nabi] Muhammad telah bawa bahwa itu baru, dan kamu akan temukan hal-hal yang hanyalah kejahatan dan tidak-manusiawi, seperti perintahnya untuk menyebarkan iman melalui pedang sebagaimana ia telah kotbahkan.”

Di Lapangan terbang Amman, Yordania, Paus yang sama berkata, sebagaimana tulisan resmi Vatikan: Kunjungan saya ke Yordania memberi saya sebuah undangan kesempatan untuk bicara dari respek saya yang dalam kepada komunitas Muslim, dan memberi penghargaan kepada kepemimpinan yang telah ditunjukan oleh Yang Mulia Raja [Yordania] dalam mempromosikan suatu pegertian yang lebih baik dari kebaikan yang dinyatakan oleh Islam.

Paus bicara tentang “respek” tanpa kejelasan pengertian dari apa yang sesungguhnya. Apakah Paus percaya bahwa orang Muslim dapat diselamatkan melalui pengajaran-pengajaran Islam?

Gereja Roma Katolik memandang ajaran Islam, sebagaimana Dr. Mohler temukan pada dokument doktrin Katolik, sebagai berikut:

Pada kata-kata Lumen Gentium, pada Vatikan II tertulis: ”Tetapi rencana keselamatan juga termasuk mereka yang percaya Pencipta. Pada tempat yang pertama diantaranya adalah pengikut-pengikut Mohammad, …” Sementara itu Gereja Roma Katolik mengajar bahwa Islam adalah salah dan tidak lengkap.” Pada kontek pengajaran resmi Katolik, Paus dapat menciptakan suatu pencampuran diplomasi [Vatikan sebagai negara] dan doktrin [Roma Katolik sebagai institusi agama]”, Dr. Mohler menulis. [Catatan sejarah menulis sejak abad ke 5 AD banyak Paus menyatakan bahwa keselamatan kekal hanya didapat dari Gereja Roma Katolik]

Sebaliknya Dr. Mohler menulis, bahwa orang-orang Kristen Injili tidak bisa melakukan pencampuran tersebut, ”Kita tidak memainkan suatu peran diplomatik sebagai kepala dari suatu negara, tetapi kita dipanggil untuk menjadi ambassador-ambassador dari Mashiah (Kristus) dan Injil-Nya.”

  • Orang-orang Kristen Injili boleh respek dengan tulus apa yang orang-orang Muslim percayai, namun tidak dapat respek kepada kepercayaan-kepercayaannya.
  • Kita dapat respek orang-orang Muslim untuk keterlibatan mereka kepada hal-hal yan bersifat kemanusiaan, pendidikan dan budaya.
  • Kita dapat respek kehebatan dari pendidian Muslim pada abad pertengahan dan keajaiban seni dan arsitektur yang bersifat Islam. Tetapi kita tidak bisa respek pada suatu sistem kepercayaan yang menolak kebenaran Injil, menolak bahwa Yahshua bukan Putra Elohim, dan memenjarakan berjuta-juta jiwa.

Kunjungan kepausan ke Yordan menunjuk langsung kepada masalah kepausan itu sendiri dan kepada kebingungan theologi Roma Katolik pada point ini khususnya. Menolak Tritunggal adalah menyembah Elohim yang lain.

Respek adalah sebuah permasalahan katagori. Pada ujungnya, orang-orang Kristen harus menunjukan respek untuk orang-orang Muslim melalui menceritakan Injil Yahshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) di dalam roh kasih dan kebenaran. Kita dipanggil untuk mengasihi dan menghormati / respek orang-orang Muslim, bukan Islam.

Diterjemahkan dari

Should Christians “Respect” Other Religions?

Untuk melihat komentar dari para pembaca bisa melihat di sini: tekan ”View Comments”

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Rabbi tidak puas dengan perkataan Paus Benedict XVI


Pernyataan Paus Benedict XVI di Yad Vashem (Museum Holokos, di Yerusalem) pada Senin 11 Mai 2009 tentang peristiwa Holokos tidak memuaskan kata bekas Pemimpin Rabbi Israel Meir Lau – seorang anak dari korban Holokos yang selamat.

Bekas Rabbi ini berkata, “Itu suatu pernyataan yang manis”, mengkomentari pernyataan Paus, namun rabbi ini kecewa sebab Paus

  • Tidak menyinggung Nazi sebagai pelaku pembunuhan
  • Tidak sebuah katapun dari Paus secara pribadi berpartisipasi di dalam perasaan sakit dan sedih
  • Tidak menyebut 6 juta korban tapi hanya berjuta-juta, bahkan
  • Paus tidak meminta maaf atas peristiwa Holokos tersebut

Beberapa tahun belakangan ini, telah ditemukan bukti-bukti yang kuat tentang keterlibatan Vatikan (sebagai negara ) dan gereja Roma Katolik (sebagai institusi agama) dengan gerakan Nazi-Hitler. Paus Benedict XVI sendiri sewaktu muda adalah anggota tentara Nazi. Seorang bisop Katolik beberapa bulan yang lalu pada wawancaranya menyatakan keraguannya tentang jumlah korban Holokos. Tidaklah mengherankan bila rabbi ini kecewa dengan penyataan Paus Benedict yang adalah kepala dari semua gereja-gereja Katolik.

Seorang pengamat sejarah dan doktrin Roma Katolik di dalam pembuktiannya mengenai keterlibatan Roma Katolik dan Vatikan dengan rajim Nazi menulis sebagai berikut:  Joseph Ratzinger, yang sekarang adalah Paus Benedict XVI, ketika ia masih bertugas sebagai penasehat tingkat tinggi untuk Paus Yohanes Paulus II, menyatakan bahwa  “ … pengalaman yang sangat menyakitan dari Shoah (Holokos) adalah perbuatan kejahatan di dalan nama sebuah ideology anti-Kristen, … memukul secara kasar iman Kristen yang berakar pada Abraham di dalam orang Israel,” dikutip dari “Ucapan selamat untuk Kardinal Ratzinger menjadi Paus yang baru”

Pengamat ini melanjutkan cerita dari apa yang ia temukan, tulisnya

”Bukti menunjukkan bahwa:

  1. Hirarki gereja Katolik, bertindak di bawah perintah Vatikan [kekuasaan politik atau negara], telah berperan penting di dalam pembuatan Hitler diktator Jerman.
  2. Setelah itu, hirarki Katolik aktif di dalam  pergerakan-pergerakan Nazi diluar Jerman, contohnya di [negara-negara] Balkan.
  3. Meskipun pada Yad Vashem [Museum Holokos di Israel], di tahun 2000, Paus Yohanes Paulus II menggambarkan Nazi sebagai ”sebuah ideologi yang tidak berke-elohiman”, Vatikan memerintahkan para Katolik Jerman untuk mengasihi, menghormati, mentaati dan melindungi para Nazi.

Dan beberapa penulis buku yang meneguhkan keterkaitan Vatikan dengan Nazi:

  • Hitler and the Vatican oleh Peter Godman
  • Hitler’s Pope oleh John Cornwelll
  • Hitlers Cross oleh Erwin W. Lutzer
  • The cost of discipleship oleh Dietrich Bonhoeffer
  • Bonhoeffer, oleh Eberhard Bethge

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Yahshua: ”Setialah Sampai Akhir!”


Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” Wahyu 22:12-13

Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk – ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, ketujuhnya adalah juga tujuh raja. (Wah 17:3,9-10)

Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.” Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yahshua / Yesus – perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.” ( 17:4-6,18 )

Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya (41 tahun 8 bulan) mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu. Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu. (17:12-13)

Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. Sebab Elohim telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya (17:16-17). Nubuatan ini berkata: ibu dari segal pelacur ini kelak dihancurkan oleh binatang yang ia tungganginya sendiri, atas kehendak YAHWEH

Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia. (17:14)

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Elohim.” (2:7)

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.” (2:8 )

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.” (2:17)

Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; (2:26)

Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. (3:5)

Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Elohim-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Elohim-Ku, nama kota Elohim-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Elohim-Ku, dan nama-Ku yang baru. (3:12)

Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. (3:21)

Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Elohim dan ia akan menjadi anak-Ku. (21:7)

Terambil dari kitab Wahyu, kitab nubuatan Akhir Jaman.

Urutan peristiwa: Sepuluh raja memerintah selama 41 tahun 8 bulan dibawah kepemimpinan ”Binatang”. Pada periode kepemimpinan tersebut akan terjadi dua peristiwa besar. Peristiwa pertama: Wanita Pelacur akan dimusnakan oleh Sepuluh raja tersebut. Menyusul peristiwa kedua: Mereka (10 raja dan ”Binatang”) akan berperang melawan Anak Domba, dan mereka kalah.

Para pemeran di atas:

  • Anak Domba – ini adalah Yahweh Yahshua Ha Meshiah
  • Jemaat-jemaat dari Anak Domba – ini adalah pengikut-pengikut Yahshua.
  • Wanita pelacur?
  • Binatang? (berkepala 7, bertanduk 10)
  • 7 raja? (dari 7 kepala)
  • 10 raja? (dari 10 tanduk)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog