Negara-negara Islam bergejolak; Tanda kebangkitan Islam atau kehancuran? Up-dated 19/8/2013.


Berita manca negara; Senjata RohaniQadhafi telah tumbang, oleh kekuatan NATO,  PM Rusia V. Putin (sekarang jadi president lagi) menyebut serangan tersebut sebagai “Panggilan perang Crusade.” Mubarak ditumbangkan Mohammad Morsi dari Muslim Brotherhood, Setahun kemudian Morsi ditumbangkan oleh rakyat Mesir. Sekarang giliran president Syria, Assad dicoba untuk disingkirkan. Perang di Syria ini jelas memecah Islam Sunni dengan Islam Shia. Dapatkah demokrasi Barat dianut oleh negar Islam? Baca: Negara-negara Islam menuju Demokrasi?

Selama bulan Ramadan 2013 saja korban jiwa mencapai 1651 jiwa, akitab konflik antara Islam dan melukai 3048 lainnya. Setelah Ramadan, di Mesir saja pada Rabu 14/8 bentrokkan antara tentara dengan pengikut Muslim Brotherhood menewaskan sedikitnya 600 jiwa dan diikuti 173 jiwa lainnya setelah sembayang Jumat 16/8.

Syria: Juni 2012 ini Jalan Arab telah berubah menjadi perang agama: Sunni (pemberontak degan nama Free Syrian Army; FSA) lawan Shia (pemerintah al-Assad). Korban di kedua belah pihak telah mencapai 10.000 jiwa, tidak terhitung kerugian ekonomi. Guardian.co.uk melaporkan bahwa para activist HAM menyatakan aksi militer kepada Jalan Arab Rabu minggu ini sebagai “pembantaian.” Mereka memperkirakan 100 orang terbunuh, oleh karena militer menembaki para Jalan Arab, yang terjadi di sebuah mesjid, yang dipakai sebagai pusat anti-pemerintah – juga terjadi di negara Islam lainnya.  Saksi mata mengatakan bahwa tentara melarang ambulan untuk membantu yang terluka. Lebih dari 300 pemerotes telah ditahan. Slogan Jalan Arab di Syria: “Allah, Syria, Kebebasan.” Hari Jumat setelah sembayang, pemimpin demo berharap lebih banyak orang turun ke jalan. Pemerintah Syria membunuh 200 tentara di Jisr al-Shoughour pada Juni ini karena menolak perintah untuk menembaki para demontran. Korban jiwa terhitung tanggal 15 September 2011 telah mencapai 2600 jiwa. Barat masih tetap berdiam diri. Dikuatirkan perang sipil akan timbul di Syria.

Oman: Senin, 17/01/2011, 200 orang turun kejalan melawan korupsi dan harga-harga makanan yang tinggi dengan slogan: ”Naiknya harga-harga telah menghancurkan mimpi-mimpi masyarakat umum.” Pemimpin Oman, Sultan Qaboos bin Said (memerintah sejak 1970) pada pertengahan Pebuari telah meningkatkan gaji pekerja (untuk sektor pribadi) menjadi 43% (menjadi 520 USD/bulan), namun demontrasi terus berlangsung, dan semakin besar. Tgl 27 Pebuari pihak rumah sakit mengatakan 6 meninggal setelah polisi melepaskan peluru karet. Para Jalan Arab di Oman ini sekarang juga menuntut reformasi politik, selain kenaikkan gaji.

Iran: Senin 14 Pebuari ratusan ribu demontran membanjiri pusat kota Tehran, yang dibalas dengan pukulan dan gas air-mata. Dua pemimpin demo ditahan. Pihak oposisi menyatakan lebih dari 80 teman mereka meninggal, sementara pemerintah hanya mengatakan 30 jiwa.

Libya: 25/3. Qadhafi masih dihujani roket oleh pasukan Sekutu, yang sejak kemarin kepemimpinan diambil alih oleh NATO dari USA. Negara UAE (Emirat Arab) turut mengirim 12 kapal terbangnya membantu Sekutu. Tanggal 22 September, ibukota Tripoli jatuh ketangan para pemberontak, setelah pasukkan NATO menghujani roket-roket ke pertahanan Qaddafi, membuka jalan bagi pasukan pemberontak.

Senin, 28 Pebuari, President Qaddafi diwawancarai oleh tiga jurnalist. Ia berkata bahwa para pemimpin Barat telah menghianati dirinya. Al-Qaida adalah sumber kekuatan Jalan Arab di Libya.

Tunisia: Diawali dengan matinya seorang pemuda yang membakar dirinya sendiri, telah mengakibatkan demontrasi massal yang meruntuhkan tatatan pemerintahan negaraTunisia yang dipimpin oleh Zine Ben Ali (23 tahun) di tanggal 14 Januari 2011. Korban jiwa 78 orang dan 33 keluarga dekat Ben Ali ditahan oleh pemerintahan yang baru.

Mesir: Meniru keberhasilan kekuatan rakyak Tunisia, orang-orang Mesir juga turun kejalan. Demontrasi massal yang baru berjalan 7 hari (berawal 25 Januari) sekarang telah menelan korban lebih dari 100 jiwa. Puluhan narapidana anggota Islam fanatic “Islam Brotherhood” telah melarikan diri dari penjara dan sekarang bergabung untuk menggulingkan President  Hosni Mubarak. Organisasi Islam Brotherhood merupakan organisasi Islam yang mengasasinasi president Anwar Sadat di hari parade militer, oleh sebab ia mengadakan perjanjian damai dengan Israel. Dan penggantinya, Hosni Mubarak, sejak itu secara militer dan hukum melarang kegiatan organisasi ini beroperasi di Mesir. Organisasi ini juga salah satu motor dari ”aksi sosial” membuka blokade Israel atas laut Gaza melalui kapal frotila berbendera Turky. Mubarak telah mendapat hukuman seumur hidup, tapi kelompok tertentu tidak puas dgn putusan hakim, sehingga sampai hari ini kerusuhan tetap terjadi; 7 Juni 2012.

Libanon: Terpilihnya Najib Mikat , PM yang baru, dukungan Hezbollah (organisasi Islam Shiah, yang dipercayai kepanjangan dari kaki-tangan negara Islam Iran di Libanon) tidak saja menguatirkan orang-orang Kristen Libanon, namun lebih lagi tidak dapat diterima oleh Islam Sunni Libanon.

Yaman: 25/3. Pertengahan Maret, para Jalan Arab yang tidak bersenjata ditembaki oleh penembak rahasia. Mengapa aksi militer Sekutu tidak cepat dilakukan di sini? Sementara Jalan Arab yang bersenjata di Libya ditolong (kekuatan militer langsung dan persenjataan) dengan segera? Munkin karena alasan tambang minyak. #. Demontrasi juga mulai merebak menentang president Ali Abullah Saleh, yang dituduh oleh para Islam fanatik sebagai teman penting USA untuk memerangi al-Qaida di negara Yaman dan di Timur Tengah. Mr. Saleh telah tumbang, namun kelompok fanatik Islam masih hadir, awal Juni 2012 pemerintah Yaman berhasil membunuh 23 militan Al-Qaida.

Para pemimpin keamanan negara Timur Tengah dan Israel mengatakan bahwa gejolak demonstrasi massal menumbangkan para president yang sedang terjadi di atas adalah pekerjaan para pemimpin agama Islam, atau sedikitnya mengambil keuntungan politik dari para demontrasi yang mengatas namakan kemiskinan dan susahnya lapangan pekerjaan untuk kaum muda.  ”Mereka (para Islam) memprovokasi protes-protes dibelakang layar,” kata seorang petugas keamanan Mesir.

Kekuatiran tumbangnya pemerintahan negara di atas dikabarkan telah juga berjangkit ke Algeria, Yordania, Maroko, Bahrain, dan Libya. Sejauh ini Pemimpin Arab Saudi belum terjamah oleh tangan para Islam fanatik. Para Pemimpin dunia Arab sedang mengalami guncangan yang besar.

Pada satu sisi, nampaknya para pemimpin agama Islam setempat tidak puas dengan para pemimpin negara mereka, yang juga adalah Islam. Mungkin mereka memandang para pemimpin negara mereka kurang fanatik dibanding president Iran, sama seperti para pemimpin Hamas memandang pemimpin resmi Palestina, Mahmoad Abbas (Fatah). Mereka menuduh para pemimpin negara tersebut sebagai sekutu dari Barat, khususnya USA.

Pada sisi lainnya, negara-negara yang sedang digoncang tersebut sudah lama dikenal sebagai negara Islam penganiaya orang-orang Kristen. Algeria misalnya, beberapa bulan lalu puluhan orang Kristen luar negeri diusir keluar dengan tuduhan “melakukan pekerjaan misi Kristen” dan orang asli Algeria ditangkapi dan dipenjara jika ketahuan mengunjungi ibadah Kristen orang asing dan melakukan Pendalaman Alkitab. Pemerintah Mesir turut mendukung aksi pelanggaran HAM para Islam fanatik menganiaya orang Kristen Koptik Mesir.  Pada tutup tahun 2010 puluhan meninggal dunia oleh ledakan dasyat dari sebuah bom mobil yang ditaruh di depan gedung gereja. Pemerintah Mesir tidak mengambil tindakan yang cukup untuk membela rakyatnya sendiri yang minoritas ini, bahkan memberi dukungan moril terbukti dari pengakuan beberapa orang yang ditahan pemerintah atas peristiwa penganiayaan tersebut: mereka diperlakukan dengan sangat baik dipenjara layaknya seperit pahlawan bangsa.

Jadi sesungguhnya aksi perubuhan kekuasaan para president (para Islam memanggil mereka sebagai “rejim, diktator“) di atas bukanlah kurang fanatik, tetapi penyebab utamanya ialah generasi muda (60% dari populasi) yang tidak mendapat lapangan pekerjaan. Dan ditambah “masalah” bertumbuhnya Kekristenan yang sangat pesat – di Afrika saja 6 juta Muslim per tahun pindah ke Kristen – meskipun di bayangi oleh aniaya fisik yang berat (baik untuk orang Kristen terlebih mereka yang pindah dari agama Islam).

Menurut Anda, apakah bergejolaknya negara-negara Islam di Afrika Utara dan sekitarnya ini merupakan tanda kebangkitan agama Islam atau keruntuhan agama Islam?

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Bantuan Gaza flotilla: Activists atau Extremists?


Peristiwa bentrokan fisik antara Aktivis Flotilla dengan tentara Israel membuat dunia panas kembali. Russia TV (RT) membuka tele-debat kedua pajabat Kementerian Luar Negeri (KLN) Israel dan Palestina: Gaza Aid Flotilla debate: Activists or Extremists?

Dari debat ini Jurubicara KLN Israel menyatkan bahwa dari konvoi kapal bantuan untuk Gaza tersebut, empat kapal bersedia untuk berlabuh di Ahydot (dekat utara Gaza), namun sebuah kapal yang bernama Mavi Marmara, dimana bentrokan yang menelan 9  korban jiwa ini terjadi, tidak bersedia. Karena memang tujuan mereka adalah jihad dan bukan bantuan kemanusiaan.

Bentrokan fisik di kapal Mavi Marmara dapat dilihat videonya di sini.

WND.com dalam laporannya tertangga 2 Juni mendaftarkan beberapa nama aktivist  bantuan kemanusian yang berkaitan dengan kelompok extremist Islam:

  • Salah satu penumpang kapal ialah Father Hilarion Capucci, bekas Uskup Agung Yunani Melkite di Yerusalem, yang dimasa lalu pernah ditahan oleh Israel karena menggunakan mobil gerejanya untuk menyelundupkan bahan-bahan ledak, senjata-senjata api dan roket-roket katyusha kedalam Israel untuk PLO (Organisasi Pembebasan Palestina). Ia dibebaskan setelah sebuah permohonan datang dari Vatikan.
  • Penumpang lainnya ialah Sheik Raed Salah, kepala dari cabang utara Islamic Movement. Ia baru saja dilepaskan dari penjara Israel setelah terbukti mengumpulkan dana untuk Hamas. Ia sangat erat hubungannya dengan Hamas dan kelompok terrorits jihad Islam dukungan Iran.
  • Yayasan untuk Hak-hak Kemanusian dan Kebebasan dan Bantuan Kemanusian yang berkantor di Turkey atau IHH, yang adalah pengorganisasi dari konvoi kapal flotilla ini, ”telah mengakui secara terbuka mempunyai hubungan dengan Islamic Brotherhood Mesir [badan ini telah lama terlarang di Mesir sejak terbunuhnya president  Anwar Sadat] dan Hamas, dan telah ada sebagai aktor pusat dari pencarian dana dan mendanai terror untuk Hamas diseluruh dunia,” kata Duta Besar Israel untuk Geneva, Aharon Leshno Yaar kemarin [01/06].
  • Yayasan IHH ini digambarkan sebagai sebuah garis depan untuk pencarian dana para organisasi terrorist dan mengirim para pejuang ke negara-negara seperti Afganistan, Bosnia dan Chechnya,  tulis Evan Kohlmann , seorang ahli counter- terrorism  dari the Danish Institute for International Studies pada laporannya di tahun 2006.

Laporan hampir sejenis di atas juga terdapat di Times: Turkish charity that sent aid convoy to Gaza ‘has links to terrorism’. Times, pada laporan yang sama itu, mengutip dari surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, beberapa petugas keamaan [Israel] percaya  adanya sebuah hubungan antara kapal tersebut, yang dibeli untuk IHH, dan Turkey’s ruling Justice and Development Party (AK). Mawi Marmara terpaksa dibeli dari pengumpulan dana dengan haraga €900,000 (£750,000), sebab tidak ada perusahaan perkapalan yang berani menyewakan.

Seorang pembicara dari IHH, dengan nama Vahdettin Kaygan menolak bahwa organisasinya terlibat dengan kelompok-kelmpok terrorist.

  • Penumpang  lainnya ialah Amir Abu Rashed, 43 tahun, adalah seorang pemimpin jaringan terrorist Global Muslim Brotherhood (GMB) di Nederland. Dia memperkenalkan dirinya di media Nederland dan lainnya sebagai sebuah “activist hak-hak asasi manusia,” tulis Israel National News.com. (INN.com). Ia memakai pasport Nederland di kapal ini.

Media INN.com menulis: Dari laporan Daily Report GMB sendiri (hari Selasa),  Abu Rashed – juga dikenal sebagai Amin Abu Ibrahim – adalah “satu dari pemimpin pengurus flotilla Gaza tersebut.” dan “tulisan-tulisan sebelumnya telah menerangkan besarnya partisipasi dari GMB di dalam flotilla Gaza ini, Jurnalis Al Jazeera berlatar belakang GMB melaporkan dari kapal Turkey telah terlibat di dalam pertarungan, dan GMB bermaksud mengirim flotilla lainnya ke Gaza.”

Tertulis juga bahwa 40 orang yang ditahan tidak memiliki surat-surat pribadi namum membawa ribuan dollar cash, yang diduga sebagai pembayaran dari keterlibatan mereka.

Nama Abu Rashed juga ditemukan di USA pada organisasi kemanusian Holy Land Foundation berkantor di Texas, sebuah group yang telah menggumpulkan uang untuk Hamas.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Israel, Yigal Valmor, dalam respontnya terhadap kapal-kapal bantuan untuk Gaza ini sebagai berikut: “Sementara mereka telah membungkus mereka sendiri  dalam sebuah mantel humanitarian, mereka membawa serta propaganda politik dan bukan dalam bantuan pro-Palestina.”

Para aktivis meneriakkan slogan-slogan perang anti–Israel

Sebuah laporan  Al Jazeera [Media Islam internasional] sehari sebelum bentrokan diterjemahkan oleh the Palestinian Media Watch telah merekam  pria-pria di kapal menyeru-nyerukan “[Ingat] Khaibar, Khaibar, oh Yahudi-yahudi! Tentara Muhammad akan kembali!”

Slogan ini sering digunakan oleh Hamas pada waktu turun kejalan di West Bank dan Gaza. Khaibar adalah  sebuah nama desa Yahudi terakhir yang ditaklukan oleh nabi Islam Muhammad di tahun 628.

Al Jazeera juga telah mewancarai seorang wanita di kapal tersebut  yang berkata target para partisipant  adalah satu dari dua akhir yang menyenangkan: “entah mati sahid atau menjangkau Gaza.” Hal ini dikuatkan oleh pernyataan pemimpin dari salah satu kapal tersebut, ”ingin mati sebagai sahid-sahid lebih dari pada menjangkau Gaza,” menurut Hamas televisi.

Surat kabar lainnya menulis bahwa 40 orang aktivist tidak punya surat-surat jati diri di atas telah berhubungan dengan organisasi-organisasi Islam terrorist, termasuk Al Qaida, laporan ini menulis

Barang-barang yang ditemukan yang tidak berkaitan dengan bantuan kemanusiaan: sejumlah pisau, pipa besi, katapel dengan batu-batunya, granat bius, baju tahan peluru, kedok gas, peralatan untuk melihat dikegelapan. dan sekitar 100 orang membawa uang tunai masing-masing 10 ribu USD (total  1 juta USD), TimeOnline melaporkan.

PM Benyamin Netanyahu berkata pada pertemuan yang penting dengan kabinit pertahanannya blokade [laut] tetap harus dijaga untuk menghindari senjata-senjata terjangkau dari para terrorist, ”Membuka rute laut ke Gaza akan menghadirkan sebuah bahaya besar pada keamanan rakyat kita.”

Para pemimpin dunia dihadapkan pada masalah yang sangat alot. Konflik  ”bantuan Gaza” ini terjadi di laut internasional, bukan di perairan Gaza (meskipun Hamas belum diakui sebagai negara merdeka di hukum Internasional), artinya Israel mengajak dunia Internasional melihat peristiwa ini dalam kontek ”Hukum Internasional!” Artinya, jika hal itu terjadi pada negara mereka sendiri, atau, jika mereka ada sebagai negara Israel ditempatkan dalam posisi tersebut, apa yang mereka akan lakukan? Dapatkah mereka melakukan pekerjaan yang lebih baik dan lebih lembut dari negara Israel?

Seorang pensiunan Jenderal Israel pada wawancaranya dengan WND.com Radio berjudul  “Hypocrisy, hypocrisy, hypocrisy”

menyatakan: ” … Mesir dan Israel telah berkata bersama dengan keras … kita tidak akan ijinkan … apa yang mereka sebut humanitarian …”

Dalam kasus ini , Pemerintah  dan bangsa  Indonesia saya pikir lebih mengerti di banding banyak negara lainnya, sebab Indonesia telah mengalami hal serupa terhadap Gerakan Aceh Merdeka.  Tahun-tahun sebelum dan sesudah Tsunami, negara-negara menghormati kedaulatan negara Indonesia dengan tidak memasuki perairan, dan juga daratan,  Indonesia ke Aceh tanpa seijin pemerintah Indonesia.

WND membuat sebuah poll tentang ini,  silahkan berpartisipasi!

Setiap korban jiwa adalah sesuatu yang menyedihkan, siapapun korbanya. Harapan saya, dan doa saya selalu, semoga setiap kita banyak berdoa dan berjaga-jaga sebelum terlibat di dalam suatu aktivitas, apapun namanya, sebab sering kali orang-orang tertentu mengendalikan dan mencoba mempengaruhi orang-orang yang polos dan baik hati untuk berjuang demi kepentingan mereka sendiri, sedihnya itu sering kali dilakukan di dalam nama “hak asasi” bahkan di dalam nama “Yang Mahakudus.”

Berilah saya sedikit waktu lagi menjelaskan mengapa saya menulis “Hello Pengkut Yahshua (Yesus/ Isa) ingatlah” pada awal weblog Senjata Rohani ini, tepatnya, weblog ini terlahir oleh karena isi dari judul tersebut. Saya bermimpi tiga kali dalam kurun waktu setahun, bahwa banjir darah dan kehancuran akan terjadi di dalam nama “Allah” … saya sangat susah untuk meneruskan cerita ini, sangat sedih ….  singkatnya dalam  mimpi-mimpi tersebut saya melihat banyak sekali para pemuda Muslim  semuanya berbaju hitam sedang latihan bela diri dan bersenjata, dilain kesempatan mereka merebut sebuah kantor surat kabar dan merubah  isi surat kabar menjadi berita propagandanya. 15 tahun telah lewat, dalam  beberapa tahun terakhir ini dalam studi saya,  saya dapatkan bahwa penyalah gunaan pemakaian  nama Allah dan God tidak hanya dilakukan oleh para pemimpin Islam saja, tapi juga …. kelak oleh para pemimpin Katolik (seperti telah terjadi di lebih dari 10 peristiwa Crusade (Jihad dalam Islam) besar selama periode yang sangat panjang). Ingat raja Daud? Sekalipun ia memiliki hati yang murni dan kasih yang besar kepada YAHWEH, Elohimnya. Ketika ia ingin membangun Bait Elohim, ia ditolak! Mengapa? Elohim berkata “Tanganmu telah menumpahkan banyak darah.” Sekalipun semuanya itu ia lakukan untuk menumpas orang-orang yang menghina Elohim. Nah bayangkan jika Anda membunuh hanya dasar perintah manusia semata (pemimpin agama). Anda mengerti maksud saya?

YAHWEH tahu siapa saya, betapa saya mengasihi setiap orang Muslim dan Katolik, Dia ingin setiap kalian bersih dari jalan-jalan yang salah dan Ia selalu berusaha menghindari kalian dari jebakan-jebakan manusia, Dia sangat rindu untuk setiap kalian masuk kedalam kemuliaan-Nya yang besar, menikmati kasih-Nya dan kerajaan-Nya yang  tidak berkesudahan. YAHWEH dekat kepada orang-orang yang mencari Dia.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kurdistan: Bangsa Tanpa Negara


Berapa banyak dari orang Indonesia yang tahu dimana letak Kurdistan atau pernah mendengar nama ”Kurdistan” sebelum membaca artikel ini? Suku bangsa yang tinggal di wilayah Kurdistan ini disebut Kurdi. Secara politik Negara Kurdistan (sampai saat ini) bisa dikatakan sama dengan Negara Israel (dari 723 BC sampai 1948 AD) – tanpa negara. Bangsa Kurdi terjajah dan terbuang dari tanah air mereka sendiri. Sampai sekarang sebagian besar tanah mereka masih dimiliki oleh negara-negara tetangga mereka. Kehadiran mereka sebagai suatu bangsa yang bernegara belumlah diakui oleh negara-negara tetangga mereka. Menurut K.N. Jamili, suku Kurdistan ini merupakan kelompok etnik keempat terbesar di Timur Tengah, setelah Arab, Persia dan Turky. Setelah suku Kurdi lalu Iran, Iraq dan Syria. Jumlah mereka sekitar 40 juta orang, dan … tanpa memiliki negara pemerintahan!

Mereka memiliki bahasa dan budaya sendiri. Dari jarak empat ratus meter pembaca akan dapat mengenali dengan mudah seorang pria Kurdi hanya dengan melihat celana panjang yang dipakainya. Alkitab mencatat empat nama kota di jantung wilayah Kurdistan:  Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu. (Kej 10:11-12). Dari ayat ini nampak bahwa nama kuno Kurdistan ialah Asyur. Dari peta-peta ini nampak bahwa Turky (43%), Iran (31%), Irak (18%), Syria (6%) membagi-bagi tanah orang Kurdi untuk mereka sendiri. Lihat peta. Garis-garis hitam pada peta ialah batas negara.   Perlu diingat bahwa mayoritas orang Kurdi beragama sama dengan negara-negara tetangga mereka, yakni Islam Suuni, dan sebagian kecil Islam Sufi. Dalam hal bangsa Kurdi ini kesamaan agama tidak mencamin persahabatan dengan negara-negara tetangganya. Dan bahkan dunia Internasional tidak perduli dengan bangsa yang tertindas ini. Tetapi jika aktivis Hamas diserang balik oleh Israel, seluruh dunia Islam ramai membuka mulut. Ada sesuatu yang salah di sini!

Ini beberapa contoh bagaimana tetangga Kurdistan menekan bangsa Kurdi dan tidak ingin orang Kurdi merdeka:

  • Di Turky: sampai tahun 1991 adalah kejahatan hukum bagi orang Kurdi berbicara dengan bahasa mereka sendiri sekalipun bukan di tempat umum. Sampai sekarang bahasa ini masih terlarang untuk dipakai secara umum. Beberapa tahun lalu, tentara Turky memasuki Irak Utara (Kurdistan Selatan) untuk memburu ’para terrorist’ Kurdi. PBB tutup mata.
  • Di Iran: orang-orang Kurdi tidak boleh memakai nama Kurdi mereka. Banyak dari mereka yang digantung dan masih mendekam dalam penjara oleh karena masalah kemerdekaan ini. Arab tutup mata, termasuk Barat.
  • Di Irak: Saddam Hussein mencoba memusnakan empat juta Kurdi-Irak. 300.000 (tiga ratus ribu) orang ’hilang’ antara 1983-1987. 4000 (empat ribu) desa orang Kurdi diracuni secara serempak,  membunuh 100.000 (seratu ribu) tambahan jiwa. Menebangi pohon-pohon mereka dan menghancurkan infratruktur mereka: rumah sakit, listrik, saluran air, dsb. Siapa yang perduli? NGO-NGO Kristen tentunya; kasih dan perhatian yang sama pada peristiwa Tsunami Aceh.

Dari dua contoh di atas (dan tentunya ribuan lainnya) bagaimana NGO-NGO Kristen menolong bangsa-bangsa yang beragama Islam yang tertimpa malapetaka, membuktikan bahwa Kuran salah! Orang Kristen TIDAK pernah terbukti MEMBENCI orang Muslim!!

Sekarang kita lihat kepada catatan Alkitab. Kejayaan Asyur (Kurdistan Kuno) sudah dikenal sejak 2700 tahun yang lalu, banyak bangsa ditaklukan oleh Asyur:  Damaskus; Syria (732), Tyre; Libanon (723 BC) dan Yehuda; Israel (701), juga Sidon; Libanon (677). Raja Asyurlah yang membawa bangsa Israel keluar dari tanah mereka, Kanaan, dan kemudian mengisinya dengan berbagai suku bangsa dari negara-negara yang dijajahnya (lihat peta!). Informasi lebih detil dan bukti-bukti firman Elohim tentang ini dapat di baca di ”Tanah Kanaan/ Israel/ Palestina dan kota Yerusalem milik siapa sebenarnya?” Apakah kondisi Kurdistan selama ratusan tahun belakangan ini adalah sebuah tuaian dari apa yang nenek moyang mereka telah tabur pada bangsa Israel, hanya Elohim yang bisa jawab dengan benar. Tepatnya Alkitab menelus bahwa Asyur dipakai Elohim saat itu sebagai cambuk dan tongkat-Nya untuk memurnikan Israel (Yes 10:5-6), yang menjadi masalah ialah Asyur bertindak diluar batas dari apa yang Elohim perintahkan kepadanya. Sehingga Asyur pun, dinubuatkan, akan dihukum. Alkitab berkata ”Tetapi apabila YAHWEH telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di gunung Sion dan di Yerusalem, maka Ia akan menghukum perbuatan ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong. (Isa 10:12)- baca ayat 13 dan 14.

Bukan tugas manusia menghakimi sesamannya, sekalipun ada kemungkinan Elohim memakai suatu bangsa untuk menghukum bangsa lainnya seperti contoh di atas, namun perlu diingat bahwa kemarahan YAHWEH itu tidak selamanya, dan tujuan Ia menghukum bukanlah untuk menghancurkan tapi untuk menyempurnakan. Kebaikan hati-Nya ini bisa di lihat pada Yes 8:23 dan 9:1 (9:1-2 in English). Dengan kata lain, jika YAHWEH telah mengangkat hukuman-Nya terhadap suatu bangsa yang berontak kepada-Nya, bangsa yang dipakai sebagai cambuk dan tongkat-Nya haruslah berhenti menindas bangsa yang terhukum tersebut, jika tidak, maka Elohim sendiri akan menghukum si negara penghukum tersebut.

Hukuman YAHWEH atas negara Israel telah selesai, lahirnya kembali negara Israel (1948) adalah penggenapan nubuatan nabi-nabi. Jadi jika masih ada negara yang masih terus ingin menghukum Israel, negara tersebut sesungguhnya sedang melawan YAHWEH.

Hukuman atas Asyur (Kurdistan) pun sudah selesai,  Alkitab berkata: Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. …ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari … (Pkb 3:1-4)

Saatnya sekarang Elohim YAHWEH memulihkan Kurdistan seperti janji-Nya melalui nabi Yesaya: Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping  Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, yang diberkati oleh YAHWEH semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.” (Yes 19:23-25)

Ayat ini berkata bahwa Israel bukan saja akan berdamai dengan Mesir dan Asyur, lebih dari itu Israel akan menjadi pendamai untuk keduanya!

YAHWEH mengasihi semua bangsa, termasuk Anda bangsa Kurdi, sebab Anda juga adalah ciptaan tangan-Nya. YAHWEH kiranya melihat air mata dan jeritan penderitaan Anda. Dan kiranya Dia mematahkan beban-beban berat di bahumu yang telah ditaruh oleh para tetanggamu. Lihatlah ke atas, bangkitlah dari perkabunganmu, sebab Dia sudah mendengar doa-doamu. Amin!

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Terrorist memperkosa untuk merecruit pembom bunuh diri


Samira Ahmed Hassim, (51 tahun), dikenal sebagai “Ibu dari Orang-orang Percaya” telah ditangkap karena ia terlibat didalam lingkaran para terrorist yang menggunakan pemerkosaan sebagai suatu cara “mempengaruhi” wanita-wanita muda menjadi pembom-pembom bunuh diri, demikian laporan dari sebuah video yang di keluarkan Selasa oleh Polisi Irak. Ibu ini terlibat didalam sebuah jaringan organisasi terrorist Ansar al-Sunnah. Alasan merecruit wanita ialah karena lebih mudah untuk wanita menyembunyikan bahan-bahan peledak di dalam baju mereka dibanding untuk pria.

Pengakuannya kepada Associated Press di penjara: lusinan wanita-wanita muda yang telah ditangkap dan diperkosa oleh jaringan terrorist ini dikirim kepada “Ibu dari Orang-orang Percaya” ini. Tugas ibu ini adalah memperngaruhi para wanita muda korban pemerkosaan ini untuk “menebus dosa mereka” – keluar dari citra diri yang buruk dan malu – dengan jalan menjadi pembom bunuh diri untuk agama mereka, atau akan berhadapan dengan hukum Islam.

Menurut jurubicara militer irak, Maijen Qassim al-Moussawi, Samira A. Hassim telah berhasil menyakinkan 80 wanita muda.

Al Qaeda juga mempergunakan perkosaan untuk menarik para pria menjadi pembom bunuh diri, laporan, menurut koran Inggris, The Sun. Pria-pria muda (16-19 tahun) ini dipojokan dengan “stigma sosial yang berat (dilabelkan sebagai orang homo) dan ketakutan teraniaya oleh masyarakat karena label tersebut”, hal-hal ini akan membuat mereka mudah ditarik menjadi pembom-pembom bunuh diri, laporan ini menambahkan.

Sumber lainnya, Ennahar Online sebuah situs Algeria melaporkan bahwa pemuda berumur 22 tahun yang terbunuh di dalam pencobaan pemboman pada sebuah instalasi keamanan Algeria bulan lalu ditemukan pada tubuhnya bekas-bekas perkosaan.

Pelanggaran-pelanggaran pemerkosaan dan hubungan homosex keduanya akan menghadapi hukuman mati di bawah hukum Islam Sharia.

CNN melaporkan bahwa Selasa malam bom meledak di Punyab Selatan, Pakistan menewaskan 24 orang dan melukai 50 lainnya. Ini terjadi ketika kira-kira 600 penganut Shia Muslim berjalan menuju sebuah mesjid untuk memperingati hari ke empat puluh Muharram. Serangan bom Sunni atas orang Shia pada saat perayaan Shia Muslim sering terjadi di Pakistan dan di Irak.

Catatan dari saya: Peristiwa di atas tentu hal yang sangat-sangat menyedihkan. Pememperkosaan itu sendiri adalah perbuatan yang jahat dan tidak dibenarkan baik oleh agama maupun hukum sipil, apalagi bila korbanya adalarh anak-anak muda. Terlebih lagi memperkosa anak-anak muda dan kemudian menuduh mereka sebagai pelanggar aturan agama dan hukum sipil, ini adalah kejahatan tingkat tinggi.

Namun yang lebih jahat dari kedua hal tersebut – memperkosa dan menuduh – alah 1. Memakai kedua tindakan jahat ini untuk menjadikan para korban tersebut sebagai pembunuh orang lain dan diri mereka sendiri demi perjuangan ideologi agama para pemerkosa mereka. 2. Menyesatkan para korban ini dengan memberi pemikiran kepada mereka bahwa membunuh adalah jalan keluar dari ”dosa sex mereka” sebagai jalan yang suci dan dibenarkan agama.

Ini adalah tantangan besar bagi organisasi-organisasi kemanusia (HAM, kebutuhan pokok dan kesehatan). Menyuplai kebutuhan pokok itu penting, namun itu akan menjadi sia-sia jika sumber masalahnya (terrorisms, pelanggaran HAM) tidak dipangkas, dan masyarakat tidak dididik tentang Kebenaran dan nilai-nilai kehidupan.

Hendaklah kita berdoa untuk generasi muda di Timur Tengah dan di Asia agar mereka dapat menikmati hidup keremajaan mereka dengan indah dan benar sehingga dari mulut mereka boleh keluar puji-pujian dan kata-kata pengagungan untuk Pencipta mereka. Di dalam nama Adonai Yahshua Ha Mashiah dan kekuatan Roh Kudus-Nya kita membebaskan mereka dari tipuan Iblis dan dari belenggu-belenggu si jahat. Ingatlah mereka di dalam doa-doa Anda.

Ya YAHWEH, Yahweh kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.  Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. (Mazmur 8:1-2)

Referensi:

Terrorists Rape to Recruit Suicide Bombers

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Daftar negara penganiaya Kristen 2009


Organisasi Open Doors pada survey terbarunya ”World Watch List January 2009” mendapatkan bahwa negara-negar Islam menempatkan posisi separuh dari 10 negara-negra penganiaya terburuk terhadap orang-orang Kristen. Korea Utara (1), lalu menyusul Arab Saudi (2), Iran (3), Afganistan (4), Somalia (5), Maldives (6), Yemen (7), Laos, (8), Eritrea (9), Uzbekistan (10). Bhutan (11), China (12), Pakistan (13), Turkmenistan (14), Comoros (15), Irak (16), Qatar (17), Mauritania (18), Ageria (19), Chechnya (20). Katagori buruknya penganiayaan: Aniaya yang sangat buruk: no. 1;  Tekanan: no. 2 sampai 7; Pembatasan (kebebasan) yang sangat buruk: no. 8 sampai 27.

Peta Timur Tengah dan sekitarnyaDari dua puluh negara di atas: Korea Utara dan RRC adalah negara Komunis; Laos dan Bhutan mayoritas penduduknya adalah beragama Buddha; dan 16 negara sisanya mayoritas beragama Islam. Frofil negara-negara bisa dilihat pada CIA the World Factbook

RRC kali ini turun dari urutan 10 pada Januari 2008 ke 12. Indonesia menempati urutan ke 41.

Questionnaire dari The World Watch List di buat secara khusus yang terdiri dari 50 pertanyaan yang meliputi macam-macam aspek kebebasan beragama, setiap pertanyaan mempunyai nilai. Nilai terbanyak menggambarkan penganiaya terburuk terhadap orang-orang Kristen.

Pertanyaan yang diberikan diantaranya:

  • Apakah negara memiliki hukum yang menyediakan kebebasan-kebebasan beragama?
  • Apakah legal untuk menjadi orang Kristen?
  • Apakah orang Kristen dibunuh / dipenjarakan karena iman mereka?
  • Apakah tulisan-tulisan Kristen dilarang beredar?
  • Apakah tempat-tempat pertemuan Kristen (gereja, rumah) diserang untuk alasan-alasan keagamaan?

Di Republik Rakyat China (RRC) menurut laporan Opend Doors, 1949 Presiden Mau Zedong mengusir para missionary dan membunuh orang-orang Kristen, penganiayayan berat dari pemerintah lokal kepada orang Kristen masih suka terjadi di RRC, sampai sekarang pemimpin-pemimpin gereja rumah masih ditangkapi.

Apakah aniaya kepada orang Kristen yang terus-menerus ini mematikan ajaran Kristen di negara-negara yang bersangkutan? Laporan Open Doors tentang RRC berkata:

  • 60 tahun lalu terdapat 750 000 Kristen percaya Alkitab (lahir baru)
  • 30 tahun lalu menjadi 3 000 000 (tiga juta) orang Kristen lahir baru
  • Sekarang ini diperkirakan ada 60-80 juta orang Kristen lahir baru.

Mereka dikenal sebagai orang Kristen bawah tanah, tidak terdaftar di pemerintah Komunis. Lihat Video clipnya: World Watch China

Benua Afrika: seorang Imam Muslim dari Libia, Sheikh Ahmad al Katani, pada wawancara TV Al Jazeera mengatakan bahwa setiap tahunnya ada 6 000 000 (enam juta) orang Muslim menjadi orang Kristen. Laporan lengkap baca di sini

Kesaksian fundamental Muslim Iran (anggota Hezbollah) mengapa ia pindah ke Kristianity

  • Part 1. “Yahshua datang menolong saya, bukan Muhammad.”
  • Part 2. “Yahshua datang dan berkata Aku mengampuni dosa-dosamu.”

Bacaan terkait:

Referensi:

Open Doors World Watch List 2009

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog


Raja Saudi membuka konferensi kebebasan beragama di PBB


13 Nofember, 2008. Pemimpin-pemimpin dunia bertemu untuk bicara toleransi beragama di kantor pusat PBB. Konferensi ini dibiayai oleh Saudi Arabia, sebuah negara yang hanya mengijinkan sebuah aliran Islam tertentu.

Direktur Timur Tengah untuk Pengawas Hak-hak Asasi Manusia, Sarah Leah Whitson, menanggapi pertemuan ini, “Tidak ada kebebasan beragama di Arab Saudi, namun raja (Saudi) meminta dunia untuk mendengar pesan toleransi beragama tersebut. Australian.news.com

Foxnews (video) juga terheran-heran, “Bagaimana negara yang sungguh zero toleransi terhadap toleransi beragama dapat mengadakan pertemuan ini, terlebih lagi di gedung PBB?

Kairo, 14 Januari 2008. ANHRI (Arabic Network for Human Rights Information) melaporkan bahwa  Hamoud bin Saleh seorang bloger Kristen Saudi dipenjarakan pada tahun 2004 disebuah tahanan politik selama sembilan bulan oleh karena pernyataan tentang kepercayaan Kristianinya. Karena raja Saudi mau membuka konferensi kebebasan beragama ini, Hamoud dilepaskan dari perjara. Dan ANHRI ini melaporkan juga setelah conferensi selesai, pria lulusan Universitas al-Yarmouk Yordania ini ditahan kembali.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog