Irak: PM Maliki menuduh Arab Saudi dan Qatar men-tidak-stabilkan Irak


Dalam suatu wawancara dengan TV Perancis saluran France24, Perdana Menteri Irak, Nouri Maliki berkata bahwa Arab Saudi dan Qatar telah sejarah efektif menyatakan perang di Irak,

“Saya menuduh mereka menghasut dan mendorong gerakan-gerkan terrorist. Saya menuduh mereka mendukung mereka secara politik dan dalam media, mendukung mereka dengan uang dan membelikan senjata-senjata untuk mereka. Saya menuduh mereka memimpin perang terbuka melawan pemerintah Iraq.”

PM Maliki menyatakan juga bahwa tidak hanya Arab Saudi telah mendukung terrorism di negara-negara seperti Irak dan Syria, tetapi di seluruh dunia.

Diagram di kanan adalah Diagram Serangan Mingguan terrorist Sunni di Irak dari Septermber 2011 ke Maret 2012. 

“Mereka menyerangi Irak melalui Syria, dan dengan jalan langsung.” Misalnya memberi bantuan keuangan kepda para pejuang Sunni di provinsi Anbar, wilayah dimana pemerintah Irak kesusahan mengendalikannya.Diagram Serangan Terrorist Mingguan di Irak 2011 ke 2012

“Kami tidak berharap untuk memperlebar arena konfrontasi,” Mr. Maliki berkata. “Tetapi, kami mengatakan kepada negara-negara tersebut, berhati-hatilah, sebab pendukungan atas terrorism akan berbalik menyerang kalian.”

Irak sejak bebas dari pendudukan militer Amerika Serikat (AS) mengalami konflik berdarah dalam negeri, kelompok Sunni sangat sering melakukan bom bunuh diri atau ledakan bom mobil dan serangan mendadak di permukiman Muslim Shia. Tahun 2013, menurut laporan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), Iraq mengalami kematian tertinggi sejak tahun 2007, menurut PBB kekerasan di tahun 2013 saja telah membunuh 8,868 jiwa.

Minggu (Maret 2014) ini di kota Hilla  (selatan Bagdad) dikabarkan seorang pembom bunun diri Muslim Sunni meledakkan mobilnya yang penuh dengan bahan peledak, sedikitnya 34 meninggal ditempat dan 167 lainnya luka-luka. Sumber terbaru bilang 45 meninggal.  Peristiwa terjadi di titik pemeriksaan di sebuah jalan. Polisi yang telah mencurigai si pelaku menghentikan si pengendara mobil, namun militan Sunni ini meledakkan mobilnya. 50 mobil lainnya juga terbakar dengan para penumpangnya yang terjebak di dalamnya.
Daftar serangan terrorist di Irak dan global bisa di lihat di sini: Couse for Concern the List of Terrorist Attacks

Namun pihak Saudi menyatakan tuduhan Irak itu sebagai tidak bertanggung jawab,  “Nouri al-Maliki tahu baik sekali, lebih dari siapapun, posisi kerajaan jelas dan berkatagori melawan terrorism … secara lokal dan global.”

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Somalia: President Hassan Sheik Mohamud selamat dari bom assasinasi


Konferensi wartawan (Rabu 12/9/2012)  baru saja dimulai ketika sekelompok pasukan jihad al-Shabab menyerang hotel di Mogadishu dengan bom-bom bunuh diri dan pasukan bersenjata.

President Hassan adalah president yang terpilih melalui suara terbanyak para pembuat hukum (law maker), hanya dua hari sebelum peristiwa pembunuhan berencana atas dirinya ini terjadi.

Tujuh tentara Uni Afrika (UA) yang hadir untuk menjaga president, termasuk para jihad tewas dalam serangan tersebut. Dari pasukan jihad yang tewas ini (seorang dr mereka mati ditembak saat memasuki hotel) semuanya mengenakan bahan peledak di pinggang mereka.

Konflik di luar gedung  tidak memperngaruhi President Hassan meneruskan pidatonya: ”Somalia telah berpindah dari sebuah lembaran ke lembaran baru,” ledakan kedua terjadi; setelah 7,5 menit dari yang pertama, ia lanjut berbicara, “Somalia memiliki momentum untuk maju kemuka.”
Terdengar lagi suara letusan senjata api, president ini tidak berhenti,
Keamanan adalah target utama kami,” kata president ini. ”Prioritas nomor satu kami, prioitas nomor dua , prioritas nomor tiga adalah keamanan.” Konfernsi wartawan berakhir.

Konferensi yang dihadiri oleh beberapa menteri luar negeri dan para wartawan yang seharusnya membawa berita suka cita bagi rakyat Somalia dan negara-negara tetangganya bahwa rakyat Somalia akan memasuki lembaran baru yang penuh harapan – dengan terpilihnya president ini –  harapan besar ini kembali menjadi pudar.

Melalui media social Twitter, kelompok al-Shaabat (Harakat al-Shabab al-Mujaheddin, nama lengkapnya)  mengumumkan bahwa kelompok jihad mereka bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Somalia telah diporak porandakan oleh perang sipil dan tidak adanya hukum sejak 1991 (21 tahun lamanya). Al-Shaabat juga sumber kekacuan di sengara-negara tetangga Somalia, termasuk pembunuhan di Uganda atas para penonton sepak bola World Cup.

Komentar: Sekitar dua tahun lalu saya pernah berbicara dengan seorang pemuda Somalia dikendaraan umum, menanyakan beberapa pertanyaan kepadanya, SETELAH ia menjawab dengan ketus: “Kami di Somalia tidak memiliki masalah!” atas pertanyaan manis saya: “Apa kabarnya dengan negara Anda saat ini?” Pemuda ini lupa bahwa ia tinggal di negara Barat dimana berita internasional dapat diekses dari banyak sumber dan tersedia 24 jam sehari, tidakkah ia tahu bahwa Barat mensuplai bantuan uang ke Somalia terus-menerus; seperti Hamas juga disuplai? Maka saya memulai lecture saya melalui pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Mengapa perang sipil di Somalia lebih dari 17 tahun belum juga berakhir?
  • Mengapa mengutamakan perang (beli senjata) sementara rakyat mati kelaparan?
  • Tidakkah lebih bijaksana mengadakan dialog, mengesampingkan perbedaan faham dan mengutamakan kebutuhan rakyat?

Pembicaraan kami (lecture saya,  lebih tepatnya) nampak cukup panas dan itu didengar oleh banyak orang kulit putih, karena saat itu bubaran kantor. Namun pemuda ini tidak melakukan serangan fisik kepada saya karena mungkin saya orang Indonesia, sudah tua dan terlebih saya bicara dengan kasih dan keprihatinan atas bangsanya.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Yemen: Bom bunuh diri menewaskan lebih 96 tentara di Sanaa


Hari Senin, 21 Mei 2012, satu hari sebelum parade militer untuk memperingati Hari Persatuan Nasional Yemen, sebuah bom bunuh dini meledak di tengah-tengah latihan parade di sebuah lapangan di Sanna ibukota Yemen. Lebih dari 96 tentara dan lebih 200 tentara luka-luka, laporan terakhir menyatakan. Jalan Arab (atau Arab Spring, Barat menyebutnya) rupanya belum selesai di Yemen.

Kota Sanaa adalah termasuk kota yang bersejarah dalam penyebaran agama Islam, di sebuah  mesjid kuno di Sanaa telah dijumpai sejumlah naskah-naskah Kuran, dan dinyatakan sebagai salah satu naskah Kuran yang tertua yang masih ada.

Tragedi yang terjadi menjelang menyambut hari yang bersejarah bagi bangsa Yemen, dimana pada tanggal 22 Mei 1990 penyatuan antara Yemen Utara dan Selatan terjadi.

Sebuah sumber Keamanan mengatakan kepada Yemen Times  bahwa pembunuh bunuh diri adalah seorang tentara yang ikut di dalam latihan tersebut. Namun Menteri Pertahanan mengutip pernyataan saksi mata yang berkata bahwa pembom bunuh diri menyelinap masuk kedalam tempat latihan pada Lapangan Al-Sabeen, dan meledakkan dirinya sendiri. Dua pembom bunuh diri lainnya berhasil tertangkap.

Kelompok terroris Al-Qaeda,  mengumumkan diri sebagai pelakunya tragedi tersebut.
Ansar Al-Sharia, sebuah kelompok yang berkaitan dengan Al-Qaeda  yang berada di Abyan dan Shabwa, di Selatan Yemen telah memberi korfirmasi sebagai pelaku dari serangan yang mematikan di hari bersejarah tersebut. Media Arab internasional, Al Jazeera, juga mengkorfirmasikan klaim kelompok Islam Ansar Al-Sharia ini.

Al-Qaida di Semenanjung Arab berkata Menteri Pertahanan adalah target dari serangan tersebut (yang tentunya tidak ada pada latihan parade tersebut) dan memperingatkan adanya serangan-serangan pada pemerintah jika perlawanan terhadap kelompok Islam tersebut tidak berhenti. Pemerintah Yemen sejak ex-president Ali Abdullah Saleh terus memerangi kelompok Islam Al-Qaeda yang beroperasi di Yemen. Dan USA adalah negara utama pendukung tindakkan pemerintah Yemen.

Komentar:
Sukar untuk dimengerti oleh masyarakat dunia bahkan bagi mayoritas orang Islam sendiri, bahwa pembela-pembela ajaran Islam yang fanatik justru adalah para kelompok Islam (baik Sunni maupun Shia) yang mengerti bahasa Arab dan mereka juga yang selalu mengobarkan ancaman dan tindakan terror, meng-halal-kan kekerasan dan pembunuhan bagi siapa saja yang tidak setuju dengan ajaran mereka. Dengan terbukanya Dunia Islam dengan teknologi komunikasi beberapa dekade belakangan ini, siaran-siaran Kristen berbahasa Arab lahir, seperti Al-Hayat TV. Berjuta-juta orang Islam telah meninggalkan iman mereka, dari jutaan yang ‘murtad’ tersebut terdapat ribuan ahli Kuran dan imam menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus/ Isa al-Masih).  Pemerintah Barat memerangi terrorists Islam di satu sisi, di sisi lain memakai mereka menumbangkan para pemimpin negara Islam, Afrika Utara adalah contohnya. Ledakan bom di kota Damaskus, Syria baru-baru ini, 10 Mei, menewaskan sedikitnya 55 jiwa dan melukai hampir 400 lainnya adalah suatu serangan melawan president Ashad (saya tidak membenarkan Ashad, bagaimananpun), intelejent NATO membenarkan bahwa pelakunyanya adalah kelompok Al-Qaida. Politik dua-muka Amerika dan beberapa negara Barat inilah yang menyebabkan banyak negara Barat jadi bangkrut. Kiranya bangsa Yemen mendapatkan damai sejahtera dan hati yang memaafkan dari Elohim Yang Mahapengasih, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Amin.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog