Perang apa yang sesungguhnya terjadi di Syria?


Ucapan ilahi terhadap Damsyik (Damaskus). Sesungguhnya, Damsyik (Damaskus) tidak akan tetap sebagai kota, nanti menjadi suatu timbunan reruntuhan; kampung-kampungnya akan ditinggalkan selama-lamanya dan menjadi tempat bagi kawanan-kawanan ternak, yang berbaring dengan tidak diganggu oleh siapapun. (Yesaya 17:1-2). Damsyik disini adalah termasuk seluruh negara Syria, lihat Yes 7:8 dan Yer 49:23 adalah dua kota di Syria (Aram).

Kemelut di Syria telah menjadi berita harian di berita internasional sejak setahun ini, dan semakin memanas pada beberapa bulan terakhir (sejak awal pertengahan  2012). Di awali oleh gerakan ”Jalan Arab” (orang Arab turun kejalan) bulan Maret 2011, sebagai unjuk rasa tidak puas kepada cara kerja president Bashar al-Assad, dan sekarang menjadi perang senjata, lebih dari 10.000 jiwa tewas.

Sebuah team yang disebut Delegasi Persatuan Arab dikirim ke Syria untuk melihat langsung konflik yang terjadi di dalam negeri Syria dan diharapkan menjadi jurudamai. Hasilnya mengecewakan. Lalu Mr. Kofi Annan, bekas seketaris PBB, di pekerjakan oleh PBB untuk menjadi pendamai sejak bulan Mei. Hasilnya malah perang senjata antara anti-pemerintah dengan pemerintah Assad. Berita dunia saat ini sungguh membingungkan bagi mereka yang mengikuti berita ’asal-lewat’ dan hanya bersumber dari satu atau dua sumber berita, sebab media kaliber besar pada dekade belakangan ini tidak lagi netral, sebaliknya itu telah menjadi pre-text politik luar negeri dan senjata-propaganda para imperalist. Perang apa sesungguhnya yang sedang berlangsung di Syria?

Koran Barat menuduh pemerintah Syria dibalik pembantaian di Houla (Selasa, 5 Juni 2012), mengutip ucapan seorang saksi mata, ”Itu sungguh susah bagi saya untuk menggambarkan apa yang saya telah lihat, pemandangan-pemandangan sungguh mengganggu,” seorang penduduk Houla kepada The Associated Press. ”Perempuan-perempuan, anak-anak tanpa kepala, otak dan perut mereka mengalir keluar.” Lebih dari 100 tewas pada pembantaian ini. Perisitwa ini diresponi oleh 9 negara Barat dengan mengusir keluar para diplomat Syria. Dan Syria balas mengusir.

Ynet news.com dalam laporannya menulis; Pemerintah Syria menbuat sebuah team penyelidik pembantaian di Houla tersebut, menemukan bahwa 108 korban jiwa tersebut adalah “mereka yang menolak  melawan pemerintah.” Pemerintah Syria balik menuduh kekuatan luar bahwa pembantaian sadis (oleh pemberontak) ini dibuat untuk semakin melegalkan kekuatan luar berekpansi di dalam Syria.

Ditambahkan, banyak diantara korban adalalah sanak family dari anggota parlement Syria. YnetNews adalah koran Israel. Pemerintah Israel terancam terus-menerus di jaman pemerintahan Assad, namun Israel selalu memberitakan kabar dari dua belah pihak, netral.

France24.com juga melaporkan penolakan pemerintah atas tuduhan tersebut: “Kami secara penuh menolak bertanggung jawab atas pembantain terrorist ini melawan rakyat kami,” mengutip pernyataan resmi Jurubicara menteri luar negeri.

Koran Barat juga membuat beberapa kali bahwa negara Rusia telah menolong pemerintah Syria dengan mengirimkan senjata. 80% persenjataan negara Syria dibeli dari Rusia. Sebaliknya Barat tidak memberitakan dari mana pasukan opposisi anti-Assad mendapat persenjataan berat?  Seperti juga telah terjadi pada perang di Libya. Namun kita tahu bahwa sekitar dua bulan lalu France24.com melaporakan bahwa Liga Arab (Islam Sunni) yang dipimpin oleh Arab Saudi telah mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Barat di Turki, dan negara-negara Arab berjanji mendanai kelompok anti-Assad. Barat secara resmi juga telah tahu bahwa kelompok Al-Qaida juga aktif dalam penggulingan president Assad.  RT.com, koran Rusia menulis: Bantuan keuangan dr negara-negara Arab Teluk) kepada pemberontak jutaan dollar/bulan, ditambah dari USA12 juta US Dollar. Ditambahkan, para pemberontak ini diberi petunjuk oleh ahli militer asing (Barat). Terbukti beberapa tentara Perancis tertangkap di Syria pada akhir Febuari, kata RT.com. Laporan RT.com ini diteguhkan oleh media Barat, USA Today.com.

Sumber lain menulis bahwa akhir musim semi ini pemberontak akan di berikan senjata yang lebih baik bahkan senjata anti-tank; Dengan kata lain, Barat bukan hanya telah menjual senjata kepada Arab Sunni (negara-negara Arab Teluk) tetapi juga ‘menjual’ ahli-ahli militernya untuk membantu tentara pemberontak. Itulah politik dunia, ia tidak mencari dan membuat Perdamaian Abadi, tetapi keuntungan dirinya sendiri.

Kita keluar sejenak dari konflik intern Syria, melihat apa yang para pemimpin agama Islam, ’Kristen’ dan para politikus Barat telah sepaham pada satu hal dalam rapat rahasia mereka. Gary Kah menyatakan bahwa orang-orang besar ini di bawah nama organisasi Provisional World Parliament (PWP) telah sepakat membentuk sebuah wadah keagamaan yang mencakup seluruh agama di dunia, orang Kristen telah mengenal itu sebagai “One World Religion” (bagian dari tiga pilar kerajaan Anti-Kristus, dua lainnya ialah ”Politic” dan ”Economy”). Pemimpin World Muslim Congress, Dr. Inamullah Khan, dan pemimpin World Council of Churches (WCC), Cynthia Wedel, adalah dua diantara anggota dari organisasi PWP. Para raja (politikus)  Barat (Daniel 2:33) sedang menggabungkan kedua super power agama tersebut, Kristen dan Islam. Ilmuwan Islam yang terkenal Adnan Oktar (nama samarannya: Harun Yahya) bahkan telah meminta untuk membangun bait di Yerusalem yang berfungsi bagi seluruh agama (tentunya di sini yang dia maksud adalah agama yang berakar dari bapa Abraham (Yudaism rabbinic, Kristianiti dan Islam).

Sekarang kita lebih jelas perencanaan para pemimpin keagamaan dan politikus bahwa Islam Sunni telah disahkan sebagai kandidat dari anggota One World Religion.

Kembali ke Syria. Jadi nampak bahwa penyingkiran president Assad (Shia Alawi) adalah bagian dari rencana besar mencapai One World Religion. Negara-negara Islam Shia harus disingkirkan, Syria dalam proses dan kemudian setelah itu Iran Shia akan digoncang.

Penyingkiran pengaruh Islam Shia di Timur Tengah adalah jelas, penculikan sekelompok orang Shia Libanon di Syria oleh pemberontak anti-Assad semakin meneguhkan skenario di atas. Laporan USAToday.com pada artikel yang sama (di atas) juga menulis, “Tahun lalu, Arab Saudi telah megirim tank-tank menolong para rekan pemimpin Sunni di Bahrain menghancurkan pemberontakan Shiah yang besar di sana.”

Alkitab telah menubuatkan apa yang akan terjadi di akhir jaman ini, bahwa pada akhirnya Bait Elohim (Allah) akan dibangun kembali (yang ketiga bagi orang Yahudi) atas prakarsa PBB (sebagai badan resmi Dunia). Namun tujuan dari pembanguan tersebut bukanlah untuk orang Yahudi menyembah YAHWEH, PBB pada dasarnya anti Israel, namun untuk penguasa tunggal dunia, di kenal sebagai Anti-Kristus (Juruselamat Palsu, Ha Mashaiah Palsu) dengan namanya bernilai 666 (enam ratus enam puluh enam), Iblis dalam wadah manusia.

Anti-Kristus yang diharapkan penduduk dunia (dan sekarang jalan-nya sedang Dunia persiapkan), sebagai pembawa damai adalah jelas akan menekan para pengikut Yeshua Ha Masiah dan orang Yahudi yang berpegang kepada Alkitab. Namun orang Roma Katolik dan Islam janganlah bergembira jika hal ini terjadi, sebab Anti-Kristus ini akan menjadi super diktator bagi kalian juga, lebih buruk lagi, ia akan memimpin kalian masuk ke dalam hukuman Neraka. Sebab pemberontakan kepada YAHWEH dan Putra-Nya adalah dosa, dan upah dosa adalah maut. Elohim akan memberikan kepada setiap kita “kebebasan memilih dan berkehendak” siapakah yang kita akan jadikan Raja dan Tuan atas hidup kita, YAHWEH atau Iblis (Lucifer), Kebenaran atau Kejahatan, Kekudusan atau Imoraliti. Masing-masing akan menerima upah sesuai perbuatan mereka, bacalah perkataan Yeshua tentang akhir jaman di Matius 13:36-42.

Raja Damai (Daniel 9:5-6) berseru kepada Anda hari ini:
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Matius 11:28-30)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Syria: Perang antara Shia lawan Sunni semakin parah. Updated 15/02/2013


Demontrasi menumbangkan president al-Assad telah berubah menjadi perang senjata, telah berjalan 22 bulan bulan sejak demo pertama muncul, dan sedikitnya 70.000 meninggal di antara dua pihak.

Muslim Brotherhood Mesir (pusat organisasi) pada situsnya, sebagaimana dikutip oleh kantor berita AFP, menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri tersebut, berkata, ”Ini adalah awal dari pembebasan Damaskus dan tip dari iceberg.” Namun pembicara dari Islam Brotherhood Syria, Zuhair Salem, menyangkal klaim itu dengan menyalahkan pihak korban, ”diorkestra secara penuh oleh regim (pemerintah al-Assad), sebagaimana serangan tersebut.” [Taktik lempar batu sembunyi tangan ketika kekuatan militer belum kuat]

President Irak, Jalal Talabani (Islam Shia) pada situs pemerintah mengutuki tindakan terroris ini sebagai pelanggaran segala bentuk umum dan nilai moral.

President Hugo Chavez, teman baik president Iran, Ahmadinajed (Islam Shia) dan seorang dari Departement Luar Negeri menyalahi serangan terroris ini sebagai cara kerja pihak luar untuk menyalahkan kekerasan (perang sipil) di Syria.

Israel di libatkan dalam tuduhan tindakan terroris di Syria. Koran Yordania untuk Syria hari Minggu kemarin menyatakan bahwa bom kembar tersebut adalah bukti para konspirator melawan Syra bekerja keras, ”Serangan-serangan terroris ini tanda dari USA, Zionist (Israel) dan Al-Qaeda (organisasi Islam Sunni),” dan menambahkan, memanggil orang-orang Yordania dan orang-orang Arab untuk mendukung Syria.

Serangan kembar bom bunuh diri hari Jumat 23 Desember di kota Damaskus yang mentargetkan pemerintah Syria-Shia, dikabarkan sedikitnya 44 tewas dan 166 luka-luka.

”Kami telah mengatakan sejak awal, bahwa [demontrasi penggulingan pemerintahan Syria-Shia] ini adalah terroris. Mereka [para pemberontak Syria] membunuh tentara dan masyarakat umum,” respont Faisal Mekdad komisaris pembantu Syria kepada kantor Assosiated Press.

14 Febuari 2013, Komando Pelindung Revolutionari Iran (Iranian Revolutionary Guard; IRG) Hessam Khoshnevis terbunuh di Syria oleh pasukan pemberontak Sunni.  Tahun lalu Pasukkan Pemberontak Syria (PPS) menangkap 48 orang Iran, yang dianggap sebagai para pejuang IRG. PPS telah lama menuduh bahwa pemerintah Syia Iran terlibat langsung di dalam membela President Assad.

Komentar: Israel secara pasti tidak campur tangan; baik pro atau kontra apa yang terjadi di Syria, berkali-kali berita-berita tentang Jalan Arab atau Arab Bersemi (orang Islam Timur Tengah menyebutnya) bahwa Israel semakin kuatir akan keamanan negaranya sendiri dengan hasil akhir dari Jalan Arab ini, pemimpin-pemimpin negara yang baru (Mesir, Tunisia, Libya) dari Jalan Arab ini adalah Islam radikal yang sangat anti Israel, tentu juga anti Kristen – Israel menyebut hasil Arab Bersemi ini sebagai “Arab Winter.” Israel tidak mempunyai hubungan baik dengan Bashar al-Assad, namun Israel sangat tahu bahwa jika pemerintahan Bashar tumbang, maka menggantikannya akan lebih anti-Israel. Israel satu-satunya negara Demokrasi di Timur Tengah yang selalu dijadikan kambing hitam oleh para tetangganya dan para politikus Barat yang haus kekuasaan.

Kekacauan di Timur Tengah akarnya berasal dari orang-orang Arab Islam sendiri, sejarah dan kejadian-kejadian segar di dunia berita adalah buktinya. Contoh Irak: orang Islam menuduh USA – penjajah dan sumber keributan. Baru saja tentara USA ditarik keluar, konflik berdarah antar agama Sunni dan Shia terjadi, wilayah suku Kurdi, Islam Sunni, (Irak Utara) diserang oleh Arab Irak (Islam Sunni) oleh bom-bom bunuh diri.

Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki (Islam Shia) minggu kemarin ingin mengadili vice president Irak, Tareq al-Hashemi sebagai orang dibalik gelombang sektarian berdarah (serangan-serangan terrorists di Irak). Tareq adalah Arab Sunni, dan sekarang ia melarikan diri ke wilayah Kurdi. Hari Saptu kemarin saya tanya seorang Kurdi, pemiliki restorant kebab, tentang tuduhan atas Tareq al-Hashemi, orang Kurdi ini membenarkan bahwa Tareq adalah kepala dari terrorist di Irak.  Suku Kurdi adalah bangsa yang terjajah (belum memiliki status negara) dan teranyiaya baik oleh Arab Sunni maupun Iran Shia.

Perang Sipil di Syria menampakkan sikap asli Uni Eropa dan Amerika Serikat terhadap kedua kelompok besar aliran Islam tersebut. Media Barat menyebut Pasukkan Pemberontak Syria sebagai “tentara Islam,” dengan kata lain agama Shia yang dianut oleh pemimpin Syria, Iran dan kelompok Hezbollah di Libanon bukanlah agama Islam yang benar. BBC menulis bahwa para pemimpin Inggris berada di garis depan  untuk menekan UE (Eropean Union) menambahkan Hezbollah pada daftar terrorist-terrorist organisasi.

Barat telah memilih berdiri di pihak negara-negara Sunni Arab – tentu, karena alasan ekonomi yang lebih menguntungkan, bukan alasan doktrin.

Keadilan dan Damai hanya datang dari Raja Damai, Yeshua Ha Mashiah, orang Yahudi yang telah lahir di Betlehem, Israel. Dia akan kembali lagi sebagai Hakim yang Adil dan menggadili setiap negara dan manusia.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Syria: Dari demontrasi menuju perang antar suku?


Gejolok politik dalam negeri Syria kelihatannya semakin parah. Imbas dari Jalan Arab atau Revolusi Arab yang berawal di Afrika Utara menyebar ke negara-negara Islam Timur Tengah seperti Bahrain, Yaman, Arab Saudi, dan banyak lagi lainnya, dan Syria serta banyak negara Islam lainnya.

Jalan Arab adalah suatu gelombang revolusi orang-orang Arab melawan pemerintah negara Islam yang dianggap diktator oleh rakyatnya. Gerakan Revolusi Arab ini diujung tombaki oleh dua kekuatan pendorong;  yang pertama adalah kehausan untuk memiliki kebebasan hidup (persamaan hak) seperti orang di negara Demokrasi, dan kekuatan yang kedua adalah, kebalikan dari yang pertama, kerinduan untuk lahirnya negara Islam yang benar-benar menerapkan Hukum Islam (Sariah) sebagai dasar hukum negaranya.

Barat menyebut gelombang revolusi Arab ini  sebagai ”Arab Bersemi” (Arab Spring), dengan anggapan bahwa Jalan Arab ini adalah gelombong menuju lahirnya negara-negara demokrasi (atau sedikitnya campuran “Islam+Demokrasi,” seperti yang Barat lihat pada negara Indonesia atau Turkey.

Hari Saptu kemarin, 2 Oktober 2011, di Istambul, Turkey, telah lahir suatu badan pemerintahan Syria yang baru yang dinamai Badan Nasional Syria (Syrian National Council; SNC). BNS ini berfungsi untuk menggantikan pemerintahan Syria yang ada sekarang dibawah President Bashar al-Assad. BNS sejenis dengan Badan Nasional Transisi  Libya (BNTL)  yang sekarang  merebut kursi kepresidentan Qaddafi. Badan ini terdiri dari kelompok pro-Demokrasi, Muslim Persaudaraan Syria, suku Kurdi dan suku-suku lainnya. Muslim Persaudaraan ialah partai agama terlarang di Syria, juga di Mesir; dikenal sebagai ibu dari organisasi Islam radikal seperti Al-Qaida, Hisbolah (Libanon), Hamas (Palestina), Al-Shabab (Somalia).

Gerakan Jalan Arab di Syria diawali dengan demontrasi turun kejalan, sama seperti yang telah terjadi di negara-negara Afrika Utara. Laporan PBB baru-baru ini menegatakan 2700 orang telah meninggal dunia.

Hari Senin ini dikabarkan telah meletus bentrokan senjata berapi antara pendukung BNS dengan pro president B. al-Assad. Belum diketahui berapa banyak orang yang tewas pada bentrokan senjata antara kedua partai politik Syria. Saya menguatirkan terbentuknya pemerintahan BN (Transisi) Syria akan menyebabkan perang sipil (tepatnya perang antar suku) di Syria, sama seperti apa yang telah dan masih berlangsung di Libya dan Yaman yang telah menelan ribuan jiwa.

M. Yaser Tabbara, salah satu pendukung BNS ini menyatakan kepada sebuah media Barat sehubungan dengan hadirnya pemerintahan oposisi yang disebut BNS sebagai ”Inilah apa yang masyarakat internasional sudah tunggu-tunggu. Lebih penting lagi, itu adalah apa yang orang-orang Syria di sana sudah tunggu-tunggu.”

Tentu “masyarakat internasional” ini tidak termasuk Russia dan RRC, pendukung B. al-Assad. Kedua negara ini penyebab mengapa sampai sekarang EU, USA dan sekutu lainnya tidak berani bertindak seperti mereka telah lakukan terhadap president Qaddafi, sekalipun korban jiwa di pihak demontran sudah mencapai 2700 orang mati.

Doakan: Berdoalah agar rakyat dan pemerintah Syria menemukan kebebasan yang sesungguhnya, yakni yang hanya bisa didapat dari “Raja Damai” Yeshua Ha Mashiah (Yesaya 9:5). Kebebasan hidup yang sesungguhnya tidak dihasilkan dari kebebasan “semau gue” dan juga tidak bisa didapatkan dari kebebasan “di bawah hukum.” Itu hanya bisa dimiliki dari kebebasan yang bertanggung jawab yang berdasarkan “hukum kasih” yang ada di dalam hati yang telah diperbarui oleh Roh Elohim.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog