Perang apa yang sesungguhnya terjadi di Syria?


Ucapan ilahi terhadap Damsyik (Damaskus). Sesungguhnya, Damsyik (Damaskus) tidak akan tetap sebagai kota, nanti menjadi suatu timbunan reruntuhan; kampung-kampungnya akan ditinggalkan selama-lamanya dan menjadi tempat bagi kawanan-kawanan ternak, yang berbaring dengan tidak diganggu oleh siapapun. (Yesaya 17:1-2). Damsyik disini adalah termasuk seluruh negara Syria, lihat Yes 7:8 dan Yer 49:23 adalah dua kota di Syria (Aram).

Kemelut di Syria telah menjadi berita harian di berita internasional sejak setahun ini, dan semakin memanas pada beberapa bulan terakhir (sejak awal pertengahan  2012). Di awali oleh gerakan ”Jalan Arab” (orang Arab turun kejalan) bulan Maret 2011, sebagai unjuk rasa tidak puas kepada cara kerja president Bashar al-Assad, dan sekarang menjadi perang senjata, lebih dari 10.000 jiwa tewas.

Sebuah team yang disebut Delegasi Persatuan Arab dikirim ke Syria untuk melihat langsung konflik yang terjadi di dalam negeri Syria dan diharapkan menjadi jurudamai. Hasilnya mengecewakan. Lalu Mr. Kofi Annan, bekas seketaris PBB, di pekerjakan oleh PBB untuk menjadi pendamai sejak bulan Mei. Hasilnya malah perang senjata antara anti-pemerintah dengan pemerintah Assad. Berita dunia saat ini sungguh membingungkan bagi mereka yang mengikuti berita ’asal-lewat’ dan hanya bersumber dari satu atau dua sumber berita, sebab media kaliber besar pada dekade belakangan ini tidak lagi netral, sebaliknya itu telah menjadi pre-text politik luar negeri dan senjata-propaganda para imperalist. Perang apa sesungguhnya yang sedang berlangsung di Syria?

Koran Barat menuduh pemerintah Syria dibalik pembantaian di Houla (Selasa, 5 Juni 2012), mengutip ucapan seorang saksi mata, ”Itu sungguh susah bagi saya untuk menggambarkan apa yang saya telah lihat, pemandangan-pemandangan sungguh mengganggu,” seorang penduduk Houla kepada The Associated Press. ”Perempuan-perempuan, anak-anak tanpa kepala, otak dan perut mereka mengalir keluar.” Lebih dari 100 tewas pada pembantaian ini. Perisitwa ini diresponi oleh 9 negara Barat dengan mengusir keluar para diplomat Syria. Dan Syria balas mengusir.

Ynet news.com dalam laporannya menulis; Pemerintah Syria menbuat sebuah team penyelidik pembantaian di Houla tersebut, menemukan bahwa 108 korban jiwa tersebut adalah “mereka yang menolak  melawan pemerintah.” Pemerintah Syria balik menuduh kekuatan luar bahwa pembantaian sadis (oleh pemberontak) ini dibuat untuk semakin melegalkan kekuatan luar berekpansi di dalam Syria.

Ditambahkan, banyak diantara korban adalalah sanak family dari anggota parlement Syria. YnetNews adalah koran Israel. Pemerintah Israel terancam terus-menerus di jaman pemerintahan Assad, namun Israel selalu memberitakan kabar dari dua belah pihak, netral.

France24.com juga melaporkan penolakan pemerintah atas tuduhan tersebut: “Kami secara penuh menolak bertanggung jawab atas pembantain terrorist ini melawan rakyat kami,” mengutip pernyataan resmi Jurubicara menteri luar negeri.

Koran Barat juga membuat beberapa kali bahwa negara Rusia telah menolong pemerintah Syria dengan mengirimkan senjata. 80% persenjataan negara Syria dibeli dari Rusia. Sebaliknya Barat tidak memberitakan dari mana pasukan opposisi anti-Assad mendapat persenjataan berat?  Seperti juga telah terjadi pada perang di Libya. Namun kita tahu bahwa sekitar dua bulan lalu France24.com melaporakan bahwa Liga Arab (Islam Sunni) yang dipimpin oleh Arab Saudi telah mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Barat di Turki, dan negara-negara Arab berjanji mendanai kelompok anti-Assad. Barat secara resmi juga telah tahu bahwa kelompok Al-Qaida juga aktif dalam penggulingan president Assad.  RT.com, koran Rusia menulis: Bantuan keuangan dr negara-negara Arab Teluk) kepada pemberontak jutaan dollar/bulan, ditambah dari USA12 juta US Dollar. Ditambahkan, para pemberontak ini diberi petunjuk oleh ahli militer asing (Barat). Terbukti beberapa tentara Perancis tertangkap di Syria pada akhir Febuari, kata RT.com. Laporan RT.com ini diteguhkan oleh media Barat, USA Today.com.

Sumber lain menulis bahwa akhir musim semi ini pemberontak akan di berikan senjata yang lebih baik bahkan senjata anti-tank; Dengan kata lain, Barat bukan hanya telah menjual senjata kepada Arab Sunni (negara-negara Arab Teluk) tetapi juga ‘menjual’ ahli-ahli militernya untuk membantu tentara pemberontak. Itulah politik dunia, ia tidak mencari dan membuat Perdamaian Abadi, tetapi keuntungan dirinya sendiri.

Kita keluar sejenak dari konflik intern Syria, melihat apa yang para pemimpin agama Islam, ’Kristen’ dan para politikus Barat telah sepaham pada satu hal dalam rapat rahasia mereka. Gary Kah menyatakan bahwa orang-orang besar ini di bawah nama organisasi Provisional World Parliament (PWP) telah sepakat membentuk sebuah wadah keagamaan yang mencakup seluruh agama di dunia, orang Kristen telah mengenal itu sebagai “One World Religion” (bagian dari tiga pilar kerajaan Anti-Kristus, dua lainnya ialah ”Politic” dan ”Economy”). Pemimpin World Muslim Congress, Dr. Inamullah Khan, dan pemimpin World Council of Churches (WCC), Cynthia Wedel, adalah dua diantara anggota dari organisasi PWP. Para raja (politikus)  Barat (Daniel 2:33) sedang menggabungkan kedua super power agama tersebut, Kristen dan Islam. Ilmuwan Islam yang terkenal Adnan Oktar (nama samarannya: Harun Yahya) bahkan telah meminta untuk membangun bait di Yerusalem yang berfungsi bagi seluruh agama (tentunya di sini yang dia maksud adalah agama yang berakar dari bapa Abraham (Yudaism rabbinic, Kristianiti dan Islam).

Sekarang kita lebih jelas perencanaan para pemimpin keagamaan dan politikus bahwa Islam Sunni telah disahkan sebagai kandidat dari anggota One World Religion.

Kembali ke Syria. Jadi nampak bahwa penyingkiran president Assad (Shia Alawi) adalah bagian dari rencana besar mencapai One World Religion. Negara-negara Islam Shia harus disingkirkan, Syria dalam proses dan kemudian setelah itu Iran Shia akan digoncang.

Penyingkiran pengaruh Islam Shia di Timur Tengah adalah jelas, penculikan sekelompok orang Shia Libanon di Syria oleh pemberontak anti-Assad semakin meneguhkan skenario di atas. Laporan USAToday.com pada artikel yang sama (di atas) juga menulis, “Tahun lalu, Arab Saudi telah megirim tank-tank menolong para rekan pemimpin Sunni di Bahrain menghancurkan pemberontakan Shiah yang besar di sana.”

Alkitab telah menubuatkan apa yang akan terjadi di akhir jaman ini, bahwa pada akhirnya Bait Elohim (Allah) akan dibangun kembali (yang ketiga bagi orang Yahudi) atas prakarsa PBB (sebagai badan resmi Dunia). Namun tujuan dari pembanguan tersebut bukanlah untuk orang Yahudi menyembah YAHWEH, PBB pada dasarnya anti Israel, namun untuk penguasa tunggal dunia, di kenal sebagai Anti-Kristus (Juruselamat Palsu, Ha Mashaiah Palsu) dengan namanya bernilai 666 (enam ratus enam puluh enam), Iblis dalam wadah manusia.

Anti-Kristus yang diharapkan penduduk dunia (dan sekarang jalan-nya sedang Dunia persiapkan), sebagai pembawa damai adalah jelas akan menekan para pengikut Yeshua Ha Masiah dan orang Yahudi yang berpegang kepada Alkitab. Namun orang Roma Katolik dan Islam janganlah bergembira jika hal ini terjadi, sebab Anti-Kristus ini akan menjadi super diktator bagi kalian juga, lebih buruk lagi, ia akan memimpin kalian masuk ke dalam hukuman Neraka. Sebab pemberontakan kepada YAHWEH dan Putra-Nya adalah dosa, dan upah dosa adalah maut. Elohim akan memberikan kepada setiap kita “kebebasan memilih dan berkehendak” siapakah yang kita akan jadikan Raja dan Tuan atas hidup kita, YAHWEH atau Iblis (Lucifer), Kebenaran atau Kejahatan, Kekudusan atau Imoraliti. Masing-masing akan menerima upah sesuai perbuatan mereka, bacalah perkataan Yeshua tentang akhir jaman di Matius 13:36-42.

Raja Damai (Daniel 9:5-6) berseru kepada Anda hari ini:
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Matius 11:28-30)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Syria: Perang antara Shia lawan Sunni semakin parah. Updated 15/02/2013


Demontrasi menumbangkan president al-Assad telah berubah menjadi perang senjata, telah berjalan 22 bulan bulan sejak demo pertama muncul, dan sedikitnya 70.000 meninggal di antara dua pihak.

Muslim Brotherhood Mesir (pusat organisasi) pada situsnya, sebagaimana dikutip oleh kantor berita AFP, menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri tersebut, berkata, ”Ini adalah awal dari pembebasan Damaskus dan tip dari iceberg.” Namun pembicara dari Islam Brotherhood Syria, Zuhair Salem, menyangkal klaim itu dengan menyalahkan pihak korban, ”diorkestra secara penuh oleh regim (pemerintah al-Assad), sebagaimana serangan tersebut.” [Taktik lempar batu sembunyi tangan ketika kekuatan militer belum kuat]

President Irak, Jalal Talabani (Islam Shia) pada situs pemerintah mengutuki tindakan terroris ini sebagai pelanggaran segala bentuk umum dan nilai moral.

President Hugo Chavez, teman baik president Iran, Ahmadinajed (Islam Shia) dan seorang dari Departement Luar Negeri menyalahi serangan terroris ini sebagai cara kerja pihak luar untuk menyalahkan kekerasan (perang sipil) di Syria.

Israel di libatkan dalam tuduhan tindakan terroris di Syria. Koran Yordania untuk Syria hari Minggu kemarin menyatakan bahwa bom kembar tersebut adalah bukti para konspirator melawan Syra bekerja keras, ”Serangan-serangan terroris ini tanda dari USA, Zionist (Israel) dan Al-Qaeda (organisasi Islam Sunni),” dan menambahkan, memanggil orang-orang Yordania dan orang-orang Arab untuk mendukung Syria.

Serangan kembar bom bunuh diri hari Jumat 23 Desember di kota Damaskus yang mentargetkan pemerintah Syria-Shia, dikabarkan sedikitnya 44 tewas dan 166 luka-luka.

”Kami telah mengatakan sejak awal, bahwa [demontrasi penggulingan pemerintahan Syria-Shia] ini adalah terroris. Mereka [para pemberontak Syria] membunuh tentara dan masyarakat umum,” respont Faisal Mekdad komisaris pembantu Syria kepada kantor Assosiated Press.

14 Febuari 2013, Komando Pelindung Revolutionari Iran (Iranian Revolutionary Guard; IRG) Hessam Khoshnevis terbunuh di Syria oleh pasukan pemberontak Sunni.  Tahun lalu Pasukkan Pemberontak Syria (PPS) menangkap 48 orang Iran, yang dianggap sebagai para pejuang IRG. PPS telah lama menuduh bahwa pemerintah Syia Iran terlibat langsung di dalam membela President Assad.

Komentar: Israel secara pasti tidak campur tangan; baik pro atau kontra apa yang terjadi di Syria, berkali-kali berita-berita tentang Jalan Arab atau Arab Bersemi (orang Islam Timur Tengah menyebutnya) bahwa Israel semakin kuatir akan keamanan negaranya sendiri dengan hasil akhir dari Jalan Arab ini, pemimpin-pemimpin negara yang baru (Mesir, Tunisia, Libya) dari Jalan Arab ini adalah Islam radikal yang sangat anti Israel, tentu juga anti Kristen – Israel menyebut hasil Arab Bersemi ini sebagai “Arab Winter.” Israel tidak mempunyai hubungan baik dengan Bashar al-Assad, namun Israel sangat tahu bahwa jika pemerintahan Bashar tumbang, maka menggantikannya akan lebih anti-Israel. Israel satu-satunya negara Demokrasi di Timur Tengah yang selalu dijadikan kambing hitam oleh para tetangganya dan para politikus Barat yang haus kekuasaan.

Kekacauan di Timur Tengah akarnya berasal dari orang-orang Arab Islam sendiri, sejarah dan kejadian-kejadian segar di dunia berita adalah buktinya. Contoh Irak: orang Islam menuduh USA – penjajah dan sumber keributan. Baru saja tentara USA ditarik keluar, konflik berdarah antar agama Sunni dan Shia terjadi, wilayah suku Kurdi, Islam Sunni, (Irak Utara) diserang oleh Arab Irak (Islam Sunni) oleh bom-bom bunuh diri.

Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki (Islam Shia) minggu kemarin ingin mengadili vice president Irak, Tareq al-Hashemi sebagai orang dibalik gelombang sektarian berdarah (serangan-serangan terrorists di Irak). Tareq adalah Arab Sunni, dan sekarang ia melarikan diri ke wilayah Kurdi. Hari Saptu kemarin saya tanya seorang Kurdi, pemiliki restorant kebab, tentang tuduhan atas Tareq al-Hashemi, orang Kurdi ini membenarkan bahwa Tareq adalah kepala dari terrorist di Irak.  Suku Kurdi adalah bangsa yang terjajah (belum memiliki status negara) dan teranyiaya baik oleh Arab Sunni maupun Iran Shia.

Perang Sipil di Syria menampakkan sikap asli Uni Eropa dan Amerika Serikat terhadap kedua kelompok besar aliran Islam tersebut. Media Barat menyebut Pasukkan Pemberontak Syria sebagai “tentara Islam,” dengan kata lain agama Shia yang dianut oleh pemimpin Syria, Iran dan kelompok Hezbollah di Libanon bukanlah agama Islam yang benar. BBC menulis bahwa para pemimpin Inggris berada di garis depan  untuk menekan UE (Eropean Union) menambahkan Hezbollah pada daftar terrorist-terrorist organisasi.

Barat telah memilih berdiri di pihak negara-negara Sunni Arab – tentu, karena alasan ekonomi yang lebih menguntungkan, bukan alasan doktrin.

Keadilan dan Damai hanya datang dari Raja Damai, Yeshua Ha Mashiah, orang Yahudi yang telah lahir di Betlehem, Israel. Dia akan kembali lagi sebagai Hakim yang Adil dan menggadili setiap negara dan manusia.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Syria: Dari demontrasi menuju perang antar suku?


Gejolok politik dalam negeri Syria kelihatannya semakin parah. Imbas dari Jalan Arab atau Revolusi Arab yang berawal di Afrika Utara menyebar ke negara-negara Islam Timur Tengah seperti Bahrain, Yaman, Arab Saudi, dan banyak lagi lainnya, dan Syria serta banyak negara Islam lainnya.

Jalan Arab adalah suatu gelombang revolusi orang-orang Arab melawan pemerintah negara Islam yang dianggap diktator oleh rakyatnya. Gerakan Revolusi Arab ini diujung tombaki oleh dua kekuatan pendorong;  yang pertama adalah kehausan untuk memiliki kebebasan hidup (persamaan hak) seperti orang di negara Demokrasi, dan kekuatan yang kedua adalah, kebalikan dari yang pertama, kerinduan untuk lahirnya negara Islam yang benar-benar menerapkan Hukum Islam (Sariah) sebagai dasar hukum negaranya.

Barat menyebut gelombang revolusi Arab ini  sebagai ”Arab Bersemi” (Arab Spring), dengan anggapan bahwa Jalan Arab ini adalah gelombong menuju lahirnya negara-negara demokrasi (atau sedikitnya campuran “Islam+Demokrasi,” seperti yang Barat lihat pada negara Indonesia atau Turkey.

Hari Saptu kemarin, 2 Oktober 2011, di Istambul, Turkey, telah lahir suatu badan pemerintahan Syria yang baru yang dinamai Badan Nasional Syria (Syrian National Council; SNC). BNS ini berfungsi untuk menggantikan pemerintahan Syria yang ada sekarang dibawah President Bashar al-Assad. BNS sejenis dengan Badan Nasional Transisi  Libya (BNTL)  yang sekarang  merebut kursi kepresidentan Qaddafi. Badan ini terdiri dari kelompok pro-Demokrasi, Muslim Persaudaraan Syria, suku Kurdi dan suku-suku lainnya. Muslim Persaudaraan ialah partai agama terlarang di Syria, juga di Mesir; dikenal sebagai ibu dari organisasi Islam radikal seperti Al-Qaida, Hisbolah (Libanon), Hamas (Palestina), Al-Shabab (Somalia).

Gerakan Jalan Arab di Syria diawali dengan demontrasi turun kejalan, sama seperti yang telah terjadi di negara-negara Afrika Utara. Laporan PBB baru-baru ini menegatakan 2700 orang telah meninggal dunia.

Hari Senin ini dikabarkan telah meletus bentrokan senjata berapi antara pendukung BNS dengan pro president B. al-Assad. Belum diketahui berapa banyak orang yang tewas pada bentrokan senjata antara kedua partai politik Syria. Saya menguatirkan terbentuknya pemerintahan BN (Transisi) Syria akan menyebabkan perang sipil (tepatnya perang antar suku) di Syria, sama seperti apa yang telah dan masih berlangsung di Libya dan Yaman yang telah menelan ribuan jiwa.

M. Yaser Tabbara, salah satu pendukung BNS ini menyatakan kepada sebuah media Barat sehubungan dengan hadirnya pemerintahan oposisi yang disebut BNS sebagai ”Inilah apa yang masyarakat internasional sudah tunggu-tunggu. Lebih penting lagi, itu adalah apa yang orang-orang Syria di sana sudah tunggu-tunggu.”

Tentu “masyarakat internasional” ini tidak termasuk Russia dan RRC, pendukung B. al-Assad. Kedua negara ini penyebab mengapa sampai sekarang EU, USA dan sekutu lainnya tidak berani bertindak seperti mereka telah lakukan terhadap president Qaddafi, sekalipun korban jiwa di pihak demontran sudah mencapai 2700 orang mati.

Doakan: Berdoalah agar rakyat dan pemerintah Syria menemukan kebebasan yang sesungguhnya, yakni yang hanya bisa didapat dari “Raja Damai” Yeshua Ha Mashiah (Yesaya 9:5). Kebebasan hidup yang sesungguhnya tidak dihasilkan dari kebebasan “semau gue” dan juga tidak bisa didapatkan dari kebebasan “di bawah hukum.” Itu hanya bisa dimiliki dari kebebasan yang bertanggung jawab yang berdasarkan “hukum kasih” yang ada di dalam hati yang telah diperbarui oleh Roh Elohim.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Syria: 6 bulan demontrasi 2600 tewas


15 September 2011. Tepat hari ini demontrasi di Syria telah mencapai 6 bulan lamanya. Demontrasi diawali pada tanggal 15 Maret. Menurut laporan PBB korban telah mencapai 2600 jiwa meninggal dunia, dan lebih dari 10.000 demontran di tahan atau hilang. Korban yang tewas umumnya tertembak oleh ahli-ahli tembak, bahkan tidak sedikit yang ditembak ketika sedang memfilmkan aksi tangan besi militer pemerintah Syria.

Demontrasi anti  pemerintah di Syria sangat berbeda dengan di Libya. Di Libya, aksi anti pemerintah memperlengkapi diri mereka dengan senjata-senjata berat, dan Pemerintah Barat melalui NATO membantu para pemberontak dengan menghujani kendaraan perang dan banker-banker pemerintah Libya dengan roket-roket dari udara, membuka jalan bagi para pemberontak tersebut. Tripolipun tumbang ke tangan para pemberontak oleh karena roket-roket NATO sebagai pembersih jalan. Para Demo di Syria tidak memakai senjata, dan mereka menjadi sasaran peluru panas tentara Syria.

Mungkin banyak orang bertanya, mengapa Barat melalui NATO bereaksi begitu cepat dan agresif terhadap President Qadaffi, namun terhadap  President Syria, Bashar al-Assad, Barat sepertinya menutup mata: sementara para demontrans ditembaki, dan korban jiwa telah mencapai 2600 jiwa?

Beberapa faktor ini kemungkinan penyebab Barat menutup mata kepada penderitaan mayoritas rakyat Syria (Islam Sunni) yang sedang turun kejalan menentang Pemerintah (Islam Shiah) Bashar al-Assad:

  • Syria dilindungi oleh Rusia dan RRC. Kedua negara ini adalah pengekport perlengkapan perang untuk Syria.
  • Banyak negara EU mendapat gas dan bensin dari Rusia,
  • Barat sangat bergantung kepada RRC untuk komodini elekronik dan pakaian murah. Banyak produk Barat di buat di RRC.
  • Kondisi keuangan EU yang sedang tidak stabil (Yunani, Spanyol, Ireland, Portugal sedang dalam krisis keuangan). USA sekarang sedang kehabisan uang, USA hanya membeo apa yang EU perintahkan (Wahyu 13:11-12)
  • Rusia dan RRC sedang dalam puncak kejayaan ekonomi.

Dapatkah manusia mengharapkan keadilan yang murni dari para pemimpin dunia? Raja Daud telah memberi jawaban yang tepat dari pertanyaan tersebut, bacalah itu pada kitab Mazmur 118:8-9.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Syria: Cara President Bashar Assad menangani Jalan Arab


Gerakan Jalan Arab di Syria telah mencapai 100 hari, dengan korban lebih dari 1100 nyawa demontran. Protes untuk menggulingkan president Bashar Assad semakin meluas di berbagai kota.

Peristiwa berdarah di Jisr al-Shoughour. Media pemerintah setempat mengabarkan bahwa 120 tentara pemerintah telah dibantai oleh gang-gang bersenjata, dan ditambahkan bahwa pemerintah akan bertindak tegas kepada pelaku pembunuhan tentara di Jisr al-Shoughour ini. Pemerintah tidak memberikan kapan terjadinya, namun berita mengudara pada tanggal 7 Juni.

Pada malam itu juga, setelah mendengar ancaman pemerintah ini, penduduk Jisr al-Shoughour dan sekitarnya berbondong-bondong keluar menuju perbatasan Syria-Turkey. “Sementara kami berangkat kami melihat dibelakang kami ladang-ladang yang terbakar dan penekanan terjadi.” Ratusan tentara tiba melalui iring-iringan kendaraan militer dan tank. Tank-tank menembaki gedung-gedung dan dua mesjid. Aksi ’balas dendam’ ini dilakukan oleh Divisi Keempat yang dipimpin oleh Mahr Assad, saudara dari president Bashar Assad

Pembunuhan 120 tentara dan serangan balas dendam pemerintah telah diketahui secara luas oleh media Barat. Namun apa yang sesungguhnya terjadi atas 120 tentara di atas, seorang pengungsi di perbatasan Syria-Turky memiliki laporan yang berlainan. Media internasional telah menyadari susahnya untuk memastikan kebenaran laporan pemerintah Syria, sebab wartawan asing sama sekali terlarang di Syria dan pemerintah Turky juga mengisolasi para pengungsi dari jangkauan wartawan luar negeri (Barat).

Moussa, berasal dari sebuah desa dekata Jisr al-Shoughour, diwawancari oleh wartawan Haaretz. Moussa membuktikan bahwa ia adalah saksi mata dengan menunjukkan video di telepon selnya adanya kebakaran ladang yang disertai suara-suara tembakan api.

Peristiwa yang diklaim oleh pemerintah 120 tentara dibunuh oleh ”gang-gang bersenjata” mulai ketika polisi keamanan dan aktivist partai Baath membawa dua bus demontrasi pro-pemerintah kedalam kota  dan memerintahkan penduduk setempat untuk bergabung untuk merayakan memerinahnya Bashar Assad. Penduduk menolak dan sebaliknya mengadakan protes. ”Para polisi berkata kepada para tentara (setempat) untuk menembak pemerotes,” Moussa mengingat. “Beberapa tentara menolak, jadi mereka sendiri yang ditembak,” ia menambahkan.

Dia berkata dia tidak tahu dari mana angka 120 kematian tentara tersebut berasal, tetapi 37 pemerotes juga ikut terbunuh dan beberapa masyarakat sipil ditangkap katanya.

Laporan kepalsuan pemerintah Assad yang dibongkar oleh Moussa ini diteguhkan oleh Ali Moore yang diwawancarai oleh Ben Knight dari Australian Broadcasting Corporatioan (abc.net).

Laporan mengatakan di kamp pengungsian Turky terdapat 41 000 penduduk Jisr al-Shoughour dan ribuan lagi dari desa-desa lainnya.

Dataran Tinggi Golan di perbatasan Syria-Israel, tanggal 5 Juni, hari Minggu, terjadi peritiwa yang lain, sejumlah besar orang Arab Syria berdemontrasi memasuki perbatasan negara. Pemerintah Syria dalam laporannya mengatakan tentara Israel telah membunuh puluhan demontran dan melukai ratusan. Ini membuat PBB menjadi marah kepada Israel. Pembicara dari Tentara Israel mengatakan bahwa kebanyakan yang mati dan luka-luka disebabkan oleh ranjau-ranjau yang telah dipasang oleh pemerintah Syria sendiri. Pemerintah Israel telah memasang tanda-tanda bahaya pada wilayah tersebut. Pihak tentara Israel mengakui bahwa memang benar ada beberapa dari demontrant yang ditembak oleh peluru karet karena memasuki wilayah Israel, namun menolak tegas profokasi media pemerintah Syria.

Menurut kelompok oposisi pemerinath Syria, Partai Reform Syria, pemerintah Damaskus mengupah petani-petani miskin 1000 (seribu) dollar Amerika untuk memasuki perbatasan Israel dan siapa yang terbunuh dijanjikan 25000 (dua puluh lima ribu) dollar Amerika untuk keluarga mereka. Parai Reform Syria menulis pada situsnya bahwa para petani Syria berpenghasilan kurang dari 200 dollar sebulan, jadi dari 23 orang yang disogok pemerintah telah membuat petani lainnya tertarik untuk aksi profokasi tersebut.

Pengiriman petani-petani miskin ke perbatasan telah membuat Partai Reform Syria marah kepada Bashar Assad, Partai ini menyalahi pemerintah untuk mencoba menciptakan perhatian internasional keluar dari peristiwa-peristiwa berdarah yang pemerintah terus lakukan terhadap bangkitnya protest-protes pro-demokrasi.

Nampaknya pemerintah Assad memakai hari bersejarah Perang Enam-Hari 1967 tersebut untuk menggeser kemarahan Jalan Arab dari dirinya kepada pemerintah Israel. Pada hari bersejarah itu, 100.000 orang Islam Libanon juga telah mencoba memasuki perbatasan Israel utara, namun tentara Libanon mencegah mereka. Kelompok Palestina juga telah membuat profokasi yang sama mencanangkan “Satu juta martir akan berbaris di Yerusalem,” namun ternyata hanya sedikit sekali yang tertarik pada profokasi tersebut, Israel Today.co.il mengabarkan.

 Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Syria: Demontrasi anti-pemerintah Bashar Assad ratusan meninggal


Pemerintah Syria yang dipimpin oleh president Bashar Assad semakin frustasi dengan jumlah demontranst yang semakin banyak dan beringas. Pemerintah sejak awal menangai para demontranst ini dengan tangan yang keras. Hari Jumat (22/4) korban terbunuh 112 jiwa dan 8 jiwa sedikitnya di hari Saptunya, kata organisasi kemanusia dari Syria. Ini terjadi setelah peringatan pemerintah seminggu sebelumnya bahwa ”demo berlanjut akan dianggap sebagai ’sabotase’ terhadap negara Syria.

Saksi-saksi mata mengatakan banyak para demo yang mati tertembak oleh penembak gelap yang berasal dari gedung-gedung rumah.

Aksi demo besar-besar di negara-negara Islam memiliki kesamaan yang nyata, yakni terjadi pada hari Jumat, hari sembayang Jumat dipakai sebagai momentum para anti-pemerintah untuk turun kejalan. Jumat ini Muslim Brotherhood akan menggerakan aksi demo yang lebih besar lagi.

Demo yang telah mencapai minggu ke enam ini telah menewaskan sedikitnya 300 nyawa, berita lainnya mengatakan sekitar 500 jiwa.

PBB, USA dan EU tidak mengambil tindakan apapun atas kematian dari para demontrant yang tidak bersenjata ini, demikian pula terhadap negara Bahrain dan Yaman. Tetapi terhadap pemerintah Libya, bertolak belakang 180 derajat. Barat dengan NATO-nya terus-menerus mengebomi pasukan Libya. Serangan Barat atas Libya bahkan terjadi sebelum pemerintah Libya memerangi para pemberontak yang bersenjata berat.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog