180 Turn movie; From Nazi Holocaust to American Holocaust


Film pendek “180 Turn” telah ditonton lebih dari tiga juta dan delapan ratus tujuh puluh ribu kali (3.871.608) – pada 4 Maret 2013. Suatu film dialog tanya-jawab antara masyarakat Amerika dengan penginjil Roy Comfort tentang motivasi Adolf Hitler membunuh jutaan orang Yahudi diparalelkan dengan motivasi masyarakat umum Amerika membunuh jutaan bayi yang belum lahir, dikenal sebagai aborsi. 180 Course Ray Comfort & Kirk Cameron

Film ini dibuat berdasarkan buku Hitler, God, & the Bible; Jim Schneider mewawancai Ray Comfort tentang buku ini dapat didengar di sini.

Penginjil Ray Comfort dalam film ini membuktikan siapakah sebenaranya Adolf Hitler; mengapa Adolf begitu benci kepada bangsa Israel. Berlawanan dengan berita yang keluar dari media sekuler tentang siapa Adolf Hilter dan motivasinya tersebut. Ray Comfort menunjukkan bukti bahwa Adolf sama sekali bukan orang Kristen, tetapi sebaliknya pribadi yang anti-Kristianiti. Ray memberi bukti,

  • Adolf Hitler anti-Sepuluh Perintah Elohim:

“Sejarah akan mengenali gerakan kita [NAZI] sebagai pertarungan besar untuk kebebasan manusia, kebebasan dari kutukan Gunung Sinai [di mana Sepuluh Perintah diberikan YAHWEH kepada nabi Musa]…
[Elohim adalah] seorang tyrant (diktator yang jahat) yang memerintahkan orang melakukan hal-hal yang tepatnya orang tidak suka melakukannya.”Adolf Hitler

“History will recognize our movement as the great battle for humanity’s liberation, a liberation from the curse of Mount Sinai ….
[God is] a tyrant who orders one to do the very things one doesn’t like.” – Adolf Hitler. The Ten Commandments: Ten Short Novels of Hitler’s war Against the Moral Code, ed. Armin L. Robinson (New York Simon and Schuster, 1943), xiii

  • Adolf Hitler anti-Israel, keturunan Abraham:

“Orang-orang Yahudi tidaklah diragukan sebuah suku bangsa, tetapi bukan manusia. Mereka bukanlah manusia. Mereka tidaklah dapat ada sebagai manusia dalam hal ada sebagai gambar Elohim…” – Adolf Hitler.

 “The Jews are undoubtedly a race, but not human. They cannot be human in the sence of being an imange of God…” – Adolf Hilter; May 1923 Speech, Munich, Germany.

Buku Hitler, God, & the Bible oleh Ray Comfort  Aborsi di Amerika Serikat. Dari begitu banyak orang-orang Amerika yang di wawancarai oleh Ray di film ini merubah pikiran mereka tentang tindakan aborsi setelah Ray membandingkan motif Adolf Hitler melakukan holokos terhadap jutaan Yahudi dengan Holokos bayi dalam kandungan orang Amerika.

Ray memberikan data betapa besarnya jumlah aborsi di Amerika Serikat, “Bayi-bayi yang masih dalam kandungan telah dibunuh dalam Holokos Amerika dalam 37 tahun pertama sejak Roe v. Wade sebanyak 53.310.843 (lebih dari lima puluh tiga juta jiwa)… dengan perkiraan 1.212.400 dari tahun 2009-2010.

Unborn babies killed in the American Holocaust in the first 37 year after Roe v. Wade: 53,310,843 . Base on numbers reported by the Guttmacher Intitute 1973-2008, with estimates of 1,212,400 for 2009-2010.

John Piper, pengajar Alkitab yang paling teratas di Amerika saat ini menyatakan bahwa aborsi adalah pengorbanan anak-anak kepada roh-roh jahat. John Piper – Abortion: Children Sacrificed to Demons.

John Piiper dengan tegas menentang kebijaksanaan president Obama yang mengatakan bahwa “Aborsi adalah melindungi kesehatan para wanita dan kebebasan reproduksi”;

Ia menyatakan pada kotbahnya: No, Mr. President: John Piper’s Response to President Obama on Abortion
“Tidak, Mr. President. Anda tidak melindungi para wanita; Anda memerintahkan kerusakan 500.000 (lima ratus ribu) para remaja wanita setiap tahun.
Anda tidak melindungi kebebasan reproduksi; Anda  memerintahkan kerusakan kebebasan dari 1000.000 (satu juta) bayi (little human beings) setiap tahun…” – John Piper

Ray Comfort mengundang Anda untuk terlibat aktif di dalam memerangi Aborsi ini, kunjungi situnya bagaimana Anda bisa terlibat:  Heartchanger.com about how to defend the unborn.

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.  – Yahweh Yeshua Ha Mashiah.  Injil Yohanes 10:9-10

Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.
Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Adonai YAHWEH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? – YAHWEH, Elohim Abraham, Ishak dan Israel;  (Ezekiel 18:21-23)

Komentar: Jika Anda perhatikan film 180 derajat putar haluan di atas baik-baik, nampak pesan Ray Comfort keras dan tidak berkompromi dengan dosa, namun semua itu dialaskan oleh kasihnya yang  begitu besar – agar mereka dapat dilepaskan dari tipu daya Iblis, sehingga mereka bisa melihat dosa adalah dosa. Dengan satu tujuan, mereka bertobat (berputar arah hidup 180 derajat) dan diselamatkan.
Saya pun memiliki hati yang sama dengan Ray Comfort, kebencian kepada umat Abraham (Israel) dan pembunuhan kepada bayi-bayi yang tidak berdosa – yang masih di dalam kandungan ibu; keduanya haruslah dihentikan. Kebencian dan pembunuhan adalah sama; keduanya adalah dosa.* Pintu Neraka terbuka lebar untuk para pelaku dosa, adalah pasti; namun yang lebih pasti lagi adalah Pintu Sorga terbuka lebar-lebar bagi mereka yang bertobat dengan segenap hati dan menerima anugerah keselamatan yang Yeshua Ha Mashiah telah sediakan, melalui darah-Nya yang tercurah di kayu salib di Bukit Golgota!! Semoga berkat sorgawi turut ke atas kehidupan Anda hari ini juga.
*) Baca:  Injil Matius 5:21-26 & 6:11-15 dan Injil Markus 11:25-26.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Alasan Pendeta tidak beribadah hari Sabat


Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan. (Yoh 15:25)

Ada tiga alasan mengapa orang-orang Kristen tidak memperingati hari Sabat kata seorang pendeta di Kalifornia Selatan yang tergolong dalam salah satu gereja yang memiliki jemaat terbesar di wilayah tersebut:

  • Itu karena satu-satunya perintah yang tidak diulangi di dalam Perjanjian Baru
  • Yahshua tidak pernah mengajari siapapun untuk memelihara hari Sabat
  • Rasul-rasul tidak pernah mengajari siapapun untuk memelihara hari Sabat (1)

Benarkah Yahshua Ha Mashiah dan para rasul-Nya tidak mengajari umat-Nya untuk memelihara hari Sabat? Benarkah perintah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat (perintah keempat) telah ditanggalkan dan hanya hanya sembilan perintah yang masih berlaku di Perjanjian Baru?

Kita telah membahas bahwa perintah menguduskan hari Sabat (Saptu) menjadi hari Minggu adalah tidak berdasarkan otoritas YAHWEH dan putra-Nya Yahshua Ha Mashiah, tetapi perubahan itu terjadi atas otoritas Gereja Roma Katolik.

Sekarang kita pelajari Alkitab apakah ketiga alasan di atas benar atau salah.

Membantah alasan kedua – Yahshua tidak pernah mengajari siapapun untuk memelihara hari Sabat”.

No way! Firman YAHWEH jelas menulis bahwa Yahshua mengajari itu

  • Ia mengingatkan orang-orang Farisi bahwa mereka sedang berhadapan dengan pemegang otoritas hari Sabat. Anak Manusia adalah juga Yahweh atas hari Sabat.” (Mark 2:28). Kel 20:10; Yes 58:13, Wah 1:10
  • Ia mengajari orang-orang Farisi apa makna hari Sabat yang sebenarnya, yaitu untuk kebaikan manusia. Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, (Mark 2:27). Ia tidak berkata ”hari Sabat untuk orang Yahudi” tapi ”untuk manusia” semua suku, bahasa dan bangsa yang telah menjadikan Dia sebagai Yahweh!
  • Ia sering kali menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat secara sengaja di depan mata orang-orang Farisi untuk menigatkan mereka makna hari Sabat tersebut.
  • Ia mengajari orang banyak hal apa yang boleh dikerjakan pada hari Sabat. Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.” (Mat 12:12)
  • Setelah Ia panjang lebar mengajar arti hari Sabat dan menyembuhkan semua yang sakit – pada hari Sabat!, rasul Matius menulis penggenapan firman yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya tentang tujuan Yahshua datang kebumi, “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. … sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.” (Mat 12:18-21) *
  • Tentang ahir jaman, Ia memperingatkan umat Israel untuk berdoa secara serius agar aniaya terakhir atas mereka tidak jatuh pada musim dingin dan pada hari Sabat (Mat 24:20-22)
  • Doa-Nya di Getsemani pada ahir pelayanan-Nya jelas menyatakan bahwa firman Bapa-Nya yang Ia harus sampaikan (Ul 18:18) Ia telah ajarkan kepada umat kepunyaan-Nya. ”Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya.” (Yoh 17:8a). Putra-Nya telah menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepadanya, dalam kontek ini: merestorasi Perintah Keempat: “Ingatlah dan hormatilah hari Sabat.”

*) Pada jaman Nabi Yesaya (abad ke 7 BC), kerajaan Yehuda bukan saja telah meninggalkan YAHWEH, tapi juga menista DIA (1:4), penduduknya disamakan lebih bodoh dari lembu dan keledai (3). Para pemimpinnya (diatur oleh istri mereka; 3:12) memeras dan merampoki orang yang tertindas (3:14-15; 5:8). Dan ini semakin parah di jaman raja Ahaz (bab 7-12), lebih suka mencari petunjuk dari orang mati daripada YAHWEH (8:19; 7:10-13). Sejauh mana mereka telah melanggar hukum dan perintah-Nya bisa dilihat pada 2 Raja-raja 23.

Membantah alasan ketiga – Rasul-rasul tidak pernah mengajari siapapun untuk memelihara hari Sabat.”

Tidak benar! Alkitab dan sejarah Gereja bisa membuktikan bahwa ajaran ”Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat” diteruskan oleh para rasul kepada jemaat-Nya.

  • Rasul-rasul menerima pengajaran Guru mereka dan melakukan semua pengajaran-Nya dalam kehidupan mereka. Hampir semua dari mereka mati martir oleh karena mengikuti Jalan Kebenaran – Yahshua. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. … dan mereka telah menuruti firman-Mu. (Yoh 17:6)
  • Ajaran para rasul (13 orang), murid-murid-Nya yang lain semakin menarik banyak pengikut bahkan sejumlah besar imam Farisi pun turut pengajaran mereka (Kis 6:7). Ingat kita sedang bicara praktek hari Sabat yang diajarakan Yahshua (Mat 12; Mark 2)
  • Para wanita menyiapkan wangi-wangian untuk mayat Yahshua sebelum hari Sabat dan mereka istirahat di hari Sabatnya, lalu esok harinya membeli bahan-bahan yang masih kurang (Luk 23:55-56; Mark 16:1)
  • Kelompok Jemaat Yahudi Libertini (atau Freedman artinya Orang yang telah dibebaskan dari perbudakan) dari Libia, Mesir, Itali dan Turki mempertanyakan pengajaran Stefanus. Mereka dibantu dengan tua-tua Yahudi dan ahli-ahli Taurat menghukum mati dia melalui tuduhan yang sama yang mereka lakukan kepada Yahshua (Kis 6:13-15). Inti pembelaan Stefanus ialah peliharalah dan turutilah hukum Taurat-Nya (yaitu Sepuluh Perintah YAHWEH)!” (Kis 7:38,53). Saulus, ”imam muda” fanatik Farisi, hadir dipembunuhan tersebut (7:58). Ini adalah awal penganiayaan atas pengikut Yahshua dari Yerusalem (8:1-3) sampai ke Damsyik, Syria. [M]engancam dan membunuh murid-murid YAHWEH. … jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan YAHWEH, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. (9.1-2).
  • Rasul Yakobus di sidang para rasul berkata, Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat. (Kis 15:21). 1. Antiokhia, Yunani (Kis 13:14, 42, 44 ). 2. Filipi, Makedonia (16:13). 3. Tesalonika, Turkey (17:1-2). 4. dan di Korintus, Yunani, Paulus mengajar selama 1 tahun 6 bulan. (18:1,4,11)
  • Dari mulut rasul Paulus sendiri kita bisa melihat bagaimana ia dan pemimpin lainnya hidup, Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. (Fil 3:17 ) sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. (1 Kor 11:1; Yoh 10:4-5). Sehingga rasul Lukas mencatat, Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.” (Kis 17:2). Di Filipi, jelas nampak banyak orang yang hidup sesuai ajaran Yahshua: kamu ikuti dan perhatikan mereka yang hidup seperti kami, jadi tidak hanya Paulus sendiri, tapi juga tua-tua lainya dan banyak contoh dari orang lain lagi yang bisa diteladani.
  • Karenanya Paulus dipengadilan berani berkata, ”Aku sedikitpun tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat orang Yahudi maupun terhadap Bait Elohim… (Kis 25:8)

Pada abad pertama (masa dimana Alkitab Perjanjian Baru ditulis) para rasul dan jemaat mula-mula selalu beribadat setiap hari Sabat, itu bukanlah hal yang luar biasa, sebaliknya itu adalah hal yang seharusnya, Mereka tidak perlu diajar atau diingatkan lagi tentang pergi ibadah pada hari Sabat (Kis 13:14-44), tepat seperti pepatah berkata, ”Tidak perlu mengajar anak itik berenang!


Membantah alasan pertama – Itu karena satu-satunya perintah yang tidak diulangi di dalam Perjanjian Baru.”

Bantahan atas alasan ini ialah 1. Yahshua sendiri tidak membatalkan hukum Musa apalagi Sepuluh Perintah YAHWEH. 2. Perintah keempat tidak akan bisa dikeluarkan dari Sepuluh Perintah YAHWEH

IA adalah Elohim yang sempurna, hukum-hukum yang keluar dari mulut-Nya tidak bisa dibatalkan. IA bukanlah elohim ciptaan manusia dan bukan juga ciptaan malaikat yang perkataan mereka selalu berubah. Firman yang pernah menjadi manusia berkata, Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Bahwasanya Aku, YAHWEH, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. (Mal 3:1a, 6)

Bani Israel lebih dari 4 ribu tahun mengalami perang, tapi tetap eksis sampai sekarang. Sekalipun musuh Israel jauh lebih banyak dan lebih kuat, Israel akan tetap berdiri, YAHWEH says so!!

Ia memperingatkan dengan keras orang-orang Kristen yang berani merendahkan hukum Taurat-Nya

  • [S]iapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga (Mat 5:19a)
  • Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Mat 5:20 ).Di dalam soal menjaga kekudusan dan ketaatan kepada hukum Taurat, orang Kristen non-Yahudi tidak ada artinya dibanding kedua kelompok orang di atas. Kegagalan mereka hanyalah mereka sangat sombong (too much self righteousness).

Ingat: perintah keempat adalah perintah terpanjang dan tergolong di dalam perintah utama yang terutama – empat perintah pertama dari 10 perintah (hukum hubungan vertikal antara manusia dengan Penciptanya)

Dwight L. Moody, (pendiri the Moody Bible Institute) salah satu orang Methodist terbesar di abad 19, dalam bukunya , Weighed and Wanting, menulis, “Hari Sabat diikat di Eden, dan itu sudah diterapkan sejak itu. Perintah keempat dimulai dengan kata “ingatlah”, menunjukan hari Sabat telah ada ketika Elohim menulis hukum itu pada loh-loh batu di Sinai. Bagaimana mungkin orang-orang dapat mengklaim bahwa satu perintah sudah disingkirkan sementara mereka mengakui bahwa kesembilan lainnya tetap diikat?” Ia juga berkata, Keempat ini bukanlah perintah untuk satu tempat atau satu waktu, tetapi untuk semua tempat dan semua waktu.” (San Francisco, Jan. 1st, 1881)

Pelangaran yang sungguh ironis dari umat YAHWEH:

Paulus berkata: Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yahshua. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. (Kis 13:27)

Dan di jaman ahir ini: Milyaran orang Kristen dan pemimpin-pemimpin Gereja di seluruh dunia mengakui Yahshua. Dengan tidak mau mengingat hukum Sabat-Nya yang justru tertulis ”Ingatlah.” mereka menggenapi firman-Nya yang dibacakan setiap hari Minggu bahwa mereka harus mengasihi YAHWEH Elohim mereka dan berjaga-jaga atas segala tipuan si Iblis (Mark 11:29-30; Mat 24:4-5)

Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. … Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. (Mat 22:3-6)

Kata Yahshua kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemulian-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (Mat 19:28)

Referensi:

1 Anti-Yudasim at root of ‘Sunday Sabbath’?

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Sepuluh Perintah YAHWEH


Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran–sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu… (Gal 3:19)

Banyak orang Kristen terkecoh antara Sepuluh Perintah YAHWEH dengan Perintah atau Hukum Taurat atau Torah Musa, sehingga terjadilah konflik-hati nurani (kebimbangan) dalam kehidupan mereka, mudah terombang-ambing dalam kehidupan rohani mereka, tidaklah heran jika damai sejahtera jauh dari mereka (Yakobus 1:6-8). YAHWEH menberikan hukum Sepuluh Perintah dan hukum-hukum lainnya kepada umat-Nya melalui nabi Musa. Hukum-hukum lainnya tersebut, dikenal sebagai “hukum Musa atau Torah / Taurat Musa” misalanya: 

  • Hukum Persembahan daging korban (ucapan syukur, pengampunan dosa); mengapa, binatang apa, kapan dan bagaimana.
  • Hukum Sunat lahiriah; kapan, siapa yang harus, tujuan
  • Hukum Sembayang di bait Elohim; bagaimana syaratnya, siapa yang boleh masuk (di ruang Mahasuci, di ruang Suci, di halaman), Giliran kelompok siapa.
  • Hukum makanan tahir (halal) dan najis (haram); binatang (darat, udara, laut), daging tahir namun dianggap najis,  makanan persembahan berhala.
  • Hukum Pernikahan dan poligami
  • Hukum praktis bagaimana menjalankan Sabat YAHWEH (pewaktuan, tanah garapan, pembebasan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan).
  • Dan lain-lain

10 (Sepuluh) Perintah, benar sekali, tertulis di Pentateuch (Lima kitab Musa), namun berfungsi berbeda dengan Perintah tambahan dari Torah atau Taurat. 10 Perintah adalah hukum moral sedangkan Perintah Torah/ Taurat Musa adalah aturan praktis yang bersifat jasmaniah dan liturgi rohani, didasari dari 10 Perintah, bagaimana seorang umat YAHWEH harus lakukan.

Perintah Torah yang ditambahkan ini pada umumnya adalah hukum-hukum yang dibuat sehubungan dengan “bagaimana” melakukan 10 Perintah YAHWEH. Dua kalimat kunci pada perkataan Paulus di atas ialah
1. Hukum ditambahkan oleh sebab pelanggaran manusia; artinya: ketika perintah tidak dijalankan atau selalu dilanggar, maka hukum keluar, dan hukum ini akan bertambah banyak (diperinci) jika sebuah hukum dilanggar. USA mempunya ribuan hukum, contoh: ”Jangan membunuh” (Perintah YAHWEH ke 6) dari satu ini bisa menjadi puluhan hukum; pemilikan senjata api, hak bela diri, kriminalitas dll. Itu karena pelanggaran demi pelanggaran di USA.
2. Hukum-hukum tertentu yang ditambahkan oleh Musa tidak berlaku lagi saat Yahshua datang, mati dan bangkit dari kematian-Nya. Segala hukum tertentu tersebut yang bersifat bayangan dari Yahshua, bukan saja tidak perlu lagi dilakukan, lebih lagi akan menjadi dosa yang berat jika itu tetap dilakukan – contoh: mempersembahkan binatang sebagai korban penghapus dosa. Ini berarti si pelaku menolak pengorbanan Putra Elohim di kayu salib bagi penebusan dan penyucian dirinya yang berdosa (Ibr 10:28-29).

10 (Sepuluh) Perintah YAHWEH. Nabi Musa dengan matanya sendiri melihat bagaimana Elohim melalui jari-Nya sendiri menulis 10 Perintah tersebut ketika ia berada di gunung Sinai  (Kel 20:1-17, 22):

  • Kedua loh batu pertama (dibuat dan ditulis oleh YAHWEH) dipecahkan oleh Musa (Kel 31:18; )
  • Loh-loh batu kedua (dibuat dan ditulis oleh YAHWEH) (Kel 34:1, 28 )

Pada batu loh pertama terdapat Perintah Moral untuk kita patuh dan memuliakan YAHWEH, yaitu hubungan vertikal kita dengan Pencipta kita. Pada batu loh kedua terdapat Perintah Moral yaitu hubungan horizontal kita dengan sesama manusia. Dari Sepuluh Perintah inilah lahirnya hukum-hukum lainnya, yang umum disebut ”Hukum (Taurat) Musa dan Kitab (Hukum) Nabi-nabi.”

Apakah Sepuluh Perintah ini hanya untuk orang Israel? Tentu tidak! Perintah ini ditujukan untuk setiap umat-Nya yang telah dibebaskan dari perbudakan dosa; pertama Abraham, kakek dari Israel sebagai suatu bangsa yang telah dipilih-Nya (Kej. 12) dan berikutnya seluruh manusia yang telah dibenarkan-Nya melalui pengorbanan Yahshua, putra-Nya yang tunggal (Kis. Rasul 2). Seorang rabbi Yahudi abad 21 yang percaya kepada ajaran Yahshua berkata, “Torah tetap berlaku sampai sekarang, tetapi hanya bagi orang-orang yang mengikuti ajaran Yahshua (Yeshua).”

Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yahshua telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Matius 22:34-36

Jawab Yahshua kepadanya: “Kasihilah YAHWEH , Elohimmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (Matius 22:37-.38). Penjabarannya:

Perintah mengasihi YAHWEH (Keluaran 20:3-10)

  • Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku. I
  • Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, YAHWEH (TUHAN), Elohimmu, adalah Elohim yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. II
  • Jangan menyebut nama YAHWEH (TUHAN), Elohim, dengan sembarangan, sebab YAHWEH (TUHAN) akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. III
  • Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH (TUHAN), Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan. engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, aau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. IV

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22:39). Penjabarannya:

Perintah Moral – sesama manusia (Keluaran 20:12-17)

  • Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan YAHWEH (TUHAN), Elohimmu, kepadamu. V
  • Jangan membunuh. VI
  • Jangan berzinah. VII
  • Jangan mencuri. VIII
  • Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. IX
  • Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.” X

Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Matius 22:40

Beberapa contoh ayat yang membuktikan bahwa Sepuluh Perintah itu tetap berlaku sampai sekarang:
Perintah I dan II: Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan [ajaran] wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. Wahyu 2:20

Perintah IV: Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.” Kisah Para Rasul 15:21. Beribadah pada hari Sabat adalah kebiasaan Yahshua dan rasul Paulus. (Luk 14:6 dan Kis 17:2; 18:4).

Perintah V: Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Elohim. (1 Timothy 5:4)

Perintah VI: Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Raka! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Matius 5:21-22.  Raka, bahasa Aram: bodoh dan tidak berakal, dalam ucapan sekarang sama seperti: Ideot!

Perintah VII: Kata Yahshua kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”Matius 19:8-9 dan Lukas 16:18
Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.” Markus 10:12

Perintah VIII dan X: Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang … menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” Luk 20:46-47 , Markus 12:38-40.

Perintah IX: Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan YAHWEH. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah … Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Mat 5:33-37). Juga Yak 5:12.

Perintah X: Iri dan mengingini milik orang lain adalah perkara hati dan pikiran, orang lain tidak mengetahuinya, tetapi Elohim tahu. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. (Yak 1:14-15)
Dosa raja Yerobeam yang sangat dibenci YAHWEH bersumber dari iri, ia ingin selamanya menguasai kerajaan keturunan raja Daud.

Rasul Paulus menyatakan bila kita melakukan hukum kasih horizontal  (V sampai X) tersebut itu sama juga melakukan Torat/ Taurat. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. (Roma 13:8-10).

Rasul Paulus di sini menyatakan dengan jelas, bahwa “menggenapi hukum Taurat” artinya bukan “tidak perlu melakukan hukum Taurat,” tetapi  itu berarti “melakukan SELURUH hukum Taurat.”

Hal ini tepat seperti apa yang Yahshua Ha Mashiah katakan, pada Injil Matius 5:17-48 – “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (ay. 17), lalu Ia menjelaskan satu-persatu maksud Elohim yang sesungguhnya dari 10 Perintah tersebut sampai ayat 48! Mengenai perintah Taurat, Yashua sempurna melakukannya, sehingga Dia berani menantang para ahli agama “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? (Yoh 8:46).
Pada doa-Nya di taman sebelum penyaliban Ia berkata:  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan (melakukan semuanya) yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.  (Yoh 17:4, 8).

Jika ada orang Kristen yang berkata “Kita tidak perlu lagi melakukan 10 Perintah YAHWEH sebab kita telah diselamatkan oleh darah Yahshua, jadi sekarang kita boleh menyembah berhala, kurang ajar kepada orang tua, mencuri, berdusta, membunuh dan melakukan larangan YAHWEH lainnya.” (Roma 6:1) Maka Paulus yang pertama akan berteriak dengan keras kepada orang tersebut: “God forbid!” (KJV); “Tidak mungkin!” (ILT); atau “Sekali-kali tidak!” (ITB)

Alkitab Perjanjian Baru tetap memerintahkan kita melakukan 10 Perintah YAHWEH, tepat sama seperti pada jaman sebelum Yahshua.

Jadi apa sesungguhnya yang berubah dari 10 Perintah tersebut sejak Yahshua datang ke bumi? Tidak ada! Hukum YAHWEH itu kekal, seperti Dia adalah kekal. Hukum tidak berubah, yang berubah adalah tujuan dari perintah Taurat tersebut! Yaitu:

  • Sebelum Yahshua, tujuan dari perintah adalah mendapatkan pembenaran bagi pelakunya (Im 18:5;  Roma 2:13) – tentu seorangpun tidak akan ada yang bisa dengan kekuataannya sendiri (Roma 3:20), sesungguhnya Perintah ini adalah bayangan dari Yahshua, – sekarang, setelah beriman kepada Yahshua, perintah itu adalah sebagai bukti kasih kita kepada Elohim, menjadi teladan dan saksi untuk dunia bahwa benar kita adalah umat Kerajaan Sorga. (Yoh 14:21; Yoh 15:12-16)
  • Jika pada Perjanjian Lama itu dilakukan di BAWAH perintah Torat atau Taurat, sekarang di Perjanjian Baru perintah tersebut dilakukan di DALAM HATI DAN PIKIRAN kita! Artinya, ketika kita gagal melakukan salah satu perintah-Nya, kita tidak dihukum, sebab kita hidup bukan di BAWAH hukum, tetapi di DALAM anugerah-Nya. Yang diperlukan adalah hati nurani yang murni terhadap Elohim.
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Hormatilah Perintah Ketiga!


Jangan menyebut nama YAHWEH, Elohimmu, dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Keluaran 20:7

Pada Hukum Ketiga ini, Elohim (God) Israel memperingatkan kita dengan cara semudah dan sejelas mungkin untuk tidak meremehkan Nama-Nya, atau menggunakannya dengan sia-sia, sembarangan atau tidak beralasan. Pencipta kita telah mengetahui, menubuatkan di dalam kemahatahuan-Nya yang besar, hal yang akan terjadi, Ia tidak ingin umat-Nya meniru cara-cara bangsa-bangsa (Yeremiah 10:1-4) yang selalu memakai “Nama” Pencipta dengan sia-sia, dengan suatu cara atau lainnya.

Pada Keluaran 3:13-15, Pencipta telah menyatakan kepada Musa bahwa Nama-Nya yang kekal ialah YAHWEH dan menyatakan sungguh ”Nama” itu sendiri yang ada digunakan, disebarkan dan dibicarakan oleh semua penyembah-penyembah yang benar. Elohim memberikan Nama-Nya kepada Musa dan umat Israel sebagai sebuah peringatan yang kekal kepada semua generasi.

“Nama” YAHWEH telah dikenal Adam dan Hawa sampai masa air bah Nuh, Abraham memanggil-Nya sebagai Yahweh Yireh di gunung Moriah, dan berlangsung kepada keturunan Abraham di Mesir. Lihat Kejadian 4:26.

Keluaran 6:2-3 meneguhkan kebenaran yang indah ini ketika Yahweh mengingatkan Musa, bahwa ia bukanlah manusia pertama yang belajar Nama Kudus dengan menceritakan kepadanya “And I appeared to Aḇraham, to Yitsḥaq, and to Yaʽaqoḇ, as Ěl Shaddai. And by My Name, יהוה (YHVH), was I not known to them? Terjemahan yang paling bagus menaruh kalimat ini dalam bentuk pertanyaan ‘question tag’ dan bukan pernyataan.

YAHWEH lebih jauh memperingatkan umat-Nya untuk tidak menyebut deiti-deiti lainnya (gods) baik melalui sebutan atau melalui nama. Keluaran 23:13 “They must never be found on your lips and never proceed from your heart, since those lips and that heart were created to glorify Me alone.” (ditulis sesuai naskah aslinya). Alkitab LAI: “Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama elohim lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu.” Artinya umat-Nya, “tidak boleh percaya, berdoa dan berharap kepada elohim yang palsu”, bandingkan dengan Matius 18:20.

Contoh penyimpangan Hukum Ketiga, yang membuat Nama-Nya dilupakan, dalam perjalanan sejarah:

1. Setelah kembali dari masa pembuangan di Babylonia. Baal, deiti Langit (awalnya disembah di Libanon) dipanggil Baal-Gad, merupakan deiti (god) keberuntungan bangsa Babylonia, dari sini lahir dalam bahasa Inggris “Lord-God.” Kedengarannya umum? Seharusnya begitu! Pada umumnya terjemahan-terjemahan Inggris memakai kata “Lord-God ” untuk setiap kata “YAHWEH.” Baal sinonim artinya dengan Lord yaitu Master (lihat catatan kamus di bawah). Lihat Yosua 11:17, Yesaya 65:11.

Kelompok kepercayaan Parisi yang telah merebut kursi keimaman Harun secara illegal melarang pemakaian Nama yang Dikuduskan (Set Apart), Panggilan “YAHWEH” hanya boleh dipakai di Bait pada “Shalosh Regalim”, tiga perayaan besar YAHWEH saja (Passover, Pentecost, Tabernacles). Jelasnya, hanya Imam tertentu yang boleh pakai “Nama-Nya” dan itupun di hari-hari tertentu!

2. Jaman kejayaan Yunani. Budaya dan kepercayaan Hellenism menjadi terkenal. Deity-deity Yunani yang terkenal seperti Zeus, saat itu jarang disebut dalam budaya Yunani, namun titel (jabatan) Kurios dan Theos dipakai sebagai ganti untuk nama-nama asli mereka. Alkitab Perjanjian Baru bahasa Yunani menyamakan Nama yang Dikuduskan Yahshua dengan Kurios (Lord) Zeus. Pada Keluaran 23:13 YAHWEH dengan tegas melarang memangil nama deity bangsa asing, nah apalagi menggantikan Nama Anak-Nya yang Dia kasihi, Yahshua. Talmud mengajar orang Yahudi bahwa “Jauh lebih baik untuk seorang Yahudi makan babi, ketimbang belajar bahasa Yunani!”

3. Jaman sekarang, Terjemahan untuk “Lord-God” dalam Alkitab terjemahan bahasa Polandia adalah “Pan-Bog.” Pan and Bog keduanya adalah deity-deity orang asing yang sangat terkenal di masa lalu.

Kebanyakan orang Kristen memanggil nama “Jesus”, yang sama sekali tidak ada hubungan dengan Nama-Nya yang benar, Yahshua (atau: Yashua, Yeshua) yang memiliki arti yang dalam, “YAHWEH menyelamatkan” (Inggris: YAHWEH saves). Baca Matius 1:21! Lucunya pada kenyataannya orang-orang Kristen ini tidak bermasalah menyebut kata-kata Ibrani seperti: Satan, amin, halleluyah dsb. Tidakah kamu temukan itu aneh bahwa Setan telah berhasil menjaga namanya? Satan berasal dr “Ha Satan.”

DI BANYAK ALKITAB KAMU TIDAK MENEMUKAN “NAMA” DARI YAHWEH PENGARANG, TIDAK PERJANJIAN LAMA ATAU PERJANJIAN BARU! ALKITAB ADALAH SATU-SATUNYA DI DUNIA DIMANA KAMU DAN SAYA TIDAK DAPAT MENEMUKAN NAMA ASLI PENGARANG PADA BAHASA TERJEMAHAN ABAD MODERN!! APAKAH KAMU MENCIUM KEKALAHAN?

Praktek-praktek yang tidak Alkitabiah ini – menghindari, menyembunyikan atau membungkus Nama-Nya yang sebenarnya adalah sebuah kebiasan pagan (orang yang tidak percaya YAHWEH) yang berakar dalam di Mesir, di Babylon dan di Yunani (dan di Israel sendiri melalui kelompok Parisi). Mereka telah mengajar pemberontakan terbuka dan pelanggaran Hukum Ketiga.

Bukti lebih jauh tipuan Setan dengan “Nama yang Dikuduskan” didapat di dalam Talmud dimana rabi-rabi tradisional, melalui pengakuan mereka sendiri, menyatakan bahwa segala sesuatu yang mungkin harus dilakukan untuk menyembunyikan nama YAHWEH dari ada dapat disebut (Tamid 7:2 atau Sota 7:6).

Di dalam persiapan untuk pengajaan ini, Ruach HaKodesh (Roh HuKudus/ Roh Kudus) mengingatkan saya pada kehidupan saya sebagai anak laki di Sekolah Conservative Hebrew di Long Island, NY. Pada tahun-tahun pertama belajar membaca Ibrani. Saya membaca dengan benar YAHWEH sebagai Yahweh pada pelajaan Torah. Guru Torah saya melompat, mukanya berubah merah, dan mulai terguncang tak terkendali seperti epilepsi. Kemudian ia dengan tegas memperingatkan saya untuk tidak pernah lagi memakai “Nama itu.” Saya diberitahu bahwa itu dosa besar! Mungkin diantara kalian dari latar belakang Yahudi telah dapat menghubungan peristiwa yang menyedihkan pada pengalaman pribadi.

Apakah kalian perlu terkejut, mengapa pemimpin-pemimpin imam menjadi sangat marah ketika mereka melihat tulisan bahasa Ibrani diatas kepala Yahshua saat di Salib (Yohanes 19:19-22). Mereka marah persis sama seperti guru Torah di sekolah dasar saya. Dengan megambil huruf pertama dari tulisan di atas kepala-Nya “Yahshua Hanotzrei Vemelech Hayehudim” dan menggabungkannya kedalam satu kata, kamu dapat hal yang sama mereka telah dapatkan “YHVH” dibaca menjadi ”YAHWEH!” Tulisan itu telah melukai mereka karena meyatakan Yahshua sebagai Raja Orang Israel, dan itu secara umum telah memproklamasikan deiti-Nya, lebih jauh lagi memakai Nama yang Dikuduskan pada Keluaran 3:14-15!!

YAHWEH senang mendengar anak-anak-Nya berseru untuk Nama Kudus-Nya dan rindu meresap di dalam kita! Ingat bahwa kita diciptakan di dalam gambar-Nya! Tidaklah mengherankan [pernyataan Agur pada kitab] Raja Salomo, di bawah inpirasi Ruach HaKodesh (Roh Kudus), telah menulis pertanyaan bersifat double nubuatan di Amsal 30:4 yang berbunyi:

“Who has ascended to heaven and come down? Who has gathered the wind in his fists? Who has wrapped up the waters in a garment? Who has established all the ends of the earth? What is his name, and what is his son’s name? Surely you know!”

YAHWEH mengetahui masa depan di saat 900 BC, kalimat pertanyaan-double ini sebagai teguran dan juga undangan untuk mencari dua Nama ini yang sungguh sudah ditekan dengan jahatnya.

Pada Filipi 2:9, Rasul Paulus bercerita kepada kita: Itulah sebabnya Elohim sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, (Inggrisnya:) Elohim, therefore, has highly exalted Him and given Him the Name which is above every name. BAPA tidak memberikan Yahshua “sebuah nama” atau “a name” (banyak terjemahan modern menulis demikian). Terima kasih kepada LAI yang telah menterjemahkan dengan benar!

Yahshua sendiripun mengajar kita untuk mengalamatkan Bapa Surgawi kita dengan Nama-Nya. Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, perhatikan, Yahshua tidak mengajar kita untuk menguduskan title Bapa Sugawi, yang adalah sungguh para agamawi dari semua latar belakang sudah melakukannya dan terus melakukannya!

Ini salah satu contoh kesalahan (fatal) tersebut, pada Matius 28:18-20 kita lihat bahwa Bapa, Putra dan Roh semuanya memiliki Nama yang sama. Sepanjang Kitab Para Rasul (penulis sumber artikel ini percaya) Talmidim (murid-murid Rabi) terus menerus dan dengan konsistent membaptis hanya di dalam Yahshua. Tidak pernah, saya ulangi, tidak pernah mereka membaptis  orang di dalam nama titel dari tritunggal!

Di tengah semua penipuan dan kegelapan, tetap bersinar terang dari Yahshua. Salah satu tugas utama-Nya di bumi ialah memperkenalkan kembali “Nama Kudus” dari Bapa Surgawi, YAHWEH, melalui murid-murid-Nya. Adon Yahshua (Master Yahshua) dalam doa-Nya berkata, “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.” Yohanes 17:6.

Ayat 11b dan 12a, tertulis, “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Nama yang Ia nyatakan atau manifestasikan kepada kesebelas murid adalah nama yang sama yang YAHWEH Bapa sudah impartasikan kepada YAHWEH Putra. Dalam kata lain Mereka berdua mempunyai nama yang sama!! 2 Korintus 3:17, mengajar kita bahwa Roh Kudus juga dipanggil YAHWEH. Pada ayat 26 Juruselamat kita secara terbuka menyatakan bahwa Dia telah taat kepada Bapa-Nya melalui mereinstitusikan, melalui pewahyuan surgawi, perjanjian Nama YAHWEH, yang telah hilang. Baca Kisah Rasul 3:21.

Zefanya 3;9 meneguhkan misi dari Yang Diurapi (yaitu Yahshua) dengan pernyataan bahwa di hari-hari terahir akan ada pemberian “bibir yang bersih” sehingga bangsa-bangsa atau orang-orang (yang percaya kepada YAHWEH) memanggil Nama YAHWEH dan beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu!!

Suatu janji nubuatan YAHWEH untuk merestorasi intimesi antara Dia dengan umat-Nya terdapat pada Hosea 2:15-16, “Maka pada waktu itu, demikianlah firman YAHWEH, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku (my LORD, tertulis di sumber artikel )! Lalu Aku menjauhkan nama para Baal (lords, tertulis di sumber artikel) dari mulutmu, maka nama mereka tidak lagi disebut.

Catatan: Baalku” artinya “Tuanku” atau “my Master”, suatu nama samaran dari YAHWEH; (kamus Strong’s Hebrew and Greek, H1180, H1167). Seperti terulis di atas bahwa “Baal” adalah nama deiti (dewa) Langit. “Lord” (kata ”Tuhan” di Perjanjian Baru) berasal dari kata Yunani ”Kurios” yang berarti ”God, Lord, Master dan Sir (kamus Strong’s Hebrew and Greek, G2962). Dan seperti tertulis di atas bahwa Kurios merupakan titel untuk dewa-dewa Yunani.

“Jehovah” adalah pertukaran yang miskin lainnya untuk Nama yang Dikuduskan. Huruf “J” dan juga bunyi “J” tidak pernah ada dalam bahasa Ibrani. Lebih mengejutkan bahwa huruf “J” hadir di Inggris alfabet sekitar 1500 AC (atau CE). Bahkan Alkitab King James versi 1611 memakai huruf “I” untuk “J.” Jehovah adalah tidak lebih dari penghindaran penyebutan yang dipoles dengan baik. Saksi Jehovah (yang bersalah melanggar Hukum Ketiga) mengakui bahwa nama yang murni dan dijunjung tinggi dari “Jehovah” adalah YAHWEH.

Teman yang benar, renungkanlah Kisah Rasul 4:12 ini, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Jelas jutaan orang yang tidak tahu pengungkapan kebenaran ini tetap diselamatkan, karena Yahshua tidak memperhitungkan mereka untuk guru-guru yang miskin dan pengajaran-pengajaran yang sudah memimpin jemaat kepada kesesatan.

Tidak ada pribadi-pribadi elit (roma 2:11) dalam Kerajaan-Nya. Yakobus 4:17 memberi peringatan yang jelas dan langsung kepada kita, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Tugas kita adalah ketaatan kepada firman YAHWEH.

Firman-Nya memperingatkan kita bahwa takut akan manusia membawa jerat atau jebakan. Kita harus tidak jatuh kedalam jebakan. Yahshua menyatakan bahwa sejauh kita meninggikan Dia, orang-orang akan ditarik kepada-Nya (Yohanes 12:32).

“Bapa kami yang berada di Surga, dimuliakanlah kiranya Nama-Mu!”

Disadur dan di ringkas dari “Let’s Not Break The Third Commandment!” tulisan Rabbi Moshe Yoseph Koniuchowasky.

Bacaan terkait:

Pentingkah merestorasi nama asli Yesus?

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.