Sejarah Hari Sabat


Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH,Elohim-mu; … Sebab enam hari lamanya YAHWEH menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya YAHWEH memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Kel 20:8-11)

Hari Sabat (Sabbath) adalah perkara yang sangat penting di mata YAHWEH,  Elohim Pencipta seluruh alam semesta, itu nampak dari kata “INGATLAH.” Kata peringatan “INGATLAH” ini tidak terdapat di seluruh Sepuluh Perintah Elohim kecuali hanya pada perintah yang ketiga dari Sepuluh Perintah-Nya tersebut.

Hari Sabat ini merupakan awal penciptaan sistem tujuh-hari-dalam-seminggu dari kalender manusia. Itu nampak dari ayat ini, “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Elohim pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kej 2:1-3).

Dari waktu “setelah penciptaan” (Kej 2:1-3) ke waktu Sepuluh hukum di turunkan di gunung Sinai (Kel 20:8-11) kira-kira ada rentang wanktu  2550 tahun (dengan asumsi ada 4000 tahun Setelah Penciptaan- Yahshua lahir,  Perbudakan berakhir  tahun 1450 BC).  Jadi  hari Sabat  telah ditentukan oleh Elohim  kurang lebih 2550 tahun sebelum umat Israel keluar dari perbudakan. Nabi Yeremia bernubuat atas pembuangan Israel karena pelanggaran hari Sabat (Yer 17) terjadi sekitar 600 BC.

Tidaklah mengherankan bahwa kata Sabat ini dikenal di banyak bahasa di dunia, Dr. William Mead Jones mendapaftarkan 160 bahasa yang menunjukan bagaimana periode “tujuh hari dalam seminggu” ini dikenal di dunia. Ini beberapa diantaranya:

Bahasa Inggris

Ibrani

Armenia

Persia

Yunani

Latin

Arab

Turki

Rusia

Hindustani

Malay/ Melayu

Jerman

Spanyol

The seven day

Shabbath

Shapat

Shambin

Sabbaton

Shabbatum

Assabt

Yomessabt

Subbota

Shamba

Ari-Sabtu

Samstag

Sabado

Hari ketujuh

Sabat

Sabat

Sabat

Sabat

Sabat

Sabat

Hari Sabtu

Sabat

Sabat

Hari Sabtu

Sabat

sabat

Tahun 364 AD, Kerajaan Romawi pada pada Pertemuan Laodikia (the Council of Laodicea) membuat keputusan, “Bahwa orang-orang Kristen haruslah memelihara hari Minggu, dan bahwa jika mereka tetap bersikeras di dalam beristirahat pada hari Sabat maka mereka akan dikeluarkan dari Kristus. [Hefele, History of the Councils of the Church, vol II]. Yahshua memperingatan gereja Laodekia (Wah 3:14-22) untuk bertobat (19), sebab gereja ini telah mengusir Pemimpin Gereja-nya keluar dari lingkungannya (20).

Tahun 1610, Viginia, Amerika; hukum hari Minggu (the Sunday law) mewajibkan setiap pria dan wanita untuk beribadah pad hari Minggu, atau kena hukuman. Peringatan pertama pelanggar akan kehilangan pendapatan selama seminggu. Kedua kalinya akan mendapat hukuman yang sama ditambah pecutan/cambukan. Dan ketiga adalah kematian. Hukuman ini berdasarkan Articles, laws, and Orders, Divine, Politique, and Martial , for the Colony in Virginia pertama dikeluarkan oleh Sir Thomas Gates, Knight, Lieutenant General pada tgl 24 Mai 1610.

Abad 21, hampir setiap denominasi gereja beribadah pada hari Minggu, dan berpikir bahwa hari Sabat adalah hari Minggu. Hanya sekelompok kecil orang Kristen yang tetap beribadah pada hari Sabat (Sabtu) sesuai kebiasaan Adonai Yahshua dan rasul Paulus dan rasul-rasul lainnya.

Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh YAHWEH, Elohim-mu (Ul 5:12).

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh 8:31-32)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Seberapa penting merestorasi nama asli Yesus?


Nama asli Yesus di dalam bahasa Ibraninya adalah Yeshua atau Yahshua. Ye atau Yah berasal dari kata YAHWEH, dan shua artinya menyelamatkan; jadi Yeshua atau Yahshua artinya YAHWEH menyelamatkan (LORD saves).

Yosua anak Nun, penulis kitab Yosua, memilki penulisan nama yang sama dengan Yahshua “orang Nasaret” Yeshua/ Yehoshua artinya YAHWEH adalah keselamatan” / “YAHWEH menyelamatkan”; kesamaan nama dan antara Yeshua anak Nun dan Yahshua Ha Massiah merupakan suatu keunikan karena Yahshua anak Nun membawa umat YAHWEH, orang Israel, masuk ketanah Perjanjian Kanaan (negara Israel yang ada sekarang) dari perbudakan Mesir sementara Yahshua Ha Massiah membawa umat YAHWEH, orang Kristen lahir-baru, masuk ketanah Perjanjian Surga Mulia (tempat kehidupan kekal dimana YAHWEH berada) dari perbudakan dosa.

Beberapa contoh lainnya nama-nama orang di Alkitab yang yang mengandung nama YAHWEH:

  • Yeshayahu / Yesaya – Keselamatan YAHWEH
  • Yoshiyahu / Yeremia – Ditinggikan YAHWEH
  • Zekaryah/ Zakhariai – YAHWEH Ingat
  • Tsidqiyah / Zedekia – YAHWEH Adalah Benar
  • Eliyahu/ Elia– Elohimku Adalah YAHWEH

Sekarang ini telah banyak orang memakai kata asli Yesus, ada yang mempertanyakan manakah ejaan kata yang benar diantara kata ”Yeshua” dan ”Yahshua”, atau yang mendekati ejaan aslinya. Bagi saya hal itu tidaklah penting, karena keduanya mengandung arti yang sama. Saya pribadi sebagai orang Indonesia lebih suka memakai ”apa yang kamu tulis, apa yang kamu baca” yaitu Yahshua.

Sebelum kita membahas perlunya merestorasi nama asli Domba Elohim, sahu hal penting perlu dijelaskan di sini, yaitu: tidak sedikit orang Kristen non-Yahudi yang mengatakan ”tidak penting memakai nama-Nya dalam bahasa Ibrani, DIA adalah Elohim, Dia mengerti dan tahu maksud hati kita. Sebagian yang tidak mau memakai karena alasan ”takut terseret masuk kedalam ajaran Yudaism.” Saya tidak sependapat dalam kedua alasan ini, terlebih yang terakhir.

Mereferensi Alkitab dan ajarannya kembali kepada makna bahasa Ibrani dari mana Kekristenan berasal adalah:

  1. Essential untuk mengerti rencana awal YAHWEH menyelamatkan isi dunia ini.
  2. Bukan otoritas manusia (jemaat atau pendeta bahkan ahli kitab sekalipun) merubah atau mengurangi dan menambahkan Firman YAHWEH.
  3. Menerima dan melalukan apa yang diperintahkan dan telah tertulis di Alkitab merupakan suatu sikap hormat dan taat umat-Nya kepada Master Pencipta Manusia.
  4. Yang harus selalu diingat ialah para nabi dan imam di Perjanjian Lama dan Yahshua serta para penulis Perjanjian Baru adalah orang-orang Ibrani atau Yahudi.

Yudaism adalah campuran antara ajaran Torah (lima kitab Musa) dan interpretasinya yang dibuat oleh para rabi Yahudi yang tidak mengenal siapa YAHWEH, yang ditentang oleh Yahshua dan murid-murid-Nya. Saya bukan pengikut Yudaism atau Sabat Advent (Gereja Advent) , tapi saya pelaku Sabat, sebab Sabat adalah perintah YAHWEH! ”Kembali kepada Alkitab” berarti kembali kepada perintah dan ajaran YAHWEH, ajaran para nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya, dan BUKAN kepada Yudaism!!

Seberapa penting merestorasi nama asli Yesus (Yeshua atau Yahshua) bisa diukur dari daftar singkat di bawah ini.

Merestorasi di sini yang saya maksud adalah memakai nama aslinya dalam menulis, ketika berdoa, bernyanyi, pengabaran Injil dll, sederhanannya kita memakai itu dalam kehidupan sehari-hari kita (baik sekuler terlebih rohani) membuat nama asli-Nya dikenal di dunia ini.

Perintah pemberian nama dan alasannya:

  • Nama-Nya diberikan oleh malaikat YAHWEH langsung kepada Yusuf (ayah-jasmani angkat-Nya), sebab Nama itu mengandung arti yang khusus ”… karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Mat 1:21)
  • Elohim melalui Malaikat Gabriel meminta Maria (ibu-jasmani) menamai putra-Nya dengan nama tersebut, karena YAHWEH punya maksud tertentu untuk putra-Nya ini (Luk 1:31-35)
  • Dan nama-Nya itu adalah bagian dari kegenapan nubuatan nabi Yesaya, Imanu’el = Elohim beserta kita” (Mat 1:23; Yes 9:6)
  • Dengan memakai nama asli-Nya, kita akan lebih hati-hati di dalam pememakai Nama tersebut maupun dalam aktifitas kita, jangan menyebut nama-Nya dengan sembarangan (Ul 5:11)
  • Elohim memerintahkan kita: supaya kita percaya akan nama Yahshua Ha Massiah, Anak-Nya (1 Yoh 3:23)

Hubungan nama-Nya dengan hak adopsi orang percaya:

  • Oleh karena percaya dalam nama-Nya, kita dijadikan anak-anak Elohim (Yoh 1:12), bukan karena keanggotaan gereja.
  • Pengampunan dosa kita menjadi penuh setelah kita dibaptis dalam nama-Nya dan setelah itu ia akan menerima karunia Roh Kudus (Kis 2:38; 22:16).
  • Tahukah Anda bahwa setiap orang yang telah dikeluarkan dari kegelapan dan dosa mereka sesungguhnya mereka diampuni oleh karena nama-Nya (1 Yoh 2:12) dan dipilih bagi nama-Nya (Kis 15:14)
  • Dengan percaya bahwa Yahshua adalah Ha Massiah (Kristus), kita memperoleh hidup dalam nama-Nya (Yoh 20:31).

Doa yang terjawab dan didengar beralaskan nama-Nya:

  • Ia mengajar pengikut-Nya berdoa yang benar ialah kepada Bapa Surgawi dan menutupnya dengan nama-Nya (Yoh 15:16; )
  • Ia berjanji, “minta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu (Yoh 16:24)

Imanu’el hadir ketika kita bertindak di dalam nama-Nya:

  • Jika seorang menyambut seorang anak (memeluk dengan sikap kasih) dalam nama-Nya, Yahshua berkata, ia telah menyambut Aku (Mark 9:37).
  • Ia berjanji akan hadir diantara kita bila kita berkumpul dalam nama-Nya (Mat 18:20)

Yahshua meminta kita melakukan pekerjaan-Nya di dalam nama-Nya:

  • Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem (Luk 24:47), bukan dalam nama denominasi atau pemimpin rohani.
  • Dalam nama-Nya kita disuruh mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan yang sakit (Mark 16:17) dan murid-murid-Nya mentaati perintah-Nya ini (Kis 3:6;16:18 dll.)
  • Dalam nama Bapa-Nya dan nama-Nya dan nama Roh Kudus kita diperintahkan membaptis orang yang bertobat (Mat 28:19)

Menyebut dan percaya nama-Nya adalah suatu bagian kehidupan orang percaya:

  • Elohim memerintahkan kita: supaya kita percaya akan nama Yahshua Ha Massiah, Anak-Nya (1 Yoh 3:23)
  • Ketika kita bermegah dan bersuka cita oleh karena berkat-Nya, dengan menyebut nama asli-Nya – Yeshua/ Yahshua yang artinya YAHWEH menyelamatkan – kita akan disadarkan bahwa itu hanyalah karena anugerah dari Dia. Kita terhindar dari kesombongan diri sendiri (1 Taw 16:10; Maz 100:4)
  • Dan setelah diselamatkan, kita diminta untuk percaya dan taat kepada nama-Nya (Rom 1:5)
  • Yohanes di dalam suatu penglihatan surgawi, ia melihat Anak Domba berdiri di bukit Sion dan 144 000 orang yang bersama Dia di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya sementar nyanyian surgawi dikumandangkan (Wah 14:1-2)

Perlu juga diingat bahwa yang ditakuti dan dibenci oleh Setan dan roh-roh jahat serta para pengikut mereka dunia ini bukanlah denominasi gereja Anda, tapi satu dan hanya satu yaitu nama-Nya, Yahshua Ha Massiah

  • [P]emimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem dengan Imam Besar [4 orang] Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar (Kis 4:5-6). … berundinglah merekamengancam dan melarang mereka (para murid-Nya) supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu (-yaitu nama Yahshua Ha Massiah; 4:10).” (4:15-17). Perhatikan kata-kata yang diberi warna coklat, dua pertama adalah pemimpin-pemimpin sekuler Israel dan tiga terahir adalah para pemimpin keagamaan. Sidang Sandhedrin biasanya berjumlah 70 orang. Kekuatan politik dan agama bergabung menyerang nama-Nya!
  • Imam Besar dilain kesempatan menangkap dua murid-Nya dan berkata: Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Dan setelah menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yahshua. Sesudah itu mereka dilepaskan. (Kis 5:28, 40)
  • Bahkan binatang yaitu ibu dari wanita-wanita pelacur 13:1=pasal 17; John Gill’s Exposition) yang sembuh dari lukanya yang membahayakan hidupnya… menghujat nama-Nya (Wah 13:3,6). Sangatlah penting untuk diperhatikan bahwa “binatang” ini juga memiliki kuasa politik (memiliki negara) dan kuasa keagamaan (keimaman).

Dari puluhan ayat-ayat Alkitab di atas, mungkinkah penggantian nama Yahshua / Yeshua menjadi Jesus atau Yesus suatu bentuk kesengajaan untuk melarang atau menutupi nama-Nya, nama yang diberikan oleh YAHWEH sendiri melalui malaikat-Nya?

Di sinilah terlihat betapa penting merestorasi nama Yahshua, memakai dan memproklamirkan nama-Nya yang sebenarnya.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat YAHWEH nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yahshua, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan YAHWEH oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanu’el” – yang berarti: Elohim menyertai kita. (Mat 1:20-23)

Referensi:

  • Frank C. Thompson, Thomson Chain-Reference Bible (KJV), …, with the meaning of their names.
  • The Scriptures

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.

Hubungan Rasul Petrus Dengan Roma Katolik


Orang Katolik pasti pernah mendengar nama Santo Petrus (Saint/Santo Peter) yang adalah rasul Simon Petrus, satu dari dua belas murid Yahshua Ha Massiah. Pembaca, pada satu sisi akan menemukan beberapa bukti sejarah betapa dalamnya Gereja Roma Katolik (GRK) menghubungkan dirinya kepada pribadi Rasul Petrus. Dan sisi lainya akan menemukan catatan Alkitab dan pengakuan Rasul Paulus tentang dirinya sendiri berkaitan dengan Roma Katolik.

Kepercayaan Roma Katolik sebagaimana kita tahu itu adalah hasil dari dua puluh abad sejarah. Untuk mengerti itu, kita harus mencoba megerti sejarah ini. Tidak hanya adalah bahwa itu hasil dari sejarah , tetapi itu melibatkan suatu perbedan sikap terhadapa sejarah. (1). Menurut pengakuan resmi tradisi Roma Katolik rasul Petrus tinggal di Roma sebagai bishop pertamanya dan mati di sana sebagai seorang martir di tahun AD 67. Tahun 1960 di Vatikan (dimana Gereja Roma Katolik berpusat) Paus menyatakan bahwa mereka telah menemukan lempengan batu dengan tulisan ”Petrus dikubur di sini” dalam bahasa Yunani.

Catatan sejarah tentang Gereja Roma Katolik menghubungkan dirinya dengan rasul Petrus. 1. Paus Leo Agung I (440-461 AD) dalam kotbah perayaan kenaikan kepausannya mengutip Matius 16:18-19 – Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”  Ia merefer acara ini sebagai hormat kepada Rasul Petrus dengan mengatakan, ”di dalam pribadiku yang sederhana, ia [Petrus] boleh ada dikenal dan dihormati (2)

Gambar di kanan adalah Basillica of Santo Peter dengan tugu batu Obelisk (symbol dari Dewa Matahari Ra atau Re) didepannya.

2. Paus Stephen III. Nama rasul Petrus juga dipakai pada 754 AD ketika Paus Stephen II di dalam ancaman raja Lombard, Aistulf, kerajaan dari Itali utara. Pepin, anak dari Charles Martel bangkit membantu Paus, setelah dipanggil melalui sebuah surat (mohon bantuan) di dalam nama Petrus, Saya, Rasul Petrus, telah didudukan oleh kuasa Messias, putra dari Elohim yang hidup, menjadi terang bagi seluruh dunia ….Kepada Gereja Roma Elohim kerasulan ini, yang dipecayakan kepadaku, upah pengharapan masa depanmu menyertai. …, membela pemerintah Roma ini dari tangan-tangan musuhnya … Beri bantuan kepada umatku Roma sekarang, sehingga aku boleh dapat menolong kamu dihari kemudian pada hari penghakiman …, tetapi jika kamu berlambat-lambat bantuanmu, ketahuilah bahwa kamu dibuang dari kehidupan kekal (3)

3. Paus Nicholas Agung (858-867 AD). Dalam suratnya kepada Photius dan Penguasa Michael III, surat ini ditulis sehubungan dengan masalah pengeseran jabatan kepemimpinan rohani Ignatius kepada Photius oleh penguasa daerah Konstantinopel (Yunani) dimana Nicholas berpihak kepada Ignatius, ”Tidak ada keputusan harus diberi pada masalah baru yang muncul tanpa sepengetahuan Roman See dan Roman Pontiff.”Setelah dia (Petrus), dan vicar-vicar-nya (pengganti-pengganti-nya) … oleh perkataan-perkataan Messias, dimulai pada PetrusYang Diberkati, dihubungkan kepada Gereja (Roma Katolik), tidak dapat dikurangi atau dirubah; sebab usaha-usaha manusia tidak dapat memindahkan fondasi yang mana Elohim telah letakan…(4)

Keributan antara keimaman yang berkeduduan di Yunani, ”Easten Empire” dengan keimaman di Roma ”Westen Empire” sesungguhnya sudah terjadi di tahun 726, dimana Emperor Leo III (di Constantinople) mengeluarkan surat keputusan melawan ”penghormatan kepada icons (benda dan gambar), gereja-gereja Yunani (Ortodok) dan gereja-gereja Latin (Katolik) mulanya bersatu sebelum pemisahan penuh di tahun 1054 (5)

4. Pada Canon Vatican Council II (1965) (Canon kata Yunani untuk kata peraturan dan ukuran) yang mengatur hubungan antara Pontiff (kata formal untuk Paus) dengan para bishopnya (pastors): Badan dari para bishops tidak memiliki otoritas kecuali itu tetap tinggal terus menerus pada kepalanya, Pontiff Roma, penerus Petrus … , (Pontiff) sebagai vicar (penerus) Kristus (Messias) dan pastor dari seluruh Gereja (Roma Katolik), Pontiff Roma memiliki kuasa penuh, supreme, dan universal diatas Gereja. Dan dia dapat selalu melakukan kuasa ini dengan bebas. (6)

Pengakuan rasul Petrus sendiri, catatan Alkitab dan catatan sejarah lainnya tentang hubungan Rasul Petrus dengan Gereja Roma Katolik
1. Referensi dari Alkitab. Perjanjian Baru tidak berkata apa-apa tentang keberadaan Petrus di Roma apalagi sebagai bishop pertama untuk Roma, dan memberikan bukti-bukti secarah tidak langsung hal-hal yang berlawanan dari pernyataan resmi Gereja Roma Katolik di atas. Dua belas pasal pertama dari kitab Kisah Para Rasul tidak memberikan pernyataan bahwa Petrus pernah ada di Roma dan dikubur di Roma, dan buku ini ditutup dengan perjalanan rasul Paulus ke Roma, tidak tentang Petrus. Catatan pelayanan Paulus kepada orang-orang di Roma (antara AD 57 atau 58) dan selama ia dipenjara di Roma (tahun permulaan AD 60) ia menulis empat surat, tidak satupun dari surat-surat tersebut menyinggung nama Petrus. Paul bertemu Petrus di Antiokia (timur-laut Turky dekat Syria) lihat Gal 2:11-14

Sangat menarik untuk diperhatikan bahwa Eusebius sebagai sejarahwan gereja untuk raja Konstantine menyatakan bahwa Petrus tidak pernah di Roma, namun tulisan sejarah gereja (dalam bahasa Yunani) ini diterjemahkan oleh Yerome ke Latin, ia menambahkan suatu cerita fantastik kependudukan Petrus di Roma; menurut F. Paul Peterson dalam bukunya Peter’s Tomb, Recently Discovered In Jerusalem.

2. Alkitab tentang pribadi Simon Petrus. Ayat Alkitab yang menjadi acuan utama Pontiff Vatikan bahwa Simon Petrus adalah pendiri Gereja Roma Katolik ialah Matius 16:18-19. Ayat ini dalam bahasa Inggris dan Indonesia (tertulis di atas) tidaklah jelas. Namun dalam bahasa Yunaninya – ingat bahwa terjemahan Yunani lebih tua dari terjemahan Latin, setelah Latin keluarlah bahasa German (Martin Luther) dan kemudian diikuti oleh bahasa Inggris – ayat 18 ini tertulis: Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (πέτρος, Petros) dan di atas batu karang (πέτρα, petra ) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Kamus Strong G4074 Petros: a (piece of) rock – sebuah (bagian/potongan dari); G4074 petra:a (mass of) rock – sebuah (bongkah besar) batu karang.

Bila kita memperhatikan dengan teliti bagian terakhir dari Matius 16:18 ini kita akan mendapat gambaran yang lebih jelas makna kedua jenis ”batu karang” tersebut. Itu tertulis di atas batu karang (πέτρα, petra ) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Adakah manusia di bumi ini (termasukke sebelas rasul Yahshua dan juga rasul Paulus) yang bisa menahan kuasa alam maut? Tentu tidak ada!,kecuali Putra Elohim, yaitu Adonai Yahshua Ha Massiah/ Messias itu sendiri yang telah bangkit dari maut (Yoh 2:19) dan yang memiliki segala kuasa di sorga dan di bumi (Mat 28:18)

YAHWEH berkata tentang manusia, ”Aku ini YAHWEH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemulian -Ku kepada yang lain (Yes 42:8) dan Yahshua Ha Massiah juga mempunyai pemikiran yang sama (jelas karena YAHWEH dan Yahshua adalah satu lihat Yoh 1:1) rasul Yohanes mencatatnya demikian , ”banyak orang percaya dalam nama-Nya, … Tetapi Yahshua sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia. (Yoh 2:23-25)

Yahshua tahu siapa murid yang dikasihinya, Simon Petrus ini; Ia tahu bahwa Simon Petrus akan menyangkal Dia sampai tiga kali hanya dalam beberapa jam saja (Yoh 13:38; keempat Injil mencatat ini!) sebab Petrus orang takut akan aniaya, Anda mungkin ingat baru saja ia dianugerahkan gelar Petrus dan diberi kuasa untuk mengikat dan melepas (Mat 16:19) Ia dihardik oleh Yahshua dengan perkataan yang sangat keras ”Enyalah Iblis, engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Elohim, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (23) dan Ia melanjutkan dengan kata-kata peringatan ”menyangkal diri dan memikul salib dan mengikut Dia (24-27). Puji kepada YAHWEH bahwa Simon Petrus bertobat dan dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus sehingga ia menjadi seorang rasul yang luar biasa dan tidak takut mati mengajar dan berkotbah dalam nama Yashua Ha Massiah.

Hidup dan pelayanan orang Kristen tanpa tinggal di dalam Yahshua Ha Massiah tidak akan menghasilkan apa-apa (Yoh 15), jabatan dan klaim-klaim tidak ada artinya tanpa ketaatan dan dengar-dengaran akan Firman-Nya (Kis 19:13-16).

3. Rasul Simon Petrus tentang dirinya sendiri. Kontak langsung pertamanya dengan Yahshua di danau Genesaret (atau Galilia atau Tiberias), mendapatkan banyak sekali ikan dari tempat yang diperintahkan Yahshua, iapun tersungkur didepan Yahshua dan berkata: Master, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” (Luk 5:8)
Yoh 6:68 ; Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Master (Tuhan; dalam ITB), kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; ketika ia ditanya “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (67) – seperti banyak orang meninggalkan Dia (66). Petrus tahu siapa Yahshua dan mengikuti perkataan-Nya.
Petrus tidak mencuri kemulian YAHWEH di dalam pelayanannya, ia menegur mereka yang kagum kepada buah pelayanannya (Kis 3:1-12)
Kematian tubuhnya sudah diberitahukan oleh Yahshua (2 Petrus 13-14).

Dari pengakuan Petrus sendiri di atas, muncul pertanyaan ”Dapatkan Jemaat (Gereja) yang alam maut tidak bisa menguasainya dibangun oleh manusia yang fana?” Tentu tidak! Setiap orang Kristen yang lahir baru hanyalah ”batu-batu yang hidup” (Jemaat) dari ”bait Elohim” dimana pilar-pilar dari bait ini adalah rasul-rasul dan nabi-nabi, kedua terahir ini adalah hanya alat-alat pembuat”bait Elohim” tersebut. Fondasi dari ”baik Elohim” adalah Yahshua Ha Massiah itu sendiri – Alkitab menyebut-Nya ”Batu Penjuru” (Yes 28:16; Mazmur 118:22) diteguhkan oleh Yahshua sendiri (Mat 21:42) dan oleh rasul-rasul-Nya; Paulus: Ha Massiah Yahshua sebagai batu penjuru (Efe 2:20), dan Petrus sendiri, ia memakai kata petra dan bukan petros (panggilan untuk diri-nya ) ketika bicara soal batu penjuru Gereja (Kis 4:11, 1 Petrus 2:6-8).

4. Doktrin Kekristenan-nya. Selalu meninggikan Yahshua dan nama-Nya, terlihat jelas pada kotbahnya di hari Pentakosta yang pertama (Kis 2), ia mengkotbahkan bahwa Yahshua adalah YAHWEH dan Ha Massiah (Yang Diurapi dan Juru Selamat) ( 34-36), menekankan pentingnya pertobatan dan dibaptis (dicelupkan) (38) bagi para pendengar berita Injil.

Dihadapan imam-imam besar Yahudi, ia menjawab terus terang bahwa dengan kuasa nama Yahshua Ha Massiah, menjawab pertanya para imam dipersidangan (Kis 4:6-10)

Dan pada persidangan itu juga ia membuat suatu pernyataan yang tetap terkenal sampai hari diantara kalangan ”orang Kristen lahir-baru” yaitu, ”Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kis 4:12).

Persembahan uang untuk ”gereja” tidaklah penting tapi hati yang tulus (Kis 5:1-10),  ia tidak membiarkan Roh Kudus dihina oleh persembahan yang tidak jujur. Ia bukanlah jenis pendeta/pastor yang akan tutup mulut jika disogok uang atau barang.

Ia mengajari Kornelius, orang Roma (untuk tidak menyembah manusia. Lukas penulis kitab Para Rasul ini mencatat reaksi Petrus atas penyembahan yang ia terima dari Cornelius, Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya :”Bangunlah , aku hanya manusia saja. Petrus sadar bahwa ia hanyalah hamba YAHWEH (Kis 10:25-26) dan hanya YAHWEH saja yang patut disembah. Kata “tetapi” menjelaskan suatu kondisi yang kontras dan mendesak, kemungkinan besar bahwa Petrus bersegera memegang tubuh Kornelius dan mengangkatnya untuk ia berdiri. Ini pelayanan pertama Petrus kepada orang non-Yahudi (Gentile).

“Inside St. Peter’s Basilica candidates
for priesthood from 22 countr
ies lie prostrate
in humility before the hi
gh altar as they take
their vows during an o
rdination Mass celebrated
by Pope John Pa
ul II.” -National Geographic
pages 720-722 foldout. (7)

Dari doktrin Petrus ini adakah Gereja Roma Katolik (yang mengaku sebagai penerus kerasulan Petrus) mengikuti teladan ajaran Petrus?

Petrus pernah tinggal di Roma dan jadi Paus pertama?
Tidak ada bukti sejarah dari Gereja Timur (Yunani) dan ayat Alkitab yang bisa meneguhkan klaim Vatikan ini. Catatan: Rasul Paulus sebagai rasul untuk non-Ibrani yang hidup pada abad pertama masehi kunjungan pelayanannya pertama sampai ketiga adalah daerah-daerah Yunani (Turky barat dipanggil sebagai Asia Kecil adalah bagian dari Yunani pada abad pertama).

1. Klaim Dionysius dari Korintus.  Pelayanan Petrus kerumah perwira Romawi, Kornelius, itu terjadi di Israel. Kaisarea (Kis 10:1) terletak di utara Yope (Tel-Aviv /Jaffa, pantai barat Israel); bukan di Roma atau Negara Itali. Pernyataan yang jelas bahwa Petrus pernah berada di Roma adalah surat Dionysius, pemimpin gereja di Korintus (168-177 AD) kepada orang-orang di Roma, ” … kamu diikat bersama oleh Petrus dan Paulus pada fondasi-fondasi orang-orang Roma dan orang-orang Korintus, karena keduanya telah mengajar bersama di Korintus kami dan pendiri-pendiri kami, dan juga bersama telah mengajar di Italy pada tempat yang sama dan adalah martir pada waktu yang sama”, quotasion ini diberikan oleh Eusebius, seorang sejarah gereja pada masa Konstantine, raja Romawi, pada abad keempat (8).

N.V.Olson menanggapi tulisan ini sebagai berikut: ”Sebuah kesalah yang bersikap sejarah sudahlah jelas: mengatakan bahwa Peter dan Paulus bersama pendiri gereja di Korintus. Hal ini tentu mustahil jika kita memperhatikan surat Paulus kepada jemaat di Korintus; 1 Kor 1:11-13, 3:6 (tentang golongan Paulus atau Apolos) dan 4:15 (klaim Paulus sebagai bapa rohani atas mereka). Jika Dionysius salah dalam satu hal, dia telah dapat juga salah dalam lainnya. Bagaimanapun, sejak saat ini (waktu pada surat tersebut diatas) ke depan acuan-acuan kepada ”Petrus ada di Roma” menjadi umum (9).

Satu-satunya ayat yang sering diperdebabkan pernahnya ”Petrus di Roma” adalah 1 Pet 5:13: Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. Babilon adalah kota tua di Irak dan juga gambaran Gereja Roma Katolik/ Vatikan (sebagai sebuah negara/kekuatan politik) di Roma sebagaimana Wahyu 17 dan 18 memanggilnya. Berikut ini beberapa komentar beberapa ahli Alkitab tentang kata ”Babilon” pada tulisan Petrus ini.

  • John Gill: The Vulgate Latin, Syriac, and Arabic versions, supply the word “church”, as we do. Some, by “Babylon”, understand Rome, which is so called, in a figurative sense, in the book of the Revelations: this is an ancient opinion; … but that Peter was at Rome, when he wrote this epistle, cannot be proved,… It is best therefore to understand it literally, of Babylon in Assyria,
  • JFB (Jamieson, Fausset and Brown): How unlikely that in a friendly salutation the enigmatical title of Rome given in prophecy (John, Rev_17:5), should be used! Babylon was the center from which the Asiatic dispersion whom Peter addresses was derived. Philo [The Embassy to Gaius, 36] and Josephus [Antiquities, 15.2.2; 23.12] inform us that Babylon contained a great many Jews in the apostolic age (whereas those at Rome were comparatively few, about eight thousand [Josephus, Antiquities, 17.11]); so it would naturally be visited by the apostle of the circumcision.
  • Barnes: the Arabic, Syriac, and Vulgate, as well as the English versions, supply the word “church.” This interpretation seems to be confirmed by the word rendered “elected together with.”
  • Adam Clarke: I am quite of opinion that the apostle does not mean Babylon in Egypt, nor Jerusalem, nor Rome as figurative Babylon, but the ancient celebrated Babylon in Assyria, which was, as Dr. Benson observes, the metropolis of the eastern dispersion of the Jews;

Dari pernyataan JFB ini, bahwa tidaklah menutup kemungkinan Petrus berkunjung ke Roma (Gereja Mestery Babilon Besar, Wahyu 17:5), namun bahwa ia pernah menjadi penduduk dan hidup sebagai Paus dan mati di Roma tidak ada bukti yang otentik.

Ada penulis berpendapat bahwa Simon yang menjadi pendiri gereja Roma Katolik adalah Simon Magus, ahli sihir terkenal dari Samaria dan menjadi percaya (Kis 8:9-24).

Bacaan berkait:

  1. Is Peter the rock on which the Church is bulit?
  2. J.A. Wylie, Dogmas of the Papacy; vi: Apostolicity, or Peter’s Pirmacy
  3. Kuburan Petrus telah ditemukan

Referensi:

  • Jaroslav Pelikan, The Riddle of Roman Cathocism, p.10.
  • Philip Schaff and Henry Wace, Leo the Great and Gregory the Great p. 291
  • Horace K. Mann, The Lives of the Popes in the Early Middle Ages p.309
  • H. K. Mann, p.59
  • V. N. Olson, Papal Supremacy and American Demoracy. p.36, 40
  • W. M. Abbott, The Document of Vatican II. p.43
  • 7. www.remnantofgod.org, Rome demands, worship the Pope!
  • 8. Kirsopp Lake, Eusebius, the Ecclesiastical History. p.183
  • 9. V.N. Olson, p.4
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kuburan Rasul Petrus Telah Ditemukan! Updated 30/7/2012


Mungkin judul yang lebih tepat adalah “Penemuan Kuburan Rasul Petrus Terungkap” , sebab penemuan ini terjadi lebih dari 50 tahun yang lalu, yaitu tahun 1953. Karena ini sangat sensitif maka itu baru diungkapkan sekarang.

Peter’s Tomb, Recently Discovered In Jerusalem
by F. PAUL PETERSON

Tulisan di bawah ini adalah ringkasan dari buku di atas.

Seorang Katolik pada komentarnya menyangkal penemuan ini, dia memberi sebuah link pembuktian: http://katolisitas.org/5268/benarkah-makam-st-petrus-ada-di-bawah-altar-basilika-st-petrus-vatikan, ini suatu penyangkalan yang nampaknya masuk akal, dan bersifat historis. Oleh sebab itu saya telah membuat jawaban dari sangkalan atas penemuan ini dengan judul: Benarkah Rasul Petrus pendiri Gereja Roma Katolik; Daftar analytic pertanyaan. Dari daftar pertanyaan yang bersifat analisa ini, Anda akan menemukan celah-celah kosong (klaim yang aneh) pada catatan history penemuan  bukti sejarah kuburan dan tulang rasul Petrus yang dibuat oleh Gereja Roma Katolik.

Sementara mengunjungi seorang teman di Switzerland, saya mendengar apa yang nampaknya untuk saya, satu dari penemuan terbesar sejak masa Kristus (Messias) – bahwa Petrus dikubur di Yerusalem dan tidak di Roma. Sumber dari gossip ini tertulis dalam bahasa Itali. Saya karenanya pergi ke Roma. Setelah bicara banyak dengan imam-imam (Roma Katolik) dan meneliti bermacam-macam sumber informasi , saya dapat membeli satu-satunya buku yang tahu masalah ini, yang juga tertulis dalam bahasa Itali. Itu dipanggil, “Gli Scavi del Dominus Flevit”, dicetak tahun 1958 pada Tipografia del PP. Francescani di Yerusalem. Itu ditulis oleh P.B. Bagatti dan J.T. Milik, keduanya imam-imam Roma Katolik. Cerita penemuan tersebut ada disana, namun itu nampaknya ada sengaja disembunyikan . Saya pergi ke Yerusalem.

Di Yerusalem. Tulang-tulang Simon Bar Yonah (bhs Indo: Simon anak Yunus) indentik dengan Rasul Petrus ditemukan di Yerusalem, pada bagian monastery (tempat kediaman untuk keagamaan) Franciscan yang di sebut, “Dominus Flevit” (dimana Yahshua dipercayai telah menangisi Yerusalem), itu ada di ossuari (kotak tempat penyimpanan tulang-tulang). Nama-nama orang Kristen mula-mula juga ada di assuari-assuari lainnya, seperti Maria dan Marta dan Lazarus saudara mereka. Pada ossuari tersebut tertulis dalam bahasa Aramik secara jelas dan indahnya, ”Simon Bar Yona.”

Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 16:17

Saya bicara dengan imam Milik, rekan penulis buku Italia ini dihadiri oleh teman saya seorang Kristen Arab, Mr. S.J. Mattar. Imam Milik mengakui itu ia telah mengetahui bahwa tulang-tulang Rasul Petrus tidak di Roma. Saya sangat terkejut bahwa ia mengakui itu. Ia juga setuju, ”Ada ratusan bukti lebih bahwa Petrus dikubur di Yerusalem ketimbang di Roma.” (Penekanan dari saya).

Seorang imam Franciscan yang bertugas dari musium ini telah mencoba menghindar ketika saya bertanya tentang hal ini, namun karena informasi yang telah saya kumpulkan dari banyak imam yang bicara kepada saya ia tidak bisa menghindar lagi. Ia jelas nervous ketika berkata, ”Oh tidak, kuburan Rasul Petrus adalah di Roma.” Tetapi suaranya tidak yakin, teman saya Mr. Mattar menyadari itu. Lalu saya melihat langsung kepada matanya dan dengan keyakinan berkata, ”Tidak, kuburan Rasul Petrus adalah di Yerusalem.” Dia melihat kepada saya seperti anak sekolah yang bersalah dan tetap menguasai emosinya. Ia tidak diragukan, menyembunyikan bukti-bukti, tatapi tindakan-tindakan dan kata-katanya telah bicara lebih menyakinkan tentang penemuan tersebut lebih dari imam-imam yang pada ahirnya mengakui kebenaran.

Saya juga bicara dengan seorang imam Franciscan yang berkuasa atas tempat percetakan di dalam tembok-tembok Yerusalem lama, dimana buku pada sabjek ini telah dicetak. Dia juga mengakui bahwa kuburan rasul Petrus adalah di Yerusalem. Kemudian saya berkunjung ke Gereja Nativity di Betlehem dan bertanya kepada salah seorang anggota Franciscan, ”Kamu semua sungguh percaya bahwa semua itu adalah peningalan rasul Petrus?” Dia berespond, Ya kami percaya, kami tidak ada pilihan lain dalam hal ini. Bukti yang jelas adalah disana.” Saya tidak ragu kepada bukti tersebut, tetapi yang membuat saya terkejut adalah imam-imam dan anggota-anggotanya telah percaya yang adalah melawan kepercayaan mereka sendiri dan lebih dari itu, mengakui itu kepada orang-orang lain yang diluar dunia mereka. Biasanya seorang Katolik, entah dia telah dicuci otak atau keras kepala tidak mau melihat sesuatu, hanya itu yang ia telah diajar, tidak akan mengijinkan dirinya sendiri untuk percaya sesuatu yang melawan kepercayaannya, sedikitnya mengakui itu kepada orang-orang lain. Tetapi ada pertumbuhan, sikap yang sehat diantara banyak orang Katolik, untukUjilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tes 5:21) sebagaimana The Master (Adonai/Tuhan) memperingatkan semua kita dengan tegas.

Kepada orang yang sama ini saya bertanya, Tetapi apa yang Paus pikir tentang semua ini?” Itu adalah pertanyaan seribu dollar and dia memberi saya jawaban sejuta dollar. Well, dia secara pasti menjawab di dalam sebuah suara yang berbisik, “Bapa Bagatti bilang kepada saya secara pribadi bahwa tiga tahun lalu dia pergi ke Paus (Pius XII) di Roma dan menunjukan dia bukti dan Paus berkata, “Baiklah, kita akan harus membuat beberapa perubahan, tetapi untuk waktu yang ada, tetap diam-diam saja.” Di dalam kekaguman saya juga bertanya di dalam suatu suara yang tenang, Jadi Paus sungguh percaya bahwa semua itu adalah tulang-tulang rasul Petrus?” “Ya,” adalah jawabannya. “Bukti dokumen ada disana, dia tidak dapat menghindar tetapi percaya.”

Penemuan semacam ini adalah sangat memalukan karena itu menghancurkan fondasi utama gereja Roma Katolik. Karena Petrus tidak tinggal di Roma dan karenanya tidak dikubur di sana, itu mengikuti secara normal bahwa ia bukanlah Paus pertama mereka.

Gereja Katolik berkata bahwa Petrus adalah Paus di Roma dari tahun 41-66 AD, suatu priode 25 tahun, tetapi Alkitab menunjukan cerita yang berbeda. Kitab Para Rasul mencatat sebagai berikut:

  • Petrus mengkotbahkan Injil kepada orang-orang bersunat (Yahudi) in Caesarea dan Yoppa di Palestina, melayani keluarga Kornelius, yang jaraknya 1800 mil dari Roma (Kis 10:23,24).
  • Segera setelah, kira-kira 44 AD (Kis 12), Petrus dibuang kepenjara di Yerusalem oleh Herodes, tetapi dia dilepaskan oleh seorang malaikat.
  • Dari tahun 46 ke 52 AD, kita baca di bab 13 bahwa ia di Yerusalem berkotbah perbedaan antara Hukum dan Kemurahan.
  • Saulus (rasul Paulus) menjadi percaya tahun 34 AD, dia pergi ke Yerusalem melihat Petrus (Gal 1:18), dan dalam 51 AD, 14 tahun kemudian, ia kemudian pergi lagi ke Yerusalem (Gal 2:1,8), Peter ada di singgung.
  • Segera setelah itu ia bertemu Petrus di Antiokia, dan sebagaimana Paulus berkata, ”Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah” (Gal 2:11).

Bukti adalah bertumpuk, kebenaran adalah jelas dari ayat-ayat Alkitab yang tidak pernah gagal. Untuk melihat gambar-gambar lainnya klik ke sumber, tertulis di bawah artikel ini.

Tanah kuburan kuno Kristen ini menunjukan bahwa Petrus mati dan dikubur di Yerusalem, yang mana dapat mudah dimengerti karena baik sejarah maupun Alkitab tidak bercerita bahwa Petrus pernah ada di Roma. Untuk membuat masalah menjadi jelas, Alkitab bercerita kepada kita bahwa Petrus adalah rasul untuk orang-orang Yahudi.

Eusebius, satu dari beberap orang yang sangat terpelajar menulis sejarah Gereja setelah tahun 325 AD, dia berkata bahwa Petrus tidak pernah di Roma. Sejarah Gereja ini diterjemahkan oleh Yerome dari bahasa asli Yunani, tetapi di dalam terjemahannya dia menambahkan suatu cerita fantastik kependudukan Petrus di Roma. Ini adalah sebuah praktek umum menciptakan penerimaan di dalam doktrin-doktrin mereka (Katolik), menggunakan pernyataan-pernyataan palsu, surat-surat palsu dan sejarah yang dipalsukan. Ini alasan lainnya mengapa kita tidak dapat bersandar kepada tradisi, tetapi hanya kepada keabsahan Firman Elohim.

Pada permulaan tahun 1960, beberapa tahun kemudian setelah penemuan ini, Vatikan mengatakan bahwa mereka telah menemukan sesuatu (di Roma) bertulisan Yunani, ”Petrus dikubur di sini,” dan ditanggali 160 AD.

The following was taken from the book, Races of Mankind, page 161: “Strained attempts to have Peter, the Apostle to the Hebrews of the East, in Paul’s territory at Rome and martyred there are unworthy of serious consideration in the light of all contemporary evidence. At his age (eighty-two), that would not have been practicable. In none of Paul’s writings is there the slightest intimation that Peter ever had been or was at that city. All statements to the contrary were made centuries later and are fanciful and hearsay. The Papacy was not organized until the second half of the 8th century. It broke away from the Eastern Church (in the Ency. Brit., 13th Ed., vol. 21, page 636) under Pippin III; also the Papacy, by Abbe Guette.”
The great historian, Schaff, states that the idea of Peter being in Rome is irreconcilable with the silence of the Scriptures, and even with the mere fact of Paul’s epistle to the Romans. In the year 58, Paul wrote his epistle to the Roman church, but does not mention Peter, although he does name 28 leaders in the church at Rome (Rom. 16:7). It must, therefore, be concluded that if the whole subject is faced with detached objectivity, the conclusion must inevitably be reached that Peter was never in Rome. Paul lived and wrote in Rome, but he declared that Only Luke is with me.”
[2 Tim. 4:11].

Copyright 1960 by F. PAUL PETERSON (4th Edition, 1971). Copies may be obtained from your local bookstore or from the author and publisher, F. Paul Peterson, P.0. Box 7351, Fort Wayne, Indiana, Price $2.00. Permission is granted to reproduce any part of this book if title, price and address where it may be purchased are given.

Kedua imam dari penulis buku “Gli Scavi del Dominus Flevit” telah meninggal dunia, Bellarmino Bagatti (1905-1990) dan Józef Tadeusz Milik (1922-2006).

Sumber: Peters’s Tomb Recently Discovered In Jerusalem

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Gereja Mula-mula Telah Ditemukan, Yordan arkiolog mengklaim


Kami telah menemukan apa yang kami percaya sebagai Gereja mula-mula di dunia, penanggalan antara 33-70 AD,” dikatakan Arkiolog Abdul Qader Hussan, pemimpin Pusat Study-study Arkiologikal Rihab. Ditambahkannya, ”Kami punya bukti untuk percaya bahwa gereja ini dipakai oleh orang-orang Kristen mula-mula: 70 murid-murid Yahshua Messias.” Kuburan Rasul Petrus juga sudah ditemukan.

A picture shows a cave under Saint Georgeous Church in Rihab near Mafraq, where early Christians are belived to have taken as a shelter from persecution in Jerusalem. Circular-shaped stone seats, supposedly for the clergymen can be seen in the cave (Photo by Rula Samain)

Gereja ini ditemukan dibawah Gereja St. Georgeous di Rihab, Mafraq, yang juga dipercayai sebagai bangunan gereja tertua di dunia yang dibangun di tahun 230 AD. Pada lantai St. Georgeous ini terdapat tulisan mosaik sebagai, ”70 yang dikasihi oleh Elohim dan Yang Mahakuasa,” adalah dikatakan telah melarikan diri dari Yerusalem selama penganiayaan atas orang-orang Kristen, ke bagian utara Yordan, lebih jelasnya ke Rihab, ia menambahkan. [Kisah para Rasul 8:1, sebagai referensi].

Gereja ini berlokasi pada area sekitar 60 km dari perbatasan timur Israel dan 25 km perbatasan selatan Syria. Lihat Google Maps “jordan, rihab.”

Dikuburan gereja Georgeous ini ditemukan barang-barang dari bahan tanah liat didekat sebuah goa. Masuk beberapa langkah kedalam goa ini nampak suatu ruangan berbentuk melingkar, dipercayai ada sebagai bangunan gereja (apse/domed), dan kursi-kursi batu untuk pengkotbah.

Seorang pendeta dari Orthodox Yunani menggambarkan penemuan itu sebagai suatu ”batu penjuru yang penting untuk orang-orang Kristen diseluruh dunia.” Ditambahkannya bahwa Goa lainnya di dunia yang sama bentuknya dan tujuannya ialah di Tesalonika, Yunani.

Sejauh ini sudah 30 gereja sudah ditemukan di Rihab, Hussan menambahkan.

Bacaan berkait:

Indentifying the Early Church; pdf fule. Laporan dokumentasi yang bagus, SR.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog