90% Katolik Amerika mendukung Baraq Obama untuk pemilu 2012


Sebuah investigasi yang dilakukan oleh organisasi Katolik ”Campus Reform” menyatakan para universitas Katolik (23 buah) kenamaan telah memberi bantuan uang kanpanye sekitar 90% ke Obama dan sisanya 10% untuk Romney.  5 dari 23 universitas tersebut memberi 100% dukungan uang kepada Obama yang adalah musuh Gereja Katolik di mata pembela doktrin Katolik lainnya. Ini salah satu faktor Obama menang kembali.

Dari 826 pribadi yang menyumbang lebih dari 200$ kepada dua calon president tersebut, 748 orang memberi ke kampanye Obama sementara hanya 78 kepada Romney.

Laporan mengatakan juga bahwa beberapa pemimpin organisasi Katolik yang pro-life (anti-aborsi  dan anti-kondom) tidak senang dengan kenyataan ini, bahwa pengurus kampus-kampus Katolik mendukung Obama yang  mengharuskan klinik-klinik di Amerika menyediakan kondom, tidak terkecuali di klinik Katolik, melabelkan mereka sebagai ”bukti yang lebih jauh bahwa universitas-universitas Katolik telah tersesat jauh dari doktrin Gereja (Katolik).”

Baraq Obama mendapat penghargaan dari Univ. KatolikTahun 2009 juga terjadi perbedaan pendapat antara pemimpin Katolik, ketika Universitas Katolik Notre Dame memberi gelar penghargaan akademi kepada Mr. Obama, pihak yang anti-Obama melahirkan situs www.notredamescandal.com untuk menyatakan protes mereka.

Sejarah para Paus, pemimpin Gereja Roma Katolik. Sementara doktrin gereja roma Katolik menyatakan bahwa Paus adalah wakil Kristus di bumi dan tidak pernah salah di dalam keputusan dan tindakan, namun catatan sejarahnya mencatat kejahatan mereka-bahkan lebih buruk dari orang tidak beriman:

Top 10 Most Wicked Popes, sementara orang Kristen yang percaya Alkitab berdasarkan sejarah melabelkan para Paus sebagai “Many Popes Have Been Labeled The Most Evil Men In History” oleh karena perbuatan homossex, pembunuhan, perzinahan, incest (hubungan sex kepada keluarga dekat), mabuk-mabuk dan banyak lagi. Dan seorang ex-Roma Katolik melabelkan banyak Paus sebagai UnHoly Fathers of Rome.

Notre Dame Scandal Katolik saling beda pendapat tentang Obama

Komentar: Vatikan dan gerejanya, Gereja Roma Katolik, dinamai di Alkitab sebagai  ”Mystery, Babylon The Great, The Mother of Harlots And Abominations Of The Earth (Wahyu 17:5; KJV). Karena begitu tertutup dan penuh rahasia (mystery) sampai-sampai pendeta bahkan uskup Katolik pun tidak tahu rencana dan tindakan apa yang sesungguhnya puncak pimpinan mereka sedang dan akan lakukan; sebuah contoh:
Para puncak pimpinan Gereja Roma Katolik bersidang di Roma, dikenal sebagai “the Second Vatican Council (1962-1965; di Vatikan); mereka memutuskan untuk membuka pintu bagi agama-agama lain di luar doktrin Roma Katolik (seperti Kristianiti, Buddha, Islam, Yudaisme, Hindu dll) hasil sidang ini dikenal sebagai “Dewan Oikumene.” Tindakan nyata Roma: Paus Yohanes II berkunjung keberbagai negara; ia mencium Kuran secara terbuka, ber-okumene dengan pemimpin Yudaisme yang percaya Talmud, dahinya diurapi oleh pemimpin agama Indian dll. – Paus ini dijuluki oleh Michael A. Hoffman II, Jurnalis Amerika asal Itali lahir 1954, sebagai “Yudas Iskariot di Jaman Kita.” Di Alkitab Yudas Iskariot adalah penghianat, ia menjual Gurunya sendiri demi beberap logam mata uang.

Goal utama dari program Oikumene ini menjadikan semua agama di dunia berada di bawah payung Gereja Roma Katolik (Negara Vatikan, secara politik), melalui peleburan doktrin Katolik dengan semua ajaran agama tersebut. Lihat kitab Wahyu 13:1-10.

Bagi orang Kristen Injili (Kristianiti), Oikumene adalah “ragi buruk di dalam adonan roti yang murni.” (Mat 16:6,11-12). Lucunya, para pemimpin Katolik tingkat bawah  (dan jemaat) menerima begitu saja klaim pemimpin puncak mereka ”Gereja Roma Katolik adalah satu-satunya Gereja yang benar dan tidak ada keselamatan diluar Roma Katolik,” dan setiap denominasi Kristen yang menolak agenda Roma yang bertolak belakang dengan ajaran Adonai Yeshua Ha Mashiah ini dilabelkannya sebagai ”musuh Gereja” dan harus dimusnahkan.  Baca sekali lagi dengan lebih hati-hati kitab Wahyu pasal 13, 17, dan pasal 18 adalah nubuatan dari akhir perjalanan Gereja Roma Katolik tersebut.

Setiap orang Katolik harus melihat artikel-artikel ini:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

70% Orang Yahudi Amerika memberi suara untuk Obama! Ini alasannya!!


Sebuah media Israel melaporkan bahwa 70% populasi orang Yahudi memberikan suara untuk Mr. Obama. President Baraq Obama dan partainya (Demokrat) selama 4 tahun sebelumnya terang-terangan pro-Palestina dan menjanjikan sebuah negara merdeka di Israel; kebijakan ”dua-negara dalam satu wilayah.”

Banyak pendukung partai Republik (Mr. Romney berasal) telah terkejut dengan penolakan para pemimpin Orthodox Yahudi memberi dukungan mereka kepada pro-Israel Mitt Romney, David Bedein berkata. David adalah pendiri dari the Israel Resource News Agency and  Director of the Center for Near East Policy Research. “Mereka yang telah berpikir bahwa para Orthodox Yahudi mendukung Romney dan para sekuler Yahudi mendukung Obama adalah salah. Ini sederhananya tidak benar,” David berkata. David memberi contoh, “Di New Jersey, mereka (Yahudi pendukung Romney) telah mendirikan organisasi ‘Rabbis for Romney,’ dan mereka telah mencari semua sektor dari para Yahudi Orthodox, dan ada sejuta Yahudi seperti itu, tetapi para rabbi mereka menolak untuk bergabung. ” Obama menang di New Jersey.

Rabbi Ben Rosenberg, pendiri “Rabbis for Romney” telah menghubungi beberapa organisasi Yahudi, dan salah satunya ialah Council of Rabbis in U.S., mereka semua menolak – mereka berkata mereka ingin melindungi hubungan tali mereka kepada pemerintah yang ada.” Rabbi Ben menyesali penolakan para pemimpin Yahudi dan rabbi tersebut, ia berkata: “Jika para rabbi dan pemimpin telah melakukan sesuatu, jika mereka telah menekankan betapa bahayanya Obama untuk Israel, itu pastilah telah merubah semua hal dan Romney pastilah akan telah ditempatkan di Gedung Putih.”

David percaya para Yahudi Ortodox, berbaju sembayang, sembayang tiga kali sehari, mempelajari Talmud, memiliki family dekat di Israel, namun telah memberi suara bagi Obama adalah kontradiksi dengan perbuatan mereka – sebab, David berkata, “Dia adalah President yang telah melakukan hal-hal yang buruk, anti-Semit dan mendukung Islam.”

Mereka berkesimpulan: 70% Yahudi Amerika yang memberi suara untuk Obama menunjukkan sebuah jurang kuburan antara Israel dan masyarakat Yahudi di luar negeri.

Alasan 70%  Yahudi Ortodox memberi suara untuk Obama. Seorang Yahudi bernama Richard (pendukung Romney) memberi penjelasan bahwa mereka lebih takut kepada para fundamentalist Kristen kulit putih daripada para fundamentalist Islam. Richard mengutip beberapa catatan sejarah, 1.  Kristen kulit putihlah (Gereja Barat) yang mempropagandakan ”para Yahudi telah membunuh Yesus/ Yeshua.” 2. Peristiwa holokos di Eropa. Mereka berpikir, Richard berargument, 3. jika Obama menang maka mereka bebas beribadah dan tidak dipaksa menerima Yesus.

Komentar: Pemikiran simpang-siur ini adalah bukti keberhasilan Bapa Penipu dan para agentnya yang menyebarkan berita yang salah sejak jaman Yeshua (Yesus) hadir di Israel. Bila orang Kristen (khususnya Gereja Barat dan Arab) tidak dapat mengenali akar dari ”Anti-Yahudi/ Anti-Semit” pastilah orang dunia lebih bingung lagi. Dunia bahkan Gereja-gereja telah lama dibingungkan oleh Media Anti-Kristianiti, sehingga tidak dapat menbedakan antara Anti-Yahudi dengan Anti-Kristus.” Untuk hal-hal ini lah web blog Senjata Rohani terlahir; menerangi Gereja dan Dunia dengan terang Alkitab dan pimpinan Roh Kudus sekaligus menelanjangi perbuatan Iblis. 3 jenis pekerjaan para penyesat:

1. Anti-Yahudi dapat dilihat dari catatan Injil dan kisah para Rasul, serta sejarah Gereja Roma Katolik. Peristiwa besar seperti: pengusiran bangsa Yahudi di Yerusalem dan penghancuran Bait Elohom II oleh Titus,  bunuh diri massal di benteng Masada, hasil Sidang Nicea, Holokos Nazi  semua ini terjadi oleh Kerajaan Romawi yang beragama ’Gereja’ Roma Katolik.  Dilahirkanya agama Islam melalui nabi Muhammad oleh Roma Katolik salah satu tujuannya ialah Anti-Yahudi. Bukti bertumpuk untuk hal-hal ini.

2. Anti-Kristus / anti-HaMashiah juga tercatat di Injil dan sejarah Gereja Roma Katolik dan Protestant (Pdf). Pembunuhan – disertai aniaya yang berkelanjutan –  atas para Rasul dan pengikut Yeshua Ha Mashiah, Alkitab menunjuk kepada Yahudi Orthodox (Farisi termasuk Saduki) bekerja sama dengan pemerintah Romawi; kedua group ini juga bekerja sama menyebarkan gossip bahwa “Yeshua tidak bangkit dari kubur, murid-murid Yeshua telah mencuri jenasah Yeshua.”

3. Pencampuran anti-Kristus dengan anti-Yahudi.  Gereja Roma Katolik berhasil menaburkan benih Anti-Kristus kedalam Gereja Injili Barat melalui penyebaran kebencian atas bangsa dan negara Israel. Sekarang ini banyak pemimpin Gereja non-Katolik tanpa disadari mereka sesungguhnya memiliki sikap Anti-Kristus melalui kebencian mereka atas apapun yang berhubungan dengan “Yahudi” dan “Israel.”  Orang Kristen yang memakai kata “Yeshua/Yahshua,” “YAHWEH,” dan menerapkan Perintah keempat: “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat” segera dicap oleh banyak Gereja non-Yahudi sebagai “orang-orang Yahudi” – yang telah dicap oleh dunia sebagai orang yang rasis dan apartheid. Sehingga lahirlah pengajaran-pengajaran yang tidak Alkitabiah di dalam Gereja:

  • Replacement theology; Elohim telah memilih Gereja (orang Kristen bukan Yahudi) sebagai ”umat Israel” menggantikan bangsa Israel; Perjanjian Lama tidak berlaku lagi, Yeshua telah memberi Perjanjian Baru; Israel yang sesungguhnya adalah Gereja (Barat). – tetapi Alkitab berkata: perjanjian Elohim YAHWEH dengan Israel adalah kekal
  • Orang Yahudi harus meninggalkan ’kostum’ Perjanjian Lama dan hidup seperti orang Kristen non-Yahudi  jika ingin diselamatkan – (Paskah jadi Easter,  Sabat jadi SUNday, daging najis jadi halal, lambang Menorah jadi crucifition/ Yeshua tersalib,  10 Perintah YAHWEH menjadi ’sin now, confess later’). – Tetapi Paulus berkata “seluruh Israel akan diselamatkan” oleh pengakuan mereka kepada Yeshua saja, bukan melalui doktrin Gereja Barat.
  • Mengajari dunia dan bangsa Yahudi bahwa orang Kristenlah di balik ratusan juta kematian orang Yahudi, hal sejenis juga diajar kepada orang Islam sedunia. – Fakta adalah orang Kristen Injili telah dibunuh lebih dari 500 juta oleh orang Katolik oleh karena iman mereka kepada Alkitab.
  • Keselamatan hanya melalui iman. TITIK – tetapi Alkitab berkata “Iman tanpa perbuatan adalah mati!”
  • hidup kudus tidak penting sebab Elohim maha pemurah – tetapi Alkitab berkata “tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Elohim.”
  • “Passover hanyalah untuk orang Yahudi, orang Kristen hanya merayakan Easter,” seorang pendeta aliran Pentakosta berkata; sekalipun di Alkitab Perjanjian Baru bahasa Inggris tidak terdapat kata Easter – satu buahpun!!!

Pengajaran palsu di atas inilah yang menyebabkan membuat mengapa orang Yahudi – dan juga orang Arab – menjadi  menolak  Kristianiti dan mengambil bagian dari gerakan Anti-Kristus; dengan kata lain Bapa Penipu melalui nabi palsunya telah berhasil menipu seluruh dunia.

Syukurlah kepada YAHWEH, sekarang telah banyak orang Yahudi dan Arab bisa membedakan antara Kristianiti yang bersumber dari Alkitab dengan dokma yang bersumber dari Gereja Roma Katolik (yang nampak luarnya seperti Kristianiti tetapi ternyata palsu (arti ”anti” dari bahasa  Yunani) semata.

Di abad 21 ini semakin banyak pemimpin Kristen Arab dan Kristen Yahudi mengerti hal ini dan mereka bersatu, baca: Sons of Abraham Worshipping GOD Together oleh Tom Hess. Kumpulan kesaksian mereka yang berdasarkan Yesaya 19:23-25 nubuatan tentang bangsa Mesir, Asur (Assyria) dan Israel menyembah YAHWEH bersama-sama.

Alkitab jelas menulis dan mengajar Kristianti yang sesungguhnya:

  • Yeshua (Yesus) sendiri orang Yahudi (baca Injil Matius 1)
  • Pemimpin dan jemaat dari Gereja mula-mula adalah orang-orang Yahudi .
  • Kata ”Gereja” di Alkitab bukanlah perkumpulan orang non-Yahudi pada awalnya, tetapi para Yahudi pengikut Yeshua. Paulus menulis bahwa Kristen non-Yahudi adalah ”cabang liar yang dicangkokkan.”
  • Rasul Paulus juga mengikuti teladan rasul lainnya: pertama-tama Injil untuk orang Yahudi, lalu kemudian orang non-Yahudi (gentile/ kafir).

Singkat kata: 1. sisi koin pertama, para pemimpin Yahudi dan rabbi mereka mengerti benar bahaya dari Gereja Roma Katolik (“White Power Christian,” istilah Richard) bagi diri mereka jika Romney menang. Gereja Mormon adalah putri dari Gereja Roma Katolik.
2. sisi koin kedua, pemimpin Yahudi dan para rabbinya nampak mengulangi perbuatan pemimpin Farisi dan Saduki; memilih kepentingan masalah agama mereka sendiri daripada kepentingan negara dan bangsa Israel mereka lebih suka diperbudak penjajah (yang membenci Israel) dan mengorbankan bangsa mereka daripada kehilangan posisi jabatan mereka. Bagaimanapun Obama dan Islam di Amerika ada di dalam kendali Vatikan.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Faktor-faktor yang membuat Mr. Obama menang kedua kalinya


Mr. Obama (Demokrat) mengalahkan Mr. Romney (Republik) dengan angka 50% vs 49%, dari total hampir 111 juta suara dari sekitar 312 juta penduduknya.

 Faktor-faktor kemenangan Mr Obama dari lawannya Mr. Romney:

1. President Obama mendukung terang-terangan pernikahan sex-sejenis (homosex / lesbian untuk wanita) dan melegalisasikan pemakaian marijuana (obat terlarang). Sebagaimana telah diketahui umum, bahwa salah satu dari beberapa kejenderungan moral dunia di akhir jaman ini adalah melegalkan praktek homosex (menikah dan maupun tidak menikah). Pada 1973 di USA 70% orang Amerika merasa homosex “selalu salah,” telah turun 44% di tahun 2010. Pew Charitable Trusts pada surveynya ”pernikahan sex-sejenis” menyatakan dukungan untuk mengajar hal yang bersifat homosex di kampus atau universitas naik ke 84% di tahun 2010, dibanding 1973 yang hanya 48%; meningkat 36%.
Laporan menulis,  Maryland dan Maine, pemberi kemenangan untuk Mr. Obama adalah negara-negara bagian pertama yang melegalisasikan pernikahan homosex sedangkan Washington dan Colorado telah menjadi yang salah satu yang pertama untuk melegalisasikan pemakaian marijuana. Ditambahkan para pemilih di Maryland menyetujui keberadaan kasino di Prince George yang memang menciptakan tenaga kerja, tetapi juga  kearah bertambahnya kejahatan, kebangkrutan dan sakit mental di komunitas-komunitas lokal. Larry Sinclair berkata bahwa Mr. Obama terlibat didalam aktivitas homosex dan pemakaian obat terlarang, Ia penulis dari buku “Barack Obama & Larry Sinclair: Cocaine, Sex, Lies & Murder?” Lihat links tentang ini di bawah.

2. Imigran kelas menengah kebawah yang semakin membanjiri USA. Selama 4 tahun pertama Mr. Obama menjadi president, masalah imigran gelap yang masuk dari negara-negara Amerika Latin yang mencari kehidupan yang lebih baik dan pekerjaan menjadi naik pesat. USA juga kedatangan imigran dari negara-negara Timur Tengah yang mengalami ketidak stabilan politik dan kemiskinan. Solidaritas imigran warga negara USA tentu lebih diuntungkan jika Obama terpilih kembali, dengan asumsi bantuan biaya sosial dan kesehatan akan mengalir bagi saudara dan rekan mereka sesama imigran. Seorang ex-Roma Katolik percaya bahwa arus imigran dari Amerika Latin ke USA adalah bagian dari rencana Gereja Roma Katolik untuk lebih mudah mengontrol USA. Mr. Obama sendiri sebagai orang kulit hitam tentunya angka tersendiri baginya dikalangan orang Negro dan imigran lainnya.

3. Bertambahnya imigran Islam di USA. Politik dalam dan luar negeri president Obama yang pro-Islam menyukakan imigran Islam di US. Mr. Obama dipercayai sebagai orang Islam, ia juga pendukung kuat kebijakan penggantian para ‘diktator’ Timur Tengah, gerakan radikal yang menelan banyak jiwa dan perang sipil di Libya dan Syria ini dikenal sebagai Arab Spring atau Jalan Arab.
Dilaporkan bahwa Baraq Obama masuk universitas dan biaya kuliah didukung oleh pangeran-pangeran Arab. Tidaklah mengherankan ia membungkukkan diri di depan raja Arab Saudi pada kunjugan kepresidentannya ke Saudi.

4. Orang Yahudi di Israel lebih takut kepada ‘Kristen’ Kulit Putih daripada Islam anti-Yahudi.  Sejarah panjang ‘Kristen’ Roma Katolik menjajah dan membantai orang Yahudi, bahkan sampai Adolf Hitler tidak mudah dilupakan oleh bangsa Yahudi, fakta ini lebih menakutkan  70% orang Yahudi USA dari pada pemerintahan Obama yang Islam anti-Yahudi, data melaporkan. Ada lebih dari 5 juta orang Yahudi tinggal di USA.

5. 90% Cendikian Katolik Amerika mendukung kampanye Obama. Suatu Investigasi dari badan Katolik menyatakan kampus-kampus Katolik terkenal di USA  memberi bantuan uang 90% ke Obama dan hanya 10% ke Romney.

Vatikan masih memerlukan figure Obama. Tugas Mr. Obama untuk mempersiapkan dunia Islam tunduk dan menyembah Vatikan belumlah selesai, seperti dinubuatkan,  Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba (Yeshua Ha Mashiah), yang telah disembelih. (Wah 13:8). Mr.Gary Kah, ahli ekonomi (khususnya Timur Tengah dan Eropa), politik dan agama, seorang Kristen, menyatakan bahwa Vatikan memakai “Fatimah” dan “bunda Maria” untuk membawa Islam pindah ke Roma Katolik, dan memakai PBB  untuk menekkan agenda “satu agama sedunia.”

Faktor kemahakuasaan Elohim. saya yakin ini adalah factor utama terpilihnya Mr. Obama untuk 4 tahun yang kedua sebagai pemimpin tertinggi USA. YAHWEH Sebaot adalah satu-satunya pribadi yang  menetapkan untuk mencabut atau membangun suatu bangsa dan kerajaan (Yer 1:10). Perjalanan politik Amerika Serikat telah dinubuatkan di Alkitab.  Baca Wahyu 13:11-18. USA di sini digambarkan sebagai seekor binatang keluar dari dalam bumi bertanduk dua (ay 11), sedangkan binatang pertama bertanduk 10 berkepala tujuh yang keluar dari dalam laut adalah Vatikan (Kerajaan Romawi) yang beragama Roma Katolik. Binatang pertama yang bertanda angka 666 (Enam Ratus Enam Puluh Enam) ini dijelaskan pada Daniel 7:19-24 dan Wahyu 17. Dalam dunia politik, kakacauan dan anarkis haruslah dibuat cukup besar sebelum total kontrol atas sebuah negara tersebut diturunkan; setiap orang ingin privecy, terlebih orang Barat, tetapi ketika kejahatan yang disertai kekacauan melanda dan tidak terkendali (akibat kebebasan yang tidak ada batas moral), mereka akan berubah pikiran dan bahkan berterima kasih kepada sytem diktatorship yang dijalankan oleh Anti-Kristus, pemimpin tunggal dunia – yang kelak akan ditumbangkan oleh Yeshua Ha Mashiah ketika Dia datang pada kedua kalinya di bumi.

Menurut pemimpin WND.com, Joseph Farah, kemenangan Baraq Obama adalah Amerika mengucapkan hukuman pada dirinya sendiri, That’s what Obama represents to me – God’s judgment on a people who have turned away from Him and His ways and from everything for which our founders sacrificed their lives, their fortunes and their sacred honor.

Komentar: Politico.com menulis: But for all the polls showing movement toward greater public acceptance of gay marriage, for all the signs of increased tolerance and changing mores, there’s one undeniable fact: A full embrace of gay rights has never been a winner in the political arena. Link ada di bawah. Tetapi President Obama telah merubah perkara tabu ini!! Ini adalah suatu tanda yang nyata kemana dunia ini menuju, suatu peneguhan yang jelas bagi pembaca Alkitab, bahwa kita berada di ujung Akhir Jaman, sebagaimana perkataan malaikat kepada Daniel tentang datangnya seorang pemimpin dunia: And the king, will do according to his own pleasure, and will exalt himself, and magnify himself against every GOD, yea, against the GOD of GODS, will he speak wonderful things,––and will succeed, until exhausted is the indignation, for, what is decreed, must be done;and, for the god of his fathers, will he have no regard, nor, for the delight of women, nor for any god, will he have regard,––for, against all, will he magnify himself. (Daniel 11:36-37; EBR),* Rasul Paulus mengingatkan “di waktu-waktu kemudian” akan datang ajaran “melarang menikah” (pria tidak boleh menikahi wanita; seperti perintah Vatikan kepada para pastornya misalnya), Paulus mengkatagorikan ajaran ini sebagai pengikut roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan (1 Tim 4:1-3).

Nampaknya rakyat Amerika Serikat sedang melatih diri dengan Mr. Obama untuk siap menyambut pemimpin dunia yang dinubuatkan Alkitab tersebut. Dan Mr. Obama jelas telah berhasil MERUBAH (CHANGE) arah moral penduduk Amerika Serikat.

*) Kalimat raja ini tidak menghargai dan tidak tertarik akan para wanita terdapat pada terjemahan Inggris yang lebih tua seperti KJV, Geneva dsb., tidak terdapat pada terjemahan modern misalnya NIV.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Baraq Obama (19/5/11) tentang kepemilikkan tanah negara Israel


Kepemilikkan Tanah Kanaan  atau Israel dan dikenal juga sebagai Palestina selalu menjadi bumbu politik luar negeri Barat, khususnya Amerika Serikat. President Baraq Obama di dalam pernyataan resmi politik luar negerinya mengenai Timur Tengah pada kamis 19 Mei 2011 menyinggung tentang batas tanah negara Israel.

”Kami percaya batas-batas Israel dan Palestina seharusnya ada didasari pada garis-garis yang telah disetujui bersama pada tahun 1967, … Orang-orang Palestina harus memiliki hak mengurus diri mereka sendiri.” kata Obama. Pada saat yang sama ia juga meminta Palestina mengakui kehadiran negara Israel, namun ditolak oleh Hamas.

Dengan kata lain, Mr. Obama berpikir bahwa pemecahan konflik Israel-Palestina di Timur Tengah ini akan terpecahkan bila Israel mengembalikan tanah orang Palestina yang ‘diambilnya’ pada tahun 1967.

Anda mungkin bertanya apa yang terjadi pada tahun 1967 sehingga batas-batas kepemilikan tanah berubah dan dimana batas-batas tanah sebelum peristiwa bersejarah tahun 1967 tersebut.  Berikut ini sekilas sejarahnya.

Sejarah Perang Kemerdekaan Israel. Sejak negara Israel mendapatkan kemerdekaanya kembali pada 14 Mei 1948, setelah ribuan tahun bangsanya terusir dari tanah mereka, kurang dari 24 jam negara yang baru lahir kembali ini diserang oleh negara-negara tetangganya; Mesir, Yordania, Syria, Libanon dan juga Irak. Negara yang baru berpenduduk sekitar 60 ribu ini dipaksa harus membela dirinya. Perang Kemerdekaan ini berakhir selama 15 bulan, Tanah Israel dapat dipertahankan. Perang-perang lainnya juga terjadi setelah itu, namum perang yang legendaris yang tidak mudah dilupakan dunia adalah perang yang terjadi pada tahun 1967, dikenal sebagai Perang Enam Hari 1967.

Perang Enam Hari 1967. Negara-negara tetangga  Israel dengan kekuatan militernya yang sangat besar telah digerakkan keperbatasan; Mesir (15 Mei, sehari setelah Hari Kemerdekaan Israel) di Sinai; Syria (18 Mei) di Golan.

President Mesir,  Nasser (19 Mei) berkata: “Masalah hari ini adalah bukan pembangunan damai antara negara-negara Arab dan Israel … Perang dengan Israel berlaku sejak 1948.” Nasser (27 Mei) menantang perang, seperti Goliat kepada bangsa Israel: “Tujuan dasar kami akanlah ada kehancuran dari Israel. Bangsa Arab ingin bertarung.” Pada 30 Mei, Yordan menandatangi perjanjian ikatan perang bersama Mesir.  Intinya sangat jelas, bahwa Nasser atas nama semua pemimpin negara Arab menolak kehadiran negara Israel; BUKAN soal batas negara atau sebidang tanah!

USA mencoba mencegah perang ini melalui jalur politik, dipihak lain Rusia mensuplai terus menerus perlengkapan perang untuk negara-negara Arab. Kuwait, Algeria, Arab Saudi dan Irak membantu mengirim pasukan dan senjata untuk Mesir, Yordan dan Syria. Negara-negara Arab bersiap menghapus negara Israel dari peta dunia. Mesir memerintahkan tentara perdamaian PBB yang ada diperbatasan antara Israel dengan para tentangganya untuk meninggalkan tempat.

Israel menyadari posisinya yang terjepit dan nampaknya negara-negara Barat tutup mata atas infasi ini. Hal ini memaksa Israel mengambil hak pembelaan dirinya sekali lagi. Tanggal 5 Juni,  tanpa bantuan negara asing lainnya, Israel mengadakan serangan militer pada pagi hari, sebelum negara-negara Goliat menyerang negeri yang kecil ini. Tepat seperti Daud yang masih remaja lari dengan katepel berpeluru lima batu kecil ke arah raksaksa Goliat yang lengkap dengan senjata perangnya.

AU Israel berhasil menghancurkan banyak kapal tempur udara musuhnya: Mesir (300) hanya dalam kurang dari dua jam, lalu Yordania dan Syria. Hanya dalam satu hari saja hampir seluruh Angkatan Udara Mesir dan Yordania, dan separuh dari Syria dihancurkan. Hari kedua tank-tank Israel memasuki medan peperangan. Setelah 6 hari perang militer Israel siap memasuki Kairo, Damaskus dan Amman, ibukota negara mereka. Rusia melihat bahwa Israel diatas angin, maka Moskow mengancam Israel untuk berhenti dan menerima gencatan senjata atau diserang oleh Rusia. Dean Rusk, Seketaris Pemerintah USA, menasehati Israel untuk menerima gencatan senjata tersebut. Nasehat ini diterima Israel.

Perang Enam Hari 1976 menelan jiwa tentara: 776 Israel, 15 ribu Mesir, 2500 Syria dan 800 Yordan.

Akhir dari Perang Enam Hari 1976 ini Israel (baru saja 28 tahun) berhasil menguasai:

  • Seluruh wilayah Sinai (Mesir)
  • Seluruh West Bank di seberang barat Sungai Yordan (dari Yordan)
  • Jalur Gaza di tepi laut (dari Mesir)
  • Dataran Tinggi Golan  termasuk Gunung Hermon (dari Syria)
  • Kota Tua Yerusalam kembali ketangan Israel (dari Yordan)

Dataran Sinai telah dikembalikan ke Mesir setelah kedua negara mengadakan perjanjian damai. Gaza juga telah dikembalikan ke bangsa Palestina beberapa tahun yang lalu.

Pernyataan Mr. Obama May 19 2011 ini menjadi pembicaraan yang sangat hangat diantara orang Amerika Serikat dan tentunya juga di belahan dunia lainnya.

Pada pertemuan press kenegaraan yang dipimpin oleh Jay Carney menyambung pernyataan Mr. Obama, Les Kinsolving, korespondent WND.com bartanya: ”President percaya bahwa Israel seharusnya memberikan kembali tanah yang dimenangkan di pertempuran, mengapa dia tidak percaya bahwa kita [USA], juga, seharusnya mengembalikan tanah yang telah kita menangkan di pertempuran dengan Mexico?”

Kita bisa tambahkan pertanyaan serupa pada daftar ”pengembalian tanah negara” lainnya:

  • Pulau Granada (Inggris) kembali kepada Argentina?
  • Tanah Kosovo kembali kepada Serbia?
  • Ossetia Selatan (’Rusia’) kepada Georgia?
  • Bahrain  (Arab) kepada Iran?
  • Kurdistan (Turky, Iran, Irak, Syria) kepada Kurdi?
  • Mesir (’Arab’) kepada Mesir (Kristen Koptik)?
  • Kanada dan USA kepada suku-suku Indian?
  • Benua Australia kepada suku Oborigin?
  • Tibet (RRC) kepada suku Tibet?
  • Dan seterusnya

Perbedaan sejarah dari tanah-tanah yang di daftar ”pengembalian tanah” di atas dengan tanah Israel jauh berbeda. Israel mengambil tanah mereka kembali yang direbut musuhnya, sementara negara-negara yang dalam daftar kurang adalah merebut tanah orang lain.

Mr. Carney menjawab pertanyaan wartawan WND.com di atas bahwa bukan itu yang president Obama maksudkan, “Saya telah menyatakan berkali-kali apa yang president telah katakan (19/5), dan dia sesungguhnya tidak berkata demikian.”[Tidak mudah menjadi jurubicara politik, harus mampu membuat ‘mujizat’ ya menjadi tidak dan tidak menjadi ya]
Pertemuan press kenegaraan ini diadakan beberapa hari setelah banyak pemimpin berbagai organisasi USA memberi pernyataan tertulis menolak kebijaksanaan luar negeri Obama tentang Israel tersebut. Pernyataan menolak ini  dibuat hanya beberapa jam setelah Mr. Obama berbicara.

Isi pernyataan dimuat pada Jerusalem Post berbunyi:

”Israel, You’re Not Alone. WE STAND WITH YOU.” “Mr. Prime Minister [PM Israel Benyamin Natanyahu], Anda tidak sendiri! Jutaan orang Amerika berdiri bersama Anda dan Israel dan kami menyambut Anda pada kunjungan Anda ke Negara Amerika Serikat.”

PM Israel berkunjung ke USA satu hari setelah pernyataan President Obama, khusus untuk mendiskusikan perkataan Mr. Obama di atas.

Dan kepada negara USA sendiri pesan mereka adalah: ”Kami, yang bertanda tangan, mendorong President Obama, Departement Negara, Kongres, dan seluruh Negara Amerika Serikat untuk membela tanpa goyah dengan Israel, tanpa lebih lanjut mengorbankan kedaulatan, keselamatan, atau keamanan Israel.”  50 Organisasi dari berbagai bidang menandatangani pernyataan ”Israel, You’re Not Alone. WE STAND WITH YOU.”

Pemimpin Faith2Action, Janet Porter, dalam komentarnya berkata: ”Siapakah kita menukar batas-batas Israel.” dan menambahkan, “Tidak ada negara asing atau keputusan PBB memiliki sebuah hak untuk memutuskan batas-batas sebuah negara.”

Pemilihan president USA hanya tinggal setahun lagi, Mr. Obama nampak telah  memulai mempersiapkan jalan untuk dirinya sendiri. Mengorbankan rekan setia satu-satunya negara USA dan medukung sebuah kelompok yang bukan saja Anti Israel untuk hadir melainkan juga anti USA. Mr. Obama berbuat ini demi mendapat dukungan karir politiknya dari negara-negara Arab, beberapa bulan yang lalu, ia dengan tegas mendukung pendirian mesjid di bekas tanah Twin Tower. Seorang nabi diberi mimpi bahwa USA dalam masalah besar.

Bacaan berkait:

Referensi:

Jurubicara Hamas: Pernyataan Obama gagal total


President USA Baraq Obama dalam pernyataan resminya tentang konflik Timur Tengah dan pemecahannya pada kamis malam kemarin dianggap gagal total oleh Sami Abu-Zuhri, Jurubicara organisasi Hamas di Gaza.

Sami: “Negara (Arab) tidak perlu sebuah pelajaran tentang demokrasi dari Obama.” ia merefer pada perkataan President Obama: “Bagaimana dapat suatu (negara) bernegosiasi dengan sebuah partai [Hamas] yang telah menunjukkan dirinya sendiri tidak bersedia untuk menerima/ mengakui hak kalian untuk hadir.”

Sami menambahkan: “Kami menolak campur tangan (asing) di dalam masalah internal kami.” Para Pemimpin Hamas lainnya mengkomentari perkataan president USA ini sebagai “Arrogan Amerika-Israel.” dan ”penyesatan.” Hamas selalu menolak hadirnya negara Israel di dunia.

Hamas adalah satu-satunya organisasi Islam yang terang-terangan mengutuki USA atas kematian Osama bin Laden, pemimpin organisasi Islam terroris yang paling ditakuti Barat. Obama pada pernyataan resmi di hari Kamis dengan tegas mengatakan: ”Bin Laden bukanlah seorang martir. Dia adalah pembunuh besar yang menawarkan pesan kebencian – yang bersikeras bahwa orang-orang Islam harus mengangkat senjata melawan Barat …Ia menolak demokrasi dan hak-hak individu orang Islam …”

Nicolas Sarkozy, President Perancis adalah satu-satunya pemimpin Barat yang mengakui keberadaan organisasi Hamas di dalam politik Palestina. Hamas lebih dikenal sebagai organisasi Islam Terroris ketimbang organisasi politik di mata dunia Barat.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog