Mesir: Puluhan ribuan marah pada ’diktator baru’ Muhammad Mursi


Diktator baru telah lahir di Mesir dan revolusi Jalan Arab belum berakhir di Mesir. President baru Mesir menuntut kuasa tanpa batas, rakyat Mesir menjawabnya.

Terikan-terikan seperti: ”Tumbang regim Penuntun Majelis Persaudaraan (the Brotherhood Supreme Guide),” “Masyarakat ingin mendongkel the Brothers” dan “Masyarkat tetap ingin menumbangkan regim” diserukan oleh puluhan ribu orang Mesir pada hari Jumat kemarin (23/11/2012), mereka menolak rencana undang-undang kekuasaan mutlak president Mursi, yang berbunyi “President berkuasa untuk mengambil segala tindakan yang ia lihat cocok supaya melindungi dan menjaga revolusi tersebut, kesatuan nasional atau keamanan nasional.” Dengan kata lain president bisa berbuat dan memutuskan segala sesuatu yang ia suka – untuk memastikan tidak ada kekuatan posisi; kekuatan ini yang dimiliki pemimpin di negara-negara komunis seperti Rusia, Cina dan Korea Utara.

“Kami belum pernah, melihat dimana pun di dunia, seorang president yang menguasai kekuasaan-kekuatan  legislative dan eksekutiv, kekuatan tentara dan polisi dan sekarang dia bergelut untuk (menguasai) sistim pengadilan. Keputusan terakhir Mursi menciptakan seorang diktator yang belum pernah terlihat sebelumnya. Kami tidak akan meninggalkan (Lapangan Tahrir) sampai Morsi dan regimnya pergi,” Amgad Mohamed seorang protestor Kairo berkata.

Pria lainnya, Mohamed el Kami berkata, ”Apa yang sedang terjadi di sini adalah pengulangan dari apa yang telah terjadi selama revolusi 25 Januari. Kami telah menggantikan regim korup dan fasis dengan regim brutal dan fasis. Segala sesuatu adalah tetap sama; memukuli para pemerotes, melukai mereka dan orang-orang terbunuh. Itu semua sama … Kami telah menggantikan seorang diktator dengan diktator yang lebih buruk.”

Muhammad Mursi datang dari organisasi Islam Persaudaraan Muslim (the Muslim Brotherhood), organisasi politiknya bernama Partai Kebebasan dan Keadilan (PKK). Organisasi Muslim Brotherhood ini dilarang hadir di negara Mesir oleh karena faham Jihadnya dan ditekan keras di jaman pemerintahan Husni Mubarak, setelah President Anwar Sadat terbunuh secara berencana oleh para pengikut Muslim Brotherhood.

Demo ini terjadi diberbagai kota di Mesir, mereka tidak hanya melontarkan slogan-slogan anti organisasi Persaudaraan Muslim tetapi juga menyerang kantor-kantor PKK. Terjadi pertempuran fisik antara para demo melawan polisi anti-demo, dan mereka mendapat perlawanan dari pendukung Mr. Mursi di kota Alexandria.

“Mr. Mursi berkata ia akan berurusan dengan para pemerotes secara tegas, ini adalah secara tepat apa yang Mubarak telah berkata sebelumnya,” Mahmoud El-Banna menyelaskan sistem tangan besi akan berulang lagi.

Mursi adalah Mubarak. Di Lapangan Tahrir, pusat tenda demo yang telah menggulingkan Mubarak, sekarang dipakai untuk menggulingkan Mursi, mereka berkata, “Kami disini sebab mereka (the Muslim Brotherhood) telah mengambil keputusan untuk membuat kami mati di lapangan ini, jadi kami disini untuk mati di lapangan ini. Apa yang sedang terjadi sekarang adalah mati.” Mereka berseru-seru: “Mursi adalah Mubarak … revolusi dimana-mana.”

Bedanya Mursi dengan Mubarak ialah Mubarak menjadi diktator setelah puluhan tahun memerintah, namun Mursi belum satahun jadi presidnt ia sudah menampakkan kediktatorannya. Baru beberapa minggu Mursi jadi president, ia menangkapi dan memenjarakan para pemimpin surat kabar dan jurnalis, beberapa orang yang anti-Mursi dikabarkan mendapat hukuman salib.

Komentar: Mengapa rakyat Mesir baru tahu sekarang setelah Mohammad Mursi menjadi president? Dan mengapa banyak orang Kristen dan para pengamat politik lebih dulu tahu bahwa president yang datang dari kelompok Muslim Brotherhood ini akanlah lebih fasis dari Mr. Mubarak? Sebab kami telah tahu lama pemikiran dan rencana organisasi Islam radikal ini.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Hukuman salib di negara-negara Islam, sadis!


Catatan Moderator:
1. Kebenaran berita ini telah terbukti dan dimuat di media Islam berbahasa Arab, WND.com menyatakan. Berita ini hanyalah ringkasan dari berita aslinya Shocking video evidence of Islamic crucifixion; Documented! Blood thirst that killed ‘spy’ accused of U.S. sympathies.” Artikel aslinya memuat banyak link. Link yang ada di artikel Indonesia ini adalah tambahan dari saya, kecuali di tuliskan.
2. Berita ini dimuat untuk mengingatkan para orang Kristen bahwa: a. “musuh kita bukanlah darah dan daging, tetapi roh-roh penguasa dunia ini.” b. masa pengangkatan (rapture) sudah begitu dekat, tanda-tanda akhir jaman yang dikatakan Yeshua dan para nabi dan rasul-Nya (aniaya, kasih semakin tawar, penyesatan, beringas, pembenci, perang, bencana alam dll.) sedang tergenapi dengan pesat. Shalom dan Maranatha! Anggur Baru.

Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) berkata: Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. (Mat  12:33)

Hukum penyaliban telah terjadi di beberapa negara Islam yang menerapkan hukum Islam atau Hukum Sharia. Menurut laporan Lebanon Today hukum penyaliban terjadi baru-baru ini di Yamen, Mesir, Afghanistan, Iraq – hukum penyaliban ini dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam Sunni.

Yamen: Kelompok Islam Ansar al-Sharia yang menguasai wilayah Azzan, setelah President Saleh ditumbangkan oleh gerakan Jalan Arab, menyalibkan tiga orang pria,  atas tuduhan mata-mata Amerika Serikat.  Tulisan pada foto dari salah satu korban yang tersalib tertulis  “Dia telah disalib untuk tiga hari sesuai (hukum) Sharia,” kata Walid Shoebat, ex-terrorist PLO, menterjemahkan itu dari bahasa Arab untuk media Barat.
Peristiwa ini terjadi beberapa bulan lalu pada waktu Jalan Arab berlangsung.

“Dua orang Saudi dan seorang Yamen juga dihukum mati dengan pedang, dan yang satu pria dibebaskan karena terlalu muda,”  kata Walid mengutip artikel yang sama. Menurut Walid, artikel berkata seorang analisa setempat menyatakan penaliban-penyaliban tersebut adalah “sesuatu yang baru.”

 Afghanistan dan Irak. Laporan berkata, “Seorang peneliti, Saeed Obaid Elaf, berkata bahwa, ‘Kejadian-kejadian hukuman mati (seperti) ini belum pernah terjadi sebelumnya di Yemen tetap mengikuti urutan-urutan peristiwa yang terjadi baru-baru ini di Afghanistan dan Irak.”

Mesir. Seorang pria juga disalib di depan istana kepresidenan dimana President Muhammad Morsi berada. Peristiwa terjadi pada saat president ini bertemu dengan para pemimpin Kristen Mesir 22 Agustus,  laporan berkata. Laporan pertemuan ini diberitakan di saluran TV Al Alam, pemerintah Iran.

Penyaliban ini ditayangkan dalam bentuk video oleh Arabic Sky News, ”Sky News korespondent telah mendapat konfirmasi bahwa angota-anggota (organisasi Islam) Muslim Brotherhood menyalibakan para penentang Muhammad Mursi, telanjang pada pohon-pohon di depan istana keprisidenan. …”

Seorang pemimpin editor koran Mesir dipenjara karena memberitakan penyaliban ini, dituduh mencoba mencoreng nama president Mursi yang adalah orang kuat Muslim Brotherhood. Mr. Shoebat berkata bahwa berita yang dimuat oleh Al Dostour, nama koran ini,  dengan judul ”Muslim Brotherhood Menyalibkan Para Penentang di Depan Istana Keprisidentan di Mesir” menunjukkan sebuah foto yang diambil oleh al-Watan News dari seorang pria yang diselamatkan tentara-tentara keamanan Mesir [Judul dan foto tamparan double  bagi organisasi dari mana Mr. Mursi berasal, sebab tentara adalah kelompok pendukung President Mubarak].

Mr. Shoebat berkata ia tidak terkejut oleh penyaliban-penyaliban di Mesir, sebab Parlement telah memperdebatakan pelegalan tersebut sebagai metode eksekusi sesuai dengan (hukum) Sharia, ”Para pemimpin Muslim Brotherhood Mesir dan para pemimpin Salafist yang keduanya duduk diparlement telah menetapkan panggilan penyaliban sebagai sebuah bentuk hukuman.” Siaran TV Tunisia-Sat juga telah melaporkan penyaliban-penyaliban tersebut, Shoebat berkata.

Laporan WND ini juga memuat video yang menayangkan para Kristen Koptik menangis sangat sedih oleh karena orang-orang Islam Mesir menculiki wanita-wanita Koptik dan memaksa mereka kedalam perbudakan. Mr. Shoebat berkata cerita ini sungguh menghancurkan hati.

Berita lainnya dalam bahasa arab bisa dilihat di sini.

Point-point penting untuk diketahui:

  • Pemimpin Barat mendukung para Jalan Arab, bahkan mempersenjatai para pemberontak Islam (kasus Libya dan Syria) untuk menentang para president ’diktator’ untuk menjadikan negara-negara Islam menjadi demokrasi. Sebagaimana kita ketahui sekarang, (banyak orang Kristen sudah tahu sebelumnya) setelah para ‘diktator’ ini tumbang lahirlah negara-negara dengan pemimpin yang lebih sadis. Pemimpin terdahulu melarang oposisi berdemo dan memenjarai pelakunya; pengganti mereka memakai hukum Sharia untuk menentang faham Islam yang berbeda (Shia, Ahmadiah) dengan Sunni, bahkan lawan politik berfaham Sunni. Mereka yang disalib di sini kemungkinan besar orang-orang Sunni “mata-mata ‘diktator’ yang bekerja sama dengan Barat.”
  • Hukum Islam atau Hukum Sharia, adalah hukum yang bertolak belakang dengan hukum demokrasi. Dalam hukum Sharia, jika seorang Islam bertengkar dengan bukan-Islam (apapun agamanya atau tidak beragama) maka berdasarkan Sharia, orang Islam harus di menangkan, terlepas ia sesungguhnya yang bersalah, berbeda dengan hukum Demokrasi (berakar dari ajaran Yeshua Ha Mahiah) yang diterapkan oleh Barat, semua diadili dengan hukum yang sama tanpa pandang bulu. Perbedaan buah dari kedua hukum ini dapat terlihat dengan jelas pada segala sektor: ekonomi, science, social dan budaya dan kehidupan beragama.  Telah banyak para tokoh Islam yang telah meninggalkan agama Islam setelah mereka tahu apa sesungguhnya ajaran Islam itu.
  • Hukuman salib adalah metode baru yang diterapkan pemimpin Islam (tepatnya Islam Sunni), baru dilakukan di abad 21. Namun ini adalah metode yang telah dikenal sejak sekitar 2000 tahun yang lalu. Sejarah menulis Kerajaan Romawi menyalibkan ribuan para penentangnya di tanah Israel, dan kesalahan lainnya. Itulah sebabnya ketika para pemimpin agama Farisi dan Saduki yang tidak suka akan pengajaran Yeshua Ha Mashiah meminta para Penguasa Roma di Israel untuk menyalibkan Yeshua. Salib adalah lambang kutukan, lambang kematian, Salib bukanlah lambang untuk disembah. Dalam Kristianiti, lambang salib tidaklah lebih dari sebagai alat pengingat umat Kristen: bahwa dosa-dosa mereka telah ditebus YAHWEH oleh sebab Adonai Yeshua Ha Mashiah telah tersalib ganti mereka.
  • Bertambah berat dan luasnya aniaya di negara-negara Islam terhadap orang-orang Kristen dan Yahudi yang didasari dari ajaran Muhammad, ditambah dengan metode penyaliban sebagai hukuman, semakin banyak orang Kristen, seperti Nikolai,  ex-Katolik ini,  yakin bahwa apa yang dikatakan (almarhum) DR. Alberto Rivera bahwa Gereja Roma Katolik adalah ibu rohani dari agama Islam, hal ini juga dikuatkan oleh hubungan Muhammad dengan Kadijah dan sepupu laki-laki Kadijah yang adalah mentor rohani Muhammad; telah banyak artikel ditulis tentang ini, juga bisa dibaca di Faith Freedom Indonesia.

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Muslim Brotherhood: Mengalahkan Roma, Itali dan Eropa berarti ISLAM akan kembali ke Europa


Ilustrasi gambar Islam menguasai Eropa

Tokoh-tokoh organisasi islam radikal Muslim Brotherhood (Persaudaraan Muslim) buka suara, bahwa bukan hanya Europa saja menjadi target kekuasaan Islam , tetapi seluruh dunia. Untuk melihat video dokumentasi dari artikel ini lihat di bawah pada artikel Mask of Peace: Brotherhood’s Plot for Global Rule.

Al-Kubaisi, seorang Irak yang fasih berbahasa Arab bercerita bahwa pemimpin-pemimpin Muslim Brotherhood telah berkata kepadanya mereka mimiliki rencana untuk menguasai Norwegia dan semua Eropa sebagai bagian dari membawa seluruh dunia di bawah Islam

Muhammed Mahdi Akef, pemimpin Muslim Brotherhood sampai 2010: “Cita-cita the Muslim Brotherhood adalah membentuk sebuah pemerintahan Islam yang penuh.” Artinya: semua hukum negara berazaskan hukum Islam, atau dikenal sebagai hukum Sharia.
“Dimana?” al-Kubaisi bertanya.
Saya tidak tahu,” Akef menjawab. “Kami orang Islam sekarang telah tersebar kesegala tempat. Masih ada perjalanan panjang untuk dituju sebelum kami mampu mengambil kendali (kuasa) di Eropa.” Al-Kubaisi juga mewawancarai Gamal al-Banna, saudara laki-laki Hassan al-Banna, pendiri the Muslim Brohterhood di tahun 1928.

Al-Banna: “Mereka tidak percaya pada kebebasan sama sekali. Tidak ada pemerintahan yang bersifat Islam yang respect kebebasan atau demokrasi.”
Orang senior organisasi ini mencela keras para pemimpin Islam moderat, ia berkata: ”Pikiran Muslim (orang Islam) karatan. Tidak ada sesuatu yang dikerjakan selama 1000 tahun belakangan ini. Apa artinya? Itu artinya bertindak tanpa berpikir. Para Muslim telah menjadi seperti monyet, hanya meniru orang lain. Ini telah berlangsung selama 1000 tahun.”
Al-Banna juga menyatakan bukti bahwa Muslim Brotherhood telah berhasil menggontrol masyarakat adalah pemakai hijab (kerudung kepala) pada wanita-wanita Islam. Ia menambahkan bahwa pemaikain jilbab atau hijab ini tidak didukung oleh pengajaran Kuran. Orang tua ini menunjukkan foto-foto kuno sebagai bukti pengaruh kuat Muslim Brotherhood menguasai masyarakat Mesir: saudara perempuan pendiri organisasi ini tidak memakai jilbab, foto-foto mahasiswi Islam 1959 tidak memakai jilbab- Tidak seorangpun makai baju (bermodel Islam), namun pada foto 2004, 90% mahasiswi memakai jilbab/ hijab. Pakaian kerudung wanita ini telah disebut sebagai ”logo” organisasi Muslim Brotherhood.

Al-Kabaisi bercerita kepada CBN News bahwa Norwegia (tempat dimana dia hidup sekarang) dan Barat telah dibodohi oleh Muslim Brotherhood, Barat dan Amerika keduanya mensupport faham Islam, dan mereka berpikir, ’Mereka adalah orang beragama, sama seperti jemaat-jemaat Kristen.’”

Kamil al-Najjar, ex-Muslim Brotherhood berkomentar tentang keberhasilan diplomasi organisasi ini di negara-negara Barat: “The Muslim Brotherhood memiliki praktek. Mereka telah belajar berbicara dengan dua lidah. Mereka mencoba menipu orang-orang. Mereka telah berhasil menipu banyak politikus Barat untuk percaya kepada mereka.”
Kamil menambahkan, ”Tujuan mereka hanyalah untuk mengontrol dunia dengan Islam. Mereka tahu mereka tidak dapat menggunakan paksaan (kekuatan militer) untuk memurtadkan Barat, jadi mereka memakai tipuan.” 

Pernyataan Kamil ini meneguhkan apa yang Sheik Yusef al-Qaradawi, orang penting dari pemimpin rohani the Muslim Brotherhood nyatakan pada suatu TV berbahasa Arab bahwa ”mengalahkan Roma, Italy dan Eropa berarti bahwa Islam akan datang kembali ke Eropa.”
”Haruskah kemenangan ini penting dimenangkan melalui perang? Tidak, ” pemimpin rohani ini berkata. ”Saya percaya bahwa Islam akan menguasai Eropa tanpa menggunakan kekerasan.”

Al-Kubaisi ditanya apakah organisasi ini akan menguasai dunia dan kekuatan, dijawab. ”Tidak, tidak, tidak seperti ini. Mereka tidak berbicara tentang kekuasaan sama sekali. Tidak, mereka berkata, ”Sekarang, kami ingin hanya ini (Al-Kabaisi merentangkan sedikit ruang diantara kedua tanganya), dan kemudian ini (memperlebar ruang diantra kedua tanganya), dan kemudian ini (kedua tanganya semakin melebar) … dan kemudian mereka memulai bekerja menambah lebih kuasa.”

Video dokumentasi ini dipancarkan pertama kali tanggal 25 Oktober 2011 oleh CBN News.

Walid al-Kubaisi telah memimpin sebuah pembuatan film yang berhubungan dengan masalah di atas: Agitator (bahasa Norwegia), titelnya dalam bahasa Inggris: Freedom, Equality and the Muslim Brotherhood. Keterangan film (dua bahasa) dapat dilihat di sini.

Bacaan berkait:

Referensi:

Mask of Peace: Brotherhood’s Plot for Global Rule

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog