Syria sedang sekarat, penguburan sedang datang, ahli militer Israel berkata


Kota Kobani Syria 27 Maret 2015 AFPAmos Gilad, pemimpin divisi keamanan politik dari Menteri Pertahanan Israel, berkata Assad hanya mengontrol seperlima negara.
”Syria telah lenyap, Syria sedang sekarat. Penguburannya akanlah ada diumumkan pada waktunya. Bashar al-Asad ini akan ada diingat dalam buku-buku sejarah sebagai seorang yang telah melenyapkan Syria,” Amos Gilad berkata pada hari Selasa (30 Juni) kemarin pada suatu pertemuan International Intelligence and Special Units Conference, Time of Israel.com mengutip laporan dari suatu sumber berbahasa Ibrani.

Baca lebih lanjut

Perang Syria: Pejuang Sunni angkat kaki dari Homs


Peta Syria menurut sukuSeluruhnya 1900 orang, yang mayoritas dari mereka adalah pejuang pemberontak Sunni, angkat kaki yang merupakan lambang kemenangan bagi pemerintah Assad.

Pejuang Sunni yang ingin menumbangkan President Assad ini terdiri dari banyak kelompok, diantaranya: Al-Nustra Front (cabang dari Al-Qaida), Islamic Front, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan banyak lagi. Bagi mereka menumbangkan pemerintah Shia di Syria adalah tindakan jihad, berjuang demi Allahnya nabi Muhammad.

Homs dikenali sebagai ‘ibukota revolusi Sunni’ dimana Jalan Arab di Syria pertama kali meletus di tahun 2011. Dengan terpukul mundur pejuang Sunni dari benteng pertahanan pertama sekaligus terakhir mereka ini memungkinkan Assad tetap menjadi president untuk pemilu 3 Juni bulan bepan.
Orang Kristen dan Katolik di Syria menikmati kebebasan beragama lebih banyak di bawah pemerintahan Assad (Shia Alawit) dibanding dari pada di bawah penguasaan pemimpin Islam Sunni. Tekanan dan aniaya yang mereka telah terima sebelum tiga tahun kebelakang tetap tidak berarti dibanding dengan apa yang diperbuat oleh pejuang Sunni dukungan Barat dan raja-raja Timur Tengah yang ingin menumbangkan Assad. Kristen Kurdi yang tinggal di Syria dan Kristen Syria bahu membahu berjuang bersama Assad.
Perang di Syria antara pemerintah Assad, melawan para pejuang Sunni telah berlangsung tiga tahun lebih. Pasukan pemberontak mendapat bantuan persenjataan dan penasehat perang dari Barat, (semuanya dibiayai melalui uang dari raja-raja Arab Timur Tengah) pada mulanya berhasil menduduki kota-kota stategis dan lapangan terbang Syria, namun setelah Russia melarang Barat turut campur urusan dalam negeri Syria, para pemberontak Sunni ini sama sekali tidak berdaya melawan tentara Syria.

Keberanian president Putin meminta Barat untuk ”nonton saja” dalam perang di Syria ini menunjukkan bahwa pekik perang ”Allahhu akbar!” (artinya: ALLAH adalah besar atau dasyat) dari Pejuang Islam Sunni di dalam aksi Jihad mereka ternyata tidak mampu menolong mereka, sekalipun mereka mimiliki peralatan perang yang cangih. Kemenangan mereka sungguh bergantung dari pertolongan tentara Barat. Absentnya bantuan Barat ini telah mendatangkan jeritan dari para pejuang Sunni bahwa Barat dan Arab Saudi telah menghianati mereka.

Masyarakat Dunia sekali lagi menyaksikan dengan jelas, bahwa pejuang Sunni tidak mampu menang melawan musuh-musuhnya jika tidak dibantu oleh tentara Barat. Sewaktu melawan Jendral Kaddafi, president Libya, serangan mereka dengan mudah dipatahkan oleh tentara Libya sekalipun mereka mendapat alteri berat dari Barat dan Barat melarang Libya menggunakan kapal terbang perangnya. Barulah setelah Barat turut campur tangan secara langsung (Putin menyebutnya sebagai Crusade) di medan perang Kaddafi berhasil ditumbangkan. Demikian juga dengan perang di Ivory Cost, tentara Perancis membomi kekuatan-kekuatan militer pemerintah sehingga tentara Islam dari utara akhrinya bisa masuk dan merebut kekuasaan. Itu juga terjadi dengan organisasi Islam radikal ternama di Timur Tengah the Muslim Brotherhood (Ikwan Muslim), akhirnya mampu menggulingkan Jendral Mubarak di Mesir Juli 2012 setelah Amerika Serikat campur tangan secara langsung dalam politik dalam negeri Mesir, namun tepat setahun kemudian tentara Mesir mampu menumbangkan Morsi, dan bersama dia puluhan pemimpin The Muslim Brotherhood lainnya kembali ke penjara.

Walid Shoebat, mantan pejuang Palestian Liberation Organisation (PLO) pada masa Jaser Arafat, pada kesaksiannya juga mengakui bahwa Allah orang Islam sungguh tidak bisa berbuat apa-apa ketika menghadapi negara Israel yang masih muda, lahir kembali tahun 1948, dan sangat kecil dalam kekuatan militer dibanding negara-negara Arab di sekitarnya. Baru satu hari merdeka Israel telah diserbu oleh tentangga-tetangganya, namun menang. Pada Perang 6 Hari, president Naser mengajak negara-negara Islam lainnya untuk menghapus Israel dari peta politik, namun hanya dalam enam (6) hari Israel bukan hanya bisa tetap berdiri, lebih dari itu Israel menghancurkan kekuatan militer musuh di negara mereka masing-masing dan berhasil menguasai Sinai barat milik Mesir, Dataran Tinggi Golan di utara (wilayah strategis pertahanan Syria) dan kota Yerusalem berhasil direbut kembali dari Yordania (hampir 2000 tahun direbut Roma melalui Jendral Titus, 70 AD).
Taktik perang pejuang Sunni. Baru-baru ini Boko Haram, (kelompok militan Sunni) yang ingin meng-Islamkan negara Kristen Nigeria menculik sedikitnya 270 gadis sekolah, dan banyak kejadian dalam aksi jihad yang dilancarkan kelompok-kelompok militan Sunni (Al Qaida, Taliban, Mujahidin, Muslim Brotherhood dll) kepada kantong-kantong militer pemerintah di berbagai negara hampir 100% dalam bentuk bom-bunuh-diri, bom-mobil atau serangan dari belakang. Ketika pemerintah mengkonfrontasi para pejuang Islam tersebut, seperti Jenderal Musaraf (Pakistan) atau Jenderal Soeharto (Indonesia) demkian juga di Filipina, maka pejuang Islam tersebut selalu pada sisi yang kalah. Boko Haram artinya “Pendidikan Barat adalah Haram”; kelompok ini sejenis Taliban di Asia, mereka anti Demokrasi dan melarang keras wanita mengejam pendidikan.
Kembali ke Syria. Ketika pejuang Sunni berhasil menguasai desa-desa Kristen dan Katolik , dan mengancam penduduknya untuk masuk Islam atau dibunuh – mereka memilih mati (videonya eksekusi mereka pernah termuat di YouTube). Berita ini menyebar di kalangan Kristen dan telah menjadi pokok doa syafaat secara global. Elohim orang Kristen telah menjawab doa umat-Nya, pejuang Islam Sunni terpukul mundur bukan hanya dari ibukota Syria, Damaskus, tetapi juga dari Homs, benteng pertahanan pejuang Sunni! Sebelum mundurnya mereka dari Homs, para kelompok militan Sunni ini telah terjadi silang pendapat di dalam tubuh mereka sendiri, yang berakibat saling bunuh di antara mereka, mencapai ratusan jiwa tewas – terjadi seperti peristiwa di  Hakim-hakim 7.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Perang Syria: Alkitab dan Injil disebut ’lebih buruk dari senjata-senjata kimia’


Pejuang pemberontak Syria membuat video dari barang-barang yang mereka tahan

Video ini, (dapat dilihat pada referensi di bawah) menunjukkan sejumlah besar Alkitab dan Injil serta buku lainnya yang Nampak masih baru, dan di atas tumpukan kitab-kitab tersebut ada sebuah peringatan yang ditulis oleh pejuang Sunni Islam dalam bahasa Arab, “O bangsa Muhammad, terbangunlah. Sebab ada barang-barang yang lebih berbahaya dari senjata-senjata kimia. Waspadalah akan kampanye-kampanye Pengkristenan.”

Narator di video ini berkata, “Mereka bekerja mengisi kebutuhan masyarakat Syria untuk menyebarkan pemikiran Kristen.”
Narator ini juga mengatakan sebuah bungkusan kecil yang berisi wafer-wafer untuk Perjamuan Suci sebagai ”barang dari daging babi” yang disuplai ”untuk menipu anak-anak yang mudah tertipu.”

Meskipun suara di video ini berbicara tentang “Kristianisasi” yang dilakukan oleh pribadi tertentu, namun Daily Mail Online meneguhkan bahwa orang-orang Kristen ketakutan ketika mereka diperintahkan oleh pemberontak-pemberontak Syria tersebut untuk murtad ke Islam atau dibunuh.

”Seorang penduduk Maaloula berkata para pemberontak, banyak dari mereka memiliki janggut dan menjerit ’ALLAHHU AKBAR’, menyerangi rumah-rumah orang Kristen dan gedung-gedung Gereja segera setelah bergerang memasuki wilayah tersebut.”

Rekaman video dalam bahasa Arab muncul hari Senin (10 September  2013),  bersamaan laporan-laporan yang keluar dari Syria tentang bagaimana para pemberontak Syria yang  sedang berperang melawan tentara President Bashar al-Assad ‘membebaskan’ desa-desa, dan kemudian memaksa para Kristian Syria di sana untuk pindah ke Islam atau digorok leher-leher mereka.

Minggu kemarin media Internasional meliput para tentara pemberontak Sunni yang berkaitan dengan Al-Qaida memasuki wilayah pegunungan, dan berhasil merebut 5 desa. Desa Maaloula satu dari lima desa tersebut adalah desa yang terkenal sebagai desa Kristen, hanya sekitar  40 KM dari Damaskus.

Komentar: Sementara para pemimpin Barat berjuang keras untuk membela tentara Sunni Islam memerangi pemerintah Syria atas nama ”membela dan membebaskan bangsa Syria dari regim al-Assad” bahkan siap mengirim kekuatan militernya – karena Islam radikal yang beraliansi dengan Al Qaida ini belum juga bisa menumbangkan President Assad sampai saat ini, pada saat yang bersamaan mereka mengulangi kembali kesalahan-kesalahan yang pemimpin mereka sebelumnya perbuat: mengorbankan suku-suku dan kelompok Kristen yang tidak bersalah – teraniaya dan terbunuh oleh Kuda Trojan mereka yakni, kelompok Islam radikal, yang di lain situasi dan tempat (seperti di Afganistan, Irak, Gaza) Barat sendiri menyebut mereka sebagai Islam Terrorists.

Perang Syria antara para perjuang Sunni (mayoritas bukan orang Syria) lawan pemerintah Syiar (dibantu oleh Hisbollah) telah menelan jiwa lebih dari 100.000 jiwa, dilain tempat hampir setiap minggu para jihadist tewas di Irak, Afganistan. Seorang wanita Indonesia diperlihatkan isi Neraka, satu hal yang menarik dari ceritanya ialah dia melihat begitu banyak jiwa-jiwa pria bersorban yang sedang dihukum di Neraka.

Referensi:

Bibles called ‘worse than chemical weapons’

 

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Normaali taulukko”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:”Arial”,”sans-serif”;}

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog