Peringatan terakhir TUAN BESAR kepada para hamba-Nya


Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.” (Wah 17:14b)

Salam Sabat! Yahshua Ha Mashiah, TUAN BESAR setiap orang benar – dibenarkan karena pengudusan  YAHWEH melalui darah Putera-Nya di Golgota – memiliki 4 pesan penting sebelum Ia meninggalkan para hamba-Nya untuk sementara waktu. Matius 24 mereka bertanya apa tanda-tanda akhir jaman dan kedatangan Yahshua yang kedua, TUAN BESAR mereka menjawab pertanyaan mereka, dan dari paragraf terakhir pasal 24 sampai pasal 25 Ia memberi 4 pesan yang sangat penting untuk setiap hamba-Nya, Anda dan saya.

Empat peringatan penting Yahshua Ha Mashiah, Tuan atas segala tuan, Raja atas segala raja:

  • Mat 24:45-51 – perumpamaan manager rumah
  • Mat 25:1-13    – perumpamaan 10 gadis dengan pelita-pelita mereka
  • Mat 25:14-30 – perumpamaan tentang hamba dan talentanya
  • Mat 25:31-46 – perumpamaan Raja yang meyamakan diri-Nya sebagai orang tidak berdaya.

Mat 26 dan  27 – Segera setelah Ia memberi 4 peringatan ini, dua hari kemudian Yahshua meninggalkan mereka, Ia memberikan diri-Nya kepada orang berdosa untuk di salib.
Mat 28 – Yahshua bangkit dari kematian-Nya, memberi ’pekerjaan rumah’ kepada hamba-hamban-Nya (dengan meniggalkan keempat peringatan di atas) lalu pergi – untuk datang kembali!

Perumpamaan tentang manager rumah.
“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. (Mat 24:46). Peringatan yang Tuan ’Rumah’ (diartikan: Kerajaan Sorga) kepada hamba-Nya ialah “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Yahwehmu datang.” (42). Sifat dan pemikiran ”tidak ada kucing tikus berpesta” atau ”tidak ada polisi boleh melanggar rambu lalu-lintas” adalah dosa tidak takut kepada YAHWEH, orang ini berbuat baik hanya karena ia ”takut akan manusia” – yang adalah jerat (Ams 14:27; 29:25). Sekali lagi Ia berkata, “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (44)

Perumpamaan tentand 10 gadis dengan pelita mereka masing-masing

Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. (Mat 25:1). Lima gadis, yang tidak bijaksana, bersemangat menyambut  kedatangan Pengantin Pria, namun tidak memiliki persiapan yang penuh, dalam perjalanan waktu … oops, minyaknya habis! Beberapa Kristen lahir baru dalam perjalan waktu sering kali kehabisan urapan dan pimpinan Roh Kudus, yang tersisa hanyalah tradisi dan liturgi gereja buatan manusia (Kol 2:18-23). Dan mereka terkunci di luar pintu gerbang Sorga. (11, sejenis Mat 7:23 & 2Tim 2:19). Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Mat 25:13)

Perumpamaan tentang hamba dan talentanya.
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. (Mat 25:15). Lama sesudah itu (After a long time) pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. (19). Hamba penerima satu talenta, yang jahat dan malas ini, berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. (Mat 25:24). Hamba memanggil tuannya “Tuan atau Master tetapi lupa akan fungsi “hamba” dan “Tuan,” sebagai ganti dari memeriksa dirinya sendiri yang jahat dan malas, ia menuduh Tuannya sebagai orang yang kejam. Tuannya telah tahu kesanggupan setiap hamba-Nya dan telah memberi waktu yang cukup lama (19). Orang malas selalu berpikir dialah yang paling rajin dan merasa pintar (Ams 26:13-16), dia lupa bahwa menuaipun adalah pekerjaan (Yoh 4:37). Perumpaan ini dibuat untuk menunjukan tidak seorangpun dapat beralasan mengabaikan tugasnya oleh karena hanya memiliki sedikit talenta. Elohim akan menuntut dari setiap orang menurut kesanggupannya (Albert Barnes’s Notes of the Bible).

Perumpamaan Raja yang meyamakan diri-Nya sebagai orang tidak berdaya.
Pada perumpamaan ini jelas sekali Yahshua menyebut diri-Nya sebagai Raja atas segala raja, “Ketika Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat kudus-Nya bersama-sama dengan Dia,…Dan semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Lalu Raja itu akan berkata… (Mat 25:31-34;GLB)

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mat 25:40). Ayat 45 dalam bentuk negatifnya.

Sangatlah pasti bahwa setiap orang ingin melayani Raja, ini adalah suatu hal yang normal dan bukan rahasia lagi, tetapi jarang yang ingin melayani umat-Nya yang tidak berdaya: miskin dan menderita secara jasmani (lapar, haus, tidak memiliki baju, orang asing dan terpenjara karena kebenaran dan nama-Nya).

Di dalam tiga kondisi Yahshua menyamarakan diri-Nya sendiri sebagai orang lain:

  • Menolong pengikut Yahshua yang tidak berdaya secara jasmania = menolong Yahshua itu sendiri. (Mat 25:35-45)
  • Menolak berita Injil dari hamba-Nya = menolak Yahshua (Mat 10:40;Luk 10:16; 1Tes 4.2,8; 1Sam 8:7)
  • Menyiksa pengikut Yahshua = menyiksa Yahshua itu sendiri (Kis 9:1-5)

Peringatan-peringatan dalam empat perumpaman di atas dapat disimpulkan sebagai:

  • Hendaklah kita terus-menerus (sepanjang waktu) berjaga-jaga dan siap sedia
  • Hendaklah kita terus-menerus (sepenuh hati dan jiwa) memiliki urapan Roh Kudus, dan hidup dalam pimpinan-Nya
  • Hendaklah kita tidak lupa mengembangkan (seluruh keberadaan) talenta kita
  • Hendaklah kita tidak lupa memberi bantuan (semua saudara seiman, apapun denominasinya) yang memerkukan kebutuhan dasar tersebut.

Dalam semua perumpamaan ini, kata ”Tuan”, ”Pengantin Pria”, ”Raja” (ialah gambaran dari pribadi Yahshua sendiri), selalu berhubungan dengan kata ”pergi” dan ”datang” serta ”waktu.”

Masalah ”waktu” dalam semua perumpamaan ini sangatlah penting untuk diperhatikan.

1. Setelah Tuan ini memberi talenta-Nya (mata uang) kepada hamba-hamba-Nya, Ia segera pergi (immediately; GLB atau straightway; KJV) (Mat 25:15). Kepergian yang segera ini TEPAT terjadi dalam dunia nyata! Lihat pada Matius 26:1-2, Ia menulis: Setelah Yahshua selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.” (Mat 26:1-2). Jadi segera setelah Ia menyampaikan peringatan tersebut di dalam 4 jenis perumpamaan, Ia berkata ”Nah dua hari lagi Aku akan pergi, dan SEKARANG Aku menyerahkan seluruh tugas pemberitaan Kabar Baik ini kepada kalian semua!” Setelah Ia bangkit perintah ini diteguhkan-Nya kembali dan Ia berjanji akan menyertai pelayanan mereka – melalui Roh Kudus-Nya.

Di sini Ia mengajar kita bahwa perumpamaan (yang adalah hanya perumpamaan, bukan sebenarnya) yang Ia katakan tidak dapat dianggap ringan, semua itu adalah gambaran dari kenyataan. Penglihatan dan nubuatan yang pasti terjadi. Neraka dan Sorga dalam kalimat terakhir dari perumpamaan ini: Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.” (Mat 25:46) pastilah akan terjadi.

2. Waktu kedatangan Tuan, Raja ini tidak ada seorangpun yang tahu, bahkan diri-Nya sendiri sebagai manusia. (Mat 24:36).  Jadi tidak penting untuk menganalisa dan mencari tahu saat kedatangan-Nya. Yang terpenting, peringatan-Nya kepada kita, ialah bahwa kita harus senantiasa hidup benar dan kudus dan melakukan semua perintah-Nya.

3. Tanda-tanda kedatangan-Nya kembali sudah begitu jelas, namun berapa lagi harus menanti tidak seorangpun yang tahu. Artinya kita harus seperti lima gadis yang bijaksana dalam perumpamaan di atas, mereka memperlengkapi dirinya dengan baik untuk menghadapi kemungkinan ”waktu delay” kedatangan Pengantin Pria tersebut (25:5)

Pasti dan sangat pasti, suatu hari kelak ketika kita sedang bekerja atau tidur jasmani, seorang akan dibawa-Nya dan seorang akan ditinggalkan. (Mat 24:40-41).

Siapa yang dapat menjamin kita bahwa kita adalah orang-orang yang akan diangkat-Nya? Kita sendiri!, Ya, kita yang telah menerima korban darah Anak Domba Elohim sebagai penghapus dosa kita (selamat melalui iman; Ef 2.8-9) dan hidup sesuai kehendak-Nya (setia; Ibr 12:1-2)! Halelu’yah!!

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Adakah Neraka? Seperti apa itu nampaknya?


Kita sering mendengar orang mengutuk, ”Go to hell!”, “What’s a hell!” atau Masuk neraka lo (kamu)!” namun anehnya di gereja-gereja jarang pengkotbah membicarakan soal neraka. Apakah neraka hanyalah sekedar dongeng saja, sehingga hanya orang dunia yang sering memakai kata “neraka atau hell” ini?

Kata “surga”, lawan kata dari neraka, digambarkan sebagai tempat yang indah, damai, penuh suka cita, dimana air mata kesedihan tidak ada lagi, bahkan tidak ada lagi kematian fisik. Cerita tentang surga banyak dimuat di kitab-kitab suci agama, Hindu dan Budha dengan cabang-cabang kepercayaan dari keduanya menyebut surga itu nirwana, agama Islampun percaya adanya surga.

Seorang pendeta ditanya, “Bapak Pendeta, apakah neraka itu benar ada?” Pendeta ini menjawab dengan balik bertanya, “Apakah kamu percaya bahwa surge itu ada?” Si penanya dengan cepat menjawab dengan sedikit kesal, ”Tentu saja saya percaya bahwa surga ada! Bukankah Alkitab telah menulisnya!?” Pendeta ini kembali bertanya, “Bila Alkitab menulis surga itu ada, mengapa kamu tidak yakin bahwa neraka ada!?”

Suatu hal yang mengejutkan ialah bahwa cerita-cerita tentang neraka di Alkitab adalah keluar dari mulut Yahshua Ha Massiah sendiri. Alkitab adalah satu-satunya kitab suci yang menjelaskan bagaimana alam semesta dan manusia diciptakan, bagaimana awal kehidupan manusia dan Alkitab yang sama menutupnya dengan kitab yang menceritakan dengan teliti apa yang akan terjadi pada bumi dan manusia, tentang kehidupan kekal di neraka dan di surga.

Pernyataan Yahshua Ha Massiah tentang neraka:

Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Mat 10:28 juga Luk 12:25

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Mat 5:22

Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Mat 25:41

Pernyataan Rasul-rasul:

  • Yakubus: Lidah yang tidak dapat dikuasai disamakan seperti api yang dinyalakan oleh api neraka (Yak 3:3-6)
  • Petrus: ”… akan ada guru-guru palsu … yang menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka, untuk perbuatan mereka itu hukuman telah tama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. … orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Elohim. (2 pet 2:1,4,9-10)

Anda masih ragu akan adanya neraka? Perhatikan perkataan Yahshua ini, ”Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu (Yoh 14:2). Ia memberi kepastian kepada murid-murid-Nya yaitu apa yang Ia katakan adalah benar, jika tidak benar ia tidak akan mengatakannya! Ia sendiri yang mengajar, ” Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat (Mat 5:37) dan Yakobus mengulanginya (5:12).

Kondisi tubuh manusia yang masuk neraka:

Tubuh manusia yang hidup kekal di neraka ini memiliki kondisi yang sama dengan tubuh manusia yang hidup kekal di sorga; semuanya memiliki tubuh yang sempurna (mempunyai anggota tubuh yang lengkap) dan tidak bisa binasa. Kedua kelompok manusia ini adalah manusia-manusia yang dibangkitkan dari kematian fisik yang pertama. Yang masuk sorga disebut ”yang diberkati” sedang yang dibuang keneraka disebut ”yang binasa” (Yoh 17:12; 2 Tes 2:3; Wah 17:11 ).

Oleh karena kondisi kehidupan dibawah hukuman yang terus menerus ini mereka disamakan dengan ”kematian yang kedua” sebagaimana Yahshua menyebutnya: ”mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” (Wah 21:18) lihat juga (Wah 2:11; 20:6,14; 21:8)

Yahshua Ha Massiah memberi gambaran tentang neraka sebagai berikut:

  • Api yang tidak terpadamkan (Mark 9:43)
  • Di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan apinya tidak padam (Mark 9:44-48), terulang tiga kali.
  • Tempat siksaan yang kekal (Mat 25:46)
  • Lautan api dan belerang (Wah 20:10)

David Pawson dalam bukunya ”The Road to Hell” memberi lima dimensi dari kondisi berada di neraka kebinasaan.

  • 1. Itu adalah sebuah tempat yang tidak nyaman secara fisik; panas dan bau belerang serta baud daging yang terbakar (namun tidak bisa habis).
  • 2. Itu adalah sebuah tempat untuk tekanan mental; tangisan dan kertak gigi (ciri-ciri kesedihan dan kemarahan, keduanya bergabung didalam kekecewaan.
  • 3. Itu adalah sebuat tempat moral yang bejat. Kondisi seperti dalam Roma 1:24-32.
  • 4. Itu adalah sebuah tempat kehancuran sosial; neraka boleh ramai, namun karena tidak ada kasih, simpati dan kebaikan itu membuat kesepian
  • 5. Itu adalah sebuah tempat kematian rohani. Makanya disebut ”kematian yang kedua”; Neraka adalah terpisah dari Elohim, doa dan penyembahan tidak ada gunanya. (1)

Alkitab berkata, Yahshua mati (disalib) untuk menggantikan kita yang berdosa agar tidak perlu mengalami kematian (kematian kedua tentunya). Menit-menit terahir sebelum Ia menghembuskan nafas-Nya, Matius mencatat, ”Kira-kira jam tiga berserulah Yahshua dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: El-Ku, El-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mat 27:46). Ia pada saat itu merasakan betapa tidak nyamannya ketika Bapa-Nya yang biasanya tidak pernah meninggalkan Dia (Yoh 10:30; 17:22), sekarang Bapa absent dari-Nya oleh karena dosa manusia yang Ia sedang tanggung. Elohim akan absent di neraka untuk selama lamanya, sungguh neraka tempat yang menyedihkan dan menakutkan (jeritan penderitaan yang tidak pernah berhenti dari setiap penghuninya), horor ini ditambah seram dengan hadirnya pula Iblis dan roh-roh jahat lainnya yang turut dihukum.

Inikah sebabnya mengapa hamba-hamba YAHWEH tidak pernah mengkotbahkannya di mimbar-mimbar? Apakah dengan tutup mulut ini membantu manusia semakin dekat kepada Tuan mereka? Kenyataannya adalah sebaliknya, manusia semakin lupa kepada peringatan-peringatan dan perintah-perintah-Nya.

Apakah kita bisa masah bodoh jika kita tahu orang yang kita kasihi sedang jalan menuju kepada rumah yang sedang terbakar api. YAHWEH berkata, Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Adonai YAHWEH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Adonai YAHWEH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! (Yeh 18:23; 33:11). DIA begitu serius akan pertobatan orang fasik, namun mengapa para hamba-Nya tidak perduli akan jeritan hati-Nya atas orang-orang yang terhilang ini?

1. David Pawson, THE ROAD to HELL; The Reality, p. 52-54

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Setiap Perbuatan Ketidakadilan Akan Dihakimi


Apakah Anda seorang Penguasa Negara? Seorang Ahli Hukum? Seorang Pemimpin Agama? Seorang Hakim? Singkatnya, langsung dan tidak langsung Anda pembuat keputusan atau membuat undang-undang. Perhatikanlah Firman YAHWEH (TUHAN) ini?

Hukum telah terdesak ke belakang, dan keadilan berdiri jauh-jauh, sebab kebenaran tersandung di tempat umum dan ketulusan ditolak orang. Dengan demikian kebenaran telah hilang, dan siapa yang menjauhi kejahatan, ia menjadi korban rampasan. Tetapi YAHWEH (TUHAN) melihatnya, dan adalah jahat di mata-Nya bahwa tidak ada hukum. Ia melihat bahwa tidak seorangpun yang tampil, dan Ia tertegun karena tidak ada yang membela. Yesaya 59:14-16a

Bahkan: Di tempat pengadilan, di situpun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situpun terdapat ketidakadilan. Pengkotbah 3:16

Karena setumpuk uang Penguasa dan Hakim membenarkan seorang yang jelas bersalah. Karena setumpuk uang Penguasa dan Hakim merebut hak milik orang lemah (janda, miskin, tak berpendidikan). Berapa seringkah Anda berkata ”ya untuk sesuatu yang adalah tidak, atau berkata ”tidak untuk sesuatu yang adalah ya” oleh karena Anda cinta kedudukan dan kehormatan Anda lebih dari cinta keadilan?

Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik. Habakuk 1:4

Firman YAHWEH memperingatkan Anda ”Celakalah orang yang mendirikan kota di atas darah dan meletakkan dasar benteng di atas ketidakadilan.” Habakuk 2:12

Mungkin Anda berkata dalam hati, ”Siapa yang perduli dengan anak yatim, janda dan orang asing!” Memangnya saya pikirin!?

Namun YAHWEH perduli! Perhatikan Kitab Yeremia 22:3 Beginilah firman YAHWEH (TUHAN): Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini!

Ketekunan ibadah Anda dan korban-korban dalam bentuk binatang dan uang (derma atau sakat) Anda tidak bisa menyogok YAHWEH untuk tidak menghakimi Anda dihari Penghakiman!

Firman-Nya jelas berkata, Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan YAHWEH (TUHAN) dari pada korban. dan lagi “Apakah YAHWEH (TUHAN) itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara YAHWEH (TUHAN)? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti enyembah berhala dan terafim. Amsal 21:3; 1 Samuel 15:22-23a

Bertobatlah, berbaliklah dari cara-cara hidup Anda yang jahat, carilah YAHWEH, maka Anda akan mengerti apa itu Keadilan! (Amsal 28:5)

Jika Anda bertobat, dan melakukan segala perintah-Nya, maka Anda akan terbebas dari Api Neraka, seperti janji-Nya di dalam Yehezkiel 18:21 yang berkata, Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.”

“Elohim akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya.” Pengkhotbah 3:17

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.