Perayaan Idul Korban/Kurban (Eid al-Adha) 2012 meminta banyak korban jiwa manusia


Idul Korban/ Kurban adalah perayaan agama yang penting bagi umat Islam sedunia, pada perayaan ini umat Islam menyembelih kambing-kambing sebagai korban kepada ALLAH sebagaimana nabi Muhammad mengajar umat Islam di Arab Saudi di pertengahan abad ke 7 AD, yang ia adopsi dari kitab Taurat (Torah).*

Perayaan Idul Korban tahun 2012 jatuh pada hari Jumat 26 sampai 29 Oktober, di berbagai negara Islam hari besar ini diingat oleh dunia dan umat Islam pada khususnya sebagai hari yang banjir darah, bukan hanya darah binantang, tetapi juga darah manusia, sebab begitu banyak korbar jiwa manusia; sanak-keluarga, saudara dekat, teman dan tetangga mereka yang mati terbunuh oleh tangan-tangan orang Islam sendiri.

Irak. Di kota Bagdad dan sekitarnya, 15 orang Islam terbunuh oleh bom-bom bunuh diri pada hari Minggu. Hari Saptu (tanggal 27) hampir 40 meninggal dan hampir 100 luka-luka di Irak, merupakan hari kematian terbesar setelah hampir 6 minggu sebelumnya. Surat kabar Aljazeera menyatakan sebagai kematian toll tertinggi pada perayaan Idul Korban di bulan Oktober ini.

Syria. Negara yang sedang menderita ‘perang sipil’ (para tentara Islam dari luar Syria terlibat) untuk menggulingkan President Assad (dari Islam Shia) juga terjadi banjir darah di hari Idul Korban ini. Perwakilan PBB untuk proses damai di Syria telah mengajukan tindakan “gencatan senjata pada kedua pihak yang bertikai selama 4 hari hari suci Islam ini,” namun kedua pihak saling tidak mempercayai, menyatakan “jika pihak lawan menghentikan serangan terlebih dahulu maka mereka akan mengikuti. Akibat dari perang Sunni dan Shia ini, jiwa-jiwa harus dikorbankan kepada Allah Islam; hari Minggu (28/10) saja korban jiwa  mencapai 134 orang – 51 orang awam, 35 tentara dan 48 Islam pemberontak. Catatan: Hukum mata ganti mata tidak akan pernah menghentikan pertumpahan darah, hanya ajaran Yeshua Ha Mashiah saja yakni “Ampunilah dan berkatilah musuhmu” yang mampu membuat damai sejati di bumi.

Total kematian di Syria sejak Maret 2011 telah mencapai 35.000 nyawa manusia menurut sumber setempat, PBB memperkirakan sedikitnya 20.000  nyawa.

Afghanistan. Di Maymana, di ujung profinsi Faryab, pembom bunuh diri masuk kedalam sebuah mesjid ketika para orang Islam berkumpul untuk sembayang untuk menandai awal dari perayaan Idul Korban. Hampir dari separuh pengunjung mesjid tewas (sedikitnya 40 nyawa; menurut Reuter.com) dan 50 orang lainnya luka-luka. Pembom bunuh diri ini dikabarkan memakai seragam polisi – sehingga ia bebas mendekati mesjid tanpa diperiksa.

*) Catatan: Sejarah Islam dan diteguhkan oleh Kuran bahwa nabi Muhammad dimentor oleh pendeta ‘Kristen’ semasa ia menikah dengan Kadijah (isteri pertamanya). Muhammad sedikit banyak mengetahui kitab Taurat dan Injil, sebab itu nama Isa al-Masih (Yeshua Ha Mashiah/ Yesus Kristus) banyak disinggung di Kuran, demikian juga halnya dengan pengorbanan binatang. Dalam kitab Taurat (ditulis nabi Musa sekitar 1400 BC) korban binatang memiliki dua tujuan utama: pengucapan syukur dan lambang perwakilan pengampunan dosa-untuk terbebas dari hukuman dosa; ibadah yang kedua ini disebut Pesach (Paskah, Indonesia), Paskah pertama terjadi saat bangsa Israel di Mesir siap untuk keluar, setiap keluarga memotong domba dan darahnya dikoaskan ke ambang pintu rumah. Setiap rumah yang tidak memiliki tanda darah tersebut YAHWEH akan mencabut nyawa penghuninya (dalam peristiwa Mesir ini: putra sulung). Paskah secara literal berarti “lewat melalui,” (to pass over / pass through) dan “menyisihkan” (to spare). Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. (Keluaran 12:13)

YAHWEH menetapkan bahwa Perayaan Paskah ini harus dirayakan setiap tahun (baca Kel 12:14-17. Korban darah Yeshua (Yesus/Isa) di kayu salib adalah Paskah yang sesungguhnya (sekali untuk selamanya) – Ia tersalib pada perayaan Paskah (Yoh 18:39; 19:14), dan tepat di bawah salib-Nya terletak Tabut Perjanjian (diletakkan pada tempat maha kudus di Bait Elohim). Retaknya gunung batu atas gempa bumi yang terjadi pada Hari Penyaliban itu menggenapi nubuatan nabi Daniel: darah-Nya mengurapi Tabut Perjanjian! Bunyi nubuatannya: Seventy weeks have been decreed concerning your people and your holy city: to restrain transgression, to put an end to sin, to make atonement for lawlessness, to establish everlasting righteousness, to conclude vision and prophecy, and to anoint the Most Holy Place. (Daniel 9:24, ISV). Ayat 26 adalah ketetapan YAHWEH bahwa Ha Mashiah (Yang Diurapi) yang tidak bersalah akan tersalib, lalu (40 tahun; catatan sejarah dunia) setelah itu pemerintah Roma menghancurkan Bait Elohim II dan kota Yerusalem; kembali bangsa Israel terusir dari tanahnya.
Rasul Paulus yang ahli kitab Taurat oleh sebab itu dengan jelas menulis bahwa Yeshua Ha Mashiah (Kristus/ al-Masih) adalah “Anak Domba Paskah” (1Kor 5:7).

Sekarang Anda mengerti mengapa pengikut ajaran Yeshua Ha Mashiah tidak lagi menyembelih binatang sebagai penebus dosa, tidak perlu membunuh orang lain atau bunuh diri demi Elohimnya untuk masuk ke Sorga, sebab dosa mereka (dan sesungguhnya: dosa seluruh penduduk dunia) telah ditanggung oleh darah Yeshua sendiri. Bagian Anda hanyalah menerima tawaran YAHWEH yang indah ini, dan beriman kepada Yeshua.

Bacaan berkait:

Referensi: 

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Apa bedanya antara Paskah / Passover dengan Easter?


Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Mashiah telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Mashiah. (Gal 1:6-7)

Ratusan juta orang merayakan Easter untuk menghormati kebangkitan Yahshua Ha Mashiah – tetapi apakah itu Alkitabiah? Apakah Easter dan Paskah / Passover berbeda? Selidikit apa yang Alkitab katakan, tidak katakan, dan ajarkan tentang hari perayaan ini. Jangan beranggapan kamu sudah tahu! Kamu mungkin akan terkejut dengan fakta-fakta di bawah ini.

Artikel ini menolong setiap pembaca:

  1. Menguji hati dan pikirannya ”benarkah ia mengasihi YAHWEH, Elohim-nya dengan segenap hati, segenap jiwa dan dengan segenap akal budinya” (Mat 22:27; Mark 12:29-30), a..t..aa..uuu hanya dengan mulutnya saja sedangkan hatinya untuk keuntungan diri sendiri (Mat 15:8-9; Yes 29:13).
  2. Kembali kepada kasih yang mula-mula kepada Juruselamat-nya, Yahshua/ Yeshua Ha Mashiah atau Yesus Kristus.

Catatan penting: Barang siapa memakai artikel ini untuk tujuan yang sebaliknya, yakni membawa orang lain (Kristen dan bukan Kristen) untuk membenci Yahshua Ha Mashiah dan firman-Nya, kutukan besar nabi Musa akan menimpa penyesat tersebut, sebab ia telah memutar balikan tujuan yang kudus dan benar kepada tujuan yang jahat dan salah (kitab Keluaran 28:15-68). Terima kasih untuk perhatian Anda. Anggur Baru.

EASTER Holy-day. Biasanya di hari Easter, orang-orang Kristen mengadakan kebaktian-kebaktian Minggu pagi bersamaan dengan terbitnya Matahari di ufuk Timur, melihat telur warna-warni (telur rebus atau coklat berbentuk telur) dan anak-anak ayam yang berbulu kuning, roti manis dengan tanda salib di atasnya serta kelinci. Semua benda-benda ini dikaitkan dengan kebangkitan Yahshua Ha Mashiah oleh banyak orang Kristen di dunia. Kita akan meneliti Alkitab tentang hari Raya ini, sebab Alkitab adalah satu-satunya sumber dari semua yang disebut Kristianiti.

Meneliti asal kata Easter. Dimana kita bisa temukan kata Easter di dalam Alkitab?

Tidak ada satupun kata Easter di seluruh Alkitab, juga tidak ada di seluruh terjemahan Alkitab berbahasa Inggris!

Satu dan hanya satu kata Easter di Alkitab  tertulis di Perjanjian Baru King James Version (KJV), itupun hanya satu kata dari 71 kata Passover (Paskah dalam bahasa Indonesia) di Alkitab KJV; (26 buah di Perjanjian Baru).  Tertulis: And when he had apprehended him, he put him in prison, and delivered him to four quaternions of soldiers to keep him; intending after Easter to bring him forth to the people. (Act/ Kis 12:4 KJV). Ayat ini bercerita tentang Petrus ditangkap oleh Herodes raja Romawi, segera setelah Herodes membunuh Yakobus saudara Yohanes dengan pedang. (1-3)

Kata Easter pada Kisah Para Rasul 12:4 di KJV – sekali lagi, satu-satunya kata yang ada di KJV dan tidak satupun di seluruh Alkitab versi lainnya – dikomentari oleh beberapa Komentator Alkitab seperti Albert Barnes dan Matthew Henry, sebagai kesalahan tulis sebab aslinya tertulis μετὰ  τὸ πάσχα meta to pascha artinya  ”after Passover” atau “sehabis Paskah” (ITB). Barnes: Aslinya tidak ada referensi kepada itu, tidak juga ada sepotong kecilpun bukti bahwa ada perayaan seperti itu diperingati pada waktu ketika buku itu ditulis [masa rasul-rasul]. Penterjemahan tersebut tidaklah hanya tidak membahagiakan, sebagimana itu tidak memberi idea pada seluruh arti dari aslinya.” Albert Barnes meneruskan komentarnya tentang kata Easter pada KJV ini dengan megutip kamus Alkitab Webster, ”Kata “Easter” adalah berasal dari Saxon, berkembang dari ”Eostre,” dewi Cinta, atau Venus dari Utara, menghormati sebuah festival yang dirayakan oleh nenek moyang kita yang kafir di bulan April.” 

Pernyataan para Komentator Alkitab di atas sangat mudah untuk diteguhkan, ayat 3 dengan sangat jelas menguatkan argument mereka: Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.” (Kis 12:3). Suatu perayaan untuk memperingati keluarnya bangsa Israel dari Mesir (Kel 12:17) dan menjadi perayaan turun-temurun (Kel 34:18, 2Taw 30:21; Eze 45:21; 1Kor 5:7; Ibr 11:28)

Jika kata Easter dimasukan kedalam Alkitab, berarti kata tersebut sudah dikenal di luar  dunia Kekristenan. Penelitian membuktikan bahwa kata Easter berasal dari Ishtar dewi Babilonia, hal ini bisa dibuktikan dengan memperbandingkan perayaan Easter modern dengan perayaan pagan kuno untuk dewi Ishtar.

Timur Tengah (Irak: Asyur & Babilonia; Syria; Yordan, Libanon, Israel, Mesir dan negara-negara sekitarnya). Firman YAHWEH berkata, ”Keturunan Ham ialah Kush, … Keturunan Kush ialah … Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel semuanya di tanah Sinear. Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu. (Kej 10:6-12).

“Ketika Nimrod remaja, ibunya, Semiramis, tertarik kepadanya, dan akhirnya menikahinya. Ketika Nimrod meninggal dunia, dia dijadikan dewa Matahari. Samiramis kemudian memiliki anak gelap disebut Tamus, yang ia klaim sebagai anak dari Nimrod yang kembali atau lahir kembali dari suaminya, Nimrod.”
World Religions by David Terrell

Tradisi berkata ketika Tamus berusia 40 tahun, ia terbunuh oleh babi liar. Samiramis, ibunya, meminta rakyatnya untuk berkabung menangisi Tamus selama 40 hari. Pada kepercayaan kuno Babilonia, Nimrod disembah sebagai dewa Matahari, dan Samiramis sebagai dewi Bulan namanya Ishtar dikenal juga dengan panggilan ”Ratu Sorga/ Queen of Heaven,” sedangkan Tamus sebagai anak dari dewa Matahari (penjelmaan dari Nimrod).

Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata YAHWEH dan mereka beribadah kepada para Baal. Mereka meninggalkan YAHWEH, Elohim nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti elohim lain, dari antara elohim bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati YAHWEH. Demikianlah mereka meninggalkan YAHWEH dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret. Maka bangkitlah murka YAHWEH terhadap orang Israel. Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka. (Hak 2:11-14)

Lalu dibawa-Nya aku dekat pintu gerbang rumah YAHWEH yang di sebelah utara, sungguh, di sana ada perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tamus. Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi dari pada ini.” Kemudian dibawa-Nya aku ke pelataran dalam rumah YAHWEH; sungguh, dekat jalan masuk ke bait YAHWEH, di antara balai Bait Suci dan mezbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait YAHWEH dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur. (Yeh 8:14-16). Hukumannya: Oleh karena itu Aku akan membalas di dalam kemurkaan-Ku. Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan. Dan kalaupun mereka berseru-seru kepada-Ku dengan suara yang nyaring, Aku tidak akan mendengarkan mereka.” (Yeh 8:18)

Europa, termasuk Turkey Barat. Ini adalah catatan dokter Lukas penulis kitab Injil Lukas dan  Kisah Para Rasul tentang kemarahan orang-orang Asia Kecil (sekarang Turkey) karena rakyat berhenti beribadah kepada dewi Artemis atau Diana (orang Romawi menamainya), lalu mengikuti ajaran Jalan Lurus (Injil) yang dibawa oleh rasul Paulus: ”Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis sendiri, Artemis yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya.” (Kis 19:27).

Patung Artemis/ Diana  – dewi kesuburan, dilambangkan dengan payudaranya yang banyak – dan kuilnya yang terbesar di jaman Paulus berada di kota Efesus (50 Km selatan kota Izmir) termasuk salah satu keajaiban dunia, dalam literatur-literatur pagan kuno Artemis/ Diana ini dipanggil sebagai ”Artemis orang-orang Efesus” dan ”Artemis Agung.” Perlu diingat Asia Kecil berada di bawah kekuasaan Romawi di jaman Paulus. Kuil ini dibangun sekitar 550 BC dan dihancurkan pada 356 BC. Lalu dibangun kembali, sekarang tinggal puing-puingnya. Dewi Artemis telah disembah oleh orang-orang besar Yunani dan kemudian diikuti oleh orang-orang Romawi. Sejarah berkata bahwa ratu Cleopatra dari Mesir pernah mengunjunginya.

Dari bukti sejarah ini Anda bisa mengerti lebih baik catatan dr. Lukas selanjutnya: Oleh Paulus Elohim mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa, … Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Yahweh Yahshua. Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuata seperti itu. Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. Dengan jalan ini makin tersiarlah firman YAHWEH dan makin berkuasa. (Act 19:17-20). Sekarang perhatikan reaksi para bisnisman di Efesus

Kira-kira pada waktu itu timbul huru-hara besar mengenai Jalan YAHWEH. Sebab ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak. Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya. Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perusahaan itu dan berkata: “Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perusahaan ini! Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah Elohim [Theos, Deity. ITB menulis ”dewa.”]  (gods [theos] made by the hands of men are not gods [theos]; GLT). Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis sendiri, Artemis yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya.” Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: “Besarlah Artemis dewi orang Efesus!” Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus. (Kis 19:23-29)

Kutipan sejarah lainnya yang berkaitan dengan dewi Ishtar.

  • Ishtar, dewi cinta dan perang, … Namanya dalam bahasa Sumer ialah Inanna (wanita sorga/ langit). Ia adalah saudara perempuan Shamash dewa Matahari dan anak perempuan dari Sin  dewa bulan. Ishtar telah disetarakan dengan planet Venus. Lambangnya adalah sebuah bintang terlukis di dalam sebuah lingkaran. Sebagai dewi perang, ia sering diwakili duduk diatas sebuah singa. Sebagai dewi eros, ia mucikari dari kuil pelacur-pelacur. Ia juga disertakan sebagai ibu yang murah hati berdoa syafaat kepada dewa-dewa demi penyembah-penyembahnya. Collier’s Encyclopedia, Vol. 15, pg. 748. Sumer terletak di Irak modern bagian selatan.
  • “Lalu lihat pada Easter. Apa arti makna Easter itu sendiri? Itu membawa aslli Kaldian-nya pada jidatnya. Easter tidak ada lain kecuali ”Astarte” , satu dari beberapa panggilan Beltis. ”Ratu Sorga” namanya sebagaimana ”disepel” oleh masyarakat Niniwe, terbukti sama dengan sekarang ini umum dipakai di negara ini. ”Nama” itu telah ditemukan oleh Layard di monument-monument Asyur / Assyrian, adalah ”Ishtar.” Alexander Hislop, The Two Babylons; page 103.

Jadi Easter terbukti sama dengan Ishtar!, mungkin kata Easter hanyalah penyepelan kata Ishtar dalam mulut orang Europa. Dilihat dari kandungan  kepercayaan dan praktik dari berbagai negara maka itu bisa disimpulkan sebagai berikut: Ishtar (Babylonian and Assyrian) = Astarte (Phoenician-Canaanite) = Ashtoreth/ Ashtaroth (jamak) (Hebrew) = Isis (Egyptians) = Artemis (Grecians) = Diana/ Venus/ Bunda Maria (Romans) = Allah (Arabs) = Eostre (Saxons), mungkin untuk orang-orang Asia dewi ini bernama Kuan Im yang berdiri di bunga teratai (Buddhism).

Easter; waktu perayaan, dekorasi (telur, , anak-anak ayam, kelinci) dan maknanya.
Waktu. Dongeng Yunani tentang kembalinya Demeter dewi bumi [Earth Mother, orang NewAge menyebutnya] dari kegelapan kepada hari terang, melambangkan bangkitnya kehidupan di musim semi (spring) setelah masa gelap yang panjang dari musim dingin (winter). Funk & Wagnall‘s Standard Reference Encyclopedia, Volume 8, page 2940. Di Europa, waktu dimajukan satu jam satu minggu sebelum hari raya Easter. Ibadah Easter ini dirayakan selalu pada hari Minggu pagi hari, harap ingat hari Minggu adalah Sun-day (penamaan hari-hari dalam seminggu yang kita pakai adalah nama dewa-dewi orang Roma). Penyembah Matahari selalu menghadap ke Timur dimana Matahari terbit, Lihat kembali (Yeh 8:14-16). di atas.

”Sekarang kematian dan kebangkitan Attis, secara resmi dirayakan di Roma pada tanggal 24-25 Maret, dikemudian hari dirayakan sebagai munculnya musim semi,  dan karenanya hari yang sangat cocok  untuk kebangkitan dari sebuah dewa… yang telah mati.” Frazer; Adonis, Attis, Osiris 1:306.

Dekorasi.Telur ada sebuah symbol yang sakral bagi masyarakat Babilon.  Mereka percaya bahwa sebuah telur yang besar telah jatuh dari langit ke sungai Eufrat, dan dari telur tersebut keluarlah dewi Astarte (Easter). Tiap negara mempunyai versinya sendiri tentang telur ajaib tersebut. Yunani mempunyai telur sakral Heliopolis dan telur Typhon.

Bandingkan dengan lambing Gereja Roma Katolik “Ratu Sorga” yang berdiri diatas bulan sabit.  Katolik memanggil bunda Maria (ibu dari Yahshua) sebagai “Perawan Maria” dan “Ratu Sorga.”

Anak-anak ayam yang beru lahir adalah gambaran dari “kehidupan baru,” Orang Europa, khusunya yang tinggal di daerah utara, dimana musim dingin sangat panjang dan gelap,  berkata bahwa musim Semi adalah awal kehidupan.

Kelinci. The Encyclopedia Britannica tertulis, “Seperti telur Easter, kelinci Easter telah datang ke Kristentianiti sejak lama. Kelinci dikaitkan dengan bulan dalam legenda Mesir kuno. Kelinci telah menjadi lambang kesuburan oleh karena perkembangannya yang cepat (Catholic Encyclopedia 5:227)

Roti bulat manis bergaris salib. Tanda salib ini adalah lambang huruf “T“, ”t” (baca “tau,” huruf Yunani) adalah lambang Tamus. Tanda “silang di dalam lingkaran” symbol kuno dari dewa Matahari orang Babilonia. Untuk orang Yunani tanda “silang” atau “cross” adalah lambang dari dewa Yunani Mithras. Goldsmith, Ancient Pagan Symbols. Lihat “Penyembahan kepada Salib.”

Firman yang datang kepada Yeremia untuk semua orang Yehuda yang diam di tanah Mesir, di Migdol, di Tahpanhes, di Memfis dan di tanah Patros: (Yer 44:1) Firman ini datang sehubungan dengan wanita-wanita Yehuda dengan sepengetahuan suami-suami mereka telah menyembah Ratu Sorga (17-19). Mereka mempersembahkan kepada dewi ini  minuman dan kue-kue panggang (wafer-wafer bulat atau cakes, diterjemahkan dari kata Ibrani “kavan,” sebuah gambaran dari matahari dan bulan. Bentuk kue-kue ini berasal dari Babilon, kue-kue serupa ini yang juga orang-orang Yunani persembahkan kepada Astarte dan di Europa disebut round hot cross buns (roti-roti bulat bergaris salib).

Lebih detil tentang “salib” atau “silang”  lihat artikel “Penyembahan Kepada Salib” dan The Two Babylons oleh Alexander Hislop.

Sejarah Perayaan Easter masuk kedalam Kekristenan. Gereja Roma Katolik pada Sidang Nicaean 325 AD memutuskan Easter haruslah dirayakan pada Minggu pertama, setelah bulan penuh, pada atau setelah tepat musim semi (the vernal equinox). Tahun 399 AD, the Theodosian code bermaksud membuang  konotasi-konotasi pagan/ kafir dari perayaan tersebut dan melarang merayakannya. Tindakan penggabungan Kristiani dan Pagan melanggar ajaran Yahshua pada Markus 2:20-22, baca “Masalah serius jemaat yan sering tidak disadari.”

Easter tidak dirayakan oleh orang-orang Kristen mula-mula, dua sumber sebagai buktinya:

  • Encyclopedia Britannica, Edisi ke 11:Tidak ada indikasi dari peringatan perayaan Easter di Perjanjian Baru, atau di dalam tulisan para Rasul. Orang-orang Kristen pertama terus memperingati perayaan-perayaan orang Israel [Hari-hari Raya Elohim di kitab Imamat 23], meskipun di dalam sebuah roh yang baru, sebagai peringatan peristiwa-peristiwa yang mana perayaan-perayaan telah ada sebagai bayangan yang akan datang. Jadi Paskah, dengan konsep baru ditambahkan ke Kristus sebagai Anak Domba Paskah sejati … terus diperingati … ”
  • Alkitab: Kis 12:3; 20:6,16; 1Kor 5:7-8

Argumentasi.
Mungkin Anda seorang Kristen, dan berkata “Ok… ok, Easter adalah upacara pagan untuk dewi Ishtar, dewi Bulan, yakni dewi Kesuburan, namun apakah saya salah jika memakai cara dunia sedangkan hati dan pikiran saya tetap untuk menghormati kebangkitan Yahshua Ha Mashiah / Yesus Kristus???” Apa kata Alkitab tentang sikap seperti ini?

Yahshua menjawab:

  • Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”  (Mark 8:38)
  • Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Elohim kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” Yahshua berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Elohim, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Mar 7:7-9)
  • “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: YAHWEH, YAHWEH, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya–Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan–, (Luk 6:46-47)

Jawaban ini persis seperti isi perintah YAHWEH melalui nabi Musa kepada bangsa Israel dalam Ulangan 12:28-32: (Ingat Yahshua adalah Alfa dan Omega!)

Dengarkanlah baik-baik segala yang kuperintahkan kepadamu, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian untuk selama-lamanya, apabila engkau melakukan apa yang baik dan benar di mata YAHWEH, Elohimmu.” “Apabila YAHWEH, Elohimmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya, maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang elohim mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada elohim mereka? Akupun mau berlaku begitu. Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap YAHWEH, Elohimmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi YAHWEH, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi elohim mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi elohim mereka. Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.”

Jadi jika kita ingin menghormati kematian dan  merayakan kebangkitan Yahshua Ha Mashiah, beberapa hal ini penting untuk dilakukan

  • Kita berkata satu sama lain:  “Selamat hari Paskah!” (asal kata dari Pesach (Ibrani, baca: peh’-sakh) atau dalam bahasa Inggris “Happy Passover!”
  • Kita tidak menyertakan dekorasi atau aktivitas yang berhubungan dengan perayaan Easter holiday.

Jika orang-orang Kristen melakukan kedua perkara ini dengan setia, maka dunia akan mengerti ajaran Alkitab dengan benar, dan akan dapat melihat Yahshua yang sebenarnya seperti yang telah tertulis di Alkitab. Be strong! Be bold!

Selamat Hari Paskah!! Happy Passover!!

Bila Anda punya waktu bacalah Hari Paskah Yahshua Terakhir di Bumi, menurut kitab Injil  Markus

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Hari Paskah Yahshua Terakhir di Bumi, menurut Kitab Injil Markus


Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yahshua datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Elohim, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. (Yoh 1:29-30)

Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yahshua dengan tipu muslihat, sebab mereka berkata: “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.”

Ketika Yahshua berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yahshua. Ada orang yang menjadi gusar [murid Yahshua] dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu. Tetapi Yahshua berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yahshua kepada mereka. Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yahshua.

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yahshua berkata kepada-Nya: “Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: “Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku? Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!”

Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya di kota, didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yahshua kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, datanglah Yahshua bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yahshua berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku.” Maka sedihlah hati mereka dan seorang demi seorang berkata kepada-Nya: “Bukan aku, ya Adonai?” Ia menjawab: “Orang itu ialah salah seorang dari kamu yang dua belas ini, dia yang mencelupkan roti ke dalam satu pinggan dengan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Dan ketika Yahshua dan murid-murid-Nya sedang makan, Yahshua mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: Ambillah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Elohim.” Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.

Lalu Yahshua berkata kepada mereka: Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.” Kata Petrus kepada-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.” Lalu kata Yahshua kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua yang lainpun berkata demikian juga.

Lalu sampailah Yahshua dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yahshua kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.” Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga. Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya. Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.” Waktu Yahshua masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat.” Dan ketika ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yahshua dan berkata: “Rabi,” lalu mencium Dia. Maka mereka memegang Yahshua dan menangkap-Nya. Salah seorang dari mereka yang ada di situ menghunus pedangnya, lalu menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. Kata Yahshua kepada mereka: “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu mengajar di Bait Elohim, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci.” Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya, tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang.

Kemudian Yahshua dibawa menghadap Imam Besar. Lalu semua imam kepala, tua-tua dan ahli Taurat berkumpul di situ. Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh, sampai ke dalam halaman Imam Besar, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api. Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yahshua supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya. Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain. Lalu beberapa orang naik saksi melawan Dia dengan tuduhan palsu ini: “Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia.” Dalam hal inipun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu dengan yang lain. Maka Imam Besar bangkit berdiri di tengah-tengah sidang dan bertanya kepada Yahshua, katanya: “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Meshiah, Anak dari Yang Terpuji?” [the Son of the Blessed One? (George Lamsa Translation), orang Yahudi tidak berani menyebut nama Elohim, yakni “YAHWEH.” Jawab Yahshua: Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.” Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Untuk apa kita perlu saksi lagi? Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Elohim. Bagaimana pendapat kamu?” [Imam Besar ini tidak salah mendengar jawaban Yahshua, Ia telah berkata “Aku adalah Anak dari YAHWEH” = Akulah Dia] Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati. Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya: “Hai nabi, cobalah terka!” Malah para pengawalpun memukul Dia. Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di halaman. Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar, dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yahshua, orang Nazaret itu.” Tetapi ia menyangkalnya dan berkata: “Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.” Lalu ia pergi ke serambi muka (dan berkokoklah ayam). Ketika hamba perempuan itu melihat Petrus lagi, berkatalah ia pula kepada orang-orang yang ada di situ: “Orang ini adalah salah seorang dari mereka.” Tetapi Petrus menyangkalnya pula. Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ berkata juga kepada Petrus: “Engkau ini pasti salah seorang dari mereka, apalagi engkau seorang Galilea!” Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!” Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yahshua telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu.

Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yahshua lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus. Pilatus bertanya kepada-Nya: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yahshua: “Engkau sendiri mengatakannya.” Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia. Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: “Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!” Tetapi Yahshua sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran.

Telah menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak. Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan. Maka datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang kebiasaan itu diikuti juga. Pilatus menjawab mereka dan bertanya: “Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini?” Ia memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yahshua karena dengki. Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka. Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?” Maka mereka berteriak lagi, katanya: “Salibkanlah Dia!” Lalu Pilatus berkata kepada mereka: “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?” Namun mereka makin keras berteriak: “Salibkanlah Dia!” Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yahshua disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Kemudian serdadu-serdadu membawa Yahshua ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan berkumpul. Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: “Salam, hai raja orang Yahudi!” Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya.

Kemudian Yahshua dibawa ke luar untuk disalibkan. Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yahshua. Mereka membawa Yahshua ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya. Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing. Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan. Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ: “Raja orang Yahudi”. Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya. Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: “Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.” Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: “Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!” Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Baiklah Mashiah, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya.” Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga. Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga. Dan pada jam tiga berserulah Yahshua dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Elohimku, Elohimku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Lihat, Ia memanggil Elia.” Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yahshua minum serta berkata: “Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia.” Lalu berserulah Yahshua dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah [diagonal tepatnya]. Waktu kepala pasukan yang  berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: “Sungguh, orang ini adalah Anak Elohim!” [lihat Mat 27:51-54] Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome. Mereka semuanya telah mengikut Yahshua dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yahshua. Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat. Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Elohim, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yahshua. Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yahshua sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yahshua sudah mati. Sesudah didengarnya keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf. Yusufpun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yahshua dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu. Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat di mana Yahshua dibaringkan.

Setelah lewat hari Sabat [setelah lewat pukul enam sore], Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yahshua. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih [malaikat] duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yahshua orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.” Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut.

Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yahshua sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu. Setelah Yahshua bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yahshua pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yahshua, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.  Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yahshua hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya:

  • mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,
  • mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
  • mereka akan memegang ular,
  • dan sekalipun mereka minum racun maut,
  • mereka tidak akan mendapat celaka;
  • mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah Adonai Yahshua berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Elohim. Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Adonai turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. (Markus 14-16).

Selamat Hari Paskah ; Happy Pesakh ; Happy Passover untuk Anda semua!!

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog