Negara Islam Kalifat di mata raja-raja Arab (Negara-negara Arab)


Peta kehadiran dan pendudukan Islam Kalifat Agustus 2014Tidak diragukan bahwa para militan Negara Islam Kalifat (NIK), sebelumnya bernama Negara Islam Irak dan Syria-yang lebih luas; NIIS (ISIS atau ISIL, dalam Inggrisnya) semakin hari semakin memperluas wilayah jajahannya di Timur Tengah, sementara Barat sibuk dengan Gaza. Minggu terakhir ini kota-kota strategis di Kurdistan, Irak utara, telah jatuh ketangan militan NIK.
Tujuan akhir dari Negara Islam Kalifat adalah terjantum pada Hadis Bukhari 1/2/24: ”Rasul Allah [Muhammad] berkata: Saya telah diperintahkan (oleh Allah) untuk bertempur melawan orang-orang sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada siapapun punya hak untuk ada disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah.”
Menurut media NIK sendiri, satu dari beberapa ketentuan Kalifat adalah sebagai berikut: ”Ia harus berjuang dalam jihad melawan orang-orang yang keras kepala menolak Islam setelah diperintahkan, sampai mereka menjadi Muslim atau setuju untuk hidup di bawah perlindungan Muslim dan membayar jizrah (pajak) , sehingga hak-hak Allah akan tergenapi dan agamanya akan menang atas semua lainnya.”

Abu Mohammed al-Adnani, Juru bicara NIK pada akhir Juni mengumumkan: “Legalitas semua emirat, kelompok, negara dan organisasi menjadi kosong oleh penyebaran otoritas kalipat dan kedatangan tentara-tentaranya pada wilayah-wilayah mereka.” pada suratnya berjudul ”Ini adalah Janji Allah,” – dengan kalimat pembukaan: Terpujilah Allah, Jaya dan Kuat. Dan kiranya damai dan berkat ada diatas dia yang dikirim dengan pedang sebagai suatu berkat untuk semua ciptaan.” Surat itu tertulis dalam bahasa Arab, Inggris, Rusia, Perancis dan Jerman. [Perhatikan garis bawah; jelas bahwa amanat NIK ini bukan dari Elohim Israel dan Kristen; baca: Mat 5:43-47 dan Luk 6:27-36, Yeshua menyatakan para pembawa pedang adalah para penyamun (Mat 26:55)]. Baca: Siapakah ALLAH, dan Mengapa Orang Kristen tidak mengikuti ajaran nabi Muhammad? Para Islam fanatik ini telah memutar balikkan ajaran Firman YAHWEH.

Raja-raja Arab adalah juga pemeluk agama Sunni Islam seperti NIK, pertanyaan di sini adalah bagaimana para raja  Bulan Naik Haji di MeccaArab, khususnya Raja Arab Saudi yang adalah tuan rumah dari dua tempat tersuci (Mecca dan Medina) bagi agama Islam se dunia melihat kehadiran dan perkembangan NIK?
Apakah Raja Abdullah berbahagia dan mendukung NIK atau sebaliknya, melihat NIK sebagai ancaman bagi kerajaan mereka?

Untuk mengerti hal ini lebih dalam ada baiknya Anda mempelari peristiwa Jalan Arab ; Arab Spring (bersemi) orang Barat menyebutnya, banyak pengamat Kristen menyebutnya Arab Daying atau Arab Winter – oleh karena begitu banyak korban jiwa yang tewas dan luka-luka disertai hancurnya barang-barang dan bangunan berharga.
Sekilas peristiwa sebelum lahirnya Negara Islam Kalifat. Gerakan Jalan Arab yang berawal di Tunisia telah menyebar di negara-negara Afrika Utara dan Timur Tengah, sebagian penguasa tumbang sebagian tetap berkuasa.
Jalan Arab yang berawal dari aksi demo warga sipil yang tidak puas telah berubah secara drastis menjadi gerakan kebangkitan Islam Sunni; itu telah nampak jelas sejak munculnya di Tunisia, tempat asal lahirnya Jalan Arab. Lalu di Mesir, dibawah organisasi Islam terlarang yang bernama the Muslim Brotherhood. Namun lebih menjadi nyata di mata dunia ketika perang menggulingkan President Libya Muamar Qadafi, dimana berbagai organisasi milisia Islam Sunni (luar dan dalam negeri bersatu). Dan semakin jelas dimata dunia internasional pada perang Syria. NIIS adalah satu dari sekumpulan organisasi milisia Islam Sunni yang memerangi pemerintah Syria (dari Alawit, cabang dari Shiah Islam). NIIS awalnya adalah cabang dari organisasi Islam terroris terkenal Al-Qaida, yang juga terlibat perang di Syria.
Gerakan Islam Sunni radikal, Barat menyebutnya ”kelompok oposisi di Syria” ini didukung secara penuh oleh raja-raja Arab, yang adalah para Muslim Sunni. Pertemuan raja-raja Arab dengan pemimpin Barat di Turki tahun 2013 adalah kontrak pembelian senjata dan pelatihan militer bagi ”kelompok oposisi di Syria.” Kebrutalan mereka membuat warga Syria (Shiah, Kristen, Katolik, Kurdis Sunni) bersatu, dan ditambah dengan bantuan politik dari Russia, serta ketidak sepakatan diantara ”kelompok oposisi tersebut,” Syria bisa menahan ekpansi para militan Islam Sunni tersebut. Kemunduran ini mengakibatkan keluarnya NIIS dari naungan Al-Qaida. Dan pemimpin NIIS, Abu Bakr al Baghdadi, tidak lama kemudian memproklamasikan lahirnya Negara Islam Kalifat, dan menggelarkan dirinya sendiri sebagai Kalifat Ibrahim.
Peta mengilurstrasikan rencana penjajahan Negara Islam KalifatDi bawah ini kutipan berita bagaimana raja-raja Arab, khususnya raja Arab Saudi melihat NIK:
Juli 2013, Raja-raja Arab langsung memberikan dukungan uang (12 milliar $ AS) kepada Jenderal Mesir Sisi, (sekarang president) setelah ia menumbangkan president Muhammad Morsi, yang berasal dari organisasi Islam Sunni dikenal sebagai The Muslim Brotherhood (ibu dari semua organisasi Islam fanatik). Pesan bersama mereka ialah, ”Kestabilan di Mesir adalah kestabilan Timur Tengah.”
Kemudian, awal Maret 2014, Kerajaan Arab Saudi membuat pernyataan terbuka yang tegas bahwa “para organisasi Islam fanatik adalah organisasi terroris.” Di dalamnya termasuk Front al-Nusra, NIIS (ISIS), Muslim Brotherhood, Hamas (semuanya Sunni) dan juga Hezbollah (Siah).

Awal Juli 2014, sehubungan dengan ancaman dari Jurubicara NIK di atas – NIK mentargetkan Mecca dan Medina sebagai sasaran serangannya setelah Yordania, maka Raja Abdullah berkunjung ke Mesir membuat kerja sama dengan president baru Mesir, Jendral Abdel F. el-Sisi untuk aksi conter-terrorism jika Saudi diserang. (Saudi memiliki uang, Mesir memiliki kekuatan militer). Raja ditemani Pangeran Bandar bin Sultan (ex-pemimpin intellegent dan Dewan Keamanan Saudi). Raja sadar bahwa kelompok yang dibelanya sekarang berbalik meyerang dirinya sendiri.
Keamanan Saudi telah menahan 62 anggota NIK dan 44 lainnya masih dalam kejaran. Raja telah mengganti pemimpin intellegentnya. NIK memiliki sel-sel terroris di Saudi yang siap mengassasinasi keluarga Kerajaan dalam sekala besar, laporan berkata.
Dengan semakin kuatnya NIK di Irak, Raja Abdullah telah menaruh 30.000 tertaranya diperbatasan sepanjang 500 Mil (lebih dari 800 KM).

Catatan:
1.Fakta bahwa Kerajaan Saudi telah menghancurkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan nabi (Muhammad). Memboldoser rumah isterinya dan cucu laki-lakinya dan bahkan tempat kelahiran nabi, kata direktur Islamic Heritage Research Foundation yang berkantor di Inggris. Para ahli Islam berkata bahwa tempat lahir Muhammad adalah tempat bersejarah terakhir yang tertinggal di Arab Saudi.

2. NIK dikatakan memiliki assed kekayaan dan senjata militer yang banyak – berasal dari raja-raja Arab dan pemimpin Barat, ditambah dengan perampasan barang-barang (harta dan senjata berat) ’perang.’ Khalid Ibrahim beserta beberapa pimpinan puncaknya memakai arloji yang sangat mahal. Jika NIK berhasil merebut Mecca dan Medina, maka pemasukan keuangan Saudi dari Naik Haji akan berpindah ke NIK, termasuk hasil tambangnya. Maka NIK akan mudah mengontrol Barat.
3. melalui pernyataan NIK secara terbuka di atas, semua organisasi Islam radikalpun akan tergolong ”non-Muslim” jika mereka tidak tunduk kepada Kalifat Ibrahim, dan layak dieksekusi. Hal ini telah terjadi di Syria, Libanon dan Irak, dimana para militan NIK membantai para anggota organisasi militan kelompok lainnya.

Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Ketika Kebenaran terbangun dari tidurnya – Fear no more!!


Setiap orang memiliki difinisi apa ”KEBENARAN” adalah. Orang postmodernism[1] mendefinisikan kebenaran sebagai “Apa yang benar bagi kamu mungkin tidak benar bagi ku,” atau dengan kata lain orang postmodernism percaya bahwa “tidak ada sesuatu hal yang disebut kebenaran mutlak.” Ketika seorang tidak mengetahui isi Alkitab maka ia tidak tahu apa itu kebenaran, ia akan seperti Pilatus ketika Adonai Yeshua berbicara tentang kebenaran, gubernur Roma untuk Yudea ini bertanya; “Apakah kebenaran itu?” (Yoh 18:37-38); tepatnya pemikiran postmodernism tersebut adalah mundur 3000 sampai 4000 tahun kebelakang – yang orang Buddha nyatakan sebagai ch’i (berlawanan) dalam arti yin-yang – ; yin (sisi gelap) dan yang (sisi terang).[2]

Saatnya sekarang Kebenaran Sejati harus bangun dari tidurnya! – Kita harus menyerukan: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37)

Orang-orang di bawah ini telah terbangun dari tidur mereka – Terbangun dari rasa aman yang palsu, kepuasan sementara, ketidak perdulian atas kenyataan dan penderitaan orang lain, terbangun dari ketakutan yang mengancam diri mereka. Terang telah membangunkan Kebenaran yang ada dalam batin mereka, meresikokan diri mereka sendiri karena mereka telah terbangun dan sadar bahwa lebih baik mati terhormat daripada hidup sebagai budak Kegelapan, seperti Ratu Esther pernah berkata “Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” (Esther 4:16)

Prof. Mark A. GabrielMark A. Gabriel, Ph.D. Bekas professor Sejarah Islam pada Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
“Muhammad menenggelamkan kehidupan para Yahudi di Arabia. Ia memaksa mereka meninggalkan Arabia sebagaimana Titus telah memaksa mereka keluar dari Roma. Bahkan setelah para Yahudi tersebut menyebar ke negara-negara yang berbeda, Islam mengikuti mereka. Terus menerus, mereka terjebak dibawah otoritas Islam.
Ketika militer Islam telah menguasai sebuah negara, Hukum Islam secara otamatis menjadi standard. Menurut Hukum Islam, Yahudi dan Kristen memiliki tiga pilihan: berpindah ke Islam, bayar jizra (pajak) ke penguasa Muslim dan tetap pada iman mereka, atau ada dibunuh. (Para penyembah berhala mereka tidak punya pilihan membayar pajak. Mereka hanya memiliki dua pilihan: menerima Islam atau ada dibunuh). [Kalimat dalam kurung berasal dari sumbernya].
Professor Gabriel meyimpulkan, apa yang terjadi di abad modern ini dimana para Islam Sunni ’radikal’ memperlakukan orang Yahudi dan Kristen, serta agama lainnya (yang tergolong sebagai ”penyembah berhala” termasuk Zoroastrianism, Islam Shia dan Ahmadiah) adalah bukti bahwa ”Para Muslim meneruskan hukum warisan Muhammad.” Dengan kalimat lain: Para Islam ’radikal’ inilah yang sesungguhnya adalah orang-orang Islam atau Muslim. Muslim artinya orang yang tunduk pada ajaran ALLAH dan nabinya, Muhammad.[3]

Christy wanita Palestina dari BethlehemChristy, mahasiswi hukum, Kristen Palestina asal Bethlehem, West Bank-Israel. Konflik Israel-Hamas di Gaza baru-baru ini telah membuat dia keluar dari ketakutan ancaman para Muslim Arab-Palestina. Dalam videonya Christy bercerita: ketika pamannya (orang Kristen) berhenti membayar jizya (pajak) kepada militan Palestina karena pamannya sadar bahwa para militan sengaja menyerang Israel dari lingkungan orang Kristen, dengan harapan Israel akan membalas serangan tersebut dengan tujuan merusak rumah dan lingkungan keluarga Kristen Palestina, pamannya di siksa, dipenjarai lalu dieksekusi oleh militan Islam Palestina. Demikian juga terjadi dengan teman pamannya. Di depan hadirin yang mendengar kesaksiannya, Christy berkata tentang orang-orang Muslim Palestina yang menyebut diri mereka sebagai “para pejuang pembebasan (freedom fighters) bagi Palestina sesungguhnya adalah “para mafia.” Pemerintah Palestina bertanggung jawab atas korban warga sipil di dalam konflik Israel-Palestina, ia berkata. Pernyataan lengkapnya: Christy a Palestinian Christian’s plea to Dr. Saeb Erekat

Eleanor JosephCorporal Eleanor Joseph, Wanita Kristen Arab. Ia adalah wanita Arab-Palestina pertama yang menjadi tentara parasut Israel: ”Jika seorang berkata kepada saya TPI (Tentara Pertahanan Israel; IDF) hanya membunuhi orang Arab, saya akan ingatkan mereka bahwa orang Arab membunuhi orang Arab.” Lihat: Is Israel An Apartheid State?

Uskup Agung Kristen Orthodox AlexiosUskup Agung Alexios, pemimpin Gereja Kristen Orthodox Gaza. Beliau bercerita kepada CBN News bahwa Hamas telah memakai gedung Gerejanya untuk meluncurkan roket-roket ke warga sipil Israel selama periode 72 jam gencatan senjata. Gedung Gereja ini telah ada dipakai saat itu sebagai pemondokkan bagi warga sipil Palestina dari semua agama yang melarikan diri dari perang bom dan roket.[4]

Mudar Zahran, Palestinian-Jordanian writer and activistMudar Zahran, Pemimpin masyarakat Jordania-Palestina; Aktivis politik dan Penulis.
 Ia bicara dari Bethlehem, West Bank. “Saya tidak pro-Israel, saya orang Palestina.” “Hamas membantai bangsaku, Hamas membunuh bangsaku, [bukan Israel]… Jika Israel telah berkehendak, mereka telah dapat menyapu setiap orang di Gaza dalam 15 menit, tetapi tanggung jawab penuh untuk pembantaian orang-orang Palestina jatuh kepada para terrorist Hamas.” Hamas adalah NIK lainnya, al-Qaida, Bako Haram lainnya. Hamas membunuh 35 demontran yang menentangnya di Gaza 13 hari yang lalu (Video diudarakan 7/7/2014) secara tidak berperasaan/ sadis (cold blood) dan melukai 20 lainnya. Saya tidak pro-Israel, fakta adalah kebanyakan warga Gaza menentang Hamas [mereka hanya menuruti kehendak Hamas karena takut dibunuh oleh Hamas]. Qatar dan raja Yordania adalah pendukung keuangan Hamas. Lihat: Palestinian Leader Mudar Zahran: Hamas is killing my people 

Dr. Walid PharesDr. Walid Phares, pakar tentang terrorist Timur Tengah. Ia penulis buku “The Lost Spring; U.S. Policy in the Middle East and the catastrophes to aboid.”
Kebijakan luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah memiliki dua kesalahan besar yang sekang menyebabkan para terrorist merajarela di Afrika Utara dan Timur Tengah. “Bukan saja mereka mendukung para organisasi Islam Sunni radikal tersebut terlebih lagi mereka melatih dan mempersenjatai mereka.” Lihat: The watchman with Erick Stakelbeck: ‘The lost spring’

Erick StakelbeckErick Stakelbeck, pakar tentang Timur Tengah. Penulis buku The Brotherhood Amerika’s Next Great Enemy.
Organisasi Islam Sunni Negara Islam Irak dan Syria (NIIS / ISIS), sekarang mengklaim sebagai Negara Islam Kalifa, bukan saja sebuah organisasi terroris seperti Hamas, Al-Qaida, tetapi sebuah tentara terrorist yang sangat terlatih dan sangat sadis (sehingga Al-Qaida sendiri menolak menaungi organisasi NIIS). Membahayakan Timur Tengah dan bahkan negara-negara Barat.
The Muslim Brotherhood adalah ibu dari semua organisasi Islam Sunni yang sedang berjihad saat ini di seluruh dunia. Lihat:
The brutal rise of ISIS; Erick Stakelbeck examines the stunning rise of the terror group and its bloody advance in the heart of the Middle East

PM Australia Tony AbbottTony Abbott, Perdana Menteri Australia.
Berbicara di radio Autralian Broadcasting Corp. (ABC) tentang Negara Islam Kalifat: “Kita menyaksikan lebih dan lebih bukti betapa barbarnya organisasi ini adalah.”
Pernyataan keras ini keluar setelah sebuah foto yang memperlihatkan putra dari Khaled Sharrouf (imigran berwarganegara Australia) yang memegang dua kepala tentara Syria yang terpenggal. Di bawah foto tersebut Sharrouf menulis: “Itulah putraku!” – foto diambil di kota Raqqa, Syria utara, kota yang sekang dinyatakan sebagai ibukota dari Negara Islam Kalifat oleh organisasi NIIS. Putranya ini belumlah berumur lebih dari 10 tahun.
Khaled satu dari sembilan pemuda Islam yang tertangkap pada operasi keamanan Australia di tahun 2007 mengumpulkan bahan-bahan pembuat bom dan rencana serangan-serangan terroris di berbagai kota besar Australia seperti Sydney dan Melbourne. Ia mengaku bersalah dan dipenjara di tahun 2009 untuk empat tahun penjara. Tahun lalu ia memakai passport saudaranya untuk meninggalkan Australia bersama isteri dan tiga putranya untuk berjuang di Syria dan Irak.
Juni 2013, koran Australia menerbitkan sebuah foto dari Sharrouf berdiri diantara mayat-mayat yang telah dibantai di Irak. Dan Saptu lalu (9/8/2014) pemerintah Inggris memperkirakan 50.000 sampai 150.000 orang Irak utara terjebak di gunung karena melarikan diri dari pembantaian yang dilakukan oleh pengikut Islam Kalifat tersebu dimana para pria dibantai dan wanita serta anak-anak dikubur hidup-hidup dan banyak wanita yang dijadikan budak. Lihat: Newspaper: Terrorist’s son poses in gruesome photo

Bacaan berkait:

Catatan kaki:

[1] Postmodernism adalah suatu faham yang menolak adanya kebenaran absolute, suatu gaya hidup yang menolak otoritas Elohim dan tentunya nilai-nilai moral yang terkandung dalam Firman-Nya. Inti dari pemikiran Postmodernism ini adalah menolak pendidikan theology, metaphysics, morality and aesthetics (dibaca: es’the-tiks; suatu cabang ilmu filosofi yang berurusan dengan keindahan dan rasa). Konsekuensi dari Postmoderism adalah menjadikan pengikutnya meninggalkan Pencipta mereka dan tanggung jawab moral; menjadikan mereka sangat liberal (kompromi dan anti-judgmental) dan egoistik (tidak bertanggung jawab atas lingkungan bahkan atas dirinya sendiri. Dengan kata lain Penganut Postmodernism menkontradiksi pemikirannya sendiri “toleran atas segala sesuatu yang ada diluar dirinya, namun intoleran kepada nuraninya sendiri.” Postmodernism by Michael J. Penfold dan Truth, Contemporary Philosophy, and the Postmodern Turn

[2] Filosofi dari agama Buddha ini adalah tidak ada kebenaran mutlak, sebab di dalam putih ada hitam dan sebaliknya. Pemikiran ini bertolak belangan dengan ajaran Alkitab; pernyataan Yeshua di Injil Yohanes 14:6 adalah adalah kebenaran mutlak – terlepas dari orang mau terima atau tidak.
[3] Mark A. Gabriel Ph.D; The Unfinished Battle ISLAM and the JEWS. Cp. 18: Muslims Continue Muhammad’s Legacy.

[4] Gaza Archbishop: Hamas Fired Rockets from Church, Shelter

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Negara Islam Kalifat: “Dunia sedang melihat hanya ke Gaza!”


Militan Sunni Negara Islam di Irak dan Syria (ISIS)Konflik Israel melawan Hamas di Jalur Gaza telah berlangsung satu bulan. Hamas mengklaim 1.834 orang Palestina, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil; di sisi Israel, 64 tentara Israel tewas dan beberapa warga sipilnya tewas, sekalipun Hamas dan organisasi Islam lainnya di Gaza telah meluncurkan roket dan missil lebih dari 3.300 buah ke bumi Israel.
Ya, mata dunia saat ini sedang terfokus hanya kepada Gaza; tepat seperti berita yang ditulis Negara Islam Irak dan Syria yang lebih besar (ISIS) atau sekarang dikenal sebagai Negara Islam Kalifat (NIK).
Apa yang sesungguhnya sedang berlangsung di Timur Tengah tentang Gerakkan Negara Islam Kalifat (ISIS) – yang tidak diperhatikan media internasional, Anda mungkin bertanya? Berikut ini laporan singkatnya:

Di Irak: empat desa Turkmen Shiah di Irak utara dekat kota Kirkuk telah dibantai secara sadis oleh para militan Negara Islam Kalifat (NIK/ ISIS). Seorang saksi mata, Hassan Ali, petani (52 tahun) bercerita kepada the Associated Press (AP), “Mereka memukul kami dengan mortir-mortir dan mortir-mortir, dan para keluarga melarikan diri, dan mereka terus memukuli kami. Itu sungguh sectarian.” Yang berhasil selamat sekarang tinggal di Kirkuk, dimana tentara keamanan Kurdi Irak berkuasa.
PBB melaporkan 1.075 orang tewas di bulan Juni ketika militan Sunni NIK ini merebut desa-desa dan kota-kota saat mereka bergerak menuju Baghdad (dari Syria).
Minggu lalu (28/7-3/8/2014) hanya dalam satu hari para militan Sunni NIK telah membunuh tidak lebih sedikit dari 1500 orang di Irak (mendekati jumlah yang sama jumlah orang Palestina yang tewas selama satu bulan perang Israel dengan Hamas di Gaza).
Pemimpin Kalifat (Negara) Islam Abu Bakr al-Baghdadi dengan jam Rolexnya dikotbah JumatRita Izsak, seorang Reporter Khusus PBB untuk masalah minoritas mengakui bahwa di Irak “agama-agama minoritas ada ditargetkan dan para pengikutnya dikenakan penculikan, pembunuhan atau harta milik mereka direbut oleh para kelompok extrimist tersebut.”
Sedikitnya 100.000 orang Kristen Irak dipaksa untuk melarikan diri (hanya dengan pakaian yang melekat) dari semakin melebarnya ekpansi Negara Islam, kata Louis Sako, pemimpin Gereja Roma Katolik Kaldian. ”Ini adalah sebuah kehancuran humanitarian. Gereja-gereja diduduki, salib-salib dihancurkan dan membakar 1.500 manuskrip,” ia menambahkan.
Laporang PBB hari kamis menyatakan ribuan orang Yazidis terjebak oleh militan NIK di gunung Sinjar. Yazidis adalah bagian dari monoritas Kurdi Irak yang memeluk agama kuno Persia dikenal sebagai ajaran Zoroastrianisme.
Ron Prosor, Duta Besar Israel untuk PBB khuatir akan kondisi para minoritas di Irak dan meminta perhatian dunia untuk membela mereka; ”Itu mungkin ada terlalu banyak untuk meminta Anda untuk berdiri di pihak kami di dalam pertempuran ini antara peradaban dan barbarisme, tetapi setidaknya memiliki kesopanan untuk menelan kemarahan selektif Anda sementara Israel menghadapi perang melawan kelompok-kelompok ekstrimis yang mencari untuk membasmi nilai-nilai yang kita semua sangat sayangi,” Ron berkata.

Media Kristen Israel menulis: Gerakkan Sunni Radikal ISIS, sekarang mudahnya dikenal sebagai Negara Islam, telah berbahagia untuk adanya perang Gaza sebagai selubung penjajahan penuhnya atas Irak utara. ”Kita dapat melakukan apapun sekarang dunia sedang melihat hanya ke Gaza!,” seorang pejabat Negara Islam Kalifat berkata pada laporannya baru-baru ini. Militan Negara Islam Kalifah membantai tentara Irak yang telah tertangkap
Syria: Konflik antara tentara Syria dengan para militan ISIS masih berlangsung. Laporan Kamis (7 Agustus) 27 tentara telah terbunuh baru-baru ini dan 11 orang ISIS tewas. Tiga militan ISIS melakukan serangan melalui meledakan diri mereka sendiri di pintu gerbang tentara Syria.
Lebih dari 170.000 orang tewas sejak perang Syria ini dimulai (Maret 2011).

Libanon: Para militan Sunni yang berperang untuk menjatuhkan president Assad, sekarang ingin menguasai Libanon. Raja Arab Saudi, Abdullah telah memberikan 1 Milliar Dollar Amerika untuk mempersenjatai negara Libanon melawan para militan tersebut. Sebelumnya Raja Abdullah telah memberikan 3 Milliar Dollar US ke Libanon untuk tujuan serupa.
Gerakkan militan Sunni di Syria telah menyebabkan satu juta pengungsi orang Syria di Libanon; belum termasuk di Turki dan Yordania.
Raja Abdullah menyebut para militan Sunni tersebut belakangan ini sebagai ”para terrorist.” Pada awal ’perang Syria,’ Raja Saudi ini malah mempersenjatai ”para terrorist” ini. Namun ketika Muhammad Morsi (dari organisasi Islam radikal Muslim Brotherhood) menjadi president Mesir, raja ini sadar bahwa langkah berikut adalah giliran dia ditumbangkan oleh para militan Sunni tersebut.

Sejarah kembali membuktikan kebenarannya bahwa Pendirian Negara Islam Kalifat hanyalah pertumpahan darah bukan hanya bagi Non-Muslim tetapi juga bagi sesama Muslim entah dia Islam Shiah maupun Islam Sunni – dan ‘damai’ baru terjadi ketika semua orang tunduk kepada diktatorship Kalifat tersebut. Apakah ada kelompok atau orang Muslim Indonesia yang mendukung berdirinya Negara Islam Kalifat?

Bacaam berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog