7 Alasan Ideologi Mengapa Islam Radikalisme Ditolak Dunia


Akulah YAHWEH, itulah nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain, dan kepujian-Ku kepada patung. (Yesaya 42:8)

Berdiri bersama melawan TERRORISMEBeberapa berita tentang perbuatan para Islam radikal dalam dekade ini:
Negara Islam Khalifah / Kalifat di mata komunitas dunia
Ketika Kebenaran terbangun dari tidurnya – Fear no more!!
Mengapa Islam radikal membenci pendidikan dan stabilitas??

1. Setiap Manusia tercipta dengan hati nurani dan akal budi atau roh dan jiwa (Ibrani 8:10 & 10:16). Sebab itulah orang yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah pun bisa membedakan apa yang benar dan salah, bahkan sejak kecilpun anak manusia telah mampu membedakannya (Amsal 20:11), jadi apapun klaim dan alasan yang diberikan oleh Islam radikal untuk membenarkan perbuatan mereka, masyarakat dunia (terlepas dari keimanan dan kesukuan dan nasionalitas) tetap menolak ideologi yang dianut oleh para Islamist tersebut. Adonai Yeshua telah memberikan alasannya secara sederhana: Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:45). Islam radikalisme bahkan ditolak oleh orang Postmodernism (faham yang liberal) dan Pacifism (faham pertahanan passive, anti-kekerasan)

2. Manusia tercipta sebagai mahluk berpikir dan bersosial (Latin: homosapien). Setiap orang ketika diberi kesempatan akan secara senang untuk mengungkapkan pendapat dan bersosialisasi. Islam radikalisme melarang para pengikutnya untuk berpikir kritis. Dr Tawfik Hamid, pemikir Mesir dan ex-Jihadist, mentor jihadnya menyamakan berpikir kritis Dr Hamid ini sebagai ”otak keledai.” Bangsa di negara-negara berkembang menilai ”berpikir pasif (hanya menerima)” dan ”anti-sosial” sebagai ”perbudakan” dan ”egoistik.” Inilah sebabnya organisasi radikal Islam NIIS yang ingin mewujudkan Negara Islam Khalifa (NIK) segera – tidak lebih dari sebulan sejak klaimnya tersebut – ditolak dunia secara serempak, sebab tindakan para NIK ini sungguh merusak nilai-nilai sosial. Menarik sekali bahwa sekelompok suku Kurdi penganut Yezidiism (Percaya pada Malaikat-malaikat) cabang dari agama Persia Kuno Zoroastrianism, disebut oleh NIK sebagai ”para penyembah iblis,” mereka memilih disembelih (para pria) dan dikubur hidup-hidup (para wanita dan anak-anak) dari pada berpindak ke Islam ketika militan NIK menguasai wilayah mereka pada bulan Agustus 2014. Pemerintah Negara RRC yang menganut Sosial Komunis pun menolak Islam radikalisme.

3. Gerakannya condong pada aktifitas politik dan sedikit pada masalah agama. Bilang TIDAK ke Negara Islam Khalifah
Apapun para Islam radikal memberi nama diri mereka: Mujahidin, artinya: Pejuang Islam; Hezbollah, artinya Partai Allah; Partai Kebebasan dan Keadilan (The Muslim Brotherhood di Mesir), Partai Keadilan dan Pengembangan (didirikan oleh Recep T. Erdogan, Turki), goal satu-satunya yang mereka miliki adalah menjadi partainya / organisasinya sebagai penguasa negara. Organisasi Muslim Brohterhood adalah organisasi agama Islam yang terlarang keras di Mesir oleh karena aktifitas politik dan pembunuhan berencana President Anwar Sadat. Dan ketika Mohammad Morsi menjadi president, pertama-tama yang ia lakukan adalah mengontrol kebebasan berpendapat dan media dan memenjarakan para aktifis politik. Itupun yang dilakukan oleh Mr. Edorgan (sekarang President) yang masa mudanya sangat aktif dalam gerakan Islam, ratusan tentara segera dipecat dan dipenjarakan ketika ia memegang jabatan politik dan puluhan wartawan juga mendekam di penjara. Penduduk negara Islam lebih memilih raja (di Arab Paninsula) dan president (di Pakistan, Malaysia) sebagai pemimpin mereka daripada seorang Khalifah (pemimpin agama Islam sekaligus politik), sebab bagi mereka politik Islam sama seperti negara Komunis – melenyapkan kebebasan beragama melalui pemaksaan beribadah secara ketat. Contoh: Mesir; hampir 30 tahun rakyat Mesir dibawah Jendral Mubarak, akhirnya tumbang karena ia telah menjadi diktator, setahun Morsi (orang kuat Muslim Brotherhood) menjadi president, tiga juta rakyat turun kejalan dan memilih Jendral Sisi untuk jadi president. Penduduk Arab di Gaza dan West Bank; mereka lebih suka kepemimpinan Abbas (Fatah) dari pada Hamas. Konflik terbaru Israel-Hamas telah membuat aktifis politik dan rakyat Palestina telah terang-terangan menolak Hamas. Indonesia yang disebut ”Negara berpenduduk Muslim terbesar sedunia,” tidak pernah dalam sejarah kemerdekaannya rakyat memilih pemimpin negara berlatar belakang Islam radikalisime, sebaliknya gerakkan Jemaat Islamiah dan FPI (Front Pembela Islam) semakin dijauhkan rakyat. Islam radikalisme ditolak oleh masyarakat Islam Moderat, dengan kata lain, Faham Text Mekkah lebih disukai daripada Text Medina.

Kristen Timur Tengah protest menentang Negara Islam4. Islam Radikalisme bertentangan dengan Perintah, Ajaran dan Hukum YAHWEH. Keadilan dan menghormati warga asing adalah salah satu tulang belakang ideologi Negara Israel dan komunitas Kristen se dunia. Setiap orang Muslim dijamin hidup aman dan mendapatkan hak asasinya di seluruh teritorial penganut ajaran Alkitab, sekalipun mayoritas pemeluk Islam berlaku sebaliknya, sebab penganut Alkitab mendasari ajarannya pada “Kasih” dan “Mengampuni.” Tidaklah mengherankan jika Islam radikalisme ditolak mentah-mentah oleh orang Yahudi, bahkan sejak di Medina di jaman Muhammad, dan Kristen yang beriman kepada Kitab Suci Alkitab. Orang-orang Kitab (the People of the Book), Kuran menyebut orang Yahudi dan Kristen, mereka lebih memilih kehilangan harta (tanah dan benda) bahkan menjadi martir daripada hidup di dalam ideologi Islam garis keras (Text Medina). Buah dari Islam Radikalisme adalah keruntuhan negara dan bukan pertumbuhan.

5. Islam Radikalisme bertentangan dengan perintah nabi Muhammad menghormati ajaran Torah (Taurat), Mazmur (Zabur) dan Injil (Surah 5:44-45 & 48:29).
• Torah: terdapat perintah dan pengajaran tentang kode etik beribadah (hubungan vertikal antara manusia dengan Penciptanya) dan kode etik bersosialisasi (hubungan horizontal manusia dengan sesamanya)
• Mazmur: ekpresi syukur dan pengharapan manusia kepada Penciptanya melalui lagu, pantun, berpikir kritis. Di seluruh Alkitab ada 102 ayat dengan akar kata “nyanyi” dan 16 ayat dengan kata “musik.” NIK, Hamas, Taliban melarang orang bernyanyi dan bermain alat musik.
• Injil. Di dalamnya terdapat empat kitab: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Disini terletak seluruh ajaran dan sejarah kehidupan Yeshua Ha Mashiah (dalam Islam dikenal sebagai Isa al-Masih)
Tidaklah heran masyarakat Islam Moderat, yang percaya bahwa kasih dan keharmonisan hidup dan saling menghormati antar sesama kepercayaan yang berlainan adalah prioritas, terang-terangan mempertanyakan motif dan tujuan gerakan Islam radikalisme.

Para Wanita Kurdi protes melawan Negara Islam6. Islam Radikalisme menekan secara brutal hak-hak asasi wanita dan anak-anak. Dalam Hukum Islam hak wanita di pengadilan adalah 50% (1/2) dibanding hak pria; demikian juga di dalam harta warisan. Namun di dalam Islam Radikalisme para wanita Muslim sama sekali kehilangan hak mereka; kehadiran wanita di sini hanyalah sebagai objek pemuas sex pria, mesin produksi anak untuk meneruskan penyebaran ideologi yang mengutamakan kekerasan dan pemaksaan dan sebagai pembantu rumah tangga. Wanita hanya tinggal di dalam rumah dan tidak boleh sekolah dan berkarir dan jika mereka keluar rumah mereka dilarang menunjukkan indentitas dan keunikan pribadi mereka, seluruh tubuh dibungkus kain (umumnya hitam) dan hanya sedikit wajah yang nampak; hanya memiliki status “motherhood” menurut President Turki Recep T. Erdogan di suatu pertemuan para wanita di Istanbul (24/11/2014). Pernyataan President Turki ini membuat banyak pejuang hak-hak Wanita marah. Alev Scott mengkomentari pernyataan Mr. Erdogan di the Guardian tersebut sebagai “a lone madman,” dan “president sebuah negara dari 75 juta penduduk dimana hanya 28% wanita memiliki pekerjaan resmi, 40% wanita menderita kekerasan lokal dan jutaan gadis dipaksa masuk ke dalam pernikahan dibawah-umum setiap tahunnya.” Alev Scott adalah wartawati Turki yang tinggal di Inggris.

7. Islam radikalisme mengabaikan 5 rukun (pilar) Islam, dan menggantikannya dengan Jihad sebagai kepala dari seluruh ideologi Islam. 5 pilar Islam adalah: Mengucapkan kalimat Shahadah, Salat (sembayang), Zakat (berderma), Puasa di bulan Ramadan dan Naik Haji. Contoh ideologi Jihad adalah: Ibn Ishaq:404“War has distracted me, but blame me not, ‘this my habit. Struggling with the burdens it imposes, I bear arms bestride my horse at a cavalry’s gallop, running like a wild ass in the desert.”
Ibn Ishaq:322“I will cast terror into the hearts of those who reject Me. So strike off their heads and cut off their fingers. All who oppose Me and My Prophet shall be punished severely.”  Muslim London protes menolak Negara Islam
Dengan kata lain unsur keagamaan/ibadah pada orang Islam sejenis ini hanyalah sekedar baju atau mantel, dan aksi jihad sebagai satu-satunya keberadaan dan nafas Islam. Simpelnya IR telah merubah makna “ibadah,” dari mencari dan melakukan kehendak Pencipta, dan menjadi berjuang dan mati bagi Pencipta. Qatar telah terbukti pendukung keuangan Islam radikalisme di abad 21 ini.

Profesor Sejarah Islam Mark A. Gabriel, ketika ia mempertanyakan kepada dosennya “Mengapa kamu mengajar kami selalu tentang jihad? Bagaimana dengan ayat-ayat lainnya di dalam Kuran yang berbicara tentang damai, kasih dan pengampunan?” Omar Abdel Rahman, dosennya menjawab dengan keras: ”Saudaraku ada di seluruh surah [bab] dipanggil ’Rampasan-rampasan Perang.’ Tidak ada surah dipanggil ’Damai.’ Jihad dan membunuh adalah kepala dari Islam. Jika kamu mengeluarkan mereka, kamu memotong kepala Islam.”
Ketika Prof. Gabriel menjadi dosen di Universitas Al Azhar (tempat ia mendapatkan gelarnya), mengajak para mahasiswanya berpikir kritis dan mengajar text Mekka (‘damai, kasih dan pengampunan;’ dalam Kuran tidak ada kata “kasih”), ia dipecat dan kurang dari 24 jam setelah dipecat rumahnya diserbu oleh sepasukan tentara agama; dipenjarakan dan disiksa. Perlakuan rekan-rekan Muslimnya telah membuat ia keluar dari Islam. Seorang ex-pejuang Islam, Kamal Saleem: A Muslim Cries Out to Jesus ketika ia menyadari bahwa Yeshua adalah Jalan Kebenaran yang ia selama dalam Islam cari dan minta dalam doa-doanya, ia berdoa kepada Yehsua, Master barunya, demikian “Apa yang Engkau inginkan dari ku?, aku siap mati bagi Mu.” Yeshua menjawab: “Kamu tidak perlu mati bagi Ku, sebab Aku telah mati bagimu.” Wau, ini suatu konsep ibadah yang sama sekali berbeda!

Catatan kaki:

1. Apa yang Dikatakan Al-Qur’an Mengenai Kitab Suci Sebelumnya?
dan Apakah Taurat, Zabur dan Injil?
2. Qur’an, Hadith and Scholars: Violence Under Muhammad

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Negara Islam Khalifah / Kalifat di mata komunitas dunia


pejuang Negara Islam Khalifah berparadeNegara Islam Khalifah (NIK) telah lahir kembali! Apa pendapat komunitas Dunia tentang NIK atau singkatnya Negara Islam (the Islamic State)? NIK modern lahir dari Organisasi Islam Sunni bernama Negara Islam Irak dan Syria (NIIS atau ISIS in English). Di bawah ini adalah kumpulan pendapat para pemimpin negara, sosial-budaya, agama (bukan-Islam dan Islam). Untuk mengerti apa itu Negara Islam Kalifat, bacalah terlebih dahulu Sejarah Negara Islam Khalifah kuno dan modern.

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Elohim. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” (Yoh 16:1-4a) – Yeshua Ha Mashiah – 29-31 AD

Kantor Berita Assiria Internasional (AINA.org) menyimpulkan NIK sebagai berikut:
”Pembantaian atas orang Kristen yang mengambil tempat di Timur Tengah baru-baru ini telah menjangkau tingkat-tingakt yang memprihatinkan. Minggu lalu, kelompok terroris jihad NIIS – meskipun tidak dikenali sebagai sebuah negara – telah merebut Qaraqosh, kota Kristen terbesar di Irak, memperingati orang-orang Kristen untuk ”pergi, murtad atau mati.” Mereka secara sistimatis memenggal kepala anak-anak.
Fakta bahwa NIIS tidak dapat bersama-sama dengan Syiah dan para Muslim Kurdi nampak jelas. Para orang Kristen bergaul dengan ratusan, jika tidak ribuan denominasi yang berbeda hari ini tanpa membunuh satu sama lain adalah ribuan. Islam radikal adalah ancaman drastis hari ini bagi orang Kristen, Yahudi dan para Muslim lain yang kurang radikal, dan sampai itu dapat terkandung, kebrutalannya hanya akan meningkat.” Emboldened ISIS Barbarically Slaughtering Christians In Iraq As Obama Golfs By Rachel Alexander
Baca juga:

Kerajaan Arab Saudi. Adalah negara tempat lahirnya Muhammad dan berkembangnya agama Islam. Pada suatu pernyataan terbuka yang tegas Kerajaan Saudi ini berkata “bahwa para organisasi Islam fanatik adalah organisasi terroris.” Di dalamnya termasuk Front al-Nusra, NIIS (ISIS), Muslim Brotherhood, Hamas (semuanya Sunni) dan juga Hezbollah (Shia).

Menteri Dalam Negeri (MDN) Saudi telah menangkap 88 pria dalam beberapa hari ini. “Pasukan Saudi serius dalam melacak setiap orang yang telah bergabung pada kelompok-kelompok extremist,” Jurubicara MDN.  “Mereka yang ditangkap mendukung “ideology yang sesat dan memuliakan tindakan-tindakan terrorist,” Jurubicara tersebut menambahkan.(2/9/2014)

Baca: Negara Islam Kalifat di mata raja-raja Arab (Negara-negara Arab) – bagaimana Kerajaan Arab Saudi menghapus bukti-bukti sejarah yang berhubungan dengan nabi Muhammad. Sepertinya Raja Saudi ingin mengembalikan wajah Islam ke jaman Mekka, yakni sebelum Muhammad dan para pengikutnya pindah ke Medina dan membentuk kekuatan politik. Perpindahan ini dikenali juga dengan istilah Kuran berdasarkan “Mecca’s texts” dan “Medina’s texts” dimana ayat-ayat toleransi dihapus menjadi ayat-ayat pedang/ jihad.

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott kepada radio ABC. “Pencarian Negara Islam untuk sebuah negara terrorist menyebabkan masalah-masalah yang sangat luar biasa bagi Timur Tengah dan Dunia sekitarnya.” Ia menambahkan, “Kita lihat lebih dan lebih bukti betapa begitu barbarnya organisasi jenis ini entiti adalah.” Newspaper: Terrorist’s son poses in gruesome photo
Dr. Sarah Ahmad; dari the Foundation for Reconciliation and Relief in the Middle East. “Itu begitu sukar untuk mendengar semua cerita-cerita dan membayangkan manusia ada melakukan hal demikian. Itu sukar. Itu adalah pekerjaan Setan.” Dokter ini memberi contoh betapa jahatnya para pengikut NIK tersebut: para wanita yang ditangkap dipakai sebagai budak-budak sex dan dijadwalkan pada hari waktu-waktu berbeda untuk berbagai para laki-laki NIK. Death on the ISIS Highway  Baca juga: Women in Christianity and Islam

DR. Michael BrownDR. Michael Brown; Proffesor dalam bahasa-bahasa Timur Dekat seperti Aramik, Ibrani dan penulis dari 24 buku. “Negara Islam (NI) ini fasik, jahat, barbariak, pembunuh dan licik. Organisasi ini begitu fasik sehingga para orang sayap-kiri (liberal) yang bersandar menuju pacifism (suatu doktrin/ faham pertahanan passive, anti-kekerasan) sampai-sampai menganjurkan serangan militer untuk menghancurkan para terrorist ini yang telah menggorok dan menyembelih laki-laki, para wanita dan anak-anak kecil, dan yang memperkosa, merampok harta orang lain, menculik dan menghancurkan.” DR. Brown menyamakan NI / NIK ini dengan Kaisar Nero, yang hanya karena untuk menghibur dirinya sendiri ia telah membakar orang-orang Kristen sebagai obor-obor api, sama dengan Hilter (yang telah membantai 6 juta orang Yahudi di Eropa dan puluhan ribu suku lainnya) dan Pol Pot (pemimpin Komunis Kambodia yang membantai lebih dari 1/4 rakyatnya sendiri atau mendekati dua juta orang). The wicked — including ISIS — will be destroyed

Rapat PBB di Genova 27/8/2014. Hasil rapat PBB ini menyatakan bahwa NIIS telah melakukan Kejahatan Perang di Syria setelah melihat fakta-fakta perbuatan tidak manusiawi orang NIIS. Ref: ‘Executions, Amputations and Lashings’: ISIS Commits War Crimes in Syria, UN Says
Der Spiegel, maNegarak Islam Kalifat NEGARA JAHAT sampul majalah Der Spiegeljalah terkenal Jerman. Pada halaman mukanya tertulis besar-besar: DER STAAT DES BÖSEN, Wie die is-terroristen ihr kalifat errichten (Negara Jahat; Bagaimana para terrorist Negara Islam membangun Khalifah mereka. Laporkan jika saya salah menterjemahkan, terima kasih). Tertulis: Semua wanita di kota (Raqqa, Syria) haruslah memakai niqab dan celana panjang dilarang. Pesta nikah dilarang pakai musik, tempat pemotongan binatang diperintahkan membungkus bagian belakang binatang sembelihan untuk mencegah para pria memiliki pikiran porno, demikian juga buah ketimun dilarang dengan alasan yang sama. Setiap orang yang tertangkap di jalan selama waktu-waktu doa lima waktu adalah membahayakan kehidupan mereka (baik pria maupun wanita) – seperti di Profinsi Aceh. Para penentang disalib atau dipotong lehernya di depan umum, dengan foto-foto tindakan horror ini semua kemudian dikirim ke jaringan sosial (YouTube, Twitter, Facebook, dll.) Caliphate of Fear: The Curse of the Islamic State By SPIEGEL Staff

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Sejarah Negara Islam Khalifah kuno dan modern


“Jikalau bukan YAHWEH yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan YAHWEH yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” (Mazmur 127:1-2) – Raja Salomo

Abad ke 7, Jaman MuhammaLambang Bulan Sabit di atap Mesjidd. Menurut tradisi Islam, Muhammad adalah nabi yang dijanjikan YAHWEH, melalui nabi Musa. Muhammad (63 tahun), nabi Islam dari Tanah Arab, meninggal secara mendadak pada 8 Juni 632 AD atau 11 AH (Setelah Hijra; ke Medina) – tradisi Islam berkata kematiannya akibat dari diracuni orang. Segera, pada hari kematiannya tersebut, terjadi keributan diantara pengikutnya ”siapa yang harus ditunjuk sebagai Khalifah, menggantikan kepemimpinan Muhammad – orang Medina atau suku Quraysh?” Khalifah (Caliph; bahasa Inggris) berarti Pengganti nabi Muhammad.[1]
Para Muslim di kota Medina, mengklaim hak mereka, “Kita telah menaungi kumpulan orang-orang asing ini (para Muslim dari luar Medina), mereka berteriak. ”Itu melalui pedang-pedang hebat kita mereka telah mampu menanam iman (ajaran Islam) tersebut. Penguasa Medina akanlah datang dari antara kita sendiri,” seru mereka. Datanglah Abu Bakr, ayah Aisha (mertua Muhammad) menenangkan mereka, “Setiap kata yang kalian para laki-laki Medina telah utarakan dengan pujian kalian sendiri adalah benar, tetapi dalam penghargaan kelahiran dan pengaruh (suku Quraysh adalah lebih superior, dan tidak seorangpun tetapi pada mereka Arabia[2] akan bisa taat.” Muhammad berasal dari suku Quraysh
”Jadi adakanlah satu pemimpin dari antara kalian dan satu dari antara kami,” mereka berteriak. Usul mereka ditolak Abu Bakr.
Pada akhirnya semua setuju untuk menobatkan Abu Bakr, temah dekat Muhammad sekaligus mertuanya, sebagai Khalifah I (Pertama), yang menandai awalnya ”4 khalifah.”
Pengumpulan ayat-ayat Kuran (Compilation I) terjadi pada pemerintahan Bakr.
634 AD, menjelang ajalnya, Abu Bakr (62 tahun) menobatkan Umar ibn al-Khattab, ayah dari Hafsa (mertua Muhammad ) sebagai Khalifah II. Pada masa Umar, Muslim merebut Syria dari tangan Byzantine, dan merebut Irak dari tangan Persia. Umar adalah salah satu pemimpin militer Muhammad.
UmaPenjajahan Islam abad ke tujuh sampai enam belas (7-16)r meninggal karena serangan senjata tajam dari budak Kristen-Persianya (644 AD). Dipilihnya Uthman ibn Affan (70 tahun), mantu Muhammad, dan orang yang kaya raya, menimbulkan kepahitan di pihak pro-Ali (mantu Muhammad) dan pihak lainnya. Sebagaimana ketidak setujuan semakin bertambah atas isi Kuran, Uthman membuat sebuah komisi untuk melakukan penyempurnaan Kuran (Compilation II). Dan Uthman memerintahkan semua versi Kuran (Masahif) lainnya diluar Kuran yang dibuatnya haruslah dibakar – berakitbat keretakkan umat Islam semakin besar. Muslim Shia memiliki pengajaran tentang Kuran berbeda dengan Muslim Sunni.
Ditambah dengan sikap Uthman yang tidak stabil di dalam mengambil keputusan, egois dan nepotisme, Khalifah III ini ditangkap dan disiksa oleh orang-orang Muslim yang tidak setuju dengan jabatannya. Ali ibn Abi Talib (sepupu Muhammad) berkata: ”Mereka memperlakukan Kalip lebih buruk dari pada mereka lakukan kepada tawanan di medan perang. Bahkan para infidel tidak melarang air bagi seorang musuh yang haus.”
656 AD / 35 AH, Khalifah III ini (12 tahun memerintah) meninggal secara tragis oleh grombolan Muslim bersenjata tajam. Jabatan Khalifah IV jatuh ke Ali, sepupu sekaligus mantu Muhammad dari putrinya Fatimah). Perang besar pertama antara Muslim lahir, kelompok Ali, keluarga Muhammad melawan kelompok ’pengikut’ Muhammad. Pada tahun kelima pemerintahan Khalifah IV ini, 881 AD, Ali di assassinasi oleh rival Islamnya, dan kekuatan politik pindah dari Medina ke Damaskus.

Sejak terbunuhnya Ali, Islam mulai terbagi-bagi dan selalu ada tumpah darah di antara mereka sendiri. Doktrin Sunni berkata Ali adalah pemegang yang sah jabatan keempat Khalifah, namun Shia percaya Ali hanyalah Khalifah yang benar – ketiga sebelum Ali hanyalah mantu, namun Ali adalah sepupu Muhammad, sekaligus mantu. Kematian Ali berakibat pusat Negara Islam Khalifah keluar dari Medina, Peta Negara Islam Khalifah abad 19Arab Saudi ke Damaskus, Syria (661- 750 AD), ke Baghdad, Irak (750-1258 AD); 1258-1261 AD kosong dan dilanjutkan ke Kairo, Mesir (1261-1517); dan mencapai masa emasnya di jaman Ottoman Turki, dimana negara-negara Eropa (umumnya Roma Katolik) ditaklukkan oleh para militer Ottoman Khalifah desa-desa dan gedung-gedung gereja dibakar, pria dewasa dibunuh, para wanita diperkosa dan jadi budak termasuk anak-anak (1512-1909). Baca: The Massacres of the Khalifah by Walter Short.
Penyebaran Negara Islam Khalifah memakai “Tiga phase Jihad”[3]

  1. Phase Lemah. Ketika Muslim minoritas tinggal di negara asing. Muslim akan memakai ayat-ayat yang Muhammad dapat di Mekka, sebelum pindah ke Medina; seperti “Tidak ada paksaan di dalam agama” (Surah 2:256)
  2. Phase Persiapan. Muslim mulai memiliki sedikit pengaruh.  “Lawanlah mereka siapkan kekuatanmu …, pukul dengan terror ke dalam (jiwa-jiwa) musuh Allah (Su 8:59-60)
  3. Phase Jihad. Muslim minoritas di dalam kekuatan, pengaruh dan kuasa. Maka Muslim akan mulai aktif memerangi semua yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. ”Lawanlah dan bunuhlah para Kafir dimanapun kalian temui …” (Su 9:5)

Terhadap orang Yahudi dan Kristen, keduanya disebut sebagai ”Orang-orang Kitab Suci (the People of the Book – merefer kepada mereka yang percaya dan berpegang kepada Kitab Torah, Mazmur dan Injil), Muhammad menetapkan 4 hal 1. Pindah ke Islam, atau 2. Bayar pajak, dan 3. Tinggalkan tempat dan 4. Mati dibunuh.

Imam Abu Funun membangun kembali Khalifat Muhammad hanya dengan senjataNegara Islam Khalifah Abad 21. Maret 2011, Jalan Arab terjadi di negara Syria, yang segera berubah menjadi anti-pemerintahan Islam Shia. Berbagai organisasi militan Islam Sunni bersama-sama memerangi President al-Assad. Salah satu organisasi anti-Shia ini adalah organisasi Negara Islam Irak dan Syria (NIIS atau the Islamic State of Iraq and the Syria / Levant (ISIS or ISIL) dipimpin oleh Abu Bakr al Baghdadi, seorang doktor dalam bidang agama Islam. Gambar di kiri adalah Imam Iyad Abu Funun pada kotbah Jumatnya di sebuah Mesjid di Gaza: “Weapons Are Our Only Means to Establish the Caliphate” Sep 14, 2014. English’s text done by MEMRI-TV.
Akhir Juni 2014, Abu Bakr al Baghdadi, telah menyatakan dirinya sebagai Emir al-Mu’minin (Pemimpin Orang Beriman dan menggelarkan dirinya sebagai Khalifah Ibrahim. Dengan gelar ini Baghdadi telah menyatakan diri sebagai pemimpin dunia Islam, tidak hanya Irak dan Syria tetapi semua orang Islam se dunia dan kerajaannya bernama Negara Islam atau Negara Islam Khalifah. Melalui Jurubicaranya, al Baghdadi mengeluarkan pernyataan yang ia alamatkan kepada semua pemimpin Islam, “Legalitas semua emirat, kelompok-kelompok, negara-negara dan para organisasi menjadi kosong oleh expansi otoritas Khalifah dan tibanya para pasukannya pada wilayah-wilayah mereka.”
Hanya dalam dua setengah bulan Khalifat Ibrahim dan para pengikutnya telah merebut banyak kota di Syria dan Irak melalui senjata yang mereka dapat dari Amerika Serikat secara langsung (dari bantuan keuangan raja-raja Arab saat perang di Syria) dan tidak langsung (rampasan perang dari Irak misalnya) dan lebih lagi persenjataan buatan Rusia dan negara Eropa seperti Perancis.
Setiap kota yang mereka rebut, mereka memberi 3 pilihan: 1. pindah ke Islam Sunni dan tunduk kepada Baghdadi, 2. Meninggalkan kota dan semua harta mereka, atau 3. Dibunuh / dikubur hidup-hidup. Pengikut Zoroasirian (agama Persi kuno), dilabelkan NIK sebagai “penyembah berhala” dan pengikut Shia umumnya  langsung dibunuh atau dikubur hidup-hidup. Pengikut NIIS yang tepejuang Negara Islam Khalifah berparadelah merubah dirinya menjadi Negara Islam Khalifah ini tidak segan-segan menghabisi nyawa orang-orang Islam Sunni yang tidak sepaham dengan ideologi mereka. Kesadisan dan haus darah mereka begitu tinggi (lihat fotonya di Google.com dengan kata “terrorist isis” atau www.barenakedislam.com). Sehingga kelahiran NIK ini telah mendapat perlawanan dari komunitas Internasional, bukan hanya dari kalangan Kristen, Katolik dan Sekuler saja, tapi juga dari pemimpin Shia dan Sunni, seperti raja Abdullah dari Arab Saudi.
Beberapa negara Muslim, termasuk Indonesia dan Malaysia belum pernah tunduk kepada otoritas seorang Khalifah, kecuali profinsi Aceh. Negara-negara tersebut memiliki pemimpin lokal sendiri, disebut Sultan. Kebanyakan negara-negara Arab modern juga menolak sistem Negara Islam Khalifah ini, mereka memiliki raja, dan pengeran serta sultan-sultan sebagai pemimpin negara.

Bacaan berkait:

Referensi:

Catatan Kaki:

1. Khalifah memiliki otoritas tertinggi di dalam kenegaraan (politik) maupun masalah Islam (agama); tepat sama dengan otoritas seorang Paus di dalam negara Vatikan dan agama Roma Katolik sedunia. Namun bagaimanapun itu hanyalah konsep pada Islam Sunni. Islam Shia sebagai lawannya berpegang pada konsep Imamat
2. Arabia pada abad 7 adalah Dataran Arab dimana negara-negara modern Yemen, Oman, Persatuan Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait dan Yordan berlokasi. Mark A. Gabriel, Ph.D. Islam and Terrorism. What the Quran really teaches about Christianity, violence and the goals of the Islamic Jihad; Arabian Culture; bab 8, hal.65.
3. Mark A. Gabriel, Ph.D. Islam and Terrorism. The Three Stages of Jihad, Bab 11.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog