Siapakah ALLAH? Title atau Nama?


Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Elohim; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. (1Yoh 4:1)

Alkuran secara nyata mengajar bahwa ALLAH, adalah nama dari Elohim, deiti orang Muslim. Muhammad mengindentikkan ALLAH sebagai Elohim Abraham (Ibrahim), jadi dengan kata lain Allah adalah Elohim Alkitab yakni YAHWEH. Benarkah klaim Alkuran tersebut?

Di sini kita akan teliti beberapa aspek penting sehubungan klaim tersebut:

  • Tata bahasa dari mana kata Allah berasal
  • Sejarah Islam
  • Perbandingan karakteristik dari Allah, Elohim Islam dan YAHWEH, Elohim Kristen

Tata bahasa kata Allah berasal.
Telah diketahui dan diterima secara umum bahwa kata ”allah” telah dipakai jauh sebelum agama Islam lahir. Contoh yang paling mudah dapat dilihat dari nama keluarga pendahulu Muhammad (kakek, ayah dan paman).

  • Bapanya: Abdu’lah artinya Budak Allah
  • Pamannya: Obred Allah

Kata “allah” dibangun dari dua kata “al-ilah,” yang diterjemahkan dengan arti: ’the-god’. Kata ‘ilah’ atau ‘god’ adalah kata netral untuk semua deity. Kata  “al” (bahasa Arab) sama dengan ‘the’ dalam bahasa Inggris, menunjukkan sesuatu yang tertentu (terdefinisi) seperti “al-mesjid,”  “Al-kuran,” “al-massih,” “al-kitab” atau “the man”, “the house”, “the car” dan sebagainya. Contoh: John says: “I have a car, Volvo Wagon with blue color. Right now the car (Volvo wagon biru itu) is in front of my house.”

“Di Barat para idol/ deiti (patung dan sejenisnya) dialamatkan sebagai ”god” (dewa) dan “goddess” (dewi) dengan “g” kecil  sementara [Pencipta dunia dan isinya ditulis] “God” (Elohim)  Alkitab ditulis dengan huruf “G” besar. Karenanya God dengan capital “G” adalah tidak netral,” Frans J.L. Zegers, Is Allah God?

“Kristen Arab permulaan di bagian selatan, dan juga para penganut monotheism biasa mengartikan Elohim (God) dengan Ilah [“I” huruf besar], tidak dengan Allah.” Frans J.L. Zegers, Is Allah God?

Jadi magna kata ‘God’ TIDAK SAMA DENGAN  ‘the-god’ (allah). Secara universal kata “God” (Elohim, Ibrani) diartikan sebagai Deiti Pencipta langit dan bumi beserta semua isinya. Dan “the-god” menunjuk kepada dewa atau dewi tertentu (yang dimaksud di dalam pembicaraan atau tulisan yang bersangkutan).

Kata petunjuk untuk suatu deiti “al-Ilah” berubah menjadi sebuah NAMA deiti dimulai setelah Muhammad pindah Ke Medinah. 

Frans J.L. Zegers dalam bukunya “Is Allah God?” menulis, bahwa kata “Yang pemurah/ the merciful One” sering dipakai oleh Muhammad  pada pertengahan periode Mekahnya untuk menunjuk kepada dewa Hubal yang dipanggil dengan julukan “ar-Rahman,” (berarti “Yang pemurah”). Setelah periode itu selesai Muhammad tidak lagi memakai kata ar-Rahman, takut dianggap menyembah dua deiti, tetapi kata “Allah” saja, ”Say: It is the same whether you call on Allah or on the Merciful: His are the most gracious names.” (Surah 17:110). Ia menambahkan “itu tidak berarti Allah [ar-Rahman] sederajat dengan “Yang Pemurah” sesungguhnya: Elohim Alkitab.”

”Dalam Islam tidak ada ilah (”god”) dikenal selain Allah: ”the-god” [the-el] Kabah dari Mekah, idol Arab kuno… mengganti God dengan Allah, “the-god” Kabah di Mekka ini tidak hanya salah [secara theology] tetapi itu salah juga secara susunan tata-bahasa, sebagaimana saya sudah jelaskan.” Franz Zegers, Is Allah God?

“Karenanya Kristen Arab dan sebagainya [juga Indonesia] yang mencoba mencangkau Elohim (God) dengan memanggil nama Allah sesungguhnya memanggil “the-god” Mekka, deity Arab kuno.” Franz Zegers menyimpulkan.

Dapat disimpulkan:

  • Jadi untuk Alkitab Indonesia penulisan yang tepat  untuk “God” / Elohim yang berakar dari bahasa Arab ialah “Ilah” untuk Pencipta, dan ilah” untuk semua berhala.
  • ALLAH atau Allah sesungguhnya bukanlah nama (sebagaimana Muslim telah mengklaim), tetapi suatu titel dari sebuah ilah atau deiti yang lebih kuat dan dipercayai diantara ilah-ilah lainnya di Dataran Arab, tepatnya di Mekkah dan sekitarnya.

Sejarah agama Timur Tengah.
Dalam tahun keempat belas zaman raja Hizkia [8 tahun setelah kejatuhan Israel Utara] majulah Sanherib, raja Asyur, menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda, lalu merebutnya. (2Ki 18:13). Sanherib (Tsinakki-irib/ Sinakhirib; Sennacherib (Inggris dari kata Yunani) anak dari Sargon II (raja: 709-705 BC). Pamanya bernama Salmaneser (2Rj 18:9).

Sinakhirib (raja Asyur: 705-681 BC, Irak utara modern) artinya namanya ialah: “Sin sends many brothers” atau “Sin increases brothers,” “the moon-god has increased the brothers.”

Sin adalah nama dewa bulan orang Asyur (Assyria) sudah dikenal sedikitnya di abad 7 BC. Ia dilambangkan dengan bentuk bulan sabit, seperti nampak pada gambar.

Allah [titel, bukan nama] adalah ilah dari suku Quarish, yang adalah suku Muhammad sebelum dia menciptakan Islam untuk memimpin sukunya keluar dari polytheism. Allah dikenal sebagai deity Bulan yang memiliki 3 puteri … al-Lat, al-Uzza dan al-Manat. Hubal adalah pemimpin dari 360 dewa-dewi di Kaaba. Hubal adalah sebuah patung seperti seorang pria yang tubuhnya terbuat dari batu merah dan kedua tangan dari emas ( George Braswell Jr., Islam)

Merefer kepada kepercayaan Timur Tengah kuno (3400- 550 BC), “Sin, dewa bulan orang asli keturunan Sem, disembah di wilayah Timur Tengah. Satu dari beberapa deiti penting di Babilonia dan Asyur. Pusat-pusat penyembahannya ada di Harran dan Ur, di mana ia dikenal sebagai Nanna ( Encycopedia.com, Sin).

“Para sejarahwan seperti Vaqqidi berkata Allah tepatnya kepala dari 360 deiti yang ada disembah di Arab. Ibn Al-Kalbi memberi 27 nama dari deiti pre-Islam. Beberapa Muslim menjadi marah ketika dihadapkan dengan fakta ini. Tetapi sejarah tidak ada pada sisi mereka. Tulisan Pre-Islam telah membuktikan ini.” (G. J. O. Moshay, Who Is This Allah? (Dorchester House, Bucks, UK, 1994), pg. 138).

Muhammad menghancurkan semua berhala yang telah memimpin orang Arab kepada perzinahan rohani, tetapi tetap membiarkan batu hitam yang sampai sekarang masih diciumi. Ia menjadikan al-ilah Bulan “the Moon god / goddess” sebagai ALLAH. (Sam Shamoun, Is ALLAH the God of the Bible?)

Perbandingan karakteristik ALLAH dan YAHWEH
Kita akan selidiki dari masing-masing kedua kitab Alkuran dan Alkitab, benarkah klaim Muhammad bahwa ALLAH adalah YAHWEH, Elohim Abraham, Ishak dan Yakob.

Paul Wilbur, seorang Messianic Jew, menyatakan bahwa Allah [yang disembah Muhammad]tidak sama dengan Elohim yang ada di Alkitab, itu jelas dari tulisan besar di tembok mesjid Al Aqsa di Yerusalem “Allah has no son” (Allah tidak memiliki putra).

YAHWEH hanya mempunyai ’anak’ tunggal laki-laki. Alkitab (kedua Perjanjian) mencatat bahwa YAHWEH sendiri menyebut Yahshua sebagai putra-Nya dan umat-Nya anak-anak-Nya. Kata ‘anak’ di sini bukanlah dihasilkan dari hubungan suami-isteri, tapi Roh Kudus yang masuk kedalam rahim Maria, Kuran sendiri mengakuinya (Surah 19:20). Itu sebabnya Yahshua suci dan tanpa dosa (Surah 19:19).

Yahshua, Putra-Nya.

  • “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!” … Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. (Psa 2:6-7)
  • Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”  (Mat 3:16-17; Mark 1:11)
  • Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.” (Luk 9:35) di sebuah gungung disaksikan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes

Perjanjian YAHWEH dengan orang Israel dan Kristen.

  • Elohim berkata kepada nabi Musa: Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman YAHWEH: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung.” (Exo 4:22-23) juga Yesaya 43:6; Hosea 11:1; Mal 2:10.
  • Tentang Salomo: ”… dialah yang akan menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya. (1Ch 22:10; juga 28:6)
  • Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, (Mat 6:9)Yahshua mengajar pengikut-Nya berdoa.
  • Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman YAHWEH, Yang Mahakuasa.” (2Kor 6:18) – perintah untuk keluar dari penyembahan berhala.
  • Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Elohimnya dan ia akan menjadi anak-Ku. (Rev 21:6-7) – perkataan Yahshua kepada pengikut-Nya.

Berdusta, menyesatkan.
Alkuran menulis: ALLAH menipu musuhnya dan orang yang ia inginkan bahkan telah menetapkan orang tertentu ke neraka (S. 4:142; 3:54; 7:99; 14:4; Sahih Muslim 6421-2) bahkan ALLAH penipu terhebat (S. 8:30; 10:21; 13:42)
Alkitab menulis: YAHWEH, Elohim Israel dan Kristen tidak pernah mencobai seorangpun, tidak pernah berbuat sesuatu yang berdosa  bahkan rindu orang jahat bertobat (Yak 1:13; Maz 5:4-5; Hab 1:13; Yeh 18:21-23)

Elohim dapat merubah-rubah firman-Nya sendiri?
Alkuran menyatakan bahwa ALLAH senang merubah firmannya (S. 2:106; 16:101; 87:6-8). Menarik untuk dicatat di sini ialah Alkuran berkata ”Kami tukar sesuatu dengan yang lebih baik atau sama.” Artinya ALLAH tidak tahu apa yang terbaik, jadi metode “trial and error” diperlukan.

Alkitab. YAHWEH menyakinkan umat-Nya bahwa mereka aman berpegang pada janji-janji firman-Nya, sebab Ia tidak akan merubah-rubah sesuka-Nya sendiri.

  • Bahwasanya Aku, YAHWEH, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. (Mal 3:6)
  • Yahshua berkata: Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Mat 24:35; juga Ibr 13:8)
  • Elohim bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bil 23:19)
  • jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” (2Tim 2:13)

Mahapemurah dan Panjang Sabar.
Muhammad mengajar satu dari 99 nama ALLAH adalah “Pemurah.” Bagaimana prakteknya? Tidak perlu berteori, cukup lihat sekitar kita, maka kita akan tahu bahwa ALLAH adalah Ilah yang pemarah jika orang tidak tunduk sepenuhnya kepada dirinya.

Anda bisa bandingkan dengan kemurahan dan panjang sabar Elohim di Alkitab. Baca: Kejahatan Niniveh (Irak utara) – kitab Yunus. Elohim memberi kesempatan pertobatan, sekalipun nabi-Nya sendiri protes.

Dosa semua bangsa – Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, YAHWEH? Tidak ada yang lain, tidak ada Elohim selain dari pada-Ku! Elohim yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Elohim dan tidak ada yang lain. Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, (Yes 45:21-23). Bukan dengan paksaan dan ancaman pedang mereka ini bertekuk lutut dan bersumpah setia, tetapi dengan mengorbankan Putera Tunggal-Nya sendiri untuk mati di kayu salib bagi penebusan dosa-dosa mereka, dan Anda juga (jika Anda mau terima)!

Anda bisa bayangkan sendiri, bila kepada bangsa-bangsa yang bukan Israel (umat pilihan-Nya) Elohim begitu pemurah dan panjang sabar apalagi kepada anak-anak-Nya sendiri!

Keberadaan dan keinginan Elohim.
Islam.

  • Alkuran dan Hadis-hadis menulis bagaimana ALLAH Islam menyetujui perampokan dan mengambil isteri-isteri orang lain untuk dijadikan isteri mereka atau sekedar pemuas nafsu sex Muhammad dan pengikutnya.
  • Dan menjanjikan Sorga bagi pria Muslim yang penuh dengan kepuasan birahi. (S. 2:25; 4:57; 56:35-38; 78:31-34).

Kristen.

  • Alkitab mencatat umat YAHWEH haruslah hidup suci dan benar, sebagaimana Bapa mereka itu suci dan benar. Seluruh Alkitab mengajar demikian.
  • Perkataan Yahshua Ha Mashiah bahwa Sorga itu mulia dan suci, dan tentunya tidak ada obral sex. (Luk 20:34,36; Wah 3:14-22; 4:1-11)

Kesimpulan ALLAH, Elohim Islam tidaklah sama dengan YAHWEH, Elohim Alkitab!

Zegers menulis: Setiap kali orang-orang Muslim hendak mengadakan sebuah dialog dengan ‘orang-orang Kristen,’ mereka [Muslim] mensyaratkan mereka [‘Kristen’] untuk setuju dengan kondisi mereka: “Kita menyembah Elohim/ God yang sama.” Yang adalah: Para Muslim ingin Kristen masuk kedalam kebohongan ini, dan melalui perbuatan ini, membuat kontrak dengan Setan, ”Bapa segala dusta.” (Yoh 8).

Abd Al-Masih dalam bukunya The True Face of ALLAH menyatakan: “Perjanjian Baru mengajar kita bagaimana kita harus menganggap Islam. Rasul Yohanes menulis, ”Setiap roh yang tidak mengakui bahwa Yahshua sudah datang sebagai manusia …Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak….” (1 John 2:18-23; 4:1-6). Sebab itu kita harus akui dengan rendah hati bahwa roh di dalam Islam adalah roh antikristus. Muhammad … telah menolak penyaliban Putera Elohim. Ia meneruskan, “Ini membawa kita kepada kesimpulan. Roh yang memanggil dirinya sendiri sebagai ALLAH dan menklaim telah mewahyukan Muhammad tidak dapat ada Bapa dari Yahshua Ha Mashiah, Yahweh kita. Ia adalah sebuah roh yang penuh dengan kebohongan yang mengambil nama “ALLAH” mengkalim ada sebagai Elohim. Allah Islam adalah sebuah roh Setan … (Yoh 8:30-48).”

And (Jesus) shall be a Sign (for the coming of) the Hour (of Judgment): therefore have no doubt about the (Hour), but follow ye Me: this is a Straight Way.
Let not the Evil One hinder you: for he is to you an enemy avowed.
When Jesus came with Clear Signs, he said: “Now have I come to you with Wisdom, and in order to make clear to you some of the (points) on which ye dispute: therefore fear Allah [Elohim] and obey me. (Surah 43:61-63, Yusuf Ali).

Muhammad tahu bahwa Yahshua (Jesus/ Isa) adalah hakim di akhir jaman, jadi “Obey Me,” Yahshua says.

Kata Yahshua kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan

Hormatilah Perintah Ketiga!


Jangan menyebut nama YAHWEH, Elohimmu, dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Keluaran 20:7

Pada Hukum Ketiga ini, Elohim (God) Israel memperingatkan kita dengan cara semudah dan sejelas mungkin untuk tidak meremehkan Nama-Nya, atau menggunakannya dengan sia-sia, sembarangan atau tidak beralasan. Pencipta kita telah mengetahui, menubuatkan di dalam kemahatahuan-Nya yang besar, hal yang akan terjadi, Ia tidak ingin umat-Nya meniru cara-cara bangsa-bangsa (Yeremiah 10:1-4) yang selalu memakai “Nama” Pencipta dengan sia-sia, dengan suatu cara atau lainnya.

Pada Keluaran 3:13-15, Pencipta telah menyatakan kepada Musa bahwa Nama-Nya yang kekal ialah YAHWEH dan menyatakan sungguh ”Nama” itu sendiri yang ada digunakan, disebarkan dan dibicarakan oleh semua penyembah-penyembah yang benar. Elohim memberikan Nama-Nya kepada Musa dan umat Israel sebagai sebuah peringatan yang kekal kepada semua generasi.

“Nama” YAHWEH telah dikenal Adam dan Hawa sampai masa air bah Nuh, Abraham memanggil-Nya sebagai Yahweh Yireh di gunung Moriah, dan berlangsung kepada keturunan Abraham di Mesir. Lihat Kejadian 4:26.

Keluaran 6:2-3 meneguhkan kebenaran yang indah ini ketika Yahweh mengingatkan Musa, bahwa ia bukanlah manusia pertama yang belajar Nama Kudus dengan menceritakan kepadanya “And I appeared to Aḇraham, to Yitsḥaq, and to Yaʽaqoḇ, as Ěl Shaddai. And by My Name, יהוה (YHVH), was I not known to them? Terjemahan yang paling bagus menaruh kalimat ini dalam bentuk pertanyaan ‘question tag’ dan bukan pernyataan.

YAHWEH lebih jauh memperingatkan umat-Nya untuk tidak menyebut deiti-deiti lainnya (gods) baik melalui sebutan atau melalui nama. Keluaran 23:13 “They must never be found on your lips and never proceed from your heart, since those lips and that heart were created to glorify Me alone.” (ditulis sesuai naskah aslinya). Alkitab LAI: “Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama elohim lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu.” Artinya umat-Nya, “tidak boleh percaya, berdoa dan berharap kepada elohim yang palsu”, bandingkan dengan Matius 18:20.

Contoh penyimpangan Hukum Ketiga, yang membuat Nama-Nya dilupakan, dalam perjalanan sejarah:

1. Setelah kembali dari masa pembuangan di Babylonia. Baal, deiti Langit (awalnya disembah di Libanon) dipanggil Baal-Gad, merupakan deiti (god) keberuntungan bangsa Babylonia, dari sini lahir dalam bahasa Inggris “Lord-God.” Kedengarannya umum? Seharusnya begitu! Pada umumnya terjemahan-terjemahan Inggris memakai kata “Lord-God ” untuk setiap kata “YAHWEH.” Baal sinonim artinya dengan Lord yaitu Master (lihat catatan kamus di bawah). Lihat Yosua 11:17, Yesaya 65:11.

Kelompok kepercayaan Parisi yang telah merebut kursi keimaman Harun secara illegal melarang pemakaian Nama yang Dikuduskan (Set Apart), Panggilan “YAHWEH” hanya boleh dipakai di Bait pada “Shalosh Regalim”, tiga perayaan besar YAHWEH saja (Passover, Pentecost, Tabernacles). Jelasnya, hanya Imam tertentu yang boleh pakai “Nama-Nya” dan itupun di hari-hari tertentu!

2. Jaman kejayaan Yunani. Budaya dan kepercayaan Hellenism menjadi terkenal. Deity-deity Yunani yang terkenal seperti Zeus, saat itu jarang disebut dalam budaya Yunani, namun titel (jabatan) Kurios dan Theos dipakai sebagai ganti untuk nama-nama asli mereka. Alkitab Perjanjian Baru bahasa Yunani menyamakan Nama yang Dikuduskan Yahshua dengan Kurios (Lord) Zeus. Pada Keluaran 23:13 YAHWEH dengan tegas melarang memangil nama deity bangsa asing, nah apalagi menggantikan Nama Anak-Nya yang Dia kasihi, Yahshua. Talmud mengajar orang Yahudi bahwa “Jauh lebih baik untuk seorang Yahudi makan babi, ketimbang belajar bahasa Yunani!”

3. Jaman sekarang, Terjemahan untuk “Lord-God” dalam Alkitab terjemahan bahasa Polandia adalah “Pan-Bog.” Pan and Bog keduanya adalah deity-deity orang asing yang sangat terkenal di masa lalu.

Kebanyakan orang Kristen memanggil nama “Jesus”, yang sama sekali tidak ada hubungan dengan Nama-Nya yang benar, Yahshua (atau: Yashua, Yeshua) yang memiliki arti yang dalam, “YAHWEH menyelamatkan” (Inggris: YAHWEH saves). Baca Matius 1:21! Lucunya pada kenyataannya orang-orang Kristen ini tidak bermasalah menyebut kata-kata Ibrani seperti: Satan, amin, halleluyah dsb. Tidakah kamu temukan itu aneh bahwa Setan telah berhasil menjaga namanya? Satan berasal dr “Ha Satan.”

DI BANYAK ALKITAB KAMU TIDAK MENEMUKAN “NAMA” DARI YAHWEH PENGARANG, TIDAK PERJANJIAN LAMA ATAU PERJANJIAN BARU! ALKITAB ADALAH SATU-SATUNYA DI DUNIA DIMANA KAMU DAN SAYA TIDAK DAPAT MENEMUKAN NAMA ASLI PENGARANG PADA BAHASA TERJEMAHAN ABAD MODERN!! APAKAH KAMU MENCIUM KEKALAHAN?

Praktek-praktek yang tidak Alkitabiah ini – menghindari, menyembunyikan atau membungkus Nama-Nya yang sebenarnya adalah sebuah kebiasan pagan (orang yang tidak percaya YAHWEH) yang berakar dalam di Mesir, di Babylon dan di Yunani (dan di Israel sendiri melalui kelompok Parisi). Mereka telah mengajar pemberontakan terbuka dan pelanggaran Hukum Ketiga.

Bukti lebih jauh tipuan Setan dengan “Nama yang Dikuduskan” didapat di dalam Talmud dimana rabi-rabi tradisional, melalui pengakuan mereka sendiri, menyatakan bahwa segala sesuatu yang mungkin harus dilakukan untuk menyembunyikan nama YAHWEH dari ada dapat disebut (Tamid 7:2 atau Sota 7:6).

Di dalam persiapan untuk pengajaan ini, Ruach HaKodesh (Roh HuKudus/ Roh Kudus) mengingatkan saya pada kehidupan saya sebagai anak laki di Sekolah Conservative Hebrew di Long Island, NY. Pada tahun-tahun pertama belajar membaca Ibrani. Saya membaca dengan benar YAHWEH sebagai Yahweh pada pelajaan Torah. Guru Torah saya melompat, mukanya berubah merah, dan mulai terguncang tak terkendali seperti epilepsi. Kemudian ia dengan tegas memperingatkan saya untuk tidak pernah lagi memakai “Nama itu.” Saya diberitahu bahwa itu dosa besar! Mungkin diantara kalian dari latar belakang Yahudi telah dapat menghubungan peristiwa yang menyedihkan pada pengalaman pribadi.

Apakah kalian perlu terkejut, mengapa pemimpin-pemimpin imam menjadi sangat marah ketika mereka melihat tulisan bahasa Ibrani diatas kepala Yahshua saat di Salib (Yohanes 19:19-22). Mereka marah persis sama seperti guru Torah di sekolah dasar saya. Dengan megambil huruf pertama dari tulisan di atas kepala-Nya “Yahshua Hanotzrei Vemelech Hayehudim” dan menggabungkannya kedalam satu kata, kamu dapat hal yang sama mereka telah dapatkan “YHVH” dibaca menjadi ”YAHWEH!” Tulisan itu telah melukai mereka karena meyatakan Yahshua sebagai Raja Orang Israel, dan itu secara umum telah memproklamasikan deiti-Nya, lebih jauh lagi memakai Nama yang Dikuduskan pada Keluaran 3:14-15!!

YAHWEH senang mendengar anak-anak-Nya berseru untuk Nama Kudus-Nya dan rindu meresap di dalam kita! Ingat bahwa kita diciptakan di dalam gambar-Nya! Tidaklah mengherankan [pernyataan Agur pada kitab] Raja Salomo, di bawah inpirasi Ruach HaKodesh (Roh Kudus), telah menulis pertanyaan bersifat double nubuatan di Amsal 30:4 yang berbunyi:

“Who has ascended to heaven and come down? Who has gathered the wind in his fists? Who has wrapped up the waters in a garment? Who has established all the ends of the earth? What is his name, and what is his son’s name? Surely you know!”

YAHWEH mengetahui masa depan di saat 900 BC, kalimat pertanyaan-double ini sebagai teguran dan juga undangan untuk mencari dua Nama ini yang sungguh sudah ditekan dengan jahatnya.

Pada Filipi 2:9, Rasul Paulus bercerita kepada kita: Itulah sebabnya Elohim sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, (Inggrisnya:) Elohim, therefore, has highly exalted Him and given Him the Name which is above every name. BAPA tidak memberikan Yahshua “sebuah nama” atau “a name” (banyak terjemahan modern menulis demikian). Terima kasih kepada LAI yang telah menterjemahkan dengan benar!

Yahshua sendiripun mengajar kita untuk mengalamatkan Bapa Surgawi kita dengan Nama-Nya. Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, perhatikan, Yahshua tidak mengajar kita untuk menguduskan title Bapa Sugawi, yang adalah sungguh para agamawi dari semua latar belakang sudah melakukannya dan terus melakukannya!

Ini salah satu contoh kesalahan (fatal) tersebut, pada Matius 28:18-20 kita lihat bahwa Bapa, Putra dan Roh semuanya memiliki Nama yang sama. Sepanjang Kitab Para Rasul (penulis sumber artikel ini percaya) Talmidim (murid-murid Rabi) terus menerus dan dengan konsistent membaptis hanya di dalam Yahshua. Tidak pernah, saya ulangi, tidak pernah mereka membaptis  orang di dalam nama titel dari tritunggal!

Di tengah semua penipuan dan kegelapan, tetap bersinar terang dari Yahshua. Salah satu tugas utama-Nya di bumi ialah memperkenalkan kembali “Nama Kudus” dari Bapa Surgawi, YAHWEH, melalui murid-murid-Nya. Adon Yahshua (Master Yahshua) dalam doa-Nya berkata, “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.” Yohanes 17:6.

Ayat 11b dan 12a, tertulis, “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Nama yang Ia nyatakan atau manifestasikan kepada kesebelas murid adalah nama yang sama yang YAHWEH Bapa sudah impartasikan kepada YAHWEH Putra. Dalam kata lain Mereka berdua mempunyai nama yang sama!! 2 Korintus 3:17, mengajar kita bahwa Roh Kudus juga dipanggil YAHWEH. Pada ayat 26 Juruselamat kita secara terbuka menyatakan bahwa Dia telah taat kepada Bapa-Nya melalui mereinstitusikan, melalui pewahyuan surgawi, perjanjian Nama YAHWEH, yang telah hilang. Baca Kisah Rasul 3:21.

Zefanya 3;9 meneguhkan misi dari Yang Diurapi (yaitu Yahshua) dengan pernyataan bahwa di hari-hari terahir akan ada pemberian “bibir yang bersih” sehingga bangsa-bangsa atau orang-orang (yang percaya kepada YAHWEH) memanggil Nama YAHWEH dan beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu!!

Suatu janji nubuatan YAHWEH untuk merestorasi intimesi antara Dia dengan umat-Nya terdapat pada Hosea 2:15-16, “Maka pada waktu itu, demikianlah firman YAHWEH, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku (my LORD, tertulis di sumber artikel )! Lalu Aku menjauhkan nama para Baal (lords, tertulis di sumber artikel) dari mulutmu, maka nama mereka tidak lagi disebut.

Catatan: Baalku” artinya “Tuanku” atau “my Master”, suatu nama samaran dari YAHWEH; (kamus Strong’s Hebrew and Greek, H1180, H1167). Seperti terulis di atas bahwa “Baal” adalah nama deiti (dewa) Langit. “Lord” (kata ”Tuhan” di Perjanjian Baru) berasal dari kata Yunani ”Kurios” yang berarti ”God, Lord, Master dan Sir (kamus Strong’s Hebrew and Greek, G2962). Dan seperti tertulis di atas bahwa Kurios merupakan titel untuk dewa-dewa Yunani.

“Jehovah” adalah pertukaran yang miskin lainnya untuk Nama yang Dikuduskan. Huruf “J” dan juga bunyi “J” tidak pernah ada dalam bahasa Ibrani. Lebih mengejutkan bahwa huruf “J” hadir di Inggris alfabet sekitar 1500 AC (atau CE). Bahkan Alkitab King James versi 1611 memakai huruf “I” untuk “J.” Jehovah adalah tidak lebih dari penghindaran penyebutan yang dipoles dengan baik. Saksi Jehovah (yang bersalah melanggar Hukum Ketiga) mengakui bahwa nama yang murni dan dijunjung tinggi dari “Jehovah” adalah YAHWEH.

Teman yang benar, renungkanlah Kisah Rasul 4:12 ini, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Jelas jutaan orang yang tidak tahu pengungkapan kebenaran ini tetap diselamatkan, karena Yahshua tidak memperhitungkan mereka untuk guru-guru yang miskin dan pengajaran-pengajaran yang sudah memimpin jemaat kepada kesesatan.

Tidak ada pribadi-pribadi elit (roma 2:11) dalam Kerajaan-Nya. Yakobus 4:17 memberi peringatan yang jelas dan langsung kepada kita, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Tugas kita adalah ketaatan kepada firman YAHWEH.

Firman-Nya memperingatkan kita bahwa takut akan manusia membawa jerat atau jebakan. Kita harus tidak jatuh kedalam jebakan. Yahshua menyatakan bahwa sejauh kita meninggikan Dia, orang-orang akan ditarik kepada-Nya (Yohanes 12:32).

“Bapa kami yang berada di Surga, dimuliakanlah kiranya Nama-Mu!”

Disadur dan di ringkas dari “Let’s Not Break The Third Commandment!” tulisan Rabbi Moshe Yoseph Koniuchowasky.

Bacaan terkait:

Pentingkah merestorasi nama asli Yesus?

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.