Seorang Nabi Seperti Musa; Terjemahan dari Hebrew4Christian


Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh YAHWEH, Elohimmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Ulangan 18:15

Di dalam ayat ini kita temukan satu-satunya kalimat di dalam kitab Taurat (Kitab Musa, ada lima) di mana Musa memperkenalkan dirinya sendiri sebagai seorang nabi YAHWEH, ini adalah juga satu-satunya kalimat dimana Musa memperkenalkan datangnya Messias sebagai ”seorang Nabi seperti aku” (Ul 18:15; Yoh 6:14)

Di dalam Brit Chadashah (Perjanjian Baru) kita membaca bahwa ahli-ahli kitab telah mengirim utusan untuk menanyai Yohanes Pembaptis,

Siapakah engkau? Elia?” (Yoh 1:21) – Ini menunjuk kepada nubuatan Maleakhi (Mal 4:5) bahwa Elia akan datang sebagai seorang utusan sebelum penampakan Messias. Sampai saat ini orang-orang Israel seluruh dunia menyiapkan secangkir anggur untuk Elia pada hari Paskah (Passover) – menyiapkan kedatangannya sebagai pendahulu Messias.

Engkaukah Nabi yang akan datang? (Yoh 1:21). Ini menunjuk kepada nubuatan Musa bahwa Elohim akan mengirim ”seorang Nabi seperti aku” Ul 18:15-19.

Kita baca lebih lanjut bahwa ketika Filipus bertemu Natanael, dia berkata, “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” (Yoh 1:45). Setelah Yahshua memberi makan lima ribu orang, orang-orang ini berkata: “Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.” (Yoh 6:14). Petrus telah mengenal Yahshua sebagai Nabi (Kis 3-22-23), dan Stefanus, seorang martir , di dalam pembelaannya dihadapan Mahkamah Agama menyatakan bahwa Yahshua adalah Messias yang dijanjikan: Musa ini pulalah yang berkata kepada orang Israel: Seorang nabi seperti aku ini akan dibangkitkan Elohim bagimu dari antara saudara-saudaramu; dialah yang harus kamu dengarkan. (KJV) Kis 7:37-38

Yahshua adalah ”Nabi seperti Musa”
Di dalam terang kalimat Firman ini, di sini ada 30 cara dalam mana Adonai Yahshua mirip Musa:

  1. Tepat telah ada 400 tahun waktu sunyi sebelum Adonai (YHWH) mengutus Musa kepada Firaun untuk membebaskan Israel dari perbudakan, demikian juga telah ada 400 tahun waktu sunyi sebelum Adonai mengirim Putra-Nya sendiri, Yahshua Messias, untuk membebaskan Israel secara total dari perbudakan utamanya kepada dosa dan kematian.
  2. Keduanya Musa dan Yahshua diutus oleh Elohim. Kel 3:1-10; Yoh 8:42
  3. Keduanya Musa dan Yahshua adalah orang-orang Yahudi. Kel 2:1-2; Mat 1:1-16; Lukas 1-2; Ibrani 7:14. (Catatan: Ini bukanlah hal kecil, karena orang Muslim mengklaim bahwa Muhammad adalah nabi yang Musa maksudkan di sini; yang mana jelas tidak benar, karena Messias haruslah ada seorang Yahudi – lihat Yoh 4:24).
  4. Keduanya memiliki orang tua Yahudi yang setia. Kel 2:2; Ibr 11:23; Mat 2:13-14
  5. Keduanya lahir dibawah kekuasaan asing. Kel 1:8-14; Lukas 2:1
  6. Keduanya diperlakukan secara buruk oleh raja-raja yang jahat. Kel 1:15-16; Mat 2:16
  7. Keduanya Musa dan Yahshua berada di Mesir dimasa awal hidup mereka, dilindungi secara ajaib dari mereka yang ingin membunuh keduanya. Kel 2:10; Mat 2:14-15
  8. Keduanya menolak kemungkinan untuk menjadi penguasa. Musa dibesarkan sebagai seorang anak dalam keluarga raja dan dapat bersenang-senang dalam kehidupan glamor sebagai seorang penguasa yang kuat, tetapi ia memelih lainnya (Ibr 11:24); Iblis menawarkan Yahshua memerintah atas kerajaan dunia ini (Mat 4:8-9), tetapi menolak tawaran tsb dan memilih menderita dan mati demi orang-orang Israel (dan seisi dunia ini – Yoh 3:16; tambahan dr saya).
  9. Keduanya Musa dan Yahshua ”telah diutus dari gunung Elohim” untuk membebaskan Israel. Musa dari (secara fisik) dari Gunung sinai di Midian, Arabia; Yeshua dari (secara rohani) ”Gunung Zion” di Surga (Ibr 12:22)
  10. Keduanya pada awalnya telah ditolak oleh orang-orang Yahudi. Kel 32:1; Yes53:3; Mat 27:21-22; Rom 11:25
  11. Keduanya diterima oleh orang yang tidak mengenal Elohim. Musa oleh orang Median (Kel 2:14-22); Yahshua oleh bangsa-bangsa di dunia ini (Kis 10:45; 1 Tim3:16)
  12. Keduanya dikritik oleh keluarga mereka. Bil 12:1; Mark 3:20-21
  13. Keduanya tahu Elohim panim l’panim (muka bertemu muka). Elohim bicara langsung kepada Musa dan Yahshua (Kel 3:1-10; Ul 34:10; Luk 9:34-36). Nabi-nabi lainnya telah menerima pewahyuan mereka melalui penglihatan dan mimpi Ul34:10; Yoh 1:18. Keduanya adalah Juru bicara yang berkuasa dari Elohim Mat 17:5; Yoh 3:34
  14. Keduanya adalah guru. Ul 4:1-5; Mat 22:16; Yoh 3:2
  15. Keduanya membukakan Nama Elohim. Kel 3:13-14; Yoh 17:6, 11-12.
  16. Keduanya setia kepada Elohim. Bil 12:5-7; Ibr 3:1-2
  17. Keduanya memberi orang-orang makan roti dari Surga (Kel 16:14-15; Mat 14:19-20) dan melakukan banyak mujizat Kel 4:21-28; Ul 24:10-12; Yoh 5:36; 12:37-38
  18. Keduanya ditunjuk sebagai penyelamat Israel (Musa dari ikatan Firaun; Yahshua dari ikatan Iblis).
  19. Keduanya adalah gembala Israel (Musa memimpin Israel melalui padang belantara (Kel 3:1; Kitab Bilangan), Yahshua memimpin pengikut-Nya sebagai Gembala Yang Baik (Yoh10:10-11; Mat 9:36)
  20. Keduanya hamba-hamba YAHWEH yang rendah hati. Bil 12:3; Luk 2:46-47; Fil 2:8-9
  21. Keduanya berpuasa 40 hari di padang belantara. Kel 34:28; Mat 4:2
  22. Keduanya adalah mediator-mediator dari suatu perjanjian darah: Musa dari perjanjian yang lebih dulu ( Kel 24:7-8 ) dan Yahshua dari perjanjian baru (Mat 26:26-28; Mark 14:24; Luk 22:20; Ibr 9:11-15; 1 Kor 11:25; 2 Kor 3:6)
  23. Keduanya menawarkan untuk mati demi dosa-dosa orang lain. Kel 32:30-33; Yoh 17
  24. Tepat sebagaimana Musa memerintahkan Paskah YAHWEH (the LORD’s Passover) pada tgl 14 Nisan sebagai arti oleh Paskah itu Malaikat Kematian akan berlalu (tidak mampir) dari orang-orang Israel yang percaya di dalam janji Elohim sehubungan dengan darah domba tersebut (Kel12:11-12), demikian juga Yahshua mengurbankan diri-Nya sendiri sebagai Domba kurban Elohim yang telah mengambil dosa-dosa dunia Yoh 1:29.
  25. Tepat sebagaimana Musa telah membawa ”kebangkitan” anak-anak Israel melalui Laut Mati; demikian Yahshua telah menjadi Buah Pertama dari kebangkitan ketika Ia bangkit dari kematian
  26. Tepat sebagaimana Kitab Musa / Taurat diberikan kepada Israel 50 hari setelah Keluar dari Mesir (pada hari Pentakosta atau Shavu’ot), demikian Yahshua telah mengirim Roh Kudus untuk membentuk Gereja 50 hari setelah kebangkitannya.
  27. Kedua wajah mereka bercahaya dengan kemulian surga – Musa di gunung Sinai (Kel 34:34-35) dan Yahshua di gunung Perubahan rupa Mat 17:2.
  28. Sebagaimana Musa telah meninggikan ular tembaga di padang belantara untuk menyembuhkan orang Israel (Bil 21:8-9), demikianlah Yahshua telah ditinggikan di kayu salib untuk menyembuhkan semua orang percaya dari dosa mereka Yoh 12:32
  29. Sebagaimana Musa telah menguasai musuh besar Israel, suku Amalek, dengan mengangkat dan merentangkan tangannya (Kel17:11), demikian juga Yahshua telah mengalahkan musuh utama kita, dosa, melalui tangan-tangan-Nya yang terentang di kayu salib. Yoh 19:18
  30. Sebagaimana Musa telah mengirim 12 mata-mata untuk meneliti Kanaan (Bil 13), demikian pula Yahshua telah mengirim 12 rasul-rasul untuk menjangkau dunia (Mat 10:1); dan sebagaimana Musa menunjuk 70 penguasa atas Israel (Bil 11:16-17), demikian juga Yahshua telah mengurapi 70 murid-murid untuk mengajar bangsa-bangsa (Lukas 10:1).

Bagaimanakah sudah ”seorang Nabi seperti Musa?” Seperti Musa:

  • Ia adalah seorang Yahudi,
  • Pemimpin,
  • Nabi,
  • Pemberi Hukum,
  • Penyelamat,
  • Imam,
  • Yang Diurapi,
  • Perantara antara Elohim dan manusia – bicara Firman Elohim
  • dan seperti Musa, Dia menyerahkan diri-Nya untuk mati bagi dosa-dosa manusia.

“Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.” Yohanes 5:46
”Barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar/fondasi Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.” Lukas 6:49

Bacaan berkait:

Sumber:

Normal
0

false
false
false

FI
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:FI;
mso-fareast-language:EN-US;}

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Breakthrough, terbebas dari tipuan Izebel


Menghasilkan Terobosan Penting!

”Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”

Peringatan ini diberikan oleh Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Suatu Jemaat Messias yang penuh dengan hikmat dan pengetahuan serta sukses (1 Kor 1) dan bahkan telah mengenal karunia-karunia Roh Kudus, namun belum tahu mengoperasikan semua itu dengan benar (1 Kor 12-14) dan banyak diantara mereka yang menikah dengan orang-orang yang tidak seiman (1 Kor 7) dan bergaul erat dengan orang-orang duniawi – penyembah berhala, pemabuk dan cabul (1 Kor 5). Pengaruh budaya dan kepercayaan Yunani serta Romawi terlalu kuat. Kususnya pada masa itu Kerajaan Romawi sedang jaya.

Rasul Paulus memperingatan Jemaat di Korintus agar mengambil pelajaran dari orang-orang Israel – yang telah dibebaskan dari perbudakan Mesir (lambang kehidupan duniawi) – namun banyak dari mereka tidak masuk ke Tanah Perjanjian Kanaan (gambaran fisik dari Surga Mulia). 1 Kor 10.

Orang Israel sudah masuk Kanaan. Raja berganti raja, karena penyembahan berhala dan rendahnya moral ahirnya kerajaan Israel terpecah menjadi dua kerajaan Utara dan Selatan. Kerajaan Utara dikenal sebagai Kerajaan Israel, terdiri dari 10 suku, Kerajaan Selatan dikenal sebagai Kerajaan Yehuda, terdiri dari dua suku.

Berikut ini adalah gambaran singkat apa yang terjadi di dalam Kerajaan Israel pada pemerintahan raja Ahab pada Kitab 1 Raja-raja pasal 16 sampai 18. Dimana daerah Samaria (Herodes menamainya, aslinya bernama Someron), merupakan pusat pemerintahannya.

Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Dan Ahab anak Omri memerintah dua puluh dua tahun lamanya atas Israel di Samaria. (16:29). Omri [raja, ayahnya Ahab] melakukan apa yang jahat di mata YAHWEH dan ia melakukan kejahatan lebih dari pada segala orang yang mendahuluinya. (16:25)

Kitab Raja-raja (Kerajaan Israel Utara dan Selatan) ini mencatat bahw raja Omri ayah dari raja Ahab ini merupakan raja yang jahat bahkan lebih jahat dari raja-raja Israel sebelumnya.

Namun mengenai Ahab sendiri Alkitab mencatat: Ahab anak Omri melakukan apa yang jahat di mata YAHWEH lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya (16:30). Dimata Yahweh raja Ahab lebih jahat dari pada ayahnya sendiri!

Banyak hal-hal yang sangat buruk terjadi pada masa pemerintahan raja Ahab ini, diantaranya ialah:

1. Menikahi Izebel, putri dari Etbaal, raja dan imam deiti Astarte (Asyera) di Sidon. Melalui istrinya ini penyembah kepada Baal dan dewi Astarte menjadi RESMI di pemerintahannya. Kuil dan mezbah dan patung dewi Astarte dibangun dimana-mana. (16:31-33) bandingkan dengan Hakim-hakim 3:7

2. Kota Yeriko yang dikutuki Yosua, dibangun kembali, dengan mengorbankan anak laki-laki dari sipembangun kota itu sendiri, yang sulung dan yang bungsu. (16:34), Yosua 6:26

3. Nabi-nabi dan hamba-hamba YAHWEH dibunuh secara resmi. (18:13), 2 Raja 9:7

4. Mezbah-mezbah (altar) YAHWEH hancur dan tidak diperhatikan lagi. (18:30)

5. Fungsi ke-imam-an suku Lewi sudah lama ditiadakan sejak jaman raja Yerobeam (1 Raja 12:31; 13:33)

6. Perintah YAHWEH dan nabi-Nya telah dianggap sebagai trouble makers (18:17-18)

7. 7. Sehingga YAHWEH menghentikan hujan selama tiga tahun di tanah Samaria, yang berakibat kelaparan besar (17).

Sungguh suatu peristiwa yang sangat menyedihkan dan menjengkelkan bila Kebenaran telah dituduh sebagai Sumber-Masalah dan Kejahatan telah dianggap sebagai Pahlawan.

Apa yang Anda bisa lakukan bila Anda dihadapkan dengan kondisi seperti di atas? Suatu terobosan besar dan penting harus dilakukan, ya benar, tapi bagaimana?

”Adakan Pertandingan Kuasa Supernatural Terbuka!” Itulah jawaban YAHWEH melalui nabi Elia atas kemelut besar dan berkepanjangan tersebut, pasal 18.

1. Membuat undangan pertandingan. 450 nabi Baal melawan nabi Elia. (19)

2. Disaksikan oleh seluruh orang Israel dan 400 nabi dewi Astarte (Asyera) dan raja Ahab (19)

3. Para hadirin harus mengambil keputusan pada ahir dari pertandingan, Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau YAHWEH itu Elohim, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia.” (21)

4. Aturan pertandingan: kedua pihak menaruh masing-masing seekor lembuh yang tersembelih di atas kayu bakar, namun tidak boleh menaruh api. Api harus datang dan membakar daging korban tersebut secara supernatural melalui pemanggilan nama deiti masing-masing. (23-24). Deiti yang menurunkan api dialah Elohim yang benar.

Di jaman sekarang dimana semua kepercayaan – atas nama toleransi – haruslah dianggap benar dan sederajat, dengan kata lain bahwa setiap deiti adalah sama saja dan hanya beda namanya, pemikirannya ini sesungguhnya adalah upaya Iblis untuk menyamakan status YAHWEH sebagai Pencipta Langit dan Bumi dengan berhala-berhala ciptaan tangan manusia dan benda-benda langit ciptaan-Nya. Hal yang demikian tentu tidak bisa diterima oleh YAHWEH. Waktunya akan datang segera, dimana IA akan menunjukan kuasa dan kemulian-Nya yang besar dan dasyat kepada para pemimpin dunia ini.

Karena hal yang sama pada masa sekarang inilah IA pada jaman Ahab (abad 8 BC) telah menantang deiti Baal dan deiti Astarte untuk membuktikan siapa sebenarnya Pencipta Langit dan Bumi. Pepatah berkata, “Biarlah ELOHIM ada sebagai ELOHIM!” atau “Let’s GOD be GOD!” memang itu perlu diproklamirkan oleh setiap lidah umat YAHWEH.

Singkat cerita, para nabi Baal bikin show terlebih dahulu, disaksian oleh semua hadirin. Mereka mengadakan tarian penyembahan berhala mereka dengan berloncat-loncat mengitari korban persembahan sambil berseru-seru, Ya Baal, jawablah kami!” , dari pagi sampai siang. Namun tidak ada suara, tidak ada jawaban (26). Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: “Panggillah lebih keras, bukankah dia elohim? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga.” ( 27)

Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka. ( 28 )

Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian. (29)

Garis bawah pada ritual penyembahan Baal adalah ciri-ciri umum dari bentuk penyembahan berhala dan pengikut Iblis (Wicca dan sejenisnya), semua ini masih bisa terlihat diabad modern.

Sorenya giliran nabi Elia untuk show. Perhatikan apa yang ia kerjakan:

1. 1. Ia memanggil seluruh rakyat Israel datang lebih dekat kepada-nya. (30)

2. Memperbaiki mezbah YAHWEH yang sudah runtuh, membangunnya kembali demi nama YAHWEH dan menyusun dua belas batu (sesuai jumlah suku keturunan Yakub) yang ia kumpulkan menjadi mezbah YAHWEH. (31-32)

3. Menyusun kayu api dan memotong lembu (bukan babi) dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api pada mezbah YAHWEH (33) Langkat dua dan ketiga merupakan aturan Yahweh sendiri kepada orang Israel bagaimana sebuah mezbah dan korban harus diberikan.

4. Ia membuat ekstra show untuk para penonton, dibuatnya parit disekeliling mezbah YAHWEH itu. Lalu ia meminta mereka untuk menyirami air pada daging korban, sekali, dua kali dan tiga kali, sampai daging, kayu api basah dan parit penuh dengan air! (34-35), Bagaimana bisa memanggang daging dengan kayu bakar yang basah? Elia ingin membuka pikiran dan mata rohani rakyat yang telah dibodohi ini .

5. Dan mulailah ia berdoa:

Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: “Ya YAHWEH, Elohim Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Elohim di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. (36) Jawablah aku, ya YAHWEH, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Elohim, ya YAHWEH, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.” (37)

Pada ayat 38 dari Kitab Raja-raja pasal 18 Firman YAHWEH tertulis, Lalu turunlah api YAHWEH menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.”

Ayat 39 Firman YAHWEH tertulis, Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: “YAHWEH, Dialah Elohim! YAHWEH, Dialah Elohim!”

Dan pada sore itu juga hujan deras turun membasahi tanah Samaria!!

Mari kita serukan dengan suara keras.

YAHWEH, Dialah Elohim!

YAHWEH, Dialah Elohim!

YAHWEH, Dialah Elohim!” Haleluyah! Amin!!

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.