Seharusnyakah Orang Kristen ‘respek’ agama-agama lainnya?


Pertanyaan ini dilontarkan oleh Dr. Albert Mohler Jr, President Southern Baptist Theological Seminary, Kentucky, berkaitaan dengan peryataan Paus Benediktus XVI tentang agama Islam baru-baru ini. Dunia yang kita tahu sekarang adalah ditandai oleh kemajemukan agama dan pertentangan-pertentangan sudut pandang. Bagaimana seharusnya orang-orang Kristen berespond ketika ditanya tentang ini? Seharusnyakah orang-orang Kristen “respek” agama-agama lainnya?

Berita utama di seluruh dunia mengumumkan minggu ini bahwa Paus Benediktus XVI, sementara berkunjung ke Yordania (Mai 2009), telah bicara tentang “respek”-nya Paus kepada Islam. Tahun 2006 di Universitas Regensburg, Jerman, Paus di depan para hadirin mengutip perkataan Emperor Manuel II, satu dari beberapa penguasa kerajaan Byzantine, yang berkata: “Tunjukan kepada ku apa yang [nabi] Muhammad telah bawa bahwa itu baru, dan kamu akan temukan hal-hal yang hanyalah kejahatan dan tidak-manusiawi, seperti perintahnya untuk menyebarkan iman melalui pedang sebagaimana ia telah kotbahkan.”

Di Lapangan terbang Amman, Yordania, Paus yang sama berkata, sebagaimana tulisan resmi Vatikan: Kunjungan saya ke Yordania memberi saya sebuah undangan kesempatan untuk bicara dari respek saya yang dalam kepada komunitas Muslim, dan memberi penghargaan kepada kepemimpinan yang telah ditunjukan oleh Yang Mulia Raja [Yordania] dalam mempromosikan suatu pegertian yang lebih baik dari kebaikan yang dinyatakan oleh Islam.

Paus bicara tentang “respek” tanpa kejelasan pengertian dari apa yang sesungguhnya. Apakah Paus percaya bahwa orang Muslim dapat diselamatkan melalui pengajaran-pengajaran Islam?

Gereja Roma Katolik memandang ajaran Islam, sebagaimana Dr. Mohler temukan pada dokument doktrin Katolik, sebagai berikut:

Pada kata-kata Lumen Gentium, pada Vatikan II tertulis: ”Tetapi rencana keselamatan juga termasuk mereka yang percaya Pencipta. Pada tempat yang pertama diantaranya adalah pengikut-pengikut Mohammad, …” Sementara itu Gereja Roma Katolik mengajar bahwa Islam adalah salah dan tidak lengkap.” Pada kontek pengajaran resmi Katolik, Paus dapat menciptakan suatu pencampuran diplomasi [Vatikan sebagai negara] dan doktrin [Roma Katolik sebagai institusi agama]”, Dr. Mohler menulis. [Catatan sejarah menulis sejak abad ke 5 AD banyak Paus menyatakan bahwa keselamatan kekal hanya didapat dari Gereja Roma Katolik]

Sebaliknya Dr. Mohler menulis, bahwa orang-orang Kristen Injili tidak bisa melakukan pencampuran tersebut, ”Kita tidak memainkan suatu peran diplomatik sebagai kepala dari suatu negara, tetapi kita dipanggil untuk menjadi ambassador-ambassador dari Mashiah (Kristus) dan Injil-Nya.”

  • Orang-orang Kristen Injili boleh respek dengan tulus apa yang orang-orang Muslim percayai, namun tidak dapat respek kepada kepercayaan-kepercayaannya.
  • Kita dapat respek orang-orang Muslim untuk keterlibatan mereka kepada hal-hal yan bersifat kemanusiaan, pendidikan dan budaya.
  • Kita dapat respek kehebatan dari pendidian Muslim pada abad pertengahan dan keajaiban seni dan arsitektur yang bersifat Islam. Tetapi kita tidak bisa respek pada suatu sistem kepercayaan yang menolak kebenaran Injil, menolak bahwa Yahshua bukan Putra Elohim, dan memenjarakan berjuta-juta jiwa.

Kunjungan kepausan ke Yordan menunjuk langsung kepada masalah kepausan itu sendiri dan kepada kebingungan theologi Roma Katolik pada point ini khususnya. Menolak Tritunggal adalah menyembah Elohim yang lain.

Respek adalah sebuah permasalahan katagori. Pada ujungnya, orang-orang Kristen harus menunjukan respek untuk orang-orang Muslim melalui menceritakan Injil Yahshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) di dalam roh kasih dan kebenaran. Kita dipanggil untuk mengasihi dan menghormati / respek orang-orang Muslim, bukan Islam.

Diterjemahkan dari

Should Christians “Respect” Other Religions?

Untuk melihat komentar dari para pembaca bisa melihat di sini: tekan ”View Comments”

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Daftar negara penganiaya Kristen 2009


Organisasi Open Doors pada survey terbarunya ”World Watch List January 2009” mendapatkan bahwa negara-negar Islam menempatkan posisi separuh dari 10 negara-negra penganiaya terburuk terhadap orang-orang Kristen. Korea Utara (1), lalu menyusul Arab Saudi (2), Iran (3), Afganistan (4), Somalia (5), Maldives (6), Yemen (7), Laos, (8), Eritrea (9), Uzbekistan (10). Bhutan (11), China (12), Pakistan (13), Turkmenistan (14), Comoros (15), Irak (16), Qatar (17), Mauritania (18), Ageria (19), Chechnya (20). Katagori buruknya penganiayaan: Aniaya yang sangat buruk: no. 1;  Tekanan: no. 2 sampai 7; Pembatasan (kebebasan) yang sangat buruk: no. 8 sampai 27.

Peta Timur Tengah dan sekitarnyaDari dua puluh negara di atas: Korea Utara dan RRC adalah negara Komunis; Laos dan Bhutan mayoritas penduduknya adalah beragama Buddha; dan 16 negara sisanya mayoritas beragama Islam. Frofil negara-negara bisa dilihat pada CIA the World Factbook

RRC kali ini turun dari urutan 10 pada Januari 2008 ke 12. Indonesia menempati urutan ke 41.

Questionnaire dari The World Watch List di buat secara khusus yang terdiri dari 50 pertanyaan yang meliputi macam-macam aspek kebebasan beragama, setiap pertanyaan mempunyai nilai. Nilai terbanyak menggambarkan penganiaya terburuk terhadap orang-orang Kristen.

Pertanyaan yang diberikan diantaranya:

  • Apakah negara memiliki hukum yang menyediakan kebebasan-kebebasan beragama?
  • Apakah legal untuk menjadi orang Kristen?
  • Apakah orang Kristen dibunuh / dipenjarakan karena iman mereka?
  • Apakah tulisan-tulisan Kristen dilarang beredar?
  • Apakah tempat-tempat pertemuan Kristen (gereja, rumah) diserang untuk alasan-alasan keagamaan?

Di Republik Rakyat China (RRC) menurut laporan Opend Doors, 1949 Presiden Mau Zedong mengusir para missionary dan membunuh orang-orang Kristen, penganiayayan berat dari pemerintah lokal kepada orang Kristen masih suka terjadi di RRC, sampai sekarang pemimpin-pemimpin gereja rumah masih ditangkapi.

Apakah aniaya kepada orang Kristen yang terus-menerus ini mematikan ajaran Kristen di negara-negara yang bersangkutan? Laporan Open Doors tentang RRC berkata:

  • 60 tahun lalu terdapat 750 000 Kristen percaya Alkitab (lahir baru)
  • 30 tahun lalu menjadi 3 000 000 (tiga juta) orang Kristen lahir baru
  • Sekarang ini diperkirakan ada 60-80 juta orang Kristen lahir baru.

Mereka dikenal sebagai orang Kristen bawah tanah, tidak terdaftar di pemerintah Komunis. Lihat Video clipnya: World Watch China

Benua Afrika: seorang Imam Muslim dari Libia, Sheikh Ahmad al Katani, pada wawancara TV Al Jazeera mengatakan bahwa setiap tahunnya ada 6 000 000 (enam juta) orang Muslim menjadi orang Kristen. Laporan lengkap baca di sini

Kesaksian fundamental Muslim Iran (anggota Hezbollah) mengapa ia pindah ke Kristianity

  • Part 1. “Yahshua datang menolong saya, bukan Muhammad.”
  • Part 2. “Yahshua datang dan berkata Aku mengampuni dosa-dosamu.”

Bacaan terkait:

Referensi:

Open Doors World Watch List 2009

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog