Muslim Brotherhood: Mengalahkan Roma, Itali dan Eropa berarti ISLAM akan kembali ke Europa


Ilustrasi gambar Islam menguasai Eropa

Tokoh-tokoh organisasi islam radikal Muslim Brotherhood (Persaudaraan Muslim) buka suara, bahwa bukan hanya Europa saja menjadi target kekuasaan Islam , tetapi seluruh dunia. Untuk melihat video dokumentasi dari artikel ini lihat di bawah pada artikel Mask of Peace: Brotherhood’s Plot for Global Rule.

Al-Kubaisi, seorang Irak yang fasih berbahasa Arab bercerita bahwa pemimpin-pemimpin Muslim Brotherhood telah berkata kepadanya mereka mimiliki rencana untuk menguasai Norwegia dan semua Eropa sebagai bagian dari membawa seluruh dunia di bawah Islam

Muhammed Mahdi Akef, pemimpin Muslim Brotherhood sampai 2010: “Cita-cita the Muslim Brotherhood adalah membentuk sebuah pemerintahan Islam yang penuh.” Artinya: semua hukum negara berazaskan hukum Islam, atau dikenal sebagai hukum Sharia.
“Dimana?” al-Kubaisi bertanya.
Saya tidak tahu,” Akef menjawab. “Kami orang Islam sekarang telah tersebar kesegala tempat. Masih ada perjalanan panjang untuk dituju sebelum kami mampu mengambil kendali (kuasa) di Eropa.” Al-Kubaisi juga mewawancarai Gamal al-Banna, saudara laki-laki Hassan al-Banna, pendiri the Muslim Brohterhood di tahun 1928.

Al-Banna: “Mereka tidak percaya pada kebebasan sama sekali. Tidak ada pemerintahan yang bersifat Islam yang respect kebebasan atau demokrasi.”
Orang senior organisasi ini mencela keras para pemimpin Islam moderat, ia berkata: ”Pikiran Muslim (orang Islam) karatan. Tidak ada sesuatu yang dikerjakan selama 1000 tahun belakangan ini. Apa artinya? Itu artinya bertindak tanpa berpikir. Para Muslim telah menjadi seperti monyet, hanya meniru orang lain. Ini telah berlangsung selama 1000 tahun.”
Al-Banna juga menyatakan bukti bahwa Muslim Brotherhood telah berhasil menggontrol masyarakat adalah pemakai hijab (kerudung kepala) pada wanita-wanita Islam. Ia menambahkan bahwa pemaikain jilbab atau hijab ini tidak didukung oleh pengajaran Kuran. Orang tua ini menunjukkan foto-foto kuno sebagai bukti pengaruh kuat Muslim Brotherhood menguasai masyarakat Mesir: saudara perempuan pendiri organisasi ini tidak memakai jilbab, foto-foto mahasiswi Islam 1959 tidak memakai jilbab- Tidak seorangpun makai baju (bermodel Islam), namun pada foto 2004, 90% mahasiswi memakai jilbab/ hijab. Pakaian kerudung wanita ini telah disebut sebagai ”logo” organisasi Muslim Brotherhood.

Al-Kabaisi bercerita kepada CBN News bahwa Norwegia (tempat dimana dia hidup sekarang) dan Barat telah dibodohi oleh Muslim Brotherhood, Barat dan Amerika keduanya mensupport faham Islam, dan mereka berpikir, ’Mereka adalah orang beragama, sama seperti jemaat-jemaat Kristen.’”

Kamil al-Najjar, ex-Muslim Brotherhood berkomentar tentang keberhasilan diplomasi organisasi ini di negara-negara Barat: “The Muslim Brotherhood memiliki praktek. Mereka telah belajar berbicara dengan dua lidah. Mereka mencoba menipu orang-orang. Mereka telah berhasil menipu banyak politikus Barat untuk percaya kepada mereka.”
Kamil menambahkan, ”Tujuan mereka hanyalah untuk mengontrol dunia dengan Islam. Mereka tahu mereka tidak dapat menggunakan paksaan (kekuatan militer) untuk memurtadkan Barat, jadi mereka memakai tipuan.” 

Pernyataan Kamil ini meneguhkan apa yang Sheik Yusef al-Qaradawi, orang penting dari pemimpin rohani the Muslim Brotherhood nyatakan pada suatu TV berbahasa Arab bahwa ”mengalahkan Roma, Italy dan Eropa berarti bahwa Islam akan datang kembali ke Eropa.”
”Haruskah kemenangan ini penting dimenangkan melalui perang? Tidak, ” pemimpin rohani ini berkata. ”Saya percaya bahwa Islam akan menguasai Eropa tanpa menggunakan kekerasan.”

Al-Kubaisi ditanya apakah organisasi ini akan menguasai dunia dan kekuatan, dijawab. ”Tidak, tidak, tidak seperti ini. Mereka tidak berbicara tentang kekuasaan sama sekali. Tidak, mereka berkata, ”Sekarang, kami ingin hanya ini (Al-Kabaisi merentangkan sedikit ruang diantara kedua tanganya), dan kemudian ini (memperlebar ruang diantra kedua tanganya), dan kemudian ini (kedua tanganya semakin melebar) … dan kemudian mereka memulai bekerja menambah lebih kuasa.”

Video dokumentasi ini dipancarkan pertama kali tanggal 25 Oktober 2011 oleh CBN News.

Walid al-Kubaisi telah memimpin sebuah pembuatan film yang berhubungan dengan masalah di atas: Agitator (bahasa Norwegia), titelnya dalam bahasa Inggris: Freedom, Equality and the Muslim Brotherhood. Keterangan film (dua bahasa) dapat dilihat di sini.

Bacaan berkait:

Referensi:

Mask of Peace: Brotherhood’s Plot for Global Rule

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

 

Iklan