Rute Keluar orang Israel dari Mesir; penemuan baru


Tempat penyeberangan orang Israel di Laut Merah dan Gunung Sinai di mana YAHWEH berbicara dengan api yang menyala-nyala diketemukan. Jauh berbeda dengan catatan tradisi. Sebuah team penyelidik purbakala yang dipimpin oleh seorang Kristen yang percaya bahwa Alkitab adalalah firman YAHWEH telah menemukan bukti-bukti yang mengejutkan. Rute keluar, penemuan baru Rute keluar menurut tradisi

Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun,… mereka berangkat dari Sukot dan berkemah di Etam; tepat di depan Baal-Zefon berkemahlah kamu, di tepi laut. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut,; maka terbelahlah air itu. di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air …Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena YAHWEH turun ke atasnya dalam api; Dan YAHWEH memberikan kepada Musa, …di gunung Sinai, kedua loh hukum Elohim, loh batu, yang ditulisi oleh jari Elohim. (Kel 12:41; 13:20; 14:2,21;17:6; 19:18; 31:18)

Catatan: Gambar kanan atas adalah rute keluar penemuan terbaru, dan sedangkan kiri atas rute yang dipercayai secara tradisi. Pembesaran gambar-gambar bisa dilihat pada referensi yang tersedia di bawah.

Dari Gosyen ke tempat penyeberangan.

Tanah Gosyen adalah tempat yang dijinkan Firaun untuk keturunan Israel menetap ketika di tanah Kanaan terjadi kekeringan (Kej 46:34; 47:1-6). Catatan: Ayat-ayat diambil dari kitab Keluaran, selebihnya akan ditulis nama kitabnya.

Bulan pertama tanggal empat belas mereka mengadakan Paskah pertama (Passover) di rumah masing-masing (12:8), malam itu juga semua anak sulung orang Mesir (termasuk binatang) dibinasakan YAHWEH. Pada hari itu juga –paginya (satu hari = dari sore sampai sore) mereka berangkat keluar dari perbudakan (29-33,51).Kemudian berangkatlah orang Israel dari Raamses ke Sukot, kira-kira enam ratus ribu orang laki-laki berjalan kaki, tidak termasuk anak-anak. ( 12:37) Demikianlah mereka berangkat dari Sukot dan berkemah di Etam, di tepi padang gurun.(13:20 ) Elohim tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; … Tetapi Elohim menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau / through the way of the wilderness of the Red sea (13:17-18) untuk menghindari perang yang terlalu awal. Padang gurun ini (wilderness of the Red Sea) dikenal sebagai Gurun Sinai atau Sinai Paninsula ialah daerah antara dua tangan (Teluk Zues dan Teluk Aqaba) dari Laut Merah. Wilayah Etam meliputi juga bagian timur dari Teluk Aqaba seperti tertulis, Mereka berangkat dari Etam, lalu balik kembali ke Pi-Hahirot yang di depan Baal-Zefon, kemudian berkemah di tentangan Migdol. Mereka berangkat dari Pi-Hahirot dan lewat dari tengah-tengah laut ke padang gurun, lalu mereka berjalan tiga hari perjalanan jauhnya di padang gurun Etam, kemudian mereka berkemah di Mara. (Bil 33:7-8 )

Berfirmanlah YAHWEH kepada Musa, demikian: “Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka balik kembali dan berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut; tepat di depan Baal-Zefon berkemahlah kamu, di tepi laut. Maka Firaun akan berkata tentang orang Israel: Mereka telah sesat di negeri ini, padang gurun telah mengurung mereka.(14:1-3). Ini adalah strategi perang Elohim melawan tentara Firaun.

Dengan kata lain, orang Israel tiba pada suatu tanah lapang di tepi laut (haruslah) setelah melewati suatu daerah yang dikelilingi gunung-gunung tinggi yang mana mereka nampak terjebak – tidak ada jalan keluar untuk melarikan diri: didepan laut, kiri-kanan gunung/bukit dan tentara Mesir di belakang mereka. Lihat gambar di bawah ini.

tempat-penyeberangan-di-mesirGambar satelit Wadi Watir dan Pantai Nuweiba, dilihat dari utaraPantai Nuweiba; dilihat dari laut

Saat penyeberangan, ditengah Laut Merah atau Teluk Aqaba

Firaun mengejar orang Israel, Ia berangkat dengan semua keretanya, termasuk enam ratus kereta istimewa, yang dikendarai oleh para perwiranya. (14:7) (BIS: bahasa Indonesia Sehari-hari)
And he took six hundred chosen chariots, and all the chariots of Egypt, and captains over every one of them. (KJV) *

Peristiwa keringnya Laut Merah ini, terbukti secara ilmu pengetahuan. Belum lama ini US National Center for Atmospheric Research (NCAR) melakukan recontruksi peristiwa Exodus ini melalui komputer dan menyatakan: “The simulations match fairly closely with the account in Exodus. The parting of the waters can be understood through fluid dynamics. The wind moves the water in a way that’s in accordance with physical laws, creating a safe passage with water on two sides and then abruptly allowing the water to rush back in.” BBC 21 September 2010.

Ini terjadi saat orang Israel berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon (9). Berfirmanlah YAHWEH kepada Musa: … Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. (14:15-16). Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka–segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda–sampai ke tengah-tengah laut. (14:23) Setelah orang Israel sampai di seberang, Musa atas perintah YAHWEH mengulurkan tangan kembali kearah laut dan air kembali bersatu memusnahkan seluruh orang Mesir dan kereta mereka (24-28). Bukankah Engkau yang mengeringkan laut, air samudera raya yang hebat? yang membuat laut yang dalam menjadi jalan, supaya orang-orang yang diselamatkan dapat menyeberang? (Yes 51:10)

Teluk Aqaba juga bagian dari Laut Merah bisa diketahui dari sini, Raja Salomo membuat juga kapal-kapal di Ezion-Geber yang ada di dekat Elot, di tepi Laut Teberau, di tanah Edom.(1Ki 9:26). Elot atau Eilat adalah daerah Israel yang paling selatan dan berlokasi ditepi pantai.

jejak-kereta-perang-di-dasar-laut

Ahir tahun 70, Ron membawa poros roda kereta kuda yang berjari delapan yang ia temukan didasar Laut Merah ini ke Kairo, bertemu dengan Nassif Mohammed Hassan, Direktur Barang-barang Antik dengan siapa ia telah bekerja sama. Bapak Hassan setelah meneliti sebentar dan mengatakan bahwa itu adalah poros roda kereta kuda dari Dinasty ke 18. Ketika Ron bertanya, bagaimana temannya ini bisa tahu dengan segera, temannya menerangkan bahwa poros roda berjari delapan telah hanya digunakan selama Dinasty ke 18 – saat Keluaran/ Exodus terjadi. Dari penelitian Ron selanjutnya tentang kereta kuda Mesir, ia juga menemukan dari dasar Laut Merah poros roda yang berjari-jari 4 , 6 dan 8, ini meneguhkan ayat 14:7 di atas, semua keretanya termasuk 600 kereta istimewadari ayat itu nampak ada sedikitnya dua macam jenis kereta perang.

Penemuan yang luar biasa juga adalah bahwa tempat di mana mereka menyeberang 3d penyeberang Laut Merah merupakan ’jembatan’ dasar laut! Melalui teknologi modern didapatkan bahwa bentuk dasar permukaan laut seperti nampak pada gambar di samping ini:

  • panjang penyeberangan: 17,7 km (11 mil)
  • lebar ’jembatan’ laut: antara 11-16 km (7-10 mil)
  • kedalam air laut pada ‘jembatan’ laut yg terdalam: 800 mt (½ mil)

Teluk Aqaba ini cukup dalam, pada bagian tertentu kedalamanya lebih dari 1600 meter, seperti nampak pada kiri dan kanan jembatan dasar lautnya.
YAHWEH tahu segala sesuatu!,

  • termasuk masa depan: sementara Abraham putus asa tidak punya anak, IA telah memberitahukan bahwa keturunan-nya akan diperbudak di negara asing, lama perbudakanpun IA tahu! (Kej 15:13-18)
  • bahkan dunia di bawah laut! Sebab IA adalah penciptanya; Akulah YAHWEH, Yang Mahakudus, Elohimmu, Rajamu, yang menciptakan Israel.”.., yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat, (Yes 43:15-16)

* ) ITB menterjemahkan lain, tertulis: “Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya, segala kereta Mesir, masing-masing lengkap dengan perwiranya. Semua terjemahan Inggris memguatkan terjemahan BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Setelah menyeberang Laut Merah

Tahun 1978, ketika Ron Wyatt telah menemukan bagian dari kereta perang di Teluk Aqaba ( bagian barat dari Laut Merah) ia tahu bahwa Gunung Sinai haruslah berada pada pantai yang berlawanan yaitu di Arab Saudi. Bagaimana dengan cerita tradisi yang mengatkan bahwa Gunung Sinai, dimana Musa mendapatkan dua batu loh, berlokasi di Dataran Sinai di Mesir (wilderness of the Red sea), daerah diantara kedua tangan Laut Merah, dimana terletak Gedung biara St. Catherine (dibangun antara 527-565 AD atas perintah ratu Helena, ibu dari kaisar Constantine)? Baca No Evidence, Archaeologists say (di Mesir!)

Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Elohim dan berdirilah mereka pada kaki gunung. Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena YAHWEH turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat. (19:17-18) Gunung Sinai melted (lumer) KJV; flowed (mengalir; seperti larva) The Sciptures (Hakim 5:5); gunung yang dibakar oleh api (Ibr 12:18, KJV). Berdasarkan ayat-ayat Alkitab enam tahun kemudian setelah penemuan roda-roda kreta perang, tahun 1984ia menemukan Gunung Sinai yang sebenarnya. Ditemukan juga suatu bukit batu yang bergambar 12 lembu yang ia percayai sebagai tempat diletakkannya dewa Lembu Emas dan tumpukan batu-batu di kaki bukit ini dipercayai sebagai altarnya (Kel 32:5) dan juga puncak gunung batu yang terbelah, dari mana air keluar setelah Elohim memerintahkan Musa untuk memukul batu agar umat-Nya bisa minum juga ditemukan (Kel 17:6; Maz 105:41) gunung-sinai-yang-terbakarGambar Puncak gunung Sinai yang hitam karena terbakar

Ayat-ayat yang meneguhkan bahwa Gunung Sinai yang benar berada di wilayah Arab Saudi dan bukan di Mesir:

  • Tetapi Musa melarikan diri … dan tiba di tanah Midian. Tinggal 40 tahun bersama seorang imam di Midian bernama Rehuel (Teman Elohim, artinya) nama lainnya Yitro dan menikah dengan putri sulungnya (2:15,21)
  • Musa menamai putra pertamanya Gersom, sebab katanya: “Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing.” (2:22; Kis 7:29,30). Ia tidak berada di Mesir sekalipun ‘warga-negara’ Mesir (2:19)
  • Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. … ia ke gunung Elohim, yakni gunung Horeb. YAHWEH bicara kepadanya melalui semak yang terbakar. “Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Elohim di gunung ini.” (Kel 3:1-12)
  • Rehuel atau Yetro , imam di Median (mertua Musa), berasal dari kota Al Bad. Jarak kota ini dengan Gunung Sinai (Jabel el Lawz, namanya dalam bahasa Arab), hanyalah 24 km / 15 mil
  • Josephus: (sejarawan Yahudi ) Gunung Sinai adalah gunung tertinggi di kota Median
  • Philo berkata Gunung Sinai berlokasi di timur Dataran Sinai dan selatan Palestina (Israel)
  • Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab (Gal 4:25)

Referensi:

    Bacaan berkait:

    Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

    Iklan

    Sepuluh Perintah YAHWEH


    Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran–sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu… (Gal 3:19)

    Banyak orang Kristen terkecoh antara Sepuluh Perintah YAHWEH dengan Perintah atau Hukum Taurat atau Torah Musa, sehingga terjadilah konflik-hati nurani (kebimbangan) dalam kehidupan mereka, mudah terombang-ambing dalam kehidupan rohani mereka, tidaklah heran jika damai sejahtera jauh dari mereka (Yakobus 1:6-8). YAHWEH menberikan hukum Sepuluh Perintah dan hukum-hukum lainnya kepada umat-Nya melalui nabi Musa. Hukum-hukum lainnya tersebut, dikenal sebagai “hukum Musa atau Torah / Taurat Musa” misalanya: 

    • Hukum Persembahan daging korban (ucapan syukur, pengampunan dosa); mengapa, binatang apa, kapan dan bagaimana.
    • Hukum Sunat lahiriah; kapan, siapa yang harus, tujuan
    • Hukum Sembayang di bait Elohim; bagaimana syaratnya, siapa yang boleh masuk (di ruang Mahasuci, di ruang Suci, di halaman), Giliran kelompok siapa.
    • Hukum makanan tahir (halal) dan najis (haram); binatang (darat, udara, laut), daging tahir namun dianggap najis,  makanan persembahan berhala.
    • Hukum Pernikahan dan poligami
    • Hukum praktis bagaimana menjalankan Sabat YAHWEH (pewaktuan, tanah garapan, pembebasan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan).
    • Dan lain-lain

    10 (Sepuluh) Perintah, benar sekali, tertulis di Pentateuch (Lima kitab Musa), namun berfungsi berbeda dengan Perintah tambahan dari Torah atau Taurat. 10 Perintah adalah hukum moral sedangkan Perintah Torah/ Taurat Musa adalah aturan praktis yang bersifat jasmaniah dan liturgi rohani, didasari dari 10 Perintah, bagaimana seorang umat YAHWEH harus lakukan.

    Perintah Torah yang ditambahkan ini pada umumnya adalah hukum-hukum yang dibuat sehubungan dengan “bagaimana” melakukan 10 Perintah YAHWEH. Dua kalimat kunci pada perkataan Paulus di atas ialah
    1. Hukum ditambahkan oleh sebab pelanggaran manusia; artinya: ketika perintah tidak dijalankan atau selalu dilanggar, maka hukum keluar, dan hukum ini akan bertambah banyak (diperinci) jika sebuah hukum dilanggar. USA mempunya ribuan hukum, contoh: ”Jangan membunuh” (Perintah YAHWEH ke 6) dari satu ini bisa menjadi puluhan hukum; pemilikan senjata api, hak bela diri, kriminalitas dll. Itu karena pelanggaran demi pelanggaran di USA.
    2. Hukum-hukum tertentu yang ditambahkan oleh Musa tidak berlaku lagi saat Yahshua datang, mati dan bangkit dari kematian-Nya. Segala hukum tertentu tersebut yang bersifat bayangan dari Yahshua, bukan saja tidak perlu lagi dilakukan, lebih lagi akan menjadi dosa yang berat jika itu tetap dilakukan – contoh: mempersembahkan binatang sebagai korban penghapus dosa. Ini berarti si pelaku menolak pengorbanan Putra Elohim di kayu salib bagi penebusan dan penyucian dirinya yang berdosa (Ibr 10:28-29).

    10 (Sepuluh) Perintah YAHWEH. Nabi Musa dengan matanya sendiri melihat bagaimana Elohim melalui jari-Nya sendiri menulis 10 Perintah tersebut ketika ia berada di gunung Sinai  (Kel 20:1-17, 22):

    • Kedua loh batu pertama (dibuat dan ditulis oleh YAHWEH) dipecahkan oleh Musa (Kel 31:18; )
    • Loh-loh batu kedua (dibuat dan ditulis oleh YAHWEH) (Kel 34:1, 28 )

    Pada batu loh pertama terdapat Perintah Moral untuk kita patuh dan memuliakan YAHWEH, yaitu hubungan vertikal kita dengan Pencipta kita. Pada batu loh kedua terdapat Perintah Moral yaitu hubungan horizontal kita dengan sesama manusia. Dari Sepuluh Perintah inilah lahirnya hukum-hukum lainnya, yang umum disebut ”Hukum (Taurat) Musa dan Kitab (Hukum) Nabi-nabi.”

    Apakah Sepuluh Perintah ini hanya untuk orang Israel? Tentu tidak! Perintah ini ditujukan untuk setiap umat-Nya yang telah dibebaskan dari perbudakan dosa; pertama Abraham, kakek dari Israel sebagai suatu bangsa yang telah dipilih-Nya (Kej. 12) dan berikutnya seluruh manusia yang telah dibenarkan-Nya melalui pengorbanan Yahshua, putra-Nya yang tunggal (Kis. Rasul 2). Seorang rabbi Yahudi abad 21 yang percaya kepada ajaran Yahshua berkata, “Torah tetap berlaku sampai sekarang, tetapi hanya bagi orang-orang yang mengikuti ajaran Yahshua (Yeshua).”

    Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yahshua telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Matius 22:34-36

    Jawab Yahshua kepadanya: “Kasihilah YAHWEH , Elohimmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (Matius 22:37-.38). Penjabarannya:

    Perintah mengasihi YAHWEH (Keluaran 20:3-10)

    • Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku. I
    • Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, YAHWEH (TUHAN), Elohimmu, adalah Elohim yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. II
    • Jangan menyebut nama YAHWEH (TUHAN), Elohim, dengan sembarangan, sebab YAHWEH (TUHAN) akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. III
    • Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat YAHWEH (TUHAN), Elohimmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan. engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, aau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. IV

    Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22:39). Penjabarannya:

    Perintah Moral – sesama manusia (Keluaran 20:12-17)

    • Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan YAHWEH (TUHAN), Elohimmu, kepadamu. V
    • Jangan membunuh. VI
    • Jangan berzinah. VII
    • Jangan mencuri. VIII
    • Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. IX
    • Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.” X

    Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Matius 22:40

    Beberapa contoh ayat yang membuktikan bahwa Sepuluh Perintah itu tetap berlaku sampai sekarang:
    Perintah I dan II: Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan [ajaran] wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. Wahyu 2:20

    Perintah IV: Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.” Kisah Para Rasul 15:21. Beribadah pada hari Sabat adalah kebiasaan Yahshua dan rasul Paulus. (Luk 14:6 dan Kis 17:2; 18:4).

    Perintah V: Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaknya mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Elohim. (1 Timothy 5:4)

    Perintah VI: Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Raka! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Matius 5:21-22.  Raka, bahasa Aram: bodoh dan tidak berakal, dalam ucapan sekarang sama seperti: Ideot!

    Perintah VII: Kata Yahshua kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”Matius 19:8-9 dan Lukas 16:18
    Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.” Markus 10:12

    Perintah VIII dan X: Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang … menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” Luk 20:46-47 , Markus 12:38-40.

    Perintah IX: Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan YAHWEH. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah … Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Mat 5:33-37). Juga Yak 5:12.

    Perintah X: Iri dan mengingini milik orang lain adalah perkara hati dan pikiran, orang lain tidak mengetahuinya, tetapi Elohim tahu. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. (Yak 1:14-15)
    Dosa raja Yerobeam yang sangat dibenci YAHWEH bersumber dari iri, ia ingin selamanya menguasai kerajaan keturunan raja Daud.

    Rasul Paulus menyatakan bila kita melakukan hukum kasih horizontal  (V sampai X) tersebut itu sama juga melakukan Torat/ Taurat. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. (Roma 13:8-10).

    Rasul Paulus di sini menyatakan dengan jelas, bahwa “menggenapi hukum Taurat” artinya bukan “tidak perlu melakukan hukum Taurat,” tetapi  itu berarti “melakukan SELURUH hukum Taurat.”

    Hal ini tepat seperti apa yang Yahshua Ha Mashiah katakan, pada Injil Matius 5:17-48 – “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (ay. 17), lalu Ia menjelaskan satu-persatu maksud Elohim yang sesungguhnya dari 10 Perintah tersebut sampai ayat 48! Mengenai perintah Taurat, Yashua sempurna melakukannya, sehingga Dia berani menantang para ahli agama “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? (Yoh 8:46).
    Pada doa-Nya di taman sebelum penyaliban Ia berkata:  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan (melakukan semuanya) yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.  (Yoh 17:4, 8).

    Jika ada orang Kristen yang berkata “Kita tidak perlu lagi melakukan 10 Perintah YAHWEH sebab kita telah diselamatkan oleh darah Yahshua, jadi sekarang kita boleh menyembah berhala, kurang ajar kepada orang tua, mencuri, berdusta, membunuh dan melakukan larangan YAHWEH lainnya.” (Roma 6:1) Maka Paulus yang pertama akan berteriak dengan keras kepada orang tersebut: “God forbid!” (KJV); “Tidak mungkin!” (ILT); atau “Sekali-kali tidak!” (ITB)

    Alkitab Perjanjian Baru tetap memerintahkan kita melakukan 10 Perintah YAHWEH, tepat sama seperti pada jaman sebelum Yahshua.

    Jadi apa sesungguhnya yang berubah dari 10 Perintah tersebut sejak Yahshua datang ke bumi? Tidak ada! Hukum YAHWEH itu kekal, seperti Dia adalah kekal. Hukum tidak berubah, yang berubah adalah tujuan dari perintah Taurat tersebut! Yaitu:

    • Sebelum Yahshua, tujuan dari perintah adalah mendapatkan pembenaran bagi pelakunya (Im 18:5;  Roma 2:13) – tentu seorangpun tidak akan ada yang bisa dengan kekuataannya sendiri (Roma 3:20), sesungguhnya Perintah ini adalah bayangan dari Yahshua, – sekarang, setelah beriman kepada Yahshua, perintah itu adalah sebagai bukti kasih kita kepada Elohim, menjadi teladan dan saksi untuk dunia bahwa benar kita adalah umat Kerajaan Sorga. (Yoh 14:21; Yoh 15:12-16)
    • Jika pada Perjanjian Lama itu dilakukan di BAWAH perintah Torat atau Taurat, sekarang di Perjanjian Baru perintah tersebut dilakukan di DALAM HATI DAN PIKIRAN kita! Artinya, ketika kita gagal melakukan salah satu perintah-Nya, kita tidak dihukum, sebab kita hidup bukan di BAWAH hukum, tetapi di DALAM anugerah-Nya. Yang diperlukan adalah hati nurani yang murni terhadap Elohim.
    Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog