Alasan Kyai Haji Saifuddin Ibrahim dari NTB berpindah ke Kristianiti


Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”  (Matius 5:14-16)

Saifuddin Ibrahim, atau Abraham (nama Kristennya), ayah dari 4 orang anak, dalam kesaksiannya memberikan beberapa alasan prinsip mengapa ia sebagai Kyai Haji dan sekaligus Guru Besar Universitas Muhammadiah meninggalkan jabatan, popularitas serta warisan, dan sekarang menjadi Penginjil dan hamba dari Adonai Yeshua Ha Mashiah; isterinya terkejut dan menangis berhari-hari, dan berkata kepadanya, ”Kamu pikir kamu itu siapa? Kowe itu Kyai! Kok iso-isone dhadi wong Kresten? (Kamu itu Kyai! Kok bisa-bisanya [kamu] jadi orang Kristen?). Peristiwa ini meneguhkan perkataan Yeshua yang berbunyi:  “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”(Mat 13:44-46)

Ketika Sadam Husein, putranya, mengetahui ayahnya telah menjadi orang Kristen, Sadam bertanya ”Mengapa ayah masuk Kristen?” Shariffudin memberi beberapa alasan.  Daftar alasan Saifuddin Ibrahim meninggalkan Islam di bawah ini saya buat berdasarkan dua buku tulisannya sendiri: Kenapa Saya Memilih Kristus (KSMK) dan Dialog Dengan Saddam Husein (DDSH). Dikelompokan dalam katagori:

  • Alasan Doktrinal Yohanes 14 ayat 6
  • Pengalaman pribadi
  • Panggilan Elohim pada diri Sarifuddin.

Artikel ini hadir untuk memberi pencerahan rohani bagi setiap pembaca, dan khususnya  menolak tuduhan kosong seorang Muslim di ForumMuslimMenjawab.com yang mengatakan Saifuddin Ibrahim sebenarnya seorang Misionari. Linknya tersedia di bawah. Dan pada link yang sama si penulis Muslim ini juga menyatakan tuduhan sejenis atas murtadnya Samuel Hermawan (nama Kristen; lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri / STAIN, di Bandung), Yusuf Roni (orang Palembang, yang sangat dikenal di berbagai organisasi pemuda Islam untuk wilayah Jawa Barat sebelum ia meninggalkan Islam. Tahun 1979, saya pribadi pernah menghadiri kesaksian pertobatanya di sebuah Persekuan Doa di Jakarta), Ali Markus (ex-anggota FPI), Ergun Caner (orang Turki hidup di AS; bapanya adalah pendiri mesjid di AS, Ergun dan Emir Caner penulis buku Unveiling Islam: An Insider’s Look at Muslim Life and Beliefs.Saya pribadi pernah membaca buku ini dan mendengarkan kesaksian pertobatan Ergun. Kakak beradik ini dua di antara banyak Muslim yang pindah ke Kristianiti). Fakta ialah para pemimpin Muslim Indonesia sadar apa yang sesungguhnya terjadi di dalam tubuh Islam Indonesia. Lihat juga Kampanye Save Maryam: 2 juta Muslim Indonesia murtad/tahun; benar tidak?
Kita tahu di dalam Islam, jika ada anggota keluarga yang pindah ke Kristianiti, maka pribadi itu akan dihapus dari keanggotaan keluarga, bahkan komunitasnya menolak pribadi tersebut, jadi “tidak di dapatinya data para ex-Muslim” bukanlah alasan yang benar bahwa para ex-Muslim tersebut adalah “Muslim-muslim palsu.” Demikian juga karena alasan “tidak bisa bahasa Arab,” jika standar ini dipakai maka logisnya ialah 90-95 % Muslim Indonesia adalah “Muslim-muslim palsu.” Muslim menolak para ex-Muslim adalah suatu dosa membunuh – tidak mengampuni indentik dengan dosa membunuh, berakhir di Neraka (1 Yoh 3:15), dan menuduh mereka sebagai “Muslim palsu” adalah tergolong dosa lainnya: dosa berdusta. Yeshua Ha Mashiah sebagai Hakim Akhir Jaman berkata bahwa para pembunuh dan pendusta akan dilempar ke Neraka (Wahyu 21:8). Tambahan kesaksian Ex-Muslim dari berbagai negara bisa dilihat di bawah.

Baca juga: Kesaksian K.H. Hamran Ambrie – Dari Pejuang Islam menjadi Pemberita Injil Yeshua Ha Mashiah

Latar belakang Saifuddin Ibrahim. [1] Lahir dan besar dari keluarga Muslim, ayahnya adalah guru agama. Pamannya adalah pendiri Muhammadiyah di Bima, mertuanya tokoh Islam di Jepara. Lulus dari SMA di Bima, Nusa Tenggara Barat, ia kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Ushuluddin jurusan Perbandingan Agama. Lulus kuliah menjadi pengajar di Bangsri Jepara 1996, dan mengajar di Pesantren Darul Arqom Sawangan Depok Jawa Barat. Tahun 1999, ia mulai mengajar NII Al-Zaytun Panji Gumilang di Haurgeulis Indramayu, suatu pesantren terbesar di Indonesia, dan memiliki mesjid yang bisa menampung 150.000 jemaat. Selama enam tahun ia mengajar Kuran, hadits, aqidah, akhlak, sejarah kebudayaan Islam dan jurnalistik. Ia adalah dewan guru paling dikenal oleh para santri dan wali santri, dan dikenal baik oleh masyarakat Haurgeulis-Indramayu. Ia adalah salah satu tokoh Muhammadiyah yang sangat aktif menyerang Kristianiti.  Kefanatikkannya terhadap Islam juga nampak dari pemberian nama kepada putranya: Fikri Khomeini, Mu’ammar Kadzafi, Saddam Husain.
Darah Yeshua di salib adalah Jembatan kepada Hidup KekalNamun ajaib, tepat seperti Adonai Yeshua Ha Mashiah telah berfirman: ”Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. (Wah 3:7), Roh Elohim mulai bekerja di dalam hidupnya – saat ia mulai kuliah di Universitas Muhammadiyah, ia mulai belajar isi Alkitab (untuk dimuridkan oleh dosennya bagaimana menyerang iman orang Kristen). Puncaknya, di akhir November 2005, setelah enam tahun menjadi dewan guru pesantrin Al-Zaytun Panji Gumilang ia dihadiahi oleh para tamunya 1400 buah Alkitab. Para tamunya adalah orang-orang dari The Gideon International cabang Jakarta dan Cirebon, benih Firman Elohim mulai tumbuh dan menerobos keluar tanpa terbendung. Pada tanggal 4 Maret 2006 – kurang dari tiga bulan –  ia berangkat dari Indramayu ke Cirebon untuk minta dilayani bagaimana menjadi orang Kristen, dihadapan 18 hamba YAHWEH dari beberapa kota, ia mengaku menjadikan Adonai Yeshua Ha Mashiah menjadi ADONAI  dan RAJAnya!

Di bawah ini adalah alasan-alasan mengapa Kyai Haji Sariffudin Ibrahim meninggalkan Islam agama yang ia telah tekuni sejak kecil dan menjadi orang Penginjil Kristen justru setelah menjadi Kyai.

A. Alasan Doktrinal. ”Setelah dibaca secara seksama maka Al-Quran sangat meragukan, kalau itu datang dari Allah,” Saifuddin Ibrahim.[2]
1. Perbuatan Muhammad [3]

  • Muhammad 27 kali terjun perang dan lebih dari ratusan kali mengirim pasukan untuk memerangi suku-suku yang lebih lemah. Sebaliknya ajaran Yeshua adalah KASIH. Dalam Perjanjian Baru tidak ada ayat yang membolehkan membunuh. [Muhammad hidup sekitar 600 tahun setelah Yeshua Ha Mashiah].
  • Hadits dalam Bab ”Menyusui Orang Dewasa” memerintahkan isteri untuk menyusui pria-pria yang bukan suaminya. Saifuddin berkata, ”Adil Imam dari Mesir masuk Kristen karena perintah Muhammad tersebut.” Lebih lanjut  ia menulis fatwa ini berlaku di abad 21: ”Arab Saudi, Mesir, Maroko telah memfatwakan mewajibakan seorang ibu rumah tangga untuk menyusui para pria pembantu: tukang masak, kebun, sopir menaruh mereka sederat dengan suaminya.” [4]
  • Surah-surah meneguhkan bahwa Muhammad tidak bisa melakukan satu mujizat pun, tidak seperti nabi-nabi di Alkitab. Surah 6:37; 13:7

2. Ajaran Kuran bertolak belakang dengan Alkitab. Ajaran Kuran memberi pola pikir bahwa orang Islam Yesaya 40 ayat 8 Firman Elohim kekal selamanyawajib hukumnya membela agama, membela nabi (Muhammad) dan membela Allah (jihad); kebalikan dari orang Kristen, sebab Alkitab mengajar Tuhan (Adonai) bisa membela dirinya sendiri, bahkan Ia membela orang Kristen. ”Itulah sebabnya tidak ada orang Kristen yang membakar mesjid,” dan ”Pendeta mendoakan orang Islam, dan menyebut Muslim sebagai saudara sepupu, sementara (pemimpin Islam) di kotbah Jumat mengutuk Yahudi dan Kristen, menyebut mereka sebagai kaum kuffar.”[5]Ia mendaftarkan 10 point perbedaan apa yang sesungguhnya diajar Alkitab dan di Kuran; diantaranya:[6]

  • Orang Muslim di Sorga akan minum arak (Surah 83:25), [yang dibumi saja sudah dilarang, bahkan oleh negara dan tidak dianjurkan oleh dokter.] Bandingkan dengan Pengkotbah 10:16-17, Rom 13:11-14.
  • Kuran menulis di Sorga akan ada perkawinan (S 55:76), bahkan menurut hadits, para Muslim yang mati karena berjihad akan mendapat 72 bidadari. Yeshua berkata sebaliknya, Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.” (Mat 22:30)
  • Kuran mengklaim Muhammad dikenal baik oleh pengikut ajaran Alkitab ”seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri” (S 2:146). Sebaliknya Muhammad tidak dikenal di Alkitab sama sekali, tidak pernah dinubuatkan.
  • Isteri-isteri boleh dipukul (Surah 4:34), sebaliknya Alkitab bukan hanya tidak boleh memukuli isteri, lebih lagi mereka harus dikasihi (Ef 5:25)

Bacaan sejenis:

3. Banyak sekali ayat-ayat Kuran yang meragukan imannya [7]
3.1. Ayat-ayat Kuran saling bertentangan satu dengan lainnya. Surah 4:82  – ”Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” terjemahan lain: Had it been from other than Allâh, they would surely have found therein much contradictions (NQ)[8]. – surah ini mengklaim superioriti Kuran, namun juga menjadi batu sandungan bagi Kuran itu sendiri.

  • S 4:82 mengklaim Kuran pasti dari Allah, namun S 69:40 berbunyi: Sesungguhnya Al-Quran itu adalah perkataan Rasul [Muhammad; lihat S 27:91 sebagai contoh].”
  • Allah Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana, namun dalam S 4:80 tertulis sekalipun 70 kali orang Muslim memohon ampun bagi orang fasik, Allah tidak akan mengampuni dia. Ajaran Kuran ini sangat bertolak belakang dengan Alkitab- Yeshua sendiri mengajar untuk semua pengikut-Nya mengampuni orang lain 7 x 70. Baca Yehezkiel 33:10-11.
  • Pada satu sisi Kuran mengatakan Alkitab adalah petunjuk dan cahaya serta kitab-kitab Allah dan Yahudi serta Kristen adalah saksi Kitab Suci tersebut (S 5:44), rugi jika tidak percaya (S 2:121), siapa yang memperselisihkan Alkitb adalah manusia yang menyimpang (S 2:176); tetapi di lain surah, Kuran menuduh kedua kelompok tersebut sebagai pembohong, menuduh telah mengkorupsi Alkitab (S 3:78). [Fakta adalah Firman Elohim berkata Alkitab tidak boleh ditambah dan dikurangi, sementara di dalam ilmu agama Islam ada pelajaran ”pembuangan, penggantian dan penambahan surah-surah di Kuran”]
  • Kiblat sembayang berpindah dari kota suci Yerusalem ke kota Mekkah, setelah orang Yahudi menolak kenabian Muhammad (S 2:144 & 27:91)
  • Kitab Suci sebelumnya mengajar ”Kasihilah sesamamu manusia” (Im 19:18, Mat 5:44), namun ”nabi terakhir” mengajar ”perangilah musuh Allah dan rasul-Nya (Muhammad) (S 2:190-191, 9:5, 123; 47:4 dll.) bahkan menghalalkan membunuh orang Yahudi dan Kristen yang adalah Umat Perjanjian-Nya (S 9:29)
  • Yang lebih meruntuhkan imannya adalah Allah di Kuran adalah Allah yang sewenang-wenang, ia menyesatkan orang yang ia mau sesatkan (S 16:93, 6:125), berbeda sekali dengan Allah di Alkitab yang mencari dan menyelamatkan yang tersesat (Yoh 3:17 & 12:47).

3. 2. Banyak ayat-ayat Kuran yang bertentangan dengan sejarah Alkitab, sebagai Kitab Suci yang lebih awal. Dari 10 point, diantaranya: [9]

  • S 2:34 – Allah menyuruh malaikat menyembah Adam dan malaikat menolak. Alkitab tidak pernah meyuruh malaikat menyembah manusia, kecuali Yeshua, Putra Elohim, Alkitab mencatat Setan / Iblislah yang tidak mau menyembah Elohim
  • Abraham dibakar di dalam api karena imannya (S 21:68), Alkitab menulis itu terjadi pada Sadrak, Mesakh dan Abednego oleh raja Nebukadnezar. Perbedaan waktu hidup Abraham dan Sadrak sedikitnya 1400 tahun.
  • Musa diangkat anak oleh isteri Firaun (S 28:9), Alkitab menulis oleh puteri Firaun (Kel 2:5)
  • Kuran menulis Haman hidup di Mesir pada jaman Musa; Haman terdapat pada kitab Ester – beda tempat dan waktu. ”Raja Ahasyweros dengan raja Firaun berbeda zaman dan tempat bagaimana bisa berbeda jauh? Adakah ahli sejarah Islam yang bisa membantu saya?” Saifuddin menulis
  • Kuran menulis ibu Yeshua bernama Maryam saudara dari Harun; Alkitab menulis Maryam dan Harun adalah kakak-kakak dari Musa. Beda waktu dan orang. S 19:23 menulis Yeshua lahir di bawah pohon korma, Alkitab menulis di dalam palungan (di kandang domba) (Luk 2:7, 12, 16)
  • Isa (Yeshua) tidak mengalami kematian sama sekali (S 4:157-158), namun S 19:15 & 33 tertulis Yeshua meninggal dan bangkit dari kematian.

Mazmur 119 ayat 105 Your Word is a lamp and a lightB. Pengalaman pribadi [10]
1. Islam tidak mampu mengisi kehampan hatinya. Sejak ’nubuatan’ pemimpin pesantren Haurgeulis Indramayu, kepada dirinya: ”Kalau ustadz Saifuddin Ibrahim yang diutus ke acara Natalan, bisa-bisa nanti pulang jadi pendeta Abraham,”  – perkataan kelakar ini disambut tertawaan semua yang hadir – di akhir tahun 2005 tersebut ia mulai mengalami rasa jenuh, tawar dan hampa. Mulai dihinggapi perasaan takut akan dosa, takut mati. ”Saya sepertinya hidup tanpa harapan lagi. Saya jatuh ke dalam sumur tanpa dasar,” ia menulis.
2. Kuran mendorang ia untuk mencari jawaban dari Alkitab [fondasi dari semua Theoisme]. Sebagaimana Muhammad diperintahkan Elohim: S 32:23; 6:92. Sebab Muhammad hanya seorang pemberi kabar (S 18:110). Surah 43:61 – Sesungguhnya Isa [orang Kristen menyebutnya: Yeshua / Yesus] benar-benar mengetahui hari Kiamat, maka janganlah kamu ragu tentang Kiamat. Ikutlah aku (Isa), inilah Jalan Yang Lurus.” ”Semakin tegap langkah saya mengikuti shirotal mustaqim yaitu Yeshua Ha Mashiah. Dialah Jalan, Kebenaran dan Hidup!” Syariffudin menulis.
3. Ajaran Alkitab ajaran yang ajaib baik saat sekarang maupun masa depan. ”Lebih kaget lagi tatkala saya belajar dan membandingkan sendiri isi kedua kitab suci ini, maka sayang sekali kalau saudara muslim tidak membaca sendiri Alkitab. Baru saya sadar bahwa ayahibu saya dan kakek moyang saya sengaja menyembunyikan kekristenan sebagai ajaran yang ajaib dan luar biasa bagi hidup toleransi dan damai masa depan.” Saifuddin Ibrahim. Dicontohkan: Terkesan dengan kebaikan orang Kristen. Pemuda dari Bima ini bercerita kejadian di dalam bus di Jakarta, ketika ia ingin mengunjungi rumah bibinya. Pemuda Kristen yang duduk di sebelahnya bertanya mau kemana, dan Sariffudin menunjukkan alamat yang tertulis di kertas. Pria itu tanpa diminta menawarkan jasanya ”boleh saya antar?” Pria Kristen ini membayar ongkos bis, becak, bertanya kepada orang-orang untuk menemukan alamat, dan mengantar dirinya sampai ke rumah bibinya. Ketika Sariffudin ingin memberi uang, pria yang lebih tua sekitar tiga tahun dari dirinya ini hanya tersenyum dan menolak dengan halus, ”Saya masih punya, terima kasih.”

”90% manusia beragama [Islam] karena ikut orang tua. Bukan karena kesadaran atau belajar kebenaran,” Shariffudin Ibrahim

Yeshua Ha MashiahC. Panggilan Elohim pada diri Sariffudin [11]
1. Pernah membaca Alkitab

  • pada masa kecilnya.  Ia telah mengenal sebagian isi Alkitab sejak di bangku SD. Ia memiliki Kitab Perjanjian Baru, Mazmur dan Amsal yang ia baca setiap ada kesempatan bahkan sering dibacanya dengan suara keras. Sampai suatu hari ibunya mendengar, lalu mengambil kitab itu dan menyembunyikannya. ”Nanti kamu akan masuk Kristen,” ibunya berkata.
  • Pada waktu kuliah agama. Sejak kuliah agama Islam ia diajar isi Alkitab oleh Kiai Arkanuddi Solo, dan ia sendiri rajin membaca Alkitab  – hanya untuk satu tujuan: ”bukan untuk mencari kebenaran, melainkan untuk mencari ayat-ayat yang dapat menunjang pendirian saya sebagai mubaligh muda dan untuk menyerang orang Kristen,” tulisnya. (Lukas 24:25 )

2. Mimpi duduk bersama para nabi. Setelah ia jadi orang Kristen ia sekarang mengerti arti mimpinya saat menjelang ujian Sekolah Dasar. Dalam mimpinya ia duduk bersama-sama nabi-nabi besar di musholanya. Di sebelah kanannya adalah Nuh, Abraham dan Musa lalu Yeshua, namun nabi Muhammad ada di sisi kirinya.

Penutup. Sekalipun isterinya menawarkan dirinya sendiri untuk dimadu dengan syarat suaminya ini balik ke Islam dan juga minta dicerai. Dalam Hukum Islam pria boleh memiliki 4 orang istri, namun istri dilarang memiliki lebih dari satu suami. Sariffudin menolak praktek poligami dan menolak menceraikannya, sebaliknya ia tetap setia dan mendoakan isterinya. Ia berpegang pada prinsip Kristianiti untuk setia kepada satu istri. Karena perubahan hidup Abraham, Sariffudin Ibrahim yang telah lahir baru, dan kepatuhannya kepada ajaran Adonai Yeshua Ha Mashiah, sehingga istrinya yang kuat di dalam Islam akhirnya dapat melihat kebenaran dan kuasa Yeshua. Akhir Desember 2008 istrinya menjadi percaya kepada Yeshua dan memberi dirinya dibaptis.[12]

Bacaan kesaksian berkait:

Referensi:

Catatan Kaki:
[1] Rangkuman dari buku Saifuddin Ibrahim, Kenapa Saya Memilih Kristus (KSMK)
[2] Saifuddin Ibrahim, Dialog Dengan Saddam Husein (DDSH), Pendahuluan
[3] DDSH, Bab 1: Kalau ada mujizat, saya masuk Islam lagi
[4] DDSH, Bab III Sepuluh Perbedaan Cerita
[5] Saifuddin Ibrahim, DDSH, Pendahuluan
[6] DDSH, Bab IV Agama Legitimasi
[7] DDSH, Bab I:
[8] NQ: versi the Nobel Qur’an
[9] DDSH, Bab II Sepuluh Perbean Cerita
[10] KSMK, Bab II. The Gideons
[11] KSMK, Bab VI Yesus waktu aku kecil
[12] KSMK, Bab VII Tetap Teguh

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Kampanye Save Maryam: 2 juta Muslim Indonesia murtad/tahun; benar tidak?


Kampanye Save Maryam benar atau tidakGadis Muslim Maryam sedang mencari kebenaran, ia perlu diselamatkan clip film kampanye ini berkata. Kampanye Save Maryam mentargetkan pengumpulan uang  sebanyak 2 juta dollar untuk kampanye TV Islam demi menghidupkan agama Islam di Indonesia yang sedang sekarat ini. Rima Amin berkata, Kampanye Save Maryam ini di motori oleh yayasan zakat (pengumpulan uang) Mercy Mission, di Inggris saja sudah berhasil mengumpulkan uang sebanyak 20.000 £

Benarkah klaim 2 juta pertahun Muslim Indonesia murtad ke Kristianiti? Dari mana pembuat  Save Maryam mendapat data tersebut atau metode statistik apa yang mereka telah pakai?  Apa motive sesungguhnya yayasan zakat yang berpusat di London ini?

Terlepas dari masalah angka murtad yang diberikan oleh yayasan zakat Mercy Mission di atas, mungkin yang lebih penting dipertanyakan, khususnya oleh para pemimpin Islam adalah

  • Mengapa orang Muslim murtad/ keluar dari Islam dan pindah ke Kristianiti?” dan
  • Dapatkah kampanye media Islam membangkitkan kembali semangat Islam atau berefek sebaliknya, meruntuhkan?”
  • Apakah aksi kekerasan dan penutupan paksa Gereja-gereja dari Jemaah Islamiah dan Front Pembela Islam (FPI) beberapa dekade belakangan ini justru penyebab rusaknya citra Islam di Indonesia?

Beberapa alasan utama mengapa begitu banyak Muslim (orang Islam) pindah ke Kristianiti, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Timur Tengah dan Afrika khususnya negara-negara yang terletak di Laut Mediterranean atau Laut Tengah; Afrika utara, Israel, Syria, Turki) adalah:

A. Konflik-konflik di Intern Islam.
1. Konflik berdarah yang berkepanjangan di antara kelompok-kelompok aliran Islam sendiri; Sunni lawan Shia, Sunni lawan Ahmadiyah, Sunni lawan Sufi dsb. Menklaim aliran yang paling benar dan lainnya aliran Islam yang salah. Puluhan ribu meninggal dan luka berat per tahunnya akibat perbedaan doktrin di antra aliran Islam.

2. Impian bangkitnya kembali kejayaan Kalifah yang dipaksakan; berakibat saling sikut dan ingin mengepalai aliran Islam lainnya, menterror negara-negara tetangga (Islam moderat dan non-Islam) untuk menerapkan Hukum Sharia atau dimusnahkan (seperti Mali, Nigeria, Somalia, Sudan Selatan, Syria dsb.)

Kedua alasan utama ini adalah jelas kesalahan pemimpin Islam itu sendiri, menyebabkan banyak orang Islam tidak puas dan meninggalkan Islam pindah ke agama lain bahkan ke agama Hindu dan Buddha yang ajaran Islam menganggap sebagai agama-agama penyembahan berhala.

B. Faktor Muslim pindah ke Kristianiti
1. Karena ajaran Kristen sangat berbeda dengan ajaran Islam:
a. Elohim (God/ Allah) mencari manusia berdosa bahkan mengorbankan ”Putra Tunggal-Nya” mati untuk mereka. Kalimat berthemakan ”Elohim mengasihi manusia” begitu jelas dan banyak terdapat di Alkitab.
b. Elohim begitu dekat dengan umat-Nya, bahkan tinggal di dalam hati mereka melalui Roh Kudus-Nya. Firman-Nya sendiri mengajar bahwa Ia minta umat-Nya memanggil-Nya ”Bapa” dan ”Sahabat.”
c. Bagi mereka yang pernah membaca Alkitab dan  Kuran, tentu tahu bahwa cerita di Alkitab itu teratur, jelas, merangkup sepanjang waktu, mudah dimegerti dan dapat menjawab kebutuhan semua pembacanya – dari anak kecil sampai professor. Berisi lebih dari 800 kalimat nubuatan.
d. Ajaran Alkitab itu konsisten. Keadilan dan kebenaran berlaku setara bagi umat Kristen maupun non-Kristen. Hak wanita begitu tinggi dan dihormati di Alkitab.
e. Mengasihi saudara-saudari seiman; bahkan mengasihi orang yang membenci mereka. Ajaran ”mengasihi dan mengampuni orang lain” sangatlah besar di dalam Kristianiti, sebaliknya di dalam Islam ”kasih dan pengampunan” seperti segelas air di gurun pasir yang sangat terik.
f. Motif perbuatan baik Kristen di dasari oleh ucapan terima kasih atas apa yang Yeshua Ha Mashiah (Yesus Kristus) telah lakukan kepada mereka, bukanlah untuk pencarian keselamatan kekal.
g. Kepastian masuk Sorga begitu jelas, sehingga mereka siap menderita dan teraniaya demi iman mereka selama hidup di dunia yang singkat ini.

2.  Faktor pengabaran Injil (Kabar Baik)
a. Orang Kristen menyebarkan iman mereka disertai kuasa supernatural (mujizat kesembuhan, pengusiran roh-roh jahat).
b. Mereka menginjil dengan landasan kasih dan belas kasihan, bukan dengan terror atau ancaman apalagi paksaan.
c. Tidak diragukan orang Kristen memakai semua media untuk pemberitakan Kabar Baik mereka, dari Radio sampai teknologi satelit: Al Hayat. Zakat Mercy Mission mau meniru cara Kristen ini, boleh saja; tetapi hasil tidak dijamin. Mengapa media Kristen begitu sangat berpengaruh dan sangat kuat menarik minat orang Islam, sementara media Muslim tidak (ada cukup banyak saluran TV berbau Islam di Indonesia)? penyebabnya adalah kuasa Elohim orang Kristen nyata dan isi beritanya adalah bukti hidup.  Lihat Film DVD Finger of God (mujizat-mujizat di lapangan); Furious Love (praktek kasih) dan Father of lights (kasih dan terang Adonai menarik banyak orang).  Ketiganya dibuat oleh Wanderlust productions. Atau lihat It’s Supernatural.

Motif dan metode dari Yayasan zakat Mercy Mission diragukan oleh orang Islam sendiri:
a. Rima Amin mempertanyakan mengapa uangnya dipakai untuk kampanye media, bukan untuk pendidikan dan kebutuhan hidup orang-orang Islam.

b. Fahita Advani (Muslim Indonesia) menyatakan beberapa kebohongan badan pengumpulan Zakat Mercy Mission, ”Ketika Maulana (Muslim Indonesia) megunjungi kantor mereka di London, mereka (orang Mercy Mission) mengakui bahwa klaim dua juta (murtad ke Kristianiti)  hanyalah strategi pemasaran saja” dan  “Mercy Mission juga telah mengklaim bahwa mereka bergabung dengan (organisasi Islam) Muhammadiyah, pemimpin Muhammadiyah menolak klaim ini.” Karenanya Fahita berharap orang-orang Mercy Mission tidak menyebarkan kebohongan dan penipuan, khususnya untuk tujuan mengumpulkan uang untuk ‘organisasi’ mereka. Untuk orang yang sungguh mencari kebenaran dan kejujuran, metode yang dipakai yayasan zakat Mercy Mission sungguh mencoreng agama Islam dan memalukan pemeluknya yang tulus hati, sekalipun dalam tujuan dakwa Islam metode berbohong (taqiyya dan kitman) itu dibenarkan oleh Kuran.

Sensus penduduk Indonesia 2010 menyatakan pertumbuhan Kristen 500.000 pertahun, tapi klaim 2 juta muslim pindah ke Kristen yang dibuat oleh Zakat Mercy Mission jelas motivinya perlu dipertanyakan, ada kemungkinan yayasan zakat ini ingin berbuat sekali tepuk dua lalat mati (mendapat keuntungan uang dan sekaligus merusak kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia), demikian beberapa komentar orang Islam Indonesia menanggapi kampanye Save Maryam di atas.

Ini nasehat bagus dari Gamaliel, seorang Mahkamah Agama yang terkenal di jaman Yeshua Ha Mashiah,  bagi para pemimpin Islam yang ingin menekan Kristianiti:

Sesudah itu ia berkata kepada sidang: “Hai orang-orang Israel (ganti kata Israel dengan Islam), pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap. Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya. Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Elohim (Allah), kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Elohim (Allah).” Nasihat itu diterima. (Kisah para Rasul 5:35-39).

Indonesia sebelum dimasuki oleh imam-imam Islam dari Timur Tengah, cukup mundur 30 tahun kebelakang dari sekarang, adalah negara yang damai, rakyatnya bergotong royong dan saling mengunjungi di hari-hari raya Islam dan Kristen, saling berjabat tangan jika bertemu dan mereka saling bertamu. Semua ini hampir hilang dan terancam musnah oleh karena faham dan budaya asing yang masuk melalui guru-guru Islam ke bumi Pancasila. Semoga YAHWEH Yang Mahaesa dan Pemurah memelihara kerukunan dan kestabilan bangsa dan negara Indonesia. Agama dapat membawa perpecahan jika terlalu di expose, tetapi Firman Elohim membawa perdamaian, pengampunan, kebenaran dan keselamatan.

Bacaan berkait:

Referensi:

 Komentar pada artikel ini ditutup karena sudah cukup banyak. Terima kasih. Moderator
Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Kesaksian Ibrahim Muslim Kosovo beriman pada Yeshua Ha Mashiah


Catatan dari Editor: Terjemahan Indonesia ini adalah hasil gabungan dari dua sumber, bahasa Albanianya (diubah ke Indonesia melalui google)  dan bahasa Inggrisnya. Terjemahan ini bagaimanapun juga didasarkan atas text Inggrisnya.
Kata Zot (Alkitab Albania) berarti YAHWEH; diterjemahkan sebagai ”ADONAI/ LORD/ TUHAN/Tuhan), dan Perëndiberarti Elohim atau God dalam Alkitab Indonesia diterjemahkan sebagai “Allah.” Kata ”ALLAH/ Allah” (Allahu; Albania) pada terjemahan Indonesianya di sini merefer pada ’Deiti’ umat Islam. Ayat Alkitab dalam tanda ”Kutipan,” kalimat dalam kurung siku beserta gambar ditambahkan. Kata dalam tanda kurung adalah kutipan dari sumber artikel dan atau ditambahkan untuk memperjelas kalimat dari sumber-sumber aslinya.
Selamat membaca. Anggur Baru.

Peta Kosovo, Eropa Timur[Latar belakang masa kecil Ibrahim]
Nama saya adalah Ibrahim dan saya berasal dari sebuah keluarga Islam tradisi dari Kosovo. Sejak masa kanak-kanak saya memiliki ketertarikan yang besar tentang agama. Saya kagum dengan pemikiran adanya Elohim (Perendi) yang telah menciptakan segala sesuatu di langit dan di bumi dan saya rindu untuk mengerti seperti apakah Elohim ini. Saya ingat nenekku mengajariku sebagai anak kecil untuk selalu berbicara keras ”bismillah,” pengucapan Arabnya “bismi-llāhi ar-rahmāni ar-rahīmi” sebelum dan dan bangun tidur juga selalu sebelum makan dan berterima kasih kepada Allah setelah makan dengan mengucapa ”Alhamdulilah.” Nenekku sering membawa saya ke kamarnya untuk berdoa bersamanya dan ia mengajariku bahwa setiap kali aku takut akan kegelapan atau apa pun, saya akan dilepaskan dari takut tersebut dengan mengucapkan ”bismillah” tiga kali secara berurut. Dan saya pun melakukannya.

Yeshua: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)

Keluargaku terdiri dari ayah dan ibuku, dan kakak laki-laki delapan tahun lebih tua dari ku. Saat itu saya duduk di bangku SD (Sekolah Dasar), kakaku di universitas. Dia sangat rajin belajar hingga suatu hari ia keracuan gas air-mata di asrama kuliahnya. Pasukan penjajah yang saat itu di Kosovo hendak mengusir semua mahasiswa dari semua asrama dan kampus-kampus, begitulah caranya mereka melakukannya. Sejak saat itu kondisi kesehatan kakak saya memburuk. Setahun kemudian dia menjadi sangat sakit dan banyak dokter tidak mampu menemukan dengan tepat penyakitnya, hanya memberi pernyataan sistem syarafnya telah rusak disebabkan oleh kelemahan otot. Kurang dari setahun dari sakitnya ia meninggal dunia di usia 22 tahun. Tragedi ini telah merubah arah kehidupan kami. Saya berusia 14 tahun ketika kehilangan kakaku. Ibuku mengalami depresi berat sementara ayahku mencoba mencari penghiburan dalam (agama) Islam melalui mulai menjalaninya [sebelumnya hanya nominal Muslim].

[Memperdalam ajaran agama Islamnya; pandangan Islamnya tentang ajaran Kristianiti]
Untuk ku, ini adalah waktu pencarian dan pengenalan lebih tentang Elohim melalui memperdalam pengetahuanku dan kesetianku kepada Islam, tanpa berpikir terlebih dahulu tentang agama lainnya. Dahulu saya berpikir hanya Elohim yang tahu alasan dibelakang kematian kakakku dan kami harus bersabar terhadapat keputusan apapun yang datang dari YAHWEH sebab baik dan buruk datangnya dari Elohim [Ini ajaran Islam yang bersumber dari faham predistinasi; bandingkan dengan Alkitab: Yohanes 10:10 dan Yakobus 1:16-17 misalnya].
Tragedi ini menambah ketertarikkan ku kedalam agama (Islam) ku. Saya secara rutin pergi ke mesjid, sembayang (sholat) dalam bahasa Arab, membaca Kuran dan Hadis-hadis, dan menemukan kepuasan di dalam apa yang saya lakukan. Setiap kali saya akan pergi ke mesjid saya pastilah berterima kasih kepada Elohim (Perendine) bahwa saya terlahir sebagai Muslim, sebab Islam adalah (was; past tense form) satu-satunya agama yang diterima dihadapan ADONAI (Zoti) dan jalan satu-satunya menuju keselamatan. Segera saya membentuk cara pandang (worldview) akan Islam dan secara umum akan agama-agama: Kuran adalah wahyu terakhir yang diturunkan Allah, Ia adalah esa, Dia tidak dilahirkan dan tidak juga melahirkan siapapun; tidak ada siapa pun yang sederajat dengan Dia. Keputusan-Nya mutlak dan saya haruslah pasrah saja menerima apa saja yang datang kepadaku [takdir; agama Islam menyebutnya]. Allah mendengar secara langsung doa orang tanpa perantara (intercessor). Allah tidak perlu seorang anak dan apa yang orang Kristen percaya adalah salah sama sekali. Mereka akan dihukum karena berbuat ”syrik”, dosa terbesar yang manusia dapat lakukan. Karenanya, saya haruslah selalu ada hati-hati terhadap napsu penyembahan berhala, jangan pernah menghubungkan segala sesuatu dengan Allah sebab Dia marah besar dan pastilah saya juga akan ada dihukum. Karena alasan khusus ini beserta perubahan Firman Allah yang disengaja, saya telah membenci orang-orang Kristen dan Yahudi. Lagipula para imam di mesjid-mesjid yang saya kunjungi berkotbah melawan kedua kelompok tersebut. Saya ingat sekali waktu ketika pamanku menyunat putranya bagaimana imam yang bertugas mengajar bahwa orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang dikutuki dan tidak ada sesuatu yang baik keluar dari mereka, hanyalah kejahatan, dan Yahweh (Adonai Yeshua Ha Mashiah atau Isa al-Masih Muslim memanggil-Nya) pastilah akan menghukum mereka dengan cara yang keras di Hari Penghakiman. Saya saat itu tidak setuju dengan imam tersebut sebab orang-orang Kristen lebih layak menerima hukuman dari pada orang Yahudi, sebab orang-orang Kristen merubah seorang pria biasa [Yeshua / Yesus] menjadi Elohim dan menghujat melawan ketunggalan ADONAI. Saya tidak dapat mengerti sama sekali bagaimana mereka telah dapat melakukan kesalah sejenis itu. Itu sungguh tidak dapat diterima oleh ku, tidak dapat dibayangkan, dan sesuatu yang sangat menjijikkan.

YAHWEH: “Sebab sebagaimana langit lebih tingg dari bumi, demikianlah jalan-jalan-Ku lebih tinggi dari jalan-jalanmu, dan rancangan-rancangan-Ku dari rancangan-rancanganmu.” Yesaya 55:9; ILT

Dengan pandangan-pandangan akan Islam dan Kristianiti tersebut saya berpindah ke Prishtina, ibukota, untuk tujuan mendaftar di universitas. Dalam tahun kedua dari studiku saya memutuskan untuk bergabung dengan sepupuku untuk tinggal sekamar dengannya sementara belajar di Prishtina. Ini mungkin waktu terbaik kehidupan kuliah kami sebagaimana kami membagi dan mendiskusikan banyak hal dari kehidupan kami. Agama adalah satu dari beberapa topik kami diskusi dan sering kali kami berbicara sampai dini hari. Sepupuku ini juga berasal dari latar belakang Islam tetapi lebih dipengaruhi pemikiran sekuler. Meskipun demikian kadang-kadang ia membaca buku-buku agama. Dia percaya Elohim ada tetapi kita sebagai ”kaum intelek” harus melihat hidup kita tidak hanya melalui agama, sebagai gantinya kita haruslah memenuhi karir dan ambisi kita. Sementara kami diskusi tentang masalah-masalah ini, sepupuku ini memiliki paman di Finlandia yang telah berpindah ke Kristianiti. Dia juga salah satu dari sepupu jauhku tetapi usianya sedikit lebih tua dari ku, saya suka memanggilnya juga paman. Dia telah menerima Ha Mashiah (Kristus) beberapa tahun lalu dan telah mencoba berdiskusi dengan sepupu teman kamarku ini banyak kali sebelumnya, tetapi pada titik tertentu dia berhenti berbicara kepad pamannya tentang masalah-masalah agama karena ia merasa pamannya ingin memaksakan kepercayaannya pada dia. Saya berkata kepada teman kamarku saya tertarik berdiskusi dengannya karena saya telah mendengar banyak hal buruk tentangnya meninggalkan jalan yang benar termasuk bahkan bantuan keuangan supaya berpindah ke Kristianiti. Ini menyebabkan saya tanpa ragu-ragu membuka diskusi  saat kesempatan pertama ia menelepon kami.
Untuk paman kami di Finlandia, ini berarti lampu hijau untuk memulai diskusi-diskusi baru.

[Diskusi Islam-Kristianiti via telpon; Buku Ahmed Deeded & Abdul Ahad Dawud VS Alkitab & literatur Kristen]”Apa yang telah membuatmu mengganti agama, paman?,” tanya saya kepadanya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut tidaklah mungkin untuk diskusi ini untuk selesai hanya dalam satu jam. Dia terus melakukannya begitu sering bahkan setiap hari, melalui percakapan berjam-jam. Saya menerima Alkitab pertama dalam bahasa Albania dari Finlandia dan juga beberapa buklet yang ia bisa dapatkan dari sana di dalam bahasa Albania. Bersama literatur tersebut, dia mengirimi kami juga sebuah paket berisi kaset-kaset audio (suara) dimana ia dia akan berbicara lebih khusus pada topik-topik yang mungkin kami akan tanyakan di dalam percakapan telpon. Sepupuku dan saya mendengarkan kaset-kaset tersebut setiap malam. Ada dua hal yang sangat sulit bagi ku sementara mendengarkan kaset-kaset tersebut. Pertama, disamping menerangkan iman Kristen, dia juga mengeritik Islam dan khususnya Muhammad. Itu membuat saya sangat marah. Kedua, dia berdoa untuk kami di dalam nama Yeshua (Yesus), lebih lagi, dia mengalamatkan Elohim sebagai Bapanya. Saya tidak dapat tahan mendengarkan doa-doa tersebut dan selalu melewatinya.

Setelah satu dari beberapa kaset tersebut, saya membuka Alkitabku untuk pertama kali, tetapi setelah beberapa hari membacanya saya berhenti melakukannya. Saya tidak mampu membaca Alkitab. Setiap garis kalimat saya baca saya akanlah berpikir bahwa itu dimanipulasi dan dibuat oleh tangan-tangan manusia. Lebih lanjut, dikarenakan peremehkan kepada iman Kristen dan orang-orang Kristen yang saya rasakan telah menyebabkan diriku merasa tidak nyaman sementara membaca Alkitab. Meskipun demikian, saya terus berdiskusi dan berbicara secara intensif dengan pamanku yang tinggal di Finlandia. Pada saat itu, sepupu juga turus bergabung meskipun dia telah mengentikan berdiskusi lebih awal namun ia terus mendengarkan kaset-kasetnya bersama saya.

Paman kami di Finlandia sangat bersemangat dan berapi-api sehubungan dengan iman barunya. Segera saya dapatkan bahwa tidak satupun dari tuduhan-tuduhan keluarga kami telah berikan menentang dia adalah benar. Saya bisa rasakan dia benar-benar yakin tentang Yeshua Ha Mashiah adalah jalan satu-satunya ke Sorga.

Bagaimanapun, sementara dia membagikan ajaran Kristianiti saya menyerang balik dirinya dengan menekankan bahwa Kuran adalah wahyu terakhir yang telah diturunkan secara langsung dari Elohim, dijaga oleh Elohim dari segala kesalahan, kitab yang berisi penuh dengan penemuan-penemuan sains dan jauh bermutu dibangingkan Alkitab. Ini menjadikan banyak perdebatan panas diantara kami. Sekarang teman kamarku bersama denganku dan kami membentuk team untuk menghancurkan argumen-argumen paman kami dengan bukti-bukti yang kami miliki. Saya menemukan beberapa buku tulisan Ahmed Deedet yang membahas kontradiksi-kontradiksi Alkitab, perbedaan Alkitab-alkitab yang dimiliki orang Kristen, penyaliban sebagai dongeng dan banyak kesalahan Alkitab (satu yang sungguh panas, “50.000 kesalahan di dalam Alkitab”). Saya juga menemukan beberapa buku dari penulis-penulis lain, yang mana teman-temanku dan saya berpikir ini semua akanlah ada senjata-senjata kami melawan paman kami. Saya periksa semua buku, tetapi meskipun beberapa tuduhan melawan Alkitab kedengarannya masuk akal untuk ku, saya memiliki kesulitan yang besar untuk percaya pada semua tuduhan-tuduhan ini. Saya mempelajari sebuah buku Muhammad di dalam Alkitab (Muhammad in the Bible)” ditulis Abdul Ahad Dawud bekas pastor (Gereja Roma) Katolik dan meskipun saya percaya bahwa Muhammad disebut di Alkitab, saya tidak dapat menerima semua klaim-klamnya. Menurut dia bahkan Yohanes Pembaptis bernubuat tentang Muhammad dan setiap nubuatan hampir sangat jelas menunjuk kepada Yeshua, dia menginterpretasikannya sebagai referensi ke Muhammad. Buku-buku ini bukannya memperkuat imanku dalam Islam, dalam ketakjubanku mereka telah memberi efek yang kebalikkannya atas diriku. Bagaimanapun, saya terus memakai buku-buku tersebut melawan pamanku, tetapi itu menjadi jelas bahwa membuktikan bahwa Alkitab adalah sungguh kontradiktori dan penuh kesalahan tidaklah sebuah pekerjaan yang mudah dilakukan sama sekali. Bukan hanya karena pamanku memiliki jawaban-jawaban yang bagus kepada kontradiksi-kontradiksi dan kesalahan-kesalahanku, tetapi pengarang-pengarang ini juga mengecewakan ku melalui mencoba memungkinkan ”misi yang tidak mungkin” (trying to make the impossible mission possible) melalui mengalamatkan kepada Muhammad banyak nubuatan dan argumen lainnya yang (sesungguhnya) dialamatkan ke Yeshua. Logikaku tidak dapat menerima semua itu. Saya rasakan sekali bahwa pengarang-pengarang ini tidak jujur di dalam motiv mereka terhadap Yeshua dan Kristianiti meskipun saya juga seorang Muslim dan tidak suka Kristianiti sama sekali.

Sementara saya terus berdebat dengan paman kami, teman kamarku mulai membaca Alkitab. Dia melakukannya secara tetap dan semangatnya untuk hal-hal agama bertambah besar. Kubu antara kami di bagian Eropa ini (Eropa Timur) dan paman kami di bagian utara Eropa sekarang telah dibuat. Agama adalah perkara utama yang kami akan berurusan. Untuk sementara saya bahkan keluar dari kuliah-kuliah. Paman kami menyiapkan diri dengan baik melawan tuduhan-tuduhan dan saya tidak melihat banyak hasil dari debat-debat tersebut.

Periode ini berakhir hampir enam bulan dan tidak mudah melindungi iman Islamku sementara dibukakan lebih lanjut kepada Kristianiti yang nampak ada semakin lama semakin berarti sementara waktu berlalu. Ada secara penuh disibukkan dengan masalah-masalah ini, saya bahkan mulai mendapat mimpi-mimpi. Pada waktu-waktu yang lain di banyak malam tanpa tidur saya memberi waktu berpikir tentang hal-hal yang didiskusikan. Dalam mimpi-mimpi tersebut saya melihat beberapa kali bagaimana saya menjadi Kristen dan setelah itu saya terbangun dikuasai ketakutan bahwa ini mungkin pasti terjadi. Saya telah membayangkan semua masalah yang akanlah saya hadapi dengan keluargaku, tetapi lebih dari itu saya takut saya akan terhilang selamanya karena iman Kristen tidaklah benar dengan semua syrik yang mereka lakukan.

Meskipun saya tidak ingin membaca Alkitab, dari sedikit yang saya telah baca dan juga dari percakapan yang berlangsung dengan paman tersebut, beberapa ayat-ayat Alkitab secara terus menerus teringat dipikiranku:

  • Kata Yeshua kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)
  • Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:30)
  • Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yoh 5:24),
  • dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. (Yoh 12:45)

Semua ayat ini ada berhubungan dengan Yeshua, pada waktu yang sama berurusan dengan  ke-elohim-an-Nya juga, sering kali ini terlalu berat untuk ku. Pikiranku bekerja sebagai medan pertempuran. Saya tidak memiliki ketenangan sehubungan dengan kebenaran.

  • Dimana kebenaran dapat ditemukan?
  • Apakah itu di dalam Alkitab atau Kuran?
  • Apakah Muhammad rasul terakhir atau apakah Yeshua Adonai dan Juruselamat dunia?
  • Bagaimana jika semua itu adalah sebuah godaan iblis untuk aku pindah ke Kristianiti?
  • Bagaimana jika Yeshua sungguh telah datang untuk menggampuni dosa-dosa kita?

Dari semua, satu hal saya pasti: Keduanya (secara bersama) Kuran dan Alkitab tidaklah mungkin benar (sebab keduanya saling bertolak belakang); kebenaran haruslah berdiri pada satu sisi. Elohim tidaklah mungkin ada mewahyukan dua kebenaran yang saling bertentangan. Entah Alkitab benar atau Kuran, entah Kristianiti atau Islam. Dan pertarungan terus berlangsung. Tetapi jika Yeshua menampakkan diri kepada ku secara pribadi dalam bentuk tubuh fisik seperti yang saya telah dengar dari pamanku bahwa Dia telah melakukannya sering kali? Saya telah mendengar kesaksian Gulshan Esther yang lumpuh dan selama tiga tahun berdua terus-menerus, Yeshua menampakkan diri kepada dia di kamarnya dan dia disembuhkan dan berjalan pada akhirnya. Dahulu dia berdoa dan melalukan segalanya di dalam nama ALLAH, bahkan berkunjung ke Mekka beberapa kali. Tetapi doa-doanya terjawab oleh Yeshua. Dia (Yeshua) telah menjawab doa-doanya dan merubah kehidupannya secara utuh.

Tetapi tidak, tidak, saya tidak akan mengijinkan diriku jatuh kedalam jebakan; saya memiliki imanku dan saya bahagia dengan itu. Bahkan jika Yeshua menampakkan diri kepada ku saya akan menolak Dia. Tetapi mungkinkah itu mengatakan kepada Dia, bahwa Dia adalah sebagai jelmaan iblis? Saya tidak tahu, saya tidak tahu …!

[Stop diskusi dan debat mana yang benar; saatnya sekarang mencari Kebenaran]Saya berhenti berdiskusi dengan pamanku. Saya katakan padanya kita telah berdiskusi tentang Islam dan Kristianiti, saya telah mengerti pikiran-pikiranmu, tetapi maaf saya memiliki imanku. Saya mulai menghindari dia setiap kali ia ingin menelponku.
Sekarang waktunya bagi teman sekamar saya meneruskan percakapan dengan dia. Alkitab yang sepupuku baca telah banyak membuat dia kagum. Dia datang padaku suatu hari dan berkata, ”Saya berpikir setiap orang intelek haruslah membaca Alkitab sedikitnya sekali selama hidupnya. Itu adalah kitab yang layak dibaca.” Saya sungguh heran apa yang sedang berlangsung dengan dia sekarang. Saat pertama saya bergabung dengannya dia tidak banyak tertarik dengan masalah-masalah agama dan tidak mengijinkan pamannya memaksa pada nya keyakinan apapun. Namun sekarang ia membaca Alkitab, berbicara dengan paman kami dan pada waktu yang sama meminta saya untuk memulai membaca Alkitab lagi dengan sikap yang lain. Saya katakana baiklah, meskipun fondasi-fondasi (iman Islam) ku sudah tergoncang. Lebih lagi, Kuran adalah sebuah kitab yang susah dimengerti dan supaya mengerti beberapa ayat lebih dalam seorang haruslah memakai (kitab-kitab) Tafsir. Saya belum pernah punya kesempatan untuk melakukannya meskipun sudah membaca banyak buku-buku yang membahas Kuran.

Saya memutuskan sembayang langsung kepada  YAHWEH supaya Ia dapat membukakan kebenaran kepada ku. “O YAHWEH saya tahu Islam adalah agama yang benar, tetapi jika seandainya bukan, harap beritahukan itu pada saya.” Doa ini menyertai saya untuk sementara waktu hampir setiap malam di dalam mencari kebenaran-Nya. Saya tidak ingin lagi berbicara kepada siapapun tentang masalah ini, tidak juga kepada pamanku yang di Finlandia termasuk teman kamarku. Saya menghendaki hal ini terjadi hanya antara saya dan YAHWEH, sebab saya sungguh bingung.

Teman kamarku terus dengan pembacaan Alkitabnya dan menyelaminya setiap hari dari kedalaman pengetahuan dan ajaran yang dia dapatkan dari sana. Tidak lama setelah itu, dia menceritakan saya bahwa dia telah membuat keputusan yang sangat penting untuk hidupnya: mengikuti Yeshua dan Alkitab sebagai Firman Elohim. Alkitab telah menjadi begitu berarti bagi dia dan saya rasakan saya kehilangan teman sekamar saya, sepupuku dan teman baikku. Saya menjadi sangat kuatir, berpikir bahwa dari sekarang dan seterusnya saya tidak dapat ada lagi sebagai teman kamarnya; saya harus keluar dari sini. Saya melihat dia sebagai penghambat sejakdia menjadi Kristen. Saya menjadi marah padanya, tetapi apa yang dapat saya lakukan? Itu keputusa dia.

Secara umum, itu bukanlah saat yang baik untuk mengalaminya. Semua pertarungan-pertarungan ini di dalam pikiranku menjadikan aku berpikir tidak normal kadang-kadang. Suatu suara yang kasar meminta saya suatu malam untuk melompat keluar dari lantai sembilan gedung kami. Saya sadari sesuatu terjadi dengan diriku. Tetapi mengapa Elohim mengijinkan semua ini terjadi? Saya balik kepada Dia meminta minta pertolongan  dari Dia untuk membantu saya keluar dari situasi ini lagi. Saya baru berusia 19 tahun (saat itu) dan rasanya seperti saya menggendong semua masalah dunia pada punggungku.

Hanya beberapa hari kemudian sepupuku dan tetap teman kamarku membawakan saya sebuah buku bernama ”Tempat Yang Paling Saya Dambakan” (The place I desire most). Dia sudah membaca selurus isi buku ini dan melihat itu sebagai kesempatan yang bagus untuk mempengaruhiku. Lebih jauh ia bahkan berdoa untuk ku dan mencoba menolongku dalam segala cara. Dia sekarang sudah seorang Kristen selama dua minggu. Saya berjanji padanya untuk membaca buku itu dan meninggalkan itu di meja. Dia pergi tidur sementara saya membaca yang lainnya. Namun sesuatu mendorong aku untuk melihat buku itu. Saya seorang diri di ruang tamu dan membuka halaman-halaman pertamanya. Ada nampak menari untuk membaca terus. Penulisnya berasal dari abad sebelumnya dan biasanya saya tidak tertarik pengarang klasik. Tetapi buku ini nampak berbeda bagiku. Kalimat-kalimat buku ini terjalin dengan begitu indahnya, setidaknya nampaknya begitu bagiku, setiap baris yang kubaca membawa perasaan tenang. Saya berpikir khususnya alinia-alinia ini yang berkata, ”YAHWEH di Hari Pengadilan akan betanya pertanyaan ini kepadamu: ‘Apa yang telah kamu perbuat terhadap PutraKu? Saya telah banyak melakukan perbuatan baik, Elohim; saya telah melakukan ini dan itu…! Tetapi Elohim akan menjawab: Aku tidak menanyakanmu tentang perbuatan-perbuatan baikmu, sebalinya apa yang kamu telah perbuat terhadap Putra-Ku?’Ini adalah kata-kata yang paling menakjubkanku. Tepatnya semua ini mengambil semua perhatian saya. Itu tidak ada hubungannya dengan tindakan-tindakan kebaikan kita, saya merenung, tetapi masalah apa yang kita telah lakukan terhadap Yeshua. Sudahkah kita menerima Dia kedalam hidup kita atau tidak? Ini nampak ada sebagai pertanyaan kehidupan. Lebih tepatnya itu menunjuk kepada saya. Sebelumya semua yang saya pikir sejauh itu bahwa itu melalui perbuatan-perbuatan baiklah kita dapat datang kepada Elohim, ternyata kosong jika dibandingkan dengan pertanyaan tersebut. Inilah saat kehancuran kehidupanku, saat yang revolusioner dari jiwaku. Saya merasakan sepertinya Elohim berbicara kepadaku sepanjang setiap kata dari buku ini.

Saya berpikir khususnya alinia-alinia ini yang berkata, ”YAHWEH di Hari Pengadilan akan betanya pertanyaan ini kepadamu: ‘Apa yang telah kamu perbuat terhadap PutraKu? Saya telah banyak melakukan perbuatan baik, Elohim; saya telah melakukan ini dan itu…! Tetapi Elohim akan menjawab: Aku tidak menanyakanmu tentang perbuatan-perbuatan baikmu, sebalinya apa yang kamu telah perbuat terhadap Putra-Ku?’

[Yeshua menampakkan diri-Nya; segera semua keraguan dan beban berat Ibrahim terlepas!]Tidak lama kemudian sementara saya membaca dan merenungkan alinia-alinia lainnya ketika sesuatu yang ajaib terjadi padaku. Saya mendapat penglihatan. Sebuah gambar dari dua pribadi nampak pada pikiranku. Itu hampir seperti saya menonton layar pada tembok-tembok ruang tamu tersebut. Saya melihat yang satu berlutut wajahnya buruk penuh dengan borok, menjerit keras sekali. Ia memiliki rambut panjang. Pribadi yang lainnya berdiri dan berpakaian jubah putih. Ia nampak seperti Yeshua dari film yang saya pernah tonton. Tetapi saya tidak dapat melihat wajahnya, karena kabur. Pribadi yang berpakaian putih bercahaya merengut rambut orang yang sedang berlutut. Saya dapat jelas melihat wajahnya yang buruk sementara mendengar teriakan-teriakannya yang keras juga jeritan-jeritannya. Mula pertama saya sungguh takut apa yang sedang terjadi padaku saat itu. ”Saya menjadi gila,” saya berkata kepada diriku sendiri. Lalu tiba-tiba saya mendengar suara yang lembut dan jelas dipikiranku  berkata kepadaku: “Kamu melihat dia yang sedang berlutut. Dia adalah iblis yang terus mengecohmu sampai saat ini. Adonai (the Lord) membebaskan kamu sekarang dan kamu akan selamanya terbebas.” Suatu gambar baru muncul pada pikiranku, Yeshua Ha Mashiah di kayu salib. Dan suara itu berlanjut, ”Yeshua telah mati bagi dosa-dosamu. Dia adalah Kebenaran dan Satu-satunya Jalan.” Saya segera sadar bahwa Elohim sedang menunjukkan jalan dan kebenaran yang selama ini sedang saya cari. Saya merasa diriku sebagai orang bedosa, dan saya bertobat dari semua masa lalu ku dan menyerahkan kehidupanku kepada Yeshua. Sekarang saya sungguh-sungguh yakin tentang kebenaran. Dalam kondisi ini saya merasakan Elohim lebih dekat dari sebelumnya. Itu adalah tindakan Elohim menyatakan diri-Nya sendiri secara pribadi kepadaku dengan cara yang langsung dan ajaib. Itu adalah jawaban Elohim atas doa harianku. Saya merasakan kelegaan besar.

Yeshua: “You call Me the Teacher, and, the Master. And you say well, for I AM.” (John 13:13; HRB)
And Elohim said to Moses, “EHYAH ASHER EHYAH (I AM THAT I AM); and He said, You shall say this to the sons of Israel, EHYAH (I AM) has sent me to you.” (Exodus 3:14; HRB)

Tepatnya saya sungguh terbebas sekarang dari suara-suara dan serangan-serangan musuh tersebut. Tidak adalagi pertarungan di dalam pikiranku. Saya merasakan sama sekali diperbaharui, secara utuh pribadi yang baru. Dari semuanya, melewati pengalaman ini saya pastilah tidak akan pernah sama. Saya menaruh imanku kepada Yeshua Ha Mashiah, untuk pertama kalinya saya mampu memanggil Dia Adonai-ku dan Juruselamat-ku. Saya tidak dapat menolak lebih lama lagi, air mataku berjatuhan. Saya tidak dapat percaya diriku sendiri, semua yang saya percayai sebelumnya, hanya sekejab, telah pergi begitu saja. Tidak lagi takut terhadap ”syrik,” juga penghakiman. Terlebih lagi, saya mengerti sekarang bahwa orang-orang Kristen tidak meninggikan Yeshua sebagai manusia biasa, sebaliknya Elohim yang turun dari sorga dalam wujud manusia. Itu nampak sekarang masuk akal kepadaku oleh karena kasih-Nya kepada kita. Saya merasa seperti telah melewati sebuah lubang kecil, melalui luka-luka, ke sisi yang lain yang penuh dengan cahaya. Tetapi sekarang jelas  saya berada di tempat yang aman dan musuh telah kehilangan pertarungannya terhadap diriku. Pada tanggal 1 Maret malam hari, 1998 adalah pengalaman yang tidak dapat dilupakan yang telah merubah seluruh kehidupanku.

Saya berkendak membangunkan sepupuku yang ada di ruangan lain, tetapi aku biarkan untuk esok harinya sebagai kejutan. Esok paginya secepat ia membuka matanya dari tidur saya berteriak kepadanya: ”Selamat pagi saudaraku (brother),” saya berdiri dari ranjang dan bercerita kepadanya bahwa saya percaya kepada Yeshua Ha Mashiah sekarang. Pertama ia berpikir saya sedang mengodainya, Dia tidak percaya apa yang ia dengar dari ku. ”Kemarin malam kita ada berdebat dan dia menolak saya dengan keras,” ia berpikir, ”dan hari ini dia memanggilku saudaraku?” ”Kamu yakin apa yang kamu katakan,” ia berkata. ”Tentu, saya sungguh-sungguh yakin bahwa saya telah menemukan kebenaran,” saya berkata. ”Saya telah menemukan kebenaran di dalam Yeshua.” Saya memeluk dia dan membagikan semua pengalaman yang terjadi kemarin malam, bersuka cita bersama kami membagikan roh yang sama sekarang. ”Ini adalah mujizat, melihatmu berbeda hanya dalam semalam.” ia berkata. Dia memimpin saya dalam doa dan kami berdua terus mengikuti Yeshua.

[Ujian kesetiaan iman dan harga yang harus dibayar; YAHWEH setia]Saya berpikir ke masa yang telah saya alami, itu sesungguhnya perbuatan Elohim yang telah membuat aku percaya kepada Yeshua. Sebelumnya Yeshua tidaklah lebih dari se orang nabi adalah keyakinan dan ketakutanku terbesar sehingga saya tidak akan menyetarakan siapapun kepada Elohim, namun sekarang masalah ini menjadi ada penghiburan bahwa melalui iman di dalam Dia saya telah memiliki kehidupan kekal. Setiap kali saya berpikir tentang Yeshua dan apa yang Dia telah kerjakan untuk diriku, hatiku ada terisi dengan suka cita, damai dan keamanan akan hidup kekal itu. Sungguh suatu perbedaan yang sangat besar dengan apa yang saya rasakan sebelumnya.

Bagaimanapun langkah yang saya telah ambil melalui percaya kepada Yeshua sebagai hasil perbutan Elohim dalam diriku bukanlah sesuatu yang mudah. Segera keluargaku menjadi curiga. Suatu hari seorang sepupuku, sementara saya berkunjung kerumah orang tuaku, mengundang saya doa Jumat. Saya katakan padanya saya tidak bisa menemaninya ke mesjid sebab sekarang saya percaya Alkitab sebagai Firman Elohim dan percaya Yeshua sebagai ganti dari Muhammad. Dia pikir saya bercanda, tetapi setelah saya tegaskan dia akhirnya percaya. Dia segera berbicara kepada paman-pamanku dan informasi tersebut segera sampai ke ayahku. Satu dari pamanku adalah haji, orang yang telah berkunjung ke Mekkah, dialah juga yang telah menyokong keuanganku kuliah di Prishtina sebab kedua orang tuaku tidak mampu melakukannya. Dia seorang muslim yang serius dan saya telah berjanji pada dia untuk kuliah dengan benar dan terus di dalam Islam. Saya merasa tidak enak dengan janji tersebut, tetapi Yeshua lebih penting untuk saya sekarang. Saya tahu dengan pasti saya akan kehilangan bantuannya secepat ia tahu telah keluar dari Islam, tetapi saya memiliki jaminan batin bahwa saya tidak akan ditinggalkan oleh Elohim. Pada sisi lainnya, bapaku sejak kematian kakakku, ia telah mulai mempraktekkan Islam melalui doa lima waktu. Ini akan menjadi kejutan baginya.

Yeshua Ha Mashiah: “Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.” (Luke 12:11-12)

Saya masih berada di rumah orang tuaku, ketika ayahku datang kepada ku dengan segera, mempertanyakan entah yang dia telah dengar dari orang adalah benar. Ia berkata, ”Saya tidaklah akan percaya sebelum berbicara kepada mu, benarkah (berita) ini?” Saya bilang itu benar, saya tidak percaya lagi kepada Muhammad. Hatiku berdetak keras sekali, saya tidak percaya pada diri saya sendiri bahwa saya dapat menemukan kekuatan mengatakan itu terus terang.  Ayah jadi marah sebab ia telah berharap saya akan menyangkal dengan mengatakan yang berlawanan. Dia segera keluar dan mencoba melakukan suatu pekerjaan di halaman sementara memikirkan situasi tersebut. Saya memperhatikan dia melalui jendela, ia nampak sungguh gelisah; berhenti kerja sebentar, memegang kepalanya, berjalan sedikit dan kembali kerja. Malamnya ayah menemukan aku lagi berkehendak meneruskan percakapan sampai akhir. Dia memulai dengan lembut, ”Perhatikan, saudara-saudara kandungku mengharapkan jawaban dari ku besok; saya tidak dapat menjumpai mereka jika kamu tidak berjanji menjadi Muslim lagi. Kamu harus merubah pikiranmu malam ini.” Suatu tekanan tetapi dalam intonasi yang lembut. Saya berkata, ”Dengan penuh penyesalan, saya tidak dapat melakukan itu. Ayah dapat memohon apapun juga diluar menyerahkan imanku kepada Yeshua. Saya benar-benar telah memikirkan semua ini secara masak sebelum saya mengambil keputusan tersebut dan saya tidak dapat berkompromi dalam hal ini.”

Sementara saya berbicara sebuah ayat Alkitab muncul di pikiranku: ”Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di Sorga.” (Mat 10:33). Saya tidak boleh menyangkal Yeshua, saya berpikir itu tidaklah benar melakukannya setelah apa yang Dia telah lakukan kepadaku. Tidak lama kemudian ayah bertelut, matanya penuh dengan  air mata, (dan memohon): ”Saya memohon padamu tidak berbuat begitu kepada ku. Ini sungguh hal yang sangat memalukanku. Saya telah kehilangan seorang putra, dan sekarang satu-satunya yang kumiliki menentang ku. Hal ini bahkan lebih buruk dari kehilangan putra pertamaku. Saya tidak dapat menanggung hal ini, saya tidak dapat.” Hal ini juga masalah terburuk yang saya pernah alami, saya tidak pernah dapat bayangkan ayahku bertelut dihadapanku dengan air mata bercucuran. Dalam budaya kami ini tidak dapat dibayangkan. Saya tidak dapat duduk lebih lama, saya juga tidak dapat menanggung hal ini lebih lama. Dengan air mata berlinang di wajah ku, saya berkata kepada ayah: Mohon jangan meminta padaku menyangkal imanku kepada Yeshua sebab saya tidak akan pernah dapat melakukannya. Jika kehadiranku di rumah ini akan membawa situasi lebih buruk, saya akan pergi besok secepatnya.” Suara ayah menjadi tinggi: “Tapi saya adalah ayahmu, saya yang membuat kamu. Kamu harus mentaatiku,” ia meneruskan, “Apakah Alkitabmu mengajar untuk menghormati orang tuamu!?”
Saya menjawab, ”Benar, Alkitab menyatakannya. Tetapi yang pertama, dinyatakan kita harus mentaati Elohim.” Saya terpikir Matius 10.37Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.”
Saya lari ke kamarku berdoa  minta Elohim meredahkan situasi tersebut, ayahku mengikutiku. Di meja kamarku terdapat Alkitab dan banyak buku-buku Kristen. Ayah memperhatikan semua barang tersebut, mengambil Alkitab dan mulai merobeki halaman demi halamannya. Setelah ia selesai dengan Alkitab ia mengambil semua buku di meja dan pergi ke rak bukuku mengambil buku-buku lainnya dan merobek-robeknya. Ayah berkata, Imam itu benar ketika ia berkata berkata padaku jangan biarkan putramu membaca buku-buku tersebut sebab mereka dapat merubah pikiranmu. Saya berlaga ada lebih bijaksana dengan berkata padanya ‘jangan kuatir, dia membacanya hanya untuk ingin tahu saja, saya bangga sebab putraku ingin tahu lebih banyak.’ Ini semua buku-bukumu dan jagan pernah membawa buku-buku sejenis ini masuk ke rumahku lagi!,” dia berteriak. Saya tidak bereaksi, sadar ayah sedang diluar kendali, meskipun hatiku sakit melihat semua buku Kristen ku terobek, termasuk Alkitabnya.

Yeshua: “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Mat 5:43-45)

Segera saya meninggalkan kota halamanku pindah ke Prishtina dimana saya belajar, berdoa sebab nasipku sungguh sekarang saya berada di tangan Elohim. Pamanku menyatakannya dengan jelas bahwa saya tidak layak mendapat dukungannya kecuali kembali jadi Muslim. Saya setuju dengan paman, ia benar dan mengerti posisinya sebagai haji tidak dapat menolong orang Kristen. Saya tetap percaya kepada Yeshua dan Dia mampu memberi jalan keluar dari situasi ini. Tidak lama kemudian Elohim memberikan saya sebuah pekerjaan di Prishtina jadi saya tidak perlu mengemis pada siapapun dan berkompromi dengan iman baruku tersebut. Saya memiliki pekerjaan sepenuh waktu di sebuah organisasi internasional dan berhenti kuliah beberapa tahun sampai saya dapat menyimpan gaji untuk tahun-tahun kuliah mendatang. Itulah caranya saya mengatus kuliah dan tidak mengemis kepada pamanku dan orang lain. Elohim membuktikan diri-Nya sendiri  bahwa Ia setia dan nyata bagiku. Bahkan tidak sedikit waktupun saya merasa ditinggalkan atau diabaikan. Dia telah menunjukkan tangan kemurahan-Nya kepada ku.

Hubungan dengan ayahku tetap susah selama hampir empat tahun. Tidak satu katapun ia katakan padaku. Ketika saya mengunjungi mereka – terutama ibuku yang sangat  menderita – , ayah akanlah meninggalkan rumah pergi menemukan orang lain. Saya berusaha mendekatinya, namun dia tidak pernah memberi kesempatan. Baginya, saya bukan lagi putranya, telah menghianatinya, tidak mentaatinya meskipun ia telah memohon, telah memalukannya dihadapan orang lain.

Berdasarkan ajaran Kuran dan tradisi Islam, sebagai orang Kristen saya tidak layak mewarisi rumah atau apapun juga darinya. Dia telah berkata bahwa ia akan memberikan semua miliknya kepada Masyarakat Islam. Bahkan ia berkata kepada ibukum, ”Ibrahim dapat bersyukur bahwa Hukum Syariah (Hukum Islam) tidak memerintah Kosovo, jika berlaku tentunya ia telah dihukum (mati) karena telah murtad.” Ayahku tahu persis apa yang hukum Syariah nyatakan dan ayah sendiri senang hidup di negara sekuler sehingga saya tidak dihukum mati. Bagaimanapun semua usahaku untuk berdamai dengan ayah sia-sia. Saya berdoa bertahun-tahun untuk pemulihan hubungan kami dan hampir menyerah. Namun apa yang mustahil bagiku adalah mungkin bagi Elohim. Suatu malam ketika saya dirumah, ayahku jatuh sakit dan menderita. Saya tidak tahu apa yang terjadi, berpikir ia mendapat serangan jantung. Kemudian saya tersadar bahwa ia telah mengalami diare selama beberapa hari karena infeksi yang berat. Saya bawa ayah ke rumah sakit, merawatnya beberapa hari, sikapnya bertambah lunak terhadap ku. Dia mulai lagi berbicara dan semakin dekat padaku meskipun saya tidak berkompromi dengan imanku. Elohim sekarang bekerja di dalam hidup ayah, saya mendapatkan ayahku kembali. Saya sungguh tidak pernah menyangka bahwa penyakit tersebut membawa kami bersatu lagi. Saya menaikkan pujian bagi Elohim sebab jalan-Nya sungguh berbeda dengan jalan-jalan kita.

Hal lain yang mengganggu ayahku adalah hubunganku denga seorang gadis Kristen. Setelah hubungan komunikasi kami membaik, ayah berharap saya akan mendengarkan dia untuk menikah dengan gadis Muslim dengan harapan gadis tersebut dapat mempengaruhiku untuk kembali ke Islam. Pertama ayahku mendengar hubunganku dengan gadis Kristen tersebut ia tidak setuju sama sekali, katanya, ”Saya tidak dapat menerima mereka di rumahku sebagai suami-istri.” Saya bersabar dan banyak berdoa berjalan dengan iman. Beberapa waktu kemudian saya memutuskan mengunjungi keluargaku bersama teman gadisku tersebut, saya ingin ayah tahu calon isteriku. Saya telah siapa menghadapi segala konsekuensinya; terburuk mugkin kedua dari kami akan ditentang keluar. Namun itu mengejutkanku ayah bersikap sangat baik terhadap pacarku, ayah senang sekali kepadanya, ia berbicara dengan sangat manis melebihi daripada berbicara kepadaku. Saya melihat tangan Elohim bekerja kembali. Kami menikah dan tinggal di rumah orang tua hampir selama setahun sebelum kami pindah ke Pristhina untuk bekerja.

[Perbandingan masa lampau dan setelah beriman kepada Yeshua Ha Mashiah]
Hari ini jika saya bandingan keyakinanku yang sekarang dengan yang sebelumnya, saya sadari banyak sekali perbedaannya. Bukanlah karena dulu saya tidak ada kebahagian dalam Islam, tapi apa yang saya telah temukan kemudian tidaklah dapat dibandingkan dengan apapun.  Saya menemukan bahwa Yeshua telah mengisi tempat hatiku yang kosong. Kekosongan yang tidak mungkin diisi dengan agama atau perbuatan-perbuatan baik, atau apapun juga sebab kekosongan tersebut telah diciptakan hanya untuk dihuni oleh Elohim sendiri.

Kekosongan yang tidak mungkin diisi dengan agama atau perbuatan-perbuatan baik, atau apapun juga sebab kekosongan tersebut telah diciptakan hanya untuk dihuni oleh Elohim sendiri.

Tambahan pula, setelah menerima Ha Mashiah banyak perbedaan antara agamaku yang lalu dan kepercayaanku yang kemudian telah menjadi jelas bagiku.

Pertama, sehubungan dengan iman. Dalam Islam, iman adalah cenderung statis. Saya percaya Elohim ada, namun jauh sekali dariku tidak perduli berapa banyak saya berdoa dan berpuasa.  Segala sesuatu yang saya lakukan didasari ketakutan pada Elohim dan konsekuensi hukuman-Nya. Hari ini imanku berfungsi dan itu didasari pada hubungan pribadi yang erat yang saya miliki dengan Elohim. Setiap perbuatan baik yang saya lakukan keluar dari hubungan yang didasari kasih kepada Elohim, dan bukanlah ketakutan.

Kedua, tentang karekter Elohim. Elohim di dalam Alkitab menyatakan diri-Nya sendiri sebagai pribadi, seperti yang saya alami sendiri pada tahun-tahun terakhir ini dan tetap merasakan hubungan pribadi dengan Dia setiap hari. Elohim sekarang adalah Bapaku dan saya anak-Nya. Dalam agama Islam, hal ini dianggap suatu penghujatan. Saya telah belajar bahwa Elohim mengasihi orang sakit (orang berdosa) tetapi tidak mengasihi penyakitnya (dosanya), dimana sebelumnya saya diajar dari Kuran bahwa semua orang berdosa akan masuk api neraka.

(Ketiga), masalah berikutnya, memiliki jaminan keselamatan kekal. Sebelumnya tujuan kekekalanku tidak aman, meskipun saya telah mencoba melakukan apapun yang mungkin untuk berbuat baik, sekali lagi saya tidak dapat menjangkau sorga. Hari ini saya tahu bahwa Yeshua telah menggambil semua tuduhan yang ada padaku sementara Ia menuju kematian di kayu salib karena dosa-dosaku. Saya tidak perlu membayar apa-apa untuk semua penebusan tersebut sebab Ia telah membayarnya. Ini adalah keyakinan yang telah kumiliki keluar dari keseimbangan semua perbuatanku pada timbangan (perbuatan baik dan dosa) di Hari Penghakiman. Kehidupan kekal yang didasari dar iman kepada Yeshua Ha Mashiah adalah anugerah yang ditawarkan kepadaku sekali untuk selamanya.

(Keempat), berikutnya. Sebelumnya saya berhadapan dengan pertanyaan: “Mengapa saya tidak dapat keluar dari dosa meskipun segala sesuatu saya telah lakukan?,” saya tidak suka melakukan dosa namun saya tidak dapat mencegahnya. Kemudian sebagai orang percaya kepada Yeshua Ha Mashiah saya sadar bahwa ada kuasa di dalam hidupku yang mampu mengalahkan dosa, menemukan diriku sendiri menang atas dosa. Ini bukan berarti saya tidak akan pernah berbuat dosa lagi, sebagaimana tetap ada benturan antara kehidupan lamaku dengan kehidupan baruku yang diberikan oleh Ha Mashiah, tetapi ini berarti dosa tidak lagi berkuasa atas hidupku.

(Kelima), satu dari perubahan lainnya yang saya teliti dari diriku sendiri ialah semakin saya percaya Islam, semakin saya benci kepada orang-orang Yahudi dan Kristen; hari ini roh kebencian ini tidak lagi ada di dalamku. Bahkan, saya mengasihi orang-orang Muslim meskipun mereka benci pada ku. Roh kebencian telah diganti dengan roh kasih sayang,

(Keenam), Doa atau sembayang dan berpuasa adalah mesin (di dalam agama Islam), saya telah mempelajari surah-surah dalam bahasa Arab, bahasa yang dianggap (oleh penganutnya) sebagai bahasa sorgawi, tetapi tidak dapat dimengerti olehku, jadi saya lafalkan saja semua surah kepada Allah. Berdoa sekarang menjadi sangat berarti bagiku sebab saya berdoa dengan bahasaku dan tidak perlu mengikuti aturan-aturan sembayang tertentu. Saya mengatakan segala sesuatu yang ada dihatiku kepada Elohim, mengetahui bahwa Dia selalu mendengarkanku. Ketika saya berpuasa sekarang, saya tidak katakan pada siapapun, cukuplah Elohim mengetahui dan melihatnya. Melalui puasa saya mendekatkan diri kepada Elohim, menyingkirkan hal yang terpenting dari hidup kita, yakni makanan. Introspeksi diri sendiri, bertobat jika ada dosa, berdoa dan melihat kedepan sesuai kehendak YAHWEH dan menyembah Elohim sebagaimana Dia adalah.

Teman-temanku itulah ceritaku bagaimana saya mengenal Yeshua secara pribadi di dalam kehidupanku. Sungguh hal itu adalah hal yang paling berharga pernah bisa dimiliki. Ini tidak ada hubungannya degan agama-agama, yang mana lebih baik dari lainnya meskipun ada banyak perbedaan, namun lebih berkait dengan awal dari hubungan dengan Elohim. Saya ingin Anda semua yang membaca cerita ini memiliki pengertian akan Yeshua Ha Mashiah melalui meminta Elohim mewujudkan diri-Nya sendiri kepada Anda, sebab Dia adalah setia dan sungguh menantikan Anda. Lebih lagi, Dia berjanji untuk menjawab Anda jika Anda mencari Dia dengan segenap hati, seperti tertulis: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7)

Teman-teman, pada waktu yang lalu saya telah membuat banyak kesalahan dan menyesali banyak hal, tetapi satu hal saya tidak pernah salah dan tidak menyesali apapun ketika saya meletakkan imanku kepada Yeshua Ha Mashiah selamanya sebagai Adonai dan Juruselamatku, itu adalah momen yang indah.

Ingatlah saat ini Dia menawarkan Anda  undangan untuk kehidupan yang baru dengan Dia, sebuah kehidupan yang melimpah, penuh damai dan sukacita. Keputusan sehubungan dengan tujuan kekekalan Anda adalah ditangan Anda sendiri.
Jangan ragu untuk menghubungi saya di sini apapun pertanyaan yang Anda miliki. Kiranya Elohim memberkati Anda dengan melimpah. [E-mailnya tersedia di artikel Inggrisnya]
Ibrahim.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Mark A. Gabriel, Ph.D.: Mengapa saya meninggalkan Islam


Ia adalah professor dari Universitas Al-Azhar dalam bidang Sejarah Islam. Orang Mesir dari latar belakang keluarga Islam yang terkenal. Video wawancaranya dapat dilihat di bawah. Artikel di bawah ini diedit dari kesaksian pribadinya pada buku Islam and Terrorism by Mark A. Gabriel, Ph.D. Kesaksian beliau dari sudut pandang yang berbeda dapat juga ditemukan di bukunya yang berjudul : Mark A. Gabriel: Izinkan Saya Memperkenalkan Anda Pada Yeshua dan Muhammad; kesaksiannya bisa dibaca di sini. Dipersembahkan untuk semua orang Muslim yang haus akan kebenaran dan rindu untuk menemukan Jalan Yang Lurus. Tiga alasan utama mengapa professor ini meninggalkan agama Islamnya:

  1. Kuran/ Quran penuh dengan kontradiksi
  2. Muhammad dan para pengikutnya penuh dengan jihad / kebencian dan kekerasan
  3. Dosen ini dituduh dan disiksa karena telah mengajar Islam “jalur damai”

Kuran / Quran penuh dengan kontradiksi Ia berkata: “Saya telah meneliti ke setiap interpretasi Kuran [artinya: menyelidiki setiap buku interpretasi tentang isi Kuran] mencoba untuk menghindari jihad dan membunuh non-Muslims [orang-orang yang bukan Muslim], namun saya saya tetap menemukan dukungan dari praktis tersebut. Ahli-ahli kitab Islam telah setuju bahwa orang-orang Muslim haruslah menekankan jihad pada orang-orang infidel (mereka yang menolak islam) dan para murtad (mereka yang meninggalkan Islam). Namun jihad tidaklah harmoni dengan ayat-ayat lainnya yang telah berbicara hidup damai dengan orang-orang lain.” Semua kontrakdiksi-kontradiksi di dalam Kuran sungguh telah menyebabkan problem untuk imanku. Saya telah menghabiskan waktu 4 tahun untuk mendapatkan gelar sarjanaku, lulus kedua [terbaik] dari enam ribu pada sebuah kelas. Kemudian 4 tahun lainnya untuk tingkat Master dan 3 tahun lagi untuk doktoralku-semua pelajaran Islam [total 11 tahun di bangku universitas Islam]. Saya telah tahu pengajaran-pengajaran Islam dengan baik. Pada satu tempat alkohol telah dilarang; dalam lainnya telah diijinkan. Bandingkan Surah 5:90-91 dengan Surah 47:15 Pada satu tempat Kuran berkata orang-orang Kristen adalah orang-orang yang sangat baik yang mengasihi dan menyembah satu Elohim, jadi kamu boleh ada berteman dengan mereka (Surah 2:62; 3:113-114). Kemudian kamu temukan ayat-ayat lainnya yang mengatakan para Kristen harus berpindah agama [Islam], membayar pajak atau ada dibunuh oleh pedang (Surah 9:29). Muhammad dan para pengikutnya penuh dengan jihad / kebencian dan kekerasan Saya telah dibesarkan di dalam keluarga yang dibangun dengan baik di dalam Islam, dan saya telah mempelajari sejarah Islam. Saya tidak terlibat di dalam kelompok-kelompok radikal, tetapi satu dari teman-teman Muslim saya adalah seorang anggota dari sebuah group Islam yang aktif membunuh orang-orang Kristen. Suatu hari saya telah bertanya kepadanya, ”Mengapa kamu membunuhi  tetanga-tetanga kita dan bangsa kita yang telah bertumbuh besar bersama kita?” Dia marah dan sangat terkejut pada tantangan saya. ”Out of all Muslims kamu seharusnya tahu. Orang-orang Kristen tidak menerima panggilan dari Islam dan tidak berkehendak membayar pajak pada kita … Karenanya, pilihan satu-satunya mereka punya adalah pedang dari hukum Islam.” Tahun 1980 saat kuliah di Universitas Al-Azhar. Suatu hari dia [dosennya] memberi kami para murid (500 orang) sebuah kesempatan untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan. Saya berdiri  dan bertanya sesuatu yang telah lama saya ingin tahu: “Mengapa kamu mengajar kami selalu tentang jihad? Apa dengan ayat-ayat lainnya di dalam Kuran yang berbicara tentang damai, kasih dan pengampunan?” Tiba-tiba wajahnya berubah menjadi merah. Saya dapat lihat kemarahannya, …”Saudaraku,” dia berkata, ”ada di seluruh surah [bab] dipanggil ’Rampasan-rampasan Perang.’ Tidak ada surah dipanggil ’Damai.’ Jihad dan membunuh adalah kepala dari Islam. Jika kamu mengeluarkan mereka, kamu memotong kepala Islam.” Hari ini orang tersebut  terkunci dalam sebuah penjara di USA. Namanya adalah Omar Abdel Rahman, otak pemboman the World Trade Center 1993. Sebelum ia datang ke Amerika, ia adalah pemimpin rohani dari Al-Jihad, sebuah kelompok radikal Mesir yang telah melakukan pembunuhan berencana terhapad President Anwar Sadat.

Jihad adalah berkelahi kepada siapa saja yang menghalangi penyebaran Islam.  Atau berkelahi kepada siapa saja yang menolak untuk masuk Islam (didasari pada Surah 8:39), kata Professor Sejarah Islam ini.

Dosen ini dituduh dan disiksa karena telah mengajar Islam “jalur damai.” Desember 1991, salah satu mahasiswanya melapor pada pimpinan Universitas. Ia dipecat. Pada pukul 3 paginya, belum lebih dari 24 jam setelah pemecatan, 15 polisi rahasia bersenjatakan Kalashnikov [senjata api Russia yang paling populer di Timur Tengah] memasuki rumah ayahnya, dimana ia tinggal dan menculiknya.

Mereka telah yakin bahwa saya telah di-Injili dan telah berpindah ke Kristianiti, jadi penginterrogasi terus bertanya kepada saya, ”Dengan Pendeta apa kamu telah berbicara? Gereja apa kamu telah kunjungi? Mengapa kamu menghianati Islam?” Ia disundut berkali-kali dengan rokok dan kakinya dipecuti sampai pingsan. Dimasukan sebuah kamar gelap yang merupakan kolam berisi air sebatas pundak penuh dengan tikus-tikus lapar. ”Orang ini adalah seorang pemikir Muslim, jadi kita akan ada tikus-tikus makan kepalanya,” kata mereka. Mereka pergi meninggalkan saya dan kembali esok paginya untuk melihat jika saya masih hidup. Saya melihat sinar matahari pagi … terkejut tetap hidup. Sepanjang malam itu tidak seekor tikuspun menggigit saya. Mereka memanjat keseluruh kepalaku dan bermain dengan kuping-kupingku. Dan kemudian ia diperkenalkan dengan seorang pribadi yang mereka katakan ”yang sangat mengasihi  kamu,” yaitu Seekor anjing besar!

Ia dijebloskan kedalam kamar yang berisi anjing buas ini.

Saya berjalan ke tengah ruangan kosong  dan perlahan-lahan duduk bersila. Anjing datang dan duduk di depanku… Anjing bangun dan mulai berjalan mengelilingi diriku, seperti seekor binatang yang siapa untuk makan daging. Kemudian ia datang ke kanan saya dan menjilati kuping saya. Kemudian ia duduk di situ, saya jatuh tertidur (karena terlalu capai). Ketika polisi-polisi membuka pintu mereka melihat saya berdoa dengan anjing duduk disebelah saya. Saya mendengar seorang berkata, ”Saya tidak dapat percaya bahwa manusia ini adalah seorang manusia. Ini orang adalah seorang roh jahat (devil)- dia adalah Setan.” Seorang lainnya menjawab, “Saya tidak dapat percaya itu. Ada kekuatan yang tidak terlihat berdiri dibelakang orang ini dan melindungi dia.” “Kekuatan seperti apa? Orang ini adalah seorang infidel. Itu adalah pastilah ada kekuatan Setan sebab orang ini adalah melawan Allah.” Mereka membawa saya balik ke sel saya. Sementara saya pergi (diluar sel), teman penjara telah bertanya kepada polisi , ”Mengapa kamu menganiaya orang ini?” Mereka berkata kepadanya, ”Sebab dia menolak Islam.” Secepat saya balik kesel, ia siap untuk membunuh saya. Tetapi saya hanya berada 15 sampai 20 menit di sel ketika seorang polisi datang dengan kertas-kestas pemindahan untuk orang ini dan mengeluarkan dia dari sel tersebut. Sejak perlakuan-perlakuan sadis yang ia terima di atas, professor ini mengambil keputusan untuk meninggalkan Islam. Setelah dua minggu terhilang dari rumah ayahnya. Ibunya melalui bantuan saudara laki-lakinya yang mempunyai posisi tinggi di parlement Mesir mencari dia. Hari kelima belas dari penculikan tersebut pamannya ini membawa ia keluar dari penjara. Kemudian polisi memberi ayahnya laporan: Kami telah menerima sebuah fax dari Universitas Al-Azhar menuduh putra Anda meninggalkan Islam, tetapi setelah sebuah interrogasi selama 15 hari, kami menemukan tidak ada bukti untuk mendukung itu.

Pada buku lainnya ia menulis: Melalui memilih Yahweh Yahshua Ha Mashiah (the Lord Jesus Christ), saya telah harus (had to) mengorbankan negaraku, Mesir. Saya telah harus mengorbankan keluarga, yang ingin membunuh saya. Saya telah harus mengorbankan budaya saya melalui pindah dari negara ke negara. Saya telah harus mengorbankan pekerjaan saya sebagai seorang professor Islam. Itu tidak mudah sama sekali, tetapi keputusan telah jelas: Jika saya memiliki Yahshua (Yeshua/ Jesus/ Yesus/ Isa Al-Masih) di dalam hidup saya, saya memiliki segala sesuatu, tetapi jika saya kehilangan Yahshua, saya akan kehilangan segala sesuatu.

Lalu professor ini mengutip dua ayat Alkitab ini: For what profit is it to a man if he gaints the whole world, and loses his own soal? Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mat 16:26, NKJV, ITB) And everyone who has left houses or brothers or sisters or father or mother or wife or children or lands, for My name’s sake, shall receive a hundredfold, and inherit eternal life. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. (Mat 19:29, NKJV; ITB) Sekarang Mark A. Gabriel adalah professor dalam pendidikan Kristen dan pendiri dari organisasi missi Hope for the Nations yang bertujuan membawa Kabar Baik ke seluruh dunia, termasuk para Muslim dan Yahudi. Lagu Hope of the Nations dengan textnya, tidak ada hubungannya dengan nama organisasi di atas. Perlindungan-perlindungan supernatural yang professor Mark A. Gabriel alami ini juga telah terjadi pada banyak orang Kristen lainnya. Beberapa contoh kejadian dari Alkitab:

  • Daniel dengan singa-singa lapar Daniel 6
  • Sadrakh, Mesakh dan Abednego (teman-teman Daniel) dicampakkan kedalam api yang yang sangat panas – Daniel 3
  • Rasul Paulus dengan binatang buas di Efesus dan Malta – 1Kor 15:30-32; Kis 28.1-6

Peristiwa-peristiwa supernatural ini adalah sebagian kecil dari bukti-bukti bahwa Alkitab adalah firman Elohim yang hidup, sebab semua JANJI-JANJI yang tertulis di Alkitab MASIH TETAP BERLAKU SAMPAI SEKARANG!! Video wawancara: Alasan Prof. Sejarah Islam Mark Gabriel meninggalkan Islam Part 1 & Part 2 & Part 3 & Part 4 & Part 5

Bacaan berkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog