Agama Islam semakin menakutkan – khususnya bagi orang Islam sendiri!


Organisasi militan Sunni ISIS berparade di Irak membawa bendera JihadIrak: Islam Sunni ISIS: “Kami telah mengeksekusi 1700 tertara!”
Militan ISIS (the Islamic State of Iraq and the Syria / Pemerintahan Islam Irak dan Syria) yang sejak bulan Mai dikabarkan terpukul mundur dari Homs, Syria, sekarang memasuki Irak utara dan dalam situsnya (berbahasa Arab) mengklaim telah mengeksekusi 1700 tentara Shia Irak.
Laporan PBB mennyatakan: Konflik bersenjata antara Muslim Shia dengan Muslim Sunni di Irak telah menewaskan sedikitnya 1075 jiwa di bulan Juni (2014; periode tanggal 5 sampai 22); dua per tiga dari korban adalah rakyat jelata. Dan ratusan ribu telah mengungsi.
Musim panas tahun lalu sebuah kelompok militan Sunni menyerang rakyat kota Damaskus dengan senjata kimia menewaskan 1400 jiwa, banyak dari korban tersebut adalah anak-anak. USA, Perancis dan Inggris sebelumnya menuduh pemerintah Syria – yang meracuni rakyatnya sendiri.

ISIS telah terkenal kesadisannya di dalam menghukum ‘para pemberontak’ (bukan hanya Shia, tetapi juga sesama Sunni, yang tidak sepaham dengan agenda politik ISIS).Minggu ini ISIS telah menproklamasikan berdirinya kembali Negara Islam Khalifah (idenya mungkin sejenis PBB-nya negara Barat).

Pakistan. Sajjad Ahmed dan Muafia Bibi, pasangan suami-istri dieksekusi oleh keluarga pihak wanita
Mereka baru saja menikah seminggu lamanya, di depan banyak orang – oleh pihak keluarga pengantin wanita keduanya dala keadaan terikat lalu dieksekusi; Alasannya? Sederhana, sebab mantu pria bukanlah pilihan orang tuanya, kata ayah Muafia. Masyarakat berkumpul ketika para pihak pembunuh membawa keduanya ke halaman rumah. Beberapa orang berkata bahwa anak-anak haruslah ada disuruh pergi dahulu, tatapi ayah dari Muafia Bibi menyuruh mereka tinggal tetap dan menyaksikan, dan berkata: ”Mereka haruslah belajar apa yang akan terjadi pada mereka jika mereka menikah dengan seseorang dari pilihan mereka sendiri.” Muafia sudah berumur 17 tahun.
Kelompok-kelompok pembela HAM berkata hampir 900 wanita dibunuh atas nama “kehormatan keluarga” pada tahun 2013, namun angka yang asli dipercayai lebih tinggi. The Telegraph (29 Juni 2014).

Syria: Sembilan pria Muslim dihukum salib oleh kelompok Islam Sunni ISIS
Peristiwa terjadi di desa Al-Bab, dekat perbatasan Turki. Hanya satu yang tetap hidup, namun dalam kondisi kritis. Para Muslim yang tersalib ini adalah para militant Islam Sunni yang melawan President al Assad (Muslim Shia). Militan ISIS adalah satu dari banyak organisasi militant Islam Sunni yang masuk ke Syia untuk menggulingkan Assad. Di pertengahan 2013 telah terjadi perselisihan pendapat di antara kelompok militant Sunni sendiri. Itulah sebabnya secara umum mereka gagal menumbangkan Assad. Di Libia saat ini juga terjadi gencatan senjata diantara militan Sunni sendiri setelah mereka berhasil menggulingkan Kaddafi – karena bantuan NATO . The Telegraph. 29 Juni 2014

Referensi:

Sunni Islamists in Iraq: “We Executed 1700 Soldiers”
Children forced to watch as Pakistani couple who married for love were ‘murdered as an example’
Isis crucifies nine people in Syrian villages. Crucifixions have been meted out by Isis across Syria as punishment to rebels

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Pakistan: orang tua bunuh anak gadisnya, demi kehormatan keluarga dan agama


Membunuh anggota keluarga sendiri atas nama kehormatan keluarga dan agama Islam adalah hal yang umum di negara-negara Islam, khususnya Pakistan. Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Pakistan melaporkan 943 perempuan terbunuh tahun 2011 atas nama pembunuhan demi kehormatan (honor killing).

Di ujung bulan Oktober 2012, di desa Kotli, Kasmir Pakistan, Anosh/ Anusha Zafar, gadis 16 tahun, disiram cairan asam cuka (acid) oleh kedua orang tuanya oleh karena melihat dua kali kepada pemuda yang berkendaraan motor. Anosh meninggal sehari setelah kejadian.

Dipengadilan keduanya mengakui perbuatan mereka, Zaheen (ibu) mengaku menyiram asam cuka dan berkomentar: ”Itu adalah tujuan hidupnya untuk mati dengan cara ini.” Suaminya menarik Anosh kedalam rumah dan memukuli dan menyiram asam cuka melalui bantuan isterinya. 60% dari tubuh gadis ini terbakar, namun kedua orang tuanya tidak membawa korban ini kerumah sakit, dan meninggal esoknya.

Disaat penguburan, saudara perempuan terbesar dari Anosh curiga, kenapa orang tuanya menolak untuk memperlihatkan wajah adiknya kepada para tamu yang turut berduka cita; yang merupakan kebiasaan umum di masyarakat Islam di Kashmir. Lalu anak perempuan terbesar ini (kakak terbesar korban) melaporkan ke polisi, yang berakibat polisi menangkap dan mengadili kedua pembunuh tersebut.

Tragedi ini bahkan terbawa-bawa sekalipun mereka hidup negara Barat. Suatu tratistik yang dikeluarkan di Inggris menyatakan terdapat 12 kasus pembunuhan atas nama kehormatan (honor killing) pertahunnya di Inggris.

Kasus pembunuhan atas nama kehormatan agama baru-baru ini membangunkan masyarakat Inggris. Shafilea Ahmed yang dinyatakan hilang pada September 2003, dan mayatnya ditemukan pada Febuary 2004, akhirnya Agustus 2012 diketahui bahwa kedua orang tuanya (Iftikhar dan Farzana) adalah pembunuh anak gadis tersebut. Gadis Shafilea dieksekusi setelah mulutnya disumbat plastik dan ditembak didepan adik-adiknya.

Seperti biasanya orang tua/ pihak keluarga menyangkal keras telah membunuh anak atau saudari perempuan mereka dihadapan pengadilan (namun menyombongkan perbuatan mereka dikalangan orang Islam). Kasus Shafilea ini pun terbongkar oleh karena adik perempuannya membuka mulut setelah ditangkap polisi dalam hubungannya dengan perampokan bersenjata di bulan Agustus 2010.

Isteri pertama Iftikhar bercerita bahwa Iftikhar adalah pria yang suka dunia Barat: dansa, minum bir dan pergi ke disco sewaktu tinggal di Denmark, namun pribadinya berubah jika berada disekitar famili Pakistanya. Isteri pertama memutuskan bercerai karena tidak ingin dimadu.

Hakim berkata kepada kedua Iftikhar dan Farzana (orang tua Shafilea): ”Kekuatiran kalian tentang dipermalukan dalam komunitas kalian adalah lebih besar daripada kasih atas anak kalian. … Kalian telah membunuh satu anak perempuan, tetapi kalian telah merusak kehidupan-kehidupan dari anak-anak kalian yang tersisa.” Mereka dihukum perjara seumur hidup.

Kedua orang tua ini terguncang dan menangis sedih; apakah tangisan mereka karena mereka sekarang sadar atas perbuatan sadis mereka atas anak mereka sendiri atau karena terbongkar dan harus dipenjara, Mereka sendiri yang tahu.

Bacaan berkait:

 Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog