Timur Tengah: Proklamasi Kemerdekaan Negara Kurdistan – sangat dekat!


Peta negara Kurdistan dan negara-negara tetangganya”Kami sekarang sangat dekat untuk suatu suatu proklamasi kemerdekaan. Hambatan utama untuk saat ini adalah AS…”, Prof. Ofra Bengio kepada wartawan Jerusalem Post. Mrs. Mengio adalah seorang peneliti senior untuk Studi-studi Timur Tengah dan Afrika pada Univeristas Tel Aviv.[1]
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, berbicara di Universitas Tel Aviv hari Minggu kemarin (29 Juni) menyatakan ”Kita harus mendukung aspirasi suku Kurdi untuk merdeka.”
Pernyataan PM Israel ini disambut sangat gembira oleh rakyat Kurdi yang hidup di berbagai negara. Arfi Bawecani, seorang aktivis politik Kurdi yang tinggal di Norwegia – yang selalu mengikuti perkembangan di Kurdistan – bercerita bahwa “pernyataan dukungan Israel bagi kemerdekaan Kurdistan (yang pertama kali dari kalangan pemerintah dunia) telah membuat koran-koran, majalah-majalah, Facebook dan Twitter banjir dengan photo-photo bendera Israel dan wajah Benyamin Netanyahu.” Arif berkata melalui Skype kepada rekan Baratnya, “Saya pikit semua organisasi orang Kurdi telah menulis terima kasih banyak kepada Mr. Netanyahu.”
Pernyataan PM Israel ini disambut sangat positif oleh Prof. Bengio, sebagai “Netanyahu secara pandai menavigasi perubahan Timur Tengah”
Kurdistan adalah wilayah utama dari pemerintahan Asyur kuno dengan kota-kota pentingnya seperti Niniwe (2 Raja-raja 9:39 & Yesaya 37:37) , Kalah (Nimrud)[2] dan Resen (Kej 10:8-12). Kejayaan Asyur dapat dibaca pada kitab 2 Raja-raja 18 dan 19 – Mesir, Samaria (Israel Utara), Damaskus (Syria) dan banyak kerajaan kecil tumbang di tangan raja-raja Asyur. Perkataan sombongnya nampak ketika raja Asyur ingin merebut kerajaan Yehuda – dan ia membayar sangat mahal untuk kesombongannya menghina Elohim Israel (2 Rj 18:33-35). Bener Kurdistan bukanlah Irak pada bendera Kurdistan
Alkitab menubuatkan bahwa YAHWEH memiliki rencana yang indah untuk Kurdistan, baca Kitab Yesaya 19: Penggenapan Nubuatan tentang negara Mesir.

Gerakan kemerdekaan Kurdistan di abad 20 telah muncul dan tenggelam berkali-kali:

  • 1946, terjadi di Kurdistan Iran dengan nama Republik Mahabad; dihancurkan oleh tentara Iran dalam beberapa bulan kemudian.
  • 1961-70, terjadi di Kurdistan Irak dipimpin oleh Murtafa Barzani
  • 1983, terjadi di Kurdistan Irak, digilas oleh Saddam Hussein secara brutal; desa-desa orang Kurdi (Irak Utara) di racuni melalui pesawat udara militer menewaskan 3000 sampai 5000 orang, dan infrastruktur mereka dihancurkan
  • Jumlah orang Kurdi sekitar 30 juta, dan telah tergolong sebagai negara tanpa pemerintahan terbesar di dunia.
  • 1984, terjadi di Kurdistan Turki, dipimpin oleh PKK (Partai Karyawan Kurdi); diperangi oleh Turki berkali-kali dan sampai sekarang pemimpin utamanya masih dipenjara. Lebih dari 40.000 tewas.
  • 1991, setelah Perang Teluk I, daerah otonomi bangsa Kurdi tercipta di Irak Utara.

Wanita-wanita Kurdi dengan baju kebangsaannya sedang menariDari peta geografi kurdisatan dan daftar perjuangan suku Kurdi di atas kita bisa melihat bahwa suku Kurdi berbeda dengan suku-suku yang ada di sekitar mereka. Mereka bukanlah orang Arab, bukan orang Turki, dan bukan juga orang Persia (Iran). Suku Kurdi memiliki bahasa sendiri, budaya, tradisi merekapun sangatlah berbeda dengan suku-suku disekitar mereka – sekalipun kebanyakan orang Kurdi adalah Muslim Sunni.
Milihat perkembangan politik Timur Tengah yang sangat tidak stabil di tahun 2014, dimana khususnya organisasi Islam Sunni ISIS (Pemerintahan Islam Irak dan Syria) yang telah menguasai kota-kota strategis di Irak dari pemerintah Shiia dan baru saja memproklamasikan lahirnya Pemerintahan Khalifad Islam [3] telah mendorong bangsa Kurdi ingin segera membuat pemerintahannya sendiri, bebas dari kontrol pemerintahan Bagdad (Irak, Babilon kuno).

Seorang pemimpin Kurdi ditanya wartawan tentang nasib suku Kurdi di Kurdistan Syria sehubungan dengan perang yang berkepanjangan di Syria, ”Apa yang terjadi sekarang ini di Kurdistan Syria. Saya jarang sekali melihat hal itu disinggung di media Barat?” Dr. Sherkoh Abbas menjawab: ”Kami telah diabaikan oleh media Barat, oleh media Timur Tengah dan oleh komunitas Internasional secara bersama.” Mr. Abbas adalah pemimpin Jemaat Nasional Kurdistan Syria (the Kurdistan National Assembly of Syria.)
“Apa yang Anda dan mayoritas orang Kurdi Syria piker tentang Israel? Jika orang Israel menawarkan bantuan, akankah kalian menerima itu?” wartawan bertanya kembali
Anda bisa tebak, apa jawaban pemimpin Kurdi ini atas pertanyaan di atas?
Sherkoh Abbas menjawab: “Saya telah mengatakan ini berkali-kali: Orang Israel tidak pernah membunuh atau membantai orang-orang Syria seperi cara rezim saat ini melakukan [President al-Assad, menunjuk kepada]. Kami tidak memiliki masalah dengan bangsa Israel. Kami ingin memecahkan masalah kami secara damai melalui dialog dan perundingan. Orang Israel, seperti orang Kurdi, ditargetkan untuk penghapusan oleh rezim-rezim tirani di Timur Tengah, jadi kami [Kurdi dan Israel] adalah sekutu alami.
Kami meminta Israel untuk membantu orang-orang Syria [ pernyataan jujur Mr. Abbas ini menampakan wartawan telah bertanya dengan sangat sopan: ”Israel menawarkan bantuan”] — semua orang Syria — dan menggunakan pengaruh politiknya di dunia untuk mendukung revolusi dan mempromosikan demokrasi di wilayah tersebut. Kami memerlukan semua bantuan yang kita bisa dapatkan dari setiap negara yang bersedia untuk membantu kami.
Lihat, 400 pria, wanita, dan anak-anak Syria baru saja dibantai oleh rezim. Selain dari oleh Salafists dan Ikwan Muslim (the Muslim Brotherhood), siapa yang tidak ingin bantuan dari Israel? Israel tidak membunuh orang secara sewenang-wenang atau menekan siapa pun di Syria sebagaimana cara kebanyakan para pemerintah Arab melakukan. Foto Jihad Islam menyembunyikan wajah mereka
Selama lima puluh tahun kediktatoran-kediktatoran Timur Tengah telah merubah Israel dan pihak Barat ke dalam alasan-alasan untuk menindas orang.
Kita perlu bergerak melampaui rezim-rezim diktator yang telah gagal ini dan membangun system-syistem desentralisasi demokrasi dimana mayoritas maupun minoritas menikmati kedamaian dan kebebasan.
Menjawab tentang tekanan President Barack Obama untuk melupakan pemintaan kemerdekaan Kurdistan, Mr. Abbas menyatakan ”adalah suatu tindakan bunuh diri jika menerima perintah AS tersebut.” Ia menjelaskan maksudnya: “Telah ada 22 negara Arab dan tidak satupun dari mereka adalah bersifat demokrasi. Kami telah menderita di bawah sistem kebangsaan, sekuler, kebangsaan Arab, Islam, dan Baath [system politik partai Sadam Hussein]. Kami tidak dapat percaya bahwa Tentaa Syria Merdeka (the Free Syrian Army) dan para pendukungnya di Qatar dan Turki yang berkata penggantian rezim dan demokrasi haruslah cukup untuk memperbaiki semua masalah kami.”

Bacaan berkait:

Referensi:

Catatan kaki:
1. Biografi dan hasil karya tulis Prof. Ofra Bengio tentang suku Kurdi, Irak dan dunia Arab bisa dilihat di sini: Ofra Bengio http://telaviv.academia.edu/OfraBengio
2. Kalah atau Kalhu (Calah; in English) terletak di bawah Resen dan Resen di bawah Ninewe ketiganya terletak di dekat sungai Tigris. Tidak jauh dari kota-kota tua ini, di kanannya terdapat kota Erbil (Arbel; bahasa Asyur), di dalam kota ini terdapat ’kota kuno’ Kalah, diperkirakan 6000 tahun umurnya tembok dan bangunan-bangunan dari tanah liat masih berdiri.
3. Suatu pemerintahan Islam yang menaungi semua negara-negara di dunia dan memakai hukum Islam sebagai satu-satunya azas hukum pemerintahan) dan dikuasai oleh seorang pemimpin agama. Ini sejenis dengan Negara (Gereja) Roma Katolik yang dikontrol oleh pemimpin agamanya yakni Paus.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Kurdistan: Bangsa Tanpa Negara


Berapa banyak dari orang Indonesia yang tahu dimana letak Kurdistan atau pernah mendengar nama ”Kurdistan” sebelum membaca artikel ini? Suku bangsa yang tinggal di wilayah Kurdistan ini disebut Kurdi. Secara politik Negara Kurdistan (sampai saat ini) bisa dikatakan sama dengan Negara Israel (dari 723 BC sampai 1948 AD) – tanpa negara. Bangsa Kurdi terjajah dan terbuang dari tanah air mereka sendiri. Sampai sekarang sebagian besar tanah mereka masih dimiliki oleh negara-negara tetangga mereka. Kehadiran mereka sebagai suatu bangsa yang bernegara belumlah diakui oleh negara-negara tetangga mereka. Menurut K.N. Jamili, suku Kurdistan ini merupakan kelompok etnik keempat terbesar di Timur Tengah, setelah Arab, Persia dan Turky. Setelah suku Kurdi lalu Iran, Iraq dan Syria. Jumlah mereka sekitar 40 juta orang, dan … tanpa memiliki negara pemerintahan!

Mereka memiliki bahasa dan budaya sendiri. Dari jarak empat ratus meter pembaca akan dapat mengenali dengan mudah seorang pria Kurdi hanya dengan melihat celana panjang yang dipakainya. Alkitab mencatat empat nama kota di jantung wilayah Kurdistan:  Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu. (Kej 10:11-12). Dari ayat ini nampak bahwa nama kuno Kurdistan ialah Asyur. Dari peta-peta ini nampak bahwa Turky (43%), Iran (31%), Irak (18%), Syria (6%) membagi-bagi tanah orang Kurdi untuk mereka sendiri. Lihat peta. Garis-garis hitam pada peta ialah batas negara.   Perlu diingat bahwa mayoritas orang Kurdi beragama sama dengan negara-negara tetangga mereka, yakni Islam Suuni, dan sebagian kecil Islam Sufi. Dalam hal bangsa Kurdi ini kesamaan agama tidak mencamin persahabatan dengan negara-negara tetangganya. Dan bahkan dunia Internasional tidak perduli dengan bangsa yang tertindas ini. Tetapi jika aktivis Hamas diserang balik oleh Israel, seluruh dunia Islam ramai membuka mulut. Ada sesuatu yang salah di sini!

Ini beberapa contoh bagaimana tetangga Kurdistan menekan bangsa Kurdi dan tidak ingin orang Kurdi merdeka:

  • Di Turky: sampai tahun 1991 adalah kejahatan hukum bagi orang Kurdi berbicara dengan bahasa mereka sendiri sekalipun bukan di tempat umum. Sampai sekarang bahasa ini masih terlarang untuk dipakai secara umum. Beberapa tahun lalu, tentara Turky memasuki Irak Utara (Kurdistan Selatan) untuk memburu ’para terrorist’ Kurdi. PBB tutup mata.
  • Di Iran: orang-orang Kurdi tidak boleh memakai nama Kurdi mereka. Banyak dari mereka yang digantung dan masih mendekam dalam penjara oleh karena masalah kemerdekaan ini. Arab tutup mata, termasuk Barat.
  • Di Irak: Saddam Hussein mencoba memusnakan empat juta Kurdi-Irak. 300.000 (tiga ratus ribu) orang ’hilang’ antara 1983-1987. 4000 (empat ribu) desa orang Kurdi diracuni secara serempak,  membunuh 100.000 (seratu ribu) tambahan jiwa. Menebangi pohon-pohon mereka dan menghancurkan infratruktur mereka: rumah sakit, listrik, saluran air, dsb. Siapa yang perduli? NGO-NGO Kristen tentunya; kasih dan perhatian yang sama pada peristiwa Tsunami Aceh.

Dari dua contoh di atas (dan tentunya ribuan lainnya) bagaimana NGO-NGO Kristen menolong bangsa-bangsa yang beragama Islam yang tertimpa malapetaka, membuktikan bahwa Kuran salah! Orang Kristen TIDAK pernah terbukti MEMBENCI orang Muslim!!

Sekarang kita lihat kepada catatan Alkitab. Kejayaan Asyur (Kurdistan Kuno) sudah dikenal sejak 2700 tahun yang lalu, banyak bangsa ditaklukan oleh Asyur:  Damaskus; Syria (732), Tyre; Libanon (723 BC) dan Yehuda; Israel (701), juga Sidon; Libanon (677). Raja Asyurlah yang membawa bangsa Israel keluar dari tanah mereka, Kanaan, dan kemudian mengisinya dengan berbagai suku bangsa dari negara-negara yang dijajahnya (lihat peta!). Informasi lebih detil dan bukti-bukti firman Elohim tentang ini dapat di baca di ”Tanah Kanaan/ Israel/ Palestina dan kota Yerusalem milik siapa sebenarnya?” Apakah kondisi Kurdistan selama ratusan tahun belakangan ini adalah sebuah tuaian dari apa yang nenek moyang mereka telah tabur pada bangsa Israel, hanya Elohim yang bisa jawab dengan benar. Tepatnya Alkitab menelus bahwa Asyur dipakai Elohim saat itu sebagai cambuk dan tongkat-Nya untuk memurnikan Israel (Yes 10:5-6), yang menjadi masalah ialah Asyur bertindak diluar batas dari apa yang Elohim perintahkan kepadanya. Sehingga Asyur pun, dinubuatkan, akan dihukum. Alkitab berkata ”Tetapi apabila YAHWEH telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di gunung Sion dan di Yerusalem, maka Ia akan menghukum perbuatan ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong. (Isa 10:12)- baca ayat 13 dan 14.

Bukan tugas manusia menghakimi sesamannya, sekalipun ada kemungkinan Elohim memakai suatu bangsa untuk menghukum bangsa lainnya seperti contoh di atas, namun perlu diingat bahwa kemarahan YAHWEH itu tidak selamanya, dan tujuan Ia menghukum bukanlah untuk menghancurkan tapi untuk menyempurnakan. Kebaikan hati-Nya ini bisa di lihat pada Yes 8:23 dan 9:1 (9:1-2 in English). Dengan kata lain, jika YAHWEH telah mengangkat hukuman-Nya terhadap suatu bangsa yang berontak kepada-Nya, bangsa yang dipakai sebagai cambuk dan tongkat-Nya haruslah berhenti menindas bangsa yang terhukum tersebut, jika tidak, maka Elohim sendiri akan menghukum si negara penghukum tersebut.

Hukuman YAHWEH atas negara Israel telah selesai, lahirnya kembali negara Israel (1948) adalah penggenapan nubuatan nabi-nabi. Jadi jika masih ada negara yang masih terus ingin menghukum Israel, negara tersebut sesungguhnya sedang melawan YAHWEH.

Hukuman atas Asyur (Kurdistan) pun sudah selesai,  Alkitab berkata: Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. …ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari … (Pkb 3:1-4)

Saatnya sekarang Elohim YAHWEH memulihkan Kurdistan seperti janji-Nya melalui nabi Yesaya: Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping  Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, yang diberkati oleh YAHWEH semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.” (Yes 19:23-25)

Ayat ini berkata bahwa Israel bukan saja akan berdamai dengan Mesir dan Asyur, lebih dari itu Israel akan menjadi pendamai untuk keduanya!

YAHWEH mengasihi semua bangsa, termasuk Anda bangsa Kurdi, sebab Anda juga adalah ciptaan tangan-Nya. YAHWEH kiranya melihat air mata dan jeritan penderitaan Anda. Dan kiranya Dia mematahkan beban-beban berat di bahumu yang telah ditaruh oleh para tetanggamu. Lihatlah ke atas, bangkitlah dari perkabunganmu, sebab Dia sudah mendengar doa-doamu. Amin!

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog