Kurdistan: Bangsa Tanpa Negara


Berapa banyak dari orang Indonesia yang tahu dimana letak Kurdistan atau pernah mendengar nama ”Kurdistan” sebelum membaca artikel ini? Suku bangsa yang tinggal di wilayah Kurdistan ini disebut Kurdi. Secara politik Negara Kurdistan (sampai saat ini) bisa dikatakan sama dengan Negara Israel (dari 723 BC sampai 1948 AD) – tanpa negara. Bangsa Kurdi terjajah dan terbuang dari tanah air mereka sendiri. Sampai sekarang sebagian besar tanah mereka masih dimiliki oleh negara-negara tetangga mereka. Kehadiran mereka sebagai suatu bangsa yang bernegara belumlah diakui oleh negara-negara tetangga mereka. Menurut K.N. Jamili, suku Kurdistan ini merupakan kelompok etnik keempat terbesar di Timur Tengah, setelah Arab, Persia dan Turky. Setelah suku Kurdi lalu Iran, Iraq dan Syria. Jumlah mereka sekitar 40 juta orang, dan … tanpa memiliki negara pemerintahan!

Mereka memiliki bahasa dan budaya sendiri. Dari jarak empat ratus meter pembaca akan dapat mengenali dengan mudah seorang pria Kurdi hanya dengan melihat celana panjang yang dipakainya. Alkitab mencatat empat nama kota di jantung wilayah Kurdistan:  Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu. (Kej 10:11-12). Dari ayat ini nampak bahwa nama kuno Kurdistan ialah Asyur. Dari peta-peta ini nampak bahwa Turky (43%), Iran (31%), Irak (18%), Syria (6%) membagi-bagi tanah orang Kurdi untuk mereka sendiri. Lihat peta. Garis-garis hitam pada peta ialah batas negara.   Perlu diingat bahwa mayoritas orang Kurdi beragama sama dengan negara-negara tetangga mereka, yakni Islam Suuni, dan sebagian kecil Islam Sufi. Dalam hal bangsa Kurdi ini kesamaan agama tidak mencamin persahabatan dengan negara-negara tetangganya. Dan bahkan dunia Internasional tidak perduli dengan bangsa yang tertindas ini. Tetapi jika aktivis Hamas diserang balik oleh Israel, seluruh dunia Islam ramai membuka mulut. Ada sesuatu yang salah di sini!

Ini beberapa contoh bagaimana tetangga Kurdistan menekan bangsa Kurdi dan tidak ingin orang Kurdi merdeka:

  • Di Turky: sampai tahun 1991 adalah kejahatan hukum bagi orang Kurdi berbicara dengan bahasa mereka sendiri sekalipun bukan di tempat umum. Sampai sekarang bahasa ini masih terlarang untuk dipakai secara umum. Beberapa tahun lalu, tentara Turky memasuki Irak Utara (Kurdistan Selatan) untuk memburu ’para terrorist’ Kurdi. PBB tutup mata.
  • Di Iran: orang-orang Kurdi tidak boleh memakai nama Kurdi mereka. Banyak dari mereka yang digantung dan masih mendekam dalam penjara oleh karena masalah kemerdekaan ini. Arab tutup mata, termasuk Barat.
  • Di Irak: Saddam Hussein mencoba memusnakan empat juta Kurdi-Irak. 300.000 (tiga ratus ribu) orang ’hilang’ antara 1983-1987. 4000 (empat ribu) desa orang Kurdi diracuni secara serempak,  membunuh 100.000 (seratu ribu) tambahan jiwa. Menebangi pohon-pohon mereka dan menghancurkan infratruktur mereka: rumah sakit, listrik, saluran air, dsb. Siapa yang perduli? NGO-NGO Kristen tentunya; kasih dan perhatian yang sama pada peristiwa Tsunami Aceh.

Dari dua contoh di atas (dan tentunya ribuan lainnya) bagaimana NGO-NGO Kristen menolong bangsa-bangsa yang beragama Islam yang tertimpa malapetaka, membuktikan bahwa Kuran salah! Orang Kristen TIDAK pernah terbukti MEMBENCI orang Muslim!!

Sekarang kita lihat kepada catatan Alkitab. Kejayaan Asyur (Kurdistan Kuno) sudah dikenal sejak 2700 tahun yang lalu, banyak bangsa ditaklukan oleh Asyur:  Damaskus; Syria (732), Tyre; Libanon (723 BC) dan Yehuda; Israel (701), juga Sidon; Libanon (677). Raja Asyurlah yang membawa bangsa Israel keluar dari tanah mereka, Kanaan, dan kemudian mengisinya dengan berbagai suku bangsa dari negara-negara yang dijajahnya (lihat peta!). Informasi lebih detil dan bukti-bukti firman Elohim tentang ini dapat di baca di ”Tanah Kanaan/ Israel/ Palestina dan kota Yerusalem milik siapa sebenarnya?” Apakah kondisi Kurdistan selama ratusan tahun belakangan ini adalah sebuah tuaian dari apa yang nenek moyang mereka telah tabur pada bangsa Israel, hanya Elohim yang bisa jawab dengan benar. Tepatnya Alkitab menelus bahwa Asyur dipakai Elohim saat itu sebagai cambuk dan tongkat-Nya untuk memurnikan Israel (Yes 10:5-6), yang menjadi masalah ialah Asyur bertindak diluar batas dari apa yang Elohim perintahkan kepadanya. Sehingga Asyur pun, dinubuatkan, akan dihukum. Alkitab berkata ”Tetapi apabila YAHWEH telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di gunung Sion dan di Yerusalem, maka Ia akan menghukum perbuatan ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong. (Isa 10:12)- baca ayat 13 dan 14.

Bukan tugas manusia menghakimi sesamannya, sekalipun ada kemungkinan Elohim memakai suatu bangsa untuk menghukum bangsa lainnya seperti contoh di atas, namun perlu diingat bahwa kemarahan YAHWEH itu tidak selamanya, dan tujuan Ia menghukum bukanlah untuk menghancurkan tapi untuk menyempurnakan. Kebaikan hati-Nya ini bisa di lihat pada Yes 8:23 dan 9:1 (9:1-2 in English). Dengan kata lain, jika YAHWEH telah mengangkat hukuman-Nya terhadap suatu bangsa yang berontak kepada-Nya, bangsa yang dipakai sebagai cambuk dan tongkat-Nya haruslah berhenti menindas bangsa yang terhukum tersebut, jika tidak, maka Elohim sendiri akan menghukum si negara penghukum tersebut.

Hukuman YAHWEH atas negara Israel telah selesai, lahirnya kembali negara Israel (1948) adalah penggenapan nubuatan nabi-nabi. Jadi jika masih ada negara yang masih terus ingin menghukum Israel, negara tersebut sesungguhnya sedang melawan YAHWEH.

Hukuman atas Asyur (Kurdistan) pun sudah selesai,  Alkitab berkata: Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. …ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari … (Pkb 3:1-4)

Saatnya sekarang Elohim YAHWEH memulihkan Kurdistan seperti janji-Nya melalui nabi Yesaya: Pada waktu itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur, sehingga orang Asyur dapat masuk ke Mesir dan orang Mesir ke Asyur, dan Mesir akan beribadah bersama-sama Asyur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga di samping  Mesir dan di samping Asyur, suatu berkat di atas bumi, yang diberkati oleh YAHWEH semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.” (Yes 19:23-25)

Ayat ini berkata bahwa Israel bukan saja akan berdamai dengan Mesir dan Asyur, lebih dari itu Israel akan menjadi pendamai untuk keduanya!

YAHWEH mengasihi semua bangsa, termasuk Anda bangsa Kurdi, sebab Anda juga adalah ciptaan tangan-Nya. YAHWEH kiranya melihat air mata dan jeritan penderitaan Anda. Dan kiranya Dia mematahkan beban-beban berat di bahumu yang telah ditaruh oleh para tetanggamu. Lihatlah ke atas, bangkitlah dari perkabunganmu, sebab Dia sudah mendengar doa-doamu. Amin!

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
Iklan