Injil yang lain: Bunuh diri dan tetap bisa masuk sorga!, Benarkah ini?


Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: Takutlah akan Elohim dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.”  (Wah 14:6-7)

Praktek bunuh diri telah dikenal lama dan telah dilakukan dengan tujuan yang sangat berfariasi, dari sekedar melarikan diri dari masalah sampai membela agama dan negara; diterapkan secara kehendak diri sendiri, dan kehendak orang lain (keluarga dekat atau rumak sakit). Dilakukan melalui senjata, obat-obatan dan peralatan kedokteran.

Praktek bunuh diri, dikenal sebagai Euthanasia (dari kata Yunani eu: baik atau lancar; dan thanatos: kematian) merefers pada praktek bertujuan mengakhiri sebuah kehidupan agar supaya bebas dari sakit dan penderitaan. – Wikipedia.org.

Di banyak negara maju, Praktek bunuh diri atau Euthanasia ini masih menjadi perdebatan sosial dan politik – 1. Bolehkan dokter menjabut nyawa pasiennya jika pasientnya meminta. 2. bolehkah orang lain (keluarga melalui dokter) mengakhiri nyawa orang lain karena alasan tidak mampu merawat si penderita.

Di sini saya tidak membicarakan masalah sosial maupun politik, tetapi Alkitab, Firman Elohim. Adakah jaminan dari Firman Elohim jika seorang beriman membunuh dirinya sendiri, orang itu akan tetap masuk sorga? Atau dengan kata lain, darimana datanganya ajaran yang mengatakan ”orang Kristen bunuh diri dan ia tetap masuk sorga?” Perkara ini penting untuk dimengerti oleh setiap orang Kristen, sebab keselamatan kekal bukan berasal dari ”doktrin agama” juga tidak dari ”hukum dan ketetapan negara;” itu tergantung sepenuhnya dari YAHWEH, yakni Elohim Pencipta manusia dan pemilik Sorga.

Pendeta Rick Warren pada hari Jumat kemarin (5 April 2013) baru saja kehilangan putra bungsunya, Matthew Warren yang berusia 27 tahun. Suatu kabar yang tidak menyenangkan tentunya bagi setiap orang tua, famili dan teman. Saya pun turut bersedih, sekalipun saya tidak mengenal Pendeta Rick secara pribadi, namun saya mengikuti berita tentang pengajaran beliau sejak bukunya “The Purpose Driven Life: What on earth am I here for?, yang telah menjadi bestselling, telah terjual 30 juta buku di seluruh dunia.

Matthew Warren ditemukan meninggal dunia bunuh diri melalui tembakan senjata api di rumahnya di California.
Gereja Saddleback, dimana Pendeta Rick Warren menjabab sebagai pendeta senior, membuat pernyataan dukungan doa dari jemaatnya dan menulis: “Pada usia 27 tahun, Matthew luar biasa ramah, lembut dan pemuda muda yang berbelas kasihan, jiwanya yang manis telah membangun dan menghibur banyak orang. Malangnya, dia juga menderita sakit jiwa yang menyebabkan tekanan (jiwa yang) dalam dan pikiran-pikiran bunuh diri.”
Warren (pendeta Rick, ayahnya Matthew) menulis dalam emailnya kepada keluarga gerejanya, “Saya tidak akan lupa bagaimana, tahun- tahun yang lalu, setelah pendekatan lainnya telah gagal melepaskan (sakit), Matthew berkata, ‘Pap, Saya tahu saya pergi ke sorga. Mengapa saya tidak boleh mati saja dan mengakhiri sakit ini?’ Warren menulis. “Tetapi dia telah tetap bertahan untuk decade berikutnya. ” 

Matthew berkata, ‘Pap, Saya tahu saya pergi ke sorga. Mengapa tidak boleh mati saja dan mengakhiri sakit ini?’ – Pendeta Rick Warren, ayah Matthew

Pernyataan Pendeta Rick Warren ini tidak dapat dilewatkan begitu saja sebagai “berita duka cita,” di dalamnya menyangkut doktrin Kristianiti. Khususnya pernyataan ini keluar dari seorang Pendeta ber kaliber internasional – dikenal sebagai “pendeta dari pendeta-pendeta.” Bukunya (yang dilengkapi dengan versi DVD), the Perpose Driven Life, dipakai sebagai bahan pemuridan atau sel-sel kelompok di berbagai gereja di dunia.

Benarkah orang Kristen yang bunuh diri tetap dapat masuk ke sorga? Apakah Injil dan Alkitab mendukung doktrin tersebut? Mari kita lihat isi Alkitab.

  • Meninggal dunia atau mati saat berdosa. Alkitab dalam hal ini jelas bahwa seorang yang meninggal dunia dalam kondisi berdosa atau dosanya belum diampuni Elohim pastilah orang berdosa itu akan masuk neraka. Dosa ini termasuk dosa tidak percaya kepada Adonai Yeshua Ha Mashiah (Tuhan Yesus Kristus), seperti tertulis:  Lalu Ia (Yeshua) berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”  (Yoh 8:23-24)
  • Kasus Yudas Iskariot bunuh diri.  Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yeshua telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.  (Mat 27:3-5)
  • Yeshua jauh-jauh hari telah memperingatkan Yudas secara tidak langsung menyebut dia sebagai iblis, oleh sebab ia suka mencuri uang (Yoh 6:70). Injil berkata sebab Yudas memberi dirinya dipengaruhi oleh Iblis: mencuri uang pelayanan (Yoh 12:4-6) dan rencana berhianat kepada guru-Nya demi uang (Yoh 13:2). Pengaruh Iblis atas Yudas berkembang dari tingkat ”dipengaruhi” , kemudian menjadi  ”dikendalikan” (Luk 22:3-5) dan kemudian ”kerasukan” (Yoh 13:27). Iblis yang telah berhasil menguasai seluruh pikiran dan perasaan Yudas, menjual gurunya demi uang, sekarang berkata kepada Yudas: ”penyesalanmu tidak ada gunanya, dosamu tidak bisa diampuni. Lebih baik kamu bunuh diri saja, toh hidup pun tidak berarti!”   
  • Kasus bunuh diri Perjanjian Lama. Raja Saul karena kesombongan (1 Sam 31:4-5); raja Zimri, karena putus asa (1 Raja2 16:15-20)

Mengapa penyesalan Yudas Iskariot berakhir dengan gantung diri, sedangkan Petrus, yang menyangkal Yeshua tiga kali hanya dalam beberapa jam saja berkahir pada perotabatan? Saya yakin Yudas dan Petrus keduanya menangis sedih atas dosa mereka, namun Petrus tidak bersedia mendengarkan bisikan dan kebohongan Iblis, Bapa dari segala Penipu ini. Hasil akhir dari mentaati suara Elohim berbeda jauh dari mentaati suara Iblis, seperti Alkitab menulis: Sebab dukacita menurut kehendak Elohim menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. (2 Kor 7:10, )

Firman YAHWEH tentang penderitaan umat-Nya:
Duri di dalam daging rasul Paulus. Baca 2 Kor 12:1-10. Pengalaman rohani Paulus yang begitu luar biasa (ay 1-4), termasuk hikmat dan pengetahuannya tentang menumbuhkan jemaat-jemaat di berbagai negara di Eropa dan Asia Minor sungguh luar biasa. Di dalam kesakitannya oleh karena duri di dalam tubuhnya, ia berseru kepada YAHWEH untuk dibebaskan. Jawaban YAHWEH diluar pemikiran manusia namun diterima oleh Paulus. Itu dibiarkan ada supaya:

  • Supaya dalam kelemah Paulus ini, kuasa YAHWEH menjadi sempurna melalui dia.
  • Memelihara Paulus tetap rendah hati.

Aniaya atas orang-orang Percaya. Aniaya ini terus menerus terjadi dan hampir mencapai dua ribu tahun lamanya, mengapa Yang Mahakuasa tidak mencabut itu keluar dari umat yang percaya kepada Dia? Alkitab menulis banyak alasannya.

  • Elohim ijinkan (Wah 13:7) seperti telah di firmankan-Nya kepada nabi Daniel (Dan 7:21).
  • Sebagai salah satu tanda  dari para Pengikut Yeshua Ha Mashiah (Mat 10:22a, 24-25; )
  • Tanda bukti Roh-Nya ada pada kita. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Ha Mashiah, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Elohim ada padamu. (1 Pet 4:14)

Injil Kerajaan Sorga vs Injil yang lain.

  • Injil Kerajaan Sorga berkata: Diberkatilah atau berbahagialah kamu yang dianiaya oleh sebab kebenaran; dicela, dianiaya dan difitnahkan segala yang jahat oleh karena Yeshua, sebab demikianlah juga telah dianiaya nabi-nabi sebelum kamu (Mat 5:10-12). “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (Mark 8:34). Percaya Yeshua lebih dari sekedar mengaku, lebih dari itu: menyalipkan hak pribadi, menanggung penderitaan dan melakukan kehendak dan perintah-Nya.
  • Injil yang lain berkata: kamu berhak menentukan jalan hidupmu sendiri; kamu berhak membela diri dan dibenarkan membunuh orang yang ingin mengancam nyawamu. Kamu berhak mengakhiri nyawamu sendiri. – Inilah sebabnya mengapa saya menolak secara umum ajaran pendeta Rick Warren yang liberal tersebut; contoh: menerima Yeshua tanpa perlu pertobatan dan mangaku dosa, keberhasilan kita dikendalikan oleh tujuan hidup kita sendiri dan bukan oleh Roh Kudus. Tidaklah mengherankan jika seorang yang percaya ajaran lnjil liberal tersebut mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri ketika ia menghadapi kesusahan dan penderitaan, namun tetap percaya bahwa ia akan masuk sorga.

Injil Kerajaan Sorga berkata: Bertahan sampai akhir!

  • Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mat 10:22)
  • Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Elohim kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yak 1:12)
  • Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan HaMashiah, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.  (1 Pet 4:12-13)
  • Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! … Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. (Wah 2:10, )
  • Dan mereka mengalahkan dia (naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan) oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. (Wah 12:11, )

Rasul Paulus memperingatkan agar kita tidak diperdaya oleh Iblis melalui Injil palsunya di 2 Korintus  11:2-4:

Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Ha Mashiah. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Ha Mashiah, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yeshua yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.  Rasul Paulus

Iblis tidak akan pernah dapat mengambil nyawa orang percaya, jika orang percaya tidak mengijinkannya sebab Bapa di Sorga telah membungkus orang percaya melalui darah Putra-Nya dan memateraikannya dengan Roh Kudus-Nya. Dosa dan atau kehendak Elohim saja yang dapat membuat orang percaya di-jamah oleh Iblis.

 Bacaan berkait:

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog
 
Iklan

Iblis berkata: Sekali selamat tetap selamat temanku!


Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan (Yoh 10:10a)

Doktrin ini adalah obat tidur Iblis untuk para pengikut Yahshua Ha Massiah. Iblis mencoba meyakinkan umat Elohim untuk bersenang-senang dengan dunia ini. Dan sakit jantung kemudian. Hawa dan kelima wanita bodoh ditipu Iblis dengan doktrin yang serupa dengan “sekali selamat tetap selamat”. setan-judi

Iblis berkata Sekali selamat tetap selamat temanku! Kamu sudah terima Yahshua Ha Massiah di dalam hidupmu bukan? Nah sekarang rilek saja nikmati hidup yang tersisa ini. Tidak perlu kuatir soal hari esok, bukankah Yahshua sendir telah berkata, Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Mat 6:34 Bukankah DIA menciptakan seluruh bumi dan isinya untuk dinikmati? “Bagaimana dengan dosa?” Anda bertanya kepada Iblis. “Dosa?”, Iblis balik bertanya kepada Anda, ”kamu pasti lupa ayat emas ini, bukankah ada tertulis di Alkitab, Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus (Ibr 10:10). Iblis menunjuk kepada ayat 17 ”dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.” Dan buru-buru Iblis menutup Alkitabnya dan tersenyum lebar-lebar seperti Satan (Santa) Claus.

Doktrin sekali selamat tetap selamat yang dijanjikan Iblis ini umumnya bersumber dari ajaran predestinasi (penetapan awal) bahwa Elohim memiliki kehendak yang absolut, jika IA sudah menetapkan seseorang untuk diselamatkan-Nya maka orang itu tetap selamat pada akhirnya (sebab doktrin ini percaya bahwa semua pelanggaran, dosa, hidup bercela pada hari akhir hidupnya tidak diperhitungkan). Dengan kata lain, orang yang telah dipilih Elohim ini secara otomatis akan terhitung sebagai orang yang akan menghuni Surga sekalipun ketika ia mati sebagai orang berdosa, pelanggar perintah-Nya.

Apa yang DIA katakan mengenal kejakinan bohong “sekali selamat tetap selamat” ini? Percaya atau tidak sesungguhnya perintah, ketetapan dan hukum YAHWEH ditujukan kepada umat-Nya (orang-orang yang telah dipilih: Israel sebagai bangsa dan orang-orang Kristen bukan-Yahudi di seluruh dunia). Semua itu ditujukan bukan kepada orang-orang yang tidak percaya. Alkitab adalah firman Elohim yang tertulis bagaimana anak-anak pilihan harus bertingkah laku dan mengerti tugas-tugasnya sebagai hamba-hamba Kerajaan Surga sebelum Yahshua datang menghakimi semua manusia.

Ayat-ayat Firman Elohim pada tiga kondisi ini akan membongkar tipuan Iblis ”sekali selamat tetap selamat”; 1. Anda telah diselamatkan namun ketika mati Anda hidup di dalam dosa. 2. telah diselamatkan dan kembali di dalam kehidupan dosa. Orang lain bersyafaat dan mengingatkan untuk pertobatan Anda, tetapi Anda tetap memilih jalan Anda sendiri dan meninggal dunia. 3. Anda misalnya seorang pendosa besar, namun pada akhir hidup Anda, semuanya Anda tinggalkan dan berbalik kejalan-jalan YAHWEH lalu Anda meninggal dunia. Alkitab berbica dengan jelas apa upah yang akan Anda dapat dari ketiga jenis kondisi kehidupan tersebut.

1. Anda telah diselamatkan namun ketika mati Anda hidup di dalam dosa.

  • Tidak mau mengampuni orang lain, dosa Andapun tidak akan diampuni-Nya (Mat 6:15; Mark 11:26). Lihat perumpamaan Yahshua tentang hal ini di Mat 18:23-35.
  • Telah lahir baru, tapi tetap menyembah berhala, bercabul dan mencobai DIA. Akan dibinasakan oleh malaikat maut (1 Kor 10:1-10). Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.(11)
  • Telah diselamatkan, namun tetap sengaja makan-minum dari makanan dan minuman bekas berhala (1 Kor 10:18-22; Kel 32:6.18) Anda akan dibinasakan.
  • Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. (Yeh 18:26; 33:18)
  • Engkau memandang ringan terhadap hal-hal yang kudus bagi-Ku dan hari-hari Sabat-Ku kaunajiskan. Yeh 22:8, juga 26; 20:13, 16). Mereka dibinasakan dan tidak masuk tanah pernjanjian (Yeh 20:15)
  • Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? (Yeh 33:11)
  • [K]atakanlah kepada teman-temanmu sebangsa: Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran … orang benar tidak dapat hidup karena kebenarannya, pada waktu ia berbuat dosa. (Yeh 33:12)
  • Telah diselamatkan tapi iman tidak bertumbuh dan tidak taat kepada PERINTAH-NYA, tidak diijinkan masuk kedalam perhentian-Nya (Ibr 4:3-8)
  • Orang-orang pilihan-Nya jika tidak berjaga-jaga bisa disesatkan (Mat 24:24; Mark 13:22)
  • Tidak tetap menjaga hati yang tulus dan iman yang teguh, bermain-main dengan dosa; maka tidak ada pengampunan korban dosa kedua baginya. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. (Ibr 10:26-27)
  • Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya (membenci saudaranya; hidupnya tidak sama seperti Dia; 6,9), ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (1 Yoh 2:4)
  • Jangan sesat! Elohim tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. (Gal 6:7-8) imajinasi-yang-sia-sia

2. Anda telah diselamatkan dan kembali di dalam kehidupan dosa. Orang lain bersyafaat dan mengingatkan untuk pertobatan Anda, tetapi Anda tetap memilih jalan Anda sendiri dan meninggal dunia.

  • Israel telah diselamatkan, diikat dengan perjanjian (4,10) diingatkan berkali-kali untuk mentaati perintah-Nya (7-8), namun tetap bandel, maka IA tidak perduli dengan doa dan kesusahan mereka (11-12,14), hukuman mati menanti umat-Nya (Yer 11:22-23)
  • Yudas Iskariot, murid pilihan-Nya memilih menjadi orang murtad sekalipun Yahshua telah berdoa dan meningatkan dia (Yoh 17; 12:4-8; 13:18)
  • Orang Israel dipembuangan yang tetap menyembah berhala diperingati kembali untuk tidak mengikuti kedegilan nenek moyang mereka yang mati di Sinai dan tidak masuk tanah pernjanjian (Yeh 20:30), merekapun tidak akan kembali masuk ketanah Israel (38).
  • Paulus mengingatkan orang-orang pilihan non- Yahudi agar tidak berbuat salah, karena YAHWEH tidak memandang orang (Kol 3:12, 25)
  • Sebab kalau Elohim tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. (Rom 11:21)

3. Anda misalnya seorang pendosa besar, namun pada akhir hidup Anda, semuanya Anda tinggalkan dan berbalik kejalan-jalan YAHWEH lalu Anda meninggal dunia.

  • Bangsa Niniveh menghukum orang Israel dipembuangan dengan sangat sadis (menguliti mereka hidup-hidup, menarik tubuh mereka dengan kuda-kuda sampai putus. Mereka bertobat oleh peringatan YAHWEH melalui nabi Yunus dan diselamatkan. (Yun 3)
  • Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. (Yeh 18:21-22 )

Jadi jelas terlihat bahwa doktrin ”SEKALI SELAMAT TETAP SELAMAT” ADALAH TIPUAN IBLIS untuk umat-Nya terbuai dengan dunia ini dan kehilangan janji keselamatan kekal yang telah ia terima.

Mungkin ada orang Kristen protes dan berkata. ”IA bertindak tidak tepat!” sama seperti nabi Yunus dan orang-orang Israel berkomentar. IA menjawab,

  • Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, hai kaum Israel, ataukah tindakanmu yang tidak tepat? (Yeh 18:25, 29)
  • Lalu Elohim berfirman: “Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?” (Yunus 4:10-11)

Pesan Yahshua dan para nabi serta rasul-Nya kepada orang-orang yang telah diselamatkan sehubungan dengan kehidupan kekal:

  • Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, (Fil 2:12)
  • Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau. (1Tim 4:16)
  • Yahshua tidak membuang siapapun yang datang kepada-Nya (Yoh 6:37-39) tapi jika orang yang telah ditebus ini tidak menghargai penebusan darah-Nya dan menyangkal nama-Nya dihadapan orang lain, maka orang ini akan ditolak oleh Yahshua dihari pengadilan.
  • Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu (Rom 8:29-30), karena besar upah yang menantinya. (Heb 10:35)
  • Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” (Heb 10:38)
  • Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Elohim.” (Wah 2:7)
  • Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. (Wah 12:11)

Mendapatkan keselamatan kekal cukup dengan iman (Ef 2:8), orang yang beriman hidup sesuai dengan firman YAHWEH (perintah, ketetapan dan hukum) dan dihari penghakiman IA aka melihat kesetian umat-Nya atas apa yang IA telah perintahkan.

Barang siapa yang ingin masuk Surga, ia harus kudus, sebab IA adalah kudus, andaikan IA bermurah hati membawa orang berdosa masuk ke surga, maka orang berdosa itu tidak akan mampu untuk tinggal di Surga yang mulia dan kudus itu, pastilah ia akan melarikan diri ke neraka.

Jika Anda seorang yang telah diselamatkan dan menjaga kekudusan hidup Anda, setialah sampai garis finish.

Jika Anda seorang yang telah diselamatkan namun hidup Anda penuh dengan kejijikan dan dosa, bertobatlah hari ini juga. IA mengasihi Anda dan ingin Anda diselamatkan.

Jika Anda seorang yang belum menerima Yahshua Ha Massiah sebagai YAHWEH dan Juruselamat Anda, segala perbuatan baik Anda tidak cukup untuk membawa Anda ke Surga mulia, atau sebaliknya Anda seorang penjahat besar, ketahuilah kasih dan kemurahan YAHWEH pencipta alam selalu cukup untuk mengampuni dosa Anda. Akuilah dosa dan kesalahan Anda kepad-Nya, berhentilah berbuat dosa dan hiduplah sebagai anak terang. Maka Andapun akan kelak mewarisi kehidupan kekal di Surga.

Bacaan terkait:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog