Ex-Katolik: Menyembah Bunda Maria tidak bagus!


Kamp (bukan nama sebenarnya) warganegara German berbincang-bincang dengan saya. Bapa ini seorang Kristen dari latar belakang  kepercayaan Roma Katolik, ia pindah ke denomasi Karismatik karena isterinya.

”Apakah gereja-gereja Protestant masih mengikuti ajaran Martin Luther?” saya bertanya untuk memulai pembicaraan yang lebih serius. Kamp: ”Sebagian masih, tetapi sebagian mencampuri ajarannya dengan paganism.” Lalu saya bertanya kepada bapa Kamp: ”Apakah dari mereka ada yang kembali kepada ajaran gereja Roma Katolik?” Dengan tenang ia menjawab dan berkata: ”Itu tetap aman jika mereka kembali kepada ajaran Roma Katolik, yang saya takutkan mereka menjadi gereja pagan.” Sampai di sini saya belum tahu bahwa ia seorang ex-Katolik, namun nampak dari jawaban bapa ini bahwa ia tidak mengerti sejarah Gereja; mengapa Martin Luther keluar dari Gereja Roma yang membangkitkan gelombang besar reformasi Gereja di Europa Barat dan membuahkan aliran yang dipanggil ”Protestant.” Maka saya mulai menerangkan kepadanya beberapa doktrin dasar Gereja Roma.

”Jika kita baca di Alkitab, saya memulai menerangkan, ”di situ tertulis bahwa [bunda] Maria ibu Yahshua pergi ke Bait Elohim membawa sepasang burung (Luk 2:24), apa artinya ini? Ini menerangkan bahwa bunda Maria tidak suci (najis/ tidak kudus/ tidak tahir) dan meminta imam untuk mengadakan upacara penyucian bagi dirinya sesuai Hukum Taurat (Imam. 12:1-8; terlampir di bawah). Namun Gereja Roma Katolik mengajar bahwa bunda Maria adalah perempuan suci, dan patut disembah.”

Bapa ini segera berkomentar: ”Ya memang menyembah [bunda] Maria tidak baik!” ”Saya akan tunjukan kepadamu bahwa itu bukan saja sekedar ’tidak baik’ tetapi berbahaya sebab itu adalah perzinahan rohani, ” gerutu saya dalam hati atas kalimatnya tersebut. Lalu saya ambil Alkitab saya dan meletakannya dengan hati-hati di meja di hadapannya. Membukanya pada kitab Wahyu, dan mulai menerangkan padanya isi pasal 17 dan 18 dengan. ”Mari kita liihat ayat 4 pada pasal 18 ini, saya tunjuk ayat ini dengan jari saya dan membaca untuk bapa ini: “Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya (Come out of her, my people) supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.  (Wah 18:4)

”Siapakah peremuan ini?”, tanya saya kepadanya, dan langsung meneruskan berbicara, ”kita bisa ketahui siapa perempuan ini pada pasal 17. Ayat 5 tertulis: ”Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.” (Wah 17:5). Sejarah Gereja membuktikan bahwa perempuan ini adalah Gereja Roma Katolik!”

Tiba-tiba bapa ini berseru: ”Wah untung saya sudah keluar dari Gereja Roma Katolik!” Pada moment ini saya baru tahu bahwa ia adalah ex-Katolik!!

Anda (pembaca artikel ini) bisa menemukan bukti lainnya bahwa bunda Maria adalah wanita berdosa sama seperti bagaimana umumnya semua wanita – kelebihannya pada Maria ibu Yahshua bahwa ia adalah seorang hamba Elohim yang rendah hati dan sangat taat kepada Elohimnya, ini yang patut diteladani – arwah dan manusia tidak boleh disembah:

Imamat 12:1-8: YAHWEH berfirman kepada Musa, demikian: “Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak laki-laki, maka najislah ia selama tujuh hari. Bila sudah genap hari-hari pentahirannya, maka untuk anak laki-laki atau anak perempuan haruslah dibawanya seekor domba berumur setahun sebagai korban bakaran dan seekor anak burung merpati atau burung tekukur sebagai korban penghapus dosa ke pintu Kemah Pertemuan, dengan menyerahkannya kepada imam. Imam itu harus mempersembahkannya ke hadapan YAHWEH dan mengadakan pendamaian bagi perempuan itu. Demikianlah perempuan itu ditahirkan dari leleran darahnya. Itulah hukum tentang perempuan yang melahirkan anak laki-laki atau anak perempuan. Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan seekor kambing atau domba, maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang seekor sebagai korban bakaran dan yang seekor lagi sebagai korban penghapus dosa, dan imam itu harus mengadakan pendamaian bagi perempuan itu, maka tahirlah ia.”

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Yahshua: ”Setialah Sampai Akhir!”


Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” Wahyu 22:12-13

Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk – ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, ketujuhnya adalah juga tujuh raja. (Wah 17:3,9-10)

Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.” Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yahshua / Yesus – perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.” ( 17:4-6,18 )

Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya (41 tahun 8 bulan) mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu. Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu. (17:12-13)

Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api. Sebab Elohim telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya (17:16-17). Nubuatan ini berkata: ibu dari segal pelacur ini kelak dihancurkan oleh binatang yang ia tungganginya sendiri, atas kehendak YAHWEH

Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia. (17:14)

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Elohim.” (2:7)

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.” (2:8 )

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.” (2:17)

Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; (2:26)

Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. (3:5)

Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Elohim-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Elohim-Ku, nama kota Elohim-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Elohim-Ku, dan nama-Ku yang baru. (3:12)

Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. (3:21)

Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Elohim dan ia akan menjadi anak-Ku. (21:7)

Terambil dari kitab Wahyu, kitab nubuatan Akhir Jaman.

Urutan peristiwa: Sepuluh raja memerintah selama 41 tahun 8 bulan dibawah kepemimpinan ”Binatang”. Pada periode kepemimpinan tersebut akan terjadi dua peristiwa besar. Peristiwa pertama: Wanita Pelacur akan dimusnakan oleh Sepuluh raja tersebut. Menyusul peristiwa kedua: Mereka (10 raja dan ”Binatang”) akan berperang melawan Anak Domba, dan mereka kalah.

Para pemeran di atas:

  • Anak Domba – ini adalah Yahweh Yahshua Ha Meshiah
  • Jemaat-jemaat dari Anak Domba – ini adalah pengikut-pengikut Yahshua.
  • Wanita pelacur?
  • Binatang? (berkepala 7, bertanduk 10)
  • 7 raja? (dari 7 kepala)
  • 10 raja? (dari 10 tanduk)

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog