Dua Sisi Dari Sebuah Koin


Barangsiapa menjadi milik Messias Yahshua, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Galatia 5:24

Sebuah mata uang logam atau koin selalu memiliki dua sisi. Sisi pertama tertulis angka yang menggambarkan nilai interinsik dari koin tersebut dan umumnya disertai gambar, sisi sebelahnya adalah gambar lambang negara yang bersangkutan. Ambil contoh koin 1000 rupiah Indonesia, sisi pertama terdapat tulisan Rp 1000 disertai gambar kelapa sawit, disisi lainya bergambar burung garuda Pancasila. Dan koin dari satu dollar Amerika bergambar burung yang sedang terbang dengan tulisan United States of America dan pada sisi sebelanya bergambar wanita mengendong seorang anak laki-laki. Masing-masing gambar pada kedua sisi dari kedua koin adalah suatu tanda yang membuat mata uang logam ini dikenal dan diakui.

Bila 1000 rupiah koin Indonesia yang bergambar burung garuda Pancasila ditukar dengan gambar wanita yang menggendong bayi prianya yang ada pada uang logam satu dollar Amerika, maka koin Indonesia ini dinyatakan tidak berlaku, baik di Negara Indonesia maupun Negara Amerika. Kita tidak bisa mempertukarkan gambar dari masing-maising koin tersebut jika kita tetap ingin koin-koin tersebut terpakai sesuai dengan nilainya. Tidak akan pernah bisa!

Satu dollar Amerika koin

Kehidupan seorang pengikut Yahshua dapat digambarkan sebagai dua sisi koin. Pada sisi pertama Yahshua memerintahkan kita untuk ”tinggal di dalam Dia” dan ”menuruti perintah-Nya” (Yohanes 15:4,10) dan pada sisi kedua sebagai orang Kristen, Bapa Surgawi memerintahkan kita untuk ”hidup kudus.” (1 Petrus 1:15-16; Imamat 19:2)

Sisi pertama kehidupan seorang Kristen: ”tinggal di dalam Dia” dan ”menuruti perintah-Nya.”

Yahshua adalah Firman yang Hidup Selamanya, Firman yang pernah menjadi manusia, jadi bila kita “tinggal di dalam Yahshua” adalah sama artinya bila kita ”hidup menuruti perintah Yahshua.” Bukti bahwa kita benar ”tinggal di dalam Dia” adalah kita (lambat atau cepat) menjadi serupa dengan karakter Messias/Kristus (Yohanes 15:5; Galatia 5:22-23), dan doa-doa kita adalah doa-doa yang berkemenangan (Yohanes 15:7 ). Dari kedua tanda inilah Dunia mengenal kita bahwa kita murid Yahshua. ayat 8.

Sisi kedua kehidupan seorang Kristen: ”hidup kudus.”

Kudus artinya sama dengan ”terpisah dari”

Imamat 19:2 Kuduslah kamu, sebab Aku, YAHWEH, Elohimmu, kudus. Be set-apart, for I יהוה your Elohim am set-apart. [The Scripture ‘98]

Imamat 20:26 Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, YAHWEH, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku. ‘And you shall be set-apart to Me, for I יהוה am set-apart, and have separated you from the peoples to be Mine. [The Scripture ‘98]

1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Elohim sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib

Seperti illustrasi koin di atas, bahwa kedua gambar pada kedua sisi sebuah koin tidak dapat dipertukarkan demikian juga kedua sisi dari kehidupan orang Kristen! Kita tidak dapat menjadi pengikut Yahshua Massias yang benar jika kita tidak hidup di dalam dua sisi kehidupan Kristen tersebut . Tidak mungkin seorang Kristen ”tinggal di dalam Dia” tapi tetap hidup di dalam kehidupan duniawi – kehidupan yang tidak kudus, tidak sesuai dengan firman Elohim. Yohanes berkata dalam 1 Yoh 1:6 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.

Dan sebaliknya, tidak ada seorang pun di dunia ini bisa membuktikan bahwa ia orang yang kudus tanpa ia percaya dan melakukan firman-Nya. Karena tidak ada seorangpun bisa dibenarkan dihadapan Elohim melalui perbuatannya sendiri, kita dibenarkan semata-mata oleh pengorbanan darah-Nya sendiri di Golgota, setelah pembenaran ini baru perbuatan-perbuatan kita dikuduskan-Nya. Seorang yang membenci dosa pastilah ia menghormati dan takut akan YAHWEH! Alkitab dengan sederhana mendifinisikan Takut akan YAHWEH ialah membenci kejahatan (Amsal 8:13); jika ada yang berkata ”saya tidak percaya adanya Elohim dan saya tidak takut akan YAHWEH tapi hidup saya bersih dan benar!” maka orang ini adalah pembohong besar! Sederhanannya orang yang sombong ini bisa memeriksa dirinya sendiri apakah ia memperaktek hal-hal di bawah ini: kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Daftar perbuatan dosa tersebut sesungguhnya adalah bagian dari Amsal 8:13 ”Takut akan YAHWEH ialah membenci kejahatan; aku [Hikmat ] benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat. Hikmat di sini adalah Yahshua Messias itu sendiri, perhatikan seluruh pasal 8.

Jadi perintah ”tinggal di dalam Dia serta ”menuruti perintah-Nya tidak dapat dipisahkan dengan perintah ”hidup kudus”. Semua itu adalah sebuah kehidupan murid Yahshua Messias.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Elohim aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Elohim: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Elohim: apa yang baik, yang berkenan kepada Elohim dan yang sempurna. Roma 12:1-2

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Hiduplah Kudus Sebab AKU Kudus


“Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, YAHWEH, Elohim mu, kudus. Imamat 19:2

Perintah ini ditujukan kepada orang-orang Israel suatu umat yang telah dipilih-Nya sesuai perjanjian-Nya yang Ia telah ikat kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Israel). Juga kepada setiap orang yang bukan sedarah-daging dengan keturunan Abraham, namun yang telah menerima Yahshua Ha Mashiah.

Untuk mengerti dengan benar perintah YAHWEH ini, kita harus tahu apa itu “kekudusan” dan “standard kekudusan” yang Ia tentukan. Tidak mengerti “betapa kudusnya YAHWEH ,” Elohim pencipta alam semesta ini, kita akan gagal melakukan perintah di atas.

Yesaya 40:25,28 merupakan kunci keberhasilan dan kegagalan manusia untuk bisa hidup sesuai dengan Firman-Nya, “Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia (berhala)? firman Yang Mahakudus. Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? YAHWEH ialah Elohim kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.

Bacalah artikel “Kekudusan YAHWEH.” untuk mengerti kekudusan Elohim, YAHWEH yang telah memerintahkan kita untuk hidup kudus.

YAHWEH itu Elohim yang radikal, IA tidak suka melihat umat-Nya setengah-setengah. Dalam Wahyu 3:16, Yahshua berkata, Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. dan juga,

“Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” Wahyu 22:11

Dua kondisi seorang yang telah menerima Yahshua sebagai Yahweh dan Juruselamatnya:

1. Dibenarkan (Justified)
Saat seseorang mengaku dosa kepada Bapa Surgawi, percaya dan menerima korban Yahshua di bukitGolgota, saat itu juga darah Anak Domba Elohim Yahshua Ha Mashiah menghapuskan semua dosanya. Ia telah menjadi orang benar dimata YAHWEH . Ia terhitung sebagai orang yang kudus dan tidak bercacat. Karenanya, Alkitab Perjanjian Baru memanggil mereka “orang-orang kudus.”

2. Dikuduskan (Sanctified) – kehidupan orang Kristen sehari-hari.
Melalui pekerjaan Roh Kudus di dalam kita, kita ada dalam proses pengudusan sedikit demi sedikit dan mencapai kesempurnaannya saat Yahshua datang kedua kalinya. Ef 5:26-27. Ada empat unsur yang Roh Kudus ingin kerjakan dalam diri kita, dan semuanya ini hanya bisa berhasil jika kita memberi hidup kita pada pimpinan-Nya.

  1. Dipisahkan dari (separated from) (dipilih keluar dari) (Kej 12:1; Kej 6:5-8; 1 Pet 2:9; 1 Pet 1:2)
  2. Dibersihkan dari (purified from) (Kel 19:10; Ibr 9:13-14; Roma 6:4; 1 Kor 6:11)
  3. Disiapkan untuk  (prepared for) (Kel 28:41; 1 Tes 5:23)
  4. Dipersembahkan kepada (dedicated unto) ( Roma 12:1; 2 Tim 2.21)

Dr. Watchman Nee dalam bukunya “Hancurnya Insan Keluarnya Roh” (artinya: matinya keinginan daging kita akan menghidupkan roh kita; Roma 8:1-14 dan Gal 5:19-24) mengatakan bahwa lama atau cepatnya proses “Keluarnya roh” atau “buah-buah Roh Kudus” (menurut Paulus) tergantung dari berapa banyak kita meluaskan Roh Kudus memimpin kita. Keempat faktor di atas ini melibatkan seluruh kehidupan kita – jiwa dan tubuh: pola pikir, kehendak, keinginan dan gaya hidup. Ini tugas kita, Roh Kudus akan membantu kita. Maka sangat tepatlah perkataan firman-Nya: Kuduslah kamu, ini suatu kalimat perintah untuk setiap umat-Nya.

Jika Anda telah jatuh (dan dikemudian hari terjatuh) ke dalam dosa, janganlah putus asa dan menyerah. Belajarlah kepada raja Daud, Mazmur di bawah ini adalah permohonan doa dari dosanya yang yang paling dalam. Selalu ada pengampunan dan pengharapan bagi mereka yang sungguh-sungguh mencari belas kasihan Elohim. Ia bertobat dan kembali pada proses perjalanan kehidupan yang kudus.

Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir,
basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!
Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
Jadikanlah hatiku tahir, ya Elohim, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Elohim, Elohim keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu! Ya YAHWEH bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Elohim ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Elohim. Mazmur 51:9-19

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.