YAHWEH Adalah Pengharapan Sejati Bagi Setiap Orang


Janji-janji Firman YAHWEH dibawah ini merupakan suatu air sejuk dipadang gurun bagi setiap kita yang haus akan keadilan yang sejati terwujud di bumi ini.

Di dunia ini telah banyak orang yang telah capai menanti janji-janji pemimpin politik yang tidak pernah kesampaian. Sebelum pemilihan berjanji memulihkan ekonomi orang miskin dan membela hak kaum minoritas jika ia terpilih, namun setelah ia terpilih semua janji tinggal janji. tidak sering bahkan ia berlaku lebih buruk dari pemimpin politik sebelumnya.
Alkitab memperingatkan kita untuk berharap kepada YAHWEH saja, jika kita tidak ingin kecewa.

  • Mazmur 118:8-9 – Lebih baik berlindung pada YAHWEH (TUHAN) dari pada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada YAHWEH dari pada percaya kepada para bangsawan.
  • Amsal 29:26Banyak orang mencari muka pada pemerintah, tetapi dari YAHEWH orang menerima keadilan.
  • Mazmur 103:17 – Tetapi kasih setia YAHWEH dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,
  • Mazmur 135:14  – Sebab YAHWEH akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan sayang kepada hamba-hamba-Nya.
  • Amsal 8:18 – Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan. Disini Yahshua (Yesus) digambarkan sebagai Hikmat (ayat 22-31 bandingkan dgn Kolose 1:15-17)
  • Yesaya 45:24a  – [S]ambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam YAHWEH.

Janganlah menjadi sakit hati kepada orang yang bertindak tidak adil atas Anda, karena sakit hati hanyalah menyebabkan penyakit bagi diri Anda sendiri, serahkanlah semua kepahitan dan kemarahan Anda kepada YAHWEH, karena DIAlah HAKIM yang adil.
Elohim bukan tidak tahu atau tidak perduli dengan ketidak adilan yang menimpa hidup Anda. Jelas Dia perdulu, waktu-Nya selalu tepat dan tidak pernah terlambat.
Janji-janji keperdulian YAHWEH atas orang yang teraniaya oleh ketidakadilan:

  • Mazmur 103:6 – YAHWEH menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.
  • Yesaya 59:17 – Ia mengenakan keadilansebagai baju zirah dan ketopong keselamatan ada di kepala-Nya; Ia mengenakan pakaian pembalasan dan menyelubungkan kecemburuan sebagai jubah.
  • Mazmur 12:6 – Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangkit, firman YAHWEH; Aku memberi keselamatan kepada orang yang haus.

Angkatlah kepala Anda dan berpeganglah kepada Firman YAHWEH, DIA telah berjanji dan DIA akan melakukannya, suatu dunia yg adil dan damai akan segera datang!

  • Yesaya 9:5 – Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Elohim yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
  • Yesaya 9:6 – Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan YAHWEH semesta alam akan melakukan hal ini. Nabi Yesaya (hidup pada tahun sekitar 740-700BC), ayat 5 tentang kelahiran Yahshua  tergenapi lebih dari 2000 tahun yg lalu, Haleluyah!. Ayat 6 sedang menuju kepada penggenapannya!
  • Yeremia 23:5 – Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman YAHWEH, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

Nabi Yeremia (hidup sekitar 70 tahun kemudian setelah Nabi Yesaya) meneguhkan nubuatan nabi Yesaya di atas dalam satu buah ayat.

  • Mazmur 10:16-18 – YAHWEH adalah Raja untuk seterusnya dan selama-lamanya. Bangsa-bangsa lenyap dari tanah-Nya. Keinginan orang-orang yang tertindas telah kau dengarkan, ya YAHWEH; Engkau menguatkan hati mereka, Engkau memasang telinga-Mu, untuk memberi keadilan kepada anak yatim dan orang yang terinjak; supaya tidak ada lagi seorang manusia di bumi yang berani menakut-nakuti.

Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Elohim yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Elohim ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Elohim mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Elohimnya dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” Wahyu 21:1-8

Jadi karenanya ingatlah nasehat Rasul Paulus ini:

”Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Elohim, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.” 1 Timotius 6:10-11

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Tidak Perlu Nasehat, Tapi Pertolongan Nyata!


Bayangkan Anda telah terjatuh kedalam sebuah rawa lumpur-hidup. Rawa lumpur-hidup ini lambat tapi pasti mengubur Anda hidup-hidup. Sialnya, semakin Anda bergerak untuk keluar dari padanya semakin cepat membawa tubuh Anda tenggelam. Apa yang harus Anda lakukan?

Seorang pria lewat didepan Anda, ia nampak penuh pengetahuan dan pengalaman hidup, nampak dari wajahnya yang tua dan janggutnya yang putih seluruhnya. ”Tolong saya bapa Tua!,” Anda memelas. Bapak Tua berhenti dan berkata,”Anakku, tidakkah kamu melihat tanda bahaya itu? Kamu harus mendengarkan nasehat orang tuamu, dan patuhi mereka, tentu kamu akan selamat!” Kamu nampak mabuk karena bir, berhentilah minum-minuman keras.” Sementara bapa Tua bicara lumpur telah mencapai dada Anda. Ia melanjutkan perjalanannya setelah nasehat-nasehat mutiara disampaikan. Semua itu tidak menolong, Anda terus semakin dalam.

Lalu lewat pula pria usia lanjut, ia nampak seperti olahragawan, Anda berpikir ia pasti mampu menolong saya. Ia berhenti karena jeritan S.O.S. Anda. ”Aha, kamu tenggelam! Jangan kuatir! Perhatikan saya!” Ia mulai memberi Anda kursus kilat bagaimana berenang. ”Nah, sekarang kamu coba,”serunya dan pergi. Baru saja Anda bergerak untuk melakukan jurus pertama dari ”bagaimana berenang” sesuai petunjuknya, tubuh Anda semakin tenggelam lebih cepat! Lumpur sudah menyentuh leher Anda! Tidak menolong, bahkan membuat lebih runyam!!

Anda sudah putus harapan untuk hidup. Nasehat-nasehat tidak berarti. Usaha-usaha sendiri untuk keluar juga tidak berarti, bahkan membawa Anda semakin frustasi. Lumpur telah sampai kedagu Anda!

Kemudian seorang pria muda usia 30 tahunan lewat. Dengan suara yang tersisa dan air mata penyesalan bercampur pengharapan Anda berseru,”Tolonglah saya, janganlah pergi berlalu sebelum Tuan menyelamatkan saya!” Terdengar tidak keras, namun keluar dari hati yang dalam. Pria muda ini berhenti dan melihat kepada Anda. Tanpa sebuah katapun keluar dari mulutnya, Ia mematahkan sebuah cabang pohon, Ia mengulurkannya kepada Anda, dan segera Ia menarik Anda keluar dari lumpur yang mematikan tersebut!

Filsafat itu bagus dan berguna selagi kita hidup, namun ketika kematian menanti Anda, ia tidak ada artinya. Kung Fu Tzu, seorang filsafat Cina yang sangat bijaksana suatu hari ditanya oleh muridnya, ”Apa itu kehidupan setelah kematian?! Filsuf tua ini menjawab dengan rendah hati, ”Anakku, kematian saja aku tidak tahu, apalagi tentang ”kehidupan setelah kematian!”

Agama-agama dibuat dan diajarkan oleh manusia untuk manusia. Inti dari setiap ajaran agama ialah ”bagaimana manusia bisa menyenangkan TUHAN, karena manusia berpikir bahwa, ”mungkin dengan kita menyenangkan DIA, kita terlepas dari lumpur kematian kekal” Maka dibuatlah jurus-jurus ”tata- ibadah sembayang, ”larangan-larangan dan keharusan-keharusan dalam kehidupan,” Jika kita berhenti sejenak untuk berpikir, kita akan sadari bahwa semakin kita berusaha keras untuk melakukan semua ”aturan-aturan agama” semakin kita frustasi dan tenggelam di dalam lumpur dosa kita (Roma 7:5). Tidak ada satu manusiapun di dunia ini yang bisa melepaskan dirinya sendiri dari lumpur dosa melalui perbuatan baik atau aturan-aturan agama! TUHAN terlalu suci dan manusia sebaliknya, selalu berkecenderungan untuk berbuat jahat, egois dan penuh hawa napsu duniawi. Bagaimana mungkin tangan yang kotor bisa mecuci piring agar bersih!?

Terima kasih kepada YAHWEH (TUHAN)! IA tidak datang hanya memberi nasehat dan ajaran, namun IA datang dengan pertolongan nyata (Roma 5:8; Yoh 3:16). IA datang kedalam dunia dalam wujud manusia Yahshua (Yesus) (Yoh 1), Kita yang seharusnya menanggung penderitaan dari dosa dan kesalahan kita, kita yang seharusnya terhukum mati untuk dosa kita (Roma 6:23), dibebaskan dari semuanya itu oleh pengorbanan diri-Nya sendiri di kayu salib di bukit Golgota (1 Pet 2:24; 3:18). IA yang suci dan tidak berdosa dijadikan berdosa oleh karena menanggung dosa kita (2 Kor 5:21; Gal 1:4).

Tugas YAHWEH untuk menyelamatkan ciptaan-Nya telah selesai sepenuhnya, saat Yahshua Messias mati tersalib, sebagaimana Yahshua sendiri berkata, ” “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. “It has been accomplished!” And bowing His head, He gave up His spirit. (The Scriptures ‘98+) (Yoh 19:30)

Bagaimana dengan Anda sendiri? Sudahkan Anda menyelesaikan bagian dari tugas Anda dalam proses penyelamatan diri Anda sendiri dari kematian lumpur dosa? Bagian Anda hanyalah meresponi uluran pertolongannya menggambil dan memegang kuat-kuat “cabang pohon didepan Anda” seperti cerita di atas, yaitu “Jaminan Keselematan melalui pencurahan Darah Domba Anak Elohim di ’mesbah korban’ bukit Golgota!!” (Ibrani 9-10).

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Yoh 5:21-24

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Yohanes 12:46

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog.