Daftar Negara Penganiaya Kristen 2010


Organisasi Open Doors telah mengeluarkan laporan World Watch List 2010. Open Doors adalah organisasi internasional yang bergerak di bidang kemanusia menolong kelompok-kelompok yang memerlukan bantuan.

Tentang Daftar Negara Penganiaya Kristen / The World Watch List (WWL). DNPK adalah sebuah ranking 50 negara dimana penganiayaan terhadap orang-orang Kristen dari semua denominasi adalah yang terburuk…. Fokusnya ialah pada penganiayaan terhadap kepercayaan, bukan penganiayaan karena politik, ekonomi, sosial, etnis atau alasan-alasan yang kebetulan.

Pertanyaan yang diberikan diantaranya:

  • Apakah negara memiliki hukum yang menyediakan kebebasan-kebebasan beragama?
  • Apakah legal untuk menjadi orang Kristen?
  • Apakah orang Kristen dibunuh / dipenjarakan karena iman mereka?
  • Apakah tulisan-tulisan Kristen dilarang beredar?
  • Apakah tempat-tempat pertemuan Kristen (gereja, rumah) diserang untuk alasan-alasan keagamaan?

Pengelompokan tingkat aniaya:

1: aniaya berat; 2-10: Tekanan; 11-28: pembatasan berat; 29-49: pembatasan tertentu; 50: masalah-masalah.

1Korea Utara. Faham Negara (FN): Sosial Komunis.
Setiap kegiatan keagamaan dianggap ancaman bagi Negara. orang –orang Kristen disiksa dan dipergunakan sebagai kelinci percobaan untuk senjata biologi dan kimia.

2. Iran. FN: Islam.
Hukuman mati tahun 2009 berkurang, namun penangkapan dan siksaan serta pengawasan ketat yang telah dibebaskan sangat ketat. Hukuman mati jika pindah dari Islam.

3. Arab Saudi. FN: Islam.
Dalam kerajaan Wahabi ini agama Islam [Sunni] saja yang harus dianut. Negara jalan berdadarkan hukum Sharia. Tidak ada hak resmi untuk kebebasan beragama. Hukuman mati untuk bangsanya yang keluar dari Islam.

4.  Somalia. FN: Islam, menerapkan hukum Sharia.
Pemerintah dan kelompok Islam radikal terus berperang [lebih dari 20 tahun]. Gerak orang Kristen  (umunya mereka di selatan Somali) dimonitor oleh pemerintah dan Islam radikal, 11 orang Kristen terbunuh oleh karena iman mereka, dianiaya dengan berat. Sebagian dari mereka telah meninggalkan tanah airnya sendiri karena tekanan yang berat ini, sebagian hidup di kamp-kamp pengungsian di negara tetangga.

5. Maldives. FN: Islam.
Semua penduduknya harus Muslim. Praktek agama lain terlarang di bawah hukum pemerintah.

6. Afganistan. FN: Islam.
Menjadi seorang Kristen di sini tetap sangat sulit. Kristen menghadapi diskriminasi di sekolah, pekerjaan dan kantor pemerintah. Taliban mengancam tidak hanya orang lokal tetapi juga para pekerja yayasan sosial. Di ’bawah tanah’ Kekristenan terus bertumbuh.

7.  Yemen. FN: Konstitusi negara menjamin kebebasan beragama, tetapi juga menyatakan Islam sebagai faham negara dan Sharia sebagai sumber dari semua legislasi. Keluar dari Islam terancam hukuman mati jika ia diketahui. Juni lalu 9 pekerja yayasan kesehatan Kristen diculik, beberapa hari kemudian 3 mayat mereka ditemukan dalam kondisi yang mengerikan, sisa dari yang terculik belum diketahui nasibnya.

8. Mauritania. FN: Islam.
Konstitusi mengenali Islam sebagai agama penduduknya dan negara. Seorang pekerja sosial Kristen terbunuh di bulan Juni 2009, Julinya 35 orang Kristen lokalnya ditangkap dan disiksa. Pada bulan Agustus pemerintah kembali menangkap 150 orang Kristen Sub-Sahara ketika mengadakan ibadah mereka. Mencetak dan menyebarkan literatur yang bukan Islam dilarang.

9.  Laos. FN:
Sikap pemerintah terhadap orang Kristen sangat negatif dan keras. Terus-menerus orang Kristen di tangkap, banyak di antara mereka mengalami aniaya fisik dan mental untuk menolak kepercayaan Kristennya. Bagaimanapun juga laporan mengatakan bahwa Kekristenan berkembang ada sekitar 200 ribu orang percaya, kebanyakan dari kelompok  minoritas Laos.

10. Uzbekistan. FN: Islam.
Program-pragam media dan tindakan pemerintah semakin anti-Protestant. Polisi menangkap dan mendenda banyak orang Kristen. Sanak keluarga memakai penyalah gunaan fisik untuk memurtadkan Kristen masuk Islam. Pemerintah bertanggung jawab di dalam memupuk rasa benci diantara rakyatnya, dalam hal ini membenci orang-orang Kristen.

Delapan dari sepuluh negara penganiaya terburuk terhadap orang-orang yang percaya Alkitab adalah negara-negara yang sedikitnya menerapkan hukum Sharia.

11. Eritrea
12. Bhutan
13. China
14. Pakistan
15. Turkmenistan
16. Comoros
17. Irak
18. Qatar
19. Chechnya
20. Mesir

Lainnya:29. Brunai; 46.  Daerah kekuasaan Palestina (Gaza & West Bank) dan kedua terakhir terburuk (48) ialah negara Indonesia.

Negara-negara di mana situasi telah bertambah baik: Tersusun sebagai berikut, diambil dari posisi yang terburuk: Arab Saudi, Algeria, India, Kuba, Yordan, Sri Langka dan Indonesia.

Negara Indonesia semakin memperbaiki dirinya. Open Doors dalam laporannya kali ini (Januari LWW 2010) menulis sbb.: Selama periode pelaporan kami tidak menemukan informasi bahwa ada seorang Kristen di Indonesia ditahan dan /atau diculik. Lebih sedikit orang-orang Kristen secara fisik di lecehkan dibanding periode sebelumnya. Jumlah gereja yang dipaksa tutup kurang dibanding sebelumnya. Masalah mayor di dalam periode laporan hanyalah masalah murid-murid SETIA di Jakarta, yang dipaksa keluar dari kampus Kristen mereka.

Referensi:

Bacaan berkait:

Daftar Negara Penganiaya Kristen 2009

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Iklan

Minaret di Swiss; Komentar Para Pemimpin Islam dan Vatikan


Pemerintah Swiss melalui pemungutan suara nasional telah memutuskan bahwa pembangunan Mesjid dengan arsitektur minaret dilarang. Yang menarik dari larangan pembangunan gedung ibadah bukanlah hasil dari pemungutan suara tersebut, tetapi komentar-komentar negara-negara di luar Swiss, termasuk perkataan keras Vatikan terhadap pelarangan pembangunan minaret tersebut.

Swiss adalah negara lahirnya Palang Merah Internasional, Henry Dunant pendirinya terinpirasi dari banyaknya korban perang yang tidak terawat dan melalui kekayaannya sendiri ia mengadakan aksi pertolongan pertama pada para korban perang ini.

Swiss adalah rumah bagi Ulric Zwingli, satu dari bapa-bapa reformator Gereja, Swiss adalah salah satu kubu pertahanan Protestan di jaman Martin Luther (Ulric hanya lebih muda beberapa minggu dari Martin). Ketika tradisi Roma Katolik ingin diterapkan secara paksa di negerinya, Ulric Zwingli berkata: ”Tradisi tidak punya kekuatan di Swiss kita, kecuali itu ada sebagai konstitusi; sekarang, di dalam masalah iman, Alkitab adalah konstitusi kita.” Bagaimanapun Swiss adalah Negara demokrasi, itulah sebabnya mereka voting untuk banyak hal, termasuk masalah pendirian minarat ini. Dari 2,67 juta suara 57,5% mendukung pelarangan pembangunan menjid minarat (22 dari 26 distrik).

Penganut agama Islam di Swiss sekitar 5% dari seluruh jumlah populasi Swiss, yaitu sekitar 400 000 (4 ratus ribu) Muslim, yang mayoritas terbesar adalah pendatang. Saat ini telah terdapat 200 bangunan mesjid termasuk 4 diantaranya berarsitektur minaret.

Komentar-komentar negatif atas hasil pemungutan suara di Swiss terhadap pembangunan mesjid minaret:

  • Ali Gomaa, Mesir, guru besar agama Islam, menjelaskan bahwa pelarangan sebagai sebuah penghinaan kepada masyarakat Muslim di Swiss dan di manapun dan sebuah serangan pada kebebasan beragama.
  • Mohammed Shafiq, UK, pemimpin executive Ramadhan Foundation berkata itu adalah “sebuah hari sedih untuk kebebasan beragama.”
  • Maskuri Abdillah, Indonesia, ketua NU berkata bahwa hasil suara mendemonstrasikan kebencian terhadap para Muslim oleh Swiss. “Mereka tidak ingin melihat seorang Muslim hadir di dalam Negara mereka dan ketidak sukaan yang exstrim ini telah membuat mereka tidak toleran,” ia berkata
  • Ayatollah Mohammad H. Fadllallah, Libanon, imam Shiah, memanggil pemungutan suara tersebut sebagai racist.
  • Vatikan mendukung para bishop Katolik dari Swiss, dalam suara bersama berkata, “Keputusan masyarakat mewakili suatu hambatan dan suatu tangtangan besar pada jalan integrasi di dalam dialog dan penghormatan kedua belah pihak.” Melarang pembangunan minaret-minaret “menambahi masalah-masalah keberadaan antara agama-agama dan budaya-budaya” mereka menambahkan.
  • William Kenney, UK, bishop Katolik dan anggota dari Holy land Coordinator Group, berkat: “Saya akanlah setuju secara pasti dengan Vatikan dan saya secara serius setuju dengan konsep kebebasan beragama, dan jika itu adalah masalahnya maka para Muslim seharusnyalah diijinkan tempat-tempat mereka untuk beribadah.”

Para pemimpin Islam ini jika mereka membaca Injil pasti terkejut karena Isa Al-Masih yang mereka kenal sebagai nabi yang tidak berbuat dosa menegur sifat mereka ini dengan perkaatan yang sangat keras: Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” (Mat 7:3-5)

Seluruh dunia tahu bahwa orang-orang Kristen di Negara-negara Islam atau mayoritas Muslim mendapat perlakuan yang sangat buruk dari kaum Muslim, sekalipun orang-orang Kristen ini adalah penduduk asli Negara-negara tersebut, bahkan ada lebih dahulu sebelum masuknya ajaran Islam ke Libanon dan Mesir misalnya. Silahkan baca Daftar Negara Penganiaya Kristen 2009.

Namun yang lebih menari dari komentar pemimpin Islam di atas adalah komentar dari para pemimpin Roma Katolik. Beberapa tahun lalu Paus Benedik membangkitkan kemarahan umat Islam internasional dengan berkata bahwa ”Muhammad menyebarkan Islam melalui pedang.”

Tahun 1930 ketika umat Islam meminta sebuah mesjid dibangun di Itali, presiden Mussolini menolak ”dengan halus” dengan menyatakan bahwa permohonan mereka disetujui dengan sebuah kondisi bahwa sebuah gereja Katolik juga dapat di bangun di Mekkah. Dan ketika tahun 1973 pembangunan mesjid diijinkan, ketika pembukaan mesjid tersebut Paus Yohanes Paulus II mengirim sebuah pesan selamat, tetapi disertai pesan: ”… para Muslim boleh  datang bersama di dalam doa di dalam mesjid yang baru di Roma, saya juga menyatakan pengharapan  bahwa orang-orang Kristen berhak untuk mengungkapkan iman mereka sendiri di setiap sudut dunia.”

Sejarah Gereja membuktikan, ratusan tahun lamanya pada masa abad pertengahan ketika Gereja Roma Katolik mempunyai kekuatan militer dan pengaruh yang kuat atas raja-raja di Europa, kata ”toleransi” dan ”kebebasan beragama” tidak terdapat pada kamus Vatikan. Siapapun yang tidak setuju dengan doktrin Roma Katolik akan disiksa berat atau dibakar hidup-hidup. Systim Katolik yang sangat intolerance terhadap para pengikut ajaran Alkitab dikenal sebagai Inkuisisi

Jadi banyak orang berpikir bahwa ”angin dukungan” Vatikan atas umat Islam di atas hanyalah taktik political correct Vatikan untuk merebut hati umat Muslim; kompromi untuk menang. Dunia telah lebih tahu dengan baik siapa sesungguhnya Vatikan atau Gereja Roma Katolik ini, lihat Debat BBC: Gereja Katolik adalah sebuah kekuatan untuk kebaikan di dunia?

Nicolas Sarkozy, presiden Perancis mengkomentari kritik-kritik di dalam negaranya sendiri terhadap pemungutan suara di Swiss sebagai: ”Sebagai ganti mencela diluar batas kepada Swiss, kita sebaiknya mencoba mengerti apa yang mereka maksud dengan pengungkapan [voting tersebut] dan apa yang begitu banyak orang di Europa rasakan, termasuk orang-orang di Perancis,” dia menulis di koran Le Monde. Presiden ini berkata, ”Tidak akan ada yang lebih buruk daripada menyangkali.”

Geert Wilders, Nederland, ketua partai politik sayap kanan, menyambut positif hasil referendum di Swiss dan berkata: ”Apapun yang mungkin di Swiss dapat juga ada dilakukan di sini secara sama.”

Para pemimpin agama dan politik mencoba menjadi pendamai di bumi, namun damai semakin menjauh dari bumi ini, sebab cara mereka adalah cara-cara untuk keuntungan kelompoknya sendiri, persis seperti dalam permainan Catur, mengorbankan bidak-bidak (kelompok lain) untuk tujuan keuntungan dan kemenangan kelompoknya sendiri. Cara ini tidak akan pernah membawa damai di manapun juga di bumi ini.

Inilah cara Yahshua Ha Mashiah memperdamaikan bumi:

Karena seluruh kepenuhan Elohim berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Mashiah. (Kol 1:19-20)

Yahshua mengorbankan diri-Nya sendiri untuk perdamaian kekal!!

Bacaan berkait:

Referenci:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Itali: kontroversi icon salib mengguncang Roma Katolik


Kehadiran crucifixes (benda-benda salib dengan tubuh Yahshua tergantung) di kantor hakim dan sekolah menjadi perdebatan sengit kembali di Itali baru-baru ini. Itali adalah negara sekuler namun memiliki sejarah yang kental dengan Gereja Roma Katolik.  Ikon Yahshua tersalib

Tahun 2006 seorang hakim Itali, Luigi Tosti menolak memiliki benda-benda salib tergantung di ruang pengadilannya dan juga seorang guru sekolah di Padua telah membawa kepengadilan untuk memindahkan keluar icon-icon Yahshua tergantung di salib dari sekolah dimana guru ini bertugas. Namun kedua masalah ini di tolak oleh Majelis hakim pemerintah.

Tahun 2009, bulan ini guru sekolah ini memenangkan perkara ini dipengadilan. Argumentasi guru ini ialah kehadiran icon penyaliban Yahshua tersebut di kelas-kelas tidak sesuai dengan kebebasan beragama, mengingat bahwa tidak semua yang ada di sekolah tersebut adalah orang-orang Katolik, dan Itali adalah negara sekuler; agama dan politik terpisah.

Kemenangan guru sekolah ini membuat orang-orang Katolik di Itali, bahkan Vatikan, menjadi sangat cemas dan marah, mereka ini berpendapat bahwa benda-benda salib tersebut adalah bagian dari tradisi orang Italia.

Masalah ini bukanlah sekedar masalah dalam negara Itali semata,  tetapi EU juga, sebab Itali adalah anggota EU (European Union). Untuk Anda sadari baik-baik, kemenangan wanita ini justru diberikan oleh Pengadilan Europa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR).
Saya ragu apakah Anda benar-benar mengerti arti dari berita di paragraf ini. Baik, saya jelaskan itu untuk Anda. Ini adalah awal dari penggenapan nubuatan rasul Yohanes di Pulau Patmos hampir 2000 tahun yang lalu! Bacalah kitab Wahyu pasal 17 dan 18!! Alkitab akan sekali lagi membuktikan bahwa isinya bukan hanya up-to-date tetapi juga selalu ahead-of-date!!

Kontroversi kehadiran crucifixes di sekolah Itali bukanlah hal baru. Tahun 2003 di Ofena, konflik kehadiran salib Katolik di segala tempat terjadi ketika seorang pria Muslim Mesir, Abel Smith, keberatan hadirnya patung Yahshua tersalib di taman kanak-kanak dimana putranya berada. Pria pendiri Union of Muslims Italia meminta petugas sekolah memajang simbol yang bersifat Islam. Singkat cerita kepala sekolah menginjikan permohonan orang tua murid ini, maka terpasanglah ayat Alkuran sura 112 di tembok kelas tersebut: “There is no God, but ALLAH.”

Apa mau dikata, masalah tidak selesai di situ, orang-orang tua Katolik menghancurkan gambar ayat Alkuran tersebut. Abel Smith membawa masalah ini ke pengadilan, dan hakim Mario Montanaro berpihak kepadanya dan memerintahkan taman kanak-kanak di Ofena tersebut mengeluarkan crucifixes dari kelas-kelasnya. Hakim ini menyebut penampakan tubuh Yahshua pada salib-salib di ruang-ruang kelas sebagai “anachonistic” (cocok untuk jaman kuno).

Tahun 1924 Benito Mussolini meloloskan sebuah hukum bahwa setiap sekolah haruslah memasang patung Yahshua tersalib, peraturan ini juga termasuk di kelas-kelas sekolah, di pengadilan dan di setiap rumah-sakit. Setelah Itali dikalahkan pada Perang Dunia  II, konstitusi monarki Mussolini digantikan oleh republik yang bersifat demokrasi. Dan tahun 1948 konstitusi berubah menjadi sekuler.

Referensi:

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog

Daftar negara penganiaya Kristen 2009


Organisasi Open Doors pada survey terbarunya ”World Watch List January 2009” mendapatkan bahwa negara-negar Islam menempatkan posisi separuh dari 10 negara-negra penganiaya terburuk terhadap orang-orang Kristen. Korea Utara (1), lalu menyusul Arab Saudi (2), Iran (3), Afganistan (4), Somalia (5), Maldives (6), Yemen (7), Laos, (8), Eritrea (9), Uzbekistan (10). Bhutan (11), China (12), Pakistan (13), Turkmenistan (14), Comoros (15), Irak (16), Qatar (17), Mauritania (18), Ageria (19), Chechnya (20). Katagori buruknya penganiayaan: Aniaya yang sangat buruk: no. 1;  Tekanan: no. 2 sampai 7; Pembatasan (kebebasan) yang sangat buruk: no. 8 sampai 27.

Peta Timur Tengah dan sekitarnyaDari dua puluh negara di atas: Korea Utara dan RRC adalah negara Komunis; Laos dan Bhutan mayoritas penduduknya adalah beragama Buddha; dan 16 negara sisanya mayoritas beragama Islam. Frofil negara-negara bisa dilihat pada CIA the World Factbook

RRC kali ini turun dari urutan 10 pada Januari 2008 ke 12. Indonesia menempati urutan ke 41.

Questionnaire dari The World Watch List di buat secara khusus yang terdiri dari 50 pertanyaan yang meliputi macam-macam aspek kebebasan beragama, setiap pertanyaan mempunyai nilai. Nilai terbanyak menggambarkan penganiaya terburuk terhadap orang-orang Kristen.

Pertanyaan yang diberikan diantaranya:

  • Apakah negara memiliki hukum yang menyediakan kebebasan-kebebasan beragama?
  • Apakah legal untuk menjadi orang Kristen?
  • Apakah orang Kristen dibunuh / dipenjarakan karena iman mereka?
  • Apakah tulisan-tulisan Kristen dilarang beredar?
  • Apakah tempat-tempat pertemuan Kristen (gereja, rumah) diserang untuk alasan-alasan keagamaan?

Di Republik Rakyat China (RRC) menurut laporan Opend Doors, 1949 Presiden Mau Zedong mengusir para missionary dan membunuh orang-orang Kristen, penganiayayan berat dari pemerintah lokal kepada orang Kristen masih suka terjadi di RRC, sampai sekarang pemimpin-pemimpin gereja rumah masih ditangkapi.

Apakah aniaya kepada orang Kristen yang terus-menerus ini mematikan ajaran Kristen di negara-negara yang bersangkutan? Laporan Open Doors tentang RRC berkata:

  • 60 tahun lalu terdapat 750 000 Kristen percaya Alkitab (lahir baru)
  • 30 tahun lalu menjadi 3 000 000 (tiga juta) orang Kristen lahir baru
  • Sekarang ini diperkirakan ada 60-80 juta orang Kristen lahir baru.

Mereka dikenal sebagai orang Kristen bawah tanah, tidak terdaftar di pemerintah Komunis. Lihat Video clipnya: World Watch China

Benua Afrika: seorang Imam Muslim dari Libia, Sheikh Ahmad al Katani, pada wawancara TV Al Jazeera mengatakan bahwa setiap tahunnya ada 6 000 000 (enam juta) orang Muslim menjadi orang Kristen. Laporan lengkap baca di sini

Kesaksian fundamental Muslim Iran (anggota Hezbollah) mengapa ia pindah ke Kristianity

  • Part 1. “Yahshua datang menolong saya, bukan Muhammad.”
  • Part 2. “Yahshua datang dan berkata Aku mengampuni dosa-dosamu.”

Bacaan terkait:

Referensi:

Open Doors World Watch List 2009

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/.  Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog


Raja Saudi membuka konferensi kebebasan beragama di PBB


13 Nofember, 2008. Pemimpin-pemimpin dunia bertemu untuk bicara toleransi beragama di kantor pusat PBB. Konferensi ini dibiayai oleh Saudi Arabia, sebuah negara yang hanya mengijinkan sebuah aliran Islam tertentu.

Direktur Timur Tengah untuk Pengawas Hak-hak Asasi Manusia, Sarah Leah Whitson, menanggapi pertemuan ini, “Tidak ada kebebasan beragama di Arab Saudi, namun raja (Saudi) meminta dunia untuk mendengar pesan toleransi beragama tersebut. Australian.news.com

Foxnews (video) juga terheran-heran, “Bagaimana negara yang sungguh zero toleransi terhadap toleransi beragama dapat mengadakan pertemuan ini, terlebih lagi di gedung PBB?

Kairo, 14 Januari 2008. ANHRI (Arabic Network for Human Rights Information) melaporkan bahwa  Hamoud bin Saleh seorang bloger Kristen Saudi dipenjarakan pada tahun 2004 disebuah tahanan politik selama sembilan bulan oleh karena pernyataan tentang kepercayaan Kristianinya. Karena raja Saudi mau membuka konferensi kebebasan beragama ini, Hamoud dilepaskan dari perjara. Dan ANHRI ini melaporkan juga setelah conferensi selesai, pria lulusan Universitas al-Yarmouk Yordania ini ditahan kembali.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya https://senjatarohani.wordpress.com/. Hargailah karya tulis orang lain. Salam dan terima kasih, Senjata Rohani’s Weblog